Kosti Berharap, Komunitasnya Dilibatkan dalam Event Pemda Pangandaran

 

PANGANDARANNEWS.COM - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pangandaran menyampaikan harapan agar ke depan bisa lebih dilibatkan dalam berbagai event resmi yang diselenggarakan instansi maupun dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, harapan ini mencerminkan semangat komunitas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendekatan budaya, sejarah, dan gaya hidup sehat.

Demikian disampaikan Salah satu anggota Kosti, Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya.(25/07/25)

Menurut Ismail, Kosti Pangandaran selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan lokal, seperti gowes budaya, kampanye hidup sehat, hingga bakti sosial. 

Namun demikian, kata Ismail, keterlibatan mereka dalam acara resmi pemerintah masih tergolong minim. Beberapa kegiatan internal mereka bahkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena menghadirkan nuansa kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal. Padahal, komunitasnya siap bergerak kapan pun diberi ruang dan kepercayaan.

 “Kami ini cinta budaya dan negeri dan kami siap mendukung setiap event pemerintah, tinggal diberi kesempatan,” ungkap Ismail.

Ia menambahkan, Kosti bukan sekadar komunitas sepeda tua melainkan penjaga nilai-nilai sejarah dan harmoni sosial dan dukungan terhadap Kosti juga datang dari masyarakat. 

Hal senada disampaikan pecinta sepeda ontel yang tinggal di Desa Pananjung, Haris (54), ia menilai keberadaan Kosti dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap kegiatan pemerintah daerah. Dan kegiatan Kosti itu unik, bisa jadi hiburan, edukasi, sekaligus promosi wisata. 

"Saya kira sayang sekali kalau mereka tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan Kosti bisa bersinergi dengan program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang pariwisata, budaya, dan olahraga. 

"Dengan dukungan masyarakat serta perhatian dari pemerintah, Kosti optimis dapat menjadi bagian dari wajah Pangandaran yang lebih berwarna dan membanggakan," ucapnya (arisfirdaus)

Polres Pangandaran Ajak Aksi Forum BBL Berdialog Cari Solusi Terkait SKAB

PANGANDARANNEWS.COM – Kericuhan hebat sempat mewarnai dan tak terhindarkan saat aksi unjuk rasa para nelayan yang teegabung dalam Forum Benih Bening Lobster (BBL) Kabupaten Pangandaran, bertempat di depan pintu gerbang pendopo bupati di Kecamatan Parigi.(24/07/25)

Dalam aksi Forum BBL terkait penerbitan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB), berubah menjadi lautan amarah ketika massa merasa aspirasinya diabaikan. 

Setelah berhasil menjebol gerbang dan membakar ban bekas, massa pun melampiaskan frustrasinya pada mobil Damkar yang disiagakan di lokasi dengan memecahkan kaca dan merusak bodinya dengan lemparan benda keras.

Aksi sempat memanas karena  massa tidak dapat bertemu Bupati Pangandaran, hal ini tentu saja membuat kemarahan massa pun memuncak dengan perusakan gerbang Pendopo dan memecahkan kaca depan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). 

Namun situasi yang hampir anarki ini akhirnya berhasil dikendalikan setelah Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H turun langsung menembus kerumunan massa yang beringas.

Di tengah situasi aksi tersebut, Kapolres Pangandaran mengambil langkah berani. Ia maju ke garis depan berhadapan langsung dengan massa dan berbicara melalui pengeras suara untuk meredam amuk yang lebih besar.

Di depan peserta aksi, dengan suara yang tegas dan jelas Kapolres menyampaikan ia akan memfasilitasi BBL dengan pemda.

"Saudara-saudaraku tolong dengarkan saya, kami siap memfasilitasi dan mendukung kepada pemerintah dan masyarakat, khususnya nelayan," tegas Kapolres.

Kapolres juga berpesan agar Pangandaran tetap kondusif karena pihaknya siap mengawal proses ini hingga ada solusi dengan cara yang terhormat, bukan dengan perusakan.

Massa yang tadinya emosional pun perlahan mulai tenang dan mendengarkan apa yang disampaikan Kapolres, komunikasi langsung itu berhasil memadamkan api amarah dan membuka kembali jalan dialog.

Setelah berdiskusi singkat dengan koordinator lapangan dan menegaskan kembali komitmennya, Kapolres  berhasil membujuk massa untuk membubarkan diri secara tertib. ***

Polsek Karangnunggal Gelar Forum Diskusi Ketapang, Cegah Pengangguran dan Dorong Ekonomi Lokal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kesadaran warga lokal terhadap pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi saat ini semakin menguat, hal ini tampak dalam kegiatan Forum Silaturahmi Warga Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang digelar di aula Kantor Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal  Kabupaten Tasikmalaya.(23/7/2025).

Acara yang diinisiasi oleh Polsek Karangnunggal bersama tokoh masyarakat ini mengusung tema “POLRI untuk Masyarakat” ini bertujuan meningkatkan fokus dan konsentrasi warga dalam menciptakan aktivitas positif, produktif dan bernilai ekonomi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Karangnunggal AKP, Jaja Hidayat, Ketua APDESI Karangnunggal, 9 kepala desa yang melrealisasikam Ketapang Penanaman jagung, Pengusaha dan petani lokal dari wilayah Tasik Selatan (Tasela), Kepala BPP, Para pengurus Bumdes dan perwakilan organisasi masyarakat Permata Pujaseka.

Dalam diskusi terungkap, sektor pertanian khususnya penanaman jagung ternyata memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan. Dari total kebutuhan jagung untuk pasar lokal dan peternak di wilayah Tasikmalaya Selatan saja saat ini baru mampu dipenuhi sekitar 25%, sementara permintaan pasar terus meningkat baik untuk kebutuhan pangan manusia maupun pakan ternak.

Kapolsek Karangnunggal dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya ingin warga punya kegiatan yang produktif dan menghasilkan. 

"Dengan bertani jagung misalnya, ini bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan daerah tapi juga mengurangi pengangguran, menekan angka kriminalitas dan meningkatkan kesejahteraan," kata Kapolsek.

Gayung bersambut, ternyata Badan Urusan Logistik (Bulog)  pun siap membeli jagung hasil panen warga dengan harga bersaing. Apalagi dengan standar kualitas yang baik, hasil jagung dari Karangnunggal bahkan bisa dikirim ke luar daerah untuk memenuhi kuota pasar nasional yang masih terbuka lebar.

Masih di tempat yang sama, Ketua Apdesi  Karangnunggal, Tohir E Sumarlin menambahkan, para kepala desa siap mendukung dengan memetakan lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan dan membantu memfasilitasi warga dengan pelatihan serta akses bibit dan pupuk.

Sementara salah seorang pengusaha lokal yang hadir dalam forum menyatakan minatnya untuk bermitra dengan kelompok tani warga, menurutnya ia butuh suplai jagung berkualitas untuk pakan ternak. 

"Selama ini stok masih kurang, kalau warga bisa produksi lebih banyak kami siap tampung,” ujarnya.

Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, pengusaha, dan masyarakat untuk menciptakan swasembada pangan lokal yang kuat dan berkelanjutan.

Sisi penting yang bisa diambil hasil diskusi forum tersebut, fokus warga pada kegiatan positif dan produktif akan mengurangi pengangguran dan kriminalitas dan selanjutnya potensi pasar jagung masih sangat besar, baru terpenuhi 25% dari kebutuhan pasar.

Tak hanya itu, selain bulog dan pengusaha lokal yang siap membeli jagung dengan standar kualitas baik, progarm ini juga perlu sinergitas antara warga, pemerintah dan pengusaha untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Hasil dari Kegiatan forum diskusi ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi berbasis pertanian di Karangnunggal umumnya wilayah Tasik Selatan dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, wilayah ini berpotensi menjadi salah satu sentra produksi jagung di tasikmalaya selatan yang akan memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan jangka panjang.(anwarwaluyo)

Diakui Masih Bingung Soal Modal, 93 Koperasi Merah Putih di Pangandaran Sudah Terbentuk

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami
PANGANDARANNEWS.COM - 93 Desa di Kabupaten Pangandaran tadi siang memghadiri Launching Koperasi Merah Putih melalui virtual, bertemoat di aula  Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Pangandaran. (21/07/25)

Pada kegiatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, sebanyak 93 desa di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah memiliki Koperasi Merah Putih walau masih terkendali terkait pembayaran ke pihak notaris sebagai proses administrasinya.

"Hingga saat ini masih ada desa yang belum selesai," ujarnya.

Bupati mengatakan, koperasi Merah Putih bisa mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Pusat apabila nanti sudah berjalan. 

"Sebuah koperasi bisa berjalan kakau ada modal, tetapi tahu sendiri kondisi kita saat ini," ucapnya.

Namun bupati menyebut, kendala tersebut akan dibahas lagi bersama-sama Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar Koperasi Merah Putih bisa berjalan karena syaratnya mendapat modal itu koperasi harus sudah berjalan.

Seperti diketahui, Koperasi Merah Putih ini termasuk Asta Cita ke-6 Presiden yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal sehingga pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa dan kelurahan.(hiek)

Tristan, Atlit Tarung Derajat Satlat Banjarsari Berhasil Raih Medali Kejurda Tingkat Pelajar Tahun 2025

PANGANDARANNEWS.COM - Tristan Nauval Akbar (16) yang lebih akrab di sebut Abang siswa SMP Negeri Banjarsari Kabupaten Ciamis, tampil cemerlang pada Kejuaraan Daerah (KEJURDA) Tarung Derajat antara Pelajar SD, SMP, SMA se-Jawa Barat kelas kejuaraan 49,1 -53 Kg tahun 2025.

Sebelumnya Tristan mengikuti seleksi tingkat Kabupaten Ciamis dan berhasil lolos bersama 8 orang petarung lain nya, kemudian ke 8 petarung yang lolos seleksi tersebut ikut di kejuaraan tingkat provinsi.

Seperti disampaikan pelatih Tarung Derajat Satlat Banjarsari,  Enjang, ia membenarkan, pihaknya mengirimkan sejumlah anak didiknya untuk ikut seleksi beberapa bulan yang lalu dan satu petarung berhasil lolos.

"Alhamdulilah petarung kamilolos ke tingkat kejurda dan sekarang mendapatkan mendali, dan tentu ini merupakan kebanggan tersendiri bagi saya selaku pelatih Satlat," ujarnya.(21/07/25)

Enjang mengatakan, kejuaraan Kejurda ini digelar di GOR Tri Lomba Juang Padjajaran Bandung pada tangga 17 hingga 20 Juli 2025 lalu.

Walau pun hanya meraih medali perunggu, tapi menurutnya, Tristan mampuh menunjukan penampilan terbaiknya dan mampu mempersembahkan mendali terhadap Satuan Latihan (Satlat) Banjarsari yang dipimpin oleh Yoga.

Terpisah saat dihubungi lewat telepon selullernya, Yoga mengaku bersukur dan bangga karena salah seorang atlitnya mampuh lolos dan memperoleh mendali.

Yoga juga berharap, dengan perolehan prestasi ini Tarung Derajat Satlat Banjarsari ke depan mampuh memperoleh mendali mas.

"Dan ini merupakan yang pertama kalinya Satlat banjarsari mengirimkan atlit tingkat SLTP ke Kejurda," ungkapnya.(Tn)

 

Atasi Serangan Hama Padi, Dinas Pertanian Pangandaran Sigap Tanggapi Keluhan Petani Di Kecamatan Mangunjaya

PANGANDARANNEWS.COM - Menanggapi keluhan warga terkait hama tanaman padi yang mulai menyerang, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran melalui petugas TPH Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mangunjaya pun turun ke lapangan melakukan monitoring langsung ke areal sawah yang ada di Desa sindangjaya.(21/07/25)

 Para petani pun berharap kehadiran petugas ini bisa membawa solusi bagi mereka dalam melakukan pencegahan hama tanaman padi.

Kepala BPP Kecamatan Mangunjaya Eneng Imas Masriah,S.K.H, dengan didampingi petugas Dinas TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan pun langsung melakukan koordinasi dengan beberapa kelompok pertanian yang ada di wilayah Mangunjaya.

Di sela-sela munjungannya, petugas dinas  TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan  menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran beserta jajaran  di bawahnya saat ini langsung turun ke sawah warga untuk menganalisa potensi dampak hama terhadap pertumbuhan padi warga, terutama tanaman padi.

"Dan ini merupakan tugas kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat petani yang ada di wilayah kerja kami," katanya.

Sebelumnya ia pun mengaku sudah memberikan informasi ke grup BPP Kecamatan Mangunjaya sebagai bentuk antisipasi penyebaran hama wereng, ulat serta tikus. 

"Kami berharap para petani di musim panen yang akan datang bisa sukses juga mendapat hasil yang melimpah," ucapnya. (Tn)

Diperkirakan Ini Penyebab Mengapa Udara Saat Ini Sangat Dingin

PANGANDARANNEWS.COM - Di berbagai media sosial (medsos)  beredar sejumlah narasi yang yang memberikan informasi, kenapa akhir-akhir ini kondisi udara dirasakan sangat dingin.

Seperti disampaikan di salah satu medsos, fenomena tak biasanya rotasi bumi diprediksi akan semakin cepat selama bulan Juli dan Agustus 2025 membuat hari-hari di periode tersebut menjadi lebih singkat dari biasanya.

Menurut pengamatan dari lembaga pemantau rotasi Bumi, IERS (International Earth Rotation and Reference Systems Service), 9 Juli 2025 diprediksi akan lebih pendek 1,30 milidetik dari panjang hari normal (86.400 detik). 

Sementara 22 Juli dan 5 Agustus masing-masing akan lebih pendek 1,38 dan 1,5 milidetik.

Fenomena ini dapat diprediksi oleh tronom, tetapi tetap dianggap mengejutkan. Sejak 1972, telah ditambahkan 27 detik kabisat untuk mengkompensasi perlambatan rotasi Bumi.

"Tidak adanya kebutuhan untuk detik kabisat ini tidak terduga," kata Judah.

Levine, fisikawan dari divisi waktu dan frekuensi di National Institute of Standards and Technology.

"Asumsinya adalah Bumi akan terus melambat dan detik kabisat akan terus diperlukan. Jadi fenomena ini sangat mengejutkan," jelasnya.

IERS sendiri akan terus memantau rotasi Bumi seperti biasa dan dapat memastikan seberapa pendek hari-hari di bulan Juli dan Agustus ini.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, sejak 2020 catatan menunjukkan tren percepatan rotasi Bumi yang belum sepenuhnya bisa dijelaskan. 

Bahkan, pada 2024 tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, yang 1,66 milidetik lebih cepat dari biasanya.

Meski Bulan dianggap sebagai penyebab perlambatan rotasi Bumi dalam jangka panjang, ia juga bisa mempercepat rotasi. Semakin dekat posisi Bulan ke ekuator bumi, semakin besar gaya tarik yang memperlambat Bumi.

Hari-hari terpendek ini diprediksi terjadi karena Bulan berada pada jarak maksimum dari ekuator Bumi, demikian dikutip dari IFL Science, Selasa (/7/2025).***


Warga Menyayangkan Mess Pemda Tasikmalaya Di Sindangkerta Kondisinya Kumuh Dan Tak Terurus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten  Tasikmalaya Jawa Barat yang berlokasi obyek wisata pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya kondisinya sangat memperihatinkan, kumuh dan menyeramkan seperti tidak terurus dan terawat lagi. Mungkin hal akibat dari kurangnya perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya sebagai pihak pengelola.

Salah seorang warga, Andri mengatakan, padahal mess tersebut merupakan milik Pemda yang ada  di destinasi wisata andala Kecamatan Cipatujah.

Andri menambahkan, terlihat di lokasi mess pemda di Sindangkerta ini kondisi bangunannya kumuh dikarenakan beberapa lampu penerangan yang sudah tidak berfungsi lagi, landscape yang rusak, cat dinding gedung yang sudah pudar dan beberapa kaca jendela yang pecah, sehingga terlihat tidak terawat bagaikan tidak terurus.

"Jika dirawat dan diperbaiki, mess ini akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tasikmalaya Apalagi posisi Mess Pemdaini sangat strategis, di obyek wisata," ucap Andri.(18/07/25)

Seperti diketahui, selain untuk sarana pelayanan publik dan pegawai negeri, mess ini juga bisa difungsikan menjadi penginapan bagi pengunjung yang berwisata Sindangkerta.

Mess ini juga selalu dipakai kegiatan, seperti acara  O2SN atau kegiatan lainnya.

Saat PNews mencoba konfirmasi ke Dinas Parawisata, sayang menurut salah seorang petugas security Kepala Dinas sedang sakit.

Dan saat Pnews telepon ke sekretaris dinas, telepon selulernya tidak dapat dihubungi.(anwarwaluyo)


Sejumlah Mahasiswa KKN IPB University Kenalkan Inovasi Lumpia Ikan Lele Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Cibenda

oleh: Nur Hifzhul Mawalia Alfath 

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah mahasiswa IPB University yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menggelar pelatihan pembuatan lumpia ikan lele yang diikuti ibu-ibu PKK.(17/07/25)

Menurut salah seorang peserta KKN, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi olahan ikan lele sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal. Pasalnya berbeda dengan wilayah lain yang sudah aktif membudidayakan ikan lele, Desa Cibenda justru masih memiliki tingkat budidaya lele relatif minim. 

"Hal inilah yang mendorong kami untuk menginisiasi kegiatan pelatihan olahan ikan sebagai bentuk pengenalan manfaat dan potensi usaha dari sektor perikanan air tawar," ucapnya.

Para mahasiswa juga melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan olahan ikan lele, sekaligus memperkenalkan bahwa ikan lele tidak hanya bisa dibudidayakan tetapi juga diolah menjadi produk makanan siap saji yang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, para mahasiswa berharap agar masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga bisa melihat potensi ekonomi dari sektor perikanan, baik melalui budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. 

Ia menyebut, kegiatan pelatihan yang diikuti ibu-ibu PKK dari beberapa dusun di Desa Cibenda ini bisa belajar langsung cara mengolah daging lele menjadi isian lumpia, teknik memasak lumpia, sampai teknik menggulung lumpia serta diskusi ringan mengenai strategi pengembangan dan pengolahan produk rumahan.

"Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menjadi awal tumbuhnya usaha olahan ikan lele yang berkelanjutan di Desa Cibenda," ungkapnya.

Program ini ternyata mendapat sambutan positif dari peserta, salah satunya dari anggota PKK yang  menyampaikan, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar karena memberikan keterampilan dan ide baru sekaligus inspirasi untuk kami dalam memulai usaha kecil dari rumah.

Menurutnya, pelatihan ini juga sejalan dengan program-program strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya dalam upaya mendorong diversifikasi produk perikanan, peningkatan konsumsi ikan serta penguatan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis perikanan.

(penulis adalah salah satu peserta KKN IPB)


Catat, Ini Tips Manfaat Senam untuk Diabetes RSUD Pandega Pangandaran

Oleh hiek | Kamis, 12 Juni 2025 

PANGANDARANNEWS.COM – Diabetes yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis, penyakit ini merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Penyakit kronis ini ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang. Dan jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi serius. Namun kabar baiknya, diabetes dapat dicegah dan dikelola melalui perubahan gaya hidup termasuk aktivitas fisik teratur seperti senam.

Seperti disampaikan fisioterapis di RSUD Pandega Pangandaran, Iwan Kartiwan, pentingnya senam sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mencegah dan mengelola diabetes. 

“Senam secara teratur dapat membantu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, hormon yang mengontrol kadar gula darah,” jelas Iwan, Kamis (12/06/25)

Kata Iwan, sensitivitas tubuh terhadap insulin akan meningkat dengan senam memungkinkan sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah lebih efisien. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Berikut manfaat Utama Senam untuk Pencegahan Diabetes

Sementara fisioterapis lainnya di RSUD Pandega Pangandaran Wisnu Fajar menambahkan beberapa manfaat utama senam dalam mencegah diabetes, diantaranya,

1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Aktivitas fisik membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi, mengurangi kebutuhan produksi insulin dalam jumlah besar, dan mencegah resistensi insulin.

2. Menurunkan Berat Badan: Kelebihan berat badan adalah salah satu faktor risiko utama diabetes tipe Senam membakar kalori dan lemak, membantu penurunan berat badan yang sehat.

3. Meningkatkan Massa Otot: Otot adalah pembakar glukosa terbesar dalam tubuh. Senam dapat membantu membangun dan mempertahankan massa otot.

4. Melancarkan Sirkulasi Darah: Aliran darah yang lancar penting untuk mencegah komplikasi diabetes, seperti neuropati dan masalah pada kaki.

5. Mengurangi Stres: Stres dapat memicu peningkatan kadar gula darah. Senam merupakan cara alami untuk meredakan stres dan menjaga keseimbangan hormon.

Jenis Senam yang Direkomendasikan

Wisnu juga merekomendasikan senam intensitas moderat yang dilakukan secara teratur, idealnya lakukan senam aerobik seperti jalan cepat, bersepeda atau senam irama setidaknya 150 menit per minggu yang dibagi menjadi sesi-sesi singkat,

“Saya juga menyarankan agar menambahkan latihan penguatan otot dua hingga tiga kali seminggu,:ungkapnya. 

Berikut beberapa gerakan senam sederhana yang dapat dilakukan di rumah:

Jalan di Tempat: Angkat lutut setinggi pinggul sambil mengayunkan tangan selama 5-10 menit.

Arm Circles (Putaran Lengan): Rentangkan lengan ke samping, lakukan putaran ke depan dan ke belakang.

Leg Lifts (Angkat Kaki): Berdiri tegak dengan pegangan kursi, angkat satu kaki ke samping atau belakang.

Squats (Jongkok): Berdiri dengan kaki selebar bahu, tekuk lutut seperti akan duduk di kursi, pastikan punggung tetap lurus.

Senam Peregangan: Peregangan untuk melenturkan otot-otot besar.

Pesan Penting untuk Masyarakat Pangandaran

Sebelum memulai program senam, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis. “Konsultasi awal penting untuk memastikan jenis dan intensitas senam yang sesuai dengan kondisi fisik individu,” tegas Wisnu.

RSUD Pandega Pangandaran siap memberikan panduan dan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik untuk kesehatan. Dengan menjadikan senam sebagai bagian dari gaya hidup sehat, masyarakat Pangandaran dapat mengambil langkah proaktif untuk mencegah diabetes dan meningkatkan kualitas hidup mereka.***


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN