Tampilkan postingan dengan label pon XIX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pon XIX. Tampilkan semua postingan

DUA ORANG PDP DINYATAKAN POSITIF COVID-19 DI KOTA BANJAR

BANJAR NEWS-Dua Pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Kota Banjar merupakan warga Kabupaten Ciamis dan warga Banjar, di nyatakan positif Virus Corona.

Seperti disampaikan Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, saat konferensi pers di Kantor Sekertariat Daerah (Setda) Kota Banjar, pada hari ini di kota Banjar ada 2 pasien yang dinyatakan postif covid-19.

Kata Nana, warga Banjar yang positif ini seorang laki-laki berusia 16 tahun dan seorang perempuan dengan usia 72 tahun merupakan warga Kabupaten Ciamis.

"Sebelumnya warga Banjar yang positif ini tidak pernah beraktifitas ke daerah yang zona merah atau datang dari zona merah, pasien ini awalnya cuma sakit demam saja, "terang Nana.

Nana juga mengatakan, agar masyarakat mengikuti himbauan pemerintah isolasi diri sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 sehingga tidak menambah pasien positif lagi.

Dengan kejadian ini, Nana menegakan agar masyarakat mau bekerjasama dengan pemerintah untuk  menangani penyebaran COVID-19, dengan cara antara lain diam di rumah. Dan untuk itu, menurut Nana, pihaknya akan lebih tegas dalam mengatasi penyebaran COVID-19.

Nana mengatakan, pihaknya akan lebih tegas lagi melakukan berbagai upaya pencegahan dan saya berharap masyarakat  mau mengikuti untuk lakukan cocial distancing dan diam di rumah saja sehingga pemerintah lebih mudah menangani penyebaran COVID-19 ini.

"Saat ini tim sedang melakukan tracking, siapa saja yang sudah kontak dengan pasien positif corona ini, sementara kedua pasien sekarang sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi khusus di RSU kota Banjar, “jelas Nana.

Sementara Wakil Direktur (wadir) bagian pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Banjar, Purkon saat di hubungi media, membenarkan adanya 2 pasen positip virus corona dan sekarang dirawat di RSU.

“Sekarang keduanya sedang menjalani perawatan khusus, “ucaapnya singkat. (TITO)

BASARNAS TERUS PANTAU BANJIR BANDANG GARUT DAN PON XIX 2016

CIJULANG-Badan SAR Nasional (Basarnas) terus melakukan pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut  Jawa Barat melalui pantauan udara dengan menggunakan pesawat helikopter HR-3601 milik Basarnas yang diberangkatkan dari Bandara Nusawiru Kabupaten Pangandaran.

Dari ketinggian 250 hingga 300 ft pencarian pun terus dilakukan di beberapa titik, termasuk menyusuri aliran Sungai Cimanuk dari hulu hingga ke hilir, Karangsari, Leuwigoong sampai
Jatigede juga di sekitar lokasi kejadian dengan menempuh waktu 1,5 jam.

Demikian dikatakan anggota Basarnas, Sandi Jaelani, saat ditemui sejumlah awak media di Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran.

“Setelah melakukan pencarian, kami pun kembali ke Posko Basarnas untuk evakuasi medis udara di pangandaran,” kata Sandi.(25/9).

Sementara pilot helikopter HR-3601 Basarnas, Mayor Laut (P), Candra Budiharjo yang  didampingi Copilot, Lettu Laut (P), Baron, menambahkan, sesuai standar Basarnas, selama 7 hari pihaknya akan  terus melakukan pencarian korban. Dan  apabila dalam waktu 7 hari masih diperlukan pencarian, pihaknya pun siap sampai ada perintah penghentian dari pimpinan.

Dari hasil pantauan udara,  menurut Candra, hinggai hari ini (25/9-red), arus air Sungai Cimanuk masih deras walau semuanya tidak luput dari pantauannya.

“Kita menyusuri aliran sungai sampai muara Jatigede, tapi sampai hari ini kami belum menemukan korban, atau mungkin karena kondisi sungai yang cukup dalam membuat pantauan kami tidak maksimal. “Imbuh Candra.


Masih kata Candra, sesuai dengan perintah dan arahan atasan, tim akan terus melakukan pencarian korban sesuai standar oprsional basarnas.

“Jadi, selain pemantau evakuasi korban banjir di garut, Posko Basarnas di Bandara Nusawiru standby terus sebagai posko evakuasi medis udara dan sekaligus posko udara penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016. “Imbuhnya. (AGE).




CATAT NILAI 0,0, ATLIT TERJUN PAYUNG JABAR DAPAT BONUS 100$ USA

CIJULANG-Atlet terjun payung putra Jawa Barat, Sangga Lelana (41), siang tadi, Minggu (25/09) mendapatkan bonus 100$ USA yang diserahkan langsung oleh manager  timnya. Bukan tanpa alasan, bonus tersebut diperoleh setelah Sangga Lelana dinyatakan mendapat nilai pendaratan yang memuaskan, dengan nilai point 0,0.

"Ini merupakan kepuasan bagi semua yang ada tim penerjun jabar, dan tentunya pendaratan dengan nilai point 0,0 ini harus bisa dipertahankan pada even selanjutnya baik di tingkat nasional atau pun internasional", ucap Sangga.

Ditambahkan Sangga,  sebenarnya manager timnya sudah sering memberikan bonus saat atletnya mempunyai prestasi bagus.

“Ini bisa menjadi salah satu motivasi kami agar terus bisa meningkatkan prestasinya di cabang olahraga terjun payung", tambahnya.

Saat Sangga Lelana mendaratkan kakinya dengan ketepatan mendarat yang sangat sempurna, sontak, penonton yang ada di sekitar venue Bandara Nusawiru  Pangandaran pun memberikan tepuk tangan meriah dengan teriakan gembira sebagai bentuk dukungan moral buat kontingen terjun payung Jawa Barat.

Nur Asih (22), penonton asal Kabupaten Tasikmalaya mengungkapkan kegembiraannya saat atlet putera jabar ini mendarat tepat pada sasaran dengan nilaI point memuaskan.

"Hidup jabar …!hidup Wela…! ( panggilan Sangga Lelana-red). “Teriaknya girang.

Nur Asih pun berharap, apa yang diperoleh Sangga Lelana ini bisa diikuti rekan-rekannya satu tim. (AGE)

TERJUN PAYUNG PUTRI JABAR RAIH EMAS

CIJULANG-Team atlet terjun payung putri Jawa Barat akhirnya berhasil tampil sebagai juara dengan meraih medalai emas pada perhelatan terjung payung di kelas ketepatan mendarat beregu puteri PON XIX 2016 dengan mencatat perolehan nilai 1,40 disusul Atlet DIY dengan nilai 1,72 dan Atlet dari kontingen Lampung dengan nilai 2,43 yang dipertandingkan siang ini, Minggu,(25/09) di Bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang  Kabupaten Pangandaran.

Seperti diungkapkan salah.seorang atlet puteri Jabar, Ni putu Irma Purnama Dewi,  tim puteri jabar berhasil  meraih medali emas di kelas ketepatan mendarat puteri karena unggul dalam  perolehan nilai.

“Kami bersyukur, ahirnya tim jabar bisa menyumbangkan emas dari cabor terjun payung. “Ungkap Ni Putu.(25/9).

Seperti diketahui, cabor terjun payung kelas ketepatan mendarat beregu puteri ini diikuti lima provinsi. Antara lain, DKI Jaya, Lampung, Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan tuan rumah Jawa Barat.

Dalam perebutan medali emas di cabor  ini, menurut Ni Putu, persaingan skil dan kemampuan atlit tiap kontingen sangat ketat, terutama saat pendaratan karena harus disesuaikan dengan faktor kecepatan angin di lokasi pertandingan.

"Target tim untuk bisa meraih minimal 3 medali dari 6 medali emas yang diperebutkan pada cabor terjun payung ini mudah-mudahan bisa tercapai sesuai harapan masyarakat jawa barat", pungkasnya. AGE).

3 PENERJUN ASING BANTU PENJURIAN CABOR TERJUN PAYUNG PON XIX

CIJULANG-Untuk menjaga netralitas penjurian Cabang Olahraga (cabor) Terjun Payung, pihak panitia PON XIX 2016 mendatang tiga juri (event judge) dari luar negeri. Ketiga juri tersebut, Wiliam (Australia), David Choi (Korea) dan Yazer (Bahrain).

"Bukan berarti Indonesia tidak mampu, tapi kita ingin menunjukan sportifitas dan profesinalisme kompetisi terjun payung, maka kita libatkan tiga orang event judge kesisin. “ Ungkap  Ketua Bidang Perlombaan, Dadan Dani Dipoera saat ditemui wartawan di veanue terjun payung, bandara Nusawiru Cijulang Kebupaten Pangandaran.(24/9).

Ditambahkan Dadang, ketiga juri asing itu diposisikan menjadi koordinator juri (event judge) dari jumlah keseluruhan 23 orang juri. Dengan banyaknya juri tersebut pada setiap kelas yang diperlombakan akan benar-benar dilihat banyak mata juri dan tentunya ini bisa menghasilkan penilaian yang obyektif, akan sulit untuk dimanipulasi.

“Dan ketiga juri asing tersebut, mereka penerjun senior dari berbagai instansi di negaranya. “Terang Dadang.

Pada 4 kategori yang digelar, ketepatan mendarat perorangan putra dan putri serta ketepatan mendarat beregu putra puti, dan juri langsung melakukan penilaian saat atlet mendarat di lingkaran. Sementara untuk kelas kerjasama antar parasut (canopy formation ) dan kerjasama di udara ( formation skydiving ), tim juri melakukan penilaian melalui video yang diambil langsung dui udara oleh atlet.

"Juri melakukan penilaian secara bersamaan dan berulang-ulang melalui video yang diputar hasil rekaman atlet sehingga penialain pun benar-benar akurat," imbuhnya.

Dati babak awal penyisihan, menurut Dadang, hasil penjurian berjalan lancar dan kontingen dari daerah pun tidak ada yang mengajukan protes.

“Kita sangat terbuka, karena semua hasil penjurian setiap babak ditampilkan di papan pengumuman yang ada di tenda manifest, termasuk video hasil rekaman di udara untuk kelas kerjasama di  udara dan dapat ditonton baik oleh atlet atau official," ujarnya.(hiek)

JUS HONJE MINUMAN KHAS PANGANDARAN, TAMPIL DI BAZAR GURILAPS PON-PAPERNAS 2016

PARIGI-Masih dalam rangkaian PON XIX 2016, bertempat di lapang Parigi diadakan bazar “Gurilaps PON Pestival & Ekhibition PON PEPARNAS Jawa Barat 2016” yang dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wkl Buapti, H. Adang Hadari, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, H. Ida Wiradinata-Hj. Endah Hadari, Sekda Mahmud,SH, MH dan pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran.

Saat diminta kometarnya, kepada wartawan, Jeje mengatakan, acara bazar ini merupakan salah satu catur sukses penyelenggaraan PON XIX 2016, yakni sukses bidang ekonomi.

“Dalam bazar ini sengaja kita tampilkan produk-produk asli pangandaran agar bisa lebih dikenal luas masyarakat. “Ungkap Jeje.(23/9).

Ada produk yang benar-benar bisa menjadi ciri khas Kabupaten Pangandaran, seperti jus honje dan gula berbahan dasar buah dahon (pohon sejenis kiray yang biasa tumbuh di pingggir sungai). Menurut Jeje, komoditi tersebut hanya diproduksi di pangandaran saja.

“Ini bisa kita jadikan produk unggulan dan ciri khas pangandaran. “Imbuh Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, sebagai daerah wisata ini akan maju apabila ada tiga hal. Pertama alam yang indah, seninya yang bagus dan ketiga oleh-olehnya yang menarik, baik itu jenis kuliner atau handycraft.

Dalam acara bazar yang akan digelar selama 3 hari ini (23, 24 dan 25 september) ini, menurut Jeje, diharapkan bisa menggali potensi yang ada di masayarakat agar bisa lebih dikembang dalam bentuk UMKM.

“Sekarang saya sedang fokus dulu pada jus honje, karena minuman ini tidak ada di daerah lain dan nantinya oleh PKK akan dibawa ke Unpas di bandung untuk diteliti, ada kandungan apa minuman honje tersebut. “Terang Jeje.

Dan nantinya, lanjut Jeje lagi, pemerintah akan membantu urusan ijin, standar mutu, packing dan pemasarannya dengan cara disimpan di KUD Minasari untuk membantu menjualnya. “Kalau tidak laku, pemerintah yang akan membayar. “Tegas Jeje. (hiek)

MAHALNYA RETRIBUSI PARKIR DI AREA TERJUN PAYUNG, LANGSUNG DISIKAPI PEMKAB PANGANDARAN

PARIGI-Keluhan masyarakat yang ingin menyaksikan penghelatan PON XIX 2016 pada cabang olahraga (cabor) terjun payung tentang mahalnya retribusi parkir di area Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran tempat diselenggarakannya cabor tersebut, langsung disikapi Pemkab Pangandaran.

Menurut Ka Sat Pol PP Linmas Kabupaten Pangandaran, Dadang Abdul Rochman, S.Ip, retribusi parkir tersebut dilakukan Karangtaruna Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang dan bukan oleh UPTD Parkir Bidang Perhubungan Pemda Pangandaran. “Jadi tidak satu rupiah pun retribusi tersebut masuk pemda. “Ungkap Dadang.(22/9).

Dadang yang ditemuui PNews di ruang kerjanya lebih jauh mengatakan, setelah mendengar keluhan masyarakat tentang mahalnya retribusi parkir tersebut, pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. “Memang benar, parkir untuk kendaraan roda dua Rp.10.00 ribu dan kendaraan roda dua Rp.5.000 ribu.”Jelas Dadang.

Setelah semua pihak terkait berkumpul (Karangtaruna, UPTD Parkir dan Pol PP), lanjut Dadang, maka disepakati retribusi parkir di sekitar area Bandara Nusawiru, untuk kendaraan roda empat menjadi Rp.5000 ribu dan roda dua Rp.3000 ribu.
“Kami pun membuat berita acaranya yang ditandatangani oleh pihak-pihak yang berkompeten. “Terangnya lagi.  (hiek)