SANTRI DKM AL- BAROKAH BERTEKAD LESTARIKAN BUDAYA SUNDA

KABUPATEN TASIKMALAYA-Latihan bersama pencak silat yang dilaksanakan sehabis mengaji menjadi rutinitas yang dilakukan setiap malam minggu di tempat latihan pencak silat Kampung Leuwipanjang Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja Kabuaten Tasikmalaya. Selain mengajarkan silat, guru-guru di DKM Al- Barokah juga mengajar mengaji.

"Untuk ikut latihan pencak silat disini, syaratanya anak- anak harus rajin mengaji", ungkap Ajengan Yayat di lokasi.(17/3)

menurut salah seorang pelatih pencak silat, Ajat (58), ia merasa bangga karena seni budaya sunda sudah mulai diminati anak-anak.

Padepokan Sukapura yang dulunya bernama Gelanggang Pusaka ini, kata Ajat, bukan hanya mengajarkan seni bela diri saja, tapi kesenian sunda lainnya pun tetap dilestarikan, seperti,  kesenian singa depok, angklung dan dogdog.

ajat menambahkan, pada setiap kegiatan terutama acara perpisahan sekolah, biasanya seni budaya Singa Depok sering ditampilkan.

“Di padepokan kami semua alat-alat kesenian sudah kumplit bahkan sebagian alat kesenian ini buatan kami sendiri,"terang Ajat .

Sudah menjadi tekad, padepokan yang berlokasi di Sawah Nagara Kampung Sukahurip Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja untuk tetap pengkuh mewariskan seni budaya leluhur kendati seni budaya luar kini semakin gencar merasuk para remaja, tapi hal itu tidak menyurutkan tekad padepokan untuk terus setia berkiprah dalam melestarikan budaya sunda.

"Hampir  10 Tahun kami mendalami dan mengasuh seni budaya sunda dan itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri melihat budaya sendiri semakin hari semakin diminati, khususnya di Kampung Leuwipanjang. " ujarnya.

Sebagai pelaku budaya, menurut Ajat, ada kebanggaan sendiri saat melihat anak- anak DKM Al- Barokah mau mengenal dan mempelajari seni budaya warisan buhun.

Hal senada dikatakan budayawan asal  Padepokan Mekar Pusaka Wangi, Bandung, Aceng ( 44), melihat eksistensi seni budaya sunda yang sekarang hampir dilupakan orang, ini merupakan  sebuah tantangan berat di depan mata seiring derasnya budaya luar yang masuk.

"Terus ngeureuyeuh bari nikreuh! Rek kusaha deui ngamumule seni budaya sunda mun teu ku urang" tegas Aceng.                  ( RUSDIANTO/ ANWAR WALUYO )

PORSI PEMBERITAAN MEDIA ANTARA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, BELUM BERIMBANG

PARIGI-Ada yang khas apa yang dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S,.Pd, M.Pd, saat audens dengan awak media di sebuah rumah makan di Pantai Bojongsalawe Parigi.

Menurut Iwan, ia merasa heran saat di DPRD ada kegiatan rapat paripurna atau pun rapat lainnya. Menurutnya, banyak wartawan yang mewawancarainya, tapi entah kenapa keesokan harinya tidak ada di berita yang turun hasil dari wawancara tersebut.

“Padahal saya tahu yang wawancara saya itu wartawan, tapi kok ga ada beritanya... “kata Iwan keheranan.(16/3)

Lain lagi saat rapat paripurna digelar DPRD, usai rapat ia pun menunggu kalau-kalau ada wartawan yang butuh keterangannya tambahan untuk keperluan penulisan berita, tapi ternyata tidak ada seorang pun awak media yang mewawancarainya.

“Eh malah bupati yang diwawancarai, bukan apa-apa, paripurna kan hajat DPRD, kami sebagai penyelenggaranya. “ucap Iwan.

Iwan pun berharap, ke depan ada porsi pemberitaan yang berimbang antara eksekutif dan legislatif. Walau diakuinya, untuk sementara sistim kehumasan di sekretariat dewan memang masih perlu perbaikan.

Iwan juga mengatakan, DPRD itu bukan yang mempunyai anggaran, bukan pula eksekutor pelaksana anggaran. DPRD hanya mengontrol, apakah anggaran di pemerintah tersebut sudah sesuai dengan peruntukannya.

Dan soal hasil control pekerjaan  (komisi 3-red) di lapangan, masih kata Iwan, DPRD tidak punya kewajiban untuk melaporkan hasil temuannya ke media, bahkwan DPRD pun tidak jarang dapat informasi dari media. Karena hasil temuan itu untuk direkomendasikan ke pemerintah agar segera dilakukan perbaikan.

“Jadi baik itu diketahui atau tidak oleh media, kami selalu melakukan pengontrolan ke lapangan. “jelas Iwan lagi. (ANTON AS)

IWAN M RIDWAN: “TUGAS DPRD HANYA TIGA, LEGISLASI, BUDGETING DAN CONTROLING “:

PARIGI- Acara silaturahmi awak media dengan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran di sebuah rumah makan di kawasan pantai Bojongsalawe Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi, berlangsung akrab penuh kekeluargaan.

Ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M/Pd, mengakatan, perlunya masyarakat mengetahui tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) anggota legislatif agar bisa objektif dalam menilai kinerja anggota dewan.

Dikatakan Iwan, terkadang masyarakat keliru menempatkan dan fungsi keberadaan lembaga DPRD.

"Sudah jelas tugas DPRD hanya mempunyai tiga fungsi, membuat peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan," terangnya.(16/3)

Iwan menegaskan, masyarakat jangan punya anggapan DPRD Pangandaran tidak berfungsi,  sebab kurun waktu tiga tahun DPRD Pangandaran telah berhasil melahirkan 112 Perda (Peraturan Daerah), dan 46 perda tersebut merupakan inisiatif DPRD.

"Jadi jangan anggap remeh keberadaan DPRD, dan coba cek ke DPRD lain ada nggak yang se produktif DPRD Pangandaran yang baru berusia 3 tahun ini. “tegasnya lagi.

Berbagai capaian, lanjut Iwan, bisa didapatkan Kabupaten Pangandaran dalam 3 tahun keberadaan DPRD, mulai dari predikat penilaian BPK, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan, pembangunan infrastruktur, raskin gratis, sekolah gratis, biaya berobat di Puskesmas gratis, pembangunan 9 Puskesmas yang representatif bahkan terbaik dibanding daerah lain, pembanguna RSUD dan lainnya, semua itu tidak lepas dari peran serta dan kinerja DPRD yang telah sinergis dengan pemerintah daerah.

"Kita telah sepakat dengan pemerintah, pembangunan Kabupaten Pangandaran sesuai janji bupati saat pilkada, artinya kinerja DPRD juga sangat berperan dalam hal ini,"kata Iwan.

Iwan juga menghimbau pada seluruh media agar dalam menulis pemberitaan bisa berimbang, faktual dan bisa dipertanggungjawabkan.

"saya berharap rekan-rekan dalam penuklisan berita harus berimbang dan buakn hoax", pungkasnya. (AGE-ANTON AS)











BUMDES BINA MANDIRI SIRNAJAYA BUKA USAHA PENYEWAAN ALAT BERAT

TASIKMALAYA-Optimalisasi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menjadi pilar penting bagi perekonomian masyarakat di tingkat desa dan sekaligus bisa menjadi tolak ukur kemandirian perekonomian masyarakat pedesaan.

Dengan mendorong program BUMDes dan pengembangan jenis usaha-usaha yang dikelolanya secara  maksimal, maka akan mampu menambah pendapatan asli desa dan bisa menjadi modal pembentukan desa yang mandiri, seperti yang kini sedang berjalan, Bumdes Bina Mandiri di Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Bumdes ini bergerak di bidang jasa. Seperti, pembayaran listrik prabayar, penyewaan alat-alat berat dan peternakan bebek. 

Ketua Bumdes Bina Mandiri, Agus Setiawan (43) mengatakan, bumdes yang didanai dari Dana Desa (DD) tahun 2017 sebesar Rp. 50 juta menjadi modal awal untuk pembelian peralatan ATK, meubeler, komputer dan sisanya untuk permodalan, antara lain, pembelian alat-alat berat Mesin Molen, Stemper dan Steam.

Dari jasa penyewaan mesin molen tersebut, bumdes bisa mendapat penghasilan Rp 300 ribu per hari.

“Untuk biaya opersional lain, seperti, pembelian bahan bakar, bayar operator dan lain-lain, itu dibebankan pada penyewa, kecuali si penyewa mempercayakan semuanya termasuk biaya operasionalnya, maka pihak kami pun akan mengurusnya "ungkap Agus.(15/3)

Sementara saat diminta komentarnya, Kepala Desa Sirnajaya, Pipin Aripin, menyampaikan, , modal yang di gelontorkan dari DD untuk Bumdes Bina Mandiri, seluruhnya sebesar Rp.100 juta untuk pengembangan usaha di bidang pergerakan jasa.

"Bumdes sudah berjalan hampir setahun dan Alhamdulilah sudah kelihatan hasilnya", kata Pipin

Dikatakan Pipin, sejauh ini perkembangan bumdes yang ada di desanya relative tidak ada  kendala serius yang menghambat pengembangan pada sektor permodalan, pasalnya Bumdes Bina Mandiri tidak bergerak di bidang jasa simpan-pinjam.

Jasa dari penyewaan alat berat yang masuk ke Bumdes, menurut Pipin,  sangat lumayan apalagi saat turun program pemerintah, seperti kegiatan pelaksanaan pembangunan fisik, dan terkadang pada waktu- waktu tertentu ada juga masyarakat yang membutuhkan.

“Tapi khusus untuk kebutuhan pembangunan sarana keagamaan, kami grtaiskan. “tegas Pipin.

( RUSDIANTO/ HERMANSYAH)

INI HARAPAN WARGA TENTANG PEMILU

CIJULANG - Hiruk-pikuk menjelang pesta demokrasi sudah sangat terasa saat ini, terlebih waktu pelaksanaan Pilgub Jabar tinggal menghitung hari yang akan disambung dengan pemilu legilatif dan pilpres tahun 2019 mendatang. Ada yang tak seperti biasanya pada pemilu 2019 nanti lain dibanding pemilu-pemilu sebelumnya, pelaksanaannya yang serentak antara pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Salah seorang warga desa Cijulang, Ari Krishna (45), Ketua Karang Taruna Kecamatan Cijulang,  berharap, pesta demokrasi ini berjalan baik tanpa adanya hal hal negatif saat pelaksanaannya nanti.

Menurutnya, sebagai warga negara dalam menyambut pesta demokrasi ini, baginya, merupakan moment dimana rakyat akan menentukan pilihannya sesuai nuraninya masing masing demi satu perubahan.

“Dan diharapkan masyarakat jangan mudah terprofokasi isyu negatif demi lancarnya proses demokrasi ini", tegasnya.(14/03)

Ia menambahkan, saat ini masyarakat sudah pintar dalam menentukan pilihanya, sama halnya dalam menentukan pimpinan daerah pada bulan bulan juni 2018 nanti, calon pemimpin untuk Provinsi Jawa Barat.

“Semoga Pemilukada Jawa Barat ini bisa berjalan lancar, bebas politik uang, aman dan lancar sesuai dengan harapan kita semua", tegasnya. (AGE)

POHON MAHONI TUMBANG KE JALAN, JALUR WONOHARJO PADAT MERAYAP

PANGANDARAN-Sebuah pohon di pinggir jalan, tepatnya di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran sebelum kantor Samsat dari arah Pangandaran, tumbang ke jalan raya.

Menurut salah seorang warga, Sajam (52), pohon tersebut tumbang setelah tersenggol badan mobil kontainer.

“Sekitar jam  15.30, tiba-tiba saya mendengar suara gebruk dari arah jalan raya, ternyata setelah saya lihat, suara itu berasal dari pohon yang runtuh. “ungkap Sajam.(16/3)

Tak ayal, arus lalu-lintas pun terhambat, karena kendaraan yang melewati harus mengurangi kecepatan dan antri melintas di sela-sela pohon yang melintas tiga perempat lebar badan jalan.

Hingga berita ini diturunkan, pohon masih melintas karena belum ada alat untuk memotong batang pohon yang cukup besar tersebut. (hiek)

KPUD LANTIK 30 PPK DAN 279 PPS SE-KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN -Sebanyak tiga puluh orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Pangandaran untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, diambil sumpah dan dilantik KPUD Pangandaran, bertempat di hotel Krisna 2 Pantai Barat Pangandaran. (8/3)

dalam acara pelantikan yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, anggota PPK 10 Kecamatan, , Forum  Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Wakil Parpol dan tamu undangan lainnya, Ketua KPUD, Wiyono Budi Santosa, penetapkan 3 nama anggota PPK untuk masing-masing kecamatan serta mengambil sumpah seluruh anggota PPK se-Kabupaten Pangandaran yang dilanjutkan dengan penandatanganan dari perwakilan anggota PPK dan Ketua KPUD.

dalam sambutannya, Budi menyampaikan, 30 anggota PPK se-Kabupaten Pangandaran yang sudah dilantik serta diambil sumpah, hendaknya dapat membantu proses menyelenggarakan Pemilu sesuai dengan kode etik dan ketentuan yang berlaku.

"Kami ucapkan, selamat kepada bapak dan ibu yang sudah dilantik hari ini, semoga tugas kita semua diberi kemudahan agar penyelenggaraan pemilu nanti bisa aman, tertib dan lancar. “ujarnya.

Wiyono juga mengingatkan pada seluruh anggota PPK, hendaknya bisa melaksanakan rekapitulasi dengan sebaik-baiknya dan melaksanakan tugas wewenang sesuai Undang-undang.

"3 orang anggota PPK di setiap kecamatan  ini akan bertugas dalam Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019, saya harap beban tugas yang ada di pundak bapak dan ibu, bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “imbuhnya.

Budi pun berpesan, agar anggota PPK yang telah dilantik dapat segera bekerja maksimal dan optimal serta bisa menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholder.
“Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan camat, Forkopimcam atau pun dengan tokoh masyarakat setempat,"kata Budi lagi.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampikan selamat atas dilantiknya sejumlah anggota PPK, semoga bisa bekerja sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku serta amanah.

"Hasil demokrasi sangat ditentukan dari proses awal, jika KPU maupun Panwaslu bekerja dengan baik sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, maka akan menghasilkan para wakil rakyat yang baik pula,"ungkap Jeje.

Di hari yang sama, bertempat di Gedung Islamic Centre Kecamatan Pangandaran (8/3), sejumlah 279 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Pangandaran pun dilantik KPUD.

Ketua KPUD Pangandaran, Wiyono Budi Santosa, pada kesempatan ini menyampaikan, seluruh anggota PPS yang berasal dari 93 desa di wilayah Kabupaten Pangandaran nantinya akan ditempatkan di masing – masing desa, 3 orang.

Jumlah 279 PPS ini, menurut Budi, diambil dari 93 jumlah desa di Kabupaten Pangandaran, dan masing-masing desa mempunyai 3 orang anggota PPS, jadi 93 desa dikalikan 3 orang, berjumlah 279 PPS.

“Pelantikan anggota PPS ini dilaksanakan serentak hari ini setelah sebelumnya kami juga melantik anggota PPK. “terang Budi.

Dengan adanya pelantikan ini, kata Budi, bukan berarti tugas anggota PPS di Pilgub Jabar dikesampingkan, tapi PPK dan PPS mempunyai tugas tambahan, pemilu legislative dan pilpres.

“Seperti diketahui di Kabupaten Pangandaran ada 13 parpol peserta pemilu tahun 2019, dan tentunya kita sebagai petugas penyelenggara pemilu jangan sampai salah dalam memberi informasi pada msyarakat. “pungkasnya. (AGE)

KISAH HEROIK SRIKANDI SUKAPURA, R.A. DEWI SITI MUNIGAR

 “ …. Nyawang Alam Bihari.. nyungsi tapak lacak titingalna dina ngaguar sajarah…Estuning seueur tuladeun nu musti dipiara. Sajatina , Sumebarna wawangi Sukapura di jomantara teu leupas dina migawe repokna tekad ucap jeung lampahna sapopoe. Pon, Sakolepatna lalakon RA..Dewi Siti Monigar,  kiwari masih  atra nyoara ngaliwatan  titingal sajarahna… Tigina Solokan Leuwi bitung, Sawah Bojong,  mangrupa  Carita teu betus nu sirna dina gulungan sajarah Sukapura….”            
                                
Selama ini masyarakat mengenal nama Sukapura merupakan daerah di wilayah Kecamatan Sukaraja, yang menjadi penyangga antara Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Dan mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang tahu sejarahnya, nama Sukapura sendiri lahir dari sebuah kejadian atau peristiwa bersejarah dimana nama tersebut sarat filosofi serta mengandung makna yang sangat dalam, Soka dan Pura. Soka berarti tiang (asal) dan pura artinya, nagara (agama).

Keberadaan peninggalan-peninggalan (altar) Sukapura yang berada disabudeureun Kecamatan Sukaraja, merupakan bukti-bukti sejarah dan saksi bisu keberadaan Sukapura zaman baheula yang merupakan cikal bakal terbentuknya Kabupaten Tasikmalaya sekarang.

Sangat ironis, kebesaran Sukapura kini terkesan hanya sebuah slogan. ketika perwujudan asa dan realita melihat peninggalan sejarah Sukapura sekarang ternyata sangat kontradiktif. Aset bersejarah tersebut keberadaannya terasingkan dan hampir luput dari sentuhan tangan Pemkab Tasikmalaya.

Selama ini situs makam Bupati yang berada di Baganjing masih  mendapatkan perhatian, sedangkan peninggalan sejarah lainnya banyak yang tidak terurus dan terawat. Kehadiran yayasan Sukapura yang selama ini dipercaya dalam  pengelolaan aset kabuyutan Sukapura pun ternyata jauh dari sebuah harapan rundayanna (keturunan).

Literasi lain pun dari perjalanan para tokoh sejarahnya tidak ditulis secara lebih gamblang, karena kemungkinan minimnya informasi, padahal para tokoh tersebut ikut berjasa dina ngalalakon nanjeurkeun Sukapura bihari.

Semisal sejarah berkaitan dengan keberadaan Srikandi Sukapura,  Nyai  R.A. Dewi Siti Munigar yang konom tilem ( menghilang) dalam catatan sejarah Sukapura. Padahal hal itu sangat penting dimana lembaran-lembaran dari gulungan sejarah tersebut sangat berguna  untuk dijadikan referensi lokal dalam memperkuat dan memperjelas eksistensi Sukapura kedepannya.

Bagaimana kita akan menceritakan kebesaran sebuah Sejarah masa lalu pada generasi mendatang, andai kita sekarang belum mengenalnya dan membiarkan semua peninggalannya terlantar.

Berbicara tentang sosok Srikandi Sukapura, Ra. Dewi Siti munigar juga sangat  minim informasi. Tapi kehadiran Beliau dalam catatan sejarah Sukapura pada awal pembentukan Kabupatian Pertama Sukapura, R.Wirawangsa ( Wiradadaha 1) pada Tahun 1632-1674,  merupakan tokoh penting dibalik masa keemasan pemerintahan kabupatian pertama atau  Dalem Baganjing, dan R. Dewi Siti Munigar merupakan putri R.Ace Sukarna ( Hamengku Buwono).

Pada masa pemerintahan R. Wirawangsa yang merupakan putra dari R. Wirahadikusumah ( Entol Wiraha) yang menjadi Umbul Sukakerta, R.Dewi Siti Munigar atau nama lain Nyi Raden Katibun Mantri atau Katibun Rajamantri atau dikenal BalungTunggal, versi lain menyebutkan nama lain beliau yakni Nyi Rambut Kasih, kedudukan beliau pada waktu itu sebagai  penasehat utama.

Pada masa itu, RA. Dewi Siti Munigar merupakan satu-satunya wanita yang memiliki ilmu kedigjayaan yang sangat tinggi disamping seorang wanita yang memiliki sifat arif dan bijaksana. dengan ketajaman mata batinnya, ia sering dimintai pendapat apalagi saat R.Wirawangsa menemui kesulitan dalam mengelola negara atau pun saat negara dalam keadaan genting. Pada masa kepemerintahan Raden wirawangsa dibantu dua orang patih, R.Singadinata dan Eyang Jenggot.

Salah satu keturunannya, Encang Priatna menuturkan, disamping banyak nama yang melekat padanya bukti petilasan (makam), juga tersebar di beberapa tempat, seperti di Harjawinangun (Sekarang Manonjaya), Desa Leuwibudah dan di makam Baganjing. Fakta sejarah dan sebuah legenda kisah heroiknya tidak serta merta terhapus dari percaturan sejarah  keturunannya, hingga kini  legendanya tetap hidup dari cerita turun temurun tentang perjuangannya nanjeurkeun Sukapura zaman bihari.

 “Sejarah beliau begitu misterius, ada penghapusan dalam sejarah Sukapura dari dulu .“, ujar Kepala Desa Leuwibudah, Encang Priatna, saat ditemui dirumahnya.(12/3)

Fakta sejarah berupa solokan (parit) Leuwi bitung dan hamparan sawah Bojong tepatnya di kampung Babakan Cimanggu tutur Encang, ini merupakan kontribusi nyata RA.Dewi Siti Munigar pada masa pemerintahan Kabupatian Sukapura Pertama, dan hasil darmanya tersebut sampai sekarang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

“Srikandi Sukapura ini merupakan tokoh penting dalam pemerintahan Kabupatian Sukapura terlebih pada saat itu dalam suasana genting, beliau sebagai bebenteng  bupati ” ujar Encang.

RA.Dewi Siti Munigar, masih tutur Encang, pada masa hidupnya beliau tinggal di Babakan Cimanggu, sekarang menjadi tempat tinggal Kades Leuwibudah, dulu kampung tersebut merupakan Kampung pangheubeulna disisi walungan cimawate.

Semasa Kabupatian Sukapura pindah di Empang (Sukaraja), legendanya di sebagian masyarakat Sukaraja sudah menjadi sabiwir hiji , dan seiring kisah heroiknya saat beliau kapeto ( dipercaya) untuk munday (menangkap ikan secara beramai-ramai dengan menggunakan tangan) di sungai Ciwulan, (sekarang lokasinya di bawah Jembatan Sukaraja, batas Kota dengan Kabupaten Tasikmalaya-red) .

Berkat kesaktian yang dimiliki R.A.Dewi Siti Munigar, sebelum acara munday dilaksanakan, konon sungai Ciwulan dipenggel (membendung air agar tidak mengalir) dengan menggunakan sehelai rambut panjangnya dan mitos lain menceritakan, itu dilakukan dengan menggunakan (maaf, rambut larangannya).

Nama Sukaraja sendiri konon diambil dari sebuah peristiwa tersebut, saat itu daerah Sukapura sering dijadikan tempat untuk bersenang-senang para gegeden atau para menak jaman baheula dengan melakukan munday di sungai Ciwulan.

Harumnya kisahnya RA.Dewi Siti Monigar pun menyebar hingga ke Bandung berkat jasanya memenangkan pertempuran antara Sukapura dan Sumedang. Bahkan namanya sendiri diabadikan pada sebuah jalan protokol di Nyengseret, Astana Anyar Bandung.  Wallohu Bi”Sawab.. (RUSDIYANTO)

KPU PANGANDARAN HIMBAU NETRALITAS ASN, TNI DAN POLRI PADA PILGUB JABAR 2018

PARIGI -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran kini gencar lakukan kegiatan sosialisasi terkait pemilukada yang akan diselenggarakan tanggal 27 juni 2018 mendatang untuk memilih Gubernur dan Wakil  Gubernur Jawa Barat, dengan harapan bisa berjalan sukses dan lancar.

Menurut Ketua KPUD Pangandaran, Wiyono Budi Santosa, hal itu dilakukan agar dalam pelaksanaan pesta demokrasi nanti bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan bersama.

"Kami terus lakukan sosialisasi, baik dengan media masa, ormas, LSM, tokoh masyarakat juga dari unsur TNI-Polri dan beberapa instansi pemda, agar baik dalam tahapan proses huingga pelaksanaannya nanti bisa terciptanya kondusifitas aman dan lancar. “jelasnya.(15/3)

Budi yang ditemui usai melaksanakan menggelar sosialisasi dengan beberapa instansi dinas Pemda, TNI dan Polri di aula desa Karangbenda, kecamatan Parigi, juga menyampaikan, pihaknya sengaja mengumpulkan beberapa instansi pemda, TNI dan Polri untuk menjaga  netralitas dalam pemilukada nanti.

"Dalam sosialisasi hari ini juga dibahas tata cara pemilu dan tahapan-tahapannya, selain itu kami juga selalu menghimbau agar bisa netral pada pemilukada nanti", pungkasnya. (AGE)

LULUSAN TATA BUSANA SMK IT NURUL HIKMAH DILIRIK PENGUSAHA GARMEN

TASIKMALAYA-Dewasa ini persaingan dunia kerja semakin sulit, apalagi jika tidak memiliki keahlian khusus, maka akan sulit untuk memperoleh pekerjaan, sehingga saat ini masih banyak lulusan sekolah masih kelabakan mencari pekerjaan. Atau terkadang pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan kofetensi keilmuan yang didapat dari bangku sekolah, maka salah satu solusinya kemandirian berwirausaha mutlak diperlukan guna mengimbangi ketatnya persaingan dunia usaha.

Salah satu upaya untuk mengimbangi persaingan tersebut, tentunya dengan memiliki keahlian khusus, karena dengan keahlian itu bisa didapat setidaknya bisa menciptakan dunia kerja baru, paling tidak untuk diri sendiri.

Membidik peluang usaha ke depan, tentunya dari sekarang harus memiliki perencanaan (planning) awal yang matang, salah satunya harus jeli memilih jurusan mata pelajaran disekolah.
Karena jurusan mata pelajaran yang dipilih pun harus bisa disesuaikan dengan pangsa pasar dan daya saing yang tidak begitu ketat namun menjanjikan peluang bagus. Peluang dunia usaha yang memiliki prospek cerah dan masih terbuka lebar, salah satunya usaha pakaian/ Busana.

SMK IT Nurul Hikmah di Kabupaten Tasikmalaya, mencoba menawarkan peluang ini dengan membuka jurusan ahli tata busana.

Sekolah yang berdiri Tahun 2007 ini menyediakan konsep berbeda guna mengimbangi persaingan kerja ke depanya pasca anak didiknya lulus sekolah. Di jurusan tata busana ini siswa dituntut untuk bisa mandiri sejak sekolah. Kemandirian anak didik di kejuruan tata busana sudah terlihat hasilnya, karena setiap tahunnyaharus bisa membuat baju batik buatan sendiri.

Menurut Kepala SMK IT Nurul Hikmah, Dudu Durahman, S.Pd.i, maka tak heran jika alumni lulusan SMK IT Nurul Hikmah ini banyak yang langsung bekerja, bahkan diantaranya,  begitu lulus sekolah salah satu alumninya langsung diterima di Pabrik Kahatex dengan gaji yang fantastis.

Pada saat prakerin (magang) disalah satu pabriuk garmen di Cisumur ( Kawalu), kata Dudu, pemilik garmen pernah menawarkan  agar para lulusan SMK IT Nurul Hikmah di kejuruan tata busana untuk bekerja di perusahaannya.

"Makanya anak-anak dari jurusan tata busana dituntut mulai sejak dini harus bisa mandiri, salah satunya setiap tahun harus mampu membuat baju batik. “kata Dudu lagi.(14/3)

Pada jurusan ini, lanjutnya, para siswa tidak bisa main-main, karena tugas tersebut harus bisa sampai jadi.

“Jadi ketika lulus, mereka tinggal mematangkan, karena sudah tidak kaku lagi", tandas Dudu.

Dudu menambakan, hasil kreatifitas anak jurusan tata busana selama ini belum sampai tahap produksi, pasalnya volume produksi terbatas dan terbentur financial. Dalam setahun para siswa rata-rata membuat 2 potong baju. Untuk membuat lebih buka tidak mampu, tapi karena terkendala modal produksi, huingga siswa hanya diwajibkan membuat 2 potong saja.

“Untuk sementara hasil karya mereka selama ini hanya untuk konsumsi sendiri, mereka tidak mau menjualnya karena siswa lebih cenderung merasa bangga ketika memakai baju buatan sendiri", tandasnya.

Hal senada dikatakan Komite SMK IT Nurul Hikmah, Dudung Abdul Rahman,S.Ag, melihat peluang usaha jurusan tata busana sangat terbuka sangat lebar, terbukti, baru saja magang di garmen, pihak perusahaan sudah memberi peluang dan siap dipekerjakan tanpa dibatasi quota.

Dikatakan Dudung, sekolah kejuruan yang berada dibawah naungan Yayasan Nurul Hikmah Unara yang beralamat di Kampung Unara Desa Kaputihan Kecamatan Jatiwaras ini,  setiap tahun pendaftar yang mengambil jurusan tata busana terus mengalami kenaikan. Untuk itu SMK IT Nurul Hikmah pun menambah kembali 2 ruangan yang kini selesai dibangun.

"Siswa pun tak hanya dari Kecamatan Jatiwaras saja, ada yang dari Kecamatan Manonjaya, Cineam bahkan Kabupaten Garut, dan  bagi siswa jauh, jangan khawatir karena sekolah sudah menyediakan pondokan dan makan gratis di pesantren Nurul Hikmah Unara", ungkap Dudung.

*** ( RUSDIANTO-ANWAR WALUYO )

AKIBAT SUPIR NGANTUK, DUMP TRUK KECEBUR KALI

PANGANDARAN.  Sebuah truk pengangkut pasir tercebur ke dalam sungai setelah sebelumnya menabrak besi sisi jembatan sungai Cikidang  tadi pagi pukul 5.00 WIB. 

Menurut keterangan salah seorang petugas polisi lalu lintas, Brigadir Fery, diperkirakan sopir ngantuk saat mengendarai mobil karena kelelahan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (15/3)

Masih keterangan polisi, akibat supir mengantuk, sehingga kendaraan oleng dan menabrak pagar jembatan.

Hingga jam 9.00, kak ayal warga yang melintas pun penasaran ingin melihat hingga berakibat kemacetan. 

"Dump truk ini dari arah Cikalong Tasikmalaya menuju Cilacap, sopir sebelumnya terlalu cape dan kurang tidur tetapi dipaksakan akibatnya ya seperti ini", tutur Feri kepada media. 

Sopir pun langsung ditangani pihak berwajib untuk dimintai keterangan,  sementara hingga berita ini diturunkan, dump truk masih berusaha diangkat dengan mobil derek. (Haris - PNews)

SOSIALISASI ORI UPAYA PENANGGULANGAN KLB DIFTERI

TASIKMALAYA-Kasus Difteri yang belakangan ini muncul dan menjadi viral di berbagai media telah menjadi perhatian serius pemerintah, hingga Menteri Kesehatan pun harus mengeluarkan peraturan nomer 15011/MENKES/PER/X/2010, tentang jenis penyakit menular tertentu, dan apabila ditemukan satu kasus Difteria klinis dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Padahal sejak Tahun 1990 kasus penyakit ini di Indonesia hampir tidak ada, tapi di tahun 2009 kasus Difteri kembali menghebohkan Indonesia.

Untuk anbtisipasi memberantas penyakit menular yang disebabkan Corynebacterium Difteriae,  suatu infeksi akut pada saluran pernapasan, kini di berbagi daerah di Indonesia khususnya di Kabupaten Tasikmalaya diantaranya,  Kecamatan Sukaraja, Jatiwaras, dan Salopa, belum lama ini melaksanakan sosialisasi Outbreak Response Immunization (ORI) didaerahnya masing-masing.

Seperti dikatakan salah satu pemateri pada acara sosialisasi ORI di Kecamatan Sukaraja yang digelar beberapa waktu lalu yang digelar  di aula Desa Janggala Kecamatan Sukaraja, Cecep Sirojul Anwar, sosialisasi ORI merupakan program pemerintah dalam upaya menanggulangi KLB untuk memutus mata rantai difteri, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

"Karena ini sudah emergency, mau tidak mau ORI harus dilaksanakan di setiap daerah", ujarnya. (14/3)

Saat ditemui di ruang kerjanya, Cecep juga mengatakan,  adapun beberapa jenis vaksin yang diberikann, seperti, DTP HB untuk anak usia 1-< 5 tahun, DT untuk anak usia 5-<7 tahun dan jenis vaksin Td untuk usia 7-<19 tahun.

" Imunisasi ini diberikan secara intramuskuler diarea deltoid  lengan kiri dengan dosis 0,5 ml," terang Cecep.

Seperti diketahui, penyakit Difteri ini lebih sering menyerang anak-anak dewasa dibawah usia 18 tahun atau remaja yang belum diimunisasi, dan penularan penyakit ini bisa perantara air ludah, batuk atau bersin dan bisa juga ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi.

Cecep menambahkan, gejala penderita Difteri dapat terlihat setelah 3-5 hari terinfeksi kuman, pasien akan demam, pusing dan terlihat pada hidung atau tenggorokan selaput tampak berwarna putih keabu-abuan dan bengkak pada leher.

“Penyebaran penyakit ini terjadi pada saat suhu udara lebih dingin dan pada saat variasi musim yang tidak jelas. “jelas Cecep.*** ( RUSDIANTO / HERMANSYAH )

UNTUK PENCEGAHAN DINI KEBAKARAN, PERUSAHAAN WAJIB PUNYA APAR

PANGANDARAN. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPD) Kabupaten Pangandaran menghimbau pada seluruh agar melengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR)  sebagai antisipasi atau pencegahan dini apabila terjadi kebakaran.

Menurut Manager Pusdalops PB Kabupaten Pangandaran, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, melihat beberapa kali kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pangandaran, karena tidak tersedianya APAR sehingga terlambat dalam penanganan kebakaran saat api masih kecil.

"Contohnya, saat terjadi kebakaran di pabrik minyak kelapa yang berlokasi di Jalan raya Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, di pabrik itu hanya ada dua apar berukuran kecil dan bahkan isinya kosong,"ungkapnya.(10/3)

Pihaknya, lanjut Nana, akan segera sosialisasikan pentingnya keberadaaan APAR di lingkungan tempat kerja, serta  memberikan menghimbau kepada pimpinan perusahaan untuk secara berkala mengecek APAR, karena jika tidak diperiksa secara rutin, dikhawatirkan tak berfungsi saat akan digunakan untuk pencegahan dini.

“Ketersediaan air yang cukup juga sangat penting,”imbuhnya. (Tn)

JEJE WIRADINATA: “BI CORNER BISA MENAMBAH MINAT BACA SISWA”

PANGANDARAN-SMA Negeri 1 Pangandaran yang berlokasi di jalan Raya Babakan kini menambah fasilitas dengan menempatkan BI Corner di sekolah tersebut yang bertujuan untuk program sosial dengan mengenalkan tugas-tugas dan fungsinya kepada masyarakat luas.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI (Bank Indnesia) Tasikmalaya, Heru Saptaji, usai acara peresmian BI Corner, (14/3) untuk mengenalkan bank sentral kepada siswa, karena masyarakat masih sering menanyakan tugas Bank Indonesia itu apa.

Dengan slogan 'Dedikasi Untuk Negeri’, di ruangan BI Corner berisi buku-buku dan literatur bertema moneter, finansial, perbankan, enterpreuneur dan kisah inspiratif yang dilengkapi fasilitas tambahan komputer dan televisi edukasi.

"Dengan jaringan internet yang ada di sekolah, para siswa pun bisa browsing tentang kebijakan BI dan lainnya," imbuhnya.

Heru menambahkan, BI Corner merupakan bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap dunia pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bidang ekonomi dan peranan BI. Dan tentunya melalui BI Corner, ujar Heru, diharapkan akan semakin meningkatkan budaya baca dan menulis khususnya di kalangan generasi muda. Dengan mendekatkan BI Corner ini diharapkan pemahaman masyarakat tentang Bank Sentral pun semakin baik.

“Sesuai target, BI akan membuat 1.000 unit BI Corner di seluruh wilayah Indonesia hingga 2020 mendatang," jelas Heru.

Di tempat yang sama, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyambut baik penempatan BI Corner tersebut, karena ini sejalan dengan visi misi Pemkab Pangandaran untuk menggalakkan literasi agar masyarakat semakin gemar membaca.

"Di sekolah ini kan sudah bisa online, jika ini ditambah BI Corner, maka akan semakin menarik," kata Jeje.

Jeje juga mengatakan, pihaknya akan menambah sarana dan sarana tempat baca yang lebih representatif dan lebih nyaman dan meminta pada pihak sekolah untuk merancang bangunan yang lebih representatif.

“Bangunan perpustakaan ini terlalu rendah, mestinya dibuat lebih tinggi agar betah dan nyaman,"tegas Jeje.

Sementara Hj Ida Nurlaela Wiradinata, atas nama Bunda Baca Kabupaten Pangandaran, mengucapkan terimakasi atas sumbangsih BI dalam upaya mencerdaskan generasi muda.

Dengan kehadiran pojok baca yang difasilitasi BI, menurut Ida, diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih gemar membaca dan menambah wawasan ilmu pengetahuan.

"Buku merupakan jendela dunia dan hidup tanpa membaca tentunya akan terasa hampa,"ungkap Ida. (Tn)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN