Opsen PKB dan BBNKB Tahun 2025 Tambah Ke PAD Kabupaten-Kota

Kepala Bapenda Pangandaran, Target Tahun Ini Rp 20 Milyar

PANGANDARANNEWS.COM - Berdasarkan Undang-undang Nomer 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), kini penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terhitung mulai 1 Januari 2025 masuk Penghasilan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, saat ditemui Pangandaran News di ruang kerjanya.(26/02/25)

Sarlan mengatakan, untuk opsen PKB, proyeksinya sebesar Rp 13,8 Miliar, sementara BBNKB sebesar Rp 6,2 Miliar.

"Jadi target penerimaan opsen PKB dan BBNKB kita tahun ini sekitar 20 milyar," kata Sarlan.

Sebelum diberlkukannya opsen per tanggal 1 Januari 2025, kata Sarlan opsen PKB dan BBNKB ini hanya mendapat 30 persen dari bagi hasil dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun sekarang terbalik Pemprov 30 % dan kabupaten-kota mendapat 70 %.

Sarlan menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pangandaran yang saat ini masih mempunyai kendaraan berplat nomer luar Pangandaran agar segera melakukan balik nama, karena selain saat pengurusan pajak kendaraan lebih mudah dan dekat juga pajak yang dibayar pemilik kendaraan asal Pangandaran bisa lebih besar masuk ke kas daerah Kabupaten Pangandaran.

"Dan itu artinya penerimaan PAD kita dari pajak kendaraan pun bisa lebih meningkat untuk pembangunan Kabupaten Pangandaran," imbuh Sarlan.

Sarlan menambahkan, petugas Bapenda yang ada di desa-desa yang bertugas membantu kolektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di desa nantinya juga akan mensosialisasikan terkait PKB dan BBNKB.

Nantinya petugas tersebut, ujar Sarlan, sambil mengurus pembayaran PBB juga akan mengedukasi masyarakat tentang opsen kendaraan bermotor.

"Untuk pembayaran PKB dan BBNKB sendiri saat ini masih di kantor Samsat Pangandaran," terangnya.(hiek)



[

Kejari Banjar Terima Aspirasi LSM, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Terus Berjalan

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar menerima aspirasi dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mendesak percepatan penuntasan kasus dugaan korupsi tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar,  Pertemuan ini berlangsung di kantor Kejari Kota Banjar dengan dihadiri perwakilan LSM Aksioma, Forum Reformasi Dinasti Banjar (FRDB), Lentera dan Jalapaksi.(27/02/25)

Dalam dialog tersebut pihak Kejaksaan diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Akhmad Fakhri, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Indra Sumarno, serta tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus). Pertemuan berlangsung tertib dengan pengamanan dari Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kasi Intel Kejari Kota Banjar, Akhmad Fakhri menegaskan, kasus dugaan korupsi ini masih dalam tahap penyidikan, saat ini pihaknya terus mendalami perhitungan kerugian negara bersama Inspektorat dan mengumpulkan alat bukti. 

"Intinya kami pastikan proses hukum tetap berjalan,” kata Akhmad.

Hal senada disampaikan Kasi Datun Indra Sumarno, yang menegaskan komitmen Kejaksaan dalam menangani kasus ini. “Kami pastikan proses hukum dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Dugaan korupsi tunjangan dewan periode 2017–2021 tetap menjadi fokus utama kami,” ujar Indra.


Sementara itu, Presiden Aksioma, Akhmad Dimyati, meminta Kejaksaan segera menetapkan tersangka jika bukti yang dikumpulkan sudah cukup. “Kami berharap Kejaksaan segera mengambil langkah konkret agar kasus ini tidak berlarut-larut,” tegasnya.


Ketua FRDB Kota Banjar, Soedrajat Argadireja, juga menyampaikan dukungan agar proses hukum berjalan transparan dan cepat. “Kami ingin melihat adanya langkah nyata dalam penanganan kasus ini agar kepercayaan publik terhadap hukum tetap terjaga,” ujarnya.

Pertemuan ini berjalan kondusif dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan untuk memastikan kelancaran proses penyampaian aspirasi, dan Kejaksaan pun berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat demi penegakan hukum yang adil dan transparan. (tito)

Walau Ada Efisiensi Anggaran Dari Pemprov Jabar, Terminal Pangandaran Akan Dibangun Tahun Ini

PANGANDARANNEWS.COMTerminal Tipe B Kabupaten Pangandaran tahun ini rencananya akan segera dibangun awal tahun ini, tepatnya sekitar bulan Mei 2025 mendatang.

Demikian disampaikan Kepala Terminal Pangandaran Koni, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(26/02/25)

Namun Koni mengaku tidak tahu persis tanggal berapa mulai pelaksanannya, karena pihaknya sendiri di lapangan hanya sebagai penerima manfaat.

Ia juga menyebut belum mengetahu apakah  Detail Engineering Design (DED) ini sudah selesai atau belum, namun dipastikan tahun ini terminal tipe B Pangandaran ini akan dibangun.

"Menurut info, kantor terminal ini nantinya tidak dipinggir lagi, tapi posisinya ada di tengah-tengah dengan bangunan berantai dua," jelasnnya.

Selain perubahan letak kantor, jelas Koni, akses masuk dari depan akan tetap dibuka lalu dibagian belakang aka  ditutup dan tidak lagi ada akses untuk angkutan pedesaan.

Jadi angkutan pedesaan ini hanya Feeder saja, kemudian hanya ada pintu keberangkatan dan juga kedatangan saja.

"Namun dari pagu anggaran pembangunan terminal ini ternyata ada efisensi hingga 50 %," kata Koni tanpa menyebut jumlahnya.

Koni menambahkan, efiensi anggaran ini juga berpengaruh terhadap kios-kios yang ada di terminal padahal sebelumnya pembangunan terminal ini sekaligus dengan kios-kios tersebut.

 "Kami juga sudah berkomunikasi dengan para pengguna kios tersebut, semoga nanti ada jalan keluarnya," pungkasnya. (hiek)

HUT ke-22 Kota Banjar Berjalan Hambar, Warga Tak Rasakan Kemeriahan

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kota Banjar pada tahun 2025 meninggalkan kesan hambar bagi masyarakat. Tanpa konsep yang matang, perayaan yang seharusnya menjadi pesta rakyat justru terasa sepi dan kurang meriah.

Beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya karena tidak ada acara yang benar-benar mengundang partisipasi masyarakat luas.  Hiburan atau festival yang biasanya terkesan gebyar  tapi tahun ini terasa biasa saja. Tidak ada yang spesial,” kata Rina, salah seorang warga Banjar.

Hal senada juga disampaikan oleh Yudi, warga lainnya, yang mengaku tidak merasakan euforia ulang tahun kota seperti tahun-tahun sebelumnya. “Saya bahkan tidak tahu kalau ini perayaan HUT Kota Banjar , tidak ada pengumuman yang jelas soal acara HUT kota Banjar untuk masyarakat,” ujarnya.

Minimnya konsep yang matang diduga menjadi penyebab utama kurangnya antusiasme masyarakat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya seperti kegiatan, bazar UMKM, dan pawai budaya, perayaan tahun ini terasa kurang terorganisir.

Salah satu pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Banjar juga mengaku tidak melihat peningkatan pengunjung selama perayaan. “Biasanya kalau ada acara besar, dagangan saya ikut laris. Tapi sekarang, biasa saja. Seperti tidak ada perayaan,” kata Ujang, seorang penjual makanan kaki lima.

Hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah Kota Banjar belum memberikan penjelasan resmi terkait konsep perayaan tahun ini. Warga berharap ke depan, HUT Kota Banjar dapat dirayakan dengan lebih meriah dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat agar benar-benar menjadi pesta rakyat.(Tito)

Panas Terik Matahari Tak Surutkan Gotong Royong TNI Dan Warga Dalam TMMD Ke 123 Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM -  Proses pembangunan jalan baru yang akan menghubungkan tiga Desa, Desa Jadikarya, Bojong, dan Desa Bungurraya salah satu kegiatan Program TMMD ke-123 dilakukan gotong-royong masyarakat dan TNI, walau di bawah terik panas matahari.

Dalam semangat kebersamaan TNI dan masyarakat setempat kerja gotong-royong dilakukan bahu membahu tanpa kenal lelah untuk menyelesaikan proyek pembangunan tersebut, dan langkah ini merupakan wujud nyata dari kerja sama yang kuat antara TNI dan rakyat dalam upaya memajukan desa. 

Seperti disampaikan Dandim 0625/Pangandaran, Letkol Indra Mardianto Subroto,  proyek pembangunan jalan ini diharapkan tidak hanya akan memperlancar akses transportasi antar desa tetapi juga menjadi simbol kebersamaan serta semangat gotong royong yang membanggakan. 

Dan semua pihak yang terlibat dalam program TMMD ke-123 Kodim 0625 Pangandaran ini, kata Dandim, berkomitmen untuk bersatu demi kesuksesan pembangunan jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut.

"Dengan semangat juang dan kerja keras para anggota TNI dan warga ini demi membangun masa depan yang lebih baik melalui program TMMD," ucap.Dandim.(25/02/25)

Tak hanya itu, menurut Dandim, melalui program TMMD ke 123 ini bisa tercipta jalinan silaturahmi TNI dan masyarakat khususnya di lokasi TMMD.

"Dan ini merupakan modal utama bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga," kata Dandim. ***

Ada 21 Jenis Layanan Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

penulis:hiek

(24/02/25)

PANGANDARANNEWS.COM – BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan medis, namun tidak semua jenis penyakit dan layanan kesehatan ditanggung oleh BPJS.

RSUD Pandega Pangandaran telah menginformasikan bahwa ada 21 jenis layanan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 52. 

Berikut adalah daftar layanan yang tidak ditanggung,

1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat.

3. Pelayanan kesehatan untuk penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja.

4. Pelayanan kesehatan yang sudah dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas hingga batas yang ditanggung sesuai peraturan perundang-undangan.

5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.

6. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik.

7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas.

8. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi.

9. Gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol.

10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.

11. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.

12. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen.

13. Alat dan obat kontrasepsi serta kosmetik.

14. Perbekalan kesehatan rumah tangga.

15. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa, atau wabah.

16. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah.

17. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial.

18. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana seperti penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan perdagangan orang yang telah dijamin melalui skema pendanaan lain.

19. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

20. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan BPJS.

21. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.

Masyarakat diharap memahami ketentuan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai layanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan, dan jika memiliki pertanyaan lebih lanjutndapat menghubungi BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat.***


Rajin Olahraga Mampu Menjadi Kunci Hidup Sehat dan Bugar

penulis: hiek

21/02/25

PANGANDARANNEWS.COM – Olahraga merupakan aktivitas fisik yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh,  berbagai jenis olahraga dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran, meningkatkan daya tahan tubuh dan memberikan efek relaksasi bagi pelakunya.

Selain menjadi bagian dari gaya hidup sehat, olahraga juga berfungsi sebagai hiburan bagi para penontonnya. 

Beberapa jenis olahraga ringan yang mudah dilakukan dan memiliki banyak manfaat, diantaranya  jalan kaki, senam aerobik dan lari (jogging) pagi.

Sementara manfaat olahraga jalan kaki bagi Kesehatan dikenal efektif dalam membantu menurunkan berat badan, membakar kalori, mengecilkan perut, serta aman dilakukan setelah melahirkan. 

Oleh karena itu, para pakar kesehatan merekomendasikan untuk berolahraga secara rutin minimal 30 menit sehari. Jika dilakukan secara konsisten, olahraga juga dapat memberikan tujuh manfaat utama bagi tubuh, antara lain membakar kalori, membantu menjaga berat badan ideal, mencegah obesitas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis dan menurunkan risiko penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit jantung.

Tak hanya itu, olahraha juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh serta membantu proses penurunan berat badan, mempercepat regenerasi tulang dan memperkuat struktur tulang, mengendalikan kadar gula darah sehingga baik untuk penderita diabetes, mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Mengingat pentingnya olahraga bagi kesehatan, RSUD Pandega Pangandaran rutin mengadakan kegiatan olahraga setiap hari Jumat pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum, sehingga masyarakat dapat ikut serta untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, olahraga sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat setiap orang. 

Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh, dan lakukan secara rutin agar kesehatan tetap terjaga.***

Festival Kirab Budaya Hari Jadi Kota Banjar Sukses Digelar, Puluhan Peserta Tampilkan Tradisi Terbaik

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Festival Kirab Budaya Janur ke-5 sukses digelar dengan meriah dengan menampilkan beragam kesenian dan adat dari berbagai daerah, dan ini membuktikan bahwa semangat melestarikan budaya tradisional semakin berkobar di Kota Banjar Jawa Barat. 

Tahun ini festival diikuti 30 peserta, yang berasal dari berbagai kelurahan dan desa di Kota Banjar. Dan tak hanya itu, acara pun semakin semarak dengan kehadiran lima bintang tamu dari Kabupaten Ciamis yang turut menampilkan pertunjukan budaya khas daerah mereka.

Festival Kirab Budaya Janur telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat, dan kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda serta mempererat kebersamaan antarwarga.

Sepanjang kirab para peserta mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai atribut khas yang mencerminkan identitas budaya mereka, Aarak-arakan berlangsung dengan penuh antusiasme sert disambut hangat oleh warga yang memadati rute festival. Berbagai pertunjukan seni, seperti tarian tradisional, musik daerah, dan atraksi budaya lainnya, turut mewarnai perhelatan ini.

Salah satu peserta, Yanti, ia mengaku bangga bisa turut serta dalam festival ini karena ingin menunjukkan bahwa budaya kita tetap hidup dan harus terus dilestarikan.

"Semoga festival ini terus berlanjut dan semakin besar ke depannya," ujarnya.(24/02/25)

Sementara itu, salah seorang panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah mendukung kelancaran acara. 

"Antusiasme masyarakat luar biasa dan ini membuktikan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati kita semua," ucapnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, menurutnya, Festival Kirab Budaya Janur diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Banjar. 

"Ajang ini bukan sekadar hiburan tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan kearifan lokal agar tetap lestari di tengah arus modernisasi," imbuhnya. (Tito)

32 SD di Kecamatan Cikatomas Ikuti Lomba Akademik Calistung

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Untuk mencari juara yang akan dikirim ke tingkat kabupaten, 32 SD di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya mengikuti Lomba Akademik Calistung tahun 2025 untuk tingkat kecamatan.(24/02/25)

Kegiatan lomba yang dilaksanakan di SD Cikatomas 3 ini, dibuka langsung oleh Ketua Umum Lomba Kecamatan Cikatomas, H. Usep Edi, S.Pd.,M.Pd dan didampingi Ketua K3S Cikatomas, Sukmana, S,Pd.

Kepada PNews, Usep menyampaikan, nantinya para juara di tingkat Kecamatan Cikatomas ini akan diikuti sertakan di ajang tingkat kabupaten.

Usep juga berharap, para juara ini mampu bersaing dengan peserta dari kecamatan lainnya se-Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami optimis siswa-siswi dari Cikatomas ini bisa meraih prestasi di tingkat kabupaten, bahkan di tingkat provinsi," ucap Usep.(anwarwaluyo)

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2025, Panglima TNI Dan Menteri LH Kibarkan Merah Putih Sepanjang Seribu Meter Di Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Kementerian  Lingkungan Hidup berkolaborasi dengan TNI melakukan aksi bersih pantai dan pengibaran Bendera Merah Putih sepanjang 1000 meter bertempat di Pantai Batukaras, Dusun Legokpari, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. (22/02/25)

Selain dihadiri langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si dan  Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofik, turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda Kabupaten Pangandaran, jajaran TNI, Polri, serta para kepala SKPD se-Kabupaten Pangandaran dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti. 

Aksi Bersih Pantai dan Pengibaran Bendera Merah Putih setelah upacara ini dilaksanakan oleh seluruh peserta termasuk jajaran TNI, pejabat pemerintah, dan masyarakat setempat turun langsung membersihkan area pantai dari sampah plastik dan limbah lainnya. 

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan pantai, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan muara.

Aksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan berkontribusi dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan kerjasama semua pihak Indonesia dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi generasi mendatang.

Dalam pidatonya Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofik menyoroti permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. 

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Hanif menuturkan, timbunan sampah di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 56,63 juta ton dengan pengelolaan yang baru mencapai 39% atau sekitar 22,9 juta ton. 

"Dan sisanya sebanyak 34 juta ton sampah belum terkelola dengan baik dan banyak yang berakhir di perairan serta TPA yang masih menggunakan sistem open dumping," terangnya.

Hanif menyebut, kondisi ini harus segera ditangani dengan pengelolaan yang lebih ramah lingkungan dan ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani permasalahan sampah sesuai dengan tema HPSN 2025, Kolaborasi Untuk Indonesia Bersih.

Masih di tempat yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.

Agus pun sempat mengenang saat masa kecilnya di daerah tersebut dengan keberadaan sungai-sungai yang masih bersih, berbeda dengan kondisi saat ini yang dipenuhi sampah plastik dan limbah lainnya.

Agus.mengeaskan, TNI siap berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah sampah. 

"Kami juga telah mengembangkan berbagai teknologi untuk pengolahan sampah, termasuk mesin penghancur sampah yang tidak membutuhkan BBM atau listrik,” ujar Agus.

Ia juga mengatakan TNI telah berinisiatif menciptakan kapal pembersih sampah di perairan yang dirancang oleh tenaga ahli dalam negeri, dan hal ini menunjukkan bahwa inovasi dan solusi untuk permasalahan sampah dapat dikembangkan oleh anak bangsa sendiri.***


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN