Tampilkan postingan dengan label wisata kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata kuliner. Tampilkan semua postingan

Rumah Makan Lobster, Surga Kuliner Di Pantai Timur Pangandaran Tawarkan Kelezatan Udang Karang

PANGANDARANEWS.COM - Di kawasan Pantai Timur Pangandaran berdiri sebuah rumah makan yang kian hari makin ramai dikunjungi oleh pecinta kuliner laut, Rumah Makan Lobster. 

Tempat makan yang satu ini menawarkan sajian utama berupa udang karang atau lobster yang kaya manfaat dan bernutrisi tinggi, sehingga tak hanya warga lokal wisatawan dari luar kota hingga mancanegara pun ikut meramaikan tempat makan yang terletak strategis tak jauh dari Kantor Polisi Air (Polair) ini.

Menu andalan di sini tentu saja lobster segar yang dimasak dengan berbagai pilihan bumbu khas yang kaya akan protein, rendah lemak, serta mengandung omega-3.

Udang lobster ini menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin makan enak sekaligus sehat karena selain menu utama lobster, rumah makan ini juga menyajikan aneka hasil laut lainnya seperti rajungan, bawal putih, ikan kakap, baronang, cumi, hingga kerang yang diolah dengan cita rasa khas Pangandaran yang gurih dan memanjakan lidah.

Tak hanya soal rasa, keunggulan rumah makan ini terletak pada lokasinya yang sangat strategis langsung menghadap ke arah Laut Timur sehingga pengunjung bisa menikmati hidangan sambil memandang ombak yang berkejaran di kejauha ditemani semilir angin laut yang menyejukkan.

Suasana terbuka dan alami membuat pengalaman bersantap menjadi lebih menyenangkan, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas lelah setelah beraktivitas.

Menurut beberapa pengunjung, tempat ini bukan hanya sekadar rumah makan, tetapi juga menjadi destinasi kuliner yang layak untuk dikunjungi berulang kali. 

“Saya ke sini tiap liburan ke Pangandaran. Lobsternya segar, sambalnya mantap. Tempatnya juga tenang, bisa lihat laut langsung,” ujar Iwan, wisatawan asal Bandung. 

Hal serupa disampaikan pasangan turis asal Belanda yang mengaku jatuh cinta pada rasa dan suasana yang ditawarkan, di rumah makan ini.

Rumah Makan Lobster membuktikan bahwa kuliner laut dapat dikemas menjadi pengalaman yang memikat, baik dari sisi rasa maupun suasana. Dengan potensi yang terus tumbuh, tempat ini layak menjadi ikon kuliner tepi laut di Jawa Barat. 

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Pangandaran, mencicipi sajian di rumah makan ini seolah menjadi agenda wajib yang tak boleh dilewatkan. (harisfirdaus)

Krispi Cumi Jadi Andalan Aneka Oleh-Oleh Di Obyek Wisata Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM
- Rasanya ada yang kurang jika berwisata ke pantai Pangandaran tanpa mencicipi aneka kudapan khas hasil laut, seperti makanan sea food atau ikan asin.

Banyak aneka kuliner khas pantai yang bisa memanjakan selera makan yang bisa dinikmati langsung di kawasan wisata atau berburu makanan siap saji, baik untuk dimakan langsung atau untuk dibawa pulang menjadi oleh-oleh liburan.

Berlokasi di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tepatnya di obyek wisata pantai timur berjejer kios-kios penjual aneka makanan krispi berbahan dasar udang, cumi, ikan wilis dan krispi baby crab (kepiting kecil).

Menurut salah seorang pedagang pemilik toko pedagang, Ipit Kertiti pemilik kios "Mamah Ipit", jika sedang ramai kunjungan wisatawan tokonya mampu menjual aneka makanan ini hingga 1 kwintal per hari.

"Namun jika sepi pengunjung paling omzet penjualan kami sekitar 20-30 kilo gram perharinya, "terang Ipit.(19/02)

Ia menyebut di tokonya udang krispi dipatok dengan harga Rp240 ribu/kg, ikan wilis Rp360 ribu/kg,
baby crab Rp 240 rb/kg dan krispi cumi Rp480 rb/kg.

"Untuk saat ini yang menjadi favorit pembeli masih didominasi dengan krispi cumi," terang Ipit.

Menurut Ipit yang sudah berjualan puluhan tahun, usahanya ini sangat tergantung pada kunjungan wisatawan yang datang ke Pangandaran, sehingga saat arus wisatawan berkurang omzet penjualannya pun akan terdampak sekali.

"Seperti saat pandemi beberapa waktu lalu, saat itu tidak ada wisatawan yang datang dan jualan saya pun sangat sepi pembeli," ujar Ipit.(hiek)

Sate Daging Sapi Muda Jadi Menu Paforit Di Lesehan Saung Ranggon Maya Emplak


PANGANDARANNEWS.COM
- Ingin mencicipi aneka makanan sate dari olahan daging sapi muda dengan cita rasa yang berbeda, tempatnya ada di Rumah makan lesehan Saung Ranggon Maya yang berlokasi di rest area bunderan Desa Emplak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran.

Selain rasanya yang lezat, dagingnya juga empuk ditambah aneka bumbunya yang komplit serta dipadukan sayuran yang masih segar dengan sambal sebagai ciri khasnya membuat selera makan pun akan bertambah.

Rumah makan lesehan Saung Ranggon Maya, dengan bangunan unik menggunakn serba kayu terletak di simpang tiga tepatnya arah ke obyek wisata Pantai Karapyak menjadi tempat strategis untuk pengunjung menikmati kudapan sate ditambah lagi ada temat untuk bersewa poto dilokasi tersebut.

Menurut salah seorang pengunjung asal Bandung, ia mengaku sering berkunjung ke Lesehan Saung Ranggon maya saat akan liburan ke pantai Pangandaran.

"Biasanya kalau berlibur ke Pangandaran pasti saya dan keluarga mampir ke Lesehan ini Saung Ranggon Maya, " Ungkap Wawan pada PNews.(12/02)


Selain tempat parkirnya luas kata wawan, bangunannya juga bagus buat selfie bersama keluarga.

Masih kata Wawan, Lesehan Saung Ranggon Maya memiliki berbagai menu makanan  namun ia memilih sate sapi muda menjadi menu favoritnya karenan selain rasanya enak dagingnya juga empuk dibalut bumbunya yang banyak.

"Harganya pun sangat terjangkau sehingga pas untuk makan bersama rekan dan keluarganya, "imbuh Wawan.

Samentara pemilik Lesehan Saung Ranggon Maya, membenarkan olahan sate daging sapi muda merupakan menu andalan di tempatnya, pasalnya di Pangandaran masih jarang menemukan sate dengan daging sapi masih muda.

"biasanya pengunjung yang mampir kesini rata-rata memesan sate sapi muda, sebab menurut mereka rasanya beda dengan sate di tempat lain, "paparnya.(bill)

OPAK CIKALONG MASIH TETAP JADI OLEH-OLEH KHAS PANGANDARAN

SIDAMULIH-Siapa yang tak kenal Opak Cikalong ? sudah sejak lama makanan berbahan dasar ketan ini selalu menjadi oleh-oleh pakidulan (baca:Pangandaran). Dengan rasa khas serta tekstur tepung ketan yang lembut, membuat opak Cikalong bercita rasa unik dan renyah karena proses memasaknya pun tidak melalui penggorengan tetapi dibakar di atas api.

Pembuatan opak Cikalong mayoritas dikerjakan para ibu-ibu rumahtangga warga Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Melalui proses dan penggunaan alat sederhana, opak Cikalong dari dulu sudah bisa menopang ekonomi pedesaan serta kehidupan pengrajinnya.

Menurut salah seorang tokoh Desa Cikalong, Deddi AW, ada dua sisi efek positif, dari sisi ekonomi, opak Cikalong sudah mampu menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Cikalong.

“Sementara efek lainnya, opak Cikalong bisa menjadi varian wisata kuliner di Kabupaten Pangandaran. “Jelasnya.(5/8)

Opak Cikalong dikerjakan turun temurun hingga sekarang sehingga mata rantai pembuatannya pun tidak putus hingga sekarang.

Seperti dituturkan salah seorang pengrajin warga Rt 01 Rw 01 Kampung Cimanggu Desa Cikalong, Kanik (60), ia sudah puluhan tahun setia meneruskan usaha yang dulu dikerjakan orangtuanya.

Menurut Kanik, Karena saat itu ketiadaan biaya untuk sekolah, ia pun hanya mampu mengikuti pendidikan hingga kelas 5 SD saja.

“Dari tahun 1980 saya menjadi pembuat opak Cikalong. “ungkapnya.

Pembuatan opak yang tidak terlalu sulit, membuat siapa saja bisa melakukan pekerjaan ini,  melalui proses mencampurkan tepung ketan dengan santan kelapa ditambah garam secukupnya lalu dicetak dan dijemur dibawah sinar matahari untuk selanjutnya dibakar.

“Dalam sehari saya menghabiskan 8 kg tepung ketan yang akan menghasilkan sekitar 1500 opak. “terang Kanik.

Dikatakan Kanik, selama menjadi pembuat opak Cikalong nyaris belum pernah menemui kendala yang berarti. Baik modal produksi atau untuk pemasaran  sudah langsung ditangani pengepul yang akan memasarkannya ke kota-kota lain.

“Saya hanya membuat saja, karena tepung ketannya sudah dipasok langsung oleh pengepul, begitu juga opaknya akan dibeli pengepul untuk dijual ke daerah lain. “terangnya lagi.
(Anton AS)

BERBURU KULINER OLEH-OLEH KHAS WISATA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Wisata kuliner merupakan salah satu daya tarik selama ini banyak diburu wisatawan yang datang ke Pangandar Aneka  makanan hasil laut siap saji yang dijajakan pedagang, tepatnya di centra kuliner belakang Tempat Pelelangan Ikan (TPI), selama liburan Hari Raya Idul Fitri tidak pernah sepi pembeli.

Seperti disampaikan salah seorang pedagang, Mamah Ipit, tidak kurang dari 50 kg per harinya bisa terjual, dari mulai udang goreng, cumi-cumi hingga rajungan kecil.
“Bahkan 2 hingga 6 hari setelah lebaran, penjualan kami mencapai 1 kwintal per harinya. “jelasnya. (16/7)

Diakui Ipit, walau kemacetan yang terjadi sepanjang jalan di dalam kawasan wisata sedikit mengganggu omzet penjualannya, tapi libur idul fitri memang merupakan saat marema (laris) para pedagang kuliner.

Sejak ditata tempat jualannya yang sekarang, tepatnya sekitar bulan juli 2016, Ipit dan pedagang lainnya merasakan ada perubahan karena tempat yang sekarang cukup representatif membuat para wisatawan pun senang datang untuk berbelanja baik untuk dikonsumsi langsung atau untuk oleh-oleh.

“Tadinya kami berdagang dengan bangku seadanya di pinggir jalan. “terang Ipit.

Dikatakan Ipit, ia dan teman-temannya sangat mendukung kebijakan Pemkab Pangandaran untuk menata pedagang yang sekarang banyak berjejer di pinggir pantai.

“Karena jika tempat jualannya tertata, maka turis pun pasti akan senang untuk berbelanja. “ungkapnya. (Evhan RS)


SENTRA KULINER LAUT PANGANDARAN SIAP MANJAKAN CITA RASA WISATAWAN

PANGANDARAN-Pusat wisata kuliner kini siap memanjakan lidah para wisatawan yang khusus ingin menikmati aneka  masakan khas laut (sea food). Berada di tepian pesisir pantai barat, tepatnya di jalan pamugaran, kios-kios penjaja masakan bercita rasa pantai dengan nuansa jimbaran, Bali, mungkin bisa menjadi alternatif varian wisata Pangandaran khas kuliner.

Ada 8 kios berjejer dengan nuansa artisitik karena seluruh bangunan didominasi bahan kayu yang akan menambah suasana alami dengan latar belakang bentangan laut samudera hindia. “Ini diharapkan akan menjadi alternatif tujuan wisata, khususnya wisata kuliner.” Kata Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.(1/7).

Jeje yang ditemui saat acara buka bersama sekaligus meresmikan pusat wisata kuliner masakan laut, mengatakan, dengan terinsfirasi pusat jajanan laut yang ada di Pantai Jimbaran, Bali, kini pangandaran pun sengaja menghadirkan kawasan pusat jajanan pantai sebagai salah satu destinasi wisatawan. “Pusat kuliner ini juga diharapkan bisa sedikit mengurai kepadatan pasar ikan talanca di pantai timur. “Imbuh Jeje. 

Dengan lokasi yang strategis dan tampilan yang refresentatif, sentra kuliner diharapkan juga bisa menambah pembendaharaan kepariwistaan Pangandaran. "Insaalloh, tahun depan akan dibangun lagi dengan anggaran sebesar Rp 6 milyar. " Terang Jeje.

Dalam tersebut yang juga dihadiri Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda, Mahmud, SH. MH, pejabat Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan para tokoh agama ini sengaja digelar agar masarakat tahu perkembangan kepariwisataan yang terus digalakan pemerintah untuk menjadi Pangandaran sebagai wisata dunia. “Saya harap, semua program yang ada di pangandaran mendapat dukungan dan selalu dikawal para alim ulama, sebab apa pun yang kami kerjakan tidak ingin ditinggalkan pemuka agama. “Kata Jeje.(hiek)