WALAU PAD 2018 TERCAPAI 80 %, TAPI JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KE PANGANDARAN MENINGKAT

PANGANDARAN-Kejadian tsunami selat sunda telah membawa dampak pada kunjungan wisatawan pantai hampir di seluruh Pulau Jawa, tidak terkecuali wisata Pangandaran.

Seperti dikatakan Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, H. Undang Sohbarudin, menurutnya, setiap tahun arus wisatawan ke Pangandaran pada masa libur natal dan tahun baru selalu diserbu wisatawan. Pesona dan keindahan pariwisata Pangandaran sudah menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menghabiskan malam penggantian tahun dengan menikmati obyek-obyek wisata yang ada di Pangandaran.

“Hampir bisa dipastikan setiap libur natal dan tahun baru terjadi kemacetan karena banyaknya pengunjung. “ungkap Undang.(5/1-19)

Masih kata Udang saat dihubungi lewat telapon celullernya, dari menurunya kunjungan wisatawan, dengan sendirinya untuk capaian target PAD juga terpengaruh.

“Tahun 2018 ini kami hanya bisa mencapai 80 % dari dari target Rp 25 milyar. “terang Undang.

Tapi walau pun target PAD tidak tercapai, kata Undang, dari jumlah kunjungan wisatawan ada kenaikan, pada tahun 2017 ada 2.919.083 dan pada tahun 2018 sebesar 4.083.474 pengunjung.

Diakui Undang, dampak dari kejadian tsunami selat sunda memang sangat berpengaruh sekali, apalagi kejadiannya berbarengan dengan datangnya musim liburan natal dan tahun baru, dimana pada seson itu biasanya ada penambahan signifikan untuk PAD.  

“Walau pun kami sudah mengatakan, Pangandaran aman untuk dikunjungi, tapi masyarakat tetap merasa takut pergi berwisata ke pantai. “imbunya. (hiek)

PISAH SAMBUT KOMISONER KPUD PANGANDARAN PERIODE 2015-2018 DAN PERIODE 2018-2023

PARIGI - Acara pisah sambut anggota KPUD Kabupaten Pangandaran periode 2015-2018 dan 2018-2023 bertempat di salah satu vila di Kecamatan Parigi, berlangsung hidmat walau tidak dihadiri oleh ketua KPUD Pangandaran  periode tahun 2015-2018,  Wiyono budi santosa yang kebetulan ada kepentingan keluarga.

Hadir pada acara tersebut, seluruh PPK se-Kabupaten Pangandaran, bawaslu dan Kepala Kesbangpolinmas.

Dalam samburannya Ketua KPUD Pangandaran periode 2018-2023, Muhtadin, mengatakan, acara ini merupakan silaturahmi antara anggota KPU yang sudah habis masa tugasnya dengan anggota KPU yang akan segera melaksanakan tugas jelang pemilu 2019 yang akan datang.

"Atas nama pengurus KPU, kami sangat mengapresiasi semua kegiatan yang telah dilaksanakan  KPUD  periode 2015-2018. “kata Muhtadin.(4/1-19)

Menurut Muhatadin, kinerja KPUD sangat luar biasa dan bisa menjadi contoh untuk seluruh oengurus KPUD periode masa bakti 2018-2023.

“Pa Wiyono Budi Santosa dalam melaksanakan seluruh tugas sudah bekerja maksimal, saya berharap walau pun nanti sudah tidak bertugas lagi tapui  jangan putus tali silaturahim, " katanya.

Muhtadin juga berharap, kedepan timnya dapat bekerja dengan baik apalagi dalam menghadapi Pemilu Tahun 2019 yang akan datang.

" Semoga kami bisa melaksanakan tugas ini dengan baik dan lancar menyelenggarakan  emilu legislatif dan pemilihan prsiden dan wakil presiden. " tambahnya. (AGE)

KEBAKARAN HANGUSKAN RUMAH SEORANG WARGA DI JALAN KALANGSARI KOTA TASIK

TASIK NEWS-Sebuah kebakaran terjadi sekitar jam 11.45 di rumah milik alm. Ening yang berlokasi  di Jalan Kalangsari Rt 01 Rw 04 Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.(4/1-19)

Menurut saksi mata, Abah Eko, belum diketahui pasti sumber kebakaran dari mana, karena saat si jago merah melelap rumah, listrik masih menyala.

“Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah langsung keluar ketika meihat asap hitam di rumahnya. “tutur Abah Eko.

Dan beberapa saat api pun bisa dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi kobaran api yang menghabiskan rumah Ening.

“Walau pun jalan menujun lokasi kebakaran terbilang sulit, tapi pasukan pemadam kebakaran bisa sigap dan langsung mamadamkan kobaran api. “terang Abah Eko. (ANWAR W)

PEMDA PANGANDARAN HIBAHKAN TANAH SELUAS 2,4 H KE KEMENAG

PARIGI-Pemerintah Kabupaten Pangandaran menghibahkan tanah seluas 2.4 H untuk pembangunan kantor Kementrian Agama (kemenag) yang diserahkan terimakan langsung Wakil Bupati Pangandaran  H Adang Hadari ke Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran Dr. H. Cece Hidayat, M.Si serta disaksikan  Ketua DPRD Kab Pangandaran H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd dan ketua MUI, usai pelaksanaan Upacara Hari Amal Bhakti ke 73 Kementrian Agama RI, di alun-alun Parigi. (3/1-19)

dalam sambutannya Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, Dr. H. Cece Hidayat, menyampaikan, hibah tanah tersebut nantinya akan diperuntukan untuk beberapa bangunan, seperti kantor kemenag, MTs Negeri Pangandaran.

“Sementara eks gedung KUA yang sekarang nantinya akan di gunakan untuk kegiatan agama lainya KUA akan pindah ke lokasi baru sekitar SMA muhamadiyah "terang Cece.

Selain hibah tanah, kata Cece, pihaknya membarikan apresiasi pada pemkab Pangandaran, karena pada tahun anggaran 2018 lalu sekitar sudah mengelontorkan Rp 23 miliar untuk peningkatan pendidikan karakter yang diterima langsung sekolah-sekolah yang ada di lingkup kemenag.

Dana tersebut, kata Cece,  diantaranya dialokasikan pada program Ajengan Masuk Sekolah  (AMS), sebesar Rp 5,2 milyar, Pangandaran Mengaji Rp 8.3 miliar, pesantren kilat Rp 1,5 Miliar, Bantuan pembangunan/ rehabilitas bagi pondok pesantren  masjid dan madrasah sebesar Rp 8 miliar serta roda dua untuk MUI kecamatan se-Kabupaten pangandaran.

“Saya juga berterimakasih karena Pemkab pangandaran juga di tahun 2019 ini akan memberikan insentif pada 650 orang guru madrasah non PNS dengan alokasi dana sekitar Rp. 3,5 miliar. “imbuhnya.

Seperti diketahui, pengembangan pendidikan karakter di pangandaran di gulirkan sejak kepemimpina Bupati-Wakil Bupati Pangandaran depinitif, H Jeje Wiradinata dan H Adang Hadari, dengan tujuan untuk membentengi ahlak para peserta didik Pangandaran dari pengaruh budaya asing. (PNews)

WARGA MUNCANG PERTANYAKAN PEMBANGUNAN TANPA PAPAN INFORMASI

TASIKNEWS- Sejumlah pembangunan yang di danai Dana Desa (DD) tahun 2018 di Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan masyarakat setempat, pasalnya pekerjaan semi Hotmik ke lokasi Susunan Sindangjaya tanpa papan proyek atau papan informasi. Rabu (02-01-2019).

Menurut warga, tak hanya di lokasi tersebut, pembangunan kantor BPD Muncang tak terlihat ada papan keterangan apa pun.

"Seharusnya sesuai aturan, saat akan dimulai pekerjaan papan proyek atau papan informasi harus dipasang agar masyarakat tahu jumlah anggaran sehingga masyarakat pun bisa ikut mengawasi. “ujar salah seorang warga, yang enggan ditulis identitasnya.(02/1-19)

Plang informasi proyek, menurutnya, bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjan dengan transparan karena pemasangan plang papan proyek tersebut juga tertuang dalam aturan.

“Dan tentunya keterbukaan dan transparansi ini di mulai sejak pelaksana pembangunan mendapat rekomendasi pekerjaan sesuai aturan di pasang di badan jalan. ”imbuhnya. (ANWAR W)

WAKIL BUPATI PANGANDARAN AJAK ASYARAKAT UNTUK TETAP MENJAGA KEBERSAMAAN

PARIGI-Ada enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, ualitas pelayanan keagamaan, akses layanan pendidikan, mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.

Demikian sambutan Menteri Agama RI yang dibacakan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang hadari pada sambutannya saat memimpin upacara Hari Amal Bhakti Kementrian Agama RI yang ke 73 di alun-alun Parigi.(3/1-19)

Dalam upacara yang dihadiri Ketua DPRD Kab Pangandaran H. Iwan M Ridwan SPd, MPd beserta anggota, Kepala Kemenag Dr. H cece Hidayat MSi, ketua MUI Kabupaten Pangandaran,  Kepala SKPD, camat dan tamu undangan lainnya, adang juga mengatakan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah.

“Di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang public. “kata wabup.

Toleransi beragama, kata wabup, dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada.. Sementara moderasi beragama merupakan upaya untuk mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan yang berlebih-lebihan dan ekstrem.

Adapun pembangunan akhlak, lanjutnya, merupakan aspek yang sangat fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa, agar tidak tercerabut dari fitrah kemanusiaan. Berdirinya Kementerian Agama berfungsi untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat kian naik peringkat, agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antar umat beragama yang kian rekat yang pada gilirannya kualitas kehidupan keagamaan segenap bangsa makin meningkat

Wabup menambahkan, sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, Jaga Kebersamaan Umat, wabup pun mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok, golongan dan kepentingan.

"Kami juga kepada semua elemen masyarakat, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa serta selalu menjaga segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, kita hindari dan kita jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar sesama anak negeri" ajaknya. (PNews)

HASIL TANGKAPAN NELAYAN PANGANDARAN TAHUN 2018 CAPAI 2,28 TON DENGAN PAD 105 %

CIJULANG-Berbeda dengan sektor pariwisata, produksi ikan tangkapan nelayan pada tahun 2018 ini cukup melimpah, walau tidak jarang seringnya himbauan BMKG terkait gelombang tinggi di laut.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Rida Nirwana Kristiana., S.Sos., M.Si, saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan, tahun 2018 tangkapan ikan laut para nelayan Pangandaran cukup memuaskan, lmelebihi dari target.

“Terhitung dari Januari hingga bulan desember 2018, dari 7 koperasi sebagai pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI-red),dengan total produksi tangkapan sebanyak 2.288,7 ton. “ungkap Rida.(3/1-19)

Dari jumlah tersebut, kata Rida, diantaranya KUD Minasari Pangandaran 1.165.002.40 kg, KUD Minapari Parigi, 378.095.20 kg, KUD Minakarya Nusawiru Cijulang ,87.365.80 kg, KUD Minarasa Batukaras Cijulang, 575.729.99 kg, KUD Mina Bahari Legokjawa-Cimerak,  48.030.30 kg, KUD Purbasari Madasari-Cimerak, 24.835.71 kg dan KUD Mina Lestari Muaragata  Cimerak 9.712.47 kg.

“Sementara untuk realisasi PAD tahun 2018 mencapai Rp 2.530 milyar  melebihi dari target, sebesar Rp 2,4 milyar, “jelas Rida.

Rida juga merinci PAD yang didapat dari masing0masing TPI, antara lain, dari KUD Minasari Pangandaran, Rp 1.399.499.997, KUD Minapari Parigi Rp 415.175.227, KUD Minakarya Nusawiru Rp .129.406.242,  KUD Mina Rasa Batukaras, Rp.439.914.054, KUD Mina Bahari Legokjawa, Rp 70.960.103,  KUD Purbasari Madasari. Rp 40.110.680, KUD Minalestari Muaragata Rp 22.794.765, KUD Mina Taruna Majingklak Kalipucang Rp 5.748.650 dan KUD Mina Palataragung Kalipucang Rp 6.826.000.00

Rida menambahkan, walaupun dalam kenyataan cuaca di laut kadang tidak menentu, namun para nelayan tetap bisa melaut dengan hasil tangkapan yang memuaskan, dan tentunya penjualannya pun tidak bocor keluar, semua di jual melalui TPI di masing-masing daerah tangkapan.

Untuk ke depan, lanjut Rida, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan akan melakukan bagi hasil dari retribusi yang diperoleh TPI ke tiap-tiap desa. Artinya, lanjut Rida, nelayan pun bisa berkontribusi aktif pada pebangunan yang ada di desanya masing-masing.

“Dan tentunya saya terus menghimbau kepada seluruh nelayan agar bisa menjual hasil tangkapannya melalui TPI, karena dijamin aman dan harga jualnya pun tinggi.”imbuhnya.

Hal senada dikatakan salah seorang pengurus KUD Minasari Panganran, Datam Sutarjo, dari seluruh hasil tangkapan nelayan yang dijual ke TPI Pangandaran, bisa menyumbang 56, 15 % dari total tangkapan di seluruh TPI.

“Dan Alhamdulillah, sekarang hampir seluruh nelayan menjual hasil tangkapannya melalui TPI yang ada di tiap-tiap daerah tangkapan. “kata Datam. (ANTON AS)

ADA 6 PERANAN GURU DI DALAM KELAS

Penulis : SITI JUBAEDAH ,S.Pd (Kepala TK Teratai Pangandaran)
Guru merupakan faktor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang peranan dalam proses pembelajaran, di mana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan.

Ketika ilmu pengetahuan masih terbatas, ketika penemuan hasil-hasil teknologi belum berkembang hebat pesat seperti sekarang ini, maka fungsi utama guru di sekolah untuk menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan.

Fungsi guru sebagai pendidik di dalam kelas sangatlah banyak, diantaranya, guru merupakan pendidik yang menjadi tokoh, penelitian dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus mempunyai standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung  jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Guru juga harus memahami nilai-nilai, norma, moral dan sosial serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut.

Guru harus bertanggung jawab pada tindakannya di dalam proses pembelajaran di sekolah sebagai pendidik, guru juga harus berani mengambil keputusan secara mandiri berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi dan bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan.

Guru juga menjadi pengajar, artinya, guru harus membatu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya serta membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari.

Sebagai pembimbing, guru dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembangannya dengan jelas memberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Peranan ini harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah untuk membimbing anak dituntut menjadi dewasa susila yang cakap. Tanpa bimbingan, anak didik akan mengalami kesulitan dalam menghadapi perkembangan dirinya. Kekurangmampuan anak didik menyebabkan lebih banyak tergantung pada bantuan guru, tetapi semakin dewasa ketergantungan anak didik semakin berkurang. Jadi bagaimana pun juga bimbingan dari guru sangat diperlukan pada saat anak didik belum mampu berdiri sendiri (mandiri).

Guru harus mampu menjadi pelatih, maksudnya, dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Karena tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar, tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar, disamping itu guru juga harus mampu memperhatikan perbedaan individu siswa.

Peran guru harus menjadi penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat. Agar guru menyadari fungsinya sebagai penasehat, maka ia harus memahami psikologi kepribadian dan mental, akan menolong guru untuk menjalankan fungsinya sebagai penasehat.

Terakhir, guru juga harus berperan menjadi pengelola kelas, ia hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas merupakan tempat berhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelajaran dari guru. Kelas yang dikelola dengan baik akan menunjang jalannya interaksi edukatif, sebaliknya kelas yang tidak dikelola dengan baik akan menghambat kegiatan pengajaran.***

KEMENAG PANGANDARAN TAHUN 2018 DAPAT BANTUAN REHAB DAN RKB SARANA PENDIDIKAN

CIJULANG-Kepala Seksi Pendidika Madrasah MI Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran,  DR H. Ahmad Buhaiti MSI, mengatakan , di tahun 2018 lalu pihaknya dapat bantuan anggaran dari Kementrian Agama untuk membangun  sarana pendidikan, diantaranya, untuk MIS rehab 1 dan 4 untuk Ruang Kelas Baru (RKB), MTs 1 RKB dan Untuk Madrasah Aliyah, rehab 2 dan 3 RKB.

“Semua  bantuan anggaran pembangunan ini dilaksanakan pada akhir tahun 2018 dan sudah selesai dilaksanakan. “kata Ahmad, saat ditemui di ruang kerjanya.(3/1-19)

Pada dasarnya, lanjutnya, ia tidak terlibat langsung dalam pelaksanaannya,  karena semua mekanisme dari awal pembuatan proposal sampai akhir pengerjaan dikerjakan di masing-masing sekolah dengan sistem online langsung ke kantor kementerian pusat.

Ahmad juga menambhakan, ada 2 sekolah yang ambruk, MI Karangpucung  Kecamatan Kalipucang dan MTs Jamanis Desa Karangbenda Kecamatan Parigi.

Ahmad juga berharap, mudah-mudahan kedua sekolah tersebut tahun 2019 bisa dibangun, karena pada tahun 2018 lalu  kedua sekolah ini telat meng-update datanya, sehingga tidak enerima bantuan.
“Ini bukan kesalahan pusat, tapi karena keterlambatan mengirim data  pihak kami. “ungkap Ahmad.

Ahmad juga mengatakan, pihak kemenag sangat mengapresiasi Penkab Pangandaran yang sudah bisa membantu 20 persen dari total anggaran sarana rehab dn RKB sekolah di lingkup Kantor Kemenag Pangandaran.

“Dan dengan segala keterbatasan layanan komunikasi, saya mohon maaf pada pihak media apa bila di lapangan pihak sekolah banyak kekurangan.(ANTON AS)

WARGA GUNUNG HUMA DAN KIJULANG SESALKAN JALAN KIJULANG DIBENTENG

TASIK NEWS-Warga Rt 03 Rw 10 Jalan Kijulang di kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung Kota Tasik menolak keras rencana pembuatan benteng di lingkungannya. Pasalnya, jika benar-benar jalan tersebut dibenteng dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan beca, warga merasa sangat keberatan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Gunung Huma, Devi atau yang akrab disapa Ubed, sebaiknya warga yang punya lahan jangan mentang-mentang karena merasa kaya dan berkuasa hingga kepentingan masyarakat banyak pun bisa diabaikan.

“Bukan saja warga jalan Kijulang, tapi warga Gunung Huma pun keberatan dengan pembentengan jakan itu. “ungkapnya.(02/1-19)

Ubed juga menyayangkan saat pembangunan benteng tersebut masyarakat sekitar tidak pernah dikasih tahu dan diajak musyawarah. Hingga kini warga pun hanya bisa pasrah karena tidak kuasa melawan.

“Kini warga hanya bisa menyesalkan, padahal dalam hidup bertetangga di masyarakat sudah selayaknya bisa bersosialisasi dengan semua warga.”ucapnya lagi. (ANWAR W)

MASYARAKAT TASIK ASYIK BERJOGED DI ARENA PESTA RAKYAT

TASIK NEWS-PMeski diguyur hujan, hal tersebut tak menyurutkan para pendekar joged  untuk meramai pesta rakyat yang diselenggarakan Pemkot Tasikmalaya.(2/1-19)

Bertempat di lapang Dadaha, para pengunjung yang didominasi remaja penggemar jogged, larut dalam alunan music dangdut yang dilantunkan dari beberapa artis lokal yang ikut menyemarakan acara masih dalam rangka menyambut tahun baru 2019.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung asal Kecamatan Sukaraja, Entis, ia hampir tiap malam menyempatkan datang ke arena pesta rakyat karena ingin berjoged.

“Sekedar hiburan saja, daripada suntuk diam di rumah terus. “ungkapnya. (ANWAR W)

WARGA DESA MEKARJAYA KINI BISA NIKMATI AIR BERSIH PAMSIMAS

TASIK NEWS-Sejumlah warga di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya kini dapat menikmati pelayanan air minum sehat dan bersih dari  Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada masyarakat yang selama kurang terlayani. Diharapkan dengan PAMSIMAS masyarakat dapat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Salah satu Pamsimas yang berlokasi di kedusunan Sembahdayun ke depannya akan dikelola Kelompok kesewadayaan masyarakat (KKM) Banyu Kencana, dengan sumber air memanfaatkan Situ Cikondang.

Sepertti diungkapkan Kaur Desa Mekarjaya, Arif Hidayat, antusias masyarakat pada Pamsimas ini cukup tinggi dengan ikut bergotong royong membangunnya.

Dan yang membuat bangga, kata Arif, hasil pemeriksaan pihak yang berkofeten, dari segi fisik Desa Mekarjaya masuk rangking dari 22 Desa penerima pamsimas dengan 7 Kran Umum yang diperuntukan untuk sambungan rumah. “tutur Arif.
“Volume air situ Cikondang sangat melimpah dan sepengetahuan selama musim kemarau pun belum pernah mengering ", ungkap Arif saat ditemui PNews di rumah. (2/01-19)

Untuk sementara, lanjut Arif, karena terkendala medan diperkirakan warga yang bisa menikmati sarana air minum hanya  di RT saja, diantaranya Depok, Ganok, Citalaga dan Rt  Gentong, pasalnya saat ini harus disesuaikan dengan jalur, jatah pipa, medan serta mengukur ketinggian bak penampungan air dan rumah warga.

“Namun dengan melihat volume air dari situ Cikondang yang melimpah saya optimis nantinya seluruh Rt bisa menikmatinya, dan mudah-mudahan target kedepan satu kedusunan bisa menikmati air bersih " pungkas arif. (RUSDIYANTO)

PT KAI (PERSERO) LAUNCHING KA PANGANDARAN, UNTUK RUTE JALUR JAKARTA – BANDUNG – BANJAR

Kabar menggembirakan, khusunya untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran, pasalnya kini PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melaunching kereta api (KA) Pangandaran dengan relasi Stasiun Gambir – Bandung – Banjar (PP) dan Bandung – Banjar ( PP ) di Stasiun Banjar.

Satu rangkaian KA Pangandaran terdiri dari empat unit kereta eksekutif dan empat unit kereta ekonomi premium dengan kapasitas total 520 tempat duduk dan jarak yang ditempuh dari Jakarta – Banjar ataupun sebaliknya berkisar 328,8 kilometer dengan lama waktu tempuh sekitar 8 jam dan rute Bandung – Banjar menempuh jarak 155,8 kilometer dengan waktu 4 jam 30 menit.

Jadwal keberangkatan dan kedatangn KA Pangandaran, selengkapnya, pertama ada KA 12410 Relasi Gambir – Bandung – Banjar, dengan pemberangkatan dari Gambir 07.50 WIB, datang Bandung 11.07 WIB, berangkat Bandung pk. 11.40 dan tiba di Banjar pk.15.56 WIB. Kedua, kata ia ada KA 12379 Relasi Banjar – Bandung, berangkat dari Banjar 16.20 WIB, datang Bandung pk. 20.34 WIB. Ketiga, ada KA 12412 Relasi Bandung – Banjar, berangkat dari Bandung 09.10 WIB, tiba di Banjar 13.03 WIB. Dan terakhir ada KA 12377 Relasi Banjar -Bandung – Gambir, berangkat dari Banjar 13.55 WIB, tiba di Bandung 18.34 WIB, berangkat kembali dari Bandung 19.05 WIB, dan tiba di Gambir 22.34 WIB.

Untuk tarif  saat sekarang masih promo hingga 1 Februari 2019 mendatang dengan harga Gambir-Banjar (pp): Kelas Eksekutif Rp160.000,- dan Kelas Ekonomi Premium Rp110.000,- ini Setara dengan Tarif Argo Parahyangan, Bandung-Gambir (pp). dan untuk selanjutnya akan dikenakan tarif : Eksekutif, Tarif Batas Bawah (TBB) Rp 150.000 dan Tarif Batas Atas (TBA) Rp 520.000 dan Ekonomi Premium, Tarif Batas Bawah (TBB) Rp 100.000 dan Tarif Batas Atas (TBA) Rp 330.000.

Peluncuran perdana KA Pangandaran dilakukan Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro di Stasiun Banjar (2/1-19) dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Anggota Dewan Komisaris PT KAI, Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat, Kadishub Provinsi Jawa Barat, CEO BNI Bandung, Dirpamobvit Polda Jawa Barat, Kapolres Banjar, Dandim 0613 Ciamis, dan Wakapolres Ciamis, serta tamu undangan lainnya.

Menurut Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, nama kereta api ini sengaja diambil dari nama daerah yang mempunyai potensi wisata yang berbatasan langsung dengan Kota Banjar, yaitu  Pangandaran.

“Yang saya tahu ada beberapa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Pangandaran, seperti Pantai Pangandaran, Batu Karas, Karapyak, Mandasari, Batuhiu, Green Canyon, dan lain sebagainya. “kata Edi.

Sementara damlam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, ini merupakan momen sejarah sekaligus mengobati rasa kekecewaan nasyarakat karena pada musimlibur natal tahun baru 2018 sepi pengunjung.

“Alhamdulillah hari ini saya sangat bahagia sekali karena pada hari ini PT KAI melakukan launching perdana untuk kereta api bernama Kereta Pangandaran. “ungkap bupati.

Lebih jauh bupati mengatakan, sengan digunakannya nama Pangandaran pada kereta aipi, tentunya Kabupaten Pangandaran akan semakin dikenal masyarakat luas. Dan setelah adanya kereta ini tentunya wisatawan pun akan semakin banyak datang ke Pangandaran karena sekarang ada penabahan alatv transfortasi massa bernama Kereta Pangandaran.

“Selama ini pengunjung yang datang lebih didominasi dengan menggunakan bis dan kendaraan pribadi, “imbuh bupati.

Dan untuk ke depannya, kata bupati, pihaknya akan berkordinasi dengan otoritas statsiun KA Banjar untuk mempermudah menyediakan fasilitas bagi wisatawan dari Banjar ke Pangandaran.

Bupati juga mengatakan, dengan dicantumkannya nama Pangandaran pada salah satu kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (Persero), tentunya ini merupakan tanda-tanda tidak lama lagi Pangandaran yang saat ini sedang berbenah dan menata diri, akan semakin hebat dan dikenal baik nasional atau pun internasional.

“Dan mungkin ini juga sebagai isarat jika kereta api jurusan Banjar-Pangandaran tidak lama lagi akan segera diaktifkan kermbali. “ucap bupati.

Karena , lanjut bupati, selama ini yang menjadi persoalannya, diantaranya pada aksebilitas, dengan berbagai persoalannya, seperti macet, lama tempuh dan lainnya yang erat kaitannya dengan dunia transportasi.

“Dengan dibukanya alat tranportasi masal seperti kereta api ini, diharapkan persoalan-persoalan tersebut paling tidak bisa dikurangi. “ucap bupati lagi. (PNews)

KOMPONEN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

oleh: Dra. SURYAMAH ANSHRI.M.Pd (Kepala SDN 3 Wonoharja Pangandaran
)
Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan, kebutuhan untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Hal ini nantinya juga sekaligus berimplikasi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.

Pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB adalah unsur utama yang kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru, selain kedua unsur utama lainnya, pendidikan; pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan. Menurut Permennegpan itu telah pula dijelaskan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

Pengembangan diri merupakan upaya-upaya  yang dilakukan seorang guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Dengan demikian ia akan mempunyai kompetensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang pada akhirnya akan dapat melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam pembelajaran/pembimbingan, termasuk dalam melaksanakan tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua jenis, diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru,  dimaksudkan agar guru mampu mencapai dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dimaksud di atas dalam kaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) diorientasikan pada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas-tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala perpustakaan dan lainnya.

Diklat fungsional merupakan kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi yang ditetapkan dan/atau meningkatkan keprofesian untuk memiliki kompetensi di atas standar kompetensi profesi  dalam kurun waktu tertentu, jadi ada batasan waktu. Karena diharapkan guru mampu melaksanakannya minimal sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Kegiatan kolektif guru merupakan kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan. Kegiatan kolektif guru tersebut mencakup kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru untuk penyusunan kelompok kurikulum dan/atau pembelajaran, pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain dan kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru.

Kegiatan pengembangan diri yang mencakup diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru tersebut harus mengutamakan kebutuhan guru untuk pencapaian standar dan/atau peningkatan kompetensi profesi khususnya berkaitan dengan melaksanakan layanan pembelajaran. Kebutuhan guru untuk mencapai atau meningkatkan kompetensinya harus mencakup, kompetensi menyelidiki dan memahami konteks di tempat guru mengajar, penguasaan materi dan kurikulum, penguasaan metode mengajar, kompetensi melakukan evaluasi peserta didik dan pembelajaran, penguasaan teknologi informatika dan komputer (TIK), kompetensi menghadapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, kompetensi menghadapi tuntutan teori terkini dan kompetensi lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas tambahan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Sementara Publikasi ilmiah erupakan karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Publikasi ilmiah mencakup 3 kelompok kegiatan, diantaranya, presentasi pada forum ilmiah; sebagai pemrasaran/nara sumber pada seminar,  lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah dan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal

Publikasi ilmiah publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal mencakup, pembuatan karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya yang diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku yang ber-ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian ISBN,  atau diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi, provinsi, dan tingkat kabupaten/kota, diseminarkan di sekolah atau disimpan di perpustakaan., tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikanyang      dimuat di:jurnal tingkat nasional yang terakreditasi; jurnal tingkat nasional yang tidak terakreditasi/tingkat provinsi; jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/sekolah/-madrasah, publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru. Publikasi ini mencakup    pembuatan: buku pelajaran per tingkat atau buku pendidikan per judul yang lolos penilaian BSNP, atau dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN, atau dicetak oleh penerbit dan belum ber-ISBN, modul/diklat pembelajaran per semester yang digunakan di tingkat: provinsi dengan pengesahan dari   Dinas Pendidikan Provinsi; atau kabupaten/kota dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; atau sekolah/madrasah setempat dan buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit yang ber-ISBN dan/atau tidak ber-ISBN; karya   hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/ madrasah tiap karya; buku pedoman guru.

Sedangkan karya inovatif yang harus dimiliki bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini, diantaranya penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks dan/atau sederhana, penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana, pembuatan/pemodifikasian alat pelajaran/peraga/-praktikum kategori kompleks dan/ atau sederhana dan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi. ***
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN