» » Jaga Lingkungan Dan Cegah Banjir, Gabungan Instansi dan Warga Kota Tasik Bersih-Bersih Sungai

Jaga Lingkungan Dan Cegah Banjir, Gabungan Instansi dan Warga Kota Tasik Bersih-Bersih Sungai

Penulis By on 08/04/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah banjir, saat ini dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Gerakan ini terus digencarkan di Kota Tasikmalaya, gabungan instansi pemerintah dan masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik, sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup (LH), Bidang PSDA, Kementerian PU, BPBD, Satpol PP, hingga masyarakat setempat.

Kabid Lingkungan Hidup, Arif Maulana, saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara menyeluruh di titik-tirik rawan dan dengan memersihkan di banyak tvitik dengan ayategi "Jemput Bola".

"Dan hari ini kami melaksanakan pembersihan di beberapa di daerah Nagawangi, dan sebelumnya juga sudah dilakukan di Bojong Tritura serta di Kelurahan Kertanegara dan Purbaratu," ujar Arif.(09/04/26)

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar aksi sesaat, melainkan bentuk "jemput bola" dalam pelayanan kepada masyarakat. Dan LH tidak menunggu keluhan datang atau kalau ada masalah atau temuan, namun akan langsung antisipasi dan tangani. 

"Ini juga bagian dari mitigasi bencana untuk mencegah banjir akibat penyumbatan sampah," imbuhnya.

Selain membersihkan fisik, kata Arif, pihaknya juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga, RT, dan RW terkait Arif pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

Arif menyebut, pihaknya mengajak warga untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos atau pakan maggot, sedangkan anorganik bisa didaur ulang atau disetor ke Bank Sampah.

"Dan kami menghimbau, mohon jangan buang sampah ke sungai atau tempat yang bukan peruntukannya karena sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir," tegasnya.

Ia menambahkan, dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang drastis.

Arif mengaku, pihaknya ingin kegiatan gotong royong ini rutin dilakukan minimal seminggu sekali. Dan kuncinya ada di kerjasama antara pemerintah, kelurahan, kecamatan, RT/RW, dan seluruh masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan Kota Tasikmalaya tetap bersih, sehat, dan asri," ungkapnya.

Disoal banyaknya keluhan warga di sosial media, secara terpisah pihak dinas terkait juga menanggapi komentar netizen yang menilai kegiatan ini hanya seremonial belaka.

Menurutnya, pembersihan gorong-gorong dan saluran air ini adalah kegiatan rutin yang kami lakukan setiap hari dan bukan cuma saat ada acara saja.

Ia mengatakan, seperti beberapa minggu ke belakang pihaknya sudah terus melaksanakan gotong royong bersama masyarakat. 

"Kalau dilihat di postingan kami, memang konsisten kami lakukan. Ini bentuk antisipasi jauh-jauh hari supaya kota bersih dan terhindar dari banjir," ujarnya.(@nwarwaluyo)

 


 

 

 


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya