Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Mangunjaya, Dirawat Di Puskesmas

PANGANDARANNEWS.COM ,-  Puluhan siswa-siswi SMA 1 Negeri Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, padati ruangan UKS karena diduga mengalami sakit akibat keracunan. (19/07)

Kejadian ini menurut beberapa saksi saat 430 siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah  (MPLS), dan dari seluruh siswa tersebut 52 siswa di SMA N 1 Mangunjaya kamis Ada sekitar 52 siswa   mengalami sakit dan terpqksa harus dirawat oleh tenaga medis.

Seperti disampaikan orang tua siswa Endang Suardzo (61), kejadian ini  berawal dari kegiatan orientasi sekolah selama dua (kamis- jumat) dengan salah satu kegiatan menjelajah yang dilanjutkan dengan acara makan siang nasi boks sekitar jam 12.00 WIB.

Awalnya Endang menyebut, anaknya tidak merasakan apa-apa, namun pada hari jumat anaknya mengaku merasa mual dan muntah muntah.

"Saya membawa anak saya ke Puskesmas Mangunjaya, namun ternya di puskesmas sudah penuh oleh siswa yang mengalami sakit yang sama," terang Endang.

Mengetahui bukan anaknya saja yang mengalmi mual-mual, Endang dengan sejumlah siswa lainnya membawa anaknya untuk dirawat  di ruanngan  sekolah dengan didampingi tim medis.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 1 MangunjayaTeti Gumiati membenarkan, puluhan siswanya yang sedang mengikuti MPLS.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf, karena kejadian yang menimpa sejumlah siswa yang sedang mengikuti MPLS ini membuat khawatir orang tua siswa dan menjadi berita ramai di masyarakat.

Setelah mengetahui puluhan siswanya terganggu kesehatannya, Teti mengaku ia pun langsung berkordinasi dengan pihak kesehatan dan direspon dengan menurunkan sejumlah tenaga medis.

Namun dalam kepada sejumlah wartawan Teti menyangkal, penyebab puluhan siswa terganggu kesehatannya akibat keracunan makanan.

Menurutnya, penyebabnya karena diketahui siswanya ada yang tidak sarapan pagi sebelum ke sekolah dan mempunyai penyakit lambung.

"Dan ini sekaligus saya meluruskan, kejadian ini bukan karena keracunan," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Di tempat Kepala Puskesmas Mangunjaya, Suharyanto membenarkan kejadian tersebut dan menurutnya ini termasuk kejadian luar biasa

Suharyanto mengatakan, sejak mendengar informasi kejadin tersebut pihaknya pun sigap bereaksi dengan langsung menurunkan petugas medis ke lokasi.

Ia menjelaskan, saat ini 18 siswa dirawat di Puskesmas Mangunjaya, 19 siswa lainnya dirawat di SMAN 1 Mangunjaya, Puskesma Padaherang 6 siswa, Klinik Cahaya Medika 4 siswa, Klinik Sultan 3 siswa dan di Klinik Mitra Sehat 2 siswa.

Tempat siswa dirawat ini, kata Suharyanto, diusahakan tergantung dimana tempat tinggal siswa yang berdekatan dengan pusat kesehatan dan tujuannya agar cepat dalam menanggulanginya.

"Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada seorang siswa pun yang harus di rujuk ke RSU," katanya. (Tn)

Dandim 0625/Pangandaran, Senam Sehat Bersama Wujudkan Keluarga Harmonis

PANGANDARANNEWS.COM - Selain merupakan kebutuhan prajurit serta bagian dari program Komando Atas dalam rangka mewujudkan keluarga sehat, Kegiatan olahraga bersama juga untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama keluarga.

Demikian disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Inf Indra Mardiyanto Subroto didampingi Ketua Persit KCK Cab XLVIII Ny. Nuning Indra Mardianto saat menggelar kegiatan senam sehat bersama. yang dilaksanakan di Lapangan Para Duta Siliwangi, Makodim 0625, Jalan Raya Parigi - Cigugur, Cintakarya, Kecamatan Parigi.(19/07)

Kegiatan senam sehat ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0625/Pangandaran Letkol Inf Indra Mardiyanto Subroto bersama Ketua Persit KCK Cab XLVIII Ny. Nuning Indra Mardianto, serta Para Perwira, Staff, Danramil jajaran, seluruh anggota baik militer maupun PNS, dan segenap anggota Persit.

Dandim mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini kita dapat membangun hubungan kekeluargaan yang sehat dan harmonis.

Dan kegiatan senam bersama ini, imbuhnya, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Kodim 0625/Pangandaran dan Persit. Senam sehat tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan rohani sehingga diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas dengan tubuh yang tetap sehat dan prima.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kesehatan dan kebugaran seluruh anggota Kodim 0625/Pangandaran beserta keluarganya," ucap Dandim.***

JSI Usung Calon Pemimpin Kabupaten Tasikmalaya Yang Akan Datang, Pengawal RPJPD Religius Islami

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di Gedung Dakwah Islamiyyah Kecamatan Karangnunggal, Jong Selatan Institute (JSI) yang diketuai H. Undang Rudayat, S. Sos tadi siang menggelar seminar bersama para tokoh lembaga, tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan dan Instansi-instansi yang ada di Kecamatan Karangnunggal. (18/07)

Hadir dalam kesempatan kegiatan tersebut, Asep Dzulfikri, S.E, yang sekaligus menjadi Narasumber bersama H. Dadang Abdurrahman (Ketua DMI) Kecamatan Karangnunggal, Camat Karangnunggal Agus Sutisna, Para Kepala Desa, BPD, Karang Taruna, Para Ketua Ormas, LSM, OKP, Muslimat, Patayat, dan warga dari berbagai kalangan Se-Kecamatan Karangnunggal.

Dalam pemaparan materinya Asep Dzulfikri menyampaikan, maksud dari RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah) dan Religius Islami ini merupakan produk Undang-undang Kabupaten Tasikmalaya untuk jangka waktu 20 tahun ke depan.

Berkaitan dengan tujuan menentukan Visi Kabupaten Asep, adalah Tasikmalaya yang maju, religi dan berkelanjutan serta menyesuaikan dengan target Indonesia Emas.

"Maju adalah tantangan besar buat kita, baik dalam serangan sisi ekonomi, budaya dan sosial," jelasnya.

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa, maka dari dalam RPJD lahirannya religius islami yang merupakan kajian-kajian panjang dari berbagai kalangan.

Dan bagaimana menciptakan masyarakat yang religius, Asep mengatakan, itu merupakan tuntunan dari para ulama terdahulu dan ini harus dikawal hingga terealisasi produk RPJPD tersebut.

"kita memahami tujuan dari Religius Islami tapi kita juga berharap Implementasinya harus benar-benar di rasakan," imbuh Asep.

Sementara menurut H. Undang Rudayat saat ditanya awak media mengatakan, tujuan dari seminar ini poinnya untuk mengajak warga Kabupaten Tasikmalaya agar bisa mengawal dan mengetahui tentang RPJPD Kabupaten Tasikmalaya.

"Kita merasa saat ini warga itu ada tapi terasa tiada, kita mengajak seluruh element untuk betul-betul bisa merasakan hasil daripada RPJPD tersebut," kata Undang.

Disoal terkait harapan khusus warga Tasikmalaya Selatan (Tasela), Undang mengatakan,  Undang mengatakan, tentu hal itu yang menjadi prioritas dan semua harus mempersiapkan segalanya sejak dini jelang pemekaran Kabupaten Tasikmalaya Selatan. Masyarakat pun harus bisa siap dalam segala aspek, tentunya sesuai dengan tema dalam mengusung dan mendukung para calon pemimpin di daerah.

"Kita harus betul-betul selektif dalam memilih pemimpin-pemimpin yang bisa menyerap dan mendengar setiap aspirasi masyarakat," tegasnya.(anwarwaluyo)

Miris, Pasar Pananjung Milik Pemda Pangandaran Tak Terurus ?

PANGANDARANNEWS.COM - Pasar Pananjung milik Pemda saat ini banyak dikeluhkan para pedagang yang menempati sejumlah los dan kios-kios tempat berjualan, pasalnya kondisi pasar tradisional terbesar di Kabupaten Pangandaran ini kondisinya seperti tak terawat. Drainasenya pun dinilai sangat buruk apalagi jika musim hujan, genangan air pun tampak baik di dalam atau pun di luar bangunan pasar.

Seperti disampaikan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pananjung (HP2P) Pangandaran, Suryaman, saat turun hujan lebat maka genangan air pun bisa sampai selutut orang dewasa.

"Ini karena drainase yang ada diisini sudah tidak mampu menampung debit air sehingga meluap kemana-mana," jelas Suryaman, saat dijumpai PNews di kantor HP2P.(16/07)

Kondisi seperti ini, kata Suryaman, tentu membuat konsumen jadi tidak nyaman yang pada kahirnya enggan berbelanja lagi ke Pasar Pananjung bahkan kondisi sebagian jalan juga masih terbilang belum bagus semua.

Ia juga menyebut, untuk perbaikan ala kadarnya pernah dilakukan secara swadaya dengan biaya hasil patungan para pedagang yang terkumpul sebanyak Rp 25 juta.

Bukan hanya untuk perbaikan jalan, masih dari hasil swadaya pedagang juga pernah untuk perbaikan kantor pasar.

Menurutnya, saat ini para pedagang yang ada di Pasar Pananjung sangat berharap ada perbaikan dari Pemda Pangandaran, minimal untuk perbaikan drainase dan ruas jalan agar air tak menutupi area pasar saat musim hujan.

Disoal adanya rencana revitalisasi Pasar Pananjung, ia mengaku tidak terlalu paham karena hingga saat ini rencana tersebut belum ada realisasinya.

"Parahnya kondisi pasar ini, sekarang ditambah dengan banyak gerobak atau meja PKL berserakan di depan pasar karena meja-meja bekas jualan pada malam hari ini disimpan sembarang," katanya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah kios di Pasar Pananjung ini sebanyak 649 kios, 81 los dan 345 lapak PKL.

"Sedangkan jumlah pedagang yang ada disini ada sekitar 500," ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida membenarkan, kondisi Pasar Pananjung milik pemda ini memang cukup memprihatinkan.

Namun Tedi mengaku, hanya untuk memenuhi keinginan perbaikan seperti yang dikeluhkan para pedagang saat ini tidak tersedia anggarannya.

Bukan tidak diperhatikan, karena menurut Tedi hal ini pun sudah berulang kali diusulkan pada rapat pembahasan APBD namun perbaikan tersebut belum bisa dilaksanakan.

"Terus terang saya juga sangat merasakan apa yang selama ini dikeluhkan para pedagang yang ada di Pasar Pananjung, namun kondisi keuangan daerah saat ini belum bisa memenuhi keinginan tersebut," ungkapnya.

Bahkan menurut Tedi, beberapa waktu lalu hal ini  pernah langsung disampaikan ke bupati, namun saat itu bupati menyampaikan bahwa perbaikan Pasar Pananjung ini ini akan dilakukan sekaligus revitalisasi secara menyeluruh.

"Saat itu Pa Bupati berusaha untuk mencari anggaran revitalisasi ini baik ke pemerintah provinsi mau pun ke pusat, dan tidak mengandalkan APBD," terang Tedi.(hiek)




Serentak, Sekolah Di Lingkup Satuan Pendidikan Cibalong Laksanakan MPLS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selain merupakan periode penting bagi siswa baru agar bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, juga bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada budaya, norma, dan tata tertib sekolah serta membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru.

Namun untuk mencapai tujuan ini, penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa MPLS dilaksanakan dengan cara yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak karena transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar menjadi masa yang penting bagi anak-anak.

Demikian disampaikan Ketua K3S Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Maman, SPd, MPd, saat diwawancara PNews terkait kegiatan MPLS yang dilaksanakan satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Cibalong.

Para siswa ini, kata Maman akan masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus masuk pada lingkungan baru, sehingga pihak sekolah pun perlu menyiapkan agar masa MPLS peserta didik baru yang secara psikologis juga memasuki jenjang sekolah dengan struktur pembelajaran yang berbeda.

"Keterlibatan orang tua siswa dalam masa MPLS ini juga sangat penting untuk kesuksesan adaptasi anak," ungkapnya.(17/07)

Kegiatan MPLS penting untuk memahami tujuan utamanya bukan hanya sekadar orientasi, tetapi menurutnya, momen ini juga penting untuk membangun fondasi yang kuat bagi siswa baru.

Ia menjelaskan, tujuan utama MPLS adalah untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, membiasakan diri dengan jadwal dan kegiatan sekolah, serta mengenal guru dan staf.

Selain itu, imbuh Maman, MPLS juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Adaptasi ketrampilan sosial sangat prioritas bagi transisi anak dari PAUD ke SD.
kunci untuk MPLS dari guru, staf, dan siswa lama/kelas atas yang terlatih untuk membimbing siswa baru khususnya untuk menemani masa transisi.

Dan langkah pertama dalam perencanaan adalah kegiatan yang jelas dan terstruktur, sehingga menurut Maman, kegiatan ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga nantinya bisa memberikan nilai-nilai edukasi bagi murid.

"Dan alhamdulillah sampai hari ini semua SD yang ada di Kecamatan Cikalong melaksanakan MPLS, lalu sebagai laporan kami pun mebagikan vidio-vidio kegiatan ini di lingkup satuan pendidikan Kecamatan Cibalong," kata Maman. (anwarwaluyo)

Otong Aminudin Sebut, MUI Pangandaran Harus Jadi Contoh Taat Pajak

PANGANDARANNEWS.COM- Ketua dan jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendatangi kantor Samsat kabupaten Pangandaran untuk bersilaturahmi, bertempat di Aula Samsat Pangandaran. (18/07)

Dalam ajang silaturahmi tersebut selain dilaksanakan pengajian juga dibahas juga kesadaran masyarakat terkait kesadaran membayar pajak kendaraan bermotor yang ada di wilayah hukum Kabupaten Pangandaran. 

Seperti disampaikan Ketua MUI Kabupaten Pangandaran KH Otong Aminudin, pihaknya menghimbau kepada seluruh jajaran struktural MUI yang menggunakan kendaraan bermotor plat merah untuk menjadi yang terdepan dalam taat pajak.

Saat ini, kata Otong, lebih 100 kendaraan bermotor aset daerah Kabupaten Pangandaran untuk yang kedua kalinya secara kompak datang ke kantor Samsat untuk membayar pajak. 

Otong mengatakan, ia selalu mengingatkan tentang pentingnya silaturahmi dengan siapapun terlebih menyangkut kepentingan keumatan dan aset daerah bahkan MUI harus memberikan keteladanan dalam taat pajak ini.

"MUI sudah seharusnya menjadi contoh bagi umat dalam memenuhi kewajiban pajak," tegasnya.

Sementara menurut salah satu anggota yang hadir, acara ini menjadi momen bagus karena selain silaturahmi juga ada pengajian dan pengisian pajak secara serentak.

Ia mengaku senang bisa berkumpul bersilaturahmi seluruh ketua MUI dari seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

"Alhamdulillah kami dapat subsidi sehingga memperingan pembayaran pajak," jelasnya.

Ia juga berharap, kedepan kendaraan aset daerah ini dapat dihibahkan kepada seluruh struktural MUI baik yang ada di desa atau pun Kecamatan.(harisfirdaus)

Setelah Penantian Sejak Tahun 1984, Bupati Tasik Resmikan Jalan Di Desa Kujang

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS -  Bupati  Tasikmalaya Ade Sugianto didampingi anggota DPRD, Kepala Dinas PUPR, Camat Karangnunggal, Ketua PGRI, Forkopinda dan tamu undangan lainya, kemarin meresmikan Jalan Sindangrelet-Cidadap di Desa Kujang Kecamatan Karangnunggal.(17/07)


Di depan undangan yang hadir dalam sambutannya bupati menyampaikan, atas nama pemda ia sangat bersyukur karena dapat menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tasikmalaya.

"Ini merupakan penghormatan bagi saya bisa berdiri di hadapan bapak-bapak sekalian sebagai saksi bahwa kita yang merupakan bagian dari  Kabupaten Tasikmalaya," ungkap bupati.

Sementara saat diminta komentarnya, Kepala Desa
Kujang Hendra Permana mengaku senang karena peresmian jalan sepanjang 4,2 kilo meter di desanya bisa diresmikan orang nomer satu di Kabupaten Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan seperti tadi disampaikan Pa Bupati, ada perbaikan jalan lagi sepanjang 6 kilo meter di tahun 2025-2026," jelas Hendra.

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, sejak tahun 1984 dan sudah beberapa kali ganti bupati belum pernah satu pun melakukan perbaikan jalan di Desa Kujang.

Dan hari ini kedatang bupati di Desa Kujang, menurutnya, akan menjadi catatan sejarah bahwa pernah datang Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto di Desa Kujang.

"Atas nama warga, saya menghaturkan terima kasih kepada Bupati," ucapnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPD Kujang, Atang Triana, S,Pd, pihaknya pun berterimakasih karena saat ini sudah diterbitkan SK Bupati tentang Desa Wisata, sehingga dari 351 desa wisata yang tersebar di berbagai desa se-Kabupaten Tasikmalaya 92 sudah mendapatkan SK desa wisata termasuk Desa Kujang.

Diharapkan Desa Waisata Kujang ini, kata Atang, bisa menjadi aset yang bisa berkontribusi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

Atang menambahkan, lembaga pendidikan yang ada Desa Kujang pun mendapat anggaran rehabilitas, diantaranya untuk SD Banyuwaras mendapat tiga ruang rehabilitasi kelas, ruang guru termasuk satu ruang bangunan baru dengan besar anggaran sebesar Rp 674 juta.

"Untuk ini semua kami sangat berterimakasih dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.(anwarwaluyo)

 

Bupati Pangandaran Pastikan, Sisa Hibah Dana Pilkada 2024 Cair Bulan Ini

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM - Hingga saat ini baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau pun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran, belum menerima sisa 60 persen lagi dana hibah untuk penyelenggaraan Pilkada tahun 2024.

Saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata memastikan bahwa sisa Dana Hibah Pilkada Pangandaran tersebut akan cair akhir bulan juli ini.

Bupati menyebut Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ini harus terealisasi bulan ini karena kalau tidak, selain Pemkab Pangandaran akan mendapat teguran dari pemerintah pusat tentu penyelenggaraan Pilkada pun akan tersendat.

"Insyaallah akhir bulan ini sisa 60 % dana hibah ke KPU dan Bawaslu ini akan cair," kata bupati usai mengikuti rapat paripurna, bertempat di gedung DPRD Pangandaran.(15/07)

Disoal pencairan dana hibah ke KPU dan Bawaslu ini menunggu realisasi pinjaman pemda (portofolio) Rp350 Milyar, bupati menegaskan, anggaran NPHD ini harus sepenuhnya bersumber dari APBD.

"Portofolio ini tidak boleh digunakan untuk biaya penyelenggaraan Pilkada," tegas bupati.

Seperti diketahui, hibah Pilkada ini seluruhnya sebesar Rp30 Milyar, dengan rincian untuk KPU sebesar Rp 23 miliar dan Bawaslu Rp7 Milyar.

Sementara saat ini baik KPU mau pun Bawaslu baru cair 40 persen, sehingga menyisakan untuk KPU sebesar Rp13,8 Milyar dan Bawaslu Rp4,2 Milyar. (hiek)

Kepala SMPN 1 Cisaga, MPLS Merupakan Pengenalan Siswa Pada Lingkungan Sekolah

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.

Seperti disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Cisaga Kabupaten Ciamis,
Ujang Solihat S.Pd, mengawali Tahun Pelajaran Baru 2024-2025 di SMPN 1 Cisaga diawali dengan kegiatan  MPLS yang dilaksanakan mulai dari Tanggal 15 Juli 2024, dengan mengambil tema “Bangga dan Bergembira Bersekolah Untuk Perwujudan Profil Pelajar Pancasila”.

Ujang Solihat mengatakan, materi yang ada dalam kegiatan MPLS diantaranya dengan mengenalkan visi dan misi sekolah, pengenalan kurikulum merdeka belajar serta
kiat-kiat belajar efektif,
tata tertib yang harus dijalani para peserta didik, profil pelajaran pancasila,
pembinaan mental dan agama di sekolah.

Selain itu, imbuhnya, juga menerapkan pendidikan karakter, pengenalan lingkungan, budaya hidup bersih serta pemaparan terkait  bahaya penyalahgunaan narkoba, menerapkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

"Dan kami juga kami tegaskan agar stop bullying," ucapnya.(15/07)

Ia menjelaskan, pada tahun pelajaran baru 2024 ini di SMPN 1 Cisaga yang melakukan daftar ulang sebanyak 351 siswa serta mengikuti kegiatan MPLS  sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan.

Dengan kegiatan MPLS ini ia berharap para siswa bisa mengenal situasi lingkungan sekolah baru mereka, sehingga nantinya siswa bisa beradaptasi dan mengikuti cara belajar di sekolah yang baru.

"Karena bagaimanapun pasti ada perbedaan antara belajar di SD dengan belajar di SMP, terutama mungkin dari jumlah teman yang semakin banyak," imbuhnya.

Pada kegiatan MPLS ini, pihaknya juga mengundang anggota Koramil dan Kapolsek Cisaga untuk menyampaikan materi-materi terkait kenakalan remaja, bahaya narkoba dan yang lainnya sesuai dengan peran TNI-Polri.

"Dan kami juga tidak lupa menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan seluruh orang tua siswa, mudah-mudahan kami bisa melaksanakan amanat untuk mencerdaskan anak-anaknya," ujarnya.(anwarwaluyo)

60 % NPHD Pemkab Pangandaran Belum Dibayar, Ketua KPU Pangandaran Optimis Akan Segera Cair

Muhtadin
PANGANDARANNEWS.COM – Jelang 5 bulan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) atau dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) saat ini masih menyisakan 60 %, dari total nilai NPHD Rp23 Milyar.

Padahal seperti diberitakan sebuah media on line, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni beberapa waktu lalu  (9/8/2023) mengatakan, di Pasal 166 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pendanaan kegiatan Pilkada ini dibebankan dalam APBD. 

Dan jika tahapan dan jadwal pilkada serentak 2024 sudah ditetapkan, pemda akan melakukan penandatanganan dan pembayaran pendanaan pilkada kepada KPU dan Bawaslu sesuai ketentuan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 900.1.9.1/435/SJ tanggal 24 Januari 2023.

Adapun pemda yang belum tersedia atau belum cukup ruang fiskal daerahnya, kata Agus saat itu,  diwajibkan melakukan penyesuaian anggaran melalui perubahan APBD dengan mengubah Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD dan mengubah peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2023. Dan hal ini diberitahukan kepada pimpinan DPRD untuk dianggarkan dalam perda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2023, atau ditampung dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) bagi pemerintah daerah yang tidak melakukan perubahan APBD tahun anggaran 2023 atau dengan menggunakan belanja tidak terduga (BTT).

Menanggapi hal tersebut Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin membenarkan, hibah dari Pemkab Pangandaran baru diterima 40% atau Rp 9,2 milyar, padahal waktu pendaftaran pasangan calon tinggal beberapa bulan saja.

“Mudah-mudahan sisanya bisa segera direalisasikan oleh Pemkab Pangandaran,” ungkap Muhtadin, saat ditemui PNews usai mengikuti kegiatan Talk Show Jurnalis Ati Hoaks menjelang Pilkada 2024, di Taman Sagati Desa Margacinta Cijulang.(13/07)

Walau belum ada pencairan NPHD dari pemda, kata Muhtadin, sejauh ini kegiatan masih bisa berjalan dengan memanfaatkan anggaran yang ada.

Disoal apakah Pilkada terancam gagal dilaksanakan karena sisa hibah pemda ke KPU belum dicairkan, menurut Muhtadin ia meyakini Pemkab Pangandaran akan segera merealisasikan sisa hibah yang masih belum dibayar paling tidak pada bulan juli sekarang, sesuai dengan tenggat waktu 5 bulan sebelum pelaksanaan Pilkada.

“Saya optimis dan yakin, tidak akan lama lagi pasti cair," tegasnya.

Saat hal ini dikonfirmasi ke Plt Kesbangpol Kabupaten Pangandaran Gumilar, ia mengaku hingga saat belum menerima tembusan atau informasi terkait pencairan sisa hibah dari Pemkab Pangandarab ke KPU.

“Kalau Kesbanpol ini hanya sebatas mengurusi soal administrasi dan rekomendasi saja, dan itu sudah dilaksanakan," jelas Gumilar, saat dihubungi lewat telepon.(hiek)




 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN