» » Jadikan Desa Bebas Sampah, Selasari Pasang CCTV Awasi Pembuang Sampah Sembarangan

Jadikan Desa Bebas Sampah, Selasari Pasang CCTV Awasi Pembuang Sampah Sembarangan

Penulis By on 27/10/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM — Upaya menjaga keindahan alam saja tidak cukup untuk menjadikan desa wisata sebagai destinasi unggulan, kebersihan lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci penting agar pariwisata tumbuh berkelanjutan. Atas dasar itu Pemerintah Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran memperkuat gerakan Desa Bebas Sampah melalui penerapan aturan tegas, pengawasan CCTV dan pemberdayaan masyarakat lewat Bank Sampah Saling Peduli.

Kepada Pangandaran News, Kepala Desa Selasari, Udin Tugaswara, A.Md., yang akrab disapa Ugas, menyqmpaikan, kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari komitmen menjadikan Selasari sebagai desa wisata yang bersih, hijau, sehat, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen ini ia sampaikan, seiring dengan penguatan penerapan kawasan bebas sampah di wilayah Desa Selasari.

Komitmennya jelas, kata Ugas, Desa Selasari sebagai ikon desa wisata harus benar-benar ramah lingkungan, bersih, hijau, dan menyejahterakan.

"Kebersihan adalah kunci utama kenyamanan wisatawan sekaligus kesehatan masyarakat,” tegasnya. (28/10/2026).

Untuk mendukung gerakan tersebut, tegasnya, Pemerintah Desa Selasari tidak hanya mengandalkan imbauan karena larangan membuang sampah sembarangan ini juga diperkuat dengan pemasangan kamera pengintai atau CCTV di sejumlah titik strategis.

Ia juga berharap, pengawasan ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat sekaligus mencegah perilaku yang berpotensi mencemari lingkungan. Pasalnya, persoalan sampah bukan hanya menyangkut estetika tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kelestarian alam, dan citra destinasi wisata.

Ia mengaku, mendorong warganya untuk selalu menjadikan kebersihan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

"Bukan sekadar kewajiban ketika ada kegiatan kerja bakti atau saat kawasan wisata ramai dikunjungi wisatawan," ungkapnya.

Selain melalui pengawasan, ternyata upaya menjaga kebersihan lingkungan di Desa Selasari juga diperkuat dengan keberadaan Bank Sampah. Hal ini mendorong warga, khususnya di Dusun Lestari dan sekitarnya untuk mengelola sampah rumah tangga secara lebih produktif.

Ugas mengatakan, melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Dan keberadaan bank sampah juga menjadi sarana untuk membangun pola pikir masyarakat bahwa sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola menjadi sumber daya yang memiliki nilai.

"Dengan demikian, gerakan Desa Bebas Sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan tetapi juga mendorong partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan," jelas Ugas.

Ia menyebut, Gerakan Desa Bebas Sampah menjadi bagian dari upaya Desa Selasari menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan. Dan keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pengawasan, penerapan aturan, pengelolaan sampah, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Pihaknya bersama Pokdarwis dan masyarakat berharap, dapat terus memperkuat kolaborasi agar kebersihan tidak hanya terjaga di kawasan wisata, tetapi juga menjadi karakter kehidupan masyarakat Selasari.

"Dengan komitmen tersebut, Desa Selasari berupaya mempertahankan daya tariknya sebagai desa wisata di Kabupaten Pangandaran yang tidak hanya menawarkan potensi alam tetapi juga lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Selasari, Aris Kusmawan. Menurutnya , pihaknya pun turut menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di kawasan desa wisata.

Dan keterlibatan Pokdarwis, ungkap Aris, dinilai penting karena pengembangan destinasi wisata tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat, pengelola objek wisata, pelaku usaha, serta para pengunjung. Sinergi berbagai pihak dibutuhkan agar gerakan Desa Bebas Sampah dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun keberlangsungan aktivitas pariwisata. (@nton AS)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya