Geliat Pembangunan Desa Margalaksana Manfaatkan DD Tahap 1 Disambut Antusias Warga


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Realisasi pembangunan dari anggaran dana desa (DD) Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalya dipergunakan untuk sejumlah sarana, diantaranya pengaspalan jalan semi hotmiks di Dusun Sindangasih sepanjang 640 meter lebar 2,5 meter dan MCK di tiga titik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Margalaksana, Jaja Hidayat saat  ditemui PNews di ruang kerjanya. (07/06)

Menurutnya, semua program kerjanya ini tentu diharapkan bisa memberi manfaat untuk warga karena ini merupakan salah satu perioritas rencana kerja yang ada di Desa Margalaksana dalam melayani masarakat.

"Dengan bagusnya infrastruktur jalan tentu kegiatan ekonomi warga pun semakin lancar " ujarnya.(07/05)

Jalan yang dibangun dari anggaran DD tahap 1 tahun 2023 ini, kata Jaja, dianggarkan untuk pembangunan jalan yang termasuk kategori ketahanan pangan jalan usaha tani untuk melancarkan atau mempermudah perekonomian masyarakat terutama saat petani sedang panen.

"Selain adi warga disini juga banyak yang menanam palawija atau hasil bumi lainnya," terang Jaja.


Ia juga berharap agar masarakat ikut merawat hasil pembangunan ini sehingga bisa memberikan mandaat dalam waktu yang lama, karena sejatinya seluruh pembangunan yang dilaksnakan dalam progam kerja desa pada ujungnya untuk masyarakat sebagai penerima manfaat.

Jaja mengaku gembira, pasalnya semua programnya disambut antusias warga terbukti saat pelaksanaan seluruh kegiatan tak sedikit warga ikut serta berpartisipasi.

*Alhamdulillah masyarakat sangat antusias ikut mengerjakan pengaspalan dengan sistim  padat karya," imbuhnya.(anwarwaluyo)

Atlet Tenis Meja NPCI Kabupaten Pangandaran Berhasil Persembahkan Medali Emas Di APG 2023 Kamboja


PANGANDARANNEWS.COM
- Atlet tenis meja binaan NPCI Kabupaten Pangandaran, Imas Yuniar berhasil meraih medali emas pertama di Asean Para Games (APG) 2023 yang diselenggarakan di Kamboja. Ajang APG ke 12 ini diikuti oleh para atlet tuna daksa dari 11 negara, salah satunya Imas Yuniar atlit cabng tenis meja beregu yang mendapatkan medali emas.

Seperti disampaikan Ketua NPCI Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayah, sebelumnya, di event yang sama ke 11 Imas pun berhasil mendapatkan 2 emas dan 2 perak.

"Di APG tahun ini Imas baru dapat satu emas, tapi mudah-mudahan Imas tetap semangat dan fokus untuk mengikuti 3 kelas lainnya yaitu di kelas tunggal putri, doble putri dan mixed doble,” kata Wahyu. (06/06)

Untuk persiapan berlaga di APG 2023 ini, kata Wahyu, Imas sebelumnya sudah ditempa kemampuannya dengan mengikuti Pelatnas APG 2023 di Solo sejak bulan November 2022 lalu.

Wahyu juga mengaku bangga para atlet NPCI Kabupaten Pangandaran selalu menjadi bagian kesuksesan Kontingen Indonesia pada setiap ajang APG dilangsungkan, dan keberhasilan NPCI Pangandaran dalam mencetak atletik berprestasi ini tentu tidak sendiri namun berkat dukungan penuh dari Pemkab Pangandaran.

“Atas nama atlit dan pengurus NPCI saya meucapkan terimakasih atas doa dan dukungan Bupati Pangandaran, Wakil Bupati dan ketua DPRD,"  imbuhnya. (hiek)

Raih Juara Di Sejumlah Cabor, Siswa Lingkup Pendidikan Cikalong Berhasil Duduki Juara Umum O2SN Kab. Tasikmalaya 2023


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Olahraga sejatinya bisa membangun karakter disiplin dan sportif, membangun karakter pejuang dan pekerja keras, memperkuat karakter kolaborasi dalam kerja sama dan bahkan memperkokoh jiwa patriotisme dan nasionalisme, sehingga menang dan kalah itu merupakan hal biasa dalam sebuah kompetisi atau lomba.

Denikian disampaikan Ketua K3S Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Masum Mahpudin, SPd, MPd.

Ia mengaku dirinya sangat bersukur dan bangga sekali karena anak  didiknya bisa meraih juara pada ajang Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) di tingkat kabupaten tahun 2023.

“Sebagai seorang pecinta olahraga tebtu prestasi ini menjadi kebanggaan tersediri," ucapnya.(05/06)

Masum menyebut ini juga menjadi bukti generasi muda yang tangguh serta semangat untuk ikut berkompetisi positip yang digeluti di bidang cabang olahraga (cabor), dan ke depannya diharapkan prestasi di bidang lainnya mampu diraih para siswanya.


Hal senada disampaikan Ketua PGRI Kecamatan Cikalong, Edi Permadi SPd, ia menyampaikan selamat kepada para pemenang yang merupakan siswa-siswi yang ada wilayah Cikalong, dan jangan berkecil hati untuk yang belum berkesempatan meraih juara karena masih ada kesempatan lain untuk berprestasi.

"Ayo terus berprestasi, tentu dengan giat berlatih dan menjaga kekompkan diantara semua elemen," ujarnya saat ditemui di gedung PGRI Cikalong.

Edi juga memberikan apresiasi kepada siswa siswi di wilayah Cikalong yang telah berhasil maraih juara umum di ajang O2SN Tingkat Kabupaten Tasikmalaya, dan mudah-mudahan  kedepan bisa meraih juara lagi sampai ke tingkat provinsi.

Sementata Ketua Ikatan Guru Olahraga (Igora) Kecamatan Cikalong Nanang Munandar menambahkan, ia mengaku ikut   bangga atas prestasi yang telah diraih anak didiknya yang telah menorehkan sejumlah prestasi juara sehingga menjadi juara umum.

"Predikat juara umum ini bisa dijadikan motivasi untuk sekolah lain untuk meraih prestasi," ucap Nanang.

Berikut daptar prestasi cabang olahraga yang berhasil diraih siswa asal Kecamatan Cikalong  -Juara 1 takraw
-Juara 1 lari dan lompat putri
-Juara 1 lempar turbo putra
-2 medali dari nomor lari dan lompat
-Juara 1 sepak bola  Kab
-Juara 1 sepak takraw
-Lari sprint puti
-Lompat putri
-Juara 3 poli putra
(anwarwaluyo)

Dari Bumi Perkemahan Pamugaran, Hari Ini Bupati Pangandaran Lepas 403 Jemaah Calon Haji Tahun 2023


PANGANDARANNEWS.COM
- Sebanyak 403 Calon Jemaah Haji (Calhaj) beserta sejumlah pendamping haji siang tadi dilepas Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata untuk berangkat ke Embarkasih, bertempat Bumi Perkemahan Pramuka Pamugaran.(05/06)

Di depan ratusan calon jemaah, Bupati Jeje menyampaikan agar para jemaah selalu bersyukur karena telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk memenuhi panggilannya dalam rangka menunaikan rukun Islam kelima.

Jeje mengatakan, atas nama pemerintah daerah ia pun berdoa mudah-mudahan seluruh tamu Alloh bisa berangkat dan kembali utuh, dan selama di tanah suci diberikan kesehatan sehingga mampu melaksanakan ibadah yang sunat terutama yang rukun wajib sehingga pulang kelak menjadi haji mabrur.

"Dan merupakan salah satu tugas pemerintah daerah tentu harus bisa mengayomi seluruh masyarakat Pangandaran, maka jemaah pun akan diantar oleh bus serta diberikan fasilitas yang lain seperti makan dua kali yang tidak usah bayar oleh jemaah," ungkapnya.


Kepada seluruh jamaah Jeje juga mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan, makan teratur, melaksanakan ibadah yang wajib-wajib saja, melaksanakan apa yang jadi manasik-manasik haji yang masing-masing tentu sudah dipandu pengurus KBIH. 

Ikuti saja apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, karena menurut Jeje, disana berbeda dengan di Pangandaran seperti susana, kultur, budaya dan cuacanya.

"Tetapi harus yakin kita mampu melaksanakan ibadah haji, insyaloh para jemaah bisa menyesuaikan," ucapnya.

Masih di tempat yang sama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pangandaran, Usep Ependi menyampaikan, jemaah haji yang saat ini berangkat dari Kabupaten Pangandaran seluruhnya berjumlah 403 orang.

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah haji jemaah haji Kabupaten Pangandaran, Usep mengatakan, jemaah akan didampingi 8 orang petugas kloter dan jemaah haji akan diberangkatkan ke embarkasi menggunakan 10 unit bus dengan pengawalan kepolisian serta didampingi dua unit ambulans dan tim kesehatan dari dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Usep menuturkan, jemaah haji asal Kabupaten Pangandaran masuk ke dalam Kelompok Terbang (Kloter) 35 JKS yang akan diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menggunakan pesawat Saudi Air Lines pada Rabu 7 Juni 2023. Sementara untuk koper jemaah haji telah diberangkatkan dari Islamic Centre Pangandaran pada Minggu, 04 Juni 2023 pukul 16.00 WIB menggunakan 2 unit mobil box dengan pengawalan petugas kepolisian.

"Jumlah jemaah berdasarkan  jenis kelamin terdiri dari 193 laki-laki dan 210 perempuan dan jemaah tertua berusia 94 yaitu Sapdin asal Kecamatan Cijulang, adapun jemaah haji termuda berusia 22 tahun atas nama Rizki Mutiara dari Kecamatan Pangandaran," terangnya.

Sedangkan jumlah jemaah per KBIH adalah Manbaul Huda sebanyak 116 orang, Al Hidayah 87 orang, Al Furqon 89 orang, Kalangsari 51 orang, NU 32 orang, An Nur 28 orang.

Sementara menurut salah seorang jemaah haji asal Parigi Sawit (65) mengatakan, ia mengaku terharu dan gembira karena bisa berangkat haji tahun ini setelah mendaftar tahun 2012 lalu.

"Alhamdulilah mudah kami semua jemaah haji asal Kabupaten Pangandaran bisa diberi kelancaran," ucapnya.

Berikut jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Pngandaran dari tiap-tiap kecamatan,

Kecamatan Parigi 33 orang, Cijulang 51 orang, Gmerak 49 orang, Cigugur 8 orang, Langkaplancar 44 orang, Mangunjaya 44 orang, Padaherang 54 orang, Kalipucang 22 orang, Pangandaran 69 orang dan Kecamatan Sidamulih 26 orang. (hiek)

Lingkup Pendidikan SD Rajapolah Adakan Pelatihan Program Sekolah Aman Bencana


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Insiden kebakaran bisa terjadi dimana saja, baik di gedung perkantoran, pabrik, pemukiman warga bahkan di sekolah.

Untuk antisipasi serta cara mengantisipasi bila kebakaran tersebut terjadi di sekolah, beberapa waktu lalu para pemangku pendidikan pun mengadakan kegiatan pelatihan penanggulangi program sekolah aman bencana yang dilaksanaka di aula bekas kantor UPTD Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya yang diikuti para kepala sekolah dan seluruh penjaga sekolah.(03/06)

Materi yang diberikan dalam kegiatan ini, salah satunya cara penanggulangan kebakaran dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Seperti disampaikan Ketua K3S Rajapolah, Ade Patimah S.pd M.pd, pelatihan program perencanaan sekolah aman bencana ini diadakan untuk menanggulangi bencana di sekolah, salah satunya bencana kebakaran.

Dan untuk pelatihan sekarang ini, kata Ade, para penjaga dan para kepala sekolah pun diberikan pelatihan bagaimana cara penggunaan APAR yang langsung dipraktekan di lokasi pelatihan.

"Alhamdulillah pelatihan pun berjalan lancar dan dapat diikuti peserta pelatihan dengan baik," ungkap Ade.

Pelatihan penanggulangan bencana kebakaran ini, menurut Ade, tujuannya untuk keamanan di masing-masing sekolah sehingga kedepannya di tiap-tiap sekolah harus mempunyai APAR.

"Dan kedepannya pelatihan pelatihan semacam ini akan diadakan untuk program perencanaan sekolah aman bencana lainnya," imbuh Ade. (anwarwaluyo)

Tiga Bocah Tenggelam Di Kawasan Kampung Turis Pantai Pangndaran

PANGANDARANNEWS.COM - Tiga orang bocah laki-laki warga Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, tenggelam di pantai Pangandaran hingga menyebabkan dua tewas dan satu hilang. 

Menurut keterangan beberapa saksi, ketiga anak itu tenggelam usai bermain bola di pantai di kawasan  Kampung Turis pantai barat Pamugaran, dan ketiga bocah tersebut dikabarkan tenggelam pada Jumat (2/6) sore. 

Ketiga bocah tersebut diketahui merupakan warga blok Japuh Dusun Padasuka Rt 02 Rw 18 Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, dan masing-masing bernama Dani (12), Dika Ardiansa (12) dan satu anak bernama Eksel (9) jasadnya masih hilang.

"Ketiga bocah itu tinggal di satu kampung, bahkan bertetanggan," ujar Kepala Desa Wonoharjo, Dede Suprapto.

Dari informasi yang dia terima, kata Dede, ketiga bocah tersebut pergi dari rumah selepas Ashar dan rencananya akan bermain bola. Namun malang mereka tenggelam hingga dua orang meninggal dunia dan satu orang masih dinyatakan hilang.

“Jarak lokasi tenggelamnya bocah itu hanya 20 meter dari Kampung Turis Pangandaran,” terangnya.

Dua bocah yang ditemukan meninggal dunia berhasil ditemukan tim gabungan dengan jarak 10 meter dari bibir pantai dan jasad kedua bocah sudah dievakuasi, keduanya ditolong oleh warga yang sedang jalan-jalan namun saat dievakuasi sudah tak bernyawa.

Dede mengatakan, setelah dievakuasi, dua bocah yang meninggal pun langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan, sementara satu lainnya yang hilang sedang dalam pencarian tim Potensi SAR gabungan Pangandaran.

Dede meyebut, lokasi tenggelamnya ketiga anak ini memang kerap dijadikan arena bermain sepak bola, dan kemungkinan ketiga bocah itu melakukan aktivitas berenang setelah bermain bola.

“Atau mungkin  bermain bola namun terlalu mendekati bibir pantai,” imbuhnya.

Sementara Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP Sugianto mengatakan, proses pencarian satu bocah yang masih hilang akan dilanjutkan besok karena hari sudah menjelang malam.

"Karena hari gelap ditambah kondisi angin kencang dan ombak besar, penyisiran pencarian korban akan dilanjutkan besok, " kata Sugianto.(hiek)



Perusahaan Dihimbau Membuat Strategi Agar PHK Bisa dihindari, Sistem Ekonomi Islam Solusi PHK Massal

Oleh : Tawati (Aktivis Muslimah Majalengka)


K
ementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), telah menyampaikan data karyawan yang terkena PHK di Indonesia sepanjang kuartal I 2023 terdapat sekitar 13.634. Korban PHK tercatat di Jawa Barat menempati jumlah terbanyak karyawan yang dipecat yaitu mencapai 5.603 orang.

Disusul Jawa Tengah dengan jumlah korban PHK 4.887 orang, Banten ada 2.342 orang. Data ini bisa jadi belum mencerminkan keseluruhan kasus PHK di Indonesia. Pasalnya, Kemnaker hanya mencatat PHK yang dilaporkan perusahaan melalui Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan dan/atau Pengadilan Hubungan Industrial.

Seperti fenomena gunung es. Predikat Jabar sebagai juara investasi ternyata tidak berkorelasi positif dengan pembukaan lapangan kerja. Nasib PHK membayangi rakyat jelata. Sedangkan bagi Tenaga Kerja Asing (TKA), bebas melenggang di Indonesia. Kondisi ini dilegalkan dengan disahkannya UU Omnibus Law.

Terdapat aturan, perusahaan diberikan kemudahan untuk memakai TKA. Bahkan, mereka tidak perlu mengurus surat izin terbatas dan surat izin memakai TKA. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi TKA itu sendiri. Namun, perlindungan yang sama tidak diberikan ke rakyat jelata. Justru perusahaan dengan prinsip ekonomi kapitalisme bebas menggunakan atau tidaknya para pekerja. Pemerintah terkesan abai terhadap nasib rakyatnya.

Setelah badai PHK, pekerja yang kehilangan pekerjaan pastinya tidak lagi memiliki pemasukan. Mereka akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi ditambah kondisi saat ini, harga-harga kebutuhan pokok yang merangkak naik, kesehatan dan pendidikan juga harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit sehingga dapat dipastikan masyarakat akan kelimpungan. Utamanya para suami sebagai pencari nafkah keluarga tidak lagi berfungsi.

Ini sebagai efek jika penguasa yang ada mendukung oligarki. Setiap kebijakan yang diambil hanya untuk memuluskan kepentingan mereka. Pemegang kebijakan tidak memperhatikan kebutuhan rakyat. Mereka pun tidak mampu melindungi pekerja dari PHK massal karena ketentuan sistem kapitalisme. Mereka hanya sebagai fasilitator yaitu penghubung antara pekerja dan pemberi kerja.

Sedangkan negara di dalam Islam akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang mencakup tentang perolehan harta kekayaan dan pemanfaatannya, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun distribusi. Asas sistem ekonomi Islam berdiri di atas tiga pilar, pertama, cara harta diperoleh (menyangkut kepemilikan); kedua, terkait pengelolaan kepemilikan; dan ketiga, terkait distribusi kekayaan di tengah masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi.

Sistem ekonomi Islam menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok per individu rakyat, bukan per kapita sehingga negara betul-betul me-riayah (mengurusi) rakyatnya dengan sungguh-sungguh, tidak sekadar mencari untung untuk kepentingan segelintir orang atau swasta.

Sungguh, sistem ekonomi kapitalisme bertentangan dengan sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi kapitalisme hanya mengutamakan keuntungan, bukan kesejahteraan rakyat. Permasalahan mendasar dan turunan dari sistem ekonomi kapitalisme begitu kompleks, terjadi kesenjangan ekonomi bahkan bisa berimbas pada naiknya angka kriminalitas dan permasalahan sosial lainnya. Oleh karenanya, sudah saatnya kita beralih pada sistem ekonomi Islam secara kafah.

Islam telah membagi kekayaan menjadi tiga bagian, kekayaan negara, kekayaan pribadi dan kekayaan umum. Negara membebaskan rakyat mengelola hartanya asalkan dengan cara yang halal. Untuk kekayaan negara diambil dari jizyah, fa’i, kharaj, ghanimah, harta tidak bertuan, dan lainnya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan negara. Adapun, kekayaan umum yang bersumber dari pengelolaan sumber daya alam (SDA) digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan rakyat seperti kesehatan, pendidikan, dan sarana umum lainnya.

Dengan semua pemenuhan itu, maka rakyat tidak lagi perlu memikirkan bagaimana membiayai pendidikan dan kesehatan. Mereka bisa berkonsentrasi pada pemenuhan sandang, pangan, dan papan. Para suami akan fokus bekerja. Bagi para istri akan fokus mendidik generasi. Kendati demikian, jika masih ada yang hidup kekurangan, Islam menetapkan adanya zakat bagi yang mampu. Zakat itu dikelola negara untuk diberikan kepada delapan orang yang membutuhkan. Dengan demikian masyarakat akan terpenuhi kebutuhannya, bahkan mereka juga mendapat jaminan kerja dari negara.

Apabila hal itu bisa dilaksanakan secara sempurna, maka kemiskinan secara berangsur akan hilang. Masyarakat pun akan aman dari PHK massal. Wallahu a'lam bishshawab...



Mewakili Kecamatan Karangnunggal, Tim SD Negeri 3 Ciawi Berhasil Rebut Juara 1 Volly Ball pada Ajang O2SN Tahun Ini

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pada Olimpiade Olahraga Seni Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang diselenggarakan di Kecamatan Ciawi beberapa hari lalu, Tim bola voli Kecamatan Karngnunggal yang diwakili SD Negeri Ciawi 3 berhasil meraih juara 1.

Menurut Kepala SD Negeri 3 Ciawi Karangnunggal, Asep Andi,S.Pd,SD, MPd, pihaknya merasa bersukur karena dengan semangat yang tinggi dan perjuangan anak-anak didiknya serta berkat kerjasama tim yang baik tim bola voli SD Negeri 3 Ciawi Karangnunggal berhasil menjai juara di ajang O2SN tingkat kabupaten.

" Semoga capaian yang mampu menjadi kebanggaan semua ini bisa menambah motivasi anak-anak untuk bisa tetap mengharumkan sekolah dan Kecamatan Karangnunggal,” ucap Asep.(30/05)

Saat wawancara di ruang kerjanya dengan PNews Asep juga  menyampaikan, SD Negeri Ciawi 3 juga berhasil meraih juara sepak takraw.

Dalam mengejar prestasi dalam meraih kemenangan. Menurutnya, jangan jadikan persaingan namun harus dijadikan motivasi antara sekolah satu dengan lainnya khususnya yang ada di Kecamatan Karangnunggal dengan terus berlomba meraih prestasi baik di bidang olahraga, seni budaya, edukasi atau bidang lainnya.

“Dan ini semata untuk memajukan Dunia pendidikan serta menjadikan motivasi para siswa,” tegasnya.(anwarwaluyo)


Generasi Unggul Lahir dari Peradaban Islam yang Agung


Oleh : Tawati (Aktivis Muslimah Majalengka dan Revowriter)

Generasi muda adalah harapan terbesar bangsa dalam membangun semangat dan perjuangan. Semua untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di masa mendatang. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu diperlukan niat dan usaha yang sungguh-sungguh. Pemerintah Jawa Barat menyadari akan hal ini, terlihat dari adanya program-program yang telah dibuat untuk anak-anak muda Jabar. Program-progeam unggulan Jabar tersebut diantaranya adalah Jabar Masagi - NGABASO (Jalan Kaki ke Sekolah), Sadesha (Satu Desa Satu Hafidz), dan Maghrib Mengaji.

Pemuda adalah mereka yang memiliki fisik prima, tenaga kuat, semangat yang membara, serta mempunyai daya pikir luas. Namun, tidak sedikit profil pemuda hari ini jauh dari gambaran sejatinya tersebut. Mereka telah mengalami krisis daya juang. Tidak mau hidup dalam kepayahan.

Mereka telah tertimpa krisis jati diri. Terombang-ambing mengikuti arus tanpa mampu melepaskan diri. Krisis jati diri tersebut adalah akibat mereka kehilangan pegangan dan standar hakiki di dalam menapaki kehidupan.

Mereka disebut produktif, tetapi atas standar duniawi. Mereka disebut tangguh, tetapi sebenarnya jadi buruh. Sungguh, mereka adalah korban kezaliman sistem kehidupan yang menghamba materi.

Sesungguhnya program-program unggulan pemerintah yang dijalankan hari ini tidak akan berpengaruh pada perbaikan moralitas generasi jika generasi masih hidup dalam arus sekulerisme-liberalisme yang terus mengikis pola pikir dan pola sikap generasi muda.

Padahal, mereka memiliki potensi yang besar. Sebab, negeri ini akan layak diperhitungkan di kancah percaturan dunia internasional karena potensi pemudanya. Terlebih dengan jumlah besar mereka sebagai bagian kaum muslim, perubahan dunia menjadi lebih baik bukanlah sekadar wacana. 

Namun, ketika racun kapitalisme-liberalisme terus meracuni kaum muda muslim, pada titik inilah sebetulnya tengah terjadi pembajakan dan penyesatan potensi pemuda muslim secara massal dan sistemis. Produktivitas dan ketangguhan pemuda muslim tidak ubahnya bahan bakar bagi mesin ekonomi kapitalisme.

Pemuda muslim butuh perubahan jati diri. Produktivitas dan ketangguhannya hendaknya digunakan untuk perjuangan membela agama Allah. Visi besar penggemblengan mereka sebagai bibit generasi unggul pun hanya bisa berdasarkan aturan Allah.

Allah SWT berfirman, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, ‘Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.’ (TQS Al-Kahfi [18]: 13—14).

Allah juga telah menjamin standar kesuksesan generasi muslim dalam ayat, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (TQS Ali Imran: 110).

Sejatinya, profil generasi muda muslim yang produktif dan tangguh adalah mereka yang menghendaki menjadi terbaik menurut standar Allah, yakni terikat dengan aturan Islam. Para pemuda itu adalah orang-orang yang berkepribadian Islam, yaitu memiliki pola pikir dan pola sikap Islam.

Denyut nadi kehidupan para pemuda tercurah sepenuhnya untuk membela Islam. Keseharian para pemuda kental dengan aktivitas dakwah. Mereka memiliki daya juang, beretos kerja prima, pemberani, berkarakter pemimpin, serta mampu mencapai ikhtiar terbaik dan tawakal tertinggi untuk kemuliaan Islam dan kaum muslim.

Tentu saja, untuk menjadikan pemuda muslim produktif, tangguh, bahkan mampu meraih gelar umat terbaik itu, tidak cukup dengan upaya individu atau pun keluarga semata. Harus ada lingkungan masyarakat yang sehat dan negara yang tidak disetir oleh kepentingan para kapitalis melalui akidah sekulernya. 

Sungguh generasi unggul hanya dapat terwujud dalam sistem Islam. Inkubator untuk menghasilkan profil generasi muda muslim yang produktif dan tangguh membutuhkan peran negara.

Negara di dalam sistem Islam mampu membangun generasi unggul dengan beberapa cara yang tidak terpisahkan, yakni menerapkan sistem pendidikan Islam yang berbasis akidah untuk melahirkan muslim berkepribadian Islam. Negara akan memastikan semua rakyatnya mendapatkan hak pendidikannya secara baik.

Negara juga menerapkan sistem ekonomi Islam yang akan memastikan kekayaan milik umum dikelola negara untuk kemaslahatan umum, termasuk pendidikan. Juga membuka lapangan kerja yang cukup sehingga para kepala keluarga (ayah/suami) akan memiliki pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Pada saat itu, peran ibu fokus untuk mendidik generasi.

Selanjutnya negara menerapkan kebijakan media. Negara mencegah tersebarnya informasi yang akan merusak karakter generasi unggul, seperti sekularisme, kapitalisme, liberalisme, dan pemikiran apa pun yang akan melemahkan keyakinan serta menjauhkan ketaatan.

Wallahu a'lam bishshawab.



Saat Hadiri Acara Halal Bihalal, Bupati Ciamis Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Al Qausain Banjarsari


PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS
- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya siang tadi menghadiri acara halal bihalal tingkat Kecamatan Banjarsari yang dilaksanakan di Masjid Besar Alkausain Kecamatan Banjarsari, pada acara tersebut Bupati Ciamis berkesempatan menyerahkan bantuan sebesar satu miliar rupiah untuk pembangunan Masjid besar Al Qausain yang bersumber dari APBD. (30/05)

Dalam sambutannya bupati menyampaikan atas Pemkab Ciamis memohonkan maaf karena tidak bisa maksimal memberikan bantuan pasalnya keterbatasan anggaran, sehingga hanya bisa memberikan semampunya.

Bupati menyebut seharusnya masjid yang dibangun sejak 2017 ini sudah selesai, namun karena satu dan lain hal pembangunannya menjadi tertunda salah satunya karena terbatasnya anggaran akibat pandemi. 

"Kondisi APBD saat ini sedang mengalami defisit sehingga jika kita tidak mendapat bantuan provinsi tidak dapat membangun apa-apa," ujarnya. 

Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan, antara lain dengan menggelorakan kembali infak dan sodaqoh masyarakat yang didorong oleh pemerintah setempat baik camat maupun pemerintahan desa. 

"Kebersamaan menjadi salah satu kunci keberhasilan serta keinginan kuat dalam pembangunan," imbuhnya. 

Ia mengatakan, hal yang terpenting adalah bagaimana para panitia pembangunan masjid ini dapat membangun kepercayaan masyarakat. 

"Jika masyarakat sudah percaya insyallah infak masyarakat tidak akan susah," ujarnya. (anwarwaluyo)

MPP Datangi Gedung DPRD Pangandaran Sampaikan Aturan Terkait Aturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Masarakat Peduli Pangandaran (MPP) tadi siang datangi gedung DPRD Kabupaten Pangandaran Pangandaran untuk menyampaikan beberapa aspirasinya.(30/05) 

Dalam orasinya, salah seorang perwakilan MPP, Rohimat Residiana menyampikan, kedatangan MPP ke DPRD ini untuk menyampaikan aspirasi dan sikap MPP.

 “Kami merupakan bagian dari masyarakat yang tergerak untuk peduli dan cinta terhadap Kabupaten Pangandaran, sama seperti halnya pada tanah air Indonesia,” ujar Rohimat.

Ia menegaskan, kedatangan MPP ini bukan untuk membuat kekacauan atau mengusik ketenangan siapa pun tapi untuk menyadarkan agar seluruh masyarakat lebih peduli terhadap kemajuan perkembangan pembangunan dalam berbagai bidang yang ada di di Kabupaten Pangandaran.

Aksi ini aksi, imbuh Rohimat, merupakan aksi damai sebagai bentuk dukungan pada Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk melawan segala bentuk tindakan yang memicu, menghasut, penyimpangan dan pembodohan serta bentuk intervensi hukum yang diduga telah dilakukan para oknum dan petualang politik praktis yang hanya bisa memancing di air keruh dengan memanfaatkan momentum tertentu.

Sementara orator lainnya, Ai Nanan Handayani menambahkan, perlu diketahui bersama apa saja hal-hal yang dilakukan diperbolehkan dan dibenarkan secara hukum. Dan aksi damai ini merupakan dari hak konstitusional sebagaimana yang telah tersurat dan tersirat dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat,” tegasnya.

Ai menyebut MPP memandang perlu untuk memberikan pendapat mengenai hukum agraria atau pertanahan berdasarkan peraturan perundang-undangan khususnya terhadap status dan pemanfaatan hak-hak atas tanah yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran,  bahwa tanah negara adalah tanah yang belum dilekati dengan hak atas tanah sebagaimana diatur berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 5 Tahun 1960. Dan peraturan tersebut merupakan Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria, seperti halnya Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai dan Hak-hak lainnya.

Bahwa berdasarkan Pasal 1 Angka 5 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 86 Tahun 2018 tentang Reformasi Agraria, yang berbunyi Tanah Negara adalah tanah yang tidak dipunyai dengan sesuatu hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria, dan atau tidak merupakan tanah ulayat Masyarakat Hukum Adat, tanah wakaf, barang milik Negara, Daerah, Desa atau Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah dan tanah yang telah ada penguasaan dan belum dilekati dengan sesuatu hak atas tanah.

Menyikapi isu pertanahan yang menyatakan bahwa objeknya adalah tanah Negara, menurutnya adalah keliru karena pada kenyataannya tanah tersebut bukanlah tanah negara dan pemanfaatan terhadap hak-hak atas tanah harus merujuk dan mempedomani berdasarkan peraturan perundang-undangan undangan yang berlaku.

“Negara Indonesia adalah negara hukum dimana hukum harus dijadikan sebagai panglima,” tegasnya.

Ai juga mengatakan, MPP dengan ini menyatakan memberikan dukungan penuh terhadap Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk melakukan pengendalian terkait dengan pelaksanaan reforma agraria di wilayah hukum dan Pemerintahan Kabupaten Pangandaran serta melakukan tahapan dan prosesnya harus dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan undangan yang berlaku dan mengacu serta berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran.

Pada Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran Tahun 2018-2038, kata Ai tetap memperhatikan dan memberikan perlindungan terhadap percepatan kemajuan iklim investasi yang sedang tumbuh dan berkembang dengan baik di wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Aspirasi ini kami sampaikan untuk tercapainya keadilan dan kesejahteraan sosial seluruh masyarakat Pangandaran,” pungkasnya. (hiek)


P2RWP Dan Satlantas Polres Pangandaran Sepakat Terapkan SOP Penggunaan Rental Kendaraan Wisata

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah pengusaha rental kencaraan wisata yang tergabung dalam wadah Paguyuban Pengusaha Rental Wisata Pangandaran (P2RWP) menggelar silaturahmi dengan Satlantas Polres Pangandaran untuk mendiskusikan Standar Operasional Prosedur (SOP) jasa penyewaan kendaraan wisata, bertempat di aula Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran. (29/5) 

Dalam pertemuan tersebut, Ketua P2RWP Kabupaten Pangandaran Dedi Heryadi alias Darto menuturkan, P2RWP terbentuk pada tahun 2018 dan kini sudah memiliki 309 anggota yang terdiri dari 7 kelompok yang tersebar di kawasan objek wisata pantai Pangandaran.

Kata Darto, pihaknya berinisiatif melakukan silaturahmi dengan anggota dan pihak Satlantas Polres Pangandaran ini untuk berdiskusi dan menyepakati pelaksanaan SOP jasa penyewaan kendaraan wisata.

Darto mengaku pihaknya sangat merespon apa yang disampaikan dari Satlantas Polres Pangandaran terkait berlalu lintas di kawasan wisata, juga menyepakati bersama aturan-aturan SOP yang telah ditentukan sebelumnya.

“Kami juga ingin menyampaikan ke pihak Satlantas Polres Pangandaran bahwa P2RWP sudah memiliki SOP sendiri yang harus ditaati seluruh anggota untuk keselamatan pengguna kendaraan wisata,” terangnya.

Dengan adanya pelanggaran dan kecelakaan yang biasanya dilakukan penyewa, Menurutnya itu  diluar kendali P2RWP, padahal pihaknya sudah memberikan arahan dan aturan yang disepakati dengan pengguna kendaraan (wisatawan).

Selama ini P2RWP, jelas Darto, sebisa mungkin untuk meminimalisir kecelakaan dengan cara menerapkan SOP dan memberikan fasilitas alat keselamatan yang disediakan masing-masing dan wajib dimiliki penyedia rental, dan itu sudah menjadi keharusan untuk kepuasan kepada penyewa.

“Sementra untuk rute yang dilalui kita mengikuti arahan dari Satlantas Polres Pangandaran, apabila diberlakukan satu jalur ya kita ikuti sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman betah di Pangandaran," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasatlantas Polres Pangandaran Akp Asep Nugraha mengatakan, pihaknya memberikan sosialisasi kepada seluruh anggota paguyuban rental ATV, sepeda listrik, batrik dan lainnya, dalam rangka agar aman dan terhindar dari kecelakaan.

Menurutnya, himbauan tertib lalu lintas ini terutama saat mengendarai kendaraan rental tidak lebih dari dua orang, menggunakan helm dan tidak keluar dari kawasan obyek wisata.

Selain itu, imbuh Asep, Satlatas Pangandaran juga memberikan himbauan kepara anggota paguyuban untuk membatasi kecepatan kendaraan, tidak lebih dari 30 km/jam dan minta kabel gasnya diputus agar tidak lebih dari kecepatan tersebut.

Asep menegaskan, Satlantas Polres Pangandaran tidak bosan untuk terus melakukan himbauan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran berlalulintas (kamseltibcarlantas) dengan tujuan untuk meminimalisir atau menghindari kecelakaan lalulintas yang diakibatkan pengguna APV ataupun kendaraan rental lainnya yang ada di kawasan wisata walau kecelakaan di kawasan obyek wisata ini tidak fatal dan biasanya hanya jatuh serta terpeleset.

"Dan untuk menghindari hal tersebut kami selalu ada di kawasan obyek wisata untuk melaksanakan himbuan-himbauan tersebut," kata Asep.(hiek)


Segera Diganti Jembatan Permanen, Jembatan Bailey Sodongkopo Penghubung Cijulang-Pantai Batukaras Dibongkar

PANGANDARANNEWS.COM - Jembatan bailey penghubung jalan di kawasan Bandara Nusawiru ke Pantai Batukaras di Kecamatan Cjulang Kabupaten Pangandaran, kini dibongkar karena akan diganti dengan jembatan permanen.

Dari pantauan PNews di lapangan pada hari Minngu tanggal 28 Mei 2023, tampak sejumlah alat berat sudah mulai membongkar jembatan tersbut dan di sekitar area jembatan pun mulai dikerjakan.

Menurut Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan, untuk sementara akses jalan dari Cijulang menuju Pantai Batukaras dialihkan ke Jalan Mandala jembatan gantung dan Green Canyon, Desa Cidahu ke Desa Batukaras.

“Pengerjaan jembatan Sodongkopo ini tidak menggunakan APBD Kabupaten Pangandaran tapi dari bantuan Provinsi Jawa Barat sebesar Rp85 milyar,”terang Yadi.(28/05)

Diperkirakan pada bulan Januari 2023, kata Yadi,  sudah mulai diganti dari jembatan Bailey menjadi permanen seperti jembatan Ranggajipang Wiradinata yang ada di Desa Sukresik Kecamatan Sidamulih. 

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, jembatan Sodongkopo yang menjadi akses keluar-masuk ke obyek wisata pantai Batukaras ini akan segera diperbaiki.

 Jeje mengatakan, Jadi ke depan jalan lintas pantai-pantai di Pangandaran akan segera selesai dan terhubung antara obyek wisata yang satu dengan lannya.

“Set upnya sudah ada dan sangat megah sekali," ucapnya. (hiek)


Kepala SDN Malatisuka Gunungtanjung Mengaku Bangga, Siswanya Berhasil Raih Mendali Perak Di Ajang O2SN Tingkat Kabupaten Tasik


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Pada gelaran lomba O2SN tingkat Kabupaten Tasikmalaya beberapa hari lalu yang diselenggarakan di Kecamatan Ciawi, sejumlah siswa SD dan SMP dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya untuk bertanding di sejumlah mata lomba yang dipertandingkan.(23/05)

Salah satu peserta lomba, Nurul Zahra siswa kelas 5 SDN Malatisuka dari Kecamatan Gunung Tanjung berhasil meraih juara 2 yang  mendapatkan mendali perak di cabang lomba lempar turbo, perolehan prestasi juara ini tentu menjadi kebanggan sekolah tempat Nurul Zahra menimba ilmu.

Seperti disampaikan Kepala SDN Malatisuka, Anang Paturahman S.pd, prestasi yang diraih salah satu siswanya tentu telah membawa harum SDN Malati Suka khususnya dan umumnya untuk sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Gunungtanjung.

Anang sangat bersukur, karena prestasi ini menjadi yang pertama kalinya dalam kejuaraan di tingkat kabupaten.

"Saya dan para guru pengajar disini sangat bangga karena prestasi ini  merupakan barometer untuk tahun tahun yang akan datang," ucapnya.

Anang pun berharap kedepan bisa lebih meningkat lagi, menjadi juara pertama dan bisa ikut berlaga pada helatan O2SN di tingkat provinsi.

Anang juga menyampaikan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan pelatihan kepada anak-anak didiknya, karena prestasi yang didapat ini tentu tidak lepas dari peran guru.

"Mudah-mudahan tahun yang akan datang beberapa prestasi dapat diraih pada beberapa cabang perlombaan lainnya," imbuhnya. (udirustandi-anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN