Anggap Ada Poin yang Dihilangkan, Tiga Fraksi DPRD Pangandaran Lakukan Walk Out

PANGANDARANNEWS.COM - Rapat Paripurna yang di pimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Muhamad Taufik, terjadi ricuh. (19/06)

Dalam Rapat yang membahas keuangan atas laporan pertanggungjawaban keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran tahun 2023 dari BPK RI tiga fraksi, PKB, PAN dan Partai Gerindra melakukan walk out dari persidangan.

Walk Outnya ke tiga fraksi tersebut di picu oleh ketidak puasan terhadap perubahan rekomendasi yang di ajukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, terkait Laporan Hasil Pemeriksaan keuangan oleh BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2023.

Fraksi PAN, PKB dan Gerindra memutuskan untuk meninggalkan ruangan sidang sebagai bentuk kekecewaan adanya perubahan isi rekomendasi yang di rubah dan di anggap tidak sesuai dengan hasil singkronisasi sebelumnya.

Walk Out tersebut diawali oleh Yenyen dari fraksi PAN yang merasa kecewa karena dalam surat rekomendari yang di bacakan Solehudih ada poin yang di hilangkan, selanjutnya walk out pun di susul fraksi PKB dan Gerindra.

Menurut ketiga fraksi ini menyampaikan bahwa dalam rekomendasi tersebut menyatakan dalam kurun waktu 60 hari Pemerintah Daerah tidak menindaklanjuti rekomendasi BPK RI, maka DPRD akan meminta BPK untuk melakukan klarifikasi atau konfirmasi menyeluruh sesuai kewenangannya, sedangkan ketiga fraksi bersikukuh menginginkan adanya audit ulang oleh BPK RI secara keseluruhan atau menyeluruh.

"Jadi bukan klarifikasi atau konfirmasi seperti yang bacakan saudara Solehudin," ucap mereka.

Menurut Otang Tarlian dari fraksi PKB, perubahan ini terjadi secara tiba-tiba tanpa kesepakatan pada saat singkronisasi dan pernyataan tersebut dinilai tidak transparan serta dianggap ilegal.

"Sikap tegas dari ke tiga fraksi ini, kata Otang, menunjukkan ketidakpuasan terhadap pengelolaan dan penanganan temuan BPK RI," tegas Otang.(hiek)

Pengunjung Sesalkan Semerawutnya Aturan Di Alun-Alun Dadaha Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Untuk ketertiban dan kenyamanan pengunjung, kini pihak pengelola (UPTD) alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya telah menerapkan aturan aturan larangan jualan bagi para pedagang dan jasa sewa mainan yang biasa dagang di Dadaha, namun sayang kenyataannya spanduk aturan tersebut hanya jadi slogan saja bahkan lapak-lapak pedagang ini pun hingga memakan lahan parkir yang berakibat menjadi minimnya hasil retribusi parkir.

Dari pantauan pangandarannews.com, maraknya pungutan liar di kompleks Dadaha kepada para pedagang asongan kopi yang harus membanyar Rp5 ribu, juga banyak dikeluhkan pedagang.

Namun diakui, keramaian di alun-alun Dadaha terlebih pada hari libur, selalu menjadi magnet bagi pedagang, PKL dan jasa sewa mainan sehingga di lokasi tersebut pun semakin padat. Bukan hanya di area lapanganya saja, trotoar pun tidak luput dari lapak-lapak pedagan sehingga merampas hak pejalan kaki.

Salah seorang pengunjung, asal Kelurahan Tugu, Asep mengatakan, kedatangannya ke alun-alun Dadaha ini ingin mengajak anaknya untuk main.

Pada dasarnya dia tidak mempermasalahkan banyaknya PKL, namun menurutnya pedagang ini seharusnya berjualan pada tempat yang sudah disediakan pengelola agar tidak menggangu pejalan kaki.

Hal senada disampaikan salah  juru parkir (jukir), Sandi, ia menyayangkan kurangnya  ketegasan pihak pengelola kompleks Dadaha dan banyaknya pungutan yang dilakukan bukan sama petugas.

Menurutnya, asal ada pemasukan ke UPTD tidak masalah walau pun melanggar aturan.

"Contohnya, sudah jelas aturan trotoar untuk pejalan kaki bukan untuk PKL," tegasnya.

Masih di tempat yang sama, seorang pengunjung yang enggan ditulis identitasnya mengatakan, lokasi parkir di alun alun Dadaha ini dinilai sangat semrawut sehingga mengganggu lalu lintas.

Begitu juga dengan fungsi trotoar yang tidak digunakan semestinya untuk pejalan kaki karena digunakan lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL), sehingga hak pejalan kaki pun hilang.

Selain harus ada kordinasi antara petugas Satpol PP dengan pengelola kompleks Dadaha, menurutnya, para jukir juga harus menggunakan seragam agar jelas tupoksi (tugas pokok dan fungsinya) pengatur parkir ini.

Ketika pangandarannews.com  melakukan konfirmasi ke UPTD Dadaha (04/07), sayang pihak UPTD Dadaha Kota Tasikmalaya tidak ada karena sedang rapat di Bale Kota. Sementara Kasubag saat akan diwawancara, ia menyampaikan bahwa wawancara harus langsung ke Kepala UPTD.

"Saya takut salah jawab," ujarnya.(anwarwaluyo)

 

Relawan Jawara Mangunjaya Deklarasi Dukung Ujang Endin Di Pilkada Pangandaran 2024

PANGANDARANNEWS.COM - Ratusan masyarakat  di Mangunjaya yang tergabung dalam ”Relawan JAWARA” (Ujang Endin Indrawan Untuk Pangandaran) datang memadati gedung Islamic Center untuk menyampaikan dukungannya pada Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan menjadi bakal calon (bacalon) bupati dalam Pilkada Pangandaran tahun 2024.

Ratusan warga ini mendeklarasikan diri menyatakan dukungannya pada  Ujang Endin atau yang lebih akrab disapa UE, karena dinilai akan bisa membawa Pangandaran lebih baik lagi.

Seperti disampaikan salah seorang warga, UE merupakan figur yang sudah banyak makan asam garam di birokrasi tentu akan lebih paham tata kelola pemerintahan yang baik dan terukur.

"Pa Ujang Endin juga sangat religius dan dekat dengan masyarakat," ujarnya.(06/07)

Sementara saat diminta tanggapannya, kepada pangandarannews.com UE mengaku senang dengan adanya dukungan dari warga Kecamatan Mangunjaya yang sudah menentukan sikap dukungannya dan ini tentu menjadi spirit serta energi baru dalam langkahnya di Pilkada Pangandaran.

"Saya sangat berterimakasih, mudah-mudahan doa' dan dukungan masyarakat Mangunjaya ini menjadi modal keyakinan saya dalam pilkada ini," kata UE.

Untuk melangkah di Pilkada ini, UE mengaku telah mendapat surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan politiknya.

"Dan Insyaalloh tidak lama lagi surat rekomendasi Partai Gerindra segera saya terima,” jelasnya.

UE mengatakan, dengan niat tulus untuk dapat membangun Pangandaran lebih baik serta menjadikan masyarakat lebih sejahtera bisa menjadi langkah nyata untuk berkiprah menata kelola pemerintah yang pada gilirannya mampu melayani masyarakat dalam pembangunan Pangandaran ke depan.

Menuritnya, sebagai orang yang pernah berkiprah di birokrasi serta yang pernah membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP) untuk Kabupaten Pangandaran di tahun 2016, tentu ini akan menjadi modal dasar bagaimana agar pemerintah bisa merealisasikan RPJM dan RPJP tersebut.

"Sekali saya ucapkan terimakasih dan mudah-mudahan doa' serta dukungan masyarakat Mangunjaya ini bisa menjadi kebaikan untuk kita semua," ucapnya.(Tn)

KDM Dukung UE Di Pilkada Pangandaran, 90% Rekomendasi Gerinda Segera Turun

PANGANDARANNEWS.COM - Usai mendampingi Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam kunjungannya ke Kabupaten Pangandaran untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan para kepala desa, Bakal Calon (Bacalon) Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan kepada sejumlah pangandarannews.com menyampaikan dukungannya pada KDM dan siap mensukseskan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Jawa Barat tahun 2024.

Dalam pertemuannya dengan KDM yang digelar di taman Sagati Desa Margacinta Kecamatan Cijulang, Ujang Endin (UE) juga mengatakan, karena kebetulan ada kesamaan antara KDM dan dirinya yaitu maju di Pilkada dari partai yang sama Gerindra.

"Kang Dedi maju di Pilkada Gubernur Jabar dan saya di Pilkada Bupati Pangandaran," jelasnya.(05/07)

Hari ini, kata Ujang Endin, KDM berharap bisa bertatap muka langsung dengan para kepala desa se-Kabupaten Pangandaran untuk bersilaturahmi.

Ujang Endin mengaku KDM juga sangat mendukung dirinya untuk maju di Pilkada Pangandaran dari partai Gerindra, sehingga nantinya bisa sejalan dengan pencalonan KDM untuk menjadi Gubernur Jawa Barat.

Disoal apakah sudah ada rekomendasi dari partai Gerindra, Ujang Endin mengatakan, seperti disampaikan KDM dalam acara silaturahmi dengan para kepala desa bahwa 90% rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra akan menunjuk dirinya untuk maju di pilkada Pangandaran yang akan dilaksanakan tanggal 27 Nopember 2024.

"Insaalloh dengan doa' dan dukungan masyarakat Pangandaran, rekomendasi ini segera saya terima," ucapnya.(hiek)

Sempat Mangkrak, Patung Ikan Marlin Jembatan Wiradinata Ranggajipang Akhirnya Dipasang

PANGANDARANNEWS.COM - Setelah tertunda beberapa waktu akhirnya pantung Ikan Marlin di Jembatan Wiradinata Ranggajipang, kini mulai dipasang.

Saat diminta komentar terkait hal tersebut, Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pembuatan patung Ikan Marlin ini memang sempat gagal dipasang di jembatan Wiradinata Ranggajipang karena tidak sesuai perencanaan awal.

Dengan menelan anggaran sebesar Rp1,8 milyar, patung marlin ini, kata Jeje,  awalnya untuk ornamen jembatan Wiradinata Ranggajipang. Namun hasil evaluasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT) tahun 2023, bobot patung itu dianggap terlalu berat jika dipasang di atas jembatan.

"Maka diputuskan pemasangan patung ikan Marlin ini tidak jadi di atas jembatan namun di sekitaran jembatan," terang Jeje, saat diwawancarai usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD.(05/07)

Jeje mengatan, sebenarnya patung ikan marlin yang sekarang ini tidak sesuai dengan konsep awal, karena rencananya patung tersebut dibuat seperti siluet.

"Namun tiba-tiba bentuknya malah berbeda menjadi sebuah patung berukura besar, perasaan keinginan saya tidak seperti itu," ucapnya.

Dan saat ini setelah tertunda beberpa waktu akhirnya patung ikan marlin di jembatan Wiradinata Ranggajipang bisa dilaksanakan tahun ini, namun bukan diatas jembatan tapi dipasang di sisi jalan sebelum masuk jembatan.

Jeje mengaku, dulu memang tidak ada anggaran dari APBD  untuk pemasangnya, dan saat ini pemasangan patung yersebut bisa kembali dipasang dengan anggaran dari Corporate social responsibility (CSR).

"Setelah terpasang rencananya patung ikan marlin ini juga akan dihiasi lighting atau lampu-lampu supaya lebih kelihatan lebih indah," jelasnya.(hiek)

Menjawab Tantangan Pemanfaatan TIK, Diskominfo Pangandaran Gelar SPBE

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian lingkup Setda, para Camat se-Kabupaten Pangandaran serta Kepala RSUD dan para Kepala Puskesmas, mengikuti kegiatan sosialisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kabupaten Pangandaran.

SPBE merupakan langkah strategis untuk modernisasi pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan ini menjadi penting untuk menjawab tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi birokrasi.

Diharapkan dengan SPBE ini pemerintah daerah dapat mengoptimalkan proses administrasi, meminimalisir korupsi serta mempercepat pengambilan keputusan yang berbasis data.

SPBE juga sangat penting mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis dan kompleks karena dengan SPBE ini dimungkinkan interaksi yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat, sehingga aspirasi dan kebutuhan warga dapat terakomodasi dengan lebih baik.

Implementasi SPBE di Kabupaten Pangandaran juga diharapkan mampu membawa berbagai manfaat, seperti peningkatan efisiensi operasional pemerintahan, akses informasi yang lebih mudah bagi masyarakat dan dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal.

Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antar-instansi menjadi lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan.

Pada akhirnya, SPBE akan menjadi fondasi kuat untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran.(isis)

Selain Pariwisata, Wabup Pangandaran Sebut Banyak Potensi Yang Bisa Terus Dikembangkan

Ujang Endin Indrawan
PANGANDARANNEWS.COM -Kabupaten Pangandaran mempunyai sejumlah potensi besar yang bisa dikembangkan, seperti perikanan, pertanian, wisata dan potensi-potensi lainnya yang saat ini masih belum tergali.

Jika potensi-potensi tersebut terus digerakkan tentu ini tidak akan mengganggu Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD), karena seperti potensi wisata ini tinggal bagaimana agar kualitas wisata ini terus berkembang sehingga arus kunjungan wisatawan setiap tahunnya pun akan terus meningkat.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan, saat ditemui di kediamannya di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang.(02/07)

"Jika mengandalkan potensi tambang suatu saat pasti ada habisnya, namun potensi wisata ini tidak akan pernah habis," kata Ujang Endin.

Saat ini, kata Ujang Endin, wisata pantai Pangandaran sudah menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat, salah satunya karena pantai Pangandaran airnya bersih dan bisa dipakai berenang.

Namun Ujang Endin menyebut, kawasan wisata pantai ini harus terus bisa dikembangkan secara luas, salah satunya dengan mengajak investor masuk untuk membangun wisata-wisata baru sekitar kawasan wisata yang sudah ada.

Selain mengundang investor, imbuhnya, untuk menarik wisatawan bisa dengan menggelar pertunjukan berkelas nasional bahkan dunia seperti konser musik jazz pantai atau even-even lainnya yang bisa membuat wisatawan ingin datang berkunjung ke Pangandaran.

Pada sektor ekonomi kreatif pun, menurut Ujang Endin, bisa terus dikembangkan salah satunya pembuatan cinderamata. Baik yang bersipat aksesoris atau pun olahan makanan, ini harus dikemas lebih menarik dan ikonik dengan tetap mempertahankan ciri khas Pangandaran.

"Dan yang tak kalah penting, kegiatan para seniman dan pelaku budaya harus diberi ruang yang luas agar mereka bisa terus berjarya dan berkreasi," ujarnya.(hiek)

Untuk Penataan Parkir Di OW Pangandaran, Kadishub Sebut Mulai Bulan Ini Saber Pungli Akan Turun Ke Lapangan

PANGANDARANNEWS.COM - Masih banyaknya keluhan dari beberapa wisatawan terkait duplikasi retribusi parkir di obyek wisata (OW) Pangandaran, tentu hal ini harus jadi catatan Pemerintah Daerah (pemda) untuk terus berbenah agar selain bisa dikelola dengan lebih juga bisa meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor parkir.

Tidak sedikit wisatawan yang mengeluhkan masalah parkir ini di akun media sosial (medsos), yang intinya pengunjung merasa terbebani dengan tidak cukup hanya sekali saja membayar retribusi parkir.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah menyampaikan, saat ini pengelolaan parkir di OW pantai Pangandaran sudah dialihkelolakan ke pihak ketiga. Sehingga sekarang pemda dalam hal ini Dinas Perhubungan hanya menjalankan fungsi pemantauan dan pengawasan, agar pihak ketiga (vendor) tidak keluar apa yang disepakati bersama.

Menurut Irwansyah paling tidak ada dua keuntungan setelah parkir ini dikelola vendor, salah satunya pemda tidak usah menganggarkan lagi untuk kebutuhan kelengkapan sarana karena hal ini sudah menjadi tanggungjawab vendor.

"Dari sisi PAD juga ada peningkatan, yang tadinya mendapat Rp2 milyar sekarang meningkat menjadi Rp2,3 milyar," terang Irwansyah.(02/07)

Disoal masih banyaknya keluhan pengunjung, ia menjelaskan, sebenarnya beberapa waktu lalu sudah ada moment bagus saat seluruh elemen seperti TNI, Polri, vendor, perwakilan masyarakat dan stake holder lainnya duduk bersama untuk membahas persoalan ini. Namun sayang moment tersebut dimanfaatkan untuk mencari solusi terbaik, karena saat itu banyak yang meninggalkan rungan sebelum acara dimulai.

Irwansyah juga mengatakan petugas yang pekerjakan vendor ini sebagian besar berasal dari warga di sekitar masing-masing titik parkir, dan ini bertujuan untuk memberi kesempatan warga.

Sebenarnya di lapangan petugas parkir tersebut bisa saja menerima jasa dari wisatawan, dengan catatan tidak meminta apalagi memaksa.

"Artinya selain mendapat gaji dari vendor petugas pun bisa menerima jasa langsung dari pengunjung, asal jangan minta saja," ucap Irwansyah.

Ia juga membenarkan saat ini urusan parkir sering dikeluhkan beberapa pengunjung, namun hal ini secara bertahap akan diperbaiki. Salah satunya akan berkordinasi dengan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (saber pungli), karena jika memang dalam retribusi parkir ini terdapat oknum yang melakukan pungli maka segera akan ditindak. Dan hal ini memang sudah dilaporkan oleh pihak vendor ke saber pungli, sehingga nantinya yang akan turun ke lapangan memantau hal ini tentu langsung oleh saber pungli.

"Dari informasi yang saya dapat, kemungkinan bulan ini saber pungli akan mulai turun ke lapangan," kata Irwansyah.(hiek)

Punya Hobi Camping ? Pantai Madasari Di Pangandaran Wajib Anda Dikunjungi

PANGANDARANNEWS.COM - Satu lagi, obyek wisata pantai terbaik di Pangandaran yang mampu menyajikan panorama indah khas pantai dengan yang akan membuat wisatawan betah berlama-lama untuk menikmatinya.

Adalah Pantai Madasari yang ada di Kecamatan Cimerak dengan deburan ombak laut biru serta hiasan batu karang di tengah laut menjadi ciri khas pantai ini,  dengan suasana alam yang masih asri menjadi pelengkap ketenangan dalam balutan nuansa alam pantai.  

Ada beberapa yang membedakan Pantai Madasari dibandingkan pantai lainnya yang ada di Pangandaran, seperti, keberadaan 11 pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitar pantai. Ada pulau Duduk, Pulau Sodong Gede, Pulau Gedogan, Pulau Karang Seugeuh, Pulau Batuleuit, Pulau Karang Tambaga, Pulau Kalapa Satangkal, Pulau Manggar, Pulau Cangkore, Pulau Bale Kambang dan Pulau Legok Bancet. 

11 kecil tersebut mampu menjadi daya pesona khas bagi pengunjung, karena wisatawan bisa melihat dan berfoto dengan latar pemandangan pulau tersebut. 

Selain keindahan panorama alamnya yang menawan, Pantai Madasari ternyata merupakan salah satu tempat terbaik untuk melakukan aktivitas berkemah, karena di obyek wisata ini pun tersedia jasa penyewaan perlengkapan tenda yang bisa disewa para pengunjung. 

Yang tak kalah menarik ketika senja tiba menjelang malam hari, ini merupakan waktu terbaik untuk berburu panorama sun set (matahari tenggelam) yang bisa terlihat langsung sambil menikmati secangkir kopi hangat. Selain menikmati suasana senja di depan tenda, dilanjutkan dengan menyalakan api unggun untuk menambah kehangatan malam. 

Seperti disampaikan salah seorang penjual jasa penyewaan tenda, saat ini sudah banyak komunitas yang sering mengadakan acara  di Pantai Madasari.

Dan bagi Anda yang tertarik mengadakan acara di Pantai Madasari, ucapnya, bisa menghubugi pemerintah setempat sebagai keamanan dengan melakukan perjanjian terlebih dahulu.

"Silahkan datang langsung, dan untuk keperluan kemping silahkan hubungi kami di lokasi," ujarnya.

Sekedar untuk diketahu, lokasi dan rute,  Pantai Madasari berlokasi Desa MasawahnKecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. 

Jarak tempuh dari obyek wisata pantai Pangandaran sekitar 40 kilo meter menuju arah barat dan melewati beberapa obyek wisata, seperti Pantai Batuhiu di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, Green Canyon dan Pantai Batu Karas di Kecamatan Cijulang.

Dengan lokasi dan jarak tempuh yang cukup jauh ini pengunjung tidak perlu khawatir karena Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran telah membangun jalan baru yang memudahkan akses dari Pantai Batu Karas ke Pantai Madasari dengan waktu tempuh sekitar 15 menit saja dari obyek wisata pantai Pangandaran. Rute perjalanan menuju Pantai Madasari dari arah Pangandaran bisa mengambil jalan menuju Kecamatan Cimerak dengan melewati Jalan Raya Cijulang melewati Pntai Batu Hiu, Green Canyon hingga bertemu dengan Pantai Batu Karas, setelah itu ambil jalur jalan baru ke kanan yang menanjak. 

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati hutan di kiri dan kanan bahu jalan dihiasi dengan pepohonan yang rimbun, selamat menikmati. (editor: hiek)

Pemkot Tasikmalaya Terus Optimalkan PAD Dari Sektor Parkir

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Salah satu fungsi parkir adalah untuk meminimalisir permasalahan yang timbul akibat dari penyelenggaraan parkir, sementara dibentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Parkir untuk optimalisasi pendataan ulang petugas parkir dan pengendalian lalu lintas sehingga masyarakat pengguna jasa yang menggunakan jasa pelayanan parkir dapat terlayani dengan baik dan nyaman.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Uhen, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(30/06)

Selain untuk mewujudkan daerah tertib berlalu lintas, kata Uhen, retribusi parkir juga untuk menunjang peningkatan Penghasilan Asli Daerah (PAD).

Uhen mengatakan, PAD dari retribusi parkir Kota Tasikmalaya setiap tahunnya mengalmi peningkatan, salah satunya daei retribusi parkir tepi jalan umum.

"Potensi parkir ini sangat besar namun saat ini masih belum maksimal," ungkapnya.

Beberapa langkah pun kini sedang diperbaiki, salah satunya saat ini telah diimplementasikan aplikasi petugas parkir dengan menggunakan id card untuk para pengelola parkir.

Ketidakseimbangan antara jumlah dan kapasitas ruang parkir, menurutnya, dapat menimbulkan masalah seperti kemacetan, antrian panjang dan parkir liar. Dan solusinya dengan terus dilakukan pemantauan serta peningkatan komunikasi dengan kordinator lapangan (korlap) melalui UPTD parkir.

Pemkot Tasik sudah berupaya meningkatkan profesionalitas juru parkir melalui berbagai aspek, termasuk keselamatan petugas parkir. Juga rekomendasi meliputi metode pembelajaran yang berbeda, pemahaman konsep, instruksi individua UPTD Parkir.

Ia berharap hal ini bisa lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keselamatan juru parkir serta memberikan kontribusi positif bagi pengelolaan parkir di kawasan kota Tasikmalaya.

Uhen juga menjelaskan, pengelola parkir kota Tasikmalaya tidak semua di kelola UPTD Parkir, contohnya kompleks Dadaha dikelola UPTD Dadaha, parkir di halaman swalayan dikelola langsung oleh Dispenda.

"Capaian retribusi parkir tahun lalu sebesar Rp3,3 milyar, dari target kesuruhan sebesar Rp3,6 milyar," terang Uhen.

Uhen menyebut saat ini UPTD Parkir sedang melakukan optimalisasi petugas parkir, salah dengan meningkatkan pengawasan di lapangan serta melakukan intensifikasi  ekstensifikasi.

"Mudah-mudahan target 2024 bisa tercapai," imbuhnya.(anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN