Hari Ini Pemkab Pangandaran Gelar Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di gedung DPRD, siang tadi Jeje Wiradinata menyerahkan jabatan Bupati Pangandaran secara simbolis kepada Citra Pitriyami dalam Rapat Paripurna DPRD.(04/03/25)

Penyerahan memori jabatan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya Bupati Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan kepada Bupati dan Wakil Bupati baru Citra Pitriyami dan Ino Darsono disaksikan oleh Asisten Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pimpinan dan anggota DPRD, Pejabat Pemerintah Daerah dan Forkompinda Kabupaten Pangandaran.

Usai serah terima, kepada sejumlah awak media Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, untuk pertama menyampaikan sambutan dan pidato sebagai Bupati di acara Rapat Paripurna DPRD.

Ia mengaku ada perasaan grogi karena baru pertama kali berpidato sebagai bupati, karena kalau sebelum-sebelumnya ia sambutan sebagai anggota DPRD." 

Saat ini, kata Citra, saat ini sudah dilakukan serah terima jabatan, tentunya estafet amanah dan tanggung jawab sudah ada di pundaknya.

"Sekarang saatnya kita bekerja lebih baik dan maksimal lagi, kalau kemarin saya belum leluasa kesana kemari namun sekarang setelah sertijab saya lebih leluasa," katanya.

Apalagi imbuhnya, sekarang sedang menjalankan ibadah puasa, tentu yang pertama harus melakukan konsolidasi dengan para pejabat dan ASN. serta harus mengetahui tentang keuangan daerah saat ini.

Ia juga mengatakan, termasuk yang sedang ramai di media sosial terkait honorer dan lainnya akan menjadi pembahasannya dengan pejabat dan ASN di SKPD.

Menurutnya pihaknya juga akan mengecek ketersediaan dan harga-harga bahan pokok di pasar saat bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri, apakah stabil.

Ia menambahkan, ia akan segera mengadakan rapat pimpinan untuk mengetahui situasi dan kondisi saat ini terutama dalam melaksanakan 100 hari kerja dirinya setelah dilantik menjadi bupati.

"Nanti akan kita bahas juga bagaimana saat libur lebaran dan terkait kondisi pariwisata," ucapnya. 

Masih di tempat yang sama, Jeje Wiradinata menyampaikan selamat kepada Citra Pitriyami dan Ino Darsono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran definitif dan semoga bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Jeje mengatakan, dalam sambutannya tadi bupati baru sudah komprehensif dan menyadari bahwa tidak mudah menjadi pemimpin karena seorang pemimpin harus bisa mengayomi dan sebagainya.

Bahkan kata Jeje, Bupati Citra juga sudah menyampaikan kondisi exiting yang menjadi bahan pertimbangan ketika merumuskan berbagai kebijakan.

"Saya yakin kalau itu dikerjakan sebaik-baiknya, walaupun anggaran saat ini masih belum stabil bisa berjalan baik apalagi saat nanti dalam penyusunan RPJMD," ujar Jeje.(hiek)

Akibat Telat Diangkut, Warga Di Jalan Sawaka Kawalu Kota Tasik Keluhkan Tumpukan Sampah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masyarakat Kota Tasikmalaya menyayangkan kurang sigapnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tasikmalaya yang terkesan lambat dalam penanganan sampah yang ada di kawasan Jalan Sawaka Kawalu.

Tumpukan sampah di jalan Sawaka menuju arah kota sudah hampir 4 hari, tepatnya 2 hari jelang bula ramadhan sampah tersebut belum terangkut.

Seperti disampaikan salah seorang warga, Andi, tumpukan sampah rumah tangga ini selain mengganggu kebersihan juga kerap menimbulkan bau tak sedap.

"Saya khawatir tumpukan sampah ini juga menimbulkan bibit penyakit," kata Andi.(02/03/25)

Menurut Andi, biasanya ada mobil yang mengangkut sampah dari DLHK rutin membawa sampah-sampah yang disimpan warga untuk selanjutnya diangkut mobi sampah menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS), tapi entah kenapa tumpukan sampah di sekitar kantor PDAM sudah beberapa minggu ini tidak ada yang mengangkut sehingga semakin menumpuk.

Andi menyebut, bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut sangat menyengat sehingga terpaksa warga pun menutup hidung saat melintas di jalan itu.

Andi berharap DLHK Kota Tasik segera cepat tanggap untuk segera mengangkut sebelum tumpukan sampah ini semakin tinggi dan menimbulkan bibit penyakit akibat dari pembusukan sampah ini, hal ini tentu akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.

"Dan kepada warga juga saya menghimbau agar tidak sembarangan membuang sampah, mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat," ungkap Andi.

Sayang saat Pangandaran News beberapa hari lalu (27/02) akan meminta tanggapan terkait hal ini ke DLHK Kota Tasik, Kepala Bidang Kebersihan tidak ada di tempat.(anwarwaluyo)



Awali Ramadhan 4446 H Di Kampung Halaman, Panglima TNI Resmikan Mesjid Ar-Rohman

PANGANDARANNEWS.COM - Siang tadi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si, didampingi isteri serta jajaran TNI, Forkominda Kabupaten Pangandaran meresmikan Mesjid Jami Ar-Rohman yang berlokasi di Dusun Haurseah Desa/Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.(01/03/25)

Selain mengajak jajarannya, dalam peresmian mesjid yang berarsitektur baret hijau ini Agus Subianto juga mengajak Ustadz kondang Adi Hidayah dan sejumlah Syekh dari Timur Tengah.

Dalam sambutannya Agus Sibianto mengatakan, peletakan pembangunan mesjid ini dilaksanakan pada 3 Januari 2024 lalu, dan sekarang tanggal 1 Maret 2025 bertepatan tanggal 1 Ramadhan 1446 Hijriah masjid ini diresmikan.

"Mesjid ini bukan milik TNI, namun milik seluruh lapisan masyarakat, sehingga siapa pun  boleh menggunakannya sebagai tempat ibadah," kata Agus.

Agus mengatakan, para syekh hari ini yang menemaninya nanti ada dua orang syekh yang akan tinggal di Mesjid Ar-Rohman ini untuk mengajarkan ilmu agama Islam kepada siapa saja yang mau belajar.

Tak hanya dari Kabupaten Pangandaran saja, kata Agus, nantinya ustadz-ustadz dari mana saja bisa menimba ilmu agama Islam disini, sehingga setelah belajar di Mesjid Ar-Rohman ini ilmunya bisa disebarkan pada santri-santrinya dari mana ustadz tersebut berasal.

"Jadi siapa saja yang ingin belajar ilmu agama Islam silahkan datang ke Masjid Ar-Rohman, terbuka 24 jam," ucapnya.

Usai Panglima memberikan sambutan, acara pun dilanjutkan dengan tausiah dari Ustadz Adi Hidayah yang disambut antusias oleh masyarakat yang hadir pada peresmian Mesjid Ar-Rohman.(hiek)

Jelang Ramadhan, Sejumlah Lokasi Wisata Di Tasik Selatan Jadi Tempat Acara Munggahan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sudah menjadi tradisi menjelang masuk bulan ramadhan masyarakat di Jawa Barat melaksanakan munggahan, biasanya dengan mengunjungi tempat rekreasi bersama keluarga atau makan bersama (botram).

Salah satu tujuan tempat munggahan di Kabupaten Tasikmalaya, antara lain pantai Cemara, Padabumi, Pantai Sindangkerta dan tempat lainnya yang ada di Kecamatan Cipatujah.

Saat jelang ramadhan, biasanya tempat-tempat tersebut selalu jadi lokasi untuk acara munggahan keluarga.

Selain menjadi tempat makan bersama (botram), di sejumlah lokasi wisata tersebut pengunjung bisa menikmati panorama pemandangan pantai.

Menurut salah seorang pengunjung asal Tasik, Ujang Surahman yang berkunjung ke Pantai Cemara yang ada di Desa Ciheras, ia mengaku munggahan sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan jelang memasuki bulan ramadhan.

"Biasanya kami botram bersama keluarga disini sambil menikmati pemandangan pantai," kata Ujang.(27/02/25)

Selain botram, kata Ujang, ia juga selalu berpoto ria di spot-spot pantai untuk di posting di media sosial.

"Pokonya setiap jelang ramadhan kami selalu mengadakan acara munggahan kesini," ucapnya.

Sementara menurut salah seorang pengurus Karangtaruna Cipatujah, Aan Hidayat, pihaknya bersama perkumpulan nelayan sebagai pengelola selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pengunjung.

Dengan dukungan penuh dari Pemdes Ciheras terus menata lokasi wisata, salah satunya dengan dibuat Peraturan Desa (Perdes) sebagai payung hukum pengelolaan obyek wisata.

"Sekarang memasuki lokasi sudah dibuat gapura di pintu masuk," terangnya.

Aan berharap ke depannya ada Pemkab Tasikmlaya melalui Dinas Pariwisata bisa memberikan bantuan untuk pengelolaan dan penataan, sehingga pengunjung pun bisa lebih tertarik untuk berkunjung kesini.

"Tiket masuk kesini hanya Rp5 ribu, sehingga bisa terjangkau oleh semua kalangan," terangnya.(anwarwaluyo)






Opsen PKB dan BBNKB Tahun 2025 Tambah Ke PAD Kabupaten-Kota

Kepala Bapenda Pangandaran, Target Tahun Ini Rp 20 Milyar

PANGANDARANNEWS.COM - Berdasarkan Undang-undang Nomer 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), kini penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terhitung mulai 1 Januari 2025 masuk Penghasilan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, saat ditemui Pangandaran News di ruang kerjanya.(26/02/25)

Sarlan mengatakan, untuk opsen PKB, proyeksinya sebesar Rp 13,8 Miliar, sementara BBNKB sebesar Rp 6,2 Miliar.

"Jadi target penerimaan opsen PKB dan BBNKB kita tahun ini sekitar 20 milyar," kata Sarlan.

Sebelum diberlkukannya opsen per tanggal 1 Januari 2025, kata Sarlan opsen PKB dan BBNKB ini hanya mendapat 30 persen dari bagi hasil dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun sekarang terbalik Pemprov 30 % dan kabupaten-kota mendapat 70 %.

Sarlan menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pangandaran yang saat ini masih mempunyai kendaraan berplat nomer luar Pangandaran agar segera melakukan balik nama, karena selain saat pengurusan pajak kendaraan lebih mudah dan dekat juga pajak yang dibayar pemilik kendaraan asal Pangandaran bisa lebih besar masuk ke kas daerah Kabupaten Pangandaran.

"Dan itu artinya penerimaan PAD kita dari pajak kendaraan pun bisa lebih meningkat untuk pembangunan Kabupaten Pangandaran," imbuh Sarlan.

Sarlan menambahkan, petugas Bapenda yang ada di desa-desa yang bertugas membantu kolektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di desa nantinya juga akan mensosialisasikan terkait PKB dan BBNKB.

Nantinya petugas tersebut, ujar Sarlan, sambil mengurus pembayaran PBB juga akan mengedukasi masyarakat tentang opsen kendaraan bermotor.

"Untuk pembayaran PKB dan BBNKB sendiri saat ini masih di kantor Samsat Pangandaran," terangnya.(hiek)



[

Kejari Banjar Terima Aspirasi LSM, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Terus Berjalan

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar menerima aspirasi dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mendesak percepatan penuntasan kasus dugaan korupsi tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar,  Pertemuan ini berlangsung di kantor Kejari Kota Banjar dengan dihadiri perwakilan LSM Aksioma, Forum Reformasi Dinasti Banjar (FRDB), Lentera dan Jalapaksi.(27/02/25)

Dalam dialog tersebut pihak Kejaksaan diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Akhmad Fakhri, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Indra Sumarno, serta tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus). Pertemuan berlangsung tertib dengan pengamanan dari Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kasi Intel Kejari Kota Banjar, Akhmad Fakhri menegaskan, kasus dugaan korupsi ini masih dalam tahap penyidikan, saat ini pihaknya terus mendalami perhitungan kerugian negara bersama Inspektorat dan mengumpulkan alat bukti. 

"Intinya kami pastikan proses hukum tetap berjalan,” kata Akhmad.

Hal senada disampaikan Kasi Datun Indra Sumarno, yang menegaskan komitmen Kejaksaan dalam menangani kasus ini. “Kami pastikan proses hukum dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Dugaan korupsi tunjangan dewan periode 2017–2021 tetap menjadi fokus utama kami,” ujar Indra.


Sementara itu, Presiden Aksioma, Akhmad Dimyati, meminta Kejaksaan segera menetapkan tersangka jika bukti yang dikumpulkan sudah cukup. “Kami berharap Kejaksaan segera mengambil langkah konkret agar kasus ini tidak berlarut-larut,” tegasnya.


Ketua FRDB Kota Banjar, Soedrajat Argadireja, juga menyampaikan dukungan agar proses hukum berjalan transparan dan cepat. “Kami ingin melihat adanya langkah nyata dalam penanganan kasus ini agar kepercayaan publik terhadap hukum tetap terjaga,” ujarnya.

Pertemuan ini berjalan kondusif dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan untuk memastikan kelancaran proses penyampaian aspirasi, dan Kejaksaan pun berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat demi penegakan hukum yang adil dan transparan. (tito)

Walau Ada Efisiensi Anggaran Dari Pemprov Jabar, Terminal Pangandaran Akan Dibangun Tahun Ini

PANGANDARANNEWS.COMTerminal Tipe B Kabupaten Pangandaran tahun ini rencananya akan segera dibangun awal tahun ini, tepatnya sekitar bulan Mei 2025 mendatang.

Demikian disampaikan Kepala Terminal Pangandaran Koni, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(26/02/25)

Namun Koni mengaku tidak tahu persis tanggal berapa mulai pelaksanannya, karena pihaknya sendiri di lapangan hanya sebagai penerima manfaat.

Ia juga menyebut belum mengetahu apakah  Detail Engineering Design (DED) ini sudah selesai atau belum, namun dipastikan tahun ini terminal tipe B Pangandaran ini akan dibangun.

"Menurut info, kantor terminal ini nantinya tidak dipinggir lagi, tapi posisinya ada di tengah-tengah dengan bangunan berantai dua," jelasnnya.

Selain perubahan letak kantor, jelas Koni, akses masuk dari depan akan tetap dibuka lalu dibagian belakang aka  ditutup dan tidak lagi ada akses untuk angkutan pedesaan.

Jadi angkutan pedesaan ini hanya Feeder saja, kemudian hanya ada pintu keberangkatan dan juga kedatangan saja.

"Namun dari pagu anggaran pembangunan terminal ini ternyata ada efisensi hingga 50 %," kata Koni tanpa menyebut jumlahnya.

Koni menambahkan, efiensi anggaran ini juga berpengaruh terhadap kios-kios yang ada di terminal padahal sebelumnya pembangunan terminal ini sekaligus dengan kios-kios tersebut.

 "Kami juga sudah berkomunikasi dengan para pengguna kios tersebut, semoga nanti ada jalan keluarnya," pungkasnya. (hiek)

HUT ke-22 Kota Banjar Berjalan Hambar, Warga Tak Rasakan Kemeriahan

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kota Banjar pada tahun 2025 meninggalkan kesan hambar bagi masyarakat. Tanpa konsep yang matang, perayaan yang seharusnya menjadi pesta rakyat justru terasa sepi dan kurang meriah.

Beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya karena tidak ada acara yang benar-benar mengundang partisipasi masyarakat luas.  Hiburan atau festival yang biasanya terkesan gebyar  tapi tahun ini terasa biasa saja. Tidak ada yang spesial,” kata Rina, salah seorang warga Banjar.

Hal senada juga disampaikan oleh Yudi, warga lainnya, yang mengaku tidak merasakan euforia ulang tahun kota seperti tahun-tahun sebelumnya. “Saya bahkan tidak tahu kalau ini perayaan HUT Kota Banjar , tidak ada pengumuman yang jelas soal acara HUT kota Banjar untuk masyarakat,” ujarnya.

Minimnya konsep yang matang diduga menjadi penyebab utama kurangnya antusiasme masyarakat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya seperti kegiatan, bazar UMKM, dan pawai budaya, perayaan tahun ini terasa kurang terorganisir.

Salah satu pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Banjar juga mengaku tidak melihat peningkatan pengunjung selama perayaan. “Biasanya kalau ada acara besar, dagangan saya ikut laris. Tapi sekarang, biasa saja. Seperti tidak ada perayaan,” kata Ujang, seorang penjual makanan kaki lima.

Hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah Kota Banjar belum memberikan penjelasan resmi terkait konsep perayaan tahun ini. Warga berharap ke depan, HUT Kota Banjar dapat dirayakan dengan lebih meriah dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat agar benar-benar menjadi pesta rakyat.(Tito)

Panas Terik Matahari Tak Surutkan Gotong Royong TNI Dan Warga Dalam TMMD Ke 123 Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM -  Proses pembangunan jalan baru yang akan menghubungkan tiga Desa, Desa Jadikarya, Bojong, dan Desa Bungurraya salah satu kegiatan Program TMMD ke-123 dilakukan gotong-royong masyarakat dan TNI, walau di bawah terik panas matahari.

Dalam semangat kebersamaan TNI dan masyarakat setempat kerja gotong-royong dilakukan bahu membahu tanpa kenal lelah untuk menyelesaikan proyek pembangunan tersebut, dan langkah ini merupakan wujud nyata dari kerja sama yang kuat antara TNI dan rakyat dalam upaya memajukan desa. 

Seperti disampaikan Dandim 0625/Pangandaran, Letkol Indra Mardianto Subroto,  proyek pembangunan jalan ini diharapkan tidak hanya akan memperlancar akses transportasi antar desa tetapi juga menjadi simbol kebersamaan serta semangat gotong royong yang membanggakan. 

Dan semua pihak yang terlibat dalam program TMMD ke-123 Kodim 0625 Pangandaran ini, kata Dandim, berkomitmen untuk bersatu demi kesuksesan pembangunan jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut.

"Dengan semangat juang dan kerja keras para anggota TNI dan warga ini demi membangun masa depan yang lebih baik melalui program TMMD," ucap.Dandim.(25/02/25)

Tak hanya itu, menurut Dandim, melalui program TMMD ke 123 ini bisa tercipta jalinan silaturahmi TNI dan masyarakat khususnya di lokasi TMMD.

"Dan ini merupakan modal utama bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga," kata Dandim. ***

Ada 21 Jenis Layanan Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

penulis:hiek

(24/02/25)

PANGANDARANNEWS.COM – BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan medis, namun tidak semua jenis penyakit dan layanan kesehatan ditanggung oleh BPJS.

RSUD Pandega Pangandaran telah menginformasikan bahwa ada 21 jenis layanan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 52. 

Berikut adalah daftar layanan yang tidak ditanggung,

1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat.

3. Pelayanan kesehatan untuk penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja.

4. Pelayanan kesehatan yang sudah dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas hingga batas yang ditanggung sesuai peraturan perundang-undangan.

5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.

6. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik.

7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas.

8. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi.

9. Gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol.

10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.

11. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.

12. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen.

13. Alat dan obat kontrasepsi serta kosmetik.

14. Perbekalan kesehatan rumah tangga.

15. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa, atau wabah.

16. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah.

17. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial.

18. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana seperti penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan perdagangan orang yang telah dijamin melalui skema pendanaan lain.

19. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

20. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan BPJS.

21. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.

Masyarakat diharap memahami ketentuan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai layanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan, dan jika memiliki pertanyaan lebih lanjutndapat menghubungi BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat.***


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN