Syukuran dan Doa Bersama Awali Pembukaan Akuarium Indonesia Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM - Menjelang masa liburan sekolah, natal dan tahun baru, Aquarium Indonesia Pangandaran yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Cikidan Desa Babakan Kabupaten pangandaran adakan soft louncing.(17/12)

Bangunan PIAMARI akuarium Indonesia pangandaran diketahui belum 100% rampung pengerjaan, namun atas tuntutan dari masyarakat kini akuarium raksasa sudah di buka dan mulai bisa di nikmati para wisatawan.

Terlihat dari beberapa bangunan yang masih dalam proses pengerjaan hingga akses jalan menuju lokasi masih belum layak di gunakan para pengunjung.

Seperti disampaikan Kepala Badan Riset dan SDM kelautan Perikanan Kementrian KKP Indonesia, ia mengakui saat ini belum ada perubahan yang signifikan namun karena tuntutan masyarakat yang ingin berkunjung kesini, maka akuarium pun mulai dibuka.

Dikatakan Nyoman, untuk grand louncing diperkirakan akhir bulan maret 2023 atau awal bulan april mendatang yang akan dihadiri langsun oleh Mentri Kelautan dan Perikanan beserta Susi Pudjiastuti selaku inisiator pembangun PIAMARI pada waktu itu.

"Saat grand louncing nanti,  bapak-bapak dan ibu-ibu akan melihat perubahan-perubahan yang benar-benar akan menyajikan nuansa akuarium laut terbesar di Indonesia" katanya.

Untuk saat ini, kata Nyoman, memang belum ada perubahan yang, dan baru ada kolam sentuh, akuarium air tawar yang begitu panjang dan akuarium air laut.

Ia menambahkab, misi dari pembangunan akuarium PIAMARI masih tetap sama, memberikan edukasi dan menjadi daerah wisata dan daerah konservasi untuk masyarakat.

"saya kira ini masih tetap sama sesuai dengan misi yang direncanakan awal, " jelas Nyoman.

Nyoman mengatakan, dan untuk oprasianalisai akuarium ini tentu memerlukan dukungan semua pihak, seperti dukungan dari Pemda Pangandaran serta semua kementerian diharapkan juga turut berperan sehingga nantinya akuarium ini bisa menjadi penggerak ekonomi bagi kemajuan pariwisata di Pangandaran.

Nyoman juga mengatakan, untuk kedepanya Akuarium Indonesia Pangandaran akan dilengkapi dengan digitalisasi yang menyajikan informasi ikan atau ekosistem yang semuanya berbasis touch screen. Sehingga pengunjung yang datang tinggal menyentuh layar yang ada di sini.

"Dan pengunjung pun langsung dapat memperoleh informasi lengkap terkait ikan-ikan yang disajikan di akuarium ini, "jelas Nyoman.

Dilokasi yang sama Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, namun saat ini sebelum grand louncing semua sudah bisa dinikmati.

Jeje menjelaskan, biaya untuk tiket berpariatif yaitu pada hari sabtu dan minggu sebesar Rp 50ribu.

"Tapi khusus untuk warga Pangandaranalau saya minta subsidi, "ucap Jeje. (Bill)

Aquarium Indonesia Pangandaran Gelar Acara Sukuran dan Doa Bersama

Jeje Wiradinata: "Untuk pengunjung Asal Pangandaran, Ada Subsidi Untuk Pembelian Tiket"


PANGANDARANNEWS.COM
- Setelah terhenti sejak pembangunanya di tahun 2018  kini aquarium piamari yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Cikidang di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, telah bertranspormasi menjadi Aquarium Indonesia Pangandaran yang sekarang mulai dibuka untuk umum.

Pembukaan atau soft opening Aquarium Indonesia Pangandaran ini ditandai dengan digelarnya acara sukuran dan doa' bersama tanggal 16 sesember 2022 yang dihadiri perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PUPR, Bupati Pangandaran bersama Forkopinda Kabupaten Pangandaran serta sejumlah anak yatim.

Dalam sambutannya Kepala Badan Riset dan SDM kelautan perikanan Kementrian KKP Indonesia, doktor i Nyoman Radiarta, menyampaikan,  pengelolaan aset Piamari menjadi Aquarium Indonesia Pangandaran ini diserahkelolakan sepenuhnya kepada pihak ke 3, perusahaan bernama Tridaksa Banyu Raksa yang berkedudukan di jakarta.

"Perusahan ini nantinya yang akan menjadi pengelola aquarium terbesar se Indonesia ini, "ujar Nyoman.

Diakui Nyoman, saat ini jenis ikan yang ada di akuarium memang belum kumplit, tapi pihak pengelola terus akan menata serta melengkapinya hingga nanti pada bulan Maret 2023 dilakukan grand opening yang akan dihadiri langsung Menteri Kalautan dan Perikanan.

Selain menyediakan aneka sepesies satwa laut, ucapnya, dengan membeli tiket seharga Rp 50 ribu, di Aquarium Indonesia Pangandaran pengunjung bisa bersantai bersama keluarga.

Tak hanya aquarium, disini juga dilengkapi ini dengan sarana hotel yang terletak di bangunan lainnya.

"Tentu ini akan menambah kenyamanan pengunjung, karena selain bisa melihat aneka satwa laut juga menikmati suasana alam pantai Pangandaran, "imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, keberadaan Aquarium Indonesia Pangandaran ini tentunya bisa melengkapi destinasi wisata yang ada di pangandaran.

Akuarium ini juga diharapkan bisa menjadi wahana hiburan masyarakat serta bisa menjadi khasanah ilmu pengetahuan bagi para pelajar untuk menambah wawasan terkait kemaritiman, karena Aquarium ini akan menjadi obyek wisata edukasi.

"Dan husus untuk pengunjung asal Pangandaran pemda berjanji akan memberi subsidi sehingga tiket tanda masuk pun bisa terjangkau masarakat, " kata Jeje. (hiek)

Ketua Divisi KPU Pangandaran Ikuti Bintek Penggunaan Aplikasi SILON


PANGANDARANNEWS.COM - Beberapa hari lalu Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Andis Dedi, Kasubbag Teknis Parhumas, Waluyo beserta Operator menghadiri Bimbingan Teknis penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemilihan Umum tahun 2024 yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Barat bersama KPU kabupaten/Kota di Jawa Barat. (15/12). 

Kegiatan ini dibuka langsung Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifgi Alimubarok dan dipandu Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Barat, Endun Abdul Hag. Turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Reza Alwan Sovnidar, Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Barat, Undang Suryatna Anwar, Ketua Divisi Perencanaan, Nina Yuningsih, dan Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Achmad Syaifudin Rahadhian beserta jajaran sekretariat KPU Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya Rifgi berpesan, diharapkan para Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat, dan Operator Sistem Informasi Pencalonan (SILON) KPU Kabupaten/Kota yang hadir untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dalam proses tahapan verifikasi administrasi bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemilihan Umum tahun 2024. (PNews/KPUPND)


STITNU Al-Farabi Pangandaran Lepas Wisudawan Ke 4 tahun 2022


pangandarannews.com - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al-Farabi Kabupaten Pangandaran melaksanakan kegiatan pelepasan wisudawan dan wisudawati Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di Aula Kampus STITNU Al-Farabi.(14/12)

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua STITNU, Drs. Asep Saepurrohman S.Pd.,M.M, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Hapidin, S.H., M.Pd, Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Yayat Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.I, Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Imas Masitoh, S.Pd.I., M.Pd, Ketua Ikatan Alumni STITNU Al-Farabi Pangandaran, Soleh Hidayat, S.Pd, seluruh ketua Organisasi STITNU Al-Farabi Pangandaran, dan seluruh wisudawan tahun 2022. 

Menurut Ketua BEM STITNU Ujang Sirojul Fauzi, Kegiatan ini merupakan bentuk wadah silaturahim mahasiswa dengan kampus setelah selesai melakukan kewajibannya. 

Kegiatan ini juga, kata Ujang, merupakan momentum istimewa bagi sahabat-sahabat mahasiswa akhir yang akan diwisuda, karena merupakan akhir dari proses selama 4 tahun lamanya.

"Pasca lulus bukan berarti putus hubungan dengan kampus, tapi harus memiliki kecintaan lebih terhadap almamater dengan menjaga nama baik lulusan” Ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua IKA STITNU Soleh Hidayat, S.Pd, menyaampaikan, antara alumni STITNU tidak boleh memutuskan komunikasi dengan kampus, dan ini harus dijadikan sebagai jembatan awal untuk mensosialisasikan kampus dan menjadikan STITNU sebagai kawah candradimuka untuk terciptanya ilmuwan-ilmuwan yang mampu menyongsong kemajuan khususnya di Kabupaten Pangandaran. 

Soleh mengatakan, ada ratusan alumni STITNU Al Farabi Pangandaran yang tersebar di tiap desa di Kabupaten Pangandaran, dan ini tentu menjadi salah satu kekuatan untuk menciptakan tata peradaban Kabupaten Pangandaran yang lebih maju.

"Saya berharap lembaga berkenan memberikan spirit, arahan dan memberikan perintah kepada alumni tentang apa yang harus kita lakukan untuk kampus STITNU Al-Farabi dan Kabupaten Pngandaran ini, " ungkapnya.

Sementara dalam sambutannya Ketua STITNU Al-Farabi Pangandaran Drs. Asep Saepurrohman menyampaikan, lulusan STITNU harus ikut serta dalam sosial kemasyarakatan dan bisa menjadi agen sekaligus leader dalam membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar dan mampu tumbuh walaupun ditanam ditanah yang tandus.

Soleh menegaskan, kedepan STITNU memasuki tahapan akreditasi dan akan melakukan penambahan prodi baru, target 2024 akreditasi B  dan penambahan prodi baru bisa terealisasi, dan 2027  menjadi universitas.

"Sekarang kalian sudah bukan mahasiswa lagi tapi sudah menjadi sarjana, semoga ilmu yang kalian dapat dari STITNU bisa bermanfaat karna selama 4 tahun tidaklah mudah untuk mencapai titik ini, "pungkasnya.(yusupsidik)

Pengusaha Cafe Tuntut Kejelasan Pemda Pangandaran Usai Usahanya Ditutup


PANGANDARANNEWS.COM - Para pengusaha yang bergerak di sektor hiburan (cafe) yang pada beberapa waktu lalu tempat usahanya ditutup Pemda Kabupaten Pangandaran, kembali mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran untuk

meminta kejelasan nasib mereka kedepanya, apakah bisa buka kembali jika menempuh izin terlebih dahulu.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata beberapa waktu lalu, empat hiburan malam atau cafe yang ditutup ini terindikasi mepakukan praktek maksiat, diantaranya prostitusi.

Semnetara menurut perwakilan pengusaha cafe Ujang Bendo, pihaknya memberi waktu selama 6 hari kepada DPRD dan pemerintah untuk memberi jawaban terkait ketidakkepastian nasib pengusaha cafe yang usahannya ditutup ini. 

"Karena saya sudah mencoba untuk membuat model perizinan bagi usaha cafe ini, sudah disampaikan tadi, "ucapnya. (14/12).

Namun menurutnya, model perizinan tersebut belum tentu diterima atau tidak, dan ini tergantung musyawarah dengan Pemkab Pangandaran diterima atau tidaknya.

Ia menjeaskan, perizinannya sendiri mengacu pada Perda Nomor 12 tahun 2015 soal perizinan, jadi setelah ditempuh perizinan ini akan seperti apa.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran Adang Sudirman membenarkan ada sejumlah pengusaha cafe yang meminta kepastian jika usaha mereka akan ditutup permanen.

"Yang mereka tanyakan, kalau mau ditutup permanen apa solusi bagi mereka, kalau ditutup sementara kapan dibukanya, " jelas Adang.

Adang sendiri mengaku tidak bisa memberikan jawaban terkait hal tersebut dan pihaknya saat ini hanya menampung aspirasi saja.

Ia menambhkan, dalam enam hari kedepan Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran akan berkoordinasi dengan pemda untuk membahas hal ini. Dan DPRD pun kini sedang membahas beberapa rancangan peraturan daerah (Perda) yang berkaitan dengan izin usaha hiburan malam. Seperti, Raperda penyelenggaran izin berusaha, Raperda tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan, Raperda tentang bangunan gedung, raperda tentang perubahan kelima atas perda No 31 Tahun 2016 tentang perbentukan susunan perangkat daerah, raperda tentang perubahan atas peraturan daerah no 15 Tahun 2022 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol.(PNews)

Pemkab Ciamis Beri Subsidi Harga Sembako Pada Kegiatan Pasar Murah

Kabid Perdagangan, Asep Sulaeman

pangandarannews.com/ciamisnews - Sesuai arahan presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 bahwa setiap daerah agar mengalokasikan dua persen Dana Alokasi Uinum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk mengantisipasi kemungkinan potensi kenaikan harga di daerah, Pemda Kabupaten Ciamis melalui Dinas Koperasi Perdagangan UMKM (Dindagkop UMKM) pun menggelar Operasi Pasar Murah Bersubsidi. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan terdampak kenaikan harga BBM dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-harinya serta sebagai strategi dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan-bahan pokok menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Seperti disampaikan Kepala Bidang (kabid) Perdagangan di Disdagkop UMKM Ciamis, Asep Sulaeman, kegiatan pasar murah ini dilaksanakan di 8 kecamatan, diantaranya Kecamatan Cikoneng  Sindangkasih, Cihaurbeuti, Panjalu, Cipaku, Cidolog, Tambaksari dan Kecamatan Lakbok, yang selanjut dari seluruh kecamatan tersebut akan langsung disalurkan ke 72 desa.

Kata Asep  ada 18.932 paket komoditi, dan setiap paketnya terdiri dari 5 kg beras premium, 1 liter minyak goreng kemasan, 1 kg gula pasir dan 1 kg tepung terigu.

"Penyediaan paket komoditi dan pendistribusiannya dilaksanakan bekerjasama dengan Perum Bulog Cabang Ciamis, "terang Asep, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(12/12)

Dalam Operasi Pasar Murah Bersubsidi ini Pemkab Ciamis telah mensubsidi harga komoditi senilai Rp. 56.625,- per paketnya, sehingga masyarakat memperoleh harga yang lebih murah dari harga yang beredar di pasar.

Asep juga berharap Operasi Pasar Murah Bersubsidi dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangka serta dapat menjaga daya beli masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

"Dengan adanya pasar murah bersubsidi diharapkan bisa membantu masyarakat khususnya untuk memenuhi sembilan bahan pokok, "imbuhnya. (anwarwaluyo)

Terkait Keluhan Keluarga Pasien di Media Sosial, Ini Penjelasan Direktur RSUD Kota Banjar


PANGANDARANNEWS.COM /BANJARNEWSMBANJARNEWS
-berita di media sosial terkait ketidaknyamanan pelayanan dokter psikiater di RSU kota banjar, Direktur RSU Kota Banjar, dr. Agus Budiana Ekaputra menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada keluarga Sajidin.

"Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan kami terhadap siapa pun pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan di RSUD Banjar, "ucap Agus, kepada sejumlah awak media.(12/12)

Seperti diketahui kejadian ini mencuat saat Sajidin (33) mengungkapkan kekesalannya terkait peayanan salah seoranh dokter RSUD Banjar saat  melakukan chek up (6/12), di media sosial. Saat itu Sajidin menggeserkan kursi dari tempat biasanya hingga membuat dokter psikiater meneriaki petugas medis untuk menggeserkan kursinya ke tempat semula. 

Sebenarnya saat itu, kata Agus, tindakan tersebut hanya untuk menjaga jarak atau sosial distancing dan tidak ada maksud untuk meneriaki pasien dan keluarga pasien. 

"berteriak itu mungkin bukan meneriaki bapak sajidin karena yang saya tau meja dokter dan perawat sangat jauh jadi kalau untuk memanggil pelan takutnya tidak terdengar, " jelas Agus.

Menurutnya mungkin ini hanya miss komunikasi karena baik Sajidin atau dokter yang melayani saat itu. 

Terkait tidak memberinya waktu atau kesempatan kepada pasien dalam menyampaikan keluhanya, Agus menjelaskan, hal ini harus dirkomunikasikan dulu dengan dokter Diyah yang saat itu bertugas melayani Sajidin.

Menurut Agus, mungkin secara teknis pelayanan dirasa sudah cukup dan mungkin pertimbangannya masih banyak pasien yang harus dilayani.

Jika saat itu dokter tidak memberi waktu kepada keluarga pasien, terang Agus, mungkin pemeriksaan sudah cukup dan sudah menulis resep,  makanya ini sepertinya terjadi miss komunikasi.

Tapi apa pun ini, melihat peristiwa ini agus meminta maaf atas ketidaknyamanan keluarga pasien dan ia meminta kepada semua masyarakat diharapkn mau berkolaborasi untuk meningkatkan kembali pelayanan RSUD Kota Banjar. 

"Saya meminta kepada masyarakat, media, pasien dan keluarga pasien bisa membantu kami memberi masukan agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal, "pungkasnya. (bill)

Pelepasan Tenaga Pendidik Kecamatan Jatiwaras Masuki Masa Purna Yuda, Berjalan Haru

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bertempat di Gedung PGRI, pelaksanaan pelepasan tenaga pendidik yang habis masa kerja nya (Purna Yuda) di Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya yang dihadiri para guru se-Kecamatan Jatiwaras, berjalan Hidmat. (13/12)

Dalam sambutannya Ketua PGRI Jatiwaras Suyana Spd M.M Pd menuturkan, ia bersukur pelepasan 26 orang tenaga pendidik dan kepala sekolah yang memasuki masa purna tahun ini berjalan hidmat dan lancar.

“Dan saya sebagai ketua PGRI mengucapakan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah ikut serta pengabdian menjadi tenaga pendidik di Kecamatan Jatiwaras ini yang telah memberikan ilmu kepada anak-anak didik kami, “kata Suyana.

Hal senada disampaikan salah seorang pengajar, Aang Badrussalam Spd SH M.M Pd, kepada rekan-rekan tenaga pengajar yang saat ini memasuki masa purna bhakti, ia mengucapkan terimakasih atas pengabdiannya mudah-mudahan ilmu yang telah di berikan kepada anak anak didik bermanfaat.

“Paturay tineung warga atikan Kecamatan Jatiwaras yang telah purna Yuda, “ turur nya (anwarwaluyo)


KPU Pangandaran Gandeng Awak Media, Sosialisasikan Proses Edukasi Demokrasi

PANGANDARANNEWS.COM - Di tengah padatnya rangkaian jadwal tahapan Pemilu 2024, Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran melaksanakan rangkaian alur penetapan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran , dari mulai Penyerahan DAK2 dari Menteri Dalam Negeri ke KPU RI. Kemudian Penetapan Jumlah Kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota hingga ke tahapan Uji Publik, dengan harapan nantinya ada tanggapan dari mayarakat maupun peserta pemilu.

Sebelum menggelar acara uji publik yang akan dilaksanakan minggu minggu ini, bertempat di aula, KPU Kabupaten Pangandaran juga melaksanakan kegiatan bersama awak media sebagai mitra terkait sosialisasi dan publikasi sehingga diharapkan rangkaian proses rancangan penataan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi anggota DPRD Kabupaten Pangandaan bisa sampai ke publik.(13/12)

Dalam kegiatan tersebut Ketua Divisi Penyelenggara KPU Pangandaran, Andis Sose SE pun memaparkan secara teknik kepada awak media terkait penetapan alokasi kursi, pembagian jona dan lainnya.

“Kami berharap publikasi ini mendapatkan tanggapan dari masyarakat melalui pemberitaan awak media terkait Uji publik rancangan penataan dapil dan alokasi kursi anggota DPRD kabupaten Pangandaan katanya, “ucap Andis.

Hal senada disampaikan Ketua KPU MUhtadin, ia berharap dalam setiap even dan tahapan yang diinformasikan ini bisa sampai ke masyarakat.

Selain itu kata Muhtadin, PKPU juga memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga diharapakan  iklim politik di Kabupaten Pangandaran berjalan dinamis ,dan penuh dengan kesejukan. 

“Intinya kami berharap terjadi sebuah proses dinamika politik yang kondusif dan sejuk, “kata Muhtadin.

Muhatdin juga menjelasakan, seluruh partai politik yang lolos perifikasi di Kabupaten Pangandaran berjumlah 18 Parpol, namun saat ini KPU Pangandaran masih menunggu keputusan KPU RI untuk pengesahannya. (TnT)


APDESI Dan PPDI Kabupaten Pangandaran Kompak Tuntut Pemda Segera Cairkan TPAPD

PANGANDARANNEWS.COM -  Sejumlah perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pangandaran ramai-ramai mendatangi halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pangandaran, untuk menyampaikan aspirasinya terkait belum dibayarnya Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD).(12/12)

Disaat yang sama, di aula setda tampak Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) pun melakukan audens yang diterima langsung oleh Bupati dan wakil Bupati Pangandaran yang didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa dan Perwakilan dari Bagian Pemerintahan Umum Setda Pangandaran.

Dala audens tersebut, Ketua Apdesi kabupaten Pangandaran Sugiono SH menyampaikan, TPAPD merupakan bantuan keuangan dari APBD, termasuk insentif linmas, RT dan RW, namun sayang hingga hari ini TPAPD tahun 2022 cair lima bulan, kemudian RT RW Rp 500 ribu baru cari tahun ini.

Kedatangan Apdesi ini, kata Sugiono, pihaknya ingin memastikan apakah pembayaran TPAPD tersebut akan dibayarkan sepenuhnya atau tidak.

"Dan kami tadi mendengar langsung dari Pa Bupati, kalau kemampuan pembayaran TPAPD ini hanya lima bulan, termasuk untuk insentif linmas, RT dan RW juga kemampuanya segitu," jelasnya.

Namun, menurut Sugiono, tadi bupati mengatakan pemda akan mengupayakan untuk membayar TPAPD tersebut lebih dari lima bulan walau kondisi keuangan daerah hanya akan bisa membayar lima bulan saja, karena pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belum maksimal.

“Dan hal tersebut kata bupati yang menjadi penyebab belum dibayarkanya TPAPD, namun kami tetap berharap mudah-mudahan segera dibayar," imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, Plt Ketua PPDI kabupaten Pangandaran Bustanul Arifin mengatakan, tahun ini memang baru masuk 5 bulan, namun bupati menjajikan akan menambah lagi dua bulan atau tiga bulan.

Bustanul menuturkan, TPAPD 2020 sudah dibayarkan full kemudian 2021 hanya satu bulan. Sementara yang diinginkan PPDI tahun 2021 dibayarkan sepenuhnya termasuk yang 2022 dibayarkan sepenuhnya juga.

Bustanul mengaku kurang puas terkait pertemuan dan audens dengan pemda ini, namun pihaknya juga memahami kondisi keuangan daerah saat sekarang ini seperti apa.

“Namun pemerintah daerah juga harus memahami hak kami,"tegasnya.

Sementara itu Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata usai audens dengan Apdesi kepada sejumlah awak media mengatakan, TPAPD itu merupakan kebijakan yang dikeluarkan saat fiskal Kabupaten Pangandaran masih bagus, dan itu merupakan kebijakan tidak normative karena pemda mengeluarkan insentif senesar Rp 1,5 juta itu hanya di Kabupaten Pangandaran.

Akan tetapi saat terjadi pandemi Covid-19, keuangan daerah terganggu, dan memang pembayaran TPAPD 2021 baru satu bulan, namun bupati ingin pada tahun 2023 mendatang semua bisa dibayarkan asal saratnya semua desa kompak jangan ada yang ngemplang pajak.

Bupati menjelaskan, pemda saat ini sedang mengupayakan agar pembayaran TPAPD itu lebih dari lima bulan, walaupun saat ditanyakan ke Dinas Keuangangan, kemampuan untuk bayar TPAPD ini hanya lima bulan.

“Tapi percayalah,  saat ini saya sedang mengupayakan agar dibayar lebih dari itu, mungkin dengan menggeser dari pos lain," ungkap bupati. (hiek)





Seorang Warga Keluhkan Lambatnya Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Purwadadi

PANGANDARANNEWS.COM – Salah seorang keluarga pasien Idi (69) menyampaikan ketidakpuasannya terkaitan pelayanan di UPTD Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis, pasalnya dirinya merasa terlalu lama saat menunggu antrian.

Saat itu Idi kakek dari pasien bernama Rapasha (3,5) merasa jenuh karena menunggu antrian dari jam 09:00 pagi sampe jam 12:00, baru mendapat panggilan.

Karena harus menunggu lama, kata Idi, pekerjaan sehari-hari sebagai petani menjadi terhambat.

“Saya merasa pelayanan di UPTD Puskesmas purwadadi kurang memuaskan, “ungkapnya (12/12) 

Idi mengatakan, sebelumnya ia melakukan pengobatan di Kilinik Mitra Sehat Padaherang Kabupaten Pangandaran, karena menurutnya pelayananya sangat cepat dibanding di Puskesmas Purwadadi. 

Idi berharap kepada pihak Puskesmas Purwadadi ke depan bisa lebih mengutamakan pelayanan cepat tanggap, karena semua yang datang ke Puskesmas tentu membutuhkan pelayanan memuaskan.

“Kalau harus antri hingga 3 jam lamanya jelas bisa menghambat aktivitas kami sehari-hari, “imbuhnya. (bill)


Pengerjaan Rabat Beton JUT Dan TPT Di Desa Purwadadi Diduga Terkesan Asal-Asalan

PANGANDARANNEWS.COM - Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) rabat beton dengan volume 34,88 m3 dan TPT 92.2 m3, dengan anggaran sebesar Rp 120.039.900, bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2022 di Dusun Ciwitali Desa Purwadadi (Jalan Pramuka) yang berdekatan UPTD Puskesmas Kecamatan Purwadadi, diduga pekerjaan terkesan asal - asalan. 

Hal ini dibisa dilihat di lapangan, adukan pasir dan semen rapuh dan mudah terlepas, beda dengan tambalan yang ada disebelahnya semennya lebih banyak. Sementara untuk galian dasar terlihat kurang dalam atau mendekati standar galian pondasi sekitar 20 - 30 cm. 

Ditemui dan dikonfirmsi di lapangan Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Kasi Ekbang) Desa Purwadadi, Tuyan Kritia, menuturkan, ia hanya mendapat tugas untuk menunggu dan mengawasi pekerjaan di lapangan, diluar hal - hal yang sifat teknis maupun non teknis Tuyan mempersilahkan bertanya langsung ke Kepala Desa dan Sekretaris Desa Purwadadi.

“Saya tidak punya kewenangan selain menunggu dan mengawasi pembangunan ini, “ujarnya. (12/12) 

Mendapat arahan dari Kasi Ekbang Tuyan, PNews pun mencoba melakukan konfirmasi ke kantor desa dengan didampingi Kasi Ekbang, namun sayang saat hendak ditemui Kepala Desa ternyata tidak ada ditempat. Dan menurut salah seorang staf desa, Kepala Desa sedang dinas ke Ciamis.

Sementara saat menemui Sekretaris Desa, terlihat sedang sibuk kerja, hingga PNews pun hanya menunggu di luar, namun karena cukup lama dan sepertinya enggan menemui awak media PNews pun pulang.  Dan hingga berita diturunkan, belum ada keterangan dari pihak pemerintan Desa Purwadadi. (bill)


Disdakop Pangandaran Respon Langsung Keluhan Warga Terkait SPBU


PANGANDARANNEWS.COM -Menanggapi keluhan salah seorang warga di media sosial (medsos) terkait ukuran isi di sebuah Statsiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disdagkop UMKM) Kabupaten Pangandaran langsung menerjunkan petugas tera ke SPBU tersebut untuk melakukan uji tera.

Dari pantauan PNews yang ikut langsung ke lokasi, setelah dilakukan pengujian ukuran volume ternyata ada pada ambang batas 20 mili liter dari 20 liter bensin jenis pertalit yang diuji atau hanya 1 mili liter dari per 1 liternya.

Menurut petugas tera dari Disdakop UMKM Pangandaran, Ari Ridwan Mas, ST, batas toleransinya sendiri sesuai aturan adalah 20 mili liter per 20 liter, toleransi batas kesalahan yang diizinkan sesuai aturan adalah +- 100 mililiter dari 20 liter atau +- 0,5%

"Dan tadi ketika saya ukur di SPBU ini hanya selisih 20 mili liter dari 20 liter, "terang Ari.(08/12)

Ari mengatakan, secara periodik pihaknya 1 tahun sekali melakukan pemeriksaan seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Pangandaran serta melakukan pengawasan minimal 3 bulan sekali.

Tapi tidak hanya itu, kata Ari, ia juga siap datang melakukan pemeriksaan ini saat ada keluhan atau permintaan dari pihak perusahaan SPBU. Karena  perusahaan pun merasa khawatir jika alat pengukur liter di SPBU miliknya terdapat selisih yang bisa merugikan konsumen (masyarakat).

Seperti pemeriksaan hari ini, menurut Ari, dilakukan karena ada cuitan atau keluhan masyarakat di medsos sehingga ia pun langsung datang melalukan uji tera. Dan hasilnya ternyata yang dikeluhkan masyarakat khususnya konsumen SPBU ini tidak terbukti.

"Tapi apa pun kami selalu akan merespon apabila memang ada keluhan dari masyarakat terkait alat ukur baik timbangan, volume, literan atau alat ukur lainnya, "ungkap Ari.

Sementara petugas dari SPBU, Toto, kepada PNews menyampaikan, pihaknya selain selalu melakukan alat ukurnya, ia juga akan merasa senang jika ada konsumen yang datang langsung ke kantor jika memang ada hal yang kurang berkenan dengan pelayanan perusahaan.

"Silahkan datang, kami akan terima keluhan masyarakat, dan ini demi kepiasaan konsumen dan kami dari pihak perusahaan, 'ujarnya. (hiek)


Seorang Pasien Keluhkan Pelayanan Di RSUD Kota Banjar


PANGANDARANNEWS.COM- Perasaan tidak puas atas pelayanan Rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Banjar dirasakan salah satu keluarga pasien, Sajidin (33) saat mendampingi orangtuanya bernama Sarjiah (45) yang sedang kontrol kesehatan ke spesialis psikiatri. (6/12)

Memurut Sajidin ia merasa tidak puas dengan pelayanan RSUD Banjar, pasalnya attitude seorang dokter psikiatri kurang baik di matanya.

Sajidin menuturkan, sesampainya di lokasi sekitar pukul 07:30 pagi, Sajidin mengantri mengambil nomer antrian hingga mendapatkan nomer antrian C73. Kurang lebih 30 menit nomer antrian C73 mendapat panggilan dari loket empat dan di arahkan ke ruang pemeriksaan psikiatri. Terlihat di ruangan psikiatri penuh dengan pasien yang sedang menunggu pemanggilan, Sebelum memasuki ruang dokter pasien orangtuanya pun diperiksa terlebih dahulu terkait keluhan oleh petugas pendamping dokter yang sedang ditemani anak kecil yang diduga anaknya, di area persis depan ruanganya.

"Kalo gak salah jam 08:30 pagi, Ibu saya diperiksa tentang keluhanya, biasanya ibu saya kalau ditanya dokter atau pendamping dokter tidak pernah terbuka makanya waktu itu saya yang memberi keterangan kepada pendamping dokter, " ungkapnya kepada PNews. (07/12)

Samidin menambahkan, ia tidak bisa menjelaskan semua soalnya kata pendamping dokter tersebut  kalau lebih rincinya nanti ditanyakan oleh dokter. Namun karena Sajidin tidak memakai masker ia pun dilarang masuk ke ruangan dokter apa pun dalihnya.

"Saya memohon kepada si pendamping supaya diizinkan masuk tapi tetep tidak bisa, lalu saya pun diarahkan untuk membeli masker dulu ke warung depan baru bisa masuk, "terangnya.

Ahirnya, kata Sajidin ia pun membeli dulu masker supaya bisa masuk mendampingi orangtuanya ke ruangan dokter.
Namum setelah berhadapan dengan dokter Diah, ia menyebut pelayanan dokter psikiatri di luar dugaannya bahkan dokter tersebut sempat mengeluarkan nada tinggi memanggil petugas pendampingnya.

"Pas saya menggeserkan kursi sekitar 10 cm saya kaget karena dokter teriak-teriak memanggil petugas karena saya telah menggeserkan kursi, padahal saya hanya berniat ingin lebih dekat supaya penyampaian keterangan dokter lebih jelas kedengaranya," jelas Samidi.

"Saya kena marah dokter, katanya saya pasien bandel, kata dokter dia merhatiin saya dari dalam karena tidak memakai masker, "tambahnya.

Setelah beberapa menit orangtua Sajidin pun diperiksa dan diberi pertanyaan oleh dokter Diah, dn ia pun di sarankan untuk keluar dari ruanganya.

"Silahkan bapa keluar pemeriksaan sudah selsai kata si dokter kepada kami, "ucap Sajidin.

Sebelum keluar Sajidin sempat meminta waktu untuk pemeriksaan ibunya karena  ada beberapa keluhan dan perilaku aneh yang akan ia sampaikan. Namun sayang dokter tidak memberi waktu karena pemeriksaan ibunya sudah selsai. Sajidin pun mencoba diam karena ia mau menyampaikan keluhan ibunya tapi dokter malah teriak-teriak lagi memanggil pendamping dan menyuruh pendamping menelpon pihak pelayanan.

"Saya disuruh menunggu di depan soalnya kata si pendamping mau ada dari pihak pelayanan datang kesini, "terang Sajidin.

Setelah menunggu beberapa menit dua orang dari petugas pelayanan datang menghampiri dan membawa Sajidin dan Ibunya ke ruangan yang tidak jauh dari ruang pemeriksaan. Kemudian ia disuruh menceritakan kronologi dari awal sampai ahir, lalu Sajidin pun menuturkan bahwa ia kurang memahami karakter dokter Diah, dan pihak pelayanan pun meminta maaf atas nama  dokter Diah.

"Saya berharap pihak RSUD Banjar bisa mengedepankan attitude yang baik dalam melayani pasien apalagi pelayanan terhadap pasien disabilitas, "kata Sajidin.(bill)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN