Berita Gembira Dari RSUD Pandega Pangandaran, Sekarang Buka Layanan Mamografi Mulai 6 Juli 2026
PANGANDARANNEWS.COM - RSUD Pandega Pangandaran, saat ini kembali menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan membuka layanan pemeriksaan mamografi yang resmi mulai beroperasi pada 6 Juli 2026. Kehadiran pelayanan ini, tentu menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan deteksi dini kanker payudara tanpa harus berobat ke luar daerah.
dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M
Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M., pembukaan layanan mamografi merupakan bagian dari komitmen RSUD Pandega dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran dan wilayah sekitarnya.
Ia menyebut, pihaknya telah menghadirkan layanan mamografi untuk mempermudah masyarakat melakukan deteksi dini kanker payudara. Dan kini masyarakat Pangandaran dan sekitarnya tidak perlu lagi pergi ke luar daerah untuk menjalani pemeriksaan mamografi karena seluruh layanan dapat dilakukan lebih mudah, dekat, dan cepat di RSUD Pandega Pangandaran.
Titi menjelaskan, mamografi merupakan pemeriksaan radiologi menggunakan sinar-X yang beresolusi tinggi serta berfungsi mendeteksi kelainan pada jaringan payudara sejak stadium awal, bahkan sebelum muncul gejala.
"Pemeriksaan ini menjadi salah satu metode yang sangat efektif dalam menemukan tanda-tanda awal kanker payudara sehingga peluang keberhasilan pengobatan dan angka kesembuhan pasien dapat meningkat secara signifikan," terang Titi. (06/07/2026).
Kehadiran layanan tersebut, kata Titi, merupakan bagian dari upaya RSUD Pandega Pangandaran dalam memperkuat pelayanan kesehatan preventif khususnya terhadap penyakit tidak menular yang membutuhkan deteksi sejak dini.
Dan dengan hadirnya layanan mamografi, imbuh Titi, pihaknya berharap masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang lengkap, berkualitas, dan terjangkau.
"Deteksi dini merupakan langkah penting untuk mencegah risiko kanker payudara berkembang ke stadium lanjut,” jelasnya.
Titi juga mengatakan, melalui inovasi pelayanan ini RSUD Pandega Pangandaran semakin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan fasilitas kesehatan modern yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memberikan pelayanan publik yang profesional, cepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (hiek)
RSUD Pandega Pangandaran, Kanker Paru-Paru Stadium Akhir: Gejala, Terapi, dan Besar Harapan Hidup
PANGANDARANNEWS.COM - Kanker paru-paru stadium akhir menjadi fase akhir dari sel ganas yang sudah menyebar ke organ tubuh lain, dan ini merupakan penyakit kronis pada tahap paling lanjut. Di mana sel kanker sudah menyebar dari paru ke bagian tubuh lain, pada kondisi ini sering dikenal sebagai metastasis yang mana penyebarannya terjadi ke organ vital, baik itu otak, tulang, hati, maupun kelenjar adrenal.
Untuk penanganan pada stadium 4 ininlebih fokus ke pengendalian pertumbuhan kanker, perpanjangan hidup, serta peningkatan kualitas hidup penderita.
Demikian disampaikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, lewat akun resmi media sosialnya. (02/07/2026)
Lebih jauh, di akun media sosial tersebut ditulis, apa itu Kanker Paru-Paru Stadium Akhir?
Kanker paru-paru stadium akhir adalah vonis kesehatan yang menunjukkan jika sel kanker sudah berkembang lebih signifikan dan berhasil menyebar jauh ke area lokasi asalnya (paru-paru). Pada tahapan ini jadi indikasi jika penyakit sudah mencapai stadium lanjut (4). Penyebarannya bisa mencapai organ penting, tentu saja hal ini menandakan jika kompleksitas sudah semakin jauh (parah).
Umumnya penyakit banyak terjadi pada pria pecandu rokok dan minuman keras, namun juga terdapat faktor lain yang menyebabkan terjangkitnya penyakit berbahaya satu ini. Adapun penyebabnya, seperti sering menghirup udara dengan tingkat polutan atau partikel debu tinggi atau faktor genetik dari orang tua yang salah satunya punya penyakit serupa. Punya riwayat penyakit pernapasan kronis, misalnya saja PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) dan Fibrosis Paru.
Gejala
Kanker paru stadium akhir memang lebih berat dan beragam daripada stadium awal, dari segi kesehatan mencerminkan jika penyakit sudah alami penyebaran ke berbagai organ penting tubuh. Itulah, mengapa mengenal gejala jadi hal penting dalam upaya penanganan secara tepat waktu.
Adapun beberapa gejala umum yang penderita alami, sesak napas, bisa memburuk seiring waktu.
-Nyeri dada persisten dan semakin intens.
-Batuk tidak kunjung sembuh, kadang-kadang disertai batuk darah.
-Penurunan berat badan drastis tanpa sebab pasti.
-Kelelahan ekstrim dan berkelanjutan.
-Nyeri tulang apabila sel kanker sudah menyebar ke tulang.
-Gejala neurologis, seperti kejang, sakit kepala, bahkan sampai mati rasa saat sel kanker sudah menyebar ke otak.
-Penyakit kuning dan pembengkakan perut saat kanker sudah menyebar ke hati.
Terapi dan Pengobatan
Pengobatan kanker paru stadium 4 saat ini berguna untuk mengendalikan penyakit, meredakan gejala, sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Ahli onkologi menentukan rencana perawatan terbaik sesuai jenis sel kanker, mutasi genetik, respons pengobatan, serta kondisi kesehatan umum penderita.
Adapun pengobatan dan terapi utama meliputi,
-Kemoterapi: Menggunakan obat-obatan kuat guna membunuh maupun menghambat pertumbuhan sel kanker, opsi pertama ini banyak menjadi pilihan dalam upaya menghambat penyebaran kanker sistemik.
-Terapi Target: Menargetkan protein spesifik sel kanker yang berperan dalam pertumbuhan maupun penyebarannya, terapi kedua ini lebih spesifik pada pasien dengan mutasi genetik tertentu.
-Imunoterapi: Membantu sistem kekebalan tubuh dalam upaya mengenali sekaligus melawan sel kanker. Pengobatan ini sudah berhasil menunjukkan hasil menjanjikan untuk beberapa jenis kanker paru stadium akhir.
-Radioterapi: Memakai sinar radiasi energi tinggi sebagai media membunuh sel kanker ataupun mengecilkan tumor, sering dipakai untuk meredakan nyeri, mengontrol pendarahan, sampai mengurangi gejala akibat tumor di lokasi tertentu.
-Perawatan Paliatif: Menjadi bagian integral dalam penanganan stadium 4, pelaksanaannya lebih fokus pada peningkatan kenyamanan sekaligus kualitas hidup penderita.
Pengobatan terakhir ini tentu melibatkan penanganan gejala, manajemen nyeri, dan dukungan psikososial.
Harapan Hidup Penderita
Kanker paru dengan kondisi serius (stadium lanjut) memiliki harapan hidup lebih terbatas dari stadium awal, namun saat ini prognosis sangatlah bervariasi dan tidak bisa digeneralisasi untuk semua pasien.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi prognosis: Jenis sel kanker, seperti kanker paru-paru non-sel kecil dengan sel kecil.
Respons tubuh terhadap pengobatan yang dokter berikan.
Kondisi kesehatan umum dan ada tidaknya penyakit bawaan lain.
Lokasi dan luas penyebaran (metastasis) kanker.
Adanya mutasi genetik yang bisa ditargetkan untuk melakukan terapi spesifik.
Perkembangan terapi target dan imunoterapi sudah memberikan harapan baru bagi banyak pasien, semua bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup secara lebih signifikan.
Kanker paru-paru stadium akhir tentu memerlukan penanganan komprehensif dan terkoordinasi dari tim spesialis onkologi, ini penting untuk tidak menunda konsultasi maupun pemeriksaan lebih lanjut jika alami gejala mencurigakan. Setiap rencana perawatan wajib berdiskusi secara mendalam dengan dokter spesialis, hal ini bertujuan untuk memastikan penanganan paling tepat dalam mendukung kualitas hidup dari pasien kanker paru-paru stadium akhir.***
Genjot PAD Dari Sektor Opsen PKB dan BBNKB, Bapenda Pangandaran Gelar Operasi KTMDU
PANGANDARANNEWS.COM - Tim gabungan dari Bapenda, Satlantas, Dishub dan Subdenpom Pangandaran, hari ini mulai melakukan operasi pajak Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran. (07/07/2026)
Operasi di hari pertama dilakukan di Jalan Raya Nasional Blok Sandaan wilayah Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, dan KTMDU ini akan dilaksanakan sampai hari Kamis tanggal 9 juli 2026.
Dalam operasi ini, pengendara yang melintas di jalan tersebut diminta menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan termasuk bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor. Bagi pemilik kendaraan yang diketahui menunggak pajak, petugas langsung mengarahkan mereka untuk melakukan pembayaran di lokasi melalui layanan yang sudah disediakan.
Kepada sejumlah awak media, Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa mengatakan, selain melibatkan unsur dari Kabupaten Pangandaran juga melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan Jasa Raharja.
Menurut Jumsa, pihaknya igin penerimaan daerah dari sektor opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bisa maksimal.
Dalam operasi tersebut, kata Jumsa, masih banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang terjaring razia.
"Selain memberikan edukasi tentang pentingnya membayar pajak, imbuhnya, pihaknya juga berharap dengan dilaksanakan operasi selama tiga hari kedepan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak bisa meningkat.
"Namun saat ini kami belum bisa membuka berapa jumlah pendapatan yang didapat dalam operasi hari pertama ini," ucapnya.(hiek)
Masih Ingat Kasus Pemalsuan Tiket Wisata ? Berikut Keterangan Polres Pangandaran
PANGANDARANNEWS.COM - Polres Pangandaran saat ini menunggu hasil Audit Investigas kerugiani keuangan daerah dari Inspketorat, untuk tindak penyelidikan kasus tiket wisata palsu.
Seperti disampaikan Kasi Humas Polres Pangandaran Iptu Yusdiana, saat ini juga Polres Pangandaran sudah mengirim surat permintaan sebanyak empat kali.
"Tapi sayang sampai saat ini belum ada jawaban padahal kami sudah mengirim sebanyak empat kali, ini ada bukti dan ada tanda terima," jelas Yusdiana. (6/7/2026).
Yusdiana juga mengaku belum tahu yang menjadi kendala belum adanya hasil audit investigasi tersebut, dan ia menyarankan media untuk menanyakan langsung hal tersebut kepada inspektorat Kabupaten Pangandaran.
Jika hasil audit investigasi kerugian sudah ada dari pihak Inspektorat, maka, kata Yusdiana, polres pun akan langsung masuk ke tahap penyelidikan.
"Dari tahap penyelidikan lalu ke tahap penyidikan, dan itu nanti bisa satu minggu, dua minggu atau satu hari, " tegasnya.
Ia juga mengatakan, sejak kasus ini bergulir di tahun 2025 lalu pihak Polres Pangandaran sudah memeriksa kurang lebih puluhan saksi termasuk yang dimintai keterangan tersebut adalah para pejabat.
"Kalau soal nilai kerugian, memang harus dari ahli keluarnya," terangnya.
Ia menambahkan, seperti diketahui kasus ini menyeruak pada Juli 2025 setelah adanya operasi tangkap tangan kepada salah seorang petugas pintu objek wisata.
"Dari sana terungkap modus dugaan tiket palsu di objek wisata," ujarnya lagi.
Yusdiana juga menyampaikan bahwa sejumlah pegawai, pejabat di Dinas Pariwisata, pada saat itu langsung diperiksa untuk dimintai keterangan. (hiek)
Proyek UPLAND Berlanjut, Giliran Kelompok Tani Mukti Tani 5 Desa Banjarsari Dapat Bantuan Pembuatan Pupuk Organik
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEW - Program pengembangan kawasan agribisnis padi organik atau Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND), kembali menjangkau wilayah baru di Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, giliran Kelompok Tani Mukti Tani 5 yang mendapatkan bantuan pembangunan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO).
Kegiatan yang berlokasi di Kampung Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Sukaresik, dibiayai oleh Bank Pembangunan Islam (IsDB) dengan total anggaran Rp250 juta untuk tahun anggaran 2026 dengan waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 120 hari kerja serta nantinya dikelola secara swakelola oleh UPKK Mukti Tani 5.
Seperti disampaikan Ketua Kelompok Tani Mukti Tani 5, Endang Miftah, dana tersebut digunakan untuk membangun sarana pertanian terpadu lengkap. Diantaranya untuk pembelian 1 unit rumah kompos, 1 unit kandang ternak, 1 unit bak fermentasi, 1 unit bak penampungan air seni ternak, 1 unit motor roda tiga, 1 unit mesin pengolah pupuk organik (APPO) dan 8 ekor sapi sebagai bahan baku utama
Endang mengaku bersyukur, karena bantuan ini sangat berharga bagi kelompoknya.
Atas nama seluruh anggota kelompok, ia juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan ini.
"Semoga hal ini bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat, menjadikan petani semakin sejahtera,” ujar Endang.(04/07/2026)
Endang juga berharap, ke depan kelompoknya bisa memproduksi pupuk sendiri agar bisa mengurangi biaya beli pupuk kimia sehingga hasil padi organik lebih berkualitas dan pendapatan petani meningkat.
"Semoga kotoran ternak ini bisa dimanfaatkan maksimal menjadi pupuk, tanah tetap subur, dan kesejahteraan anggota kelompok serta petani sekitar Desa Banjarsari semakin terjamin,” imbuhnya.
Endang manambahkan, proyek ini juga didukung oleh lembaga internasional IFAD serta dikoordinasikan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya.
"Dengan tujuan untuk mewujudkan sistem pertanian mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di wilayah dataran tinggi," pungkasnya. (@nwarwaluyo)
Diharapkan Bisa Jadi Motor Penggerak Birokrasi, Bupati Pangandaran Lantik Sekda Definitif
PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami melantik Mohammad Agus Nurdin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran definitif, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama itu dilaksanakan di eks Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pangandaran di Parigi, Jumat (03/07/2026).
Seperti diketahui, sebelum menjadi sekda definitif, Agus ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Pangandaran.
Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra mengatakan, penunjukan sekda definitif berdasarkan hasil evaluasi semasa Agus menjabat sebagai pj sekda selama tiga bulan.
Ia menilai, selamat menjadi Pj Agus Nurdin bertugas dengan baik sehingga bupati memutuskan untuk melantik Agus menjadi sekda definitif.
Bupati menyampaikan, sebelumnya pemerintah daerah juga telah menyelenggarakan seleksi dengan menerapkan merit system terhadap beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan dipilih tiga orang yang terbaik.
"Dari hasil seleksi, Agus Nurdin mendapat nilai tertinggi," jelas bupati.
Bupati berharap, sekda definitif yang hari ini telah resmi dilantik harus bisa menjadi motor penggerak birokrasi di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran.
Bupati juga berpesan agar sekda menghilangkan ego sektoral serta bisa merangkul semua SKPD. Semua bekerja dalam satu tim yang solid, sehingga untuk mewujudkan visi misi Kabupaten Pangandaran akan tercapai.
Citra juga meminta agar sekda mampu mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kedisiplinan maupun tata kelola pemerintahan.
"Setiap program serta tujuan, pelaksanaan dan administrasinya harus jelas, dan semua program bertujuan untuk masyarakat,” tegas bupati. (hiek)
Keluhan Petugas Parkir Tasikmalaya Sebut Jangan Dijadikan Sapi Perah Pasca Alih Kelola Pihak Ketiga
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sejumlah petugas parkir tepi jalan umum Kota Tasikmalaya mengaku khawatir, pasca rencana pengalihan pengelolaan kepada pihak ketiga.
Seperti disampaikan petugas parkir di kawasan Jalur Hijau HZ Mustofa, Fian. Ia terkesan dibuang begitu saja ke pihak ketiga karena setoran parkir malah dicekik, berharap perlindungan pun justru diabaikan.
Ia berharap pihak Dinas Perhubungan, DPRD, hingga Pemerintah Kota dan Walikota tidak menjadikan mereka sekadar “sapi perah” yang hanya diambil keuntungannya tanpa memperhatikan nasib dan kesejahteraan di lapangan.
“Kami mohon kepada Dishub, DPRD, dan Bapak Walikota bahwa sistem baru ini jangan sampai memberatkan petugas yang sudah bekerja keras di lapangan setiap hari,” ungkapnya. (03/07/2026).
Sebelumnya, kata Fian, rencana kerja sama pengelolaan parkir tepi jalan umum sempat dijanjikan akan menjamin hak dan kesejahteraan petugas namun di lapangan justru muncul kekhawatiran akan kenaikan target setoran dan beban operasional yang kini ditanggung petugas.
Ia juga berharap, ada peninjauan kembali dan pengawasan ketat sehingga kebijakan ini tidak merugikan petugas di lapangan.
"Tapi benar-benar memberikan keadilan bagi petugas, pengelola, maupun pendapatan daerah," tegasnya. (@nwarwaluyo)
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Karangnunggal Santuni 311 Anak Yatim Piatu
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-80, Polsek Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyerahan santunan kepada 311 anak yatim piatu yang berasal dari lima desa di wilayah Kecamatan Karangnunggal. (02/07/2026)
Pada kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Mapolsek ini, sejumlah bantuan diserahkan. Diantaranya uang tunai, makanan ringan, dan cendera mata, yang diserahkan langsung Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat, S.E., M.H., didampingi perwakilan donatur dari Yatim Farm serta CV Gerari Perkasa, Jenal Mutaqin.
Turut hadir menyaksikan acara ini Camat Karangnunggal Suherman, S.STP., M.Si., Wadanramil 1215/Karangnunggal Lettu Cba Asep Tisnawan, para Kepala Desa, Ketua MUI, Ketua DMI, Kepala KUA, Kepala Puskesmas, serta perwakilan ormas dan LSM setempat.
Dalam sambutannya, Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur, khususnya kepada Geri selaku pimpinan Yatim Farm yang telah rutin menyisihkan hartanya untuk berbagi, baik melalui Polsek maupun di luar kegiatan kepolisian di wilayah Karangnunggal.
Kegiatan ini, menurutnya, sangat bermanfaat bagi anak-anak dan menjadi perhatian bersama kita semua.
"Semoga langkah ini menjadi motivasi bagi pengusaha lain untuk turut berbagi dan membahagiakan anak yatim piatu,” ujar Jaja.
Hal senada dikatakan Camat Karangnunggal, Suherman, pihaknya turut mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh jajaran Polsek Karangnunggal dan bererimakasih atas segala pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan.
"Semoga bisa terus meningkat ke depannya,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi kepedulian para dermawan yang telah menyisihkan sebagian hartanya, semoga Allah SWT melipatgandakan rezeki dan kebaikannya.
Berikut rincian jumlah anak yang menerima santunan, masing-masing berasal dari Desa Karangmekar sebanyak 73 anak, Desa Cikupa 69 anak, Desa Karangnunggal 70 anak, Desa Sarimanggu 53 anak, dan Desa Cikukulu 46 anak. Seluruh anak hadir dengan didampingi orang tua atau wali masing-masing. (@nwarwaluyo)
78 Guru SD Tasikmalaya Ikut ToT, Siap Sebarkan Pembelajaran Kokurikuler dan STEAM
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebanyak 78 guru Sekolah Dasar (SD) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya berkumpul di Gedung PGRI Kabupaten Tasikmalaya, untuk mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) Peningkatan Kapasitas Guru. Rabu (01/07/2026).
Kegiatan yang berfokus pada pengembangan program kokurikuler, pembelajaran berbasis STEAM, serta penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai,
Kegiatan ini diikuti dua orang guru kelas sebagai perwakilan dari setiap kecamatan yang nantinya akan bertugas menjadi fasilitator dan pelatih bagi rekan sejawat di lingkungan gugus, kecamatan, maupun sekolah masing-masing.
Materi pertama tentang Pengembangan Program Kokurikuler disampaikan oleh Dr. Rini Solihat, M.Si., dosen Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi kegiatan kokurikuler yang sesuai dengan karakteristik siswa, kebutuhan sekolah, serta ketentuan Kurikulum Merdeka.
Sesi kedua membahas Pembelajaran STEAM, disampaikan oleh Zamzam Nursani, M.Pd., penulis buku panduan STEAM. Ia menjelaskan cara menerapkan pembelajaran yang mengintegrasikan Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika secara kontekstual, inovatif, serta saling terhubung antar disiplin ilmu. Peserta juga dilatih menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam agar siswa tidak sekadar menghafal, melainkan benar-benar memahami, menerapkan, dan merefleksikan materi secara bermakna.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menyebarkan ilmu yang didapat ke rekan sejawat, serta menghasilkan rancangan program kokurikuler dan perangkat ajar STEAM yang siap diterapkan langsung di kelas.
Dengan demikian, kualitas pembelajaran di wilayah Tasikmalaya semakin meningkat dan merata, serta mampu mencetak siswa yang berfikir kritis, kreatif, dan berkarakter kuat. (@nwarwaluyo)
Kelompok Tani Sriasih Majuhurip Tasikmalaya Gulirkan Proyek Agribisnis Padi Organik
![]() |
| Tatang |
Menurut Ketua Kelompok Tani Sriasih Majuhurip, Ibar, kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) yang didanai Bank Pembangunan Islam (IsDB).
"Total anggaran mencapai Rp250 juta, dengan waktu pelaksanaannya selama 90 hari kerja," terang Ibar. (30/06/2026)
Dana tersebut, jelas Ibar, digunakan untuk membangun untuk kelengkapan sarana pertanian terpadu. Diantaranya,
1 unit rumah kompos, 1 unit kandang ternak, 1 unit bak fermentasi pupuk, 1 unit bak penampungan air seni ternak, 1 unit motor roda tiga, 1 unit mesin pengolah pupuk organik dan untuk pembelian 8 ekor sapi sebagai sumber bahan baku utama
"Seluruh fasilitas ini nantinya akan dikelola secara swakelola oleh UPKK Sriasih Majuhurip, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh anggota kelompok," kata Ibar.
Ibar mengaku bersyukur karena bantuan ini sangat dibutuhkan oleh kelompok, dan ke depannya diharapkan bisa memproduksi pupuk sendiri untuk mengurangi biaya beli pupuk kimia.
Pihaknya berharap, hasil panen padi organik pun bisa terus meningkat sehingga kesejahteraan petani pun bertambah karena program ini jelas sekali manfaatnya, terutama di bidang pertanian organik.
"Pasalnya saat ini UPPO mampu menjadi penyedia pupuk yang kami butuhkan para petani,” ujar Ibar saat diwawancarai Pangandarannews.
Ia juga mengatakan, program ini diharapkan menjadi tonggak kemajuan bagi para petani dan semoga program ini menjadi bersejarah dalam peningkatkan hasil panen sekaligus menjaga lingkungan.
"Kami juga berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan dan kesejahteraan petani di wilayah ini terus terjaga,” ujarnya.
Seperti diketahui, imbuhnya, proyek ini juga didukung oleh lembaga internasional seperti IFAD serta dikoordinasikan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. Dan tujuannya adalah untuk mewujudkan sistem pertanian yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan pendapatan petani di wilayah dataran tinggi.
"Keuntungan lainnya, hasil olahan pupuk organik dari unit ini tidak hanya dipakai untuk lahan milik kelompok sendirin tetapi berpotensi juga dipasok ke petani lain di sekitar Kecamatan Sukahening untuk mendukung gerakan pertanian sehat di wilayah Tasikmalaya," pungkasnya. (@nwarwaluyo)
Kembali Digulirkan, Proyek Agribisnis Padi Organik Sasar Kelompok Tani Sriasih Majuhurip Tasikmalaya
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Program pengembangan kawasan agribisnis padi organik di Kabupaten Tasikmalaya terus diperluas, dan kali ini pembangunan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dipercayakan kepada Kelompok Tani Sriasih Majuhurip di Kampung Sukahurip, Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening.
Saat wawancara dengan Pangandaran News, Ketua Kelompok Tani Sriasih Majuhurip, Tatang menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) yang didanai oleh Bank Pembangunan Islam (IsDB) dengan total anggaran mencapai Rp250 juta dengan waktu pelaksanaannya ditetapkan selama 90 hari kerja.
Tatang menjelaskan, dana sebesar tersebut antaraain digunakan untuk membangun sarana pertanian terpadu yang lengkap. Seperti,
✅ 1 unit rumah kompos
✅ 1 unit kandang ternak
✅ 1 unit bak fermentasi pupuk
✅ 1 unit bak penampungan air seni ternak
✅ 1 unit motor roda tiga
✅ 1 unit mesin pengolah pupuk organik
✅ 8 ekor sapi sebagai sumber bahan baku utama
Seluruh fasilitas ini nantinya akan dikelola secara swakelola oleh UPKK Sriasih Majuhurip agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh seluruh anggota kelompok.
Tatang mengaku bersyukur, karena bantuan ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan kawasan agribisnis padi organik
"Sudah jelas sekali manfaatnya, terutama di bidang pertanian organik, karena UPPO ini menjadi penyedia pupuk yang kami butuhkan,” terang Tatang. (30/06/2026)
Ia menambahkan, program ini diharapkan menjadi tonggak kemajuan bagi para petani dan program ini bersejarah juga bisa meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga lingkungan.
"Kami berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan dan kesejahteraan petani di wilayah ini terus terjaga,” ungkapnya.
Proyek ini juga, terang Tatang, didukung oleh lembaga internasional seperti IFAD serta dikoordinasikan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. Dan tujuan dari program ini adalah mewujudkan sistem pertanian yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan petani di wilayah dataran tinggi.
Selain dipakai untuk lahan milik kelompok sendiri, kata Tatang, nantinya hasil olahan pupuk organik dari unit ini juga berpotensi dipasok ke petani lain di sekitar Kecamatan Sukahening untuk mendukung gerakan pertanian sehat di wilayah Tasikmalaya. (@nwarwaluyo)
Dishub Kota Tasik Jamin, Kerja Sama Pengelolaan Parkir Akan Penuhi Hak dan Kesejahteraan Petugas
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pengelolaan retribusi parkir tepi jalan umum yang akan dijalankan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga, dipastikan tetap menjamin terpenuhinya hak serta kesejahteraan seluruh petugas lapangan. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan koordinasi yang digelar dengan melibatkan unsur pimpinan dinas, bagian hukum daerah, serta calon mitra pengelola, bertempat di Aula Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Senin (29/06/2026).
Perwakilan CV Mangkubumi selaku salah satu mitra kerja yang ditunjuk, Samsul, menyampaikan komitmennya untuk menerapkan sistem pengelolaan yang lebih teratur, adil, dan transparan ke depannya.
Untuk bulan ini, jelas Samsul, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku saat ini. Dan mulai periode selanjutnya, baik iuran BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan akan dibebankan sepenuhnya dan diatur secara seragam bagi seluruh petugas.
"Kami juga menyiapkan kelengkapan kerja, mulai dari seragam dinas hingga karcis resmi terstandar agar pengawasan di lapangan berjalan lebih mudah dan tertib,” jelasnya lagi.
Sementara saat diminta keterangannya, Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, mengatakan bahwa pola kerja sama ini telah disusun mengacu pada peraturan yang berlaku. Salah satunya, Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 serta Peraturan Wali Kota Nomor 17 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Pengelolaan Parkir di Tepi Jalan Umum.
Dan hingga saat ini, kata Uen, tercatat sudah ada 15 perusahaan yang menjalin kerja sama dalam pengelolaan sektor ini. Semua kesepakatan ini disusun berlandaskan aturan hukum yang jelas, dengan tujuan bukan hanya meningkatkan ketertiban dan Pendapatan Asli Daerah, tetapi juga memastikan perlindungan sosial bagi para tenaga kerja.
Ia mengaku, pihaknya ingin tunjukkan bahwa pengelolaan dengan pola ini lebih terbuka dan terukur.
Pihak Dinas Perhubungan menegaskan, imbuh Uen, akan melakukan pengawasan rutin dan berkala agar seluruh kesepakatan berjalan sesuai ketentuan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh petugas, pemerintah daerah, serta masyarakat pengguna jalan."Semua hak petugas, mulai dari jaminan hari tua, kecelakaan kerja, hingga biaya pengobatan akan terpenuhi sepenuhnya sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan,” tegasnya.
Masih di tempat yang sama, salah seorang petugas parkir di kawasan Jalur Hijau HZ Mustofa, Yayat, berharap agar perubahan sistem ini tidak membebani mereka.
Menurutnya, dikelola oleh pihak ketiga maupun langsung oleh pemerintah yang penting jangan sampai aturan baru atau target setoran yang ditetapkan justru memberatkan petugas di lapangan.
"Kami siap mendukung asalkan kesejahteraan kami tetap terjaga,” ucapnya. (@nwarwaluyo)
Ada Apa Dengan "Pelet" Pangandaran ? Ini Penuturan Seorang Pengunjung
PANGANDARANNEWS.COM - Pangandaran memang memiliki daya tarik yang sulit dilupakan, perpaduan antara keindahan alam yang terjaga, keramahan penduduk, kekayaan budaya, dan kelezatan kulinernya menjadi "pelet" alami yang membuat siapa saja yang pernah berkunjung pasti ingin kembali lagi.
Seperti disampaikan salah seorang wisatawan asal Bogor, Rosid (48). Ia menuturkan, sudah berapa kali berwisata ke Pangandaran baik dengan keluarga ataupun teman-teman tempatnya ia bekerja.
Ada cerita menarik yang dituturkan Rosid saat bertanya kepada rekan kerjanya, apakah rekan kerjanya pernah berwisata ke Bali. Dan dijawab sudah pernah sekali, dengan komentar bahwa pantai di Bali atau kondisi wisatanya tak jauh berbeda dengan pantai-pantai lain yang pernah ia kunjungi.
Juga ketika ditanya apakah pernah wisata ke pantai Parangtritis, Pelabuhan ratu dan obyek wisata pantai lainnya. Dijawab, semua sudah sekali ia kunjungi.
"Namun ada yang berbeda saat saya tanya, apakah pernah ke pantai Pangandaran?" ujar Rosid. (27/06/2026)
Temannya menjawab bahwa ia sudah sering, berkali - kali bahkan sudah bosan mengunjungi Pangandaran.
Yang bikin Rosid heran, temannya tersebut mengatakan sudah bosan piknik ke Pangandaran, tapi datang berkali-kali.
"Biasanya kalau bosan kan cukup datang 1-2 kali saja, ini mah bosan tapi berkali-kali," ungkap Rosid.
Ternyata Pangandaran punya "pelet alami" yang bikin siapa saja ingin kembali lagi, bahkan tak hanya sekali berkunjung.
Jadi, kata Rosid, wisata ke Pangandaran ini ternyata tidak cukup sekali datang. Karena siapa pun wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, biasanya bisa dipastikan lebih satu kali.
"Itulah pelet yang dimiliki wisata Pangandaran yang membuat wisatawan betah dan ingin berkunjung kembali," ucap Rosid. (hiek)













