Label 4

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kabar Gembira Bagi ASN, Pemkab Pangandaran Siapkan Anggaran Rp21 Milyar Untuk Cairkan THR

PANGANDARANNEWS.COM – Kabar baik untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, pasalnya Pemda memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN akan segera dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Seperti disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, pencairan THR tersebut segera dilakukan setelah pemerintah pusat menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pemberian tunjangan tersebut.

"PP-nya sudah terbit dan pencairan THR untuk ASN pun bisa segera diproses, Insya Allah mulai besok sudah bisa dicairkan," ujar Citra.(12/03/26)

Meski demikian, menurut bupati, pemberian THR bagi PPPK paruh waktu masih dalam tahap pembahasan.

Bupati mengaku, pihaknya tengah mempertimbangkan kemungkinan pemberian tunjangan bagi kelompok tersebut meski secara aturan tidak tercantum dalam skema penerima THR.

Bupati juga menyampaikan, saat ini pemerintah daerah sedang menghitung kemampuan anggaran yang tersedia sebelum mengambil keputusan.

"Untuk PPPK paruh waktu memang secara aturan tidak ada, tetapi kami sedang melihat kemungkinan jika anggaran memungkinkan," ujarnya.

Di sisi lain para PPPK paruh waktu berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap mereka, mengingat kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat menjelang perayaan Idul Fitri.

Bupati menyebut, pemerintah daerah pun masih melakukan kajian terkait kemungkinan pemberian tunjangan tersebut agar tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pangandaran, Idi Kurniadi, menyebutkan Pemda saat ini sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk pembayaran THR.

Anggaran itu, kata Idi, disiapkan untuk tunjangan ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi kewajiban pemerintah daerah kepada para aparatur yang selama ini menjalankan tugas pelayanan publik," jelasnya.(hiek)





Warga Antusias Datangi Bazar Ramadhan 1447 H Yang Digelar Kodim 0625/Pangandaran

Poto,pendim 0625
PANGANDARANNEWS.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0625 Pangandaran kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan melaksanakan kegiatan Bazar Ramadhan, bertempat di Halaman Makodim 0625 Pangandaran.(13/03/26/)

Kegiatan yang dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan S. Hub. Int. M. Han, diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepada sejumlah wartawan, Dandim mengatakan, bazar ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga serta memeriahkan suasana bulan suci Ramadan.

Dandim menyebut, pada bazar kali ini pihaknya amenyediakan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat. 

"Mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga pakaian muslim dan muslimat yang dijual dengan harga subsidi," terang Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan Bazar Ramadan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI, khususnya Kodim 0625 Pangandaran terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya bazar ini dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

"Bazar Ini juga sekaligus merupakan bentuk silaturahmi yang erat antara TNI dan masyarakat," ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi kegiatan, tampak sntusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari saat bazar dibuka dan warga pun tampak antre dengan tertib untuk memilih dan membeli barang-barang yang tersedia.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0625 Pangandaran atas inisiatif yang sangat bermanfaat ini, karena ini benar-benar sangat membantu kami," ungkap salah seorang warga.(hiek/pendim0625)

Persiapkan Keamanan Mudik dan Libur Lebaran, Polres Pangandaran Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026

PANGANDARANNEWS.COM – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres Pangandaran menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Grand Pangandaran, Kamis (12/03/26) sore.

​Langkah ini merupakan komitmen nyata Polri dalam mengawal arus mudik dan balik, serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.

​​Apel besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran didampingi oleh Kapolres dan Dandim. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI ini mempertegas dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang telah disusun oleh Polres Pangandaran.

​Dalam amanatnya, pimpinan apel menekankan bahwa Operasi Ketupat Lodaya bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Fokus utama operasi tahun ini meliputi:

​Kelancaran Arus Lalu Lintas: Mengantisipasi titik-titik kemacetan di jalur wisata dan jalur utama.

​Keselamatan Pengendara: Menekan angka kecelakaan melalui pengawasan ketat.

​Keamanan Wilayah: Mencegah tindak kriminalitas di pemukiman warga yang ditinggal mudik.

​​Usai pelaksanaan apel, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh kendaraan dinas milik Polres Pangandaran, mulai dari kendaraan patroli roda dua hingga roda empat.

​Pengecekan ini dipimpin langsung oleh jajaran PJU Polres Pangandaran bersama Forkopimda untuk memastikan performa mesin, peralatan pendukung, hingga kelayakan operasional dalam menghadapi medan tugas selama operasi berlangsung.

​"Kesiapan personel harus didukung oleh kesiapan unit kerja. Polri memastikan seluruh sarana prasarana dalam kondisi tempur (ready to use) demi memberikan respon cepat terhadap segala dinamika di lapangan," ujar salah satu pejabat utama Polres di sela pemeriksaan.

​​Sebagai leading sector dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Pangandaran telah memetakan sejumlah titik krusial, terutama di kawasan objek wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Dengan dukungan penuh dari personil gabungan, Polri optimis perayaan lebaran tahun ini di Pangandaran akan berjalan kondusif, aman, dan lancar.***

Sambut Libur Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Gelar Rakor Persiapan Lintas Sektoral

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami tadi pagi memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, bertempat di aula di Kantor Setda.(12/03/26).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Ino Darsono, Sekretaris Daerah Kusdiana, Kapolres Pangandaran AKBP Potawari, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra, serta para kepala SKPD, perwakilan dari PHRI, IGHMA, pelaku usaha wisata, dan perwakilan pedagang.

Di depan peserta rakor, Bupati Citra menekankan terkait pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menyukseskan pelayanan selama musim libur Lebaran 2026.

Ia juga tidak lupa mengingatkan agar setiap pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memperkuat koordinasi, terutama antara pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengatur arus lalu  lintas.

“Untuk pengaturan lalu lintas, kami memercayakan jalur arteri kepada pihak kepolisian, sementara jalur di kawasan wisata, Dishub yang akan memegang peranan penting,” kata bupati.

Bupati juga meminta seluruh SKPD agar lebih sigap dan meningkatkan kinerjanya masing-masing, dan ini  berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Momen Lebaran di Pangandaran, menurutnya, merupakan tantangan besar karena bertemunya arus mudik, wisatawan, dan aktivitas warga lokal secara bersamaan.

Pada libur Lebaran nanti,. imbuhnya, pemudik, wisatawan, dan warga lokal akan berkumpul di Pangandaran. 

"Okeh karena itu tentu segala sesuatunya harus kita siapkan dengan matang,” tegasnya.

Bupati juga menyebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi atensinnya, diantaranya kelancaran arus mudik dan balik, ketersediaan bahan pokok, manajemen kawasan wisata, serta penanganan potensi kecelakaan. 

“Semuannya itu harus kita laksanakan secara optimal,” tegasnya lagi.

Bupati juga tidak lupa menyampaikan, adanya peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Dan di momen Lebaran ini, tentu harus menjadi peluang untuk meningkatkan lagi PAD kita dari tahun lalu,” ujarnya.(hiek)

Waspada Campak pada Anak, Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Terkait Pentingnya Imunisasi

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk meningkatnya kewaspadaan pada penyebaran penyakit menular, ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah campak, yang dikenal memiliki tingkat penularan sangat tinggi terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penyakit campak dengan cara mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh penyakit ini.

Menurutnya, peningkatan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama di lingkungan keluarga dan anak-anak.

“Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular, oleh karena arena itu masyarakat harus waspada terutama dengan mengenali gejala awal campak,” terang Titi. (11/03/26).

Waspada Campak dengan Kenali Gejala Sejak Dini

Ia menjelaskan bahwa campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari, yakni rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga mulai menunjukkan gejala.

Pada fase awal ini, kata Titi, tanda-tanda yang muncul sering kali menyerupai penyakit ringan sehingga kerap diabaikan.

Ia menambahkan, beberapa gejala awal campak yang umum terjadi di antaranya mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

"Selain itu juga, keluhan yang menyerupai gejala pilek seperti batuk, hidung berair, dan sakit tenggorokan. Penderita juga bisa mengalami lemas dan mudah lelah, diare atau muntah-muntah, serta rasa nyeri pada tubuh," terang Titi lagi.

Titi juga Mengatakan, tanda lain yang cukup khas adalah munculnya ruam merah pada kulit yang biasanya berawal dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain itu, imbuhnya, pada beberapa kasus juga ditemukan bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik, serta kondisi menurunnya nafsu makan.

Menurut Titi, anak-anak yang belum atau tidak mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR), memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit ini. Dan resiko tersebut akan semakin tinggi apabila anak memiliki status gizi yang kurang baik, karena daya tahan tubuh mereka belum mampu mengenali dan melawan virus campak secara optimal.

Jadi, lanjutnya, imunisasi berperan penting untuk membantu tubuh mengenali virus dan membangun perlindungan.

"Dengan imunisasi, tubuh memiliki perisai untuk melawan infeksi sehingga tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit jika seseorang terinfeksi,” jelasnya.

Langkah Preventif

Titi menyebut, campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai bahkan satu orang penderita dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.

dr.Titi Sutiamah
Dan sebagai langkah pencegahan RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker saat sedang sakit, menerapkan etika batuk, serta rajin mencuci tangan. Selain itu, orang tua juga diminta memastikan bahwa si anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Jika anak atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah pada campak segera periksakan ke fasilitas kesehatan, hal ini agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Titi berharap melalui edukasi ini, masyarakat semakin waspada terhadap penyakit campak. Selain itu juga, memahami pentingnya imunisasi, serta mampu mengenali gejala sejak dini.

“Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan anak-anak dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya. (hiek)

Jaga Kestabilan Harga Bulan Selama Ramadan, Polres Pangandaran Gelar Gerakan Pangan Murah

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan suci Ramadhan 1447 H Polres Pangandaran melalui Tim Satgas Pangan Satreskrim menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Cijulang.(11/03/26)

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dipimpin langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran.

Melalui kegiatan ini, Polres Pangandaran berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

"Dan tentunya sekaligus untuk membantu menekan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di wilayah Kabupaten Pangandaran," ungkapnya.

Ke depan, kata Kapolres, pihaknya bersama dinas terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran dengan melakukan monitoring secara berkala serta melaksanakan operasi pasar guna menjaga harga tetap stabil.

Kapolres Pangandaran juga mengimbau kepada para distributor maupun pengecer, agar tidak menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Seperti diketahui, dalam kegiatan tersebut berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga terjangkau. Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram dengan stok 1.000 kilogram dan seluruhnya habis terjual. Gula pasir dijual Rp16.500 per kilogram dengan stok 200 kilogram dan juga habis terjual.

Minyak goreng kemasan"Minyak Kita" dijual Rp13.700 per liter dengan stok 400 liter yang habis dibeli masyarakat. Bawang merah dijual Rp35.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram, cabai merah Rp35.000 per kilogram dengan stok 30 kilogram, serta cabai rawit Rp85.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram yang seluruhnya habis terjual.

Sementara komoditas lainnya, seperti telur ayam Rp26.000 per kilogram dengan stok 650 kilogram yang habis terjual, daging ayam Rp40.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram dan terjual 15 kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram yang habis terjual, serta terigu Rp8.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram yang juga habis terjual.

Masih di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Idas Wardias, S.H., M.H., C.PHR., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran. 

"Dan kegiatan ini juga sekaligus untuk menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadhan," tegasnya.***

Dukung Program Di Lapangan, Bank BRI Berikan Bantuan Satu Unit Ambulance Ke Kodim 0625/Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0625/Pangandaran menerima bantuan satu unit mobil ambulance dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pangandaran, penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Makodim 0625/Pangandaran, Jl. Raya Parigi–Cigugur, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. (11/03/26).

Bantuan yang diterima oleh Komandan Kodim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I serta disaksikan para Perwira Staf Kodim 0625/Pangandaran, langsung diserahkan oleh Ketua Cabang BRI Banjar R. Balya Taufik Hidayah, A., Kepala KCP BRI Pangandaran Mohammad Reza, J., RM Briguna Rindra dan Regina Pramesta selaku RMFT.

Usai menyerahkan bantuan, Ketua Cabang BRI Banjar R. Balya Taufik Hidayah mengatakan, penyerahan bantuan ambulance ini merupakan salah satu bentuk sinergi dan kepedulian BRI terhadap masyarakat serta dukungan kepada Kodim 0625/Pangandaran dalam menjalankan tugasnya di wilayah.

Balya berharap, bantuan satu unit mobil ambulance ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas Kodim 0625/Pangandaran, 

"Khususnya dalam membantu penanganan keadaan darurat di wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BRI atas bantuan yang diberikan. 

Kata Dandim, kendaraan ambulance tersebut tentunya akan sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan satuan dalam membantu masyarakat khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat

Dengan adanya ambulance ini, kata Dandim, diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat dan efisien.

"Selain itu juga dapat mendukung berbagai kegiatan program maupun non-program Kodim 0625/Pangandaran di wilayah,” ucap Dandim.***

Sumringah, Anggota KUD Minasari Pangandaran Terima Cengcelengan THR Nelayan

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran membagikan simpanan khusus yang dikenal dengan sebutan Cengcelengan (celengan) kepada para nelayan yang menjadi anggotanya, sekaligus menyalurkan bingkisan lebaran sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para nelayan.

Di depan sejumlah nelayan anggota koperasi, Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata, menyampaikan bahwa tradisi pembagian tabungan ini merupakan bentuk perlindungan ekonomi sekaligus motivasi bagi para nelayan agar terus aktif berkoperasi. 

"Total dana yang dikelola dan dibagikan pada tahun ini mencapai Rp1 miliar," terang Jeje.(11/03/26)

Mengapa disebut cengcelengan, menurut Jeje, jika di bank ini disebut tabungan maka di KUD tabungan ini melekat langsung pada setiap transaksi nelayan. 

Jadi, terang Jeje, setiap kali anggota koperasi menjual ikan, sebagian dari hasilnya otomatis disisihkan untuk ditabung,” jelasnya.

Jeje mengatakan, sistem Cengcelengan ini dirancang agar tidak memberatkan anggota. Dan tabungan tersebut terus akan terakumulasi secara otomatis melalui potongan kecil dari hasil tangkapan yang dijual nelayan melalui KUD. Sehingga, dengan sistem tersebut, para nelayan dapat menerima dana segar saat kebutuhan pokok meningkat menjelang hari raya.

"Jumlah cengcelengan yang diterima anggota l pun bervariasi, tergantung pada intensitas transaksi mereka selama satu tahun," terangnya lagi.

Jeje menyebut, ada yang menerima Rp2 juta, Rp3 juta, bahkan lebih. Dana ini tentu sangat membantu apalagi sebelumnya pada awal Ramadan mereka juga telah menerima pembagian serupa, dan untuk para nelayan tentu bantuan ini hadir pada waktu yang sangat tepat. 

Ia menuturkan, peran KUD Minasari ini tidak hanya sebagai tempat menabung bagi para nelayan. Karena di saat fluktuasi harga komoditas laut seperti ikan kue yang melonjak dari sekitar Rp4.000 menjadi hampir Rp14.000 akibat kelangkaan menjelang Lebaran, makasih KUD mampu berperan menjaga stabilitas ekonomi anggotanya.

Meskipun simpanannya mungkin hanya sekitar Rp100.000, namun kata Jeje, jika anggota meninggal dunia bisa mendapat santunan hingga Rp10 juta. 

Tak sampai disitu, jika anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi KUD juga menyediakan bantuan beasiswa sebesar Rp5 juta. Inilah kekuatan dana yang kita kelola bersama secara sehat tanpa utang,” tegas Jeje.

Jeje yang telah memimpin KUD Minasari selama 14 tahun, berharap model pengelolaan ekonomi kerakyatan ini dapat menjadi contoh bagi komunitas koperasi lainnya di Indonesia. 

"Karena koperasi bisa menjadi benteng pertahanan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi," tegasnya.

Salah satu anggota KUD Minasari warga Perum Nelayan Parapat, Sunarsih, mengungkapkan kebahagian dan rasa syukurnya karena ada bekal untuk berlebaran.

Sunarsih mengaku senang, karena selain menerima uang tunai dari tabungan ia juga mendapatkan paket bingkisan berisi kebutuhan pokok. 

Alhamdulillah pembagian cengcelengan ini sangat membantu, pasalnya setahun ini hasil tangkapan ikan sedang sedikit atau paceklik," ungkapnya.(hiek)



Dorong kaum Perempuan Jadi Penggerak Perubahan, RSUD Pandega Pangandaran Peringati Hari Perempuan Internasional 2026

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai dan mendukung peran perempuan sebagai penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.2026

Peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini mengusung semangat, “Memimpin Perubahan: Perempuan Membentuk Masa Depan yang Berkelanjutan".

Tema tersebut menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, dunia kerja, hingga pembangunan masyarakat.

Seperti ditulis di akun resmi RSUD Pandega Pangandaran, perempuan merupakan pilar utama dalam keluarga sekaligus sumber inspirasi bagi generasi masa depan. Dengan ketangguhan, keberanian, dan dedikasi yang dimiliki, perempuan mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan perubahan positif di berbagai bidang.

“Perempuan adalah penggerak perubahan. Melalui peringatan ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk terus mendukung kesetaraan, kesempatan, serta penghargaan bagi setiap perempuan,” demikian dalam pesan yang disampaikan pada momentum peringatan tersebut.

Momentum Hari Perempuan Internasional juga menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang adil dan setara bagi perempuan, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. 

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting agar perempuan dapat terus berkembang dan berkontribusi secara optimal, dan RSUD Pandega Pangandaran berharap peringatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat peran perempuan dalam membangun masa depan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.

Di akhir pesan peringatannya, RSUD Pandega Pangandaran juga menyampaikan ucapan kepada seluruh perempuan agar terus berkarya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.***


Ini Beberapa Panduan Agar Tetap Bugar di Bulan Ramadan Ala RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM-Saat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, bukan berarti produktivitas dan stamina harus menurun. Karena meski terjadi perubahan pola makan dan waktu tidur, menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar di bulan Ramadan adalah sebuah keharusan supaya ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

Untuk mendukung kesehatan masyarakat selama bulan suci,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran membagikan panduan mengenai strategi menjaga kebugaran tubuh di media sosial Instagram resminya.

Rahasianya terletak pada manajemen asupan nutrisi, hidrasi yang tepat, dan pengaturan pola istirahat yang disiplin.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan kurang tidur secara signifikan pun dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Bugar di Bulan Ramadan, Nutrisi Bijak Saat Sahur dan Berbuka

Langkah awal untuk tetap bugar dimulai dari meja makan,  RSUD Pandega Pangandaran menekankan pentingnya tidak melewatkan waktu sahur.

Masyarakat disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau oatmeal yang memberikan energi lebih lama. Asupan protein dari telur, ayam, atau tempe, serta sayur dan buah yang tinggi serat, menjadi pondasi utama agar tubuh tidak cepat merasa lapar.

Sebaliknya, saat berbuka puasa, godaan untuk menyantap hidangan berlemak harus diredam. Prinsip “jangan kalap” menjadi kunci, saat mengawali berbuka dengan air putih, kurma, atau sup hangat jauh lebih dianjurkan daripada langsung mengonsumsi makanan berat atau gorengan dan hidangan yang terlalu manis.

Sementara itu, untuk dehidrasi memang sering kali menjadi penyebab utama rasa pusing dan lemas saat berpuasa.

Nah untuk menyiasatinya, RSUD Pandega Pangandaran merekomendasikan pola hidrasi 2-4-2, seperti 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas pada malam hari hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur. Sehingga dengan total 8 gelas air per hari, tubuh akan tetap terhidrasi dengan baik dan metabolisme berjalan optimal meski sedang berpuasa.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan. Kurang tidur secara signifikan dapat menurunkan daya tahan tubuh (drop), dan disarankan untuk tetap menjaga durasi tidur malam antara 6 hingga 8 jam.

Jika memungkinkan, lakukan power nap atau tidur singkat selama 20 hingga 30 menit di siang hari. Istirahat sejenak ini terbukti ampuh mengembalikan fokus dan energi, untuk melanjutkan aktivitas hingga waktu berbuka tiba.

Ramadan bukanlah alasan untuk bermalas-malasan, dengan pola hidup yang teratur, badan tetap bugar, dan ibadah di bulan ramadan pun menjadi lebih lancar.

Semangat berpuasa, Sahabat Pandega! ***

Petasan Sebesar Paha Meledak, Dua Peracik Warga Mangunjaya Pangandaran Alami Luka Serius

PANGANDARANNEWS.COM - Dua buruh bangunan, Anton (23) dan Udan (20) warga Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami luka parah setelah petasan berukuran jumbo yang mereka racik meledak.  (06/03/26).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petasan yang mereka buat berukuran sangat besar bahkan disebut sebesar paha orang dewasa.

Menurut keterangan warga, ledakan terdengar tiga kali dan ledakan petasan yang dibuat kedua pemuda tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar. 

Kejadian meledaknya petasan tersebut terjadi saat keduanya tengah meracik petasan tersebut, dentumannya keras tak hanya melukai keduanya tetapi juga merusak sebagian atap rumah di sekitar lokasi.

Ipah, salah seorang warga Dusun Babakan, mengatakan, suara ledakan terdengar beruntun dengan jeda beberapa detik.

Ia menuturkan, kedua korban merupakan buruh bangunan yang baru saja pulang dari Jakarta untuk beristirahat di kampung halaman.

"Selama ini saya belum pernah mendengar ada warga di kampung ini yang membuat petasan," terang Ipah.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Padaherang, AKP Abdurahman membenarkan, pihaknya menerima laporan dari warga dan ia pun langsung menerjunkan anggota ke lokasi kejadian.

Petugas Kapolsek Padaherang yang datang di lokasi, lalu berkoordinasi dengan Pamapta Polres Pangandaran untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kejadiannya tadi pukul 14.00 WIB siang, kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan," terang Abdurahman, melalui melalui pesan WhatsApp.

Ledakan petasan ini, menurut Abdurahman, kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan sehingga terjadi ledakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka-luka cukup serius.

Dan akibat ledakan tersebut, lanjutnya, Anton dan Udan mengalami luka serius dan keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis.

"Melihat kondisi korban, sepertinya nyawa mereka masih bisa diselamatkan," ucapnya.

Lebih lanjut Abdurahman pun mengimbau masyarakat agar tidak membuat, meracik, ataupun menyalakan petasan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Karena hal ini sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya. (hiek)

Rumahnya Dibongkar Untuk Proyek KDMP, Seorang Nenek di Pangandaran Mengaku Pasrah

PANGANDARANNEWS.COM - Secara serentak di seluruh Indonesia pemerintah daerah saat ini tengah membangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran. 

Mungkin akibat dari salah satu pembangunan tersebur, membuat seorang nenek berusia 80 tahun, Cani, warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, harus kehilangan tempat tinggalnya. Pasalnya, rumah yang sudah lama ditinggalinya di tanah milik desa ini berpotensi tergeser proyek pembangunan KDMP.

Saat ini nenek Cani pun mengaku bingung dan tidak tahu harus ke mana, karena ia sudah menempati rumah kayu dengan dinding bilik yang berdiri di atas lahan seluas 10x6 meter itu sudah ditempati Cani selama kurang lebih 15 tahun.

"Saya sudah sejak tahun 2011 menempati lahan ini," ungkap nenek Cani.(04/03/26)

Walaupun berdiri di atas tanah desa, terang Nenek Cani, rumahnya ini dibangun sendiri bersama almarhum suaminya. Dan ia terpaksa tinggal di tanah desa yang berada di depan jalan kabupaten, lantaran lokasinya lebih dekat dengan pemukiman warga lainnya.

 "Sebenarnya saya punya tanah sendiri, cuman jauh dari penduduk," ucapnya.

Nenek Cani menyebut, ia sudah dipanggil pihak desa terkait rencana pembangunan koperasi tersebut karena tidak ada cara lain selain pasrah. 

Kendati demikian, ia akan berusaha memohon dan berharap agar lokasi pembangunan tidak menggusur tempat tinggalnya. 

"Kalau bisa digeser lokasinya sedikit, kan tanah desa itu luas dan bukan hanya di sini saja," ungkapnya.

Sementara dari informasi yang diperoleh luas tanah desa tersebut mencapai sekitar 100 bata lebih, dan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan KDMP sendiri diperkirakan berukuran 30 x 20 meter.

Ditemui terpisah, salah seorang anak Nenek Cani, Sapnan (52), berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali lokasi pembangunan. 

Menurutnya, saat ini kondisi ibunya yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki penghasilan tetap. 

"Kasihan ibu saya sudah tua, untuk kebutuhan sehari-hari saja sekarang dibiayai anak," jelas Sapnan.

Sapnan menyebut, selama ibunya menempati lahan desa keluarganya rutin membayar kontribusi sebesar Rp70 ribu per tahun kepada pihak desa.

Kepala Desa Ciparakan, Sarji, membenarkan bahwa persiapan lahan untuk pembangunan KDMP dijadwalkan mulai hari ini dan sejumlah perangkat desa serta warga pun sudah berkumpul di lokasi.

Namun di lapangan proses pembongkaran sempat terkendala karena sejumlah warga ragu untuk mulai merobohkan rumah tersebut, karena adanya kemungkinan pihak ketiga yang meminta agar pembongkaran tidak dilakukan. 

"Padahal sebelumnya permasalahan dengan penghuni rumah sudah beres dan sudah ada komitmen serta sudah menyadari," terang Sarji.

Meskipun demikian, Sarji mengaku, pihaknya berencana akan mengusulkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi Cani setelah proses pembongkaran dilakukan.

"Mudah-mudahan bisa ada program rutilahu untuk Nenek Cani," kata Sarji. (hiek)




Isi Kegiatan Ramadhan, Petugas Damkar Pangandaran Bagikan Takjil Pada Warga

PANGANDARANNEWS.COM - Beberapa waktu lalu sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) turun ke jalan, namun kali ini bukan sedang sedang bertugas memadamkan kobaran api melainkan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat di Pos Wilayah 2 Damkar Pangandaran.(03/03/26)

Saat ditemui, Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran, Risa Gantira, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan masyarakat selama bulan Ramadan.

"Kegiatan, kata Risa, bertujuan meningkatkan kepedulian sosial petugas kepada masyarakat di sekitar wilayah tugasnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa petugas pemadam kebakaran tidak hanya bertugas saat terjadi kebakaran, tetapi kami juga memiliki kepedulian sosial pada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembagian takjil kepada pengguna jalan dan warga sekitar juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan serta komunikasi yang lebih baik antara petugas dengan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini, ia berharap hubungan antara petugas dan warga semakin erat sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap petugas di lapangan.

Selain itu, imbuhnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

"Pembagian takjil ini berlangsung di sekitar Pos Wilayah 2 Damkar Pangandaran dan mendapat sambutan positif dari warga yang melintas di lokasi," terangnya. (hiek)


Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait MBG, KNPI Akan Lakukan Audensi Ke Satgas MBG Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabuapten Pangandaran, akan melakukan audiensi dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Sekretaris DPD KNPI Pangandaran Tian Kadarisman, pihaknya berencana melakukan audiensi langsung dengan Satgas MBG yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Setda Kabupaten Pangandaran pada Jumat tanggal 06 Maret 2026.

Tian pun mengajak semua elemen masyarakat untuk bersuara langsung dihadapan  Satgas MBG Kabupaten Pangandaran, terkait keluh kesah program MBG di Pangandaran.

" Kita semua perlu penyampaian aspirasi langsung dan memperlihatkan bukti ketidakberesan pelaksanaan program tersebut, jadi tidak hanya di media sosial saja," kata Tian.(04/03/26)

Ia menambahkan, KNPI membuang ruang selebar lebarnya kepada masyarakat untuk menyampaikan langsung kepada pemangku kebijakan dengan harapan ada perbaikan-perbaikan yang signifikan untuk kedepanya.

Hal senada disampaikan pengurus KNPI Parigi Rafi, beberapa laporan masyarakat mengungkapkan ketidaksesuaian porsi makana. Salah satunya seperti menu yang seharusnya dialokasikan untuk satu hari disebut cukup untuk dua hari, bahkan alokasi dua hari diklaim untuk tiga hari atau lebih.

"Tentunya ini menjadi  ketidakpuasan dari masyarakat, sehingga perlu audiensi dengan Satgas MBG Pangandaran," ungkapnya.

Penyampaian aspirasi melalui media sosial maupun media massa, kata Rafi, memang penting sebagai bentuk partisipasi publik. 

"Kalau dihadapkan langsung kita harapkan mungkin ada perubahan sistematik," ucapnya.(hiek)

Ada Apa ? Proyek IPAL Rp600 Juta Di Pantai Barat Pangandaran Belum Rampung Padahal Gunakan Anggaran 2025

PANGANDARANNEWS.COM – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di kawasan Pantai Barat Pangandaran dengan anggaran sekitar Rp600 juta, hingga saat ini tak kunjung selesai. Padahal waktu pengerjaan telah melewati batas tahun anggaran 2025, sehingga memicu sorotan dan desakan agar segera dirampungkan sebelum libur Idul Fitri 2026.

Pantauan di lokasi pembangunan tepatnya di sekitar Pos 1 Pantai Barat Pangandaran, area proyek tampak tertutup tenda dan pagar seng. Tak terlihat aktivitas pekerja maupun papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan konstruksi pemerintah, kondisi itu tentu menimbulkan kesan kumuh di salah satu titik strategis kawasan wisata andalan daerah.

Keterlambatan proyek tersebut terjadi diduga akibat minimnya fungsi pengawasan dari Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, yang menangani pekerjaan IPAL tersebut.

Mengetahui  operasi hal tersebut Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami yang sebelumnya telah meninjau lokasi proyek dan menyoroti lambannya progres pembangunan sudah memerintahkan agar pekerjaan IPAL diselesaikan sebelum momentum libur Hari Raya Idul Fitri, mengingat kawasan tersebut menjadi pusat kunjungan wisatawan.

Sementara ketika diminta tanggapannya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu menyatakan, proyek IPAL ini memang seharusnya selesai pada 2025 lalu.

"Namun karena belum selesai, pekerjaan tersebut pun dikenakan denda melalui adendum selama 50 hari," terang Nanang.(02/03/26)

Menurut Nanang, pembangunan IPAL yang mengalirkan limbah dari permukiman warga di kawasan perhotelan itu berada di bawah kewenangan Bidang Cipta Karya.

Sementara dii sisi lain, keberadaan pagar pembatas proyek turut berdampak pada aktivitas pedagang di sekitar pantai. 

Menurut dalah seorang pedagang, Adit, ia mengaku tidak dapat berjualan secara optimal akibat lapaknya terhimpit pagar proyek.

“Saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin saja saya tidak bisa jualan, karena lapak dagangan terhimpit pagar proyek," terang Adit.

Adit juga mengatakan hingga kini belum terlihat aktivitas pekerjaan lanjutan di lokasi, bahkan sempat ada bagian konstruksi yang ambruk akibat terhempas ombak saat pasang air laut.

Adit menyampaikan, ia dan para pedagang lainnya berharap agar pengerjaan IPAL ini segera dirampungkan sehingga kawasan di lokasi tersebut pun bisa kembali untuk mencari nafkah.(hiek)


Wisata Air Pangandaran Belum Miliki Izin, Pajak Daerah Pun Tertahan

Poto ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Aktivitas usaha wisata air di obyek wisata pantai Pangandaran Jawa Barat, terus berjalan setiap hari dengan semakin meningkatnya minat para wisatawan. 

Namun di balik ramainya usaha jenis tersebut, tercatat 275 pelaku usaha water sport hingga kini belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sehingga belum terpenuhinya legalitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun belum bisa mengantongi pendapatan pajak dari kegiatan wisata air yang rutin beroperasi di kawasan pantai timur ini.

Saat diminta tanggapannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugistha, membenarkan, ratusan pengusaha tersebut masih berada dalam tahapan pengurusan izin usaha.

Ia menyebut, sekarang semua pelaku usaha sedang memproses perizinan terutama ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memperoleh NIB.

"Semuanya ada 275 pelaku usaha itu tergabung dalam 12 kelompok penyedia layanan wisata air," jelasnya, kepada sejumlah wartawan di TIC Pangandaran. (02/03/26).

Dadan mengaku, pihaknya berharap proses administrasi yang berjalan saat ini dapat segera membuahkan hasil dalam waktu dekat.

Situasi tersebut juga menjadi perhatian dari DPRD Kabupaten Pangandaran, salah satunya dari anggota Komisi II DPRD, Ai Nanan.

Ai menilai, belum lengkapnya perizinan ini tentu akan berdampak langsung pada tidak tergarapnya potensi Pendapatan Asli Daerah terutama ketika pemerintah daerah sedang berupaya memperkuat kondisi fiskal.

Seharusnya, kata Ai, wisata air ini bisa menjadi sumber PAD dan harus segera diurus izin-izinnya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pemerintah daerah menghadapi posisi yang tidak mudah, Karena di satu sisi wahana water sport menyimpan peluang besar untuk mendongkrak penerimaan daerah," ungkapnya.

Namun di sisi lain, tambah Ai, tanpa dasar hukum berupa izin resmi langkah penarikan pajak berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serta bisa dipersepsikan sebagai pungutan liar.

Menurutnya, ini seperti buah simalakama, potensinya besar untuk menambah PAD tapi kalau izin belum ditempuh dan ada penarikan itu bisa menjadi indikasi pungli.

Karena itu, ia mendorong agar Disparbud Pangandaran segera mengambil peran aktif dengan memfasilitasi serta menjalin koordinasi bersama para pelaku usaha.

"Langkah ini diperlukan supaya seluruh pengusaha wisata air mengantongi NIB, sehingga kewajiban perpajakan dapat diberlakukan secara sah dan sesuai aturan," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pangandaran Nomor 8 Tahun 2023 khususnya Pasal 24, kegiatan wisata air masuk dalam kategori objek pajak retribusi daerah. Adapun pada Pasal 28, diatur tarif pajak sebesar 10 persen. Namun meski demikian, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran belum dapat memungut pajak dari operasional water sport di kawasan Pantai Timur lantaran para pelaku usaha belum memiliki legalitas formal berupa NIB. (hiek)










Dampak Hujan Disertai Angin Kencang, Sejumlah Rumah di Padaherang Pangandaran Rusak Tertimpa Pohon

PANGANDARANNEWS.COM - Akibat guyuran jujan deras yang disertai angin kencang, 10 rumah warga di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran rusak tertimpa pohon tumbang dan terpaan angin.(02/03/26)

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sindangwangi Kursin Kusnaedi membenarkan kejadian tersebut. 

Ia menuturkan, angin kencang menjadi faktor utama kerusakan yang terjadi di wilayahnya. Bukan hanya hujan deras, kata Kursin, tapi juga disertai angin kencang yang menyebabkan banyak pohon tumbang dan ada yang menimpa rumah warga.

"Beberapa rumah tertimpa pohon kelapa dan pohon alba yang berada tak jauh dari bangunan," terangnya.

Selain itu, imbuhnya, ada pula rumah yang mengalami kerusakan pada bagian atap karena tersapu angin hingga berhamburan. Namun beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. 

Namun, masih terang Kursin, para pemilik rumah harus menanggung kerugian material yang ditaksir cukup besar. Dan warga bersama perangkat desa langsung bergotong royong membersihkan batang pohon dan puing-puing bangunan yang berserakan.

Saat ini, Menurut Kursin, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Dan data tersebut, rencananya akan segera dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dan ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada ketika hujan deras turun, apalagi jika disertai angin kencang. Kalau ada pohon besar di dekat rumah, sebaiknya dipangkas atau ditebang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadian pohon tumbang menimpa rumah ini akibat angin kencang terjadi di sejumlah desa lain di Kecamatan Padaherang, di antaranya Desa Karangpawitan dan Desa Padaherang.

“Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, kami menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem susulan,” ujarnya.(hiek)


Niat Menabung Untuk Biaya Sekolah Anaknya, Sapi Milik Eman Mati Terperosok Ke Dalam Gua

PANGANDARANNEWS.COM - Ada beberapa cara menabung yang biasa dilakukan keluarga di pedesaan, salah satunya menabung dengan cara memelihara hewan ternak seperti sapi dan kambing sebagai tabungan jangka panjang.

Cara menabung tradisional ini ternyata merupakan bagian usaha para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku kuliah, sehingga tak sedikit orang tua di desa yang berhasil mengantarkan putra-putrinya meraih gelar sarjana berkat ketekunan mereka dalam menekuni usaha hewan ternak.

Namun sungguh mengenaskan, apa yang dialami warga Desa Cicadap, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran,Eman Rukmana (46). Sapi ternak yang sudah dirawatnya bertahun-tahun sebagai tabungan biaya kuliah sang anak, justru berakhir tragis.

Menurut Eman, ia telah merawat dua ekor sapinya dengan gigih selama beberapa tahun terakhir. Dan rencananya, kedua sapi tersebut akan dijual saat anaknya mulai masuk perguruan tinggi.

Namun sayang nasib berkata lain, peristiwa nahas terjadi. Satu dari dua ekor sapi miliknya mati setelah terperosok ke dalam lubang gua, peristiwa bermula pada Minggu pagi saat Eman menyadari kedua sapinya hilang dari kandang. 

"Saat hendak memberi makan, saya mendapati kondisi kandang sudah rusak seperti bekas dorongan paksa dari dalam," terang Eman.(02/03/26)

Eman kemudian mengikuti jejak kaki sapi yang mengarah ke area hutan di wilayah Cimerak, dan ia menduga sapinya hanya kabur.

Namun pada siang harinya, Eman sangat terkejut saat menemukan kedua sapinya terperosok ke dalam jurang sempit berbentuk gua di lereng bukit Cicadap.

"Dari awal saya menduga sapi itu kabur, bukan dicuri," kata Eman.

Menurut Eman, sapi-sapi tersebut terjun bebas ke dalam lubang gua sedalam sekitar 15 meter. Struktur gua tersebut cukup unik sekaligus berbahaya, karena bagian atasnya sempit seperti celah yang tertutup semak.

sementara bagian bawahnya lebih lega membentuk rongga, sehingga kondisi ini membuat sapi yang terperosok tidak mampu memanjat kembali ke permukaan. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan dengan peralatan terbatas, dan warga berupaya menarik sapi menggunakan katrol di medan yang sempit dan licin.

Satu ekor sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, namun sayang satu ekor lainnya mati di dalam gua sebelum sempat diangkat ke atas.

Eman tidak hanya mengalami kerugian materi, karena dua sapi tersebut adalah harapan yang ia siapkan untuk masa depan pendidikan anaknya.

Untuk menutup sebagian kerugian, kata Eman, akhirnya ia pun menyembelih sapi yang mati tersebut dan menjual dagingnya kepada warga sekitar.

 "Sebenarnya sapi itu merupakan tabungan untuk biaya sekolah anak saya nanti," ungkapnya. (hiek)






BAZNAS Pangandaran Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Ini Penjelasannya

PANGANDARANNEWS.COM - Besaran zakat fitrah untuk Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Pangandaran, ditetapkan sebesar Rp32.500 per jiwa atau setara 2,5 kilogram beras. 

Dikutip dari laman Instagram Pemkab Pangandaran, Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nomor: 085/BAZNAS-JABAR/III/2026 yang mengatur standar pembayaran zakat fitrah di wilayah Jawa Barat.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk bahan pokok berupa beras sebanyak 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter per jiwa.

Selain itu, masyarakat juga diperkenankan membayar dalam bentuk uang dengan nominal Rp32.500 per orang.

Dalam Instagram tersebut disebut, penetapan besaran zakat ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian dan keseragaman bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Pemerintah daerah dan para amil zakat diharapkan dapat menyosialisasikan ketentuan ini,  secara luas agar pelaksanaannya berjalan tertib dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran.***

Pemda Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Drainase, Revitalisasi Pasar Pananjung Pangandaran Belum Jadi Prioritas Utama

PANGANDARANNEWS.COM – Sepertinya para pedagang di pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran kembali harus bersabar, rencana revitalisasi total Pasar Tradisional terbesar di Kabupaten Pangandaran hingga kini masih belum bisa terealisasi. Pemerintah daerah memastikan untuk saat ini perbaikan sementara akan difokuskan pada akses jalan dan drainase, sementara pembenahan bangunan kios belum menjadi prioritas utama.

Pasar yang ada di kawasan strategis dekat Pantai Pangandaran ini seperti diketahui merupakan pasar induk sekaligus pusat aktivitas perdagangan di jantung kota, namun sayang kondisi fisik bangunan sekarang mulai mengalami penurunan kualitas.

Sejumlah bagian bangunan tampak lapuk dan berpotensi membahayakan, baik pedagang maupun para pengunjung. Kondisi ini tentu sangat berdampak pada menurunnya aktivitas jual beli, bahkan beberapa pedagang dilaporkan terpaksa menutup usahanya.

Saat dihubungi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, mengatakan, Pasar Pananjung tetap menjadi prioritas revitalisasi karena statusnya sebagai pasar induk. Meski begitu.

Menurut Tedi, kondisi bangunan Pasar Pananjung masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah pasar tradisional lain seperti Parigi dan Kalipucang.

Ia mengaku, pihaknya pun sudah membahas rencana revitalisasi Pasar Pananjung bersama Sekretaris Daerah (Sekda). 

"Untuk tahap awal, kemungkinan difokuskan pada perbaikan akses jalan dan drainase dulu,” terang Tedi.(26/02/26).

Tedi juga mengatakan, struktur utama kios dan jongko dinilai masih cukup kokoh untuk beberapa tahun ke depan. 

Terkait pekerjaan teknis perbaikan jalan dan drainase, kata Tedi, akan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 “Untuk pengukuran dan pengerjaan teknis menjadi kewenangan Dinas PU,” jelasnya.

Tedi menyebut usulan anggaran revitalisasi pasar sebenarnya telah diperjuangkan sejak masa kepemimpinan Bupati Jeje Wiradinata, namun hingga kini kebutuhan anggaran yang cukup besar belum dapat terpenuhi.

Karena itu, imbuh Tedi, pemerintah daerah memilih langkah bertahap dengan memprioritaskan perbaikan sarana penunjangnya dahulu.

"Perbaikan akses jalan direncanakan menggunakan aspal lapen bukan hotmix, dengan estimasi anggaran mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.(hiek)


 

Advertisert

Cube Test