Pada Tahapan Coklit Pilkada 2024, Bawaslu Kota Banjar Dapati Lima Temuan

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 yang akan diselenggarakan tanggal 27 November 2024 mendatang, sudah masuk pada tahapan proses pemutakhiran data pemilih melalui prosedur Pencocokan dan Penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih).

Proses coklit yang sudah dilaksanakan sejak 24 Juni 2024 lalu dan akan berakhir pada tanggal 24 Juli 2024 mendatang, dan menurut keterangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar tahapan Coklit ini telah terlaksana seratus persen.

Pada tahapan pemutakhiran data pemilih melalui coklit, Bawaslu Kota Banjar beserta jajaran pengawas tingkat kecamatan (Panwascam) dan kelurahan/desa (PKD) melakukan pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit.

Seperti disampaikan Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Wahidan kepada sejumlah awak media, hasil pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan yang dilakukan jajaran Bawaslu Kota Banjar didapati beberapa temuan terkait proses coklit yang dilakukan oleh Pantarlih maupun soal data pemilih yang masih kurang lengkap.

Menurutnya, ada 5 temuan yang yang menjadi trend pada saat dilaksanakan Coklit data pemilih, diantaranya adanya pantarlih yang terbukti sebagai anggota/pengurus Parpol, tim kampanye/tim pemenangan pemilu /pemilh terakhir  5 orang.

Pantarlih yang tidak mencoklis secara langsung 1 orang, pemilih yang tidak nemenuhi persyaratan (pemilih meninggal Dunia) tapi masih terdaptar pemilih serta belum memiliki surat kematian dan belum di lakukan pencoretan oleh Pantarlih jumlahnya 677, beralih status dari sipil ke TNI/polri 3 orang dan adanya 3 Kartu Keluarga yang belum tercoklit.

Temuan-temuan tersebut, kata Wahidan, diantaranya adalah kesalahan prosedur pelaksanaan coklit yang dilakukan oleh Pantarlih, adanya daftar pemilih tidak memenuhi syarat yang masih terdapat pada daftar pemilih.

"PPK dan PPS  untuk melakukan monitoring dan pembinaan kepada pantarlih agar tidak melakukan tindakan diluar presedural dalam pelaksanaan pencocokan dan penelitian data pemilih pada pemilihan serantak tahun 2024,"  tandasnyanya. (TITO)

Datang Berikan Bantuan, Dua Bacalon Bupati Pangandaran Jenguk Siswa Yang Diduga Keracunan

PANGANDARANNEWS.COM - Satu hari pasca kejadian puluhan siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya yang diduga keracunan saat mengijuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dua Bakal Calon (Bacalon) Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan dan Dadang Solihat mendatangi para siswa tersebut yang masih dalam perawatan.(20/07)

Dadang Solihat yang datang lebih awal tampak langsung mendatangi ke tempat para siswa dirawat, baik yang di Puskesmas, Klinik atau pun di UKS SMAN 1 Mangunjaya.

Dadang pun tampak mendatangi satu per satu para siswa yang sedang dirawat, dan ia pun menyampaikan turut prihatin serta mudah-mudahan cepat sembuh hingga bisa belajar kembali.

Selain datang untuk memastikan kondisi siswa, Dadang pun memberikan sedikit bantuan kepada keluarga siswa yang sedang menjaga anak-anaknya di ruang perawatan.

Saat diminta komentarnya Dadang mengatakan, ini merupakan sebuah musibah sehingga tidak perlu mencari siapa yang salah.

Ia juga mengapresiasi kepada pihak kecamatan, Koramil, Polsek, petugas kesehatan dan lainnya yang telah sigap menangani kejadian ini.

Selain menyampaikan agar para siswa bersabar dan berdoa, ia juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Dan kedepan siswa harus lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan periksa dulu sebelum dimakan, apakah masih seger atau sudah basi," katanya.

Tak lama berselang, bacalon Ujang Endin Indrawan pun tampak hadir ke lokasi ruang perawatan siswa untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa SMA N 1 Mangunjaya yang diduga mengalami keracunan ini sudah berangsur baik.

Ujang Endin atau yang akrab disapa UE yang datang bersama istrinya, kepada PNews mengatakan, sengaja datang di sela-sela kesibukannya untuk melihat langsung serta mamastikan kondisi para siswa yang sedang dirawat di sejumlah ruang perawatan.

Sebagai bentuk simpati dan tanggung jawab Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, menurutnya, ia pun harus memberikan motifasi dan semangat agar para siswa segera sembuh dan bisa kembali ke bangku sekolah.

"Semua ini sudah kehendak Alloh karena yang namanya musibah itu tidak pernah tahu, jadi dalam hal ini kita tidak usah menyalahkan siapa siapa," ucapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak SMAN 1 Mangunjaya, TNI, Polri, tenaga kesehatan dan masyarakat yang telah bersama-sama menangani musibah ini.

"Alhamdulilah para tenaga kesehatan sudah melakukan tindakan secara yang baik sehingga hampir keseluruhan siswa sudah mulai stabil, mari kita ambil hikmahnya saja dan semua melakukan introsfeksi diri," katanya.

Seperti diketahui, kejadian puluhan siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya yang diduga keracunan makanan saat mengikuti kegiatan MPLS pada tanggal 18 juli lalu ini menjadi perhatian semua pihak baik masyarakat maupun para pejabat publik, seperti Bupati, Wakil Bupati Kabupaten  Pangandaran, Dandim Kapolres dan instansi lainnya turut datang untuk menjenguk. (Tn)

Bawaslu Pangandaran Awasi Uji Petik Coklit Yang Dilaksanakan KPU

PANGANDARANNEWS.COM  - 4 bulan Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tepatnya akan dilaksanakan tanggal  27 November 2024, saat masuk proses pemutakhiran data pemilih melalui Pencocokan dan Penelitian (coklit) yang dilaksanakan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). Proses coklit ini sudah dilakukan sejak 24 Juni 2024 lalu sampai dengan 24 Juli 2024, dan menurut informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran tahapan coklit ini telah selesai seratus persen.

Seperti disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Ade Ajat Sudrajat,

pada tahapan ini Bawaslu Kabupaten Pangandaran beserta jajaran pengawas adhoc di tingkat kecamatan (Panwascam) dan kelurahan/desa (PKD) melakukan pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit serta melaksnakan Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih. 

Hasil pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran, menurut Ade, didapati beberapa temuan terkait proses coklit yang dilakukan oleh Pantarlih. 

Temuan-temuan tersebut, jelasnya, kebanyakan terkait kesalahan prosedur pelaksanaan coklit yang dilakukan Pantarlih dan terdapat beberapa Pemilih yang belum tercoklit.

"Dari temuan-temuan tersebut Bawaslu pun memberikan instruksi kepada jajaran pengawas adhoc untuk memberikan saran perbaikan dan merekomendasikan kepada jajaran KPU di tingkatannya masing-masing," terang Ade.(20/07)

Ade mengatakan, berdasarkan data jajaran Panwascam dan PKD terdapat telah 29 kejadian salah prosedur kesalahan proses Coklit yang dilaksankan oleh Pantarlih. 29 kejadian  tersebut tersebar di 8 Kecamatan, diantaranya di Kecamatan Padaherang sebanyak 4 kejadian, Kalipucang 4 Kejadian, Cijulang 7 kejadian, Sidamulih 3 kejadian, Langkaplancar 4 Kejadian, Parigi 1 kejadian, Pangandaran 2 kejadian dan di Kecamatan Mangunjaya 4 kejadian.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan menambahkan, pada tahapan coklit pihaknya memberikan instruksi kepada pengawas adhoc untuk melaksanakan pengawasan melekat dan uji petik pengawasan coklit dan menyampaikan hasil kerja-kerja pengawasan kepada publik melalui Media Sosial Resmi Panwaslu Kecamatan. 

Dalam tahapan coklit ini, kata Iwan, Bawaslu juga melakukan pengawasan melekat dan uji petik pengawasan coklit dengan tujuan untuk memastikan tidak ada permasalahan terkait data maupun daftar pemilih pada Pemilihan Tahun 2024.

"Dan hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu," ungkapnya.

Selain itu, imbuh Iwan, paska tahapan coklit selesai, Bawaslu bersama Panwascam dan PKD akan tetap mengawal hak pilih masyarakat dengan melaksanakan patroli pengawasan kawal hak pilih di semua wilayah di Kabupaten Pangandaran.

 yang akan kami laksanakan hingga hari pemungutan suara 27 November 2024 mendatang,” ucap Iwan Yudiawan.

Iwan juga mengatakan, dalam undang-undang dengan tegas Bawaslu diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan Pemilihan Tahun 2024.

Namun ia mengaku, Bawaslu tidak akan bisa melakukan tugas dengan baik tanpa adanya partisipasi maupun dukungan dari seluruh elemen masyarakat. 

Untuk itu ia pun berharap agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan Pemilihan Tahun 2024 serta bersedia melapor ke Bawaslu jika menemui adanya dugaan pelanggaran atau setidak-tidaknya ikut serta dalam melakukan pencegahan pelanggaran dengan menyebarkan informasi ke lingkungan sekitar.

"Dalam hal ini kita harus saling bersinergi untuk memastikan pelaksanaan Pilkada ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

Seperti diketahui, Bawaslu Kabupaten Pangandaran juga telah berupaya melakukan Pencegahan dengan membentuk Forum warga di 10 Kecamatan dan Kampung Pengawasan di Desa Babakan yang dicanangkan oleh Kabupaten. (hiek)

Untuk Kenyamanan Wisatawan, Pengelola Parkir Di Obyek Wisata Pangandaran Segera Pasang CCTV

PANGANDARANNEWS.COM - Entah sudah berapa kali wisatawan yang datang ke obyek wisata Pantai Pangandaran mengeluh karena mereka harus beberapa kali membayar retribusi parkir, padahal saat membeli tiket masuk di toll gate wisatawan mendapat keterangan dari petugas bahwa harga tiket yang dibayar sudah sekaligus dengan retribusi parkir.

Keluhan pengunjung masalah parkir di obyek wisata Pangandaran ini muncul di beranda media sosial, namun keluhan pengunjung ini tak satu pun yang mendapat komentar baik dari pihak pengelola parkir atau pun pemerintah daerah.

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung asal Kota Tasikmalaya yang diterima penulis, ia mengaku kecewa karena harus beberapa kali membayar parkir.

"Informasi yang saya dapat dari petugas di toll gate katanya di dalam tidak harus membayar lagi retribusi parkir," terang dia di pesan whats appsnya.(19/07)

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah mengatakan, dalam rangka pengawasan implementasi parkir di kawasan obyek wisata pangandaran ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati nomer 02/KpTs.120-Huk/ 2024 tentang Penetapan Titik Lokasi Tempat Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Titik Lokasi Tempat Khusus Parkir di Luar Badan Jalan bahwa parkir ditarik di depan (bayar sekali) dengan tarif progresif minimal setengah hari 12 jam untuk zona parkir di 16 titik.

Namun apa bila di lapangan ada penarikan kembali di luar pintu masuk tersebut di zona-zona yang telah disebutkan diatas, maka, kata Ghanyy, pemilik kendaraan dapat menolak memberikan parkir kembali dengan menunjukkan karcis parkir yang telah dibayar.

"Apabila tetap terjadi, maka kami pun akan menerima keluhan dan masukan dengan melampirkan waktu dan tempat kejadian dengan jelas sehingga memudahkan untuk dilakukan penelurusan dan tindak lanjut yang spesifik," tegasnya.

Ia juga berterimakasih apa bila ada informasi yang masuk, karena hal ini akan menjadikan bahan evaluasi dalam rangka implementasi parkir di kawasan pangandaran dan sebagai pertimbangan untuk peningkatan strategi dan kebijakan lanjutan.

Ia menambahkan, kedepannya pihak vendor (pengelola parkir) akan memasang CCTV di sejumlah titik lokasi parkir sehingga apa bila terjadi pemungutan parkir di area wisata, maka akan mudah untuk penindakannya. Tak hanya itu, jika memang terjadi pungutan parkir di luar yang sudah diatur, maka ini akan menjadi urusan Saber Pungli dalam penindakannya.

"Dan kami pun sudah berkordinasi tentang hal ini dengan Saber Pungli Kabupaten Pangandaran," tegasnya.(hiek)

Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Mangunjaya, Dirawat Di Puskesmas

PANGANDARANNEWS.COM ,-  Puluhan siswa-siswi SMA 1 Negeri Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, padati ruangan UKS karena diduga mengalami sakit akibat keracunan. (19/07)

Kejadian ini menurut beberapa saksi saat 430 siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah  (MPLS), dan dari seluruh siswa tersebut 52 siswa di SMA N 1 Mangunjaya kamis Ada sekitar 52 siswa   mengalami sakit dan terpqksa harus dirawat oleh tenaga medis.

Seperti disampaikan orang tua siswa Endang Suardzo (61), kejadian ini  berawal dari kegiatan orientasi sekolah selama dua (kamis- jumat) dengan salah satu kegiatan menjelajah yang dilanjutkan dengan acara makan siang nasi boks sekitar jam 12.00 WIB.

Awalnya Endang menyebut, anaknya tidak merasakan apa-apa, namun pada hari jumat anaknya mengaku merasa mual dan muntah muntah.

"Saya membawa anak saya ke Puskesmas Mangunjaya, namun ternya di puskesmas sudah penuh oleh siswa yang mengalami sakit yang sama," terang Endang.

Mengetahui bukan anaknya saja yang mengalmi mual-mual, Endang dengan sejumlah siswa lainnya membawa anaknya untuk dirawat  di ruanngan  sekolah dengan didampingi tim medis.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 1 MangunjayaTeti Gumiati membenarkan, puluhan siswanya yang sedang mengikuti MPLS.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf, karena kejadian yang menimpa sejumlah siswa yang sedang mengikuti MPLS ini membuat khawatir orang tua siswa dan menjadi berita ramai di masyarakat.

Setelah mengetahui puluhan siswanya terganggu kesehatannya, Teti mengaku ia pun langsung berkordinasi dengan pihak kesehatan dan direspon dengan menurunkan sejumlah tenaga medis.

Namun dalam kepada sejumlah wartawan Teti menyangkal, penyebab puluhan siswa terganggu kesehatannya akibat keracunan makanan.

Menurutnya, penyebabnya karena diketahui siswanya ada yang tidak sarapan pagi sebelum ke sekolah dan mempunyai penyakit lambung.

"Dan ini sekaligus saya meluruskan, kejadian ini bukan karena keracunan," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Di tempat Kepala Puskesmas Mangunjaya, Suharyanto membenarkan kejadian tersebut dan menurutnya ini termasuk kejadian luar biasa

Suharyanto mengatakan, sejak mendengar informasi kejadin tersebut pihaknya pun sigap bereaksi dengan langsung menurunkan petugas medis ke lokasi.

Ia menjelaskan, saat ini 18 siswa dirawat di Puskesmas Mangunjaya, 19 siswa lainnya dirawat di SMAN 1 Mangunjaya, Puskesma Padaherang 6 siswa, Klinik Cahaya Medika 4 siswa, Klinik Sultan 3 siswa dan di Klinik Mitra Sehat 2 siswa.

Tempat siswa dirawat ini, kata Suharyanto, diusahakan tergantung dimana tempat tinggal siswa yang berdekatan dengan pusat kesehatan dan tujuannya agar cepat dalam menanggulanginya.

"Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada seorang siswa pun yang harus di rujuk ke RSU," katanya. (Tn)

Dandim 0625/Pangandaran, Senam Sehat Bersama Wujudkan Keluarga Harmonis

PANGANDARANNEWS.COM - Selain merupakan kebutuhan prajurit serta bagian dari program Komando Atas dalam rangka mewujudkan keluarga sehat, Kegiatan olahraga bersama juga untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama keluarga.

Demikian disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Inf Indra Mardiyanto Subroto didampingi Ketua Persit KCK Cab XLVIII Ny. Nuning Indra Mardianto saat menggelar kegiatan senam sehat bersama. yang dilaksanakan di Lapangan Para Duta Siliwangi, Makodim 0625, Jalan Raya Parigi - Cigugur, Cintakarya, Kecamatan Parigi.(19/07)

Kegiatan senam sehat ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0625/Pangandaran Letkol Inf Indra Mardiyanto Subroto bersama Ketua Persit KCK Cab XLVIII Ny. Nuning Indra Mardianto, serta Para Perwira, Staff, Danramil jajaran, seluruh anggota baik militer maupun PNS, dan segenap anggota Persit.

Dandim mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini kita dapat membangun hubungan kekeluargaan yang sehat dan harmonis.

Dan kegiatan senam bersama ini, imbuhnya, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Kodim 0625/Pangandaran dan Persit. Senam sehat tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan rohani sehingga diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas dengan tubuh yang tetap sehat dan prima.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kesehatan dan kebugaran seluruh anggota Kodim 0625/Pangandaran beserta keluarganya," ucap Dandim.***

JSI Usung Calon Pemimpin Kabupaten Tasikmalaya Yang Akan Datang, Pengawal RPJPD Religius Islami

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di Gedung Dakwah Islamiyyah Kecamatan Karangnunggal, Jong Selatan Institute (JSI) yang diketuai H. Undang Rudayat, S. Sos tadi siang menggelar seminar bersama para tokoh lembaga, tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan dan Instansi-instansi yang ada di Kecamatan Karangnunggal. (18/07)

Hadir dalam kesempatan kegiatan tersebut, Asep Dzulfikri, S.E, yang sekaligus menjadi Narasumber bersama H. Dadang Abdurrahman (Ketua DMI) Kecamatan Karangnunggal, Camat Karangnunggal Agus Sutisna, Para Kepala Desa, BPD, Karang Taruna, Para Ketua Ormas, LSM, OKP, Muslimat, Patayat, dan warga dari berbagai kalangan Se-Kecamatan Karangnunggal.

Dalam pemaparan materinya Asep Dzulfikri menyampaikan, maksud dari RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah) dan Religius Islami ini merupakan produk Undang-undang Kabupaten Tasikmalaya untuk jangka waktu 20 tahun ke depan.

Berkaitan dengan tujuan menentukan Visi Kabupaten Asep, adalah Tasikmalaya yang maju, religi dan berkelanjutan serta menyesuaikan dengan target Indonesia Emas.

"Maju adalah tantangan besar buat kita, baik dalam serangan sisi ekonomi, budaya dan sosial," jelasnya.

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa, maka dari dalam RPJD lahirannya religius islami yang merupakan kajian-kajian panjang dari berbagai kalangan.

Dan bagaimana menciptakan masyarakat yang religius, Asep mengatakan, itu merupakan tuntunan dari para ulama terdahulu dan ini harus dikawal hingga terealisasi produk RPJPD tersebut.

"kita memahami tujuan dari Religius Islami tapi kita juga berharap Implementasinya harus benar-benar di rasakan," imbuh Asep.

Sementara menurut H. Undang Rudayat saat ditanya awak media mengatakan, tujuan dari seminar ini poinnya untuk mengajak warga Kabupaten Tasikmalaya agar bisa mengawal dan mengetahui tentang RPJPD Kabupaten Tasikmalaya.

"Kita merasa saat ini warga itu ada tapi terasa tiada, kita mengajak seluruh element untuk betul-betul bisa merasakan hasil daripada RPJPD tersebut," kata Undang.

Disoal terkait harapan khusus warga Tasikmalaya Selatan (Tasela), Undang mengatakan,  Undang mengatakan, tentu hal itu yang menjadi prioritas dan semua harus mempersiapkan segalanya sejak dini jelang pemekaran Kabupaten Tasikmalaya Selatan. Masyarakat pun harus bisa siap dalam segala aspek, tentunya sesuai dengan tema dalam mengusung dan mendukung para calon pemimpin di daerah.

"Kita harus betul-betul selektif dalam memilih pemimpin-pemimpin yang bisa menyerap dan mendengar setiap aspirasi masyarakat," tegasnya.(anwarwaluyo)

Miris, Pasar Pananjung Milik Pemda Pangandaran Tak Terurus ?

PANGANDARANNEWS.COM - Pasar Pananjung milik Pemda saat ini banyak dikeluhkan para pedagang yang menempati sejumlah los dan kios-kios tempat berjualan, pasalnya kondisi pasar tradisional terbesar di Kabupaten Pangandaran ini kondisinya seperti tak terawat. Drainasenya pun dinilai sangat buruk apalagi jika musim hujan, genangan air pun tampak baik di dalam atau pun di luar bangunan pasar.

Seperti disampaikan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pananjung (HP2P) Pangandaran, Suryaman, saat turun hujan lebat maka genangan air pun bisa sampai selutut orang dewasa.

"Ini karena drainase yang ada diisini sudah tidak mampu menampung debit air sehingga meluap kemana-mana," jelas Suryaman, saat dijumpai PNews di kantor HP2P.(16/07)

Kondisi seperti ini, kata Suryaman, tentu membuat konsumen jadi tidak nyaman yang pada kahirnya enggan berbelanja lagi ke Pasar Pananjung bahkan kondisi sebagian jalan juga masih terbilang belum bagus semua.

Ia juga menyebut, untuk perbaikan ala kadarnya pernah dilakukan secara swadaya dengan biaya hasil patungan para pedagang yang terkumpul sebanyak Rp 25 juta.

Bukan hanya untuk perbaikan jalan, masih dari hasil swadaya pedagang juga pernah untuk perbaikan kantor pasar.

Menurutnya, saat ini para pedagang yang ada di Pasar Pananjung sangat berharap ada perbaikan dari Pemda Pangandaran, minimal untuk perbaikan drainase dan ruas jalan agar air tak menutupi area pasar saat musim hujan.

Disoal adanya rencana revitalisasi Pasar Pananjung, ia mengaku tidak terlalu paham karena hingga saat ini rencana tersebut belum ada realisasinya.

"Parahnya kondisi pasar ini, sekarang ditambah dengan banyak gerobak atau meja PKL berserakan di depan pasar karena meja-meja bekas jualan pada malam hari ini disimpan sembarang," katanya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah kios di Pasar Pananjung ini sebanyak 649 kios, 81 los dan 345 lapak PKL.

"Sedangkan jumlah pedagang yang ada disini ada sekitar 500," ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida membenarkan, kondisi Pasar Pananjung milik pemda ini memang cukup memprihatinkan.

Namun Tedi mengaku, hanya untuk memenuhi keinginan perbaikan seperti yang dikeluhkan para pedagang saat ini tidak tersedia anggarannya.

Bukan tidak diperhatikan, karena menurut Tedi hal ini pun sudah berulang kali diusulkan pada rapat pembahasan APBD namun perbaikan tersebut belum bisa dilaksanakan.

"Terus terang saya juga sangat merasakan apa yang selama ini dikeluhkan para pedagang yang ada di Pasar Pananjung, namun kondisi keuangan daerah saat ini belum bisa memenuhi keinginan tersebut," ungkapnya.

Bahkan menurut Tedi, beberapa waktu lalu hal ini  pernah langsung disampaikan ke bupati, namun saat itu bupati menyampaikan bahwa perbaikan Pasar Pananjung ini ini akan dilakukan sekaligus revitalisasi secara menyeluruh.

"Saat itu Pa Bupati berusaha untuk mencari anggaran revitalisasi ini baik ke pemerintah provinsi mau pun ke pusat, dan tidak mengandalkan APBD," terang Tedi.(hiek)




Serentak, Sekolah Di Lingkup Satuan Pendidikan Cibalong Laksanakan MPLS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selain merupakan periode penting bagi siswa baru agar bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, juga bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada budaya, norma, dan tata tertib sekolah serta membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru.

Namun untuk mencapai tujuan ini, penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa MPLS dilaksanakan dengan cara yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak karena transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar menjadi masa yang penting bagi anak-anak.

Demikian disampaikan Ketua K3S Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Maman, SPd, MPd, saat diwawancara PNews terkait kegiatan MPLS yang dilaksanakan satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Cibalong.

Para siswa ini, kata Maman akan masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus masuk pada lingkungan baru, sehingga pihak sekolah pun perlu menyiapkan agar masa MPLS peserta didik baru yang secara psikologis juga memasuki jenjang sekolah dengan struktur pembelajaran yang berbeda.

"Keterlibatan orang tua siswa dalam masa MPLS ini juga sangat penting untuk kesuksesan adaptasi anak," ungkapnya.(17/07)

Kegiatan MPLS penting untuk memahami tujuan utamanya bukan hanya sekadar orientasi, tetapi menurutnya, momen ini juga penting untuk membangun fondasi yang kuat bagi siswa baru.

Ia menjelaskan, tujuan utama MPLS adalah untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, membiasakan diri dengan jadwal dan kegiatan sekolah, serta mengenal guru dan staf.

Selain itu, imbuh Maman, MPLS juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Adaptasi ketrampilan sosial sangat prioritas bagi transisi anak dari PAUD ke SD.
kunci untuk MPLS dari guru, staf, dan siswa lama/kelas atas yang terlatih untuk membimbing siswa baru khususnya untuk menemani masa transisi.

Dan langkah pertama dalam perencanaan adalah kegiatan yang jelas dan terstruktur, sehingga menurut Maman, kegiatan ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga nantinya bisa memberikan nilai-nilai edukasi bagi murid.

"Dan alhamdulillah sampai hari ini semua SD yang ada di Kecamatan Cikalong melaksanakan MPLS, lalu sebagai laporan kami pun mebagikan vidio-vidio kegiatan ini di lingkup satuan pendidikan Kecamatan Cibalong," kata Maman. (anwarwaluyo)

Otong Aminudin Sebut, MUI Pangandaran Harus Jadi Contoh Taat Pajak

PANGANDARANNEWS.COM- Ketua dan jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendatangi kantor Samsat kabupaten Pangandaran untuk bersilaturahmi, bertempat di Aula Samsat Pangandaran. (18/07)

Dalam ajang silaturahmi tersebut selain dilaksanakan pengajian juga dibahas juga kesadaran masyarakat terkait kesadaran membayar pajak kendaraan bermotor yang ada di wilayah hukum Kabupaten Pangandaran. 

Seperti disampaikan Ketua MUI Kabupaten Pangandaran KH Otong Aminudin, pihaknya menghimbau kepada seluruh jajaran struktural MUI yang menggunakan kendaraan bermotor plat merah untuk menjadi yang terdepan dalam taat pajak.

Saat ini, kata Otong, lebih 100 kendaraan bermotor aset daerah Kabupaten Pangandaran untuk yang kedua kalinya secara kompak datang ke kantor Samsat untuk membayar pajak. 

Otong mengatakan, ia selalu mengingatkan tentang pentingnya silaturahmi dengan siapapun terlebih menyangkut kepentingan keumatan dan aset daerah bahkan MUI harus memberikan keteladanan dalam taat pajak ini.

"MUI sudah seharusnya menjadi contoh bagi umat dalam memenuhi kewajiban pajak," tegasnya.

Sementara menurut salah satu anggota yang hadir, acara ini menjadi momen bagus karena selain silaturahmi juga ada pengajian dan pengisian pajak secara serentak.

Ia mengaku senang bisa berkumpul bersilaturahmi seluruh ketua MUI dari seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

"Alhamdulillah kami dapat subsidi sehingga memperingan pembayaran pajak," jelasnya.

Ia juga berharap, kedepan kendaraan aset daerah ini dapat dihibahkan kepada seluruh struktural MUI baik yang ada di desa atau pun Kecamatan.(harisfirdaus)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN