HARGA GAS ELPIJI 3 KG DI PANGANDARAN MASIH TAK SESUAI HET

CIMERAK -Gas elpiji jenis 3 kilogram (kg) di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah mulai membuat bingung masyarakat pengguna, pasalnya masyarakat bingung dengan tidak stabilnya harga dipasaran yang mencapai kisaran Rp 24.000 s.d 27.000 per tabung.

Padahal, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dalam rapat kordinasi bukan lalu yang membahas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas elpiji 3 kg yang akan dituangkan dalam peraturan Bupati sudah menetapkan HET tersebut dengan harga Rp16.900 dan Rp 17.400 sesuai zonasi wilayah.

Salah seorang warga Kecamatan Cimerak, Lubis mengatakan, kenaikan harga gas elpiji 3 kg ini terjadi di beberapa wilayah.

"Selain mahal, ketersediaan gas elpiji 3 kg di beberapa wilayah sekarang semakin sulit didapat," kata Lubis, Kamis (8/6/2017).

Menurut Lubis, jika persoalan ini berlarut-lartut dan tidak segera ditangani dikhawatirkan  masyarakat kecil akan jadi korban.

"Kami harap pemda segera langsung turun ke lapangan agar persoalan kelangkaan dan mahalnya gas elpiji 3 kg tidak berkelanjutan," tambahnya.

Di tempat terpisah, salah satu pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg, Toto Mustopa mengaku ia pernah menerima pesan singkat langsung dari pertamina yang mengatakan adanya penjualan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pangandaran dengan harga Rp 24.000 s.d 27.000.

Masih kata Toto, Dalam pesan singkat tersebut pihak pertamina pun menghimbau agar setiap agen menjual gas elpiji 3 kg sesuai HET di daerah masing-masing yang sudah dikordinasikan dengan pemda.

"Tapi menurut saya, seharusnya pertamina dengan dibantu unsur muspika hendaknya datang meninjau langsung ke daerah supaya pihak pertamina pun bisa langsung memberi peringatan pada si penjual gas elpiji 3 kg tersebut", ungkapnya. (AGE)

PEMKAB PANGANDARAN SIAPKAN ANGGARAN Rp 1,2 MILYAR UNTUK KEGIATAN PESANTREN KILAT

PARIGI - Kegiatan “pesantren kilat” pada bulan suci ramadhan dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas keagamaan di usia anak sekokah, dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun mewajibkan kepada seluruh pelajar baik SD, SMP dan SMA untuk mengikuti pesantren kilat selama bulan Ramadan.

Menurut Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, rencananya pesantren kilat akan dilaksanakan mulai Senin, (5/6/2017) mendatang yang akan diikuti sekitar 50.000 pelajar se-Kabuoaten Pangandaran.

Masih kata Jeje saat ditemui usai taraweh keliling (tarling) di salah satu mesjid di Kecamatan Parigi, karena jumlah siswa/siswi yang akan mengikuti kegiatan ini mencapai puluhan ribu, maka pelaksanaannya pun akan dilaksanakan di pesantren atau diniyah yang berdekatan dengan lokasi sekolah masing-masing siswa.

 "Pelaksanaannya bisa dilakukan di tempat diniyah tapi tidak di sekolah,"kata Jeje.(4/6)

Ditambahkan Jeje, untuk siswa tingkat SMA dan Kejuruan, karena kewenanganya sudah berada di Pemerintah Provinsi, maka Pemkab Pangandaran akan mengirim surat permohonan dulu ke Dinas Pendidikan propinsi.

"Jika untuk pesantren yang memiliki tempat pemondokan, maka siswa yang mengikuti pesantren harus mondok, sedangkan bagi pesantren yang tidak memiliki tempat pemondokan, pelaksanaan pesantren kilat dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB,"terang Jeje.

Saat ini, menurut Jeje, Pemkab Pangandaran telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.1,2 miliar untuk pelaksanaan pesantren kilat ramadhan tahun ini.

"Jadi, pada legiatan pesantren kilat ini pihak sekolah tidak lagi membebankan biaya kepada orang tua murid, terkecuali siswa-siswi yang mondok di pesantren karena ada beberapa beban biaya lainnya," imbuh Jeje.

Salah seorang tokoh agama di Kecamatan Cijulang, H.Atang Abdul Halim, sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya, pesantren kilat bagi para pelajar benar-benar sangat  efektif karena suasana ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk kegiatan yang bernuansa keagamaan.

“Jadi kalau seandainya pelajar kita diberikan pendidikan yang baik, kualitas keimanan yang baik, ahlak yang baik, ketakwaan yang baik dan pergaulan yang baik itu akan punya pengaruh yang positif sebagai bekal dalam menghadapiu zaman yang serba modern ini" ungkapnya. (AGE)

ROHIMAT RESDIANA: “ GENERASI MUDA HARUS MEMILIKI PROBLEM SOLVING UNTUK KEMAJUAN BANGSA “

PADAHERANG - Maraknya berbagai  permasalahan kebangsaan yang berkembang  akhir-akhir ini, mulai dari disintegrasi bangsa, ideologi kebangsaan, radikalisme, narkoba dan korupsi telah mengundang keprihatinan dari  seorang tokoh muda Kabupaten Pangandaran, Rohimat Resdiana.

Ditemui di kediamanya di Desa Cibogo Kecamatan Padaherang, calon kuat Kandidat Ketua KNPI Kabupaten Pangandaran ini mengungkapkan kegelisahan tentang nilai-nilai kebangsaan yang berkembang saat ini. Ia pun berharap agar setiap elemen bangsa bersatu untuk menjaga nilai luhur budaya bangsa, ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan penerapan paham keagamaan yang di landasi cinta kasih dan kesucian.

“Indonesia sekarang sedang diuji oleh anak bangsanya sendiri yang memiliki pemahaman berbeda tentang konsep kebangsaan, seperti paham radikalisme, menjadi pecandu narkoba dan juga oleh keserakahan korupsi,”paparnya.(3/6)

Lebih lanjut pengurus KNPI Pangandaran yang lebih akrab dengan sapaan Imat ini menyampaikan, dalam tataran yang lebih kecil, khususnya di Kabupaten Pangandaran, kompleksitas permasalahan yang ada tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di tingkat nasional.

“Jujur harus kita akui,di Kabupaten Pangandaran pun masalah intoleransi, radikalisme, narkoba dan korupsi menjadi ancaman yang harus di antisipasi sejak dini, karena kalau dibiarkan akan merugikan kita semua,” kata Imat.

Untuk menanggukangi atau mengatasi semua persoalan tersebut, lanjut Imat, diperlukan penggerak yang memiliki problem solving dan mau berjuang demi bangsa dan negara.

“Generasi muda lah yang harus maju dan menjadi solusi bagi bangsa dan negara ini, intinya peran serta mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus lebih diperluas di dalam segala bidang,”pungkasnya. (AGE)

KADIN PANGANDARAN BERHARAP PELAKU UMKM BUKA PUSAT INKUBASI USAHA

PANGANDARAN-Membangun citra dan memperluas jaringan kerjasama untuk kemanfaatan masyarakat berbasis kesetaraan serta mengembangkan pendidikan dan pelatihan masarakat menuju  penguatan kehidupan sosial, ekonomi dan lingkungan sekaligus mengembangkan system organisasi yang propesional harus terus dilakukan para pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).

Demikian dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) KabupatenPangandaran, H. Teddy Sonjaya dalam acara pembukaan Pelatihan Pengembangan Usaha Baru yang digelar di Hotel Sandaan Pangandaran. (27/5)

Menurut Teddy, kedepan Kadin akan terus memberikan pelatihan rutin dan berkelanjutan dalam kaitan masalah teknis,managemen Usaha sertabagai mana sebuah produk bisa berkembang, berdaya saing, berkwalitas dan menarik minat pembeli, dengan menghadirkan narasumber dari Unpad, Intitut Pertanian Bogor dan para narasumber lain yang berkompeten di bidangnya, karena seluruh pelaku UMKM perlu memiliki ilmu dari segi teknis bisnis dan pengembangan produk ada banyak macamnya. Dan yang paling umum biasanya pelatihan tentang keterampilan pengembangan teknis produksi dan juga keterampilan manajerial Usaha.

“Serta agaimana cara mengefektifkan pengelolaaan sumberdaya untuk aktivitas pemberdayaan masyarakat dibidang sosial ekonomi dan lingkungan. “terang Teddy.

Teddy berharap, kedepan UMKM  mengadakan inkubator bisnis, sebuah tempat para wira usaha dapat belajar banyak hal cara mengelola sebuah usaha kecil secara lenkap, sederhana dan mudah. Konsep ini di bangun karena mengingat selama ini sebagian besar UMKM lahir dan tumbuh dengan sendirinya (by accident, not by design).

“Ada UMKM yang lahir secara sehat,banyak yang lahir kurang sehat, ada yang belum cukup umur untuk di lahirkan tapi terpaksa harus lahir menjadi UMKM prematur yang memerulkan incubator untuk memberikan daya dukung kehidupan sehingga sang bayi UMKM mampu hidup sehat’’ imbuh Teddy.

Sementara menurut salah seorang pembicara, Alfa Edison Agus Teguh MPDH dari Al IPB Tenaga Ahli Kapasitas (TAK), tujuan yang ingin dicapai melalui inkubator bisnis ini, bisa terciptanya UKM / UMKM /Wira usaha yang sehat, bangga dengan profesi sebagai wirausaha, mandiri dan mengetahui bagaimana cara mengelola usaha yang lebih baik, sederhana, dan berkelanjutan.

Dikatakan Edison, mencetak atau mengembangakan wirausaha baru untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang ada yanbg bisa menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang mandiri.

“Maka dari itu kami berharap Kadin Pangandaran intens dalam melakukan pelatihan, pengembangan, pemberdayaan untuk mewujudkan gerakan sosial, ekonomi dan lingkungan serta  melakukan pelatihan kewirausahaan UKM dan UMKM secara mandiri harusnya dilakukan di beberapa tempat mudah mudahan banyak manfaatnya’’ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Sekretaris Kadin Pangandaran, Tantan mengatakan, untuk pelatihan pengembanga Wira Usaha Baru UKM danUMKM, menurutnya, harus ada  kordinasikan dengan dinas terkait  seperti BPMPT bidang UMKM, Dinas Perindustrian, Pendidikan dan Dinas Kesehatan kaitan PIRT, agar berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

Alhamdulilah, kami melihat responnya cukup baik untuk di tindak lanjuti, sehingga kami pun berharap kedepan pelatihan ini lebih intensif dan berkembang kearah promosi dan pemasaran untuk di luar pangandaran sertauntuk lokal bisa kita tunjang dengan potensi parawisata yang sangat baik dan menarik. “ungkap Tantan.

Sebagai contoh, pelatihan keterampilan teknis produksi untuk UMKM olahan hasil laut, misalnya bagaimana pengembangan model dan rasa serta cara pemotongan ikan yang baik dan benar. Pelatihan produksi yang benar dan berkelanjutan membuat frozen food, Pengembangan Gula Merah menjadi produk turunan yang menarik di pasaran.

“Seperti produksi gula cristal atau yang lainnya perlu pelatihan bagaimana cara pengemasan yang baik dengan desain yang baik pula. “kata Tantan lagi. (hiek)

WARGA CIKEMBULAN DESAK PT PECU SEGERA NORMAILASASIKAN SUNGAI CITONJONG

SIDAMULIH - Beberapa warga Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, kamis kemarin (1/6) melakukan audens dengan manager dan humas PT Pacifik Easteren Coconut Utama (PECU) bertempat di ruang rapat milik perusahaan tersebut.

Seperti  diketahui,  PT PECU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan santan kelapa dan usahanya saat ini memang cukup berkembang,

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Cikembulan, H. Endang Ahmad Hidayat, usai mengikuti audens menyampaikan, maksud kedatangannnya bersama warga lainnya menemui perusahaan PT Pecu untuk melakukan audens terkait penanggulangan limbah di sekitar sungai Citonjong yang semakin hari sudah sangat memprihatinkan terutama pencemaran pada air sungai yang selama ini banyak dikeluhkan warga sekitar.

"Alhamdulilah, kami diterima dengan baik oleh jajaran pimpinan perusahaan, diantaranya ada General Manager, Bambang Sujianto dan bagian humas, Roni", terangnya.

Menurut Endang, pihaknya selama ini hanya meminta agar PT.Pecu bisa menormalisasikan lagi sungai Citonjong, sehingganya airnya tidak berbau tak sedap seperti dulu lagi. Karena sebelum ada produksi PT Pecu, sungai tersebut juga menjadi salah satu mata pencaharian warga, jadi tempat tangkapan ikan sungai. 

Kepada PNews, General Manager (GM) PT Pecu, Bambang Sujianto menyampaikan kesiapannya memenuhi tuntutan warga untuk segera melakukan tindakan normalisasi sungai Citonjong. menurutnya, pihaknya akan segera melaporkan ke pimpinan pusat perihal aduan masyarakat disekitar pabrik.

"Sebagai GM di perusahaan ini, saya akan segera melaporkan hasil audens ini kepada pimpinan pusat dan diharapkan pusat pun segera menindaklanjutinya", tegasnya.

Bambang menambahkan, hanya mungkin untuk proses normalisasi sungai Citonjong pastinya akan memerlukan waktu lama.

“Tidak seperti membalikan telapak tangan, diharapkan warga bisa bersabar", ungkapnya.

Sementara salah seorang warga peserta audens, Tata (43) berharap agar PT.Pecu bisa secepatnya melaksanakan normalisasi sungai Citonjong agar warga disekitar pabrik yang berdampingan langsung dengan sungai tersebut bisa nyaman.

"Saya berharap pihak perusahaan cepat tanggap keinginan warga yang selama ini mengeluhkan  pencemaran di sungai Citonjong", tandasnya. (Age/Anton.AS)

SUDAH DUA TAHUN TEMBOK PAGAR DESA CILIANG DIBIARKAN AMBRUK

PARIGI – Sudah lama keberadaan tembok di halaman Kantor Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dibiarkan ambruk tanpa ada usaha perbaikan. Pa dahal kantor desa tersebut ada pada lintasan jalan nasional.

Demikian disampaikan salah seorang warga yang merasa risih karena sampai hari ini Pemerintahan Desa Ciliang seperti membiarkan saja pemandangan yang kurang indah dioandang itu.

“Sebagi warga saya tentunya malu, karena kantor desa berada pada lintasan jalan nasional. “ungkapnya.(31/5).

Masih menurut warga yang enggan ditulis namanya tersebut, seharusnya pihak desa respon dengan keberadaan desanya sendiri, apalagi jika dihubungkan dengan Pangandaran yang mempunyai visi-misi sebagai kabuoaten pariwisata yang mendunia, tentunya sering dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. sudah  seharusnya pemerintah desa cepat-cepat memperbaiki tembok tersebut jangan dibiarkan saja.

"Ini sudah hampir dua tahun dibiarkan begitu saja, padahal desa saat ini kan banyak bantuan program dari pemerintah, baik dari APBD maupun dari pusat dan provinsi, seperti ADD, DD juga BANPROV", ucapnya.

Pernah, suatu saat seorang wisatwan asal Bandung, Deni Kusnandar saat bertemu PNews di Obyek Wisata Batuhiu, menyampaikan, rasanya kurang indah dan nyaman jika ada desa di pinggir jalan intasan utama dengan kondisi yang dibiarkan seperti itu.

"Harusnya di depan kantor desa yang kebetulan ada di pinggir jalan nasional bisa rapih jangan dibiarkan pagar temboknya ambruk begitu saja, ini kan kota wisata", jelasnya. (AGE)

KEMUNCULAN BINATANG AJAG RESAHKAN WARGA PAGERBUMI

CIGUGUR - Masyarakat Desa Pagerbumi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu sempat digegerkan dengan kemunculan hewan ajag (hewan sejenis srigala) yang memangsa puluhan hewan ternak kambing milik warga, hingga sudah banyak ternak seperti kambing milik pendudik desa yang menjadi mangsa keganasan hewan tersebut, Namun anehnya, setiap ternak yang jadi mangsa ajag tersebut hanya diambil organ bagian dalamnya saja.

Hingga saat ini warga pun masih merasa was-was, karena bukan tidak mungkinj jikasuatu saat binatang tersebut datang ke kampung dan memangsa ternaknya lagi. Apalagi beberapa hari yang lalu ada kabar, binatang buas tersebut sudah masuk dan menyerang di wilayah Desa Bunisari (desa yang bersebelahan dengan Pagerbumi).

Seperti diceritakan salah seorang warga Pagerbumi, Muksin (45), ia merasa khawatir dengan serangan yang dilakukan ajag tersebut, terutama saat malam tiba. Terkadang, menurutnya, ia  tidak bisa tidur karena khawatir ternaknya menjadi santapan ajag yang datang ke kampungnya.

"Hampir tiap malam saya tidak tidur karena takut suatu saat kambing yang tinggal empat ekor milik saya jadi sasaran, apalagi sekarang ada kabar beredar ajag tersebut sudah menyerang wilayah desa tetangga. “ungkapnya. (30/5)

Masih cerita Muksin, padahal dulu warga Pagerbumi pernah berhasil menembak mati hewan itu dan membuang bangkainya ke sungai yang mengalir ke arah Desa Bunisari.

“Makanya saya sempat heran dengan kemunculan kembali ajag tersebut. “kata Muksin.

Sehingga, menurut Munksin, tidak sedikit warga yang bertanya-tanya, apakah hewan yang dulu pernah dibunuh itu hidup kembali atau mungkin di wilayahnya memang banyak hewan sejenis ajag ini.

"Ada juga sebagian warga yang bicara, mungkin saja ini hewan jadi-jadian seseorang yang sedang mempertinggi ilmu hitam. “ pungkas Muksin. (AGE)

SEKDA PANGANDARAN RENCANAKAN SEMUA MOBIL DINAS AKAN DIPASANG LOGO PEMDA

PARIGI – Demi kenyamanan dan menjaga kondusifitas terkait kendaraan mobil dinas yang terkadang digunakan pejabat saat libur panjang, Pemkab Pangandaran akan memasang logo Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai salah satu upaya meminimalisir penyalah gunaan kendaraan dinas.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH, seluruh kendaraan dinas yang dipakai ASN tak terkecuali semua kepala SKPD, harus memasang Logo pada seluruh kendaraan dinasnya, sehingga nantinya penggunaaan kendaraan tersebut dapat diawasi.

“Dan tentunya kami juga bisa mengawasi  agar kendaraan itu tidak disalah gunakan selain untuk kepentingan dinas,” katanya.(30/5)

Dikatakan Mahmud, dengan pemasangan logo tersebut nantinya para pejabat yang menerima fasilitas kendaraan dinas tidak akan bisa menyamarkan menjadi mobil pribadi dengan menukar plat merah menjadi plat hitam untuk urusan pribadinya.

Selain itu, lanjut Mahmud, dengan adanya logo pada kendaraan dinas juga untuk memudahkan pendataan dan mudah untuk dikenali karena kendaraan itu merupakan salah satu aset daerah yang harus dijaga dan dirawat.

Dengan kebijakan ini, masih kata Mahmud, ke depan diharapkan tidak ada lagi penggunaan kendaaan dinas untuk kepentingan pribadi, karena kendaraan ini dibeli dari hasil pajak rakyat.

“Ini juga salah satu upaya untuk memperkuat eksistensi dan identitas bahwa kendaraan yang digunakan merupakan kendaraan milik negara", kata Mahmud.

Menurut Mahmud, kebijakan ini segera akan dikomunikasikan dengan Bupati untuk meminta pendapatnya, apakah ini bisa diberlakukian atau tidak.

Rencana kebijakan Sekda Pangandaran yang akan menerapkan logo pada seluruh kendaraan dinas, mendapat tanggapan waraga. Salah satunya warga Kecamatan Cijulang, Bibin (45), menurutnya, memang sudah seharusnya para pejabat tidak menggunakan kendaraan dinasnya saat libur untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Bibin pun berharap, dengan pemasangan logo pemda, nantinya tidak ada lagi pejabat yang menggunakan kendaraan dinasnya di luar urusan dinasnya.

“Salama ini saya heran, mobil dinas kok seperti milik pribadi sampai bisa dibawa jalan-jalan ke mall atau kemana saja padahal di luar tugas kantor,” ungkap Bibin. (AGE)

BELUM ADA PENATAAN, PEROLEHAN PAD TAHUN 2017 OW BATUHIU BARU 24,6 %

PARIGI – Obyek Wisata (ow) pantai Batuhiu yang terletak di wilayah Desa Ciliang Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran hingga saat ini untuk target perolehan PADnya baru menapai  24,64% dari target PAD tahun 2017 sebesar Rp 854 juta.

Kasubag UPTD pariwisata Cijulang, Asep Purwanto, mengakui, kunjungan wisatawan ke Batuhiu masih kurang didatangi pengunjung dan belum ada perubahan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

"Hingga buklan mei ini PAD kami ini baru sekitar 24,64%, apa mungkin penataan kawasan pantainya yang kurang menarik atau karena sejak dulu memang belum ada perubahan jadi mungkin wisatawan bosan untuk berkunjung kesini", katanya. 25/05.

Tapi walau pun demkian, menurut Asep, ia yakin dan tetap berusaha agar target tahun ini  bisa tercapai.

Sepinya OW Batuhiu ini juga diakui Dani (26), wisatawan asal Bandung yang sudah lima kali berkunjung ke obwis Batuhiu. Menurutnya, sejak pertama kali berkunjung ke Batuhiu, hingga sekarang keadaaanya tetap tidak ada perubahan padahal lahan untuk sebelah timur untuk pengembangan wisata masih luas.

"Dari tahun 2013 saat pertama berkunjung kesini pemandangannya kok gitu-gitu aja, penataan wisatanya pun tetap seperti dulu, jadi lama-lama saya merasa bosan karena dari tahun ke tahunnya tidak ada sesuatu yang baru.", ungkapnya.

Asep berharap, ke depan mudah-mudahan Pemkab Pangandaran bisa lebih menata lagi Batuhiu agar wisatawan datang ke Batuhiu.

"Mungkin dengan sentuhan pemkab serta ada prioritas untuk penataan kawasan bisa membuat Batuhiu lebih menarik lagi untuk dikunjungi. “katanya.(AGE)

WOW KEREN,,,! RATUSAN BONSAI HIASI PELATARAN TIC PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sekitar 300 lebih para penggemar tanaman bonsai berkumpul di pelataran gedung TIC (Touris Informtion Center) Pangandaran. Berbagai jenis bonsai dipajang berderet rapih dari ukiuran terkecil hingga setinggi orang dewasa.

Komunitas Perkumpulan Penggemar  Bonsai Pangandaran (PPBI) sengaja untuk pertama kali menggelar Pameranr Bonsai se-Kabupaten Pangandaran. 

Satu jam lebih mengelilingi lokasi pameran melihat satu persatu bonsai yang dipamerkan mata pun tidak pernah puas menikmatinya, sehingga setiap harinya even pun tidak pernah sepi pengunjung.

Dan mata pengunjung pun akan dimanjakan dengan segala jenis tanaman, ukuran, bentuk, gaya serta penampilan prima. Dari seluruh jenis ukuran yang ditampilkan, bisa dikatakan, ternyata bonsai karya Pangandaran telah maju pesat dan mempunyai penggemar yang tidak sedikit.
   
Menurut Humas PPBI, Dani, even ini digelar selain untuk ajang silaturahmi antar penggemar bonsai yang ada di Pangandaran, juga untuk saling bertukar informasi sesama komunitas penggemar bonsai.

“Saya tidak menyangka, ternyata pencinta bonsai banyak juga di Pangandaran. “ungkapnya.(26/5)

Dani mengatakan, dalam kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini, banyak kreatifitas tergali dari sesama anggota, sehingga diharapkan ke depan akan menambah khasanah dan wawasan tentang cara merawat bonsai yang benar dan sekaligus indah dilihat.

Seperti dikatakan salah seorang penggeamar bonsai asal Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran, Sigit. Menurutnya, kecintaan pada keindahan bosan merupakan art (seni) yang tidak bisa diukur dengan materi.

“Artinya, jika seseorang sudah menyukai, maka susah kalau diukur hanyas dengan harga yang ditawarkan. “kata Sigit.

Hal senada dikatakan Kang Ayi, menurut penggemar bonsai asal Desa Batukaras Kecamatan Cijulang ini, menikmati keindahan bonsai sulit dikatakan dengan kata-kata, memandang tipikal dan tekstur tanaman bertumbuh mini ini seakan memandang pohon besar dalam satu tatapan mata.

“Terasa ada kesejukan merasuk dalam batin serta memberika nuansa keindahan alam dalam media kecil. “ungkapnya. (hiek)

BUPATI CIAMIS HADIRI ACARA PELETAKAN BATU PERTAMA MESJID AL QAUSAIN BANJARSARI

BANJARSARI- Bertempat di Kecamatan Banjarsari, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin berkesempatan hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Al Qausain yang juga dihadiri ketua Baznas Ciamis, KH Saeful Uyun, anggota DPRD, Forum Kecamatan Banjarsari, Tokoh Agama dan warga masyarakat lainnya.
Mesjid yang ini dibangun dari APBD Provisi Jawa Barat, menurut Ketua Pembangunanya, H. M Cholil, menelan biaya sekitar Rp 13 milyar.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis, H. Iing menyampaikan, walaupun melalui proses yang tidak mudah namun  pembangunan mesjid ini sudah memenuhi syarat menjadi masjid besar. Dari luas lahan sekitar 4.340 m2, luas area parkir bisa menampung 50 mobil dengan kafasitas mesjid yang akan banyak menampung jemaah.

“Saya mengucapkan terimakasih untuk masyarakat Banjarsari yang telah banyak membantu pemerintah dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Ciamis. “kata Iing.(24/5)

Menjekang datangnya buklan suci Ramadhan, Iing pun mengajak masyarakat yang hadir untuk senantiasa meneladani secara baik dari segala ucapan dan tindakan yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan sejatinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan tanggungjawab kita bersama dan bukan orang per orang. “imbuh Iing.

Di akhir sambutannya, Iing pun tidak lupa meminta kepada para jama’ah yang hadir untuk senantiasa mendukung pemerintah dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan membangun Kabupaten Ciamis yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan bersama.(Toni  T)

PEMKAB PANGANDARAN NIKMATI INDAHNYA KEBERSAMAAN DALAM ACARA MUNGGAHAN

CIMERAK - Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, seperti biasanya tradisi munggahan ini jadi bagian penting yang “harus” dilakukan umat islam di tanah jawa, tidak terkecuali masyarakat Pangandaran, sebagai ajang silaturahmi antar sesama umat muslim sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan suci ramadhan.

Munggahan tak hanya dilakukan masyarakat, pemerintah puntidak mau ketinggalan, untuk  menggelar acara silaturahmi di jajaran pemerintahan dengan nuansa munggahan.

Seperti di pemerintahan kabupaten Pangandaran, bertempat di Pantai Madasari Desa Masawah Kecamatan Cimerak.(24/5). Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, ketua DPRD Iwan M Ridwan dan anggita DPRD lainnya serta hampir seluruh pejabat di lingkup pemda Pangandaran larut dalam suasana penuh religi.

Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata mengatakan, mudah-mudahan acara ini bisa dijadikan ajang silaturahmi dan saling memaafkan sebelum melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan tiba.

“Kita sebagia manusia memiliki kesalahan, baik yang terasa maupun tidak saat kita melaksanakan tugas pekerjaan sehari-hari, mari kita saling memaafkan pada moment silaturahmi ini", katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Bupati Pangandaran, H.Adang Hadari, ia bersyukur semua masih diberi nikmat panjang umur hingga sebentar lagi bertemu dengan bulan ramadhan yang penuh berkah hingga  semuanya bisa melaksanakan ibadah puasa di bulan suci  Ramadhan.

“Dan lewat acara munggahan ini mari kita saling memaafkan, “ ungkap Adang sambil mengutip sebuah hadits, yang artinya, Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

Masih di acar munggahan, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan berharap, acara ini bisa dijadikan ajang silaturahmi antara pimpinan dan bawahan sebagai cara untuk lebih merekatkan hubungan kerja dalam melaksanakan tugas, karena dalam acara munggahan ini semua lebih menekankan pada acara saling memaafkan atas segala kesalahan selama ini sebelum bulan suci ramadhan tiba.

“Betapa indah jika kecersamaan ini selalu terjaga hingga, sehingga tugas berat pun jika dikerjakan dengan penuh ikhlas dan kebersamaan, akan terasa ringan.

Pada akhir acara, wakil bupati, H. Adang Hadari pun berkesempatan memimpin do'a bersama. (AGE)

JUMLAH LANSIA DI PANGANDARAN CAPAI 40 RIBU JIWA

PARIGI-Berdasarkan hasil survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2014, jumlah rumah tangga lanjut usia (lansia) sekitar 16,08 juta atau 24,50 persen dari dari jumlah rumah tangga di Indonesia.
Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Koordinasi Komda Lansia Kabupaten Pangandaran tahun 2017 di aula setda. (23/5).

Dikatakan Jeje, rumah tangga lansia adalah anggota rumah tangga yang berumur 60 tahun ke atas.

“Jumlah lansia pada tahun 2020 diprediksi mencapai angka 30 jiwa atau sebanding dengan 15,5 % dari seluruh penduduk Indonesia. “kata Jeje.

Lanjut usia, menurut Jeje, merupakan karunia Tuhan pada seluruh hambaNya yang harus disyukuri bersama. Tapi di Indonesia lanjut usia juga mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam undang-undang nomer 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia, pemerintah bertugas mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana penunjang bagi terlaksananya upaya peningkatan kesejahteraan sosial para lansia.

“Jadi kita harus mengupayakan agar lansia pun bisa berperan dalam pembangunan dengan kearifan, keterampilan dan kondisi fisiknya. “imbuh Jeje.

Menurut Jeje, ada 6 faktor yang perlu diperhatikan menjelang lanjut usia. Seperti, kesehatan emosi/fisik yang baik, pendapatan yang cukup, akomodasi sesuai, rekan atau tetangga yang sehaluan, hobbi yang mengasyikan dan filosofi hidup yang memadai.

Sementara Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang juga Ketua Komda Lansia Kabupaten Pangandaran mengatakan, jumlah lansia di Pangandaran ada sekitar 40800 jiwa dan merata ada hampir di setiap kecamatan.

“ Tapi data ini harus diperifikasi ulang, dan saya minta ke dinas terkait untuk mendata ulang berapa jumah riil lansia yang ada di Kabupaten Pangandaran. “ungkap Adang. (hiek)

INI KATA KADIS DPPKAD KABUPATEN PANGANDARAN TERKAIT KENDARAAN DINAS ASN

CIJULANG-Sangat disayangkan, adanya kendaraan dinas yang onderdilnya ditukar-tukar hanya untuk kepentingan pribadi. Padahal kendaraan tersebut merupakan sarana penunjang dalam melakukan tugas , juga untuk keperluan pelayanan sosial bagi masyarakat saat ada kebutuhan yang sipatnya urgen.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( DPPKAD) Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar. S, MM saat dikonfirmasi PNews perihal kejadian tersebut.

Hendar menegaskan, kewajiban merawat aset milik negara sudah melekat menjadi tanggungjawab setiap pemegang aset tersebut. Tidak semua Aparatur Sipil Negara (ASN ) mendapatkan kendaraan dinas, oleh karena itu dia meminta supaya para pemegang kendaraan dinas benar-benar memperhatikan kondisi kendaraan yang diberikan kepadanya.

“Kita tidak bisa melakukan pembiaran dengan kejadian itu, jangan sampai karena dianggap barang milik negara kemudian dibiarkan begitu saja," kata Hendar. (23/5)

Dikatakan Hendar, perlunya perawatan intensip untuk kenyamanan kendaraan yang dipakai untuk bertugas karena kendaraan itu dipakai setiap saat.

“Jika suatu saat kendaraan dinas tersebut onderdilnya ada yang diganti, maka bekasnya harus ada jangan sampai hilang”, ujarnya.

Menurut Hendar, jika ada kendaraan dinas yang hilang, ASN tersebut harus membuktikan dengan surat keterangan dari pihak kepolisian. Meskipun begitu, yang bersangkutan tetap harus bertanggungjawab dan menggantinya.

"jika kendaraan dinas itu hilang, maka ASN tersebut harus bertanggungjawab dan mengganti senilai harga kendaraannya yang dia pakai", tandasnya. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN