PANGANDARANNEWS.COM - Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, Tagana, Relawan Barakuda dan nelayan setempat, terus melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang saat berangkat melaut di pantai barat Pangandaran, Selasa (11/8/2026).
Seperti diketahui korban Supri (40) adalah nahkoda perahu pesiar Karya Berkah yang sehari-harinya melakukan aktifitas sebagai anggota YP3 perahu pesiar Pantai Pangandaran, dan saat kejadian dirinya sedang mengantarkan nelayan mancing ikan layur ke tengah laut.
Ketua YP3 perahu pesiar, Miswan, kepada sejumlah awak media
menjelaskan bahwa kondisi air laut saat ini terasa dingin dengan arus yang cukup deras.
Saat pencarian kali ini, terang Miswan, dua perahu telah diterjunkan untuk melakukan sweeping dan penyisiran di sepanjang garis pantai dilakukan sejak tadi malam.
"Dan hingga saat ini, tim SAR Gabungan telah menyisir sejumlah titik seperti Karang Luhur dan Cikenong," ujarnya.
Prediksi petugas, menurutnya, posisi korban diperkirakan masih berada di dalam area perairan namun telah keluar dari titik lokasi kejadian awal akibat tingginya gelombang dan kencangnya arus yang mencapai sekitar tiga meter pada saat insiden terjadi.
Miswan menyebut, pihaknya sangat menyayangkan insiden menimpa korban yang diduga tidak mengenakan life jacket (pelampung) saat kejadian.
Padahal, menurut Miswan, standar operasional prosedur (SOP) serta aturan dari instansi terkait telah mewajibkan setiap nahkoda maupun penumpang untuk menggunakan pelampung keselamatan.
Berikut nama-nama korban yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut, Warsono (41), laki-laki, Ratiman (31), laki-laki, Saeful Akbar (23), laki-laki, Aep Saepulloh (45), laki-laki, Sukiman (60), laki-laki, Admin (50), laki-laki. (hiek)

