Pihak Puskesmas Berharap Masyarakat Jatiwaras Lebih Proaktif Manfaatkan Program CKG

Erfin Pelani
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Di Puskesmas Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto telah resmi diluncurkan, program ini bertujuan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat sejalan dengan komitmen mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif dan merata.

Demikian disampaikan Kasubag Kepegawaian Puskesmas Jatiwaras, Erfin Pelani, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(28/04/25)

Dalam implementasi, terang Erfin, CKG di Puskesmas Jatiwaras ini melibatkan penyediaan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. 

"Program ini ditujukan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari bayi dan anak-anak hingga orang dewasa dan lansia," ucapnya.

Ia menambahkan, CKG ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka dengan melakukan pemeriksaan rutin sebagai langkah pencegahan untuk semua kelompok usia termasuk bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, dan lansia. 

Ia menyebut, layanan CKG ini mencakup berbagai jenis pemeriksaan, seperti skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gizi, telinga, mata, tekanan darah, dan pemeriksaan terkait risiko stroke, jantung, kanker, serta kesehatan mental dan fisik.

"Partisipasi Masyarakat disini masih hanya beberapa orang yang telah memanfaatkan program ini, dan sejauh ini puskesmas juga sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan sudah bekerja sama dengan desa-desa yang ada disini," katanya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat agar kedepannya dapat memanfaatkan layanan CKG ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan deteksi dini terhadap penyakit, sehingga diharapkan dengan program CKG ini masyarakat bisa lebih proaktif lagi.

"Semoga dengan adanya program CKG ini masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka dan meningkatkan kualitas hidup untuk lebih sehat lagi," tegasnya.(anwarwaluyo-udirustandi)


Rencana Reaktivasi PT KAI Banjar-Pangandaran, Dipastikan 4 Ribu KK Akan Terdampak

bangunan-bangunan di atas rel KAI
PANGANDARANNEWS.COM - Isyu terkait reaktivasi kereta api (PT. KAI) jurusan Banjar - Pangandaran beberapa hari lalu menjadi perbincangan di masyarakat usai Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat menghadiri Air Show Susi Air menyampaikan kepada sejumlah wartawan yang mengatakan bahwa proses jalur rel sepanjang 82 kilometer ini ditargetkan rampung pada tahun 2025 dan kini tengah memasuki tahap penganggaran melalui APBD Perubahan Jawa Barat.

Saat diminta tanggapannya petugas KNA (Komersial Non Angkutan) PT. KAI wilayah Banjar-Cijulang, Bangbang Turisno, ia mengaku tidak tahu persis apakah rencana reaktivasi rel kereta Banjar - Pangandaran ini memang benar akan dilaksanakan tahun ini seperti disampaikan wagub jabar.

Menurutnya kewenangan tersebut sepenuhnya ada di kantor Daerah Oprasional (DAOP) II Bandung, dan ia mempersilahkan media untuk menemui langsung bagian Humas Daop II di Bandung.

"Saya tidak punya kapasitas untuk memberi tanggapan tentang hal itu, silahkan tanya langsung ke humas di bandung," kata Bangbang.(28/04/25)

Bangbang mengatakan, dalam data yang ia miliki tercatat ada sekitar 3-4 ribu Kepala Keluarga (KK) yang saat ini menempati area bantaran rel kereta api.

Sebenarnya jumlah tersebut bisa lebih jika dihitung jumlah bangunan yang ada di tanah milik PT. KAI ini, namun kata Bangbang, bangunan tersebut ini ada yang di lokasi jarak aman dan tidak aman.

Bangbang menjelaskan, yang disebut jarak tidak aman adalah bangunan yang ada dalam radius 7 meter dari bantaran rel dan bangunan jarak aman adalah yang lokasinya lebih dari 7 meter dari rel.

"Karena ada tanah yang jarak lokasinya hingga 90 meter dari rel, tapi ini masih milik PT KAI," jelasnya.

Bangbang menyebut, tugas dari KNA ini hanya mencatat dan mendata masyarakat yang menempati tanah milik PT KAI, lalu membuat buku kontrak perjanjian dan menerima sewa lahan walau pembayarannya sekarang bisa juga dilakukan secara on line.

Besaran harga sewanya disesuaikan dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) masing-masing lokasi, untuk yang digunakan hunian sebesar Rp5 ribu per meter sementara yang digunakan untuk kebun, sawah dan kolam sebesar Rp1500 per meter.

Bangbang juga mengatakan, dalam kontrak perjanjian antara pengguna lahan dan PT KAI ini, diantaranya pengguna harus membayar sewa, tidak merubah posisi awal, bangunan tidak boleh permanen, apabila PT KAI akan menggunakan kembali tidak ada ganti rugi dan lainnya.

"Namun sekali lagi terkait reaktivasi PT KAI Banjar-Pangandaran ini, silahkan datang saja langsung ke humas daop 2 di Bandung," imbuhnya.

Seperti diketahui, kereta dengan lokomotip diesel dan gerbong terbuat dari kayu jurusan Banjar-Cijulang ini resmi berhenti pada tahun 1983,  saat Gunung Galunggung di Tasikmalaya meletus.

Kereta ini melintasi beberapa statsiun, diantaranya statsiun pemberangkatan di  Banjar, Batulawang, Banjarsari, Cangkring, Cicapar, Padaherang, Ciganjeng, Tunggilis, Kalipucang, Sumber, Ciputrapinggan, Pagandaran, Cikembulan, Ciokong, Cibenda, Parigi dan berakhir di statsiun Cijulang.

Namun seiring berjalannya waktu, dari sejumlah statsiun tersebut hanya menyisakan 4 statsiun saja walau dengan kondisi tinggal puing saja.

"Statsiun Banjarsari, Kalipucang,  Pangandaran dan statsiun Cijulang," ungkap Bangbang.(hiek)


Siap Lahirkan Generasi Hafiz Al-Quran, PPTQ Daarul Hikmah 2 Kini Hadir Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Berdiri di lahan seluas 2 hektar yang berlokasi di Blok Bojongaren Dusun Tarikolot Desa Pajaten Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, kini berdiri sebuah  Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Daarul Hikmah 2.

Selain dari para donatur, ponpes yang ada dibawah Yayasan Srisanoesi Affandi ini dalam pembangunan mesjid yang diberi nama Markaz Abdul Aziz Bin Abdullah Ar-Ruwaita Wa Walidaihi dan sejumlah ruang kelas serta asrama ini mendapat bantuan dari World Assembly of Muslim Youth (WAMY).

Seperti disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren (Mudir), PPTQ Daarul Hikmah 2 Ustadz Jalaludin S.Pd, sejak didirikan pada bulan juni 2022, SMP IT Daarul Hikmah 2 sudaj mempunyai 30 siswa yang mondok di pesantren.

Jalal mengatakan, setiap siswa yang sekolah di SMP IT ini diwajibkan untuk mondok di pesantren karena para siswa ini harus menjadi.generasi yang hapal.Al-quran.

"Dan kami bersyukur karena selama ini kami bisa bekerja-sama dengan WAMY," ungkap Jalal.(27/04/25)

Dengan adanya gedung dan masjid baru, Ia juga mengajak pada masyarakat untuk bisa memanfaatkanya menjadi sarana ibadah.

"Insaalloh kami hadir dan berkontribusi untuk melahirkan generasi hapal Al quran," tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Direktur WAMY Aang Suwandi Lc mengaku pihaknya hingga saat sudah membangun 20 fasilitas ibadah di Kabupaten Pangandaran, salah satunya di Daarul Hikmah 2.

"Jadi WAMI ini sudah lama bekerjasama dengan masyarakat Pangandaran," ucapnya.

Ia juga berharap agar fasilitas masjid pendidikan ini bisa digunakan dengan baik, dan bisa melahirkan generasi cerdas dan berkaratker.

"Sebuah generasi penghapal Al-quran," imbuhnya.

Sementara Ketua Yayasan Srisanoesi Affandu H Juhendi Bsc Sp Mp mengatakan, satuan pendidikan dan ponpes ini berdiri sejak tahun 2022.

"Seluruh bangunan ini berdiri diatas tanah seluas 2 hektar yang merupakan wakaf dan berjuang untuk membangun generasi muda yang cerdas dan berahlaq mulia," ungkap Juhendi.(hiek)

3 Terowongan Di Kecamatan Kalipucang Pernah Jadi Saksi Kejayaan Kereta Api Jalur Banjar-Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Ada tiga terowongan di jalur kereta api menuju Kabupaten Pangandaran yang yang dulu pernah berjaya saat kereta api jurusan Banjar Cijulang masih berjlan, ketiga terowongan yang memiliki ukuran panjang dan tinggi berbeda ini tersebut berada di wilayah Kecamatan Kalipucang.

Pertama,  Terowongan Hendrik, memiliki tinggi 5 meter, lebar 4 meter, dan panjang 106 meter. Mulut terowongan bagian selatan dibangun dengan konstruksi batu kali dan bagian langit terowongan dicor beton. Kemudian terdapat saluran drainase pada kedua sisi terowongan berukuran lebar sekitar 20 centimeter dan dalam 20 centimeter. Terowongan ini digali menembus perbukitan dengan kondisi material bebatuan berupa batu breksi.

Kedua, Terowongan KA Wilhelmina, terowongn ini memiliki panjang 1.116 meter dan termasuk terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Untuk mulut terowongan memiliki lebar 400 cm dengan tinggi 450 cm. Bentuk terowongannya memanjang lurus dan titik cahayanya terlihat jauh jika dari muka pertama masuk. Kemudian, di tengah-tengah terowongan terlihat gelap gulita. 

Dan ketiga terowongan Kereta Api Juliana, terowongan ini memiliki panjang 147 meter dan di bagian tengah, terowongan ini berbelok sehingga membatasi jarak pandang dan bagian atas mulut terowongan berbentuk setengah lingkaran dengan bagian bawah berbentuk persegi.

Menurut Kepala Desa Pamotan Kecamata Kalipucang, Andi Suwandi, terowongan kereta api itu yang satu berada di perbatasan Desa Pamotan dan Desa Kalipucang, satu di wilayah Desa Pamotan, dan satu lagi berbatas dengan Desa Emplak

"Dan yang paling panjang yaitu terowongan Wilhelmina ini kita bisa  pemandangannya langsung ke wisata Pantai Karangnini," jelas Andi, lewat sambungan whats appnya, (24/04/25) 

Jika jalur terowongan kereta api ini direaktivasi, kata Andi, penumpang bisa melihat spot pemandangan alam dan laut yang luar biasa karena, setelah terowongan pasti bisa lihat perbukitan dan tempat wisata Pantai Karangnini.

Andi juga mengaku sangat bersyukur jika kereta api Banjar-Cijulang ini bisa diaktivkan kembali  karena dampaknya tetu bisa menghidupkan perekonomian dan wisata Desa,..

Hal senada disampaikan Camat Kalipucang, Bangi, menurutnya  empat bulan yang lalu tiga terowongan itu sempat disurvei PT KAI dan perwakilan Dirjen darat.

Dan beberapa hari lalu juga, imbuh Bangi, ia bersama sama survei ke ketiga terowongan itu dan satu Eks Stasiun KA.

"Kami juga tentu sangat mendukung karena ini akan menjadikan akses lebih bagus ke Pangandaran, semoga bisa menambah daya tarik wisatawan," kata Bangi.(hiek)






Sudah 4 Bulan TPP ASN Pangandaran Belum Cair, Pemkab Janji Akan Dibayar Satu Bulan Dulu

PANGANDARANNEWS.COM – Dilansir dari berita salah satu media on line, sudah empat bulan ini Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) atau Tunjangan Kerja Daerah (TKD) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pangandaran belum juga dibayarkan, Hal ini tentu menjadi beban tersendiri para ASN, karena mereka sangat mengandalkan TPP sebagai sumber penghasilan tambahan di luar gaji pokok.

Tak hanya itu, bagi ASN yang memiliki kewajiban cicilan ke bank keterlambatan ini menjadi persoalan serius pasalnya sebagian besar ASN ini harus merelakan gaji bulanan yang otomatis terpotong untuk membayar angsuran tanpa adanya pemasukan tambahan dari TPP.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran, Idi Kurniadi mengatakan, saat ini Pemkab Pangandara berencana akan membayarkan TPP untuk satu bulan terlebih dahulu sebagai langkah awal penyelesaian tunggakan.

TPP ini, kata Idi, memang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangandaran dan  rencananya akan dibayarkan dulu untuk satu bulan.

“Untuk membayar TPP ASN ini Pemkab Pangandara membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk setiap bulannya,” terang Idi.(23/04/25)

Namun sayang, Idi menyebut, tahun lalu Pemkab Pangandaran mengalami kekurangan PAD sebesar Rp 17 miliar sehingga iniberimbas langsung pada tertundanya pembayaran TPP.

PAD tahun ini juga, imbuh Idi, tidak hanya digunakan untuk membayar TPP namun juga memiliki kewajiban lain yang harus dipenuhi  termasuk pembayaran utang kepada pihak ketiga atau penyedia jasa. 

“Dan dalam kondisi keuangan yang terbatas seperti saat ini pemerintah daerah pun harus menetapkan skala prioritas penggunaan anggaran,”ucapnya.

Sementara itu, salah seorang ASN saat diminta tanggapannya mengaku harus putar otak untuk bisa menutupi  kebutuhan setiap bulannya.

Menurut ASN yang enggan ditulis namanya ini, mungkin hampir sebagian gaji ASN ini sudah diagunkan ke bank sehingga untuk menutupi kebutuhan tiap bulannya hanya mengandalkan TPP

“Maff saya tidak mau berkomentar banyak, namun yang pasti apa yang saya rasakan ini dirasakan juga oleh rekan ASN lainnya,”ucapnya.(hiek)


Agar Arus Wiisatawan Lebih Lancar, DPRD Pangandaran Dorong Pembangunan Tol Getaci Juga Perbaiki Jalan Di Kawasan Emplak

PANGANDARANNEWS.COM - Menanggapi rencana pembangunan jalan tol  Gedebage, Tasikmalaya, Cilacap (Getaci itu) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran berharap ada strategi yang harus disiapkan dan dilakukan terkait kondisi jalan raya menuju Pangandaran, salah satu yang menjadi bahasan adalah kondisi jalan raya di kawasan Desa Emplak sampai Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang. 

Seperti dismapaikan Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin lewat pesan whats appnya, di jalur tersebut terjadi penyempitan karena jalannya terlalu berkelok kelok serta banyak tikungan tajam Sehingga bus atau truk yang belok itu harus berhenti jika berpapasan dengan kendaraan besar lain dari arah berlawanan.

"Jadi saran kita, jalan itu diperlebar atau kalau tidak tikungan tikungan berbatu itu bisa disodet," katanya.(24/04/25)

Tentu, menurut Asep, ini bisa menjadi solusi karena ada beberapa daerah yang sudah melakukan, seperti tikungan tajam di jalan raya Cilacap Jawa Tengah di sekitar daerah Patimuan. 

"Disana ada tikungan tajam lalu disodet agar jalannya bisa diluruskan. Sekarang jalannya bagus dan lebar," ujarAsep.

Asep mengatalan, hal tersebut tentu akan membantu akses ke obyek wisata di Kabupaten Pangandaran, karena  kekhawatiran ini manakala jalan tol itu sampai ke Kalipucang tentu  volume arus wisatawan ke Pangandaran akan luar biasa.

"Jadi menurut hemat kami, jalan raya itu harus diperlebar atau diluruskan, untuk ini sebaiknya Pemda Pangandaran harus mulai berkomunikasi dengan kementerian PUPR," imbuhnya.(hiek)




Warga Sindangjaya Datangi Desa Untuk Audens Terkait Limbah Peternakan

PANGANDARANNEWS.COM - Masyarakat Desa Purwasari dan Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran siang tadi mendatangi kantor Desa Sindangjaya, mereka memprotes terkait limbah peternakan ayam yang terletak di perbatasan Kabupaten Pangandaran dan kabupaten Ciamis tepat nya di RT 17 RW 04 Desa Sindangjaya.(23/04/25)

Berawal dari pemberitaan sebuah media masa yang memberitakan dampak aroma tak sedap yang ditimbulkan dari kandang ayam tersebut, sehingga membuat sejumlah warga pun ramai-ramai mendatangi kantor Desa Sindangjaya untuk meminta solusi terkait hal tersebut.

Warga memprotes, karena aroma menyengat yang ditimbulkan dari kotoran dan pakan ayam di dekat pemukiman warga menimbulkan bau tak sedap dan menyebabkan lalat berdatangan.

Dalam aksi yang ditindaklanjuti dengan mediasi oleh pemerintah desa serta disaksikan Camat mangunjaya Sofyan Tanjung, Kapolsek Padaherang, Satpol PP, Babinsa, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabuaten Pangandaran, warga meminta pemilik peternakan pun segera memperbaiki sistem pengolahan limbah.

Salah seorang perwakilan warga, Rido berharap agar perusahaan bertanggung jawab atas dampak polusi air dan udara yang di timbulkan dari kandang hayam tersebut.

"Kami menuntut agar pengelolaan limbahnya harus sesuai SOP, karena dambaknya langsung dirasakan kami," ucapnya.

Terutama kalau malam, kata Rido, pernapasan terasa sesak karena aroma bau yang menyengat hidung dan paru-paru.

"Sekali lagi, kami berharap hal ini segera bisa diatasi," tegasnya.

Sementara salah seorang perwakilan dari perusahaan juga sebagai konsultan, Maman, menyebut, pihaknya bersikap welcome terhadap peserta audien.

Maman mengaku senang karena telah dimediasi oleh pemerintah setempat, dan pihaknya pun kedepan siap untuk melakukan perbaikan.

"Sebenarnya, sebelumnya kami pun sudah melakukan langkah langkah dalam menjaga dampak terhadap lingkungan ini," ujarnya.

Sementara dari hasil auden, perusahaan dan warga akhirnya  disepakati dengan membuat kesepakatan tertulis.(Tn)

Peringati Moment Hari Kartini, Petugas Spbu 34.463.19 Pangandaran Kenakan Kebaya

PANGANDARANNEWS.COM - Ada suasana berbeda di SPBU 34.463.19 YANG TERLETAK DI Jalan Merdeka Pangandaran tepatnya di samping RSUD Pandega, bertepatan dengan Hari  Kartini, sejumlah petugas perempuan tampil anggun mengenakan kebaya saat melayani pelanggannya saat mengisi bahan bakar minyak (BBM).(21/04/25)

Di momen Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April ini tidak hanya menjadi momen seremonial, namun juga menjadi saat untuk menebar semangat emansipasi dan pelestarian budaya.

Seperti disampaikan Manajer SPBU Pangandaran, Muhammad Apip Triyadi, kegiatan ini merupakan bentuk momen untuk memperingati dan penghormatan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, kata Apip, para karyawan SPBU 34.463.19 sengaja mengenakan seragam kebaya dan pakaian pangsi selama dua hari, dan ini sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan Ibu Kartini.

“Penggunaan kebaya ini juga menjadi simbol pelestarian budaya serta wujud apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk di sektor pelayanan,”kata Apip.

Apii mengaku senang karena langkahnya ini ternyata mendapat respon positif dari masyarakat., khusunya pelanggan yang juga merasakan terinspirasi oleh semangat Kartini yang tercermin dalam lingkungan kerja SPBU.

Seperti dikatakan seorang ibu yang sedang mengisi BBM sepeda motornya, menurutnya ia sangat terkesan dengan penampilan para petugas yang yang hari ini mengenakan kebaya

“Semoga wanita Indonesia semakin kuat,” ucapnya.(hiek)


Reaktivasi Jalur KA Banjar–Cijulang Ditarget Rampung Tahun Ini, Ini Penjelasan Wagub Jawa Barat

PANGANDARANNEWS.COM - Upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali jalur kereta api (KA) jalur Banjar–Cijulang di Kabupaten Pangandaran menunjukkan progres yang signifikan, jalur rel sepanjang 82 kilometer ini ditargetkan rampung pada tahun 2025 dan kini tengah memasuki tahap penganggaran melalui APBD Perubahan Jawa Barat.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, usai menyaksikan Air Show Pangandaran 2025 di International Beach Strip Susi Air Pangandaran.

“Reaktivasi kereta Banjar-Pangandaran ini merupakan bagian dari lima jalur kereta api yang akan diaktifkan kembali di tahun ini dan progresnya saat ini sedang berjalan,” terangnya. (19/04/25)

Selain Banjar–Cijulang, kata Erwan, ada empat jalur lainnya yang masuk dalam daftar reaktivasi seperti  jalur  Bandung–Ciwidey (37,8 km), Garut–Cikajang (28,2 km), Rancaekek–Tanjungsari (11,5 km) dan Cipatat–Padalarang (17 km). 

Ia menilai, langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, keberadaan jalur KA Banjar–Cijulang nantinya tidak hanya mendukung sektor pariwisata tetapi juga memperlancar distribusi hasil laut dari kawasan pesisir selatan Jawa Barat khususnya Pangandaran. Dan dengan diaktifkannya kembali jalur ini, wisatawan lebih mudah ke Pangandaran dan distribusi hasil laut bisa lebih cepat dan efisien.

Disola terkait pembebasan lahan, menurutnya, sebagian besar proses telah rampung terutama di segmen Banjar–Pangandaran sementara untuk segmen Pangandaran–Cijulang saat ini prosesnya masih berjalan.

“Dari Banjar ke Pangandaran sudah tuntas, sementara Pangandaran ke Cijulang masih diproses,” jelasnya.

Erwan menyebut, pembangunan jalur baru dan perbaikan fasilitas rel akan segera dimulai dengan kesiapan fisik jalur yang sudah memadai di beberapa titik, jalur Banjar ke Pangandaran tinggal diaktifkan karena secara fisik sudah siap.

Untuk masalah pendanaannya, Erwan mengaku optimis karena saat ini proses penganggaran sedang dibahas dalam APBD Perubahan 2025. 

“Insyaallah pengerjaannya mulai dilaksanakan setelah ketok palu anggaran di bulan Mei ini, saya berharap target selesai sesuai rencana’ ucapnya.(hiek)


Jadi Satu dari Tiga RS di Jawa Barat Kini RSUD Pandega Pangandaran Miliki Alat Crossmatch Otomatis

Oleh hiek, 20 April 2025 

PANGANDARANNEWS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Kabupaten Pangandaran mencatatkan pencapaian penting dalam layanan kesehatan menjadi satu dari hanya tiga rumah sakit di Jawa Barat yang telah dilengkapi dengan alat crossmatch otomatis, sebuah perangkat canggih untuk memastikan keamanan transfusi darah.

Crossmatch sendiri merupakan prosedur penting yang dilakukan sebelum transfusi darah untuk memastikan kecocokan antara darah donor dan penerima, pemeriksaan ini bertujuan mencegah terjadinya reaksi transfusi hemolitik yaitu kondisi ketika sel darah merah yang ditransfusikan dihancurkan oleh sistem imun penerima, yang dapat berakibat fatal.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, meski jenis pemeriksaan crossmatch cukup beragam namun penggunaan alat otomatis ini masih terbilang sangat terbatas di Jawa Barat.

“Ada beberapa jenis crossmatch namun rumah sakit yang punya alat otomatis hanya ada tiga di Jawa Barat, dan salah satunya adalah RSUD Pandega,” Titi, Jumat (19/04/25).

Titi menjelaskan, jenis-jenis pemeriksaan crossmatch meliputi Major Crossmatch: Serum penerima direaksikan dengan sel darah merah donor, Minor Crossmatch: Serum donor direaksikan dengan sel darah merah penerima dan Computer Crossmatch: Menggunakan sistem elektronik untuk menguji kecocokan darah secara digital.

 Proses crossmatch otomatis di RSUD Pandega sendiri  kata Titi, terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari registrasi pasien, pengambilan labu darah dengan metode FIFO (First In, First Out), pemeriksaan golongan darah, proses sentrifugasi, hingga pengujian dengan alat otomatis.

Kata Titi, hasil dari proses ini sangat akan sangat menentukan jika darah donor dan penerima tidak cocok maka transfusi tidak bisa dilakukan demi menghindari reaksi yang membahayakan nyawa pasien.

“Dengan keberadaan alat ini RSUD Pandega terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan, khususnya dalam bidang transfusi darah yang aman dan efektif,” ucapnya.



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN