Dua Paslon Bupati-Wakil Bupati Pangandaran Pastikan Lalukan Pendaftaran Di Hari Terakhir Pendaftaran

PANGANDARANNEWS.COM - Hingga memasuki hari kedua tanggal 28 Agustus 2024 tahapan pendaftaran pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran,  belum tampak terlihat yang datang ke kantor sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran yang berlokasi di Dusun Cikangkung Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(28/08/24)

Menurut Ketua KPU Pangandaran Muhtadin, diperkirakan hanya ada dua calon yang baru akan melakukan pendaftaran pada esok hari (29/08), sekitar jam 14.00 dan jam 16.00 WIB.

Ia menambahkan, pihaknya akan menerima para paslon ini dengan proses yang sudah dipersiapkan oleh KPU.

"Diantaranya, paslon ini akan kami sambut dengan upacara adat dan lainnya," terangnya.

Disoal ada berapa paslon yang akan mendaptar, Muhtadin menyebut, paling tidak sampai hari ini hanya ada dua paslon yang sudah terkonfirmasi KPU.

Dan dari informasi yang disampaikan secara lisan oleh partai politik ke KPU, kata Muhtadin, paslon yang akan mendaftar antara lain Ujang Endin Indrawan-Dadang Solihat dan paslon Citra Fitriyami-Ino Darsono.

"Untuk pendaptaran di hari terakhir besok akan dimulai mulai jam 8.00 sampai jam 23.59," imbuhnya.(hiek)

Aliansi Umat Islam Pangandaran Temui Kapolres Bahas Perda Peredaran Miras

PANGANDARANNEWS.COM- Sebagai daerah wisata Kabupaten Pangandaran perlu melakukan upaya dan proses dalam menghadapi perbaikan di masyarakat, terutama terkait peredaran minuman keras (miras).

Demikian disampaikan Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, S.I.K  M.H, saat menerima silaturahmi perwakilan Aliansi Umat Islam Kabupaten Pangandaran, bertempat di kantor SatKabtimas Polres Pangandaran. (2708/24)

Kapolres mengaku sangat senang serta menyampaikan apresiasi kepada perwakilan Aliansi Umat Islam Pangandaran yang sudah berkenan memberikan masukan, karena Polri sangat membutuhkan informasi dari masyarakat terkait tugas dan wewenang dengan keamanan dan ketertiban umum termasuk peredaran miras ini.

"Ini tugas kita bersama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak miras ini, dan tugas ini memang sangat berat bagi kita semua," kata Kapolres.

Namun walau pun dihadapkan dengan tugas berat ini, menurutnya, tugas ini bisa menjadi ladang amal kebaikan sehingga pihaknya akan menindaklanjuti masukan ini serta akan mengintruksikan kepada anggota.

"Namun kami juga akan bertindak sesuai aturan kewenangan kami," jelasnya.

Kapolres juga menyebut, dalam melaksanakan tugas tersebut Polri juga perlu mengikutsertakan TNI dan masyarakat agar terjalin sinergitas dan kebersamaan.

Seperti diketahui, sebelumnya Aliansi Umat Islam beberapa waktu yang lalu meminta kepada para wakil rakyat di DPRD dan dinas terkait untuk menindak lanjuti Perda peredaran miras di Pangandaran khususnya di lokasi wisata mengingat lokasi wisata ini sangat bersinggungan dengan penduduk, lembaga keagamaan dan pendidikan.

Sementara menurut kordinator Aliansi Umat Islam Pangandaran, Iman Nugraha, janji yang pernah disampaikan institusi tersebut kurang memuaskan karena pada audensi sebelumnya yang digelar di aula DPRD ada keputusan bahwa dinas terkait akan menindaklanjuti Perda peredaran miras ini.

Namun kata Iman, ternyata hal tersebut kurang memuaskan karena masih terdapat beberapa pedagang yang secara terang-terangan  memperjualbelikan miras.

Dan saat, imbuh Iman, aliansi datang bersilaturahmi dengan Kapolres baru untuk menindaklanjuti Perda tersebut mengingat kepolisian sebagai ujung tombak stabilitas keamanan di masyarakat.

"Dan kami merasa bangga karena Kapolres kita memiliki semangat yang sama dengan kami," tandasnya.
(harisfirdaus)

Sebuah Kebanggaan Pemdes Dan Masyarakat, Desa Gunungsari Masuk Nominasi Terbaik 1 se-Kab. Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebuah kebanggaan dan raya syukur saat ini dirasakan masyarakat dan Pemerintah Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas, karena raihan prestasi menjadi nominasi 1 desa terbaik di tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Saat dijumpai PNews di ruang kerjanya, Kepala Desa Gunungsari Irfan adri Nugrah menyampaikan, pihaknya harus siap siaga karena tidak menutup kemungkinan Desa Gunungsari akan menjadi desa kunjungan Study Tiru dari desa lain karena banyak hal yang bisa dipelajari.

"Kami sendiri kedepannya tentu  akan terus berusaha untuk meningkatakan serta mempertahankan apa yang sudah diperoleh serta memberikan yang terbaik selama ini," ungkap Irfan.(26/08/24)

Ia juga menyebut, hal ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pada Pemerintahan di Desa sesuai dengan tupoksi masing-masing serta memotivasi agar lebih profesional dan juga berinovasi di dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Dari 9 desa, Gunungsari berhasil meraih peringkat pertama," ucapnya.

Keberhasilan ini tentunya karena dukungan semua elemen yang ikut serta mensukseskan kegiatan ini. Dan untuk itu atas nama Pemerintah Desa Gunung sari, Irfan pun mengucapakan terimakasih atas segala perjuangan yang telah dilakukan selama ini. 

"Mudah-mudahan Pemdes Gunungsari bisa tetap memberikan yang terbaik dari yang terbaik," imbuhnya.(anwarwaluyo)


 

Masuk Tahapan Pendaftaran, Tidak Ada Paslon Bupati-Wakil Bupati Pangandaran Daptar Di Hari Pertama ?

PANGANDARANNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran hari ini melakukan gladi bersih untuk persiapan dimulainya tahapan pendaptaran pasangan calon UI (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, bertempat di Kantor KPU Pangandaran di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(26/08/24)

Dalam konfrensi pers, Ketua KPU Muhtadin yang didampingi Kabag Ops Polres Pangandaran, Personil Kodim 0625/Pangandaran dan Pemda Kabupaten Pangandaran yang diwakili Satpol PP dan Dinas Perhubungan, menyampaikan, semua persiapan untuk pendaptaran paslon ini sudah dikoordinasikan dengan semua stake holder.

Muhtadin mengatakan, semua persiapan dari mulai kedatangan paslon hingga penerimaan berkas pencalonan yang akan diserahkan paslon, semuanya sudah terjadwal dan terkondisikan.

Ia menjelaskan, untuk penyerahan berkas pencalonan yang diperbolehkan masuk ruangan antara lain, paslon, dua orang tim, ketua partai pengusung, sekitar 10-12 orang saja.

"Sementara rombongan pengiring lainnya dipersilahkan duduk di luar ruangan yang sudah kami sediakan," ucapnya.

Ia memastikan paslon harus memberitahu KPU satu hari menjelang pendaftaran, dan ini dimaksudkan agar KPU bisa melakukan persiapan-persiapan.

"Karena paslon ini akan kami sambut dengan upacara adat dan lainnya," ungkapnya.

Disoal apakah dipastikan besok hari sudah ada paslon yang mendaftar, ia mengaku belum bisa memastikannya karena hingga gladi bersih ini usai digelar belum ada satu paslon pun yang menghubungi KPU.

"Tapi walau pun demikian intinya KPU sudah siap menerima pendaftaran paslon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran mulai tanggal 27 besok hingga tanggal 29 Agustus mendatang," tegasnya.(hiek)

Tingkatkan Kecintaan Pada Bahasa Daerah, Lingkup Pendidikan Cikatomas Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

Andi Suhandi,SPd
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Lingkup pendidikan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasimalaya menggelar Festival  Tunas Bahasa Ibu yang digelar sekitar satu bulan, festival ini telah menjadi tonggak utama dalam memperingati keberagaman bahasa dan budaya melalui beragam lomba mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Sunda khusus dalam Fashion Show Busana Nusantara.

Seperti disampaikan Guru pembina siswa, Andi Suhandi SPd,
kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata namun juga menjadi wadah ekspresi bagi kecintaan akan bahasa dan budaya bagi setiap peserta.

"Seperti lomba pidato, cipta baca puisi, MC, storytelling, speech dan sesorah telah menghadirkan bakat-bakat luar biasa yang memukau," ucap Andi.(26/08/24)

Tidak hanya sekadar kontes, menurutnya, Festival Bulan Bahasa ini juga merangkul perayaan atas kemajuan literasi di sekolah karena peserta tidak hanya menunjukkan kecakapan mereka dalam berbahasa tetapi juga menggambarkan keindahan dan keberagaman budaya melalui penampilan.

Andi mengatakan, acara ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya kolektif dalam memperjuangkan literasi dan keberagaman budaya melalui dukungan semua pihak, baik peserta, panitia, maupun sponsor.

"Kita telah berhasil mempersembahkan acara yang tak terlupakan ini," imbuhnya.

Andi mengaku sangat percaya, semangat dan antusiasme dari festival ini akan terus membara dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

"Terima kasih kepada semua yang telah turut serta mulai dari peserta hingga para pengisi acara, atas dedikasi dan semangat luar biasa yang telah mereka persembahkan dalam acara ini," ungkapnya.

Ia juga berharap, ke depan bisa lebih baik lagi dan mudah-mudahan di tahun depan bisa memberangkatkan semua peserta untuk mewakili tingkat kecamatan melaju ke tingkat kabupaten dengan hasil prestasi terbaik.

Andi juga mendorong agar anak-anak lebih giat dan lebih berkreasi lagi untuk melakukan inovasi-inovasi agar siswa-siswa atau peserta didik lebih kreatif meningkat lagi bahasa sunda, dan orang sunda harus cinta terhadap bahasanya sendiri.

"Mudah-mudahan kita menang di tingkat kabupaten dan melaju ke tingkat provinsi, kami juga akan mencoba bersinergi atau juga kolaborasi dengan para ahli-ahli tertentu untuk lebih meningkatkan prestasi anak," katanya.

Terpisah, saat diminta komentarnya Ketua K3S  Cikatomas menyampaikan, agar para siswa yang ada di Kecamatan Cikatomas bisa terus tingkatkan prestasi.
(anwarwaluyo)

MK Rubah Syarat Pencalonan Kepala Daerah, 5 Partai di Kabupaten Pangandaran Berpeluang Usung Calon Bupati

PANGANDARANNEWS.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) telah merubah syarat pencalonan kepala daerah baik gubernur atau pun Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2024, ditanggapi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin, terkait putusan MK  perubahan pada pasal 40 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada yang didalamnya terkait persyaratan pencalonan, tentu KPU Pangandaran selanjutnya akan mengikuti arahan dari KPU RI.

Kata Muhtadin, pihaknya akan berpedoman pada keputusan MK tersebut, berkenaan dengan pesrsyaratan pencalonan dan syarat dukungan partai politk.

"Saat ini kami masih menunggu surat dinas atau surat keputusan dari KPU RI terkati petunjuk teknis dari perubahan tersebut," ungkap Muhatdin, usai mengikuti acara Media Gathering Sinergi Jurnalis Dalam Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Bupati di Jawa Barat, bertempat di kawasan Wisata Body Rafting Citumang.(23/08/24)

Dengan keputusan MK ini, kata Muhtadi, Kabupaten Pangandaran yang memliki Daftar Pemilih Tetap antara 250 sampai dengan 500 ribu, sarat minimlah dukungan untuk calon bupati dan wakil bupati adalah 8,5 persen yang diambil dari data suara pemilu terakhir.

Sehingga, menurutnya  bagi partai yang memiliki suara minimal 8,5 persen atau memiliki minimal 4 kursi di DPRD, bisa mengusung pasangan calonnya  sendiri.

Sementara seperti diketahui, raihan kursi di DPRD  Kabupaten Pangandaran hasil perolehan Pemilu lalu, diantaranya PDI Perjuangan sebanyak 16 kursi, Golkar 5 kursi, Gerindra 5 kursi, PKB 5 kursi, PAN 4 Kursi, PKS 3 kursi dan PPP 2 kursi.

"Itu arti ada lima partai yang bisa mengusung pasangan calonya sendiri, antata lain PDI Perjuangan, Partai Golkar, Gerindra, PKB dan PAN," terangnya.(hiek)

Warga Rt 04/03 Sindangwangi Meriahkan HUT RI Ke 79 Dengan Berbagai Lomba

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Berbagai perlombaan digelar saat acara puncak HUT RI ke 79 di RT 04/03 Sindangwangi Kelurahan Sukamaju Kidul Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, seluruh warga mengikuti seluruh kegiatan dengan antusias.

Tak hanya anak-anak, perlombaan yang dimulai sejak tanggal 17 dan berahir tanggal 21 Agustus ini pun diikuti emak-emak hingga suasana pun benar-benar meriah.

Di depan warga yang hadir, Ketus Rt 04 Daud menyampaikan terimakasih karena seluruh rangkaian acara bisa berjalan lancar dan meriah.

"Atas nama warga saya juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga Haji Upeh yang telah memberikan materi dan tempat yang di msediakan untuk berjalan mnya acara ini," kata Daud.(20/08/24) *anwarwaluyo*

Festival Bahasa Ibu Di Lingkup Pendidikan Karangnunggal Jadi Ajang Pelestarian Budaya Daerah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kegiatan Festival Tunas Bahasa ibu bisa menjadi

langkah inspiratif bagi pendidikan dan pembelajaran bahasa di Jawa Barat untuk menuju tingkat lebih baik, terlebih bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang dikuasai dan dipahami oleh seseorang saat dirinya pertama kali mengenal bahasa serta belajar bicara sejak lahir yang berkembang melalui interaksi dengan sesama anggota keluarga ataupun masyarakat di lingkungannya.

Demikian disampaikan Ketua Paguyuban Seni Budaya Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yuyu,  saat memberikan keterangan dalam pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu jenjang SD bertempat di Aulia kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Karangnunggal.(20/08/24)

Kegiatan ini, kata Yuyu, diharapkan mampu mengedukasi generasi muda dan masyarakat umum bahwa berbahasa daerah sangat bagus dan mudah dimengerti.

"Bahasa yang dipahami dan diucapkan pertama kali oleh seseorang, itulah yang menjadi bahasa ibu orang tersebut," terang Yuyu.

Dan tentu maksud kegiatan ini, menurutnya, selain memiliki bibit-bibit yang akan melestarikan bahasa daerah juga akan bisa memberikan contoh bahwa dengan berbahasa daerah itu tidak kampungan tapi justru lebih keren sehingga anak-anak muda itu akan melihat ternyata dengan berbahasa ibu pun bisa berprestasi.

Yuyu mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menggali dan merawat kecintaan terhadap bahasa ibu sebagai warisan budaya yang sangat berharga, sekaligus memupuk rasa bangga akan keberagaman bahasa yang ada di tanah air.

Selain itu, imbuhnya, festival ini juga bukan sekadar ajang perlombaan bagi jenjang anak-anak melainkan peluang untuk mengasah keterampilan berbahasa, kreativitas, dan daya imajinasi.

"Saya yakin setiap peserta telah menunjukkan kesungguhan dan kerja keras yang luar biasa dalam mempersiapkan diri untuk tampil hari ini," ujar yuyu.

Sementara Ketua K3S Kecamatan Karangnunggal, Eli Romli s.PD menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari revitalisasi bahasa daerah yang sudah dilakukan sejak semester awal pembelajaran di sekolah dengan materi-materi yang bisa dipilih oleh para siswa mulai dari mendongeng, sajak, hingga ngabodor (stand up comedy khas sunda) dan lainnya.

"Mereka ini adalah para pilihan yang akan maju ke tingkat  kabupaten, maka sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang sudah berprestasi kita adakan festival tingkat provinsi ini," kata Eli.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan membumikannya bahasa daerah agar tetap eksis yang dapat dilakukan di tiga lingkungan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Eli berharap, siswa-siswi yang ikut lomba tingkat di kecamatan ini bisa ikut ke tingkat kabupaten.

Kegiatan Festival Bahasa Ibu tahun ini, ucap Eli, diikuti 54 sekolah dasar untuk 14 mata lomba dari mulai tembang pupuh, baca dan lainnya.

"Saya berharap dari kegiatan ini akan memenangkan sampai ketika provinsi minimal dua mata lomba," ungkapnya.(anwarwaluyo)

Kereta Api Banjar-Cijulang Akan Diaktifkan Kembali ? Ini Penjelasan Sekretaris Bappeda Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran saat ini sedang mengusulkan reaktivasi jalur Kerata Api (KA) Banjar-Cijulang yang telah lama mati, hal tersebut digagas bersama Organda Jabar, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar difasilitasi Grand Pangandaran.

Seperti disampaikan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran Asep Suhendar, pengusulan kembali reaktivasi jalur tersebut pembahasannya sudah masuk lingkup Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jawa Barat (Jabar).

Asep mengatakan, reaktivasi KA Banjar-Pangandaran itu sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Pepres) 87 Tentang Pembangunan Jabar Selatan.

Pada rapat terakhir dengan Sekda Jabar beberapa waktu yang lalu, kata Asep, sempat melakukan pembahasan, namun yang dilakukan baru soal reaktivitas KA  Bandung ke Ciwidey.

"Tetapi, KA Banjar-Pangandaran tidak termasuk dalam pembahasan," ungkap Asep.(18/08/24)

Mendengar tidak masuk pembahasan, imbuhnya, Pemkab Pangandaran pun kembali melakukan usulan agar reaktivitasi KA Banjar-Pangandaran dibahas dan dikaji ulang dan hasilnya Pemprov Jabar kembali mendukung pengaktifan jalur tersebut.

"Saat ini akan kembali dikaji," jelasnya.

Asep menjelaskan, saat ini Pemprov Jabar sudah bersurat ke pemerintah pusat, diantarnya ke Kementerian Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembagunan Nasional (Bapenas) dan rencananya akan ada kajian lagi untuk tim ahli reaktivasi.

Asep berharap bahasan ini masuk ke RPJMN tahun 2026, karena untuk RPJMN 2025 sudah berjalan sehingga kemungkinan akan review paling cepat di tahun 2026.

"Amdal dan DED 2027 dan rencananya Insya Allah tahun 2028 bagian kontruksi pembangunan," ucapnya.

Asep pun menyampaikan, Pangandaran sudah menetapkan pariwisata sebagai sektor lokomotif dalam pembangunan dan sektor sektor lainnya sebagai gerbongnya. Untuk itu maka ada empat komponen kepariwisataan menjadi hal yang mutlak untuk senantiasa ditingkatkan, diantranya A
Attraction (daya tarik wisata), Amenities (Fasilitas), Accessibility (Aksesibilitas) dan
Ancillary (Kelembagaan).

"Permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata di Pangandaran saat ini adalah Aksesibilitas," terangnya.

Menurutnya, rencanannya apabila jalur tersebut sudah aktif, maka nantinya pihak Pemkab akan membuat harga tiket kereta spesial. Bahkan, harga tiket wisata pun akan disatukan dengan tiket kereta.

"Mudah-mudahan dapat tercapai hingga nantinya aksesibilitas masuk ke Pangandaran banyak pilihan," katanya.

Sementara salah seorang warga Sumini (56) menuturkan, jalur kereta api menuju Pangandaran memiliki kenangan tersendiri.(hiek)

Peringati Hari Kemerdekaan Ke 79, Pemdes Sarimanggu Gelar Tasyakuran

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Salah satu wujud ungkapan rasa syukur dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Pemerintah Desa sarimanggu Kecamatan  Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan tasyakuran bertempat di aula desa.(17/08/24)

Selain dihadiri Kepala Desa Sarimanggu Indra Nuryana dan perangkat desa lainnya, acara tersebut juga dihadiri Camat Karangnunggal Agus Sutisna, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Warga sekitar.

Di depan undangan yang hadir, Kepala Desa Sarimanggu Indra Nuryana dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Alloh Tuhan Yang Maha Kuasa karena tanpa kemerdekaan yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno - Hatta tidak akan pernah bisa merasakan kemerdekaan seperti sekarang ini.

Ia berharap acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ini jangan dipandang sebagai kegiatan seremonial, rutinitas dan kewajiban belaka, sehingga seolah hadir tanpa tanpa makna. 

"Akan tetapi hendaknya dipandang sebagai moment penting dan sangat menentukan bagi perjalanan hidup bangsa Indonesia," kata Indra.

Selain itu, imbuhnya, moment ini menjadi wahana introspeksi dan retrospeksi atas apa yang telah dicapai di masa-masa kemerdekaan.

Sementara Camat Karangnunggal Agus Sutisna mengungkapkan, sudah menjadi tradisi setiap tahun saat malam 17 Agustus diadakan tasyakuran, dan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. 

“Saya berharap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ini bisa menjadi moment penting untuk perjalanan hidup bangsa Indonesia," ungkapnya (anwarwaluyo)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN