KUNJUNGAN PEMPROV JOGJAKARTA KE UMKM BINAAN BDC PANGANDARAN

PANGANDARAN-Beberapa hari lalu (12/4), Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta melakukankunjungan ke beberapa UMKM binaan Business Development Center (BDC) Kabupaten Pangandaran.

Menurut kepala Dinas Perikanan Provisi Yogyakarta, Wahid, kunjungan yang diikuti 57 orang peserta Diklatpim IV angkatan II Badan Diklat Pendidikan dan Pelatihan tahun 2017 Pemerintah Derah Yogyakarta DIY,Kota Jogjakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Pati, Kebumen dab KPU Lampung, dengan melakukan kunjungan ini diharapkan ada out come positif untuk DI Yogyakarta.

“Kami melakukan lokus benchmarking di Kabupaten Pangandaran dari beberapa sumber dan referensi yang kami terima tentunya, juga dari di media serta Pemda Pangandaran ‘’ungkap Wahid.

Dikatakan Wahid, pihaknya merasa kagum, Daerah ototnomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran dengan usianya yang masih belia sudah bisa menunjukan diri sebagai DOB yang memang sangat berpotensi. Dengan merubah pola pikir birokrasi yang modern dan terbuka bisa menunjukan eksistensi serta mampu mensejajarkan diri dengan daerah lain, dan hasilnya pun bisa dirasakan langsung masyarakat Pangandaran.

“Dibawah pimpinan Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H. Adang Hadari serta keterlibatan KADIN telah mampu mendorong kemajuan di sektor pariwisata dan ekonomi. “ kata Wahid.

Dengan pertimbangan semua itu, lanjut Wahid, pihaknya tidak salah jika Kabupaten Pangandaran dijadikan lokus benchmarking yang salah satu tujuannya mencari best Practise Usaha kreatif dari para enterprener muda yang inopatif di Pangandaran.

Selain itu, lanjut Wahid, jika hasil kajiannya tentang program mengangkat produk daerah menjadi produk unggulan dengan kemasan dan desain menarik memeberikan kesan modern namun tetap higienis, maka KADIN dan BDC Pangandaran baik untuk di kunjungi.

Namun menurut Wahid, sayang sosialisasinya kurang gencar serta penempatan quality control produk, manajemen dan showromnya belum tertata baik.

“Seharusnya tempatnya terpisah, dan di Desa Wonoharjo ini kurang strategis karena jauh dari keramaian. Imbuh Wahid.

Sementara Ketua KADIN Pangandaran, H. Teddy Sonjaya mengatakan, walau pun Pangandaran  sebenarnya belum pantas dijadikan tujuan lokus benchmarking, tapi pihaknya berharap bisa memberikan manfaat dan saling bertukar pengalaman.

“Jujur saja, awalnya saya kaget dan tidak percaya saat mendapat surat kunjungan datang dari pemprov Yogyakarta yang sudah terkenal dengan seabreg prestasinya. “tutur Teddy.

Menurut Teddy, di sisi kopentensi pihaknya merasa belum mumpuni apa lagi untuk dijadikan tempat lokus benchmarking  best practice. Karena yang bisa masuk katagori tersebut, masih kata Teddy, harus mencapai prestasi program yang sangat luar biasa. Dan jika dibandingkan dengan tehnik, metode, proses di Kabupaten Kota dan Propinsi lain, maka pangandaran masih terbilang jauh dari katagori unngul apa lagi di anggap baik dalam pengelolaan program.

“Tapi mudah-mudahan kita bisa banyak belajar dari kunjungan teman-teman kabupaten-kota ini serta menjadikan dasar kita untuk lebih maju dan berkembang’’Ujar Teddy Sonajaya di damping Sultan abdul rosyid dan An an Ramdani dari Komite BDC Pangandaran.

Teddy yang juga Ketua BDC Pangandaran mengatakan, dilihat dari sisi aspek values, exeleces, perbaikan keterampilan dan pengembangan produk unggulan UMKM Pangandaran belum begitu terlihat, dan kalau saja benar BDC Pangandaran di jadikan indikator kegiatan perubahan sehingga keberhasilan pada kegiatan program pemberdayaan, itu semua berkat dukungan Pemda Pangandaran.

Menurut Teddy, selama ini pihaknya hanya memcoba berfartisipasi dan berafiliasi membantu proses sebisanya seperti, pemberian pemahaman budaya, perbaikan kerja usaha kecil, peningkatan SDM sederhana, memberikan pemahaman tentang kwalitas mutu produk dalam persaingan, bagai mana memilih mitra, sekaligus melakukan analisis pasar supaya dapat dengan mudah mengimplementasikannya di lapangan. Dan pada dasarnya mengadopsi sekaligus beradaptasi terhadap market best practice sudah sering di lakukan dinas terkait, justru menurut Teddy, ia banyak belajar dari mereka.

“Akan tetapi kami atas nama KADIN dan BDC Pangandaran mengucapkan terima kasih atas kepercayaanya yang di berikan ini, mudah-mudahan ke depan selalu banyak perbaikan tentu bermanfaat untuk masyarakat Pangandaran. “pungkas Teddy. ***

SURYO, MANTAN BRIMOB UNGGUL PADA PILKADES PARANKANMANGGU

PARIGI-Suryo, mantan anggota Brimob Polri ahirnya terpilih dengan raihan suara terbanyak pada pilkades serentak tahun 2017 Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan tanggal 2 april lalu.

Ditemui di rumahnya, kepada PNews, Suryo mengatakan, setelah pensiun dari kepolisian enam bulan lalu, ia pun pulang ke kampung halamannya agar bisa terus mengabdi pada masyarakat walau pun bukan lagi sebagai anggota polisi.

“Setelah tinggal di kampung halaman, saya langsung bergabung di ormas Manggala Garuda Putih serta aktip mengikuti beberapa kegiatan kemasarakatan. “ungkap Suryo.(3/4).

Salah seorang putrinya, Rini, menuruturkan, pasca pensiun dari kepolisian, bapaknya langsung berbaur dengan warga desa dan banyak mengikuti kegiatan yang sering dilaksanakan warga desa lainnya.

“Mungkin karena itulah, bapak suka bermasyarakat sehingga bisa terpilih menjadi kepala desa dalam pilkades kemarin. “ujar Rini. (Anton As).

INI AKSI TERPUJI PERANGKAT DESA LIMUSGEUDE

CIMERAK-Sebuah rumah tidak layak huni berukuran 2 x 3 meter yang ditempati suami-isteri, Herman dan Tati warga Desa Limusgeude Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran mendapat bantuan dari hasil urunan perangkat desa.

“Karena uang hasil urunan kami tidak terlalu banyak, maka kami hanya bisa membangun rumah alakadarnya yang berukuran 4 x 6 meter saja. “terang Kepala Dusun.(5/4).

Menurutnya, bantuan rumah untuk warganya tersebut nantinya berlantai keramik, dapur dan tempat tidur terpisah dengan penerangan listrik sendiri yang akan dipasang baru serta untuk kamar mandi dan WC akan di bangun di luar rumah.

“Yang penting, yang tadinya tempat tinggal dengan kandang hewan hampir dalam satu ruangan kini terpiusah. “ungkapnya lagi.

Sementara menurut Kepala Desa Limusgeude, Koswara, keluarga Herman dan Tati yang menempati rumah sempit berukuran 2 x 3 meter menjadi perhatian pihak desa.

“Saya tidak mau melihat, masa tempat tinggal manusia untuk keperluan memasak dan tidur berdampingan dengan ayam…”kata Koswara.

Dikatakan Koswara, melihat kondisi rumah salah satu warganya, akhirnya seluruh perangkat pemerintahan desa sepakat mengumpulkan uang untuk membantu memperbaiki rumah tersebut.

Saat ditemui di sela-sela kesibukan pembangunan rumahnya, Herman mengatakan, ia merasa bersyukur dan terimakasih pada Kepala Desa Limusgeude dan jajarannya serta warga yang telah berbaik hati membantu memperbaiki tempat tinggalnya.

“Saya yakin Alloh akan mencatat amal baik mereka karena sudah mau membantu orang miskin seperti kami. “tutur Herman. (Anton AS).

PEMDA TUNDA EKSEKUSI PENERTIBAN BANGUNAN LIAR

PANGANDARAN-Proses eksekusi bangunan yang dijadikan tempat usaha dan tempat tinggal di lahan milik OCBC-NISP oleh Pemda Pangandaran untuk sementara dihentikan.(11/4).

Demikian disampaikan Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, S.Sos. usai rapat evaluasi bersama Kapolsek, Camat, Danramil dan Ormas Jaga lembur di kantor Kecamatan Pangandaran.

Setelah melihat dan mengevaluasi kondisi di lapangan, menurut Irwansah, tim yang terdiri dari Sat Pol PP, anggota Polsek Pangandaran, Koramil dan ormas Jaga Lembur, sepakat proses penertiban bangunan liar tersebut sebaiknya ditunda dulu.

Dikatakan Irwansyah, hari besok (12/4), pihaknya dan seluruh institusi terkait akan menghadiri undangan rapat evaluasi di kantor Polres Ciamis.

“Besok kita rapat di Polres  untuk merencanakan kegiatan penertiban lagi hari selasa atau rabu pada minggu depan . “jelasnya.

Irwansyah menegaskan, ini bukan persoalan sengketa tanah, tapi yang ditertibkan hanya bangunan yang sebagian besar dipakai untuk  tempat tinggal dan tempat usaha.

“Sebaiknya masyarakat jangan memelintir masalah, yang kami tertibkan bukan masalah garapan pertanian tapi bangunannya dan ini dalam rangka penataan kawasan. “ungkap Irwansyah.

Hal senada dikatakan Camat Pangandaran, Drs. Yadi Setiadi, melihat situasi di lapangan yang kurang kondusif seperti dilakukan ibu-ibu pemilik bangunan yang dibongkar dengan tidak mempedulikan keselamatan nekad manaiki alat berat, ini jelas akan sangat membahayakan keselamatan jiwa.

"Saya khawatir akan terjadi kecelakaan. "kata Yadi.

Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, SH, MM. membenarkan, pihaknya bersama tim akan rapat dulu untuk membahas hal ini dengan Kapolres di Ciamis.

“Melihat situasi tadi di lapangan, akhirnya kami, tim sepakat untuk menghentikan dulu dan segera melakukan evaluasi. “ujarnya singkat. (hiek)

PANGANDARAN SIAP PASOK GULA SEMUT ORGANIK DALAM KEMASAN UNTUK HOTEL & RESTORAN

Ketua KADIN-BDC Kabupaten Pangandaran, H. Teddy Sampurna
PARIGI-Pernah mendengar gula semut ? salah satu varian gula yang bahan dasarnya sama dengan gula merah hanya bedanya pembuatannya harus melalui proses untuk menjadi gula semut (Gula Cristal).

Gula semut yang kini tengah dikembangkan Business Development Center (BDC) Kabupatan Pangandaran melalui pelatihan-pelatihan produksi dan managemen usaha pada masayarakat dengan tidak menggunakan zat kimia yang bisa menggangu kesehatan konsumen.

“Untuk filot project pelatihan ini kami laksanakan di tiga desa di Kecamatan Pangandaran. “kata Ketua DBC Pangandaran, H. Teddy Sampurna.(7/4).

Menurut Teddy yang juga Ketua KADIN Pangandaran, proses pengambilan nira kelapa yang biasa diambil 1 kali dalam sehari, sebaiknya itu dilakukan 2-3 kali. Karena jika kondisi pohon kelapa tersebut baik dan sehat, maka proses penyadapatannya bisa dilakukan hingga 3 kali dalam sehari.

dikatakan Teddy, dalam10 bulan terakhir ini, pihaknya melakukan  kerja sama dengan seluruh penggiat parawisata, pelaku UKM serta generasi muda yang senang dan peduli pada UMKM.

Menurut Teddy, gula semut mempunyai rasa yang khas, rasa manisnya sama dengan gula merah tapi dengan  taste caramel yang lembut serta kadar airnya pun lebih rendah karena tidak boleh lebih dari 2 – 5 % yang menjadikan gula semut bisa bertahan lama.

Dan agar bisa diminati pasar, produk gula semut harus menggunakan kemasan yang menarik  agar bisa diminati konsumen di pasaran.

“Karena pengemasan yang baik menjadi salah satu paktor prasyarat untuk meningkatkan pemasaran. “ungkap Teddy.

Lebih jauh Teddy mengatakan, Seiring meluasnya pasar dan juga meningkatnya keuntungan yang didapat para pengrajin, ini memberikan dampak positif dengan semakin berkembang dan bertambahnya jumlah pengrajin gula yang bergabung dalam produksi gula semut.

Sehingga yang tadinya berawal 54 orang saja, kini meningkat menjadi 840 pengrajin yang berada di Kecamatan Pangandaran, dan ini tentunya berdampak juga pada meningkatnya jumlah produksi hingga mencapai 8-10 ton per bulan dan siap memasok gula semut organik ke seluruh indonesia dan dalam kemasan stick pack untuk customer hotel dan restouran.

Saat ini dari kapasitas produksi rata-rata 3 ton, di antaranya untuk ekspor ke Jepang dan Eropa, meski proses penjualannya masih melalui perantara eksportir pihak ke dua.

“kami sebagai fasilitator masyarakat dalam mengembangan produk gula semut ini, sekarang  sedang berupaya untuk mendapatkan berbagai sertifikasi agar produk yang dihasilkan ini lebih berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi.”Ujar Teddy.

Mulai bulan depan, lanjut Taddy lagi, pihaknya akan kosentrasi pada pengembangan produk turunan sekaligus mencari disain kemasan, karena salah satu kendala yang dihadapi UMKM dalam memasarkan produknya, salah satunya disebabkan kemasan yang kurang menarik, dan ini biasanya kurang disadari dan dipahami oleh sebagian besar pelaku UMKM di Pangandaran.

Akibatnya, lanjutnya, sejumlah produk yang sebenarnya memiliki potensi bernilai jual tinggi dan berkwalitas pun menjadi kurang diminati di pasaran.

Dan kendala lainnya, masih kata Teddy, pelaku UMKM biasanya tidak tahu harus kemana jika ingin membuat kemasan karena tidak adanya unit usaha yang melayani pembelian kemasan dalam partai kecil.

“Kami kesulitan saat meyakinkan pada pelaku UMKM bahwa kemasan yang menarik dan kreatif bisa meningkatkan daya jual dan memberi keuntungan yang lumayan. “papar Teddy.

Fungsi KADIN sangat tepat sebagai wahana komunikasi untuk berbagi  informasi, representasi, konsultasi dan sebagai fasilitator untuk memberikan dorongan pada tumbuh kembangnya enterpriner (kewirausahaan) baru serta pengembangan bisnis yang akan memberikan kontribusi pada pemerintah di sektor ekonomi.

“Kami, KADIN dan Pemeritah Daerah menyediakan ruang dan waktu untuk konsultasi bagi para pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM pada hari rabu dan Kamis bersama Tenaga Ahli yang sudah kami siapkan. “terang Teddy.

Sementara manager BDC Pangandaran, An An Ramdani, menjelaskan, tinggkat keasaman nira itu hanya bisa bertahan 4-5 jam saja, dan jika lebih lama didiamkan, keasamannya akan menguat hingga nira pun tidak bisa diproduksi

“Mudah-mudahan ke depan, Pemda Pangandaran bisa membantu dengan membuat regulasi yang akan mengatur produksi gula semut. “pungkas Ramdani. (hiek)

PILKADES DESA PANGKALAN, UKAR HERYADI RAIH SUARA TERTINGGI

LANGKAPLANCAR -  Ukar Heryadi (62), salah satu kandidat calon Kepala Desa Pangkalan  Kecamatan Langkaplancar  Kabupaten Pangandaran berhasil meraih suara terbanyak pada pilkades serentak 2017 yang dilaksanakan tanggal 2 april lalu dengan mengungguli 4 calon lainnya.

Saat ditemui dirumahnya, Ukar mengatakan, siapapun yang terpilih harus mendapat dukungan bersama untuk membangun desa 5 – 6 tahun kedepan.

Dari awal sebelum pilkades dilaksanakan, menurut Ukar, dirinya sebagai salah satu calon punya prinsip, siapapun yang nantinya akan terpilih harus mendapat dukungan seluruh warga desa.

“Saya bersyukur dalam pilkades Desa Pangkalan yang dilaksanakan dengan aman, tertib dan lancar bisa unggul dalam peraihan suara, dan saya pun siap mengemban tugas serta amanah dari seluruh masyarakat. “katanya.(6/7).

Lebih jauh Ukar mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya nanti di desa, menurutnya, ia akan melanjutkan program-program kepala desa sebelumnya serta memperioritaskan perbaikan infrastruktur jalan desa yang masih perlu perbaikan.

"Menurut saya ini sangat urgen, karena untuk kelancaran perekonomian warga desa kami," ucapnya.

Ukar juga mengucapkan terima kasih pada pengurus DPD partai GOLKAR Kabupaten Pangandaran dan Pengurus Kecamatan (PK) Langkaplancar yang telah banyak membantu hingga ia bisa terpilih sebagai pemenang dalam pilkades serentak 2017.

"Tidak lupa untuk tokoh masyarakat, ulama, pemuda, panitia penyelenggara hingga bisa terlaksananya pilkades di desa kami dan khususnya lagi seluruh warga Desa Pangkalan yang sudah melaksanakan hajat demokrasi desa sampai dengan selesai dan lancar. “imbuh Ukar.

Di akhir pembicaraannya, kepada warga masyarakat, Ukar menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan padanya untuk memimpin Desa Pangkalan.

“Mari kita eratkan tangan untuk bersama sama membangun Desa Pangkalan menuju keberhasilan, baik dibidang sosial,  ekonomi dan agama, karena desa tidak akan maju tanpa dukungan dari seluruh warganya.", pungkas Ukar.(AGE)

AWAS!!! WABAH DBD MULAI MENYERANG WILAYAH PESISIR.

CIJULANG - Wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pangandaran khususnya di desa Batukaras  Kecamatan Cijulang perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak. Pasalnya, berdasarkan informasi salah satu warga pesisir pantai Batukaras,  Neneng (44), sudah ada 7 penderita pada satu bulan terakhir ini hingga dua minggu lalu sudah dilakukan fogging ( pengasapan)  diwilayah nya walau itu baru dilakukan di dua RT saja
.
"Bulan lalu anak saya terserang DBD, dengan diawali demam tinggi dan saya pun langsung membawanya ke dokter. “ungkap Neneng.(7/4).

Setelah dicek  di labolatorium, ternyata, lanjut Neneg,  anaknya positif terjangkit DBD hingga harus dirawat inap di klinik selama 4 hari.

Dikatakan Neneng, ternyata penyakit DBD tersebut tidak hanya menimpa anaknya. Menurut Neneng, beberapa anak tetangganya pun warga pesisir terjangkit penyakit yang disebabkan nyamuk tersebut.

“Ada sekitar 5 orang, hingga saya pun melapor ke salah satu mantri kesehatan di puskesmas, dan  Alhamdulillah, seminggu kemudian ada petugas melakukann fogging. “kata Neneng.

Neneng berharap, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Kesehatan bisa melakukan tindakan cepat untuk mengatasi wabah demam berdarah ini sebelum lebih banyak lagi warga yang terserang .

"Semoga pemda cepat tanggap dalam mengatasi wabah DBD ini agar tidak meluas ke wilayah lain", pungkasnya.  (AGE)

ANGIN KENCANG LANDA BEBERAPA DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN

PARIGI-Dampak cuaca ekstrim, angin kencang disertai hujan lebat yang melanda Kabupaten Pangandaran yang terjadi sekitar pukul 10.00 malam beberapa hari lalu (3/4) mengakibatkan kerusakan beberapa rumah warga hingga belasan rumah rusak parah terjadi di dua Desa, Desa Cintakarya dan  Cibenda Kecamatan Parigi.
Dari pantauan di lapangan, di Desa Cibenda 9 rumah dan Cintakarya 6 rumah yang terdampak angin kencang tersebut.

Pemkab Pangandaran melalui Dinas Sosial PMD pun langsung mendata sejumlah rumah yang terdampak langsung.

“Untuk sementara kami kirim bantuan sembako dan alas tidur. “kata Kepala Dinas Sosial PMD, H. Dani Hamdani, S.Sos, MM. (4/4).

Menurut data yang diperoleh korban-korban tersebut diantaranya, Aceng Kusmawan, Rt 01 Rw 16 Dusun Budi Asih Desa Cibenda, Ratem, dusun Sinargalih Rt 2 Rw 9 Desa Cibenda.

Maya sriyana, Dusun Sinargalih Rt 1 Rw 6, Uji Rt 6 Rw 8 Dusun Cintasari Desa Cintaratu dan Sati, Rt 04 Rw 5 Dusun Sukamanah

“Ada sekitar 9 kk yang menjadi korban bencana angin kencang semuanya di kecamatan parigi. “terang Dani.

Menurut salah seorang korban, Sukiadi warga Desa Cintaratu, akibat bencana angin kencang yang disertai hujan lebat tersebut, ia mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah termasuk 2 ekor sapi  senilai kurang lebih Rp 15 jt juga ikut menjadi korban. (Toni T)

SOBIRIN BANTAH, MUTASI BIDAN DESA PAKAI UANG

CIJULANG-Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Sobirin, membantah adanya aliran uang untuk urusan mutasi bidan desa, dan Ia pun mempersilahkan untuk membuktikan jika hal itu ada.

Menurutnya, sebenarnya tentang mutasi bidan tersebut ini baru maping (pemetaaan) saja, karena ini erat hubungannya dengan program bupati tentang pelayanan bidan desa dan dalam rangka menurunkan kematian ibu dan bayi.

“Dan yang dimaping itu bidan desa yang ada di puskesmas-puskesmas. “terang Sobirin.(4/3).

Umpamanya, lanjut Sobirin, di puseksmas Cikembulan terdapat bidan desa sedangkan di puskesmas tidak boleh ada bidan desanya. Atau ada satu desa yang terdapat dua bidan sementara desa lainnya kosong atau mungkin karena bidan desanya jarang masuk kerja, maka itu dimapingkan.

“Jadi kalau ada informasi pakai uang, saya jelas tersinggung karena sudah mencemarkan nama baik saya, dan ini kan baru maping saja. ”tegas Sobirin.

Maping ini, lanjut Sobirin, baru berupa usulan dari dinas yang akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan karena kaitannya erat dengan program yang digulirkan bupati tentang AKI (angka kematian ibu) dan giji buruk.

“Sekarang keberadaan bidan ini belum merata, dari jumlah 93 desa baru tersedia 77 bidan. “imbuhnya. (hiek-age)

INI NAMA 9 KADES TERPILIH HASIL PILKADES SERENTAK DI KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2017

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat mengunjungi pilkades Babakan Kecamatan Pangandaran
PANGANDARAN-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2017 di Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan secara serentak hari Minggu (2/4) secra umumnya berjalan dengan aman dan lancar.
Berdasarkan data dari hasil perhitungan, pilkades yang digelar di 9 desa yang tersebar di 7 kecamatan dengan seluruh jumlah calon 27 orang untuk memperebutkan jabatan kepala desa, dengan hasil antara lain,

1. Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang, Rasmin, (1345 suara)

2. Desa Sukajaya Cimerak, Ruspendi  (1232 suara)

3. Desa Ciparanti, kecamatan Cimerak, Mastur (802 suara)

4. Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, Suryo,(1252 suara)

5. Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Undang Herdi, (2774 suara)

6.Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya, Salikin Dedi Prayitno (1483 suara)

7. Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya, Purkonudin  (2222 suara)

8. Desa Bojongsari Kecamatan Padaherang, Dato (1109 suara)

9. Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar, Ukar Heryadi, (1098 suara)

(hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN