DENGAN RP 65 RIBU PER HARI MENJADI PEKERJA TAMAN, WARIS TETAP BERSYUKUR

PANGANDARAN -Waris (37) demikian sapaannya adalah salah seorang dari 9 pekerja taman Grand Pangandaran. Kepada PNews ia menceritakan suka dukanya selama dua tahun menggeleuti profesinya tersebut hingga sekarang sebagai pekerja taman.

Menurutnya, di tempatkerjanya ini sangat disiplin, pagi sebelum jam 8 sudah harus mengisi daftar hadir, demikian pula saat pulang jam empat sore ia dan kawan-kawannya pun diharuskan mengisi daftar hadir lagi.

"Ini semua saya jalani dengan penuh tanggungjawab, dengan upah yang kami terima Rp. 65 ribu per hari saya dan teman lainnya pun tetap menikmati pekerjaan kami." tutur Waris yang sudah punya satu anak. (26/1)

Disoal  pekerjaan aa saja sehari-harinyabyang ia lakukan, Waris mengatakan, diawali bersih-bersih dan memangkas rumput, dan itu dilakukan setiap hari kecuali hari minggu.

"Pekerjaan ini memang bukan pilihan, tapi kebutuhan hidup serta ketersediaan keterampilan yang saya miliki mungkin hanya cocok jadi tkang kebun. “imbuhnya. (HARIS F)



AKIBAT SALURAN IRIGASI RUSAK, WARGA PUN SERING BERTIKAI REBUTKAN AIR

PARIGI-Saluran sekunder yang berlokasi di belakang pesantren Hidayatul Barkah Dusun Sukamanah Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, kini kondisinya sngat memprihatinkan.

Padahal saluran yang dibangun tahun 1980 ini apabila tidak bocor- bocor sebenarnya bisa cukup untuk mengairi sawah di blok Cikujang, Alurwadas, Karangnangka dan Semple di Desa Bojong.
Menrut salah seorang warga Alurwass, Eyang, tidak jarang warga bertikai karena rebutan air.

“Baru saja saya tadi menutup saluran pembagi yang menuju blok Cikujang dan mengalirkan untuk blok Karangnangka dan Semple. “tuturnya.(28/1)

Tapi karena saluran sudah banyak yang rusak, kata Eyang, air yang mengalir kecil ini pun hanya sampai di blok Alurwadas karena di blok Sukamanah belakang pesantren, pada saluran pembagi selokannya belum ditembok.

“Karena selokannya bocor air pun mengalir sia-sia ke selokan dan langsung ke sungai Citonjong. “terang Eyang.

Sebenarnya di blok alurwadas, saluran skunder ini dibangun tahun 2016 lalu, namun sayang hanya sekitar 2000 meteran karena menuju blok Cikujang salurannya masih pakai tanah sehingga bocor-bocor. Sementara di Gurubugan yang berlokasi dekat jembatan Cihaur, salurannya lebih rendah, sehingg di lokasi itulah air langsung mengalir ke sungai.

“Tentunya ini mengakibatkan sawah-sawah di blok lapang  Karangnangka dan Semple tidak kebagian air. “ imbuhnya.

eyang menambahkan, kini masyarakat pemilik sawah di blok Karangnangka dan Semple pun berharap Pemkab Pangandaran bisa segera memperbaiki saluran tersebut, karena ada sekitar 10 hektar sawah terancam gagal penen karena kekurangan air, walau air dari irigasi Citumang cukup melimpah.

“Kami disini sering bertikai berebutan air yang mengakibatkan dengan tetangga sendiri pun kurang harmonis.  “kata Eyang. (ANTON AS)
 

WISATA ALAM CURUG SAWER DESA CIKUKULU DIMINATI WISATAWAN REMAJA

TASIK NEWS-Selain wisatasi pantai, Kabupaten Tasikmalaya pun kaya dengan potensi wisata lainnya. Seperti Curug Sawer yang terletak Dusun Sarakan  Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal.

Obyek ini semakin hari semakin ramai dikunjungi karena menjadi destinasi wisata baru yang menjanjikan keindahan alam untuk bisa memanjakan pengunjung.

Wisatawan yang datang dari Ciamis, Banjar, Garut dan kota-kota lainnya yang didominasi remaja ini mengaku senang dan puas bisa menikmati keindahan curug (air terjun) di tengah rimbunnya alam hutan.

“Bagus untuk lokasi berswapoto. “ujar salah seorang pengunjung asal Ciamis.(28/1)

Sementara menurut Punduh Desa Sarakan, Rahmat Asep Yoni, dengan adanya potensi wisata di wilayahnya, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan serta sarana yang dibutuhkan sebagai penunjang pariwisata.

“Lokasi curug tersebut sebenarnya ada di wilayah dua desa, Desa  Cintawangi dan Cikukulu. Terang Asep.

Dengan sajian panorama alam hijau yang sejuk, menurut Asep, ini akan cocok jadi tempat refreshing  pengunjung untuk sepuas-puasnya menghirup udara segar pegunungan, sehingga rasa penat satu minggu bekerja pun akan pulih.

“Usai menikmati keindahan curug, pengunjung pun bis menyantap hidangan khas nasi liwet dengan aneka menu pedesaan. “imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sekdes Cikukulu, Darpan, menambahkan, diharapkan dengan semakin ramainya lokasi wiata Curug Sawer ini bisa memberi nilai tambah perekonomian warga desa.

“Kami optimis, ini akan menjadi nilai abah ada sektor perekonomian warga. “ungkapnya. (ANWAR W)


LAGI, PRESTASI EMAS DIRAIH PEMKAB PANGANDARAN TERIMA NILAI B UNTUK LAKIP 2018

Di usianya yang baru menginjak 6 tahun, Kabupaten Pangandaran selain berhasil menjadi Daerah Otonomi Daerah (DOB) terbaik se-Indonesia, kini Pangandaran pun berhasil mendapat nilai B untuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) tahun 2018, pada penilaian LAKIP Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera, Provinsi Banten dan Jawa Barat hasil pemerikasan yang dilakukan Kementrian PAN dan RB.

Usai menerima penghargaan ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di Hotel Trans Luxury Hotel Bandung, kepada awak media menyampaikan, prestasi ini diraih berkat kebersamaan semua pihak yang terus menerus bekerja lebih baik dan lebih baik lagi.

Jeje mengatakan, penilain ini merupakann amanat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 8 tahun 2006, tentang pelaporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah dan peraturan presiden nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah .

Alhamdulilah kami semua bersyukur kepada Allah tahun ini LAKIP Kabupaten Pangandaran tahun 2018 naik dua tingkat, dari C tahun 2017 melewati CC langsung ke B,”kata Jeje. (28/01)

Jeje menambahkan, prestasi ini tentunya menunjukan peningkatan akuntabilitas kinerja yang baik Pemkab Pangandaran serta berkat kebersamaan seluruh elemen yang bertekad untuk mewujudkan Pangandaran Hebat.

Jeje juga mengatakan, latar belakang perlunya penyusunan LAKIP, antara lain untuk
lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab.

“Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini menjadi penting untuk perwujudan kewajiban pemerintah serta bisa mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan misi organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. “imbunya. (Pnews)

KALIBER, GELIAT PEMUDA DESA CIKUPA DALAM INOVASI KERAJIAN PERAHU

TASIK NEWS-Bertempat di saung bambu tempat pembutan kerajinan perahu yang dikerjakan beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas  “Kaliber” Desa Cikupa Kecamatan Desa Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, proses pembuatan kerajinan dengan berbagai inovasi dan kreativitas terus dikembangkan.

Menurut Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi, ini semua dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan potensi ekonomi desa.

“Kegiatan ini juga untuk menggali potensi-potensi yang ada di desa kami. “ujarnya.(27/1)
(ANWAR W

JABATAN SEKDA PANGANDARAN AKAN DILELANG ?

PARIGI-Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis, hal tersebut sepenuhnya kewenangan bupati serta mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2014 yang mengatur tantang masa jabatan JPT (jabatan pemimpin tertinggi) eselon II. 

Seperti diketahui, kata Muhlis, pada undang-undang tersebut, jabatan sekda itu 5 tahun dan bisa diperpanjang melalui uji komfetensi.

“Pa mahmud diangkat pertama kali menjadi Sekda Kabupaten Pangandaran berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat tanggal 21 pebruari 2014 dan  masa jabatan yang bersangkutan akan berakhir 21 pebruari 2019. “jelas Muhlis.

Muhlis yang didampingi Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karier, Ganjar Nugraha, SE, lebih jauh mengatakan, sebenarnya dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomer 11 tahun 2017, jabatan sekda itu setara dengan jabatan kepala dinas atau kepala badan, karena dalam PP tersebut dinyatakan, hanya ada 3 jabatan, antara lain, jabatan pengawas, administrator dan jabatan pimpinan tinggi (JPT). Artinya, setelah masa jabatan sekda itu habis bisa saja mutasi ke jabatan setaranya, dan di daerah lain ini sudah ada yang melaksanakan.

“Sementara untuk mengikuti open bidding atau lelang jabatan Pa Mahmud sudah tidak bisa karena aturannya saat dilantik harus berusia 56 tahun. “ imbuh Muhlis.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diminta komentarnya beberapa waktu lalu, mengatakan, ia saat ini tidak mau berkomentar panjang karena sedang menyerap aspirasi masyarakat, tokoh dan dan elemen lainnya.

“Mau di lelang atau bagaimana, nanti saja karena saya juga harus mendengar keinginan masyarakat. “ungkapnya.

Di tempat terpisah, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, saat dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar dan hanya mengatakan, no coment.

“Silahkan saja ke BKPSDM, karena yang tahu aturannya ada di sana. “katanya singkat. (PNews)

JAJANG ISMAIL : “OPTIMASLISASI PAUD BISA MENJADI SARANA PENDIDIKAN BERKARAKTER”

H. Jajang Ismail
Harus ada perhatian khusus terkait perkembangan pendidikan anak di daerah tujuan wisata, pasalnya, berbagai kebiasaan serta budaya yang masuk akan mudah diserap jika si anak tidak membentengi diri dengan pendidikan berkarakter yang sarat pembelajaran etika dan agama. Sehingga si anak pun nantinya tidak akan mudah terbawa arus budaya asing yang bisa memberikan dampak negatif dalam tatanan kehidupan serta kearifan lokal di sekelilingnya.

Demikian dikatakan Ketua Komisi I, H. Jajang Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya, di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(5/1-19)

Menurutnya, agama harus menjadi pondasi utama agar si anak bisa mengontrol diri, karena  agama memegang peranan penting bagi tumbuhkembangnya pendidikan dan perilaku pada  kehidupan sehari-hari. Pendidikan berkarakter merupakan sebuah implementasi dari tingkah laku dan atitude anak juga bisa berperan menjadi salah satu pilar penting yang akan menentukan prestasi dan pencapain murid. Ia pun menjadi penting peranannya pada seseorang untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.

“Oleh karena itu pendidikan berkarakter harus terintegrasi pada semua mata pelajaran sehingga potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri akan mudah dicapai. “kata Jajang.

Saat berkeliling ke desa-desa untuk melaksanakan fungsinya menjadi wakil rakyat, diakui politisi PPP ini, ia melihat memakmurkan mesjid dengan minat mempelajari ilmu agama masih kurang diminati anak-anak muda, karena bermain gadget tetap masih menjadi dominasi kesehariannya.

Jajang mengatakan, pendidikan karakter sebenarnya bisa lebih dioptimalkan sejak anak, pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), karena platform pendidikan pada usia tersebut sangat dimungkinkan untuk meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan dan keterlibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, non formal dan informal dengan memperhatikan kebiasan dan karakteristik  anak di masing-masing daerah.

Dan pemerintah, kata Jajang lagi, bisa hadir dengan regulasi yang akan mengatur keberadaan PAUD tersebut, termasuk menjadi penyedia sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga memasukan pendidikan karakter pada anak, bukan hanya domain pemerintah saja, karena masyarakat pun ikut bertanggungjawab untuk memasukan kearifan lokal dan keseharian etika si anak.

“Saya melihat PAUD sangat mengakar di lingkungan masyarakat, jadi sekarang pemerintah daerah tinggal mengoptimalkan lagi dengan pranata yang ada di pemerintahan. “tuturnya.

Jajang juga berharap, Pemkab Pangandaran bisa secepatnya membuat Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Bupati (perbup) yang akan mengatur keberadaan serta optimalisasi fungsi PAUD.

“Jika selama ini PAUD bisa menjadi sarana untuk pendidikan berkarakter, maka sebaiknya harus segera mempunyai payung hukum. “imbuh Jajang. (PNews)

SAAT MELAUT SEORANG NELAYAN PANGANDARAN MENINGGAL TERTUSUK MONCONG CROANG

PANGANDARAN-Seorang nelayan Pangandaran asal Desa Babakan Dusun Kalapatiga RT.4/RW.9 Kecamatan-Kabupaten Pangandaran, Andri (32), harus meregang nyawa akibat bagian lehernya tertusuk moncong ikan croang yang dikenal sangat agresif, pukul 3.00 dini hari tadi. (11/1/19)

Menurut Kepala Dusun Kalapatiga, Jayusman, kejadiannya saat itu korban sedang mencari ikan di laut, ketika sedang di atas perahu tiba-tiba saja seekor ikan croang dengan kecepatan tinggi melompat ke atas perahu dan tepat mengenai leher korban, hingga korban mengalami luka parah karena lehernya terpanggang moncong ikan croang yang panjang dan tajam.

“Mungkin ikan tersebut akan  mengejar cahaya. “terang Jayusman.

Masih kata Jayusman, korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Pangandaran untuk mendapat pertolongan.

“Tapi sayang, mungkin karena lukanya terlalu parah dan korban banyak mengeluarkan darah sehingga nyawanya pun tidak dapat tertolong. “terang Jayusman. (PNews)

WARGA TASIK KELUHKAN HILANGNYA FUNGSI TROTOAR UNTUK PEJALAN KAKI

TASIK NEWS-Dengan mengatasnamakan “masyarakat kecil”, terkadang orang lupa pada kepentingan dan hak orang lainnya. Berjualan di trotoar jalan yang berfungsi untuk pejalan kaki, seakan menjadi hak para pedagang kaki lima untuk menggelar dagangannya, padahal sejatinya trotoar dibangun untuk pejalan kaki.

Sudah menjadi pemandangan sehari-hari hampir di seluruh kota, trotoar tersebut memang sudah beralih fungsi sering dijadikan alternatif bagi pedagang kaki lima untuk berdagang.

Adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 45, definisi trotoar adalah salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas. Pada pasal 131 diatur bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain, napaknya nampaknya tidak cukup untuk membuat para pedagang takut melanggar pemakaian trotoar. Sedangkan di PP 34 Tahun 2006, pelarangan penggunaan trotoar disebutkan juga dalam pasal 34 ayat (4) yang mengatakan, trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki. Hampir di sepanjang jalan depan mesjid Agung Kota Tasikmalaya hingga ke jalan H.Z. ustofa yang merupakan pusat perekonomian dan jantung kota, kini trotoar sudah kehilangan fungsi untuk para pejalan kaki, karena seluruhnya sudah dipenuhi lapak-lapak pedagang.

Seperti diungkapkan seorang warga yang enggan ditulis namanya, menurutnya, untuk berjaan di atas trotoar sudah tidak ada ruang, dan berjalan di pinggir jalan pun tidak bisa karena digunakan area parkir sepanjang jalan.

“Walau terkadang riskan, terpaksa saya berjalan hampir di tangah jalan. “ungkapnya.(9/1/19)

Masih menurutnya, mungkin sekarang bukan lagi saatnya untuk saling menyalahkan, karena dari dulu aturannya sudah jelas, tinggal sekarang semua menyadari serta melupakan ego pribadi.

Jika para pedagang tersebut mengatakan, berjualan merupakan hak setiap orang dalam usaha, tapi jangan lupa dalam hak tersebut pedagang juga sudah merampas hak yang lainnya, hak pejalan kaki untuk menikmati fasilitas berjalan. 

“Saya tidak mau suu’dzon, jika sering terdengar dari lapak-lapak pedagang tersebut ada oknum yang diuntungkan, “ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, mungkin tidak terlambat jika pemkot segera mengevaluasi kembali penataan kota, agar kesemerawutan ini tidak semakin parah.

“Mungkin pemkot bisa membuat regulasi khusus terkait penataan kota sekaligus untuk memfungsikan kembali trotoar. “pungkasnya. (ANWAR W)

GELIAT DESA CUKUPA LEWAT SEKTOR WISATA DAN PRODUK UNGGULAN KAMPUNG BAMBU

TASIK NEWS-Menggali potensi yang ada di pedesaan mungkin tidak akan pernah habis jika masyarakat dan pemerintahan desa setempat bersama-sama betul-betul bisa memanfaatkan baik sumber daya alam (SDA) atau pun Sunber Daya anusia (SDM) yang ada.

Seperti yang dilakukan masyarakat dan Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Dengan semangat kebersamaan terus menggenjot baik pada sektor wisata atau ekonomi kreatif warga yang bisa terus dioptimalkan hingga menjadi andalan pendapatan masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan Capturing Dalam Program Inovasi Desa sebagai Kampung Bambu.

Menurut Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi yang didampingi Ketua TPID, Apip, , Pendamping Desa, Suryana, Endah dan sejumlah muda-mudi yang tergabung dalam komunitas Kaliber (Kalapaciung Lingkungan Bersatu). kini pemerintahan desa bersama masyarakat sedang menggenjot potensi wisata yang ada di desa.

“Kami melibatkan langsung masyarakat pada kegiatan ini. “ungkap Yudha.(7/1/19)

Masih kata Yudha, Program Inovasi Desa merupakan pendampingan yang dilakukan untuk mendorong pemanfaatan dana desa lebih berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dan program ini yang baru berjalan selama dua tahun ini  diinisiasi Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyrakat Desa (PPMD).

Yudha juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setingi-tingginya pada seluruh eleen masayarakat Desa Cikupa yang telah bersinergi baik dengan pemdes untuk memajukan destinasi wisata melalui Kampung Bambu ini sebagai Program Inovasi Desa.

“Capturing Dalam Program Inovasi Desa merupakan salah satu langkah dalam proses penangkapan pengetahuan inovatif untuk menghasilkan dokumen pembelajaran bagi masyarakat. “kata Yudha lagi.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Karangnunggal, Apip, berharap dengan adanya Inovasi desa ini kedepannya potensi produk unggulan yang ada di galeri Kampung Bambu ini mendapatkan perhatian dan pemasaran dari Pemda, sehingga pada ujungnya dari semua kegiatan ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Kerajinan Bambu Cikupa, kata Apip, bisa menjadi produk andalan dan menjadi salah satu program unggulan inovasi desa serta bisa menjadi motivasi  desa-desa lainnya.

“Mari kita kembangkan potensi  yang ada di Desa Cikupa, sehingga bisa menjadi  desa percontohan. (ANWAR W-UDI R)

SEORANG PENSIUNAN GURU SD MENINGGAL DUNIA SETELAH TERTABRAK SEPEDA MOTOR

TASIK NEWS-Seorang pensiunan guruwarga Parungkadongdong Rt 8 Rw 04 Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja , Tati Nurhayati (69) nyawanya tidak dapat ditolong, saat sedang menunggu angkutan umum di Jalan raya Parungkadongdong Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya (8/1/19), tertabrak sepeda motor yang dikendarai Y yang akan mengurus administrasi kependudukan ke Dunas kependudukan dan Catatan Sipil.

Menurut keluarga korban, Endah Laelani, korban sempat dibawa ke ke Puskesmas Sukaraja untuk mendapatkan pertolongan, tetapi nyawa tak lagi bisa tertolong.

“Korban bermaksud pergi ke Rumah Sakit TMC untuk cek kesehatan dengan menggunakan angkutan umum. “terangnya. (ANWAR W)

KABAR DUKA, PIMPINAN PONDOK PESANTREN RIYADDLUL MUTAFAHHIMIN TELAH WAFAT

TASIK NEWS-Suasana duka terasa masih menyelimuti keluarga besar  Pondok Pesantren Riyaddlul Mutafahhimin di Dusun Cisumur Desa Margalaksana Kecaatan Sukaraja kabupaten Tasikmalaya, pasalnya pimpinan pondok pesantren tersebut, Almukarom KH.Memet Jamaluddin, telah wafat.

Pendiri Pondok Pesantren Riyaddlul Mutafahhimin wafat setelah sebelumnya sakit hingga harus dirawat dan meninggal di Rumah Sakit JasaKartini Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 02:30 wib.(6/1-19)

Ucapan turut berbelasungkawa pun datang dari berbagai elemen dan masyarakat luas, baik yang datang langsung ke rumah duka atau melalui account media sosial. Gtidak heran karena semasa hidupnya KH.Memet dikenal sebagai tokoh agama terkemuka yang selalu santun pada setiap orang sehingga menjadi panutan masyarakat dan santrinya.

“Beliau sudah banyak melahirkan ulama dan anak-anak bangsa untuk dididik menjadi untuk penerus perjuangan di jalan Allah. “ungkap salah seorang santrinya. (Tim PNews)

BUPATI PANGANDARAN LETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN GEDUNG PC NU

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata meletakan batu pertama pembangunan gedung PC NU Kabupaten Pangandaran di atas tanah seluas 37 bata dengan ukuran 25 M × 9 M, di Dusun Sucen, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi. (6/1/2019)

Dalam sambutannya, bupati, menyampaikan, nantinya gedung ini merupakan pusat komado dan mempunyai peran yang sangat strategis.

Jikalau dulu PC NU mengalami kesulitan tempat pengurus bekerja, padahal kegiatan yang dilaksanakan sangat banyak, karena kondisi sekretariat belum bagus di sebuah rumah kontrakan, kata bupati, mudah mudahan dengan dibangunnya gedung secretariat ini menjadi tempat yang strategis untuk membina umat dan menjadi pusat komando kendali oprasi NU.

“Sesuai visi-misi Kabupaten Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia, diharapkan pola kebijakanpun NU dapat diarahkan salahsatunya pada pembinaan umat. “kata bupati.

Menjadi tujuan wisata dunia, menurut bupati, salah satu kebijakan pemda menmepatan salah satu kebjikan untuk kemaslahatan pembinaan umat, antara lain dengan program Pendidikan Berkarakter, Ajengan Masuk Sekolah, Pangandaran Mengaji serta tetap menjalin kerjasamma yang harminis dengan alim ulama.

Hal ini, masih kata bupati, untuk kepentingan membentengi akhlak masyarakat dari derasnya budaya yang masuk ke pangandaran.

“Untuk itu pemerintah dinggap perlu untuk selalu meningkatkan kerjasamanya dengan alim ulama, salah satunya  dengan memasukan ajengan ke DKM-DKM yang belum ada ustadznya.

Sementara menurut ketua PC NU Pangandaran, sejak PC NU Kabupaten Pangandran dibentuk, memang belum mempunyai kantor sekretariat.

“Sekretariat ini penting, karena selain merupakan simbol organisasi, disamping untuk  urusan seputar dakwah dari sini juga diharapkan akan muncul pembinaan umat. "ujarnya.(PNews)

DESA CIKUPA DIPILIH MAHASISWA UNSIL TASIK JADI LOKASI KKN

TASIK NEWS-Bertempat di aula desa, Pemerintah Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menyambut sejumlah mahasiswa dari berbagai program study Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, di Aula Kantor Desa, Sabtu, (05/01)

Kehadiran para Mahasiswa ini dalam rangka Melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan berlangsung selama kurang lebih 30 hari kedepan atau satu bulan, terhitung dari tanggal 05 Januari sampai dengan tanggal 07 pebruari 2019.

Ketua KKN 41 Unsil Tasikmalaya, Agus Muhidin di hadapan perangkat desa, menyampaikan, mahasiswa yang akan mengikuti KKN sebananyak 18 orang, 6 mahasiswa dan mahasiswi.

“Nantinya kami akan memebrikan pelatihan yang erat kaitannya dengan pendidikan sesuai tema yang kami usung. “ujarnya.

Masih DI tempat yang sama, Sekretaris Desa Cikupa, atas nama warga dan pemerintahan desa, mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa/i yang akan menyelenggarakan KKN yang nantinya akan dijadikan bahan untuk memenuhi salah satu persaratan kuliah sesuai komfetensi dan disiplin ilmu yang dimiliki.

“Terimakasih kepada adik-adik mahasiswa dari Unsil yang telah memberikan kepercayaan pada kami untuk melaksanakan KKN disini, inilah desa kami dengan segala kelebihan dan kekurangnnya, sedkali lagi saya ucapkan terimakasih. “ungkap sekdes. (ANWAR)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN