Untuk ukhuwah Serta Pererat Silaturahmi, PGRI Cikatomas Gelar Halal Bihalal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masih dalam suasana Idul Fitri 1446 H, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cikatomas Kabuaten Tasikmalaya tadi siang menggelar acara Halal Bihalal yang bertempat di GOR PGRI Kecamatan Cikatomas.(15/04/25)

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua dan pengurus serta seluruh anggota PGRI PC Cikatomas, para guru TK, PAUD, SMP, MTsN, SMA, Muspika Kecamatan Cikatomas dan tamu undangan lainnya.

Menurut Ketua Panitia penyelenggara Nana Sukmana, S. Pd, kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat silaturahmi serta saling memaafkan antar guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Nana berharap.melalui Halal Bihalal ini solidaritas keluarga besar PGRI Cikatomas pun kedepannya bisa semakin kokoh, karena kegiatan ini juga merupakan bentuk rasa syukur serta sebagai ajang mempererat ukhuwah.

"Dan sesuai dengan program kerja PC PGRI Kecamatan Cikatomas, acara kegiatan Halal Bihalal ini dilaksanakan satu kali dalam 2 tahun," jelas Nana.

Sementara Ketua PGRI PC.Cikatomas H. Usep Edi, S.Pd.,M.Pd mengaku merasa bersyukur karena hari ini PGRI Cabang Cikatomas bisa melaksanakan acara Halal Bihalal denganengambil tema, Refleksikan Diri Mensucikan Hati Bersinergi Dalam Profesi.

Usep mengatakan, berkat dorongan dan dukungan serta simpatisan dari para anggota program-program PGRI telah selesai dilaksanakan.

"Dan salah satu bukti nyata program PGRI yang telah dilaksanakan adalah pembangunan lapangan bola volly indoor," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota atas dukungan dan simpatisan terhadap organisasi PGRI, karena sejak dulu PGRI selalu berdampingan dengan para guru honorer untuk dijadikan teman setia untuk memberikan penguatan kepada seluruh guru honorer untuk memperbaiki nasibnya.

"Pada tahun 2024 lalu di Kecamatan Cikatomas, sebanyak 93 orang guru SD dan SMP sudah mendapatkan SK P3K dan 10 orang menunggu pelantikan," terangnya.(anwarwaluyo)

Peringati Hari Kanker Tulang Nasional, RSUD Pandega Ajak Masyarakat Lebih Peduli

penulis, hiek

11 April 2025

PANGANDARANNEWS.COM – Setiap tanggal 11 April, Indonesia memperingati Hari Kanker Tulang Nasional sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker tulang.

RSUD Pandega Pangandaran, melalui laman resminya, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ajakan agar masyarakat lebih peduli, waspada terhadap gejalanya, memahami pentingnya deteksi dini, serta tidak mengabaikan peran pengobatan yang tepat dalam proses penyembuhan.

Peringatan Hari Kanker Tulang Nasional memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya:

Mengedukasi masyarakat mengenai gejala, pentingnya diagnosis dini, serta pilihan pengobatan yang tersedia untuk kanker tulang.

Menekankan pentingnya dukungan psikologis dan sosial bagi pasien serta keluarga yang terdampak.

Mendorong pengembangan dan penelitian lebih lanjut terkait penanganan kanker tulang.

Mengadvokasi peningkatan kualitas hidup bagi para penderita.

Penetapan Hari Kanker Tulang Nasional dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan diperingati setiap tahunnya. Selain peringatan nasional, masyarakat dunia juga mengenal Hari Kanker Tulang Sedunia, yang bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap berbagai jenis kanker tulang.

Sebagai bentuk dukungan, RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat yang membutuhkan konsultasi untuk mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi

Polres Pangandaran Grebeg Gudang Motor Curian, Pemilik Rumah Kabur Istri Diamankan

PANGANDARANNEWS.COM - Diduga menyimpan kendaraan hasil kejahatan, sebuah rumah di Desa Batu Karas Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran digerebek Polisi, Minggu malam(13/04/25).

Aksi penggerebekan ini diawali setelah adanya informasi dari seorang warga bernama Parid Mustofa.yang mencurigai aktivitas di rumah milik pria bernama Suryadi alias Yogi, serta melihat beberapa kendaraan sepeda motor dimasukkan ke dalam mobil Suzuki AVP warna hitam bernomor polisi D-1884-VF. 

Kemudian, bersama dua warga lainnya Parid pun mendatangi rumah itu dan menanyakan kepemilikan motor tersebut, namun mungkin karena panik kemudian Suryadi pun langsung melarikan diri ke belakang rumah sambil membawa sebilah golok. 

Tidak lama kemudian seorang warga lain bernama Adi Akbar turut mengenali sepeda motor miliknya yang sempat hilang dan berada di lokasi, namun karena belum mengetahui bahwa kendaraan itu adalah barang bukti Adi sempat membawa pulang motor tersebut.

Informasi tersebut pun lantas menyebar cepat hingga ratusan warga berdatangan ke lokasi, dano polisi yang menerima laporan pun langsung turun ke tempat kejadian. 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto mengatakan, setelah menerima laporan terkait kejadian itu petugas dari Satreskrim, Intelkam, Satnarkoba, Raimas, dan personel Polsek Cijulang langsung turun mengamankan lokasi dan mengevakuasi sejumlah kendaraan.

Dari hasil pengamanan, kata Kapolres, pihaknya pun berhasil mengamankan enam unit sepeda motor dan satu unit mobil Suzuki AVP yang diduga digunakan untuk mengangkut barang hasil kejahatan.

Selain itu, terang Kapolres, istri pelaku bernama Iyan Sutian dan seorang sopir yang identitasnya belum diketahui turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Satreskrim Polres Pangandaran.

"Sementara Suryadi alias Yogi masih dalam pengejaran dan telah masuk ke dalam daftar pencarian orang," ucap Kapolres, dalam rilisnya.(14/04/25)u

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, saat ini rumah milik Suryadi kini dipasang garis polisi dan pihak kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi situasi lanjutan.

"Saat ini Polres Pangandaran akan terus mendalami kasus ini dan melakukan pengejaran terhadap pelaku utama," katanya 

Kapolres juga menghimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan untuk segera melaporkan ke Polres Pangandaran, dn pelaporan dapat dilakukan melalui call center Polri di nomor 110 atau menghubungi nomor WhatsApp Kapolres Pangandaran 082133118110.***


Ketua DPRD Pangandaran, Perlu Beberapa Solusi Untuk Atasi Kemacetan Wisata Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Setiap libur panjang, kemacetan lalu lintas menuju kawasan pantai Pangandaran wisata kerap terjadi.

Seperti saat libur IdulFitri kemarin, kendaraan pengunjung memadati jalur masuk dan keluar kawasan wisata tersebut. Kepadatan terjadi terutama saat arus balik, bersamaan dengan datangnya kendaraan dari arah Banjar dan Cilacap, Jawa Tengah. 

Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah lagi, petugas kepolisian pun melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik simpul-simpul kemacetan.

Seperti diketahui, sempat terjadi kepadatan kendaraan pada saat arus balik libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 2025 kemarin di jalan nasional Pangandaran hingga ke  Kalipucang. 

Saat diminta tanggapannya, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengusulkan solusi untuk mengurangi kemacetan yang terjadi setiap musim liburan ini.

"Biasanya kemacetan ini terjadi saat kendaraan pengunjung yang datang bersamaan dengan wisatawan yang akan pulang," kata Asep. (14/04/25). 

Pengelolaan kantong parkir yang baik, kata Asep, bisa membantu mengurangi kemacetan di dalam kawasan wisata. 

Dan untuk solusi jangka pendek, menengah, dan panjang, menurutnya dengan melakukan perbaikan jalan alternatif dari belokan depan Rumah Makan Brongkos menuju Terminal Kalipucang. Dan ini berujuan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di simpang tiga Pancimas, Kalipucang.

Asep Noordin
Sementara kendaraan dari arah Pangandaran, imbuhnya, bisa dibelokkan ke jalan alternatif menuju Terminal Kalipucang sehingga tidak bertumpuk di simpang tiga Pancimas yang juga dilalui kendaraan dari arah Banjar dan Cilacap.

Selain itu Asep juga mengusulkan, untuk solusi jangka menengah Asep agar jalan nasional di kawasan hutan Emplak, Kalipucang, diluruskan agar bisa mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan. 

Ia mengatakan, jika bukit dipotong nantinya bisa dibangun dua jalur di tikungan tajam seperti di jalan nasional Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dibangun jalur baru untuk menghindari kemacetan dan meminimalkan kecelakaan.

Ia menambahkan, pembangunan jalur pantai yang menghubungkan Pantai Karapyak hingga Pantai Timur Pangandaran melewati Karang Nini ini akan memudahkan akses ke sejumlah objek wisata mulai dari Kalipucang sampai Pantai Pangandaran. Tinggal bagaimana pemerintah daerah menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR untuk mengusulkan pembangunan jalan baru dan meluruskan jalan nasional di kawasan hutan Emplak serta membangun jalur pantai Karapyak–Karang Nini–Pantai Timur.

Dan apabila jalan tol menuju Pangandaran sudah selesai dibangun, imbuhnya, tentu jumlah kendaraan yang masuk akan meningkat sehingga diperlukan pembangunan jalan-jalan baru sebagai langkah antisipasi. 

"Tentu volume kendaraan yang masuk akan terus bertambah, jadi untuk jangka panjangnya perlu dibangun jalan-jalan baru untuk mengurangi kemacetan,” pungkasnya.(hiek)


Capaian PAD 9 Miliyar Sektor Wisata, Ketua DPRD Pangandaran Sebut Antara Bupati Sebelumnya dan Bupati Saat Ini

PANGANDARANNEWS.COM - Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengapresiasi terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp9 miliar selama libur Lebaran 1446 H, terhitung sejak 1 hingga 8 April 2025.

Ia menilai, keberhasilan ini merupakan hasil dari kesinambungan antara program kepemimpinan Bupati sebelumnya, Jeje Wiradinata dan Bupati saat ini Hj. Citra Pitriyami.

Lonjakan wisatawan yang berwista ke Pangandaran ini, kata Asep,.merupakan buah dari langkah progresif Bupati Jeje seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas antar destinasi, serta penataan kawasan wisata di kabupaten Pangandaran. 

"Dan tentu semua ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk datang ke Pangandaran,” kata Asep. (11/04/25)


Asep menyebut, kepemimpinan Bupati Citra mampu melanjutkan dan mengoptimalkan pondasi yang telah dibangun sebelumnya sehingga sinergi ini terbukti mampu mendorong peningkatan PAD secara signifikan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jeje yang saat memimpin telah memberikan dedikasi dan gagasannya sehingga pemerintahan sekarang bisa melanjutkan apa yang sudah dimulai sejak bupati sebelumnya dan tentu pengelolaan PAD ini dapat berjalan efektif.

"Keberhasilan ini juga berkat dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder yang turut aktif berkontribusi dalam pengembangan sektor wisata dan pendapatan daerah," pungkasnya.(hiek)


“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, pelayanan kepada masyarakat, dan tentunya memberi dampak positif bagi pembangunan daerah,” pungkasnya


RSUD Pandega Pangandaran Ajak Warga Waspadai Sakit Tulang Lewat Program NGOBATAN

Oleh hiek Minggu, 13 April 2025 

PANGANDARANNEWS.COM - Sakit tulang sering dianggap sepele oleh masyarakat, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius.

Demikian disampaikan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi RSUD Pandega Pangandandaran, dr. Rosyad Nur Khadafi, Sp.OT, dalam acara Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan (NGOBATAN) yang kembali digelar RSUD Pandega Pangandaran, Kamis (10/4/2025).

Dalam acara yang mengangkat tema “Tulang Sakit, Harus Waspada? Yuk Cari Tahu!”, acara ini menghadirkan dr. Rosyad Nur Khadafi, Sp.OT, Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi RSUD Pandega Pangandaran menjadi narasumber utama.

Menurut dr. Rosyad, apakah tulang sakit selalu menandakan kondisi serius? mari kita pahami lebih dalam penyebab dan gejalanya, serta bagaimana cara mengatasinya.

"Banyak Penyebabnya, jadi jangan dianggap remeh," jelasnya.

Menurut dr. Rosyad, sakit tulang bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari cedera akibat aktivitas fisik, penyakit degeneratif, hingga kondisi serius seperti infeksi atau kanker.

Berikut beberapa penyebab umum sakit tulang, cedera, terutama akibat jatuh atau olahraga berat.

Osteoartritis, yakni peradangan pada sendi dan tulang.

Osteoporosis, kondisi di mana tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Infeksi pada tulang atau jaringan sekitarnya.

Kanker tulang, meski jarang, bisa menimbulkan nyeri berkepanjangan

“Gejalanya pun bervariasi, mulai dari nyeri ringan, pembengkakan, hingga keterbatasan gerak,” jelasnya lagi.

Untuk mengatasi sakit tulang, kata dr. Rosyad, penanganannya harus sesuai penyebab, beberapa metode umum yang bisa dilakukan antara lain istirahat Cukup, kompres dingin atau hangat untuk meredakan nyeri dan bengkak, konsumsi obat antiinflamasi atau pereda nyerie, terapi fisik, terutama untuk kasus jangka Panjang dan tindakan operasi bila sakit tulang disebabkan kondisi serius seperti tumor atau infeksi berat

"Serta segera periksa jika sakit tak kunjung reda," kata Rosyad.

dr. Rosyad juga mengingatkan agar masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami nyeri tulang yang berulang atau semakin memburuk dengan deteksi dini, pengobatan bisa lebih efektif dan komplikasi bisa dicegah.

"Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi lebih lanjut, RSUD Pandega Pangandaran menyediakan layanan spesialis orthopaedi dan traumatologi setiap pekan," ucapnya.


Warga Keluhkan Padamnya Lampu PJU Di Sejumlah Kawasan Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sejumlah warga mengeluhkan kondisi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik di Kota Tasikmalaya yang rusak, bahkan ada yang sudah tidak berfungsi.

Seperti di kawasan olahraga Dadaha, Cilembang, jalan swaka, jalan urug, gunung putri dan sejumlah lokasi lainnya, tampak lampu PJU sudah tidak terang lagi.

Seperti disampaikan salah seorang warga Dadaha, Adi (40), ia mengaku khawatiran karena padamnya lampu PJU ini sudah berlangsung lama sehingga suasana jalan di kawasan tersebut pun gelap gulita saat malam hari.

“Kami sangat khawatir karena banyak anak-anak dan pengunjung ataupun yang melintasi jalan ini," ucapnya.(13/04/25)

Kondisi gelap di jalan ini, menurut Adi tentu akan rawan kecelakaan juga rawan kejahatan karena suasana jalan yang gelap ini.

“Di sini sering terjadi kecelakaan karena jalan belokan, kalau lampunya mati, bahaya bisa meningkat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Asep, hal ini sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan ke pihak Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan.

Asp menyebut, ia yang sering berkendara di malam hari harus ekstra hati-hati dan khawatir terjadi tindakan kriminal.saat melintas di jalan yang gelap tersebut.

"Kami sebenarnya sudah melaporkan bahwa lampu PJU di sepanjang jalan Kawalu padam, namun hingga kini belum ada tindakan," jelas Asep.

Asep berharap, melalui pemberitaan di media yang memberitakan hal ini Pemkot Tasik segera merespon apa yang menjadi keluhan masyarakat khususnya terkait padamnya lampu PJU.

Sayang saat Pangandaran News akan minta tanggapan ke Dinas Perhubungan, kepala dinas kebetulan sedang tidak ada kantor.(anwarwaluyo)


Warga Lokal Harus Bayar Masuk Objek Wisata, Bupati Pangandaran Sebut Itu Aturan Lama

PANGANDARANNEWS.COM - Saat libur Idul Fitri 1446 H beberapa waktu lalu, warga lokal yang ingin masuk objek wisata mulai ditarik retribusi karcis masuk. Hal ini tentu menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat luas, sehingga kebijakan tersebut pun menimbulkan pro-kontra di masayarakat.

Saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, kebijakan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda). Namun hal itu menjadi dilematis dan masyarakat pun terkaget-kaget saat harus membayar karcis masuk objek wisata, karena tidak terbiasa

Citra mengaku bingung, karena tidak mungkin juga jika petugas di pintu masuk harus memeriksa KTP satu-satu apalagi saat kondisi macet.

"Namun saya pun harus tegas karena ada orang pribumi yang memanfaatkan situasi ini," katanya, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, dengan tegas harus menerapkan Perda yang menyatakan bahwa setiap yang  masuk objek wisata harus membayar retribusi termasuk warga lokal.

Ia juga menyampaikan, kadang-kadang warga lokal ini ada yang menjadi calo yang membawa wisatawan kedalam dengan berbagai alasan padahal mereka tidak saling mengenal.

Akibat kebijakan ini, katanya, tentu akan mendapat penolakan serta dinamikanya sangat luar biasa sehingga ia pun sempat menerima hujatan dari netizen.

Ia menegaskan, apa yang ia lakukan semua ini tentu untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Dan terkait kebijakan penarikan retribusi karcis wisata kepada warga lokal, menurutnya, pihaknya akan berkomunikasi dengan DPRD Kabupaten Pangandaran.

Ia menambahkan, dalam perda yang sudah ada tersebut, aturan penarikan retribusi terhadap warga lokal ini tidak hanya sebatas di hari libur saja.

"Nanti apakah ada diskon atau bagaimana, hal ini akan saya komunikasikan dulu dengan DPRD," imbuhnya.(hiek)

Tak Kalah Dengan Obyek Wisata Lainnya, Libur Lebaran Pantai Sindangkerta Pun Diserbu Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kawasan obyek wisata Pantai Sindangkerta di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu tampak dibanjiri wisatawan untuk menikmati libur hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Pantai Sindangkerta yang berlokasi di selatan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ini masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai daerah, baik libur akhir pekan atau pun libur hari besar lainnya.

Seperti disampaikan Ketua Kompepar Kecamatan Cipatujah, wawan Gunawan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Sindangkerta saat momen libur lebaran mengalami peningkatan. 

Pengunjung yang datang pun, kata Wawan, berasal dari berbagai daerah seperti Ciamis, Kota Banjar dan Kota-Kabupaten Tasikmalaya.

"Peningkatan jumlah pengunjung yang datang dimulai sejak H+1 lebaran sampai dengan hari ini," ucapnya.(07/04/25)

Wawan menyebut jumlah kedatangan pengunjung puncaknya terjadi pada hari Sabtu (5/4/2025), dalam satu harinya mampu mencapai ribuan orang.

Disoal terkait keamanan dan pengamanan terhadap wisatawan yang datang, Wawan memastikan, pihaknya sudah menyediakan petugas yang rutin patroli dan memberikan arahan sekaligus himbauan kepada pengunjung yang datang agar mematuhi aturan yang diberlakukan.

Wawan mengatakan, Pantai Sindangkerta sekarang sudah menjadi salah tujuan wisata favorit bagi saat libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Sejak H+2 hingga H+7 ratusan pengunjung memadati kawasan pantai untuk menikmati liburan bersama keluarga maupun teman.

Dari waktu ke waktu, menurut Wawan, kunjungan ke pantai Sindangkerta ini selalu meningkat signifikan setiap tahunnya.

"Alhamdulillah tahun ini pun ramai, lonjakan wisatawan terjadi sejak hari kedua Lebaran," imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan pihaknya pun terus berupaya menambah fasilitas di khusunya di kawasan pantai agar pengunjung bisa bertambah betah dan nyaman saat menikmati liburannya.

"Ada juga pengunjung yang datang kesini pulang berlibur dari Pangandaran," katanya. (anwarwaluyo)


  

Akibat Hujan Deras, sejumlah Ruas Jalan Di Kota Tasik Terendam

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Akibat curah hujan tinggi sore tadi hingga menjelang malam, beberapa ruas jalan di Kota Tasikmalaya terendam air hingga sulit dilalui kendaraan roda dua.(28/03/25)

Hasil pantauan PNews di lapangan, tampak air menggenangi badan jalan di depan Pasar Cikurubuk, jalan Mangkubumi, jalan HZ Mustofa tepatnya di depan Asia Plaza, air merendam badan jalan hingga beberapa senti meter ini akibat buruknya drainase. 

Padahal menurut informasi perbaikan drainase inisudah dilakukan, namun entah kenapa air malah tambah tidak mengalir.

Salah seorang warga, Beni, mengaku miris dengan kondisi ini dan berharap pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengatasinya. 

"Banyak kendaraan roda dua terjebak banjir hingga mogok," ucapnya.

Sebenarnya, kata Beni, baik permasalahan banjir atau pu  sampah harus menjadi perioritas Pemkot Tasik dengan wali kota yang baru terpilih.

"Semoga ke depannya ada penataan kota yang lebih optimal dari wali kota, sehingga persoalan sampah dan banjir yang setiap tahun terjadi ini bisa ada solusinya.(anwarwaluyo) 


 

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN