Label 4

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Tanamkan Minat Bertani Sejak Dini, Ribuan Siswa di Pangandaran Tanam Bibit Jagung Hibrida

PANGANDARANNEWS.COM - Sebanyak 768 sekolah di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, hari ini serentak melakukan penanaman bibit jagung hibrida secara serentak. (18/02/26). 

Kepada sejumlah awak media, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh, menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tanam-menanam tapi merupakan bagian dari upaya strategis membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pertanian, kewirausahaan, dan kemandirian pangan sejak dini.

Soleh menjelaskan, sebanyak 143.868 bibit jagung hibrida ditanam dalam program tersebut. Penanaman dilakukan di lahan terbuka seluas 55.308 meter persegi, serta memanfaatkan 2.584 galon dan 10.667 polibag. Dan dalam pelaksanaan kegiatan ini didukung lintas sektor, termasuk Dinas Pertanian Pangandaran.

Jadi, kata Soleh, dasar diadakannya kegiatan penanaman bibit jagung hibrida di lingkungan sekolah, karena saat ini jarang sekali anak-anak yang bercita-cita menjadi petani sukses. 

"Maka kita dorong dari tiap sekolah agar para siswa punya keterampilan dalam bertani,” jelasnya saat ditemui di SMPN 2 Parigi.(18/02//26).

Soleh menyebut, guru akan menilai bagaimana siswa memilih bibit yang baik, menanamnya, hingga membesarkannya sampai siap panen. 

Dan setelah panen, lanjutnya, nanti akan dijual dan menghasilkan tentunya dan para guru juga akan mengedukasi pengelolaan keuangan.

Ia juga mengatakan, kedepan generasi muda harus memiliki kesadaran, berjiwa wirausaha serta mempunyai semangat kemandirian pangan. 

“Awalnya penanaman bibit jagung hibrida dilakukan di setiap jenjang sekolah negeri, dari PAUD sampai SMP. Namun ternyata dari swasta juga banyak yang berminat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami berharap, minat siswa dalam bertani ini diharapkan bisa membentuk karakter mereka jadi lebih baik. Karena ia yakin, pembelajaran yang baik itu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak akan lebih menghargai lingkungan dan juga proses, dan penanaman bibit jagung hibrida di sekolah tentu sangt saya dukung dan berharap kegiatan ini terus berlanjut,” ucapanya.(hiek)

Disdikpora Pangandaran Libatkan Siswa, Pemdes Dan Babinkamtibmas Tanam Jagung Secara Masal

PANGANDARANNEWS.COM - Program  kokurikuler Pilar Ketahanan Pangan yang digagas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran terus digulirkan di berbagai sekolah di Kabupaten Pangandaran, seperti salah satunya kegiatan penanaman jagung dilaksanakan di lahan tanah SMP Negeri 6 Padaherang, Desa Payutran, Kecamatan Padaherang.

Selain siswa, kegiatan penanaman jagung tersebut melibatkan Babinkamtibmas, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, perangkat desa dan para guru.

Saat ditemui di lokasi, Babinkamtibmas Desa Payutran, Bribka Dede Kosim (37) menyampaikan, keterlibatan aparat bersama pemerintah desa dan pihak sekolah merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menanamkan nilai kemandirian serta kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak tidak hanya belajar teori tetapi langsung praktik bagaimana memanfaatkan lahan yang ada di sekitar agar menjadi produktif,” ungkap Dede.(13/06/26)

Sementara anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Rohimat Resdiana (36) mengaku pihaknya sangat mengapresiasi kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa, dan aparat keamanan. 

Menurutnya, program ini dapat menjadi pembelajaran penting bagi generasi muda untuk memahami proses produksi pangan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Ia juga mengaku senang saat melihat para siswa dan siswi SMP 6 Padaherang terlihat bekerja bersama membersihkan lahan, membuat barisan tanam, hingga memasukkan benih jagung. ungkapnya.

"Saya berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga hasilnya nanti bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama maupun sebagai sarana edukasi," ujarnya.

Seperti diketahui, program kokurikuler Pilar Ketahanan Pangan Disdikpora Pangandaran ini diarahkan agar sekolah mampu menjadi contoh pemanfaatan lahan sekaligus membangun karakter siswa yang mandiri dan peduli lingkungan.(hiek)

Ikut Lestarikan Budaya Lokal, 27 SD Di Pangandaran Ikut Berpartisipasi FTBI Tingkat Kecamatan

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di SD Negeri 2 Pangandaran, 27 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran siang tadi mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan.(31/07/25)

Menurut Ketua panitia, Rijal Yanwar Ganda Sasmita, sebanyak tujuh cabang lomba yang dilombakan dalam ajang FTBI tahun ini. Diantaranya Pupuh, Biantara, Maca Jeng Nulis Aksara Sunda, Sajak, Borangan, Ngadongeng dan mengarang.

Rijal berharap, kegiatan ini bisa menjadi media untuk menumbuhkembangkan kecintaan para siswa terhadap bahasa dan budaya sunda. 

"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya sunda melalui jalur pendidikan," ungkap Rijal.

Festival ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi, menurut Rijal, juga mampu sarana untuk menanamkan rasa bangga terhadap bahasa ibu (bahasa sunda). 

Menurutnya, melalui FTBI ini para siswa yang mempunyai bakat akan mampu mengekspresikan dirinya dalam bahasa dan seni Sunda secara kreatif serta semakin mencintai budaya lokal.

"Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta dan dukungan dari para guru pembimbing serta orang tua murid yang terus mendorong anak-anak nya yang berbakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan berbasis budaya ini," ucapnya. (hiek)

Ini Menjadi Yang Pertama, SD 1 Babakan Pangandaran Punya Lab Komputer

PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Kabupaten Pangandaran H Jeje Wiradinata memastikan, SDN 1 Babakan menjadi satu-satunya sekolah dasar yang memiliki labolatorium komputer.

Kata bupati, SDN 1 Babakan merupakan sekolah yang disiapkan untuk percontohan sehingga tentu dilengkapi berbagai fasilitas walau dipastikan labolatorium ini lebih banyak digunakan untuk kelas V dan  VI.

"Tapi kita ingin dari kelas I bisa sudah berjalan, sehingga digitalisasi di Pangandaran bisa berjalan dengan baik," ucapnya, pada sejumlah awak media usai peresmian SDN 1 Babakan yang berlokasi di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran. (15/01/2025)

Digitalisasi sejak sekolah dasar ini, menurutnya, sangat penting sehingga nantinya generasi muda di Pangandaran ke depannya tidak gagap teknologi (gaptek).

"Biasanya labolatorium komputer ini hanya di SMP dan SMA, tapi sekarag di SD Babakan sudah memilikinya," ungkapnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Darso mengatakan, SD Babakan 1 ini memang awalnya sudah disiapkan jadi sekolah ungguan sejak dua tahun lalu.

"Namun ternyata di kementrian memang ada program untuk sekolah unggulan ini," katanya.

Kata Darso, kedepanya guru-guru di sekolah ini akan jauh lebih berkompetensi.

"Pendidikan di SDN 1 Babakan ini pun jadi sekolah dasar yang berbasis teknologi," jelasnya.(hiek)

Dengan Bantuan Pemerintah Pusat, SDN 1 Babakan Pangandaran Segera Jadi Sekolah Percontohan

PANGANDARANNEWS.COM - SDN 1 Babakan yang berlokasi di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran bakal menjadi sekolah percontohan modern serta menjadi sarana wisata edukasi, usai mendapat penataan serta pembangunan dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar dari pemerintah pusat. 

Seperti disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, hal ini masih bisa dikembangkan dengan membangun sarana pendukung lainnya.

Kata Asep, lahannya masih ada, dan ini bisa digunakan untuk sarana-sarana pendukung baik untuk seni budaya atau pun  olahraga.

"Sehingga SD Babakan 1 bisa dijadikan sekolah percontohan dan destinasi wisata," kata Asep.(13/01/25)

Menurut Asep bukan hanya infrastruktur, perangkat di SD Babakan 1 ini seperti guru dan kepala sekolah juga sudah disiapkan sehingga sekolah ini bisa dijadikan SD percontohan dan bukan hanya destinasi, tapi juga menghasilkan generasi yang cemerlang dan berkualitas.

"Dan kami di DPRD akan berdikusi dengan Pemkab Pangandaran dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk membahas lebih lanjut soal sekolah percontohan ini," ucapnya.

Masih di tempat yang sama Kepala SDN 1 Babakan Dedi Setiadi menjelaskan, dengan adanya pembangunan sekolah percontohan ini nantinya wisatawan yang datang ke Pangandaran tidak hanya ke pantai atau wisata alam lainnya namun bisa berwisata pendidikan di SDN 1 Babakan. 

Dedi menyebut, tidak hanya oleh pemerintah pusat tapi SD 1 Babakan ini dari sisi kegiatan nantinya akan dipantau langsung oleh UPI Bandung, seperti masalah kekurangan tenaga pendidikan, hingga masalah alat pembelajaran siswanya. 

"Soal ini bisa komunikasi langsung ke UPI Bandung yang sudah melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan,” ucapnya.

Meskipun saat ini sekolahnya yang bakal menjadi percontohan, namun Dedi juga berharap ke depan akan muncul sekolah percontohan lain dengan kualifikasi yang cukup baik.

Saat ini, terang Dedi, di SS 1 Babakan ini muridnya terbanyak dengan jumlah kelas ada 18 dan satu kelasnya rata-rata ada 25 siswa, kelas 1 ada 27 siswa. 

"Total siswa kami ada sekitar 470 dan tenaga pengajarnya ada 25 guru, semua ASN dan tinggal 4 guru yang masih honor,” jelasnya.(hiek)

Hari Ini Tiga Ribu Paket Makan Bergizi Gratis Dibagikan di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Pendistribusi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pangandaran sejak hari ini tanggal 6 Januari 2025 sudah dimulai, dan sekitar 3.009 paket makanan pun dibagikan kepada siswa di semua jenjang.

Seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Darso, untuk gelombang pertama program Makan Bergizi Gratis dibagikan di dua desa di Kecamatan Cijulang.

Untuk sementara, kata Darso, paket makanan gratis ini didistribusan ke kelompok belajar (Kober) atau PAUD, TK, SD, SMP dan SMA di tiga desa di Kecamatan Cijulang.

"Dengan sasaran 3.001 siswa," terangnya.(06/01/25)

Menurut Darso, pihaknya berharap program ini bisa membuat siswa jauh lebih sehat, jauh lebih pintar dan tidak ketinggalan oleh negara lain.

Darso.menjelaskan, menu makanan untuk Makan Bergizi Gratis ini diantaranya nasi, telur rebus, tumis tempe, daging ayam goreng dan buah jeruk,  sementara minumannya para siswa membawa sendiri.

Saat diminta tanggapannya, siswi SDN 1 Margacinta Asyifa mengatakan, porsi Makan Bergizi Gratis itu membuatnya cepat kenyang karena sudah sarapan terlebih dahulu.di rumah.

Biasanya ia juga mengaku bawa uang untuk jajan saat sedang jam istirahat, dan sebelum berangkat sekolah ia juga makan dulu di rumah.

"Saya sudah biasa jajan di warung atau di tukang jajanan yang ada di sekitar sekolah," akunya.(hiek)





SD Negeri 2 Karangjaladri Parigi terapkan Kurikulum Merdeka Belajar, Siswa Pun Dituntut Lebih Kreatif


PANGANDARANNEWS.COM
- Pada Tahun Ajaran 2022/2023 dan 2023/2024, Kurikulum Merdeka Belajar ini menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan.

Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan serta mempermudah para pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam, sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta fokus pada penguatan karakter.

Sejumlah sekolah di berbagai daerah kini telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, salah satunya di SD Negeri 2 Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

Menurut salah seorang guru di SD tersebut, Desi Kurnia Sanjaya, dalam kurikulum merdeka belajar ini siswa dituntut untuk lebih inovatif dan kreatif di saat menerima pelajaran di kelas.

Bisa saja, kata Desi, pada mata pelajaran matematika diaplikasikan pada kejadian yang terjadi di dalam keseharian siswa baik saat di rumah atau pun di lingkungan sekolah.

"Jika dulu siswa lebih ditekankan mencatat dan menghafal, pada kurikulum merdeka belajar ini siswa harus bisa berkreasi secara mandiri," terang Desi (14/05)

Kata Desi, ada beberapa karakteristik utama dari kurikulum merdeka belajar ini, seperti fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam.

Waktu untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata pun lebih banyak, sehingga, ungkap Desi, pembelajaran yang menyenangkan dan relevan sejalan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan.

Dalam kurikulum merdeka belajar ini pun, imbuhnya, siswa diberi keleluasaan dan dukungan perangkat ajar serta materi pelatihan untuk mengembangkan minat dalam proses pembelajaran berkualitas.

"Untuk sementara di SD 2 Karangjaladri ini kurikulum merdeka belajar baru diterapkan di kelas 1 dan 4," pungkasnya. (hiek)

Disdikpora Pangandaran Himbau Sekolah Tidak Melaksanakan Study Tour

poto ilustrasi

PANGANDARANNEWS.COM
- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandarann meminta kepada SD dan SMP untuk tidak melaksanakan study tour ke luar daerah, pasalnya Disdikpora telah menerima surat edaran soal imbauan study tour tersebut dari Pemprov Jabar sehingga Disdikpora pun harus menindaklanjuti surat edaran tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Darso, dengan adanya surat edaran ini pihaknya pun mengimbau agar sekolah di Pangandaran membatalkan niatnya untuk pelaksanaan study tour.

"Intinya dengan adanya surat edaran tersebut, sekarang SD dan SMP tidak boleh lagi mengadakan study tour para siswanya," terang Darso.(14/05)

Darso mengatakan, jumlah sekolah yang ada dibawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran ada 343, dengan rincian 287 SD dan 56 SMP.

"Hasil rapat koordinasi di Dinas Pendidikan, kami sudah menetapkan imbauan kepada 343 sekolah ini," ucapnya.

Namun untuk beberapa sekolah sudah ada yang fix akan melaksanakan study tour dan sudah mengurus semuanya ini dengan pihak ketiga, maka, kata Darso, bisa saja diizinkan melaksanakan study tour karena dalam surat edaran yang mereka terima ada pernyataan bahwa yang sudah punya tujuan study tour sehingga tetap bisa dilanjutkan.

"Namun bagi sekolah yang baru sebatas rencana saja, kami tetap mengimbau untuk tidak melaksanakan," tegasnya.

Darso juga meminta kepada sekolah yang sudah diberi surat izin dan sudah berkomunikasi dengan pihak ketiga, pihak sekolah harus mengurus surat izin dari Dinas Perhubungan dan lainnya serta meminta untuk memilih vendor jasa wisata yang sesuai termasuk kondisi kendaraan masih bagus atau prima.

"Hal ini melihat dari yang Sariater beberapa hari lalu, akibat ada penekanan harga ke pihak wisata membuat kendaraan yang digunakan kurang baik," pungkasnya.(hiek)

Sejak Tahun 2022, Kabupaten Pangandaran Sepenuhnya Terapkan Merdeka Belajar


PANGANDARANNEWS.COM
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengapresisasi kepada tenaga pengajar yang sudah menerapkan merdeka belajar, hal ini  disampaikan langsung oleh Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata saat menghadiri

Malam Penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Bagi Satuan Pendidikan di Kabupaten Pangandaran Tahun 2023, bertempat di Hotel Laut Biru.(13/12)

Di depan ribuan guru dan tenaga kependidikan, bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya karena di Kabupaten Pangandaran kini telah menerapkan kurikulum merdeka belajar saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) kepada para siswa.

"Sangat luar biasa, karena dengan kurikulum merdeka belajar ini akan mampu meningkatkan kualitas belajar, para peserta didiknya," ucap bupati.


Bupati mengatakan, guru harus menjadi suri tauladan bagi para siswanya sehingga guru mempunyai peran penting dalam mencerdaskan juga memajukan bangsa ini.

"Secara pribadi saya sangat menghormati peran para guru dalam dunia pendidikan," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Darso mengatakan, Hari Guru Nasional bukan sekedar seremonial namun ia juga memberikan apresiasi kepada guru TK di Pangandaran serta menjadikan motivasi untuk teman-teman guru, kepala sekolah, pengawas untuk meningkatkan pendidikan di Pangandaran.

"Penghargaan yang diserahkan kepada para guru ini mulai dari jenjang PAUD TK-kober, SD dan SMP," terang Darso.

Apresiasi guru ini, kata Darso,  merupakan implementasi dari kurikulum merdeka yang selama ini dicanangkan dari kementerian langsung Kemendikbud.

Ia menambahkan, kurikulum merdeka sudah diterapkan di Kabupaten Pangandaran sejaktahun 2022-2023,  walaupun ini baru beberapa sekolah.

"Dan Alhamdulillah untuk tahun ajaran 2023-2024 sudah semua sekolah melaksanakan kurikulum merdeka," katanya. CC

Ia mengakui banyak tantangan dalam menerapkan kurikulum merdeka di Pangandaran, mungkin karena ini hal baru. Namun ketika dilaksanakan dengan maksimal di setiap sekolah, ternyata bisa diterapkan.

"Jumlah sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka, 287 SD dan 54 SMP," jelasnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran Dodi Djubardi, mengatakan, atas nama seluruh guru dan tenaga kependidikan menyampaikan terimakasih kepada bupati dan Kepala Dinas Pendidikan yang telah memberikan ruang seluas-luasnya kepada seluruh guru pengajar untuk bisa berkontribusi pada pembangunan daerah khususnya di bidang dunia pendidikan.

Dengan tersedianya fasilitas belajar dan kesejahteraan guru, menurut Dodi, ini tentu sangat membantu aktivitas guru dalam proses mengajar.

"Sekali lagi, atas nama seluruh guru dan tenaga kependidikan kami menyampaikan terima kasih pada pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran," ujarnya. (hiek)

Deklarasi Anti Perundungan Di MTsN 4 Pangandaran Disambut Antusias Para Orang Tua Siswa


PANGANDARANNEWS.COM
- Maraknya pemberirtaan di media sosial terkait perundungan yang terjadi di dunia pendidikan menjadi perhatian semua pihak, termasuk kekhawatiran para orangtua siswa dan juga para guru pengajar di setiap sekolah.

Untuk mengatisipasi hal tersebut pihak sekolah tentu harus mampu memberikan perhatian ketat pada para peserta didiknya, seperti yang dilakukan Mts Negeri 4 Pangandaran.

Bertempat di lingkungan kampus MTs Negeri 4 di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, digelar deklarasi anti perundungan dan bersih narkoba.(03/10)

Pada kegiatan dalam rangka mencegah perundungan seperti yang sedang viral di media sosial saat ini, langdung dihadiri pihak kepolisian, anggota DPRD dari fraksi PPP H Asikin, para pengajar dan seluruh orang tua siswa.

Ditemui di sela-sela kegiatan, kepada PNews Guru Bidang Kesiswaan MTs N 4 pangandaran Nurcholis S.Ag menjelaskan,
kegiatan ini dalam rangka mencegah terjadinya kekerasan, perundungan dan terhindar dari bahaya peredaran obat-obat terlarang terhadap siswa.

"Kami pihak sekolah sengaja menghadirkan Polri agar dapat menyampaikan dari sisi regulasi dan aturan perundang undangan tentang kekerasan dan narkoba ini," ungkapnya.


Masih di tempat yang sama Babin Kamtibmas dari Polsek Padaherang, Briptu Bagus Dwi Huda
menambahkan, tugas pencegahan ini tentunya bukan hanya kewajiban kepolisian saja tapi juga merupakan kewajiban  semua pihak, baik itu orang tua siswa  maupun para dewan guru di sekolah.

"Keterbatasan anggota kepolisian yang bertugas merupakan salah satu dasar utama pengawasan pencegahan yang harus melibatkan semua pihak," jelasnya.

Sementara menurut salah seorang orangtua siswa, Ismail Sidik ( 42), ia mengaku sangat antusias dan mendukung kegiatan ini karena kegiatan paling tidak dapat meringankan kekhawatiran para orang tua pada kejadian perundungan dan bahaya narkob.

Ia juga berharap, mudah-mudahan deklarasi anti perundungan dan bersih narkoba ini bisa mengantisipasi kejadian tersebut.

"Saya benar-benar miris  melihat kejadian yang akhir-akhir ini terjadi pada siswa di lingkungan sekolah," akunya.(Tn)

Agar Siswa Lebih Fokus Belajar, SMPN 2 Sidamulih Larang Siswa Bawa Hand Phone Ke Sekolah


PANGANDARANNEWS.COM
- Ada kebijakan sekolah yang harus ditaati seluruh siswa dilarang membawa Handphone (HP) ke sekolahnya, walau pihak sekolah tidak menerapkan sanksi namun para siswa wajib mengikuti aturan ini.

Demikian disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Sidamulih Kabupaten Pangandaran Imat Rudi Priatna, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(29/08)

Larangan itu menurut Imat dilakukan agar siswa bisa fokus saat kegiatan belajar, karena penggunaan gadget ini kadang membuat konsentrasi siswa tidak konsentrasi sepenuhnya.

Dan jika diketahui ada siswa yang ketahuan membawa hp, maka guru akan mengambil hp tersebut dan menyimpan di kantor sekolah. Dan jika siswa akan mengambilnya, maka pihak sekolah akan meminta orang tua murid untuk mengambilkanya ke sekolah.

"Lalu kami sampaikan ke orangtua siswa agar anaknya tidak membawa hand phone ke sekolah," jelas Imat.

Imat mengku gembira, karena selama ini orang tua siswa bisa diajak kerjasama untuk memperingatkan anaknya agar tidak bawa Hp ke sekolah.

Namun pada saat-saat tertentu, kata Imat, justru pihak sekolah menyuruh agar siswa membawa hp ke sekolah karena memang ada mata pelajaran yang harus mengguna hp.

Imat juga mengaku khawatir jika para siswa menggunakan HP untuk hal-hal yang negatif, sehingga ia sering minta kepada orang tua siswa agar ikut mengawasi penggunaanya saat siswa di rumah.

Ia menambahkan, aturan ini akan tetap diterapkan, namun bukan berarti pihak sekolah anti  teknologi.

"Kami hanya membatasi dan mengawasi saja, sebagai control," ungkapnya.(hiek)

Ramdan Menyebut, TBM Lebani Mampu Menjadi Solusi Tingkatkan Minat Baca Anak


PANGANDARANNEWS.COM
- Ramainya isu di dunia pendidikan di Kabupaten Pangandaran tentang sejumlah siswa di SMPN Negeri 1 Mangunjaya  yang tidak bisa baca, saat sudah menjadi sebuah isu nasional dan tentunya menjadi perhatian semua pihak termasuk ketua Taman Baca Masyarakat (TBM) Lebani, Ramdan.

Dalam pertemuan dengan PNews yang difasilitasi Kepala Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar, Oteng Dakik Solehudin, Ramdan menyampaikan, saat ini TBM bisa menjadi solusi untuk meningkatkan minat baca siswa.

TBM Lebani, menurut Ramdan, merupakan salah satu solusi untuk mengantisipai pada isu yang berkembang dengan tanpa mendiskreditkan guru pengajar, karena TBM ini lahir berawal dari keprihatinan terhadap para siswa SD-MI yang sudah kehilangan minat baca.

Ramdan mengaku resah pada dinamika anak-anak, terlebih pada tahun 2020 lalu ada pandemi covid yang mengharuskan proses belajar dilaksanakan dengan cara daring yang menyebabkan secara langsung tidak bisa  mengkontrol kegiatan siswa.

"Dan durasi murid menggunakan android saat itu menurut kami sudah tidak wajar," ungkap Ramdan.(11/08)

Maka lahirlah Taman Baca Lentera Baca Madani, yang prinsipnya menurut Ramdan, hanya untuk menambal "lubang-lubang kosong" para guru tanpa mendeskriditkan para guru pengajar itu sendiri.

Ia mengatakan TBM LEBANI berorientasi terhadap para siswa SD-MI tentunya dengan  pola pembelajaran yang sedikit berbeda dengan pembelajaran di sekolah formil, dengan menyuguhkan proses pembelajaran di alam terbuka sehingga bisa menumbuhkan minat baca dengan perasaan riang gembira.

"Dan hasilnya teruji, anak yang ikut TBM jelas sangat berbeda," ucapnya.

TBM ini, kata Ramdan, tentunya digagas dan dipraktekan para volenteer (swadaya) dengan memanfaatkan tempat di alam terbuka agar anak tidak bosan, dan mungkin ini sedikit berbeda dengan metoda pembelajaran di sekolah karen metoda belajar di TBM bersifat interaktif.

Dalam menumbuhkan minat baca ini, ungkapnya, tidak ada paksaan tetapi tumbuh dengan sendirinya atau dengan metoda tertentu yang legalitasnya pun  dari kepala desa yang rela berjuang untuk dunia pendidikan walau tidak dibiayai, dan ini tentu  butuh perhatian pemerintah.

Ramdan berharap TBM Rebani menjadi solusi terhadap isu dunia pendidikan saat ini khususnya di Kabupaten Pangandaran

"Dan Rebani lebih mengedepankan apa yang siswa butuhkan saat belajar, bisa sambil bermain di alam terbuka atau dengan metode lainnya," pungkasnya. (Tn)

Sejumlah Siswa SMPN 1 Mangunjaya Belum Bisa Baca, Kadisdik Pangandaran Pun Buka Suara


PANGANDARANNEWS.COM
- Dilansir dari sebuah media on line, sejumlah oelajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Mangunjaya kabupaten Pangandaran tidak bisa membaca dan menulis, tentu hal ini membuat Ketua Dewan Guru, Dian Eka Purnawati yang sekaligus koordinator Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merasa prihatin.

Menurut Dian, pada tahun 2023/2024 tercatat ada 29 siswa di SMPN 1 mangunjaya ini belum bisa membaca, yang didominasi pelajar laki-laki.

“Kelas VII tercatat 11 Siswa, kelas VIII 16 Siswa dan kelas IX 2 Siswa” ungkapnya.(03/08)

Saat diminta komentarnya terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin menjelaskan, tidak selamanya proses akan sesuai dengan hasil, dan inilah dunia pendidikan yang terjadi di Pangandaran.

"Guru memberikan pelajaran terhadap murid sudah sesuai dengan tupoksinya, namun kata hasilnya bukan sekolah yang menentukan," kata Agus saat diwawancara sejumlah awak media di SMPN 1 Mangunjaya.(04/08)

Jika saat ini ramai di media terkait ada sejumlah siswa SMPN 1 Mangunjaya yang di duga tidak bisa membaca, Agus  mengatakan, saat ini ia pun sengaja datang ke SMP N 1 Mangunjaya untuk memotifasi  teman-teman guru danemyampaikan bahwa ini merupkan tantangan namun tidak harus malu karena siapa tahu ke 32 siswa ini justru memiliki potensi lain atau bakat lain.

"Saya datangi guru disini untuk mendorong serta memberi perhatian lebih agar membimbing ke 32 siswa tersebut bisa memiliki kompetensi membaca menulis," ujar Agus.

Agus mengaku ia menggarisbawahi sesungguhnya SMPN 1 Mangunjaya ini memiliki anak-anak yang cerdas dan pandai, tapi jangan pernah merasa malu jika memiliki anak anak yang mungkin masih belum bisa membaca.

Disoal langkah apa yang akan dilakukan, Agus mengatakan, pihaknya akan fokuskan untuk memberikan bimbingan lebih, waktu lebih dan perhatian lebih terhadap siswa tersebut untuk mencapai kemampuan mendapat potensi masing-masing siswa ini.


Masih di tempat yang sama, Kepala SMP N 1 Mangunjaya Hadi Sukmana mengakui, berawal dari tahun ajaran lalu ada beberapa siswa yang tidak bisa membaca, maka pihak sekolah pun berinsiatif memberikan pelayanan terhadap siswa terutama pada siswa yang kesulitan membaca. Sehingga ia pun mengmpulkan siswa tersebut dan memberikan pengarahan dengan didamipingi beberapa guru yang memang sudah dipersiapkan untuk membantu agar anak tersebut bisa membaca.

Kata Hadi, tidak ada yang disalahkan dalam hal ini apapun baik alasan covid atau pun lainnya karena hal tersebut perlu analisa dan penelitian.

Bahkan menurutnya, anak tersebut juga tidak bisa dikatagorikan anak berkebutuhan khusus, karena masalah ini pun harus ada pembuktian para ahli.

Sekarang imbuh Hadi, langkah awal yang akan dilakukan, mengumpulkan data-data dulu setelah itu melalukan komunikasi dengan orang tua siswa, jangan sampai orang tua siswa itu sendiri justru akan memberikan tendensi yang tidak baik sehingga nantinya si anak menjadi minder.

"Intinya kami akan berupaya secara internal dulu dengan anak melalui teknik-teknik bagaiman agar anak mempunyai animo tinggi dalam membaca," pungkasnya. (Tn)

Tabungan Di Sekolah Sejatinya Mendidik Siswa Belajar Menabung

 


PANGANDARANNEWS.COM  - Tabungan siswa di sekolah sejatinya untuk melatih anak sejak usia dini menabung, menyisihkan sebagian uang jajan yang diberikan orangtuanya.

Namun sayang, tak sedikit nilai luhur ini tercederai karena saat siswa lulus tabungan yang dikumpulkan selama 6 tahun tersebut sulit untuk diambil.

Namun juga tidak semua sekolah seperti itu, salah contoh para siswa SD di lingkup Kordinator Wilayah (Korwil) Pangandaran dan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, setiap tahun di bulan juni saat kelulusan kelas VI tabungannya dengan mudah bisa diterima siswa.

Seperti disampaikan Ketua Korwil Pendidikan Pangandaran-Sidmulih, Sahrodin, tabungan siswa ini merupakan sebuah amanat dan nilai kepercayaan masarakat khususnya orangtua siswa yang harus dipegang pengelola pendidikan.

Menurutnya, nilai-nilai kepercayaan ini harus ditumbuhkan oleh pengelola pendidikan sehingga nantinya lahir kepercayaan masarakat pada lembaga pendidikan (sekolah).

Siswa menabung di sekolah sipatnya tidak wajib, namun, kata Sahrodin, menabung ini tentu mempunyai unsur edukasi agar murid belajar menabung sejak usia dini dengan menyisihkan sebagian uang jajannya.

"Jadi subtansi menabung di sekolah adalah mendidik anak menabung," jelas Sahrodin, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(09/06)

Sahrodin


Sahrodin menyebut, ada Rp2 millyar lebih tabungan siswa SD di lingkup Korwil Pangandaran dan Rp 1,4 milyar di seluruh SD Korwil Sidamulih.

Ia menambahkan, dalam pengelolaan tabungan ini tiap sekolah bekerjasama dengan pihak perbankan berbadan hukum sehingga setiap siswa lulus sekolah pun tinggal mengambilnya dari bank dan menyerahkan ke masing-masing siswa.

"Jadi dipastikan tiap sekolah mempunyai rekening tabungan bank untuk menyimpan tabungan siswa tersebut," jelasnya. (hiek)

Generasi Unggul Lahir dari Peradaban Islam yang Agung


Oleh : Tawati (Aktivis Muslimah Majalengka dan Revowriter)

Generasi muda adalah harapan terbesar bangsa dalam membangun semangat dan perjuangan. Semua untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di masa mendatang. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu diperlukan niat dan usaha yang sungguh-sungguh. Pemerintah Jawa Barat menyadari akan hal ini, terlihat dari adanya program-program yang telah dibuat untuk anak-anak muda Jabar. Program-progeam unggulan Jabar tersebut diantaranya adalah Jabar Masagi - NGABASO (Jalan Kaki ke Sekolah), Sadesha (Satu Desa Satu Hafidz), dan Maghrib Mengaji.

Pemuda adalah mereka yang memiliki fisik prima, tenaga kuat, semangat yang membara, serta mempunyai daya pikir luas. Namun, tidak sedikit profil pemuda hari ini jauh dari gambaran sejatinya tersebut. Mereka telah mengalami krisis daya juang. Tidak mau hidup dalam kepayahan.

Mereka telah tertimpa krisis jati diri. Terombang-ambing mengikuti arus tanpa mampu melepaskan diri. Krisis jati diri tersebut adalah akibat mereka kehilangan pegangan dan standar hakiki di dalam menapaki kehidupan.

Mereka disebut produktif, tetapi atas standar duniawi. Mereka disebut tangguh, tetapi sebenarnya jadi buruh. Sungguh, mereka adalah korban kezaliman sistem kehidupan yang menghamba materi.

Sesungguhnya program-program unggulan pemerintah yang dijalankan hari ini tidak akan berpengaruh pada perbaikan moralitas generasi jika generasi masih hidup dalam arus sekulerisme-liberalisme yang terus mengikis pola pikir dan pola sikap generasi muda.

Padahal, mereka memiliki potensi yang besar. Sebab, negeri ini akan layak diperhitungkan di kancah percaturan dunia internasional karena potensi pemudanya. Terlebih dengan jumlah besar mereka sebagai bagian kaum muslim, perubahan dunia menjadi lebih baik bukanlah sekadar wacana. 

Namun, ketika racun kapitalisme-liberalisme terus meracuni kaum muda muslim, pada titik inilah sebetulnya tengah terjadi pembajakan dan penyesatan potensi pemuda muslim secara massal dan sistemis. Produktivitas dan ketangguhan pemuda muslim tidak ubahnya bahan bakar bagi mesin ekonomi kapitalisme.

Pemuda muslim butuh perubahan jati diri. Produktivitas dan ketangguhannya hendaknya digunakan untuk perjuangan membela agama Allah. Visi besar penggemblengan mereka sebagai bibit generasi unggul pun hanya bisa berdasarkan aturan Allah.

Allah SWT berfirman, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, ‘Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.’ (TQS Al-Kahfi [18]: 13—14).

Allah juga telah menjamin standar kesuksesan generasi muslim dalam ayat, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (TQS Ali Imran: 110).

Sejatinya, profil generasi muda muslim yang produktif dan tangguh adalah mereka yang menghendaki menjadi terbaik menurut standar Allah, yakni terikat dengan aturan Islam. Para pemuda itu adalah orang-orang yang berkepribadian Islam, yaitu memiliki pola pikir dan pola sikap Islam.

Denyut nadi kehidupan para pemuda tercurah sepenuhnya untuk membela Islam. Keseharian para pemuda kental dengan aktivitas dakwah. Mereka memiliki daya juang, beretos kerja prima, pemberani, berkarakter pemimpin, serta mampu mencapai ikhtiar terbaik dan tawakal tertinggi untuk kemuliaan Islam dan kaum muslim.

Tentu saja, untuk menjadikan pemuda muslim produktif, tangguh, bahkan mampu meraih gelar umat terbaik itu, tidak cukup dengan upaya individu atau pun keluarga semata. Harus ada lingkungan masyarakat yang sehat dan negara yang tidak disetir oleh kepentingan para kapitalis melalui akidah sekulernya. 

Sungguh generasi unggul hanya dapat terwujud dalam sistem Islam. Inkubator untuk menghasilkan profil generasi muda muslim yang produktif dan tangguh membutuhkan peran negara.

Negara di dalam sistem Islam mampu membangun generasi unggul dengan beberapa cara yang tidak terpisahkan, yakni menerapkan sistem pendidikan Islam yang berbasis akidah untuk melahirkan muslim berkepribadian Islam. Negara akan memastikan semua rakyatnya mendapatkan hak pendidikannya secara baik.

Negara juga menerapkan sistem ekonomi Islam yang akan memastikan kekayaan milik umum dikelola negara untuk kemaslahatan umum, termasuk pendidikan. Juga membuka lapangan kerja yang cukup sehingga para kepala keluarga (ayah/suami) akan memiliki pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Pada saat itu, peran ibu fokus untuk mendidik generasi.

Selanjutnya negara menerapkan kebijakan media. Negara mencegah tersebarnya informasi yang akan merusak karakter generasi unggul, seperti sekularisme, kapitalisme, liberalisme, dan pemikiran apa pun yang akan melemahkan keyakinan serta menjauhkan ketaatan.

Wallahu a'lam bishshawab.



Disdikpora Pangandaran Sukses Gelar Sanlat Ramadhan 1444 H Untuk Siswa Kelas 7


PANGANDARANNEWS.COM
-Pesantren Ramadhan 1444 H yang rencananya akan dilaksanakan di awal ramadhan, akhirnya terealisasi pada pertengahan bulan Ramadhan. Namun pesantren Ramadhan atau sanlat (pesantren kilat) kali ini berbeda dengan kegiatan yang biasa dilaksanakan, karena tahun ini selain hanya siswa kelas 7 juga siswa diinapkan selama tiga hari di pondok atau lembaga pesantren terdekat.

Dari 4400 siswa siswi kelas 7 di Kabupaten Pangandaran, setiap siswa diwajibkan untuk  ikut serta dalam kegiatan pondok pesantren yang disebar di setiap pondok di  masing-masing wilayah yang berdekatan dengan sekolah. Dan setiap pondok bervariatif menampung para siswa-siswi sesuai kafasitasnya, ada yang hanya 60 hingga ada yang lebih dari seratus siswa.

Dari 4400 siswa setiap siswa diwajibkan untuk ikut serta dalam kegiatan pondok pesantren. Mereka disebar di setiap pondok di  masing-masing wilayah yang berdekatan dengan sekolah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Agus Nurdin kepada PNews. 

Kata Agus, dengan adanya kegiatan ini Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran berharap pondok pesantren bisa merespon positif sehingga Disdik berharap ada peran MUI yang akan ikut mempasilitasi kegiatan ini.

Agus berharap anak-anak kelas 7 yang dipondokkan ini dapat pengetahuan dan mendapat pengalaman agar bisa mempengaruhi anak untuk memiliki kebiasaan yang baik.

"Dan tentunya juga ada semangat untuk mencintai ilmu dan mau konsisten sholat yang lima waktu," ucap Agus (15/04)

Agus juga berharap agar anak-anak juga dapat berakhlak  baik, namun hal ini tentunya tidak serta merta dengan waktu yang singkat.

"Namun paling tidak banyak hal baik bisa diambil oleh si anak, " ujarnya. (harisfirdaus)

16 Maret 2023, Perwakilan Siswa 10 Korwil Dipastikan Ikuti Pertandingan Olahraga Tradisional


PANGANDARANNEWS.COM
- Dinas Pendidikan Pemuda dn Olahraga Kabupaten Pangndaran kembali menggelar Pertandingan Olahraga Tradisional Tahun 2023, yang akan dilaksanakan tanggal 16 Maret di Desa Masawah Kecamatan Cimerak yang akan diikuti siswa dari perwakilan 10 kecamatan atau korwil (kordinator wilayah).

Menurut plt Kabid Pemuda dan Olahraga, Igis Yajid saat didampingi Analis Kebijakan Arman Danismaya, ada 7 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan, antara lain Hadang (gobag), balap tarumpah, Enggrang, Dogongan, Sumpitan, boy-boyan dan baren.

"Kegiatan ini juga sekaligus untuk seleksi ke tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Subang," ungkap Igis.(13/03)

Igis menambahkan, untuk cabor yang akan dipertandingkan di tingkat provinsi ini ada 5, cabor boy-boyan dan baren tidak dipertandingkan.

Dalam pertandingan olahraga tradisional ini semua atlit merupakan siswa kelas 5, dan ini sekaligus menjadi sarat peserta pertandingan.

Igis menyebut, saat ini pihaknya sudah memiliki 22 wasit yang bersertipikat.

Igis juga mengatakan, para siswa sangat antusias untuk mengikuti even yang rutin dilaksanakan setahun sekali, bahkan saat setiap jam istirahat sekolah para siswa ini sering melakukan olahraga tradisional ini.

"Ini sangat bagus, karena siswa kini lebih cenderung bermain enggrang misalnya dari pada bermain gadget setiap harinya," imbuhnya. (hiek)


Terapkan Vokasi Melalui Jalur Non Formal, Lulusan PKBM Briliant Siap Masuk Dunia Kerja


PANGANDARANNEWS.COM
- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Pangandaran diminta untuk mulai membekali peserta didiknya dengan pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.

Seperti disampaikan kepala bidang Paud Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Undang, PKBM  harus mulai memperhatikan pentingnya pendidikan vokasi agar perannya di tengah masyarakat semakin meningkat.

Sementara menurut ketua PKBM Briliant, Rina Herlina, selain memperbanyak pendidikan vokasi PKBM juga diminta untuk tetap melakukan beragam inovasi terkait model pendidikan yang mampu mendukung keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PKBM, kata Rina, sebenarnya memiliki peran sangat penting dalam mencerdaskan, memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat.

"Salah satunya menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap kerja, "kata Rina Herlina saat di wawancarai awak media. (30/01)

Rina menmbahkan, Kabupaten Pangandaran memiliki sumber kearifan lokal unggul dari mulai wisata, pertanian serta bahan-bahan alam yang bisa diolah menjadi produk unggulan.


Selain dari kegiatan vokasi, imbuhnya, yang hari ini menjadi tuntutan masyarakat untuk melek pengetahuan untuk mengahadapi tantangan masa depan terutama dalam dunia digital di akhir tahun 2022, dan dalam hal ini PKBM bekerjasama dengan forum taman baca masyarakat telah melaksanakan literasi digital diruang publik yang diselenggarakan di sepuluh kecamatan di Kabupaten Pangaandaran. 

"PKBM Brilliant sendiri sekarang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada warga melalui jalur non formal, "ujar Rina.

Rina menyebut, pendidikan vokasi memang menjadi salah satu perhatiannya, karena bisa menghasilkan lulusan yang siap kerja tanpa meninggalkan kewajiban akademik lainnya.

"Dan di PKBM Brilliant juga sudah menerapkan pendidikan vokasi yaitu keterampilan Desain Grafis dan komputer bidang administrasi perkantoran serta tata boga, "terangnya.

Hal senada disampaikan salah seorang nara sumber di PKBM Berliant, Dita sofia Nirmala, selain dari pendidikan kesetaraan PKBM Brilliant menyelenggarakan bimbingan belajar komputer program MS Word dan Microsoft Excel.(bill)

Capaian Nilai Tertinggi Semester 1 Tahun Ini Di SMAN 1 Pangandaran Didominasi Siswa Putri

PANGANDARANNEWS.COM – Pada rapat Orangtua Siswa dan kenaikan SMAN 1 Pangandaran yang dilaksanakan di hangar kampus sekolah, panitia berkesempatan mengumumkan sejumlah siswa yang mendapat nilai tertinggi di masing-masing kelas. Dan entah kebetulan, siswa peraih nilai tertinggi tersebut didominasi diraih oleh siswa putri.

Menurut Kepala SMAN 1 Pangandaran, Drs. H Sukirman, S.T,M.Si, ia membenarkan capaian nilai tertinggi hasil belajar hampir seluruhnya siswa perempuan.

“Siswa SMAN 1 Pangandaran sendiri dari 1287 seluruh jumlah, 60 % lebih adalah siswa putri, “terangnya kepada PNews usai mengikuti acara rapat orangtua siswa.(22/12)

Sukirman mengatakan, ini terjadi karena biasanya siswa putri ini lebih rajin dibanding siswa putra begitu pun dalam membangun karakter, siswa putri terlihat akan lebih santun.

“Jadi ketika karakter seorang siswa tersebut itu, maka prestasinya pun akan baik, “ujar Sukirman.

Padahal jika menurut teori laki-laki akan lebih pintar, namun kata Sukirman, siswa putri mempunyai kelebihan dalam tingkat kerajinan belajar, begitu juga dalam literasi membaca.

Saat disoal hasil rapat dengan orangtua siswa, Sukirman mengatakan, pihaknya mengajak seluruh masyarakat khususnya orangtua siswa SMAN 1 Pangandaran untuk membangun kebersamaan agar tetap bersama-sama mengawal dan selalu mengawasi siswa.

Jika siswa sedang belajar di sekolah, maka sudah menjadi kewajiban penuh pihak sekolah selain bertugas memberikan pelajaran juga membangun karakter siswa yang handal, cerdas serta berahlak mulia.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh institusi atau lembaga lain yang telah berkontribusi langsung mencetak siswa-siswi SMAN 1 Pangandaran meraih prestasi bik itu di bidang edukasi, seni atau pun olahraga.

“Berkat latihan dan bimbingannya, banyak siswa kami yang menjadi juara baik itu di tingkat provinsi hingga ke tingkat nasional, “ungkapnya.(hiek) 


Festival Tunas Bahasa Ibu Menjadi Salah Satu Upaya Lestarikan Seni Budaya dan Bahasa Daerah

PANGANDARANNEWS.COM  - Untuk ikut melestarikan budaya dan bahasa daerah khususnya pada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran selenggarakan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2022 yang digelar di halaman kantor Disdikpora.(19/10)

Dalam kegiatan tersebut sejumlah siswa SD dan SMP mengikuti sejumlah mata lomba, seperti Borangan (Ngabodor Sorangan), Pupuh, Cerpen, Ngadongeng, Aksara Sunda dan Biantara.

Kepada sejumlah awak media Sekretaris Disdikpora Pangandaran Dodi Djubardi mengatakan, tujuan dari Festival Tunas Bahasa Ibu untuk melindungi, menjaga dan melestarikan bahasa dan budaya yang ada di daerah.

"Seluruh jenis mata lomba wajib menggunakan bahasa sunda, termasuk pakaian yang dipakai peserta harus bernuansa adat daerah," ucap Dodi.

Bahasa daerah (sunda) ini, kata Dodi, harus dilestarikan karena saat ini cenderung menurun digunakan siswa, malah menurut data di PBB setiap 1 minggu sekali hilang 1 bahasa daerah, 

“Untuk itu khudsusnya dunia pendidikan harus ikut melestarikan serta menjaga agar bahasa ibu tetap lestari, " imbuhnya.

Dodi menjelaskan, jumlah peserta lomba yang ikut pada cara festival ini ada 28 anak didik SD dan SMP dari masing-masing kecamatan yang sudah mengikuti seleksi di masing-masing kecamatan atau komisariat untuk tingkat SMP.

"Dengan kegiatan festival ini Dinas Pendidikan memfasilitasi para siswa untuk unjuk diri dalam lomba bahasa dan seni budaya daerah, dalam hal ini budaya dan bahasa sunda, “pungkasnya. (hiek)


 

Advertisert

Cube Test