Cycling De Jabar Tahun 2023, Kembali Digelar Di Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM
- Cycling De Jabar Tahun 2023 merupakan event tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dilaksanakan hari minggu (09/07), kembali menjadikan Pangandaran sebagai titik akhir pemberhentian para peserta lomba (cyclist). 


Untuk diketahui, rute Cycling De Jabar Tahun 2023 ini terbagi menjadi 2 etape dengan total jarak 369 km, untuk etape 1 start dari Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi dan finish di Ranca Buaya dengan jarak 199,7 km. Sedangkan Etape 2, start dari Ranca Buaya dan finish di Alun-alun Paamprokan kawasan pantai barat Pangandaran dengan jarak tempuh 169,3 km. 

Selain Cycling De Jabar, dalam even ini juga ada kegiatan Fun Bike Susur Pantai Selatan yang merupakan bagian dari gelaran Cycling De Jabar Tahun 2023.


Untuk rute Fun Bike yang diikuti ratusan peserta ini menyusuri jalur wisata pantai selatan, dengan mengambil start dari alun-alun Parigi dan finish di Alun-alun Paamprokan dengan total jarak 20 km.(hiek)


Diperkirakan pembangun Jembatan Sodongkopo Selesai Desember 2023, Pangandaran Segera Miliki Jembatan terpanjang di Jabar


PANGANDARANNEWS.COM
  - Kabupaten Pangandaran dipastikan akn segera memiliki jembatan baru terpanjang di Jawa Barat, bernama Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang tepatnya jembatan ini akan dibangun di Dusun Nusagede, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang.

Hal ini terungkap saat Gubernur Jabar Ridwan Kamil siang tadi  mengecek langsung progres pembangunan jembatan Sodongkopo yang memiliki panjang 140 meter ini. (09/07)

"Jembatan yang nantinya akan menghubungkan Nusawiru ke obyek wisata Pantai Batukaras ini nantinya menjadi jembatan melengkung paling panjang di Jabar dan paling istimewa di Pangandaran dan Jawa Barat," ucap Kang Emil.

Nilai anggaran pembuatannya sebesar Rp 72 miliar dan sudah dianggarkan serta sudah dilelang dan siap dipercepat pembangunan, kalau tidak ada halangan November-Desember 2023 selesai.

"Walaupun saya nanti sudah tidak lagi menjadi gubernur," imbuhnya.

Emil mengatakan, masyarakat bisa memanfaatkan jalur tersebut yang tadinya ke Batukaras perlu 1 jam dari Pangandaran bisa mempersingkat sesampainya di Cijulang hanya 10 menit perjalanan.

Emil memgaku jembatan ini merupakan komitmenua dalam membangun jalan lintas pantai, salah satunya yang sudah dibangun ada jalan puluhan meter di pesisir Pangandaran.

Ia juga membayangkan jika suatu hari Pangandaran bakal menjadi destinasi pariwisata terbaik di Jawa Barat dan Indonesia, dan tentunya ini akan menjadi peluang untuk warga setempat.

"Silahkan persiapkan untuk membuka warung-warung di jalur ini, karena nanti wisatawan banyak yang akan lewat jalur ini," ujarnya.


Karena jembatan ini berdekatan dengan bandara Nusawiru Emil juga berharap segera dibukanya jalur penerbangan yang lebih banyak lagi ke Pangandaran.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono kepada sejumlah awak media mengatakan, jembatan Sodongkopo sepanjang 140 meter itu dibuat tanpa pilar tengah dan konstruksi pelengkung yang ikonik.

Kata Bambang, kontruksinya akn mengandalkan kolaborasi serta desainnya berasal Pemkab Pangandaran.

"Kami menargetkan pembangunannya selesai pada Desember 2023 ini," ucap Bambang.

Ia menjelaskan, jembatan Sodongkopo ini diharapkan akan mempersingkat perjalan lintas wisata yang biasa ditempuh 1 jam menjadi 10 menit menuju pantai Batukaras.(hiek)

Desa Jalatrang Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Di Kabupaten Ciamis


PANGANDARANNEWS.COMCIAMISNEWS
- Pada ajang lomba Desa Wisata tahun 2023 dari 10 besar Desa Wisata, Pemerintah Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis Jawa Barat berhasil meraih juara 1 Tingkat Kabupaten Ciamis.

Seperti disampaikan Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, sebenarnya pihaknya tidak ingin bersaing dengan desa-desa lain, namun keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi baginya, terutama dalam memajukan destinasi wisata di Kabupaten Ciamis.

Ia berharap para wisatawan yang datang dari luar daerah bisa datang ke Ciamis untuk melihat potensi baik wisata kuliner, wisata buatan ataupun wisata alam, sehingga bisa mendongkrak ekonomi masyarakat.

"Dan mudah-mudahan banyak pengusaha lokal yang ingin menanamkan modalnya di desa kami," ungkapnya.(09/07)

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Ciamis, khususnya Dinas Periwisata, Pokdarwis, Kecamatan Cipaku termasuk warga Desa Jalatrang, semoga masyarakat semakin maju, berkembang dan mampu meningkat ekonomi pedesaan. 


Pengelola Desa Wisata Eka Budiman menambahkan, sebetulnya ia merasa berat terutama dalam pengelolaan, karena yang namanya katagori terbaik harus selalu siap segalanya.

Untuk dikeahui, kata Eka, di Desa Wisata Jlatrang ini  menyuguhkan Wisata Kolam renang Arnaya, Jatisewu, Cibungbang, Cipangalun/Sumber Jaya, Taman PKK, Pabrik Ekraf dan Kampung Bungur, dengan ciri khas icon olahan berbahan ungu.

"Dengan adanya sejumlah destinasi wisata ini diharapkan ekonomi masyarakat pun bisa terdongkrak," ungkapnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Budi Kurnia, di desa wisata terbaik ini tentunya menjadi salah satu sektor prioritas sejalan RPJM Kabupaten Ciamis, sehingga diharapkan lapangan pekerjaan bertambah dan ekonomi warga pun naik.


Budi menyebut, ada 3 Desa wisata terbaik, pertama Desa Wisata Jalatrang Kecamatan Cipaku, kedua Desa Wisata Cibeureum Kecamatan Sukamantri dan ketiga Desa Wisata Sukamaju di Kecamatan Cihaurbeuti.

"Silahkan jelajahi Desa Wisata yang ada di Kabupaten Ciamis ini," ucap Budi. (kontributor ciamis-hendaya)

Juarai nyanyi solo dan pupuh Di Tingkat Kabupaten, Faidh Wakili Ciamis Ke Tingkat Provinsi


PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS
-Sudah menjadi cita-cita Faidh Noor Assidiq ingin menjadi nodel, penyanyi dan penari, dan untuk mengasah kemampuannya tersebut ia pun kerap tampil di acara-acara baik yang resmi mau pun non resmi. 

De Faidh, biasa ia disapa, saat ini masih duduk di bangku kelas 5 SD Negeri 1 Jagabaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

Saat ditemui di rumahnya, Faidh  kelahiran Ciamis 11 Mei 2011 putra dari Sukarjo dan Heni Nuraeni ini mengaku bercita-cita ingin menjadi model, penyanyi dan penari, tambahnya ia mengaku sejak kelas 3 SD, sudah banyak prestasi yang diraihnya terutama di tingkat kecamatan. 

Ia mengtakan, beberapa waktu lalu berhasil menjadi juara 1  tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2023 untuk lomba nyanyi solo dan pupuh, dan rencananya akan berlomba mewakili Kabupaten Cianis di tingkat Propinsi Jawa Barat pada bulanj uli mendatang.

"Saya mohon do'anya saja dari warga Ciamis, mudah-mudahan di tingkat propinsi nanti saya bisa tampil baik dan meraih juara," ungkapnya.(09/07)

Putra terakhir dari 5 bersaudara ini juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada kedua orang tua, kakak serta para guru SD Negeri 1 Jagabaya  yang begitu sangat mendukung untuk keberhasilan dirinya.

Sementara  orangtua Faidh, Sukarjo dan Heni Nuraeni mengungkapkan, ia sngat mendukung kegiatan anaknya untuk terus bisa berkarya lewat seni yang ditekuni anaknya ini.

Sukarjo yang kebetulan pelaku seni sunda, seperti dalang dan berbagai seni sunda lainnya ini berharap agar kemampuan anaknya ini bisa menjadi kebanggaan keluarga.

"Sukur-sukur bisa mengharumkan Kabupaten Ciamis," ujarnya.


Hal senada dikayakan Ketua Komite SDN 1 Jagabaya, Wawan Setiawan, ia mengaku merasa bangga karena keberhasilan Faidh ini tentunya membawa nama baik sekolah.

"Saya juga berharap Faidh bisa terus berprestasi sehingga kedepan SDN 1 Jagabaya terus berkembang sesuai namanya Induk Pengembangan Kesenian," ucapnya. (kontributor ciamis-hendaya)

LPPTKA Cipaku Wisuda 182 Santriawan/Santriwati TKA dan TPA


PANGANDARANNEWS/CIMISNEWS
- Bertempat di gedung Islmic Center (IC) Kecamatan Cipaku, Lembaga Pengembangan  dan Pembinaan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (LPPTKA) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar acara wisuda untuk 182 Santriawan/Santriwatil pada jenjang pendidikan TKA dan TPA tahun ajaran 2022/2023 se- Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis Jawa Barat. (08/07)

Hadir dalam acara tersebut  Sekda Kabupaten Ciamis, LPPTKA, LPP Ekob, Forkopincam, Para Kepala Unit dan seluruh orang tua santri.


Ketua Koordinator Arif Rahman, S. Ag, yang didampingi ketua pelaksana Agus Setiawan, S.Pd beserta sekretaris Mirwan Taufiq, kepada sejumlah awak media mengatakan, dari 182 Santriawan/ti se-Kecamatan Cipaku, diantaranya dari jenjang TKA 58 orang dan jenjang TPA 124 orang.

"LPPTKA ini berada dibawah naungan  organisasi BKPRMI," terang Arif.

Arif mengatakan, tujuannya kegiatan ini agar tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah tetapi lembaga harus menyiapkan generasi yang kuat baik secara aqidah, agama, fisik, mental dan ekonomi, sehingga menjadi aset bagi negara dan bangsa.

"Para santri ini sebelumnya telah melaksanakan Munakosah di tiap lembaga atau desa oleh tim Munakis dari tingkat kabupaten bulan Mei lalu," terang Arif.


Kurikulum yang digunakan untuk tahun 2020 kedepan, kata Arif, akan lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika sekarang baru 20 persen maka kedepannya diharapkan bisa 100 persen, sehingga anak akan memahami bacaan shalat.

"Saya berharap, karena sudah ada 45 unit yang sudah bergabung di LPPTKA dan baru 26 unit yang mengikuti Monakosah, ke depannya semua unit yang ada bisa berperan aktif dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur'an ini," pungkasnya.

(kontributor Ciamis-hendaya)

Akibat Hujan Turun Tanpa Henti, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Pangandaran Terendam Banjir


PANGANDARANNEWS.COM
- Hujan yang turun selama dua hari berturut-turut akibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran terendam banjir, bukan hanya merendam area persawahan dan pemukiman warga namun banjir juga merendam beberapa ruas jalan hingga membuat arus lalu-lintas terganggu.

Salah satunya jalan di Kecamatan Cijulang, tepatnya di kawasan obyek wisata Green Canyon, luapan banjir merendam ruas jalan sehingga arus lalin di jalur tersebut pun tersendat dan di berlakukan sistem buka tutup.

Seperti dituturkan salah seorang warga, Hari (32), air mulai naik dari jam 10 pagi hari  Jumat (07/07) setelah hujan semalaman turun 

Kata Hari hampir setiap hujan deras yang turun sepanjanh malammaka air sungai pun pasti air naik, biasanya ketinggian air hingga sekitar satu meter. Luapan air sungai ini pun akan merendam jalan, sehingga mengakibatkan arus lalin pun tersendat.

"Saya bersama warga lainnya pun turut membantu perugas mengatur arus lalin agar lancar," ungkapnya.(07/07)

Seperti diketahui, selain di kawasan Green Canyon, banjir juga melanda sejumlah wilayah lainnya, seperti di persawahan Barengkok Cijulang, Desa Bojong Parigi, pemukiman warga di Perum Mutiara Pajaten Kecamatan Sidamulih dan di lokasi lainnya.

Sementara itu, Kasubdit Binmas Polair Polres Pangandaran, Aipda Margiono membenarkan, banjir kali ini melanda sejumlah titik, diantaranya di ruas jalan nasional Pangandaran-Tasikmalaya tepatnya di Green Canyon, kemudian di Cidaun, Barengkok, Desa Selasari Kecamatan  Parigi.dan beberapa titik lainnya. 

"Untuk Banjir di Green canyon ini diakibatkan luapan sungai Cijulang," jelasnya.

Menurut Margiono, untuk saat banjir yang merendam jalur Green Canyon berangsur surut namun masih dalam pantauan serta selalu monitoring dengan BMKG terkait cuaca dari daerah hulu. 

"Jika ada infomasi dari daerah dataran tinggi atau hulu kita pun siap dan selalu standby untuk monitoring banjir ini," ucapnya.(hiek)

Akibat Dilewati Dump Truck Bermuatan Cabluk, Jembatan Di Jalur Cibenda-Bontos-Cintaratu Ambruk


PANGANDARANNEWS.COM
- Sebuah jembatan kecil di jalan yang menghubungkan Desa Cibenda - Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yang melewati Dusun Panyingkiran, Sirnagalih dan Dusun Bontos, tak bisa dilewati. Jembatan yang dibangun puluhan tahun lalu ini ambruk hingga menyisakan sekitar 1 meter, dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Menurut seorang warga yang ada di lokasi, jembatan ini ambruk saat kemarin (06/07) dilintasi kendaraan dump truck yang mengangkut cabluk.

"Sebelum ambruk saat dilewati dump truck jembatan ini memang sudah hampir ambruk namun tidak separah sekarang," jelasnya.(07/07)

Ia berharap jembatan tersebut segera mendapat perbaikan, karena selain jalur ini menuju obyek wisata Citumang, Santirah dan Jogjogan dari arah panyingkiran Cibenda, juga jalur ini menjadi jalan utama masarakat.

"Kami berharap jembatan ini bisa segera digunakan kembali," imbuhnya.(hiek)

Kasus Tabungan SD Macet Sebesar Rp 7 M, Bupati Pangandaran Sodorkan Opsi


PANGANDARANNEWS.COM
- Karena hingga sekarang belum ditemukan solusi terkait tabungan siswa yang belum terbayarkan ke orangtua siswa,  Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyodorkan dua opsi agar tabungan senilai Rp 7,4 Miliar bisa segera selesai.

Menurut Jeje, proses pengembalian bisa dicicil, namun jalur hukum juga bisa ditempuh ketika peminjam tabungan tak bertanggung jawab.

Seperti diketahui, jumlah tabungan dengan nominal miliaran yang belum dikembalikan itu berada di Kecamatan Cijulang dan Parigi, dan tabungan siswa tersebut ada yang memang dipinjam (dipergunakan) guru ada juga yang mengendap di koperasi guru.

"Setelah dua pekan sejak dibuat tim untuk pemeriksaan dan pendataan dan penyelesaian pengembalian siswa kami berikan dua opsi untuk membayarnya," ungkap Jeje. (06/07)

Ia menyebut pihaknya sudah menugaskan tim khusus untuk segera mengambil tindakan dan mendorong agar pihak-pihak terkait segera mengembalikan tabungan dengan cara mencicil.

Jeje pun memberi opsi agar bisa mencicil hingga akhir tahun 2023 ini, dan jika pihak pemegang tabungan tidak bisa mengembalikan sesuai nilai yang dipinjam maka ia pun akan menempuh jalur hukum.

"Pemeriksaan kepada peminjam, tim baru dua minggu mendata, lalu minggu kemarin sudah meminta kepada mereka agar mencicil, jual aset atau diserahkan kepada aparat hukum," tegasnya.

Jeje menegaskan ia akan memantau terus perkembangan tabungan siswa yang mandek, dan akan mengevaluasi dengan tim khusus pada hari Jumat (07/07/2023).

Dihubungi terpisah, Ketua Tim sekaligus Kepala Inspektorat Kabupaten Pangandaran Apip Winayadi mengatakan, usaha untuk mengembalikan tabungan sudah dilakukan tetapi belum signifikan pengembaliannya.

Dari total pengembalian Rp 7,4 Miliar, jelas Apip, uang yang dikembalikan baru ada 11 persen. Tentu progres ini belum signifikan, namun akan tetap diusahakan agar proses mengembalian tabungan ini bisa cepat selesai.

Apip juga merinci, sebelumnya uang tabungan siswa yang ada di Kecamatan Cijulang tersimpan di satu koperasi dan guru, mencapai Rp 3,67 miliar, dengan rincian uang tabungan siswa yang tersimpan di Koperasi Cijulang berjumlah sekitar Rp 2,309 miliar dan yang berada di guru sekitar Rp 1,372 miliar. Sementara di Kecamatan Parigi, uang tabungan siswa berjumlah sekitar Rp 3,8 miliar masih tersimpan di guru, Koperasi HPK, dan Koperasi HPR. 

"Jadi yotal uang siswa itu masing-masing tersimpan di guru sekitar Rp 77 juta, Koperasi HPK sekitar Rp 2,387 miliar, dan Koperasi HPR sekitar Rp 1,416 miliar," jelasnya. (hiek)


Dari 32 Situs yang Ada Di Pangandaran, Batu Kalde Satu-Satunya Situs Yang Diakui Arkenas


PANGANDARANNEWS.COM
- Dari 32 jumlah situs yang ada di Kabupaten Pangandaran baru satu yang sudah diakui Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas), yaitu situs makam Batu Kalde yang ada di kawasan Cagar Alam Resort Pangandaran.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Budaya di Dinas Ariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Sugeng Yudistira, S,Ip, sementara situs-situs lainnya setelah dilakukan kajian, 31 situs yang ada di Pangandaran baru diusulkan ke arkeologi dan hingga saat ini belum ada pengakuan apakah sejumlah situs tersebut bisa dikatagorikan situs bersejarah atau bukan.

Sugeng menjelaskan, tugasnya hanya melakukan pendataan lalu mengirimkan data tersebut untuk diteliti apakah benar situs yang dimaksud termasuk situs bersejarah atau bukan.

"Tentu kewenangan ini sepenuhnya ada di pusat penelitian arkeologi," jelasnya.(05/07)

Jika memang situs tersebut masuk pada situs bersejarah, kata Sugeng, pengelolaan ke depannya pun ada di pusat penelitian Arkenas.

"Seperti situs batu kalde yang ada di kawasan Cagar Alam,
petugas yang merawatnya situs tersebut merupakan perugas pusat penelitian Arkenas," ucapnya. (hiek)

Saat Ini Perlu Diawasi dan Ditertibkan Lagi Zonasi Perahu Wisata Di Pantai Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM
- Menanggapi terjadinya kecelakaan laut sebuah perahu pesiar yang menabrak seorang bocah wisatawan asal Bandung yang sedang berenang di pantai barat hingga menyebabkan korban meninggal dunia pada hari minggu (02/07) lalu, anggota DPRD Pangandaran dari fraksi Golongankarya, Ade Ruminah SH sangat menyayangkan insiden tersebut terjadi.

Ade mengatakan, insiden ini seharusnya tidak terjadi karena  soal zonasi sebenarnya sudah ada, antara perahu dan tempat wisatawan berenang, hanya tinggal penertibanya saja.

Karena sudah ada zonasi perahu wisata dan wisatawan tersebut, maka, menurutnya, pengawasan dan penertiban harus dilakukan.

"Harus ada petugas pantai dan  dari dinas terkait," ungkapnya.(04/07)

Ade mengatakan, perahu wisata ini kadang menyampur dengan lokasi berenang sehingga rentan terjadi kecelakaan laut, berbeda dengan perahu nelayan yang memang sudah tidak ada pantai barat.

Ade menyebut pihaknya akan segera membahas hal ini dalam rapat kerja dengan mengumpulkan pihak terkait, seperti Dinas Pariwisata dan stake holder wisata lainnya.

Ia juga berharap kejadian kecelakaan laut itu sampai terulang lagi karena ini tentu akan berimbas pada kunjungan, salah satunya disebabkan wisatawan merasa tidak nyaman. Padahal target wisata di Pangandaran seharusnya sudah zero accident termasuk soal rambu di zona larangan berenang, itu juga harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi wisatawan yang terseret arus saat berenang.

Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban Perahu Wisata Kabupaten Pangandaran, Miswan, soal zonasi tersebut memang sudah ada, tapi memang wisatawan sangat membludak dan bercampur dengan zona perahu pesiar.

Kata Miswan, zonasi ini memang perlu dilakukan agar wisatawan dan perahu pesiar tidak bercampur lagi, seperti dari pos lifeguard ke Cagar Alam itu zonasi perahu dan dari pos lifeguard ke Hotel Sandaan itu untuk bercampur.

Miswan menambahkan, perahu wisata (pesiar) siap diatur dan dibina, karena pekerjaan mereka memang beresiko.

"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, tapi jangan sampai merugikan kami juga," ucapnya.(hiek)

Ciptakan Lingkungan Bersih Dan Sehat, Danramil 1201/Tawang Tasik Pimpin Anggota Bersihkan Wilayahnya


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Bertempat di jalan Veteran kelurahan Cilembang kecamatan cihideung, seluruh anggota Koramil 1201/Tawang siang tadi  melaksanakan kegiatan kebersihan dan pengecatan tugu.(04/07)

Di tengah kesibukannya memimpin langsung kegiatan tersebut, Komandan Koramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, kepada PNews menyampaikan, kebersihan adalah sebagian dari iman dan solgan ini tidak sekedar diucapkan saja tapi harus dibuktikan.

Dan untuk mengimplementasikan hal tersebut, kata Saleh, Koramil 1201/Tawang dengan pun melakukan hal itu, diantaranya dengan pengecatan tugu peta, membersihkan, membuang sampah untuk memperindah dan mempercantik sekitar Kelurahan Cilembang Kota Tasikmalaya.

"Tugu ini  merupakan monumen sejarah terbentuknya pasukan Peta di Tasikmalaya dalam perjuangan melawan penjajahan," ungkap Saleh.


Ia menuturkan, di tugu peta yang diresmikan oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen Tni S supriadi pada tanggal 13 juni 2000 ini terdapat kutipan kalimat Bung Karno, Peta alat yang vital bagi revolusi kita dan mereka adalah patriot dan pahlawan revolusi dalam mencapai Indonesia merdeka.

"Dulu pernah ada veteran yang datang ke tugu ini, dia menghormat ke tugu kemudian pulang namun belakangan ini sudah tidak terlihat ada yang datang lagi," jelasnya. 

Saleh mengatakan, dalam kegiatan bersih-bersih ini ia pun  melibatkan seluruh anggota Koramil, Babinsa Tawang, RW , RT dan warga setempat.

Dan kegiatan membersihkan lingkungan ini, masih kata Saleh, diharapkan mampu memberi rangsangan pada masarakat terkait kepedulian pada lingkungan yang tidak hanya merupakan slogan atau teori belaka.

"Tapi harus dijadikan sebuah motto yaitu kebersihan sebagian dari pada Iman," pungkasnya.(anwarwaluyo)

Pemkab Pangandaran Tahun Ini Usulkan 549 Formasi PPPK Untuk Tenaga Pendidikan dan Nakes


PANGANDARANNEWS.COM
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran di tahun 2023 ini telah mengusulkan 549 untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dari jumlah tersebut diantaranya 365  guru atau tenaga pendidkan dan 184 bagi Tenaga Kesehatan (Nakes).

Seperti disampaikan Kepala Bidang (kabid) Pengadaan Pengembangan Kompetensi dan Informasi di BKPSDM Kabupaten Pangandaran, Agus Gumilar, namun hingga saat ini progres untuk tes PPPK tahun 2023 ini baru sebatas usulan saja.

"Sementara untuk tanggalnya belum pasti, ini baru usulan kita saja," ungkap Agus. (03/07)

Pada tahun sebelumnya, terang Agus, Kabupaten Pangandaran mendapat 335 formasi untuk tenaga pendidik saja, dan meloloskan322 guru. Dan 322 tenaga PPPK ini baru diusulkan untuk mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP) dan dalam proses di Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang sekarang sedang menunggu hasil dari BKN.

"Yang 322 itu mereka yang mengikuti tes tahun 2022 dan sekarang sudah mengajar dengab statusnya masih honor karena masih menunggu NIP," imbuhnya.

Agus menyebut penetapan NIP ini ditargetkan bisa selesai pada bulan Juli ini, namun hal ini merupakan kewenangan BKN.

Agus juga mengatakan, PPPK yang lolos di tahun 2022 lalu, tidak ada yang mengundurkan diri namun ada juga yang meninggal dunia dan mengundurkan saat pendaftaran sebagai peserta PPPK.

"Kami meminta kepada yang lolos untuk bersabar menunggu pengumuman NIP, nanti pasti diumumkan," pungkasnya.(hiek)

Hasil Kerja Keras di Bidang Keuangan Pemkab Pangandaran Diganjar Penghargaan SPIP Dan MRI Level 3 dari BPKP Jabar


PANGANDARANNEWS.COM
- Bupati Jeje Wiradinata didamping Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, Sekretaris Daerah Kusdiana, Para Kabag Setda, Para Kepala Perangkat Daerah serta Para camat, atas nama Pemda Kabupaten Pangandaran siang tadi menerima penghargaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Resiko Indeks (MRI) Level 3 dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, bertempat di aula Setda Pangandaran.(03/07)

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, tujuan utama yang ingin dicapai Pemkab Pangandaran adalah kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan masyarakat ini, kata Jeje, merupakan tujuan ahir dengan visi misi guidance agar pemerintahan berjalan efektif. 

"Penghargaan ini diharapkan menjadi kebanggaan kita semua, namun penghargaan ini juga perlu dijadikan sebagai motivasi untuk bekerja sebaik-baiknya untuk mensejahterakan rakyat," ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat, Samono, mengucapkan selamat kepada Pemkab Pangandaran yang telah berhasil meraih prestasi ini serta menitip pesan agar penyelenggaraan SPIP bisa konsisten dan ditingkatkan.

Menurut Samono, program SPIP perlu dilaksanakan secara konsisten, sehingga bisa menunjang berbagai kegiatan serta meningkatkan ketercapaian program-program yang sudah dicanangkan Pemkab Pangandaran.

"Saya ucapkan, selamat dan pertahankan prestasi ini,"ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemkab Pangandaran merupakan kabupaten termuda di Jawa Barat mendapatkan penilaian maturitas SPIP dan MRI level 3 (terdifinisi) sama dengan Kabupaten/ kota lain yang berumur puluhan tahun. (hiek)


Ketua DPRD Pangandaran Dan Fraksi PDI Perjuangan Bantu Siswa Tak Mampu Beli Seragam Karena Uang Tabungan Mandek


PANGANDARANNEWS.COM
- Penyelesaian terkait pengembalian tabungan siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Pangandaran hingga kini masih terus berlanjut, dan akibatnya sejumlah orang tua murid pun keluhkan hal ini.

Seperti dituturkan salah seorang tua siswa, Armilah (56) warga Dusun Binangun, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang. Menurutnya ia harus menahan rasa malu karena anaknya Ibrahim (12) harus memakai pakaian SD saat melanjutkan sekolahnya di MTS,
Ibrahim merupakan siswa kelas 6 SD Negeri 2 Kondangjajar, Cijulang, Pangandaran yang lulus tahun ini.

Kata Armilah, anaknya sekarang akan melanjutkan sekolah ke MTS, namun yang sebelumnya ia mengandalkan uang tabungan untuk melanjutkan sekolah, namun karena tabungan anaknya tidak bisa diambil, Armilah pun mengaku merasa bingung karena tidak ada biaya untuk membeli keperluan sekolah anaknya seperti seragam dan lainnya.

"Tabungan anak saya sebesa Rp  2, 8 juta  itu benar-benar hasil menabung anak saya selama 4 tahun di SD Negeri 2 Kondangjajar," jelas Armilah.(30/06)

Menanggai hal tersebut, beberapa hari lalu sejumlah anggota DPRD Pangandaran dari fraksi PDI Perjuangan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin  pun langsung bereaksi turun tangan untuk membantu siswa tersebut.

Anggota DPRD fraksi PDI Peejuangan pun gotong-royong membantu keluarga Armilah dengan memberikan sejumlah paket buku, seragam sekolah, tas, dan uang tunai.

Kepada sejumlah awak media, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin mengatakan, ini bukan persoalan tabungan tetapi bantuan kepada siswa tak mampu yang mandek tabungannya ini memang harus dibantu.

"Dan kami dari fraksi PDI Perjuangan langsung merespon situasi ini dengan cara  bergotong-royong untuk membantunya," kata Asep.(30/06)

Asep pun memberikan saran agar timsus bisa memilah mana siswa yang termasuk golongan tidak mampu dan mampu, sehingga jangan sampai karena tabungan mandek siswa tidak bisa melanjutkan sekolah.

Asep menyebut pemda harus bisa hadir dengan cara memilah mana yang kurang mampu, apabila anak tidak melanjutkan sekolah pemda harus menjadi garda terdepan.

"Perlu adanya pemilihan terkait siswa tidak mampu untuk memberikan motivasi kepada mereka," imbuhnya. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN