Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan

Tanggapi Aksi Warga, Kades Bungursari Langsung Berhentikan Dua Perangkatnya

PANGANDARAN NEWS.COM – Ratusan warga  siang tadi ramai-ramai mendatangi melakukan aksi ke Kantor Desa Bungur Raya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, menuntut pemberhentian dua orang perangkat desa, Kamis (22/01/26)

 Aksi tersebut dipicu adanya dugaan pernikahan siri yang dilakukan oleh dua perangkat Desa Bungursari masing-masing berinisial A.S, menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan dan A.S.R, menjabat sebagai staf desa.

Menurut keterangan, nikah siri tersebut terjadi pada tahun 2024 dan pihak laki-laki diketahui masih berstatus menikah secara resmi.

Menurut Koordinator aksi, Andri Irawan, tuntutan warga agar kedua perangkat desa tersebut langsung diberhentikan.

“Kami menuntut hari ini juga kedua agar kedua perangkat desa tersebut diberhentikan dari jabatannya,” tegas Andri.

Sementara menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Bungur Raya, Halim, menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan keduanya.

“Kami merespons aspirasi masyarakat, dan langsung memberhentikan kedua perangkat desa tersebut,” ujar Halim.

Halim mengakui, hasil klarifikasi menunjukkan kedua perangkatnya memang telah melakukan pernikahan sirri pada tahun 2024.

“Saat pernikahan siri itu berlangsung, A.S. masih memiliki istri sah dan saat ini sedang dalam proses perceraian,” terangnya.(hiek)


Ratusan Kendaraan Hias Meriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan Ke 80 Di Desa Wonoharjo

PANGANDARANNEWS.COM - Sejak pagi hari jalanan mulai dipenuhi masyarakat yang akan menghadiri Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 80, di lapangan Desa Wonoharjo Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

Segenap petugas sebagai panitia pelaksanaan upacara pun sudah mulai mengatur, menertibkan, dan mengarahkan peserta upacara dengan rapi baik dari barisan maupun kendaraan hias yang dari masingmasing RW.

Kedatangan masyarakat dengan beraneka kendaraan hias dari tiap RW ini tentu mencerminkan, betapa masyarakat Desa Wonoharjo ingin ikut bersama pemdes dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pada upacara HUT Kemerdekaan yang tahun ini mengusung tema, perjuangan, digital elektronik dan ketahanan pangan, Kepala Desa Wonoharjo, dengan mengenakan seragam putih-putih pun tampil menjadi insfektur upacara.

Di bawah cuaca yang cerah,  upacara pengibaran merah putih pun berjalan khidmat serta lancar, mulai dari awal hingga akhir.

Saat ditemui di ruang kerjanya usai upacara, Kepala Desa Wonoharjo Dede Suprapto mengaku merasa senang dan bangga melihat antusias warga yang datang ke lapang mengikuti upacara Hari Kemerdekaan ini.

Dede menyebut, jumlah warga yang datang dari 20 RW untuk mengikuti upacara tahun ini ternyata lebih banyak dibanding tahun lalu.

"Atas nama pemerintahan desa saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Wonoharjo, baik langsung atau pun tidak langsung ikut merayakan hari kemerdekaan ini," ungkapnya.(17/08/25)

Dede mengatakan, selain kegiatan fisik infrastruktur pihaknya juga tahun ini melakukan pemberdayaan masyarakat dengan program bio flok (perikananan) di tiap-tiap RW yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) dan ADD.

"Sebelumnya kami juga memberikan ternak 34 ekor domba yang pengelolaan programnya dilaksanakan oleh bumdes," imbuhnya.(hiek)


Peringati Milangkala Ke 47, Pemdes Wonoharjo Gelar Sejumlah Kegiatan

Dede Suprapto
PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Jadi (milangkala) Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran yang 47 Pemdes Wonoharjo menggelar sejumlah kegiatan diantaranya, lombo hampir semua cabang olahraga, pentas budaya dengan menampilkan kesenian lokal, qosidah dan beberapa lomba lainnya.

Menurut Kepala Desa Wonoharjo Dede Suprapto berharap, dengan moment milangkala ini diharapkan menjadi pemicu baik bagi pemdes mau pun untuk seluruh warga.

Dede mengatakan, Milangkala Desa Wonoharjo tahun 2025 ini merupakan yang kedua kalinya sejak ia menjabat kepala desa. 

Milangkala Desa Wonoharjo ini, kata Dede, merupakan inisiatifnya sejak ia menjadi kepala desa.

"Dan ternyata antusias warga sangat luar biasa," ucap Dede, saat ditemui pada final bola boly di lapang Wonoharjo.(15/07/25)

Ia menambahkan, kegiatan milangkala ini terus akan berlanjut  hingga memasuki bulan Agustus bertepatan peringatan Hari Kemerdekaan.

Ia juga menjelaskan, di Pemdes Wonoharjo ini ada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan ada Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) yang menangani peringatan baik itu hari besar Islam atau pun hari besar nasional.

Ia juga mengaku bangga karena seluruh kegiatan yang selama ini dilaksanakan pemerintahan desa selalu didukung masyarakat, bahkan ikut langsung berkontribusi pada seluruh rangkaian kegiatan. Seperti pada penyelenggaraan turnamen voli ini, seluruh panitia yang terlibat bekerja tanpa pamrih.

"Atas nama pemdes saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh warga, baik yang terlibat langsung atau pun tidak langsung," ucapnya.(hiek)




Libas Cigugur, Tim Desa Cibenda Sabet Juara 1 Turnamen Bola Voli Wonoharjo Cup 2025

PANGANDARANNEWS.COM - Dengan skor 3-0 akhirnya tim bola voli Desa Cibenda Kecamatan Parigi Berhasil meraih juara 1 setelah menaklukan lawannya, Desa Cigugur dan harus puas menempati posisi runer up. Selasa malam (15/07/25)

Pada awal pertandingan, permainan cukup seru dengan diwarnai saling susul point. Namun memasuki babak kedua tampak tim Desa Cibenda semakin mendominasi permainan sementara tim Desa Cigugur pun semakin ketinggalan poin hinggga Tim Desa Cibenda kembali memperoleh kemenangan di babak kedua ini.

Memasuki babak ketiga, tim Desa Cibenda yang sudah meraih dua skor ini pun seakan mendapat semangat untuk bisa merebut tiga skor kemenangan sekaligus.

Akhirnya tim bola bola Desa Cibenda berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-0, dan memaksa tim dari Desa Cigugur harus puas pada posisi kedua.

Kepada PNews, Ketua Panitia Penyelenggara Bangbang Turisno menyampaikan, pihaknya sangat puas dengan penampilan seluruh tim yang sudah berpartisipasi dalam turnamen ini karena masing-masing tim sangat menjunjung tingga sportipitas dalam pertandingan.

Bangbang menerangkan, ada 31 tim putri dan 34 putra yang mengikuti turnamen bola boly Wonoharjo Cup tahun 2025 ini.

"Turnamen ini dimulai sejak tanggal 14 juni lalu hingga malam ini final tim putra setelah kemarin malam pertandingan final untuk tim putri," jelasnya.

Seperti diketahui, untuk juara 1 tim putri dimenangkan tim dari Desa Legokjawa Keecamatan Cimerak disusul juara 2 Desa Pangandaran, juara 3 Desa Sukaresi Kecamatan  Sidamulih dan juara keempat diraih tuan rumah, Desa.Wonoharjo.

Bangbang juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi untuk memeriahkan Milangkala Desa Wonoharjo yang ke 47 ini, yang tepatnya jatuh pada tanggal 15 Juni lalu.

"Untuk seluruh juara mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaam," jelasnya.(hiek)


Tingkatkan Pengetahuan Di Bidang Hukum, APDESI Mangunjaya Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemdes

PANGANDARANNEWS COM - Gelaran acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Kecamatan Mangunjaya yang dilaksanakan Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran di Aula Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, dihadiri langsung Kepala Dinsos PMD Pangandaran, Kejari Ciamis, Polres Pangandaran, Kodim 0625, Camat Kecamatan Mangunjaya, jajaran APDESI Kecamatan Mangunjaya, serta para perangkat Desa se-Kecamatan Mangunjaya.(11/06/25)

Dalam paparannya Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ciamis, Arif Gunadi mengatakan, Kejaksaan Negeri memiliki fungsi utama sebagai lembaga penegak hukum yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta fungsi lain berdasarkan peraturan perundang-undangan.

"Fungsi-fungsi tersebut mencakup penuntutan kasus pidana, penegakan hukum dalam perdata dan tata usaha negara, pengawasan jalannya pemerintahan dan berbagai tugas lain untuk menegakkan hukum dan melindungi kepentingan umum," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas PMD Kabupaten Pangandaran, Trisno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dengan diadakannya kegiatan peningkatan kapasitas untuk para Kepala Desa dan perangkatnya.

“Diharapkan para peserta yang hadir untuk mengikuti pelatihan dengan baik sehingga nantinya dapat di implementasikan di lingkungan kerjanya masing, demi kelancaran pemerintahan desa di Kecamatan Mangunjaya yang melayani masyarakat dan proses administrasi yang baik” ujarnya

Trisno menuturkan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menjalankan tugas dan fungsi dan diharapkansetelah dilaksanakannya kegiatan ini, para perangkat desa agar dapat berinovasi demi terciptanya good governance di Pemerintahan Desa.

Menurutnya, para peserta yang hadir bisa memanfaatkan bertanya terkait dengan adminitrasi ke Inspektorat, aspek hukum ke Kejaksaan dan Kepolisian, serta wawasan kebangsaan kepada TNI. Dan hal ini bertujuan agar tercipta Pemerintahan desa yang lebih transfaran, akuntable dan melibatkan partisipan publik.

"Sehingga masyarakat desa mempunyai peran dalam mengawasi roda Pemerintahan di Desanya masing–masing” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang PMD Kabupaten Pangandaran, Yuningsih, setelah kegiatan ini dilaksanakan diharapkan para aparatur Pemerintahan Desa bisa lebih berhati–hati dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

"Harus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan di dalam RKAPDes, agar dapat terhindar dan tidak berurusan dengan hukum,” tandasnya. (isis. K)



Setelah Beberapa Lama Kosong, Camat Mangunjaya Lantik Pjs Kades Sindangjaya

PANGANDARANNEWS.COM- Pasca di berhentikannya Kepala Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran beberapa waktu yang lalu warga merasa lega, pasalnya Camat Mangunjaya Softan Tanjung siang tadi resmi melantik PJ Sementra Kepala Desa Sindangjaya Aka Zakaria SPd. MPd.(11/06/25)

Usai pelantikan Camat Kecamatan Mangunjaya Softan Tanjung mengaku lega karena sekarang Desa Sindangjaya sudah mempunyai kades walau pun Pj sementara.

"Asa bucat bisul," katanya.

Dengan adanya Pj sementara ini, Sofyan berharap penjabat yang dilantik akan mampu merubah tatanan pemerintahan desa ke arah yang lebih baik.

Disoal berapa masa jabatan Pj sementara ini, menurut Softan, sampai dengan dipilihnya kepala desa difinitif.

"Ya sampai Desa Sindangjaya melaksanakan Pilkdes," jelasnya. 

Masih di tempat yang sama, Pj sementara Kades Sindangjaya Aka Zakaria dalam sambutannya menyampaikan, baginya jabatan ini merupakan sebuah pengorbanan karena bagaimanapun jabatannya saat ini di kecamatan eselon IV B. 

"Sekarang saya menjadi PJ ini sebagai bentuk penyelamatan anggaran pembangunan Bagi masyarakat Desa Sindangjaya, karena kalau tidak ada PJ dengan sendirinya anggaran akan tersendat dan tidak akan melaksanakan pembangunan," ungkapnya.

Aka menambahkan, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat ia tentu harus transfaran dalam pengelolaan anggaran sehingga setiap kegiatan akan pihaknya akan mempublikasikan lewat jejaring sosial.

"Saya mohon doa dan dukungan dari semuanya, semoga saya bisa bekerja sesuai harapan warga," ucapnya.(Tn)

Walau Saat Kemarau, Pamsimas Di Desa Sukahurip Mampu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga


PANGANDARANNEWS.COM
- Di saat warga di sejumlah desa lain mengalami kwsukitan air bersih lain halnya dengan masyarakat Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran, karena walau musim kemarau saat ini sudah berjalan hampir tiga bulan namun kebutuhan air bersih masyarakata masih bisa terpenuhi.

Menurut Kepala Desa Sukahurip Warisman Haerudin mengatakan, kebutuhan air bersih warga ini masih terpenuhi dengan memanfaatkan sumber mata air di Gunung Tayem yang berjarak sekitar 6-8 kilo meter dari pusat penampungan.

Dengan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) ini, kata Warisman, air bersih ini ditampung untuk disalurkan ke 150 kepala Keluarga (KK).

"Pamsimas ini mampu mampu menampung sekitar 34 ribu liter air, sehingga masih cukup untuk  suplai air bersih ke masyarakat walau pun musim kemarau seperti saat ini," jelasnya.(30/08)

Warsiman mengatakan, Desa Sukahurip dengan dengan jumlah penduduk 1.209 KK, sebagian kebutuhan air bersihnya bisa terpenuhi dari Pamsimas, sementara warga lainnya membuat sumur bor di rumahnya masing-masing dengan kedalaman sekitar 20 meter.

Namun Warsiman mengaku, kebutuhan air ini baru sebatas untuk air bersih keluarga, sementara untuk pertanian masih tadah hujan.

Saat ini sekitar 55 hektar sawah milik masyarakat di Desa Sukahurip masih mengandalkan air hujan, sehingga ketika terjadi kemarau panjang banyak sawah yang tidak bisa ditanami.

"Saat ini satu dari dua sumber air bersih di gunung Tayem sudah mengalami kekeringan, mudah-mudahan masih cukup hingga datang musim hujan," ungkapnya.(hiek)

Saat Auden Dengan Pemuda, Kades Sindangjaya Akui Keterlambatan Kegiatan Program Desa Terkendala Non Teknis


PANGANDARANNEWS.COM - Puluhan pemuda yang yergabung dalam Aliansi Pemuda Hegarmanah ramai-ramai mendatangi kantor Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran untuk memepertanyakan sejumlah anggaran tahun 2022 yang diduga tidak berjalan sesuai ketentuan.(19/01)

Aliansi Pemuda Hegarmanah ini datang untuk mewakili masyarakat dengan membawa tiga runtutan yang akan di pertanyakan pada Pemdes sindang jaya.

Keriga point tersebut diantaranya terkait pembangunan balai dusun yang anggarannya bersumber dari bantuan provinsi (banprov) tahun 2022 yang sempat tersendat pengerjaannya,  pembangunan usaha tani yang tidak selsai (mangkrak) di tahun 2022 dan masalah penyaluran BLT Dana Desa (DD) yang belum tersalurkan di tahun 2022.

Seperti disampaikan sekertaris Aliansi Pemuda Hegarmanah,
Iban, kedatangannya ke desa ini untuk selaku memfasilitasi beberapa pertanyaan masyarakat yang tidak punya keberanian untuk menyampaikan langsung ke pihak desa.

"Setelah aspirasi ditampung, kami berusaha menyampaikan hal ini dalan agenda audensi dengan pemerintahan desa, "terang Iban.

Menurut Iban, bila ketiga point tersebut sudah benar-benar terealisasi maka pihaknya pun akan terjun langsung ke lapangan untuk memastikan realisasi program-program yang selama ini disinyalir tidak berjalan, terutama kepada penerima manfaat BLT.

"Kami harus memastikan apakah BLT ini sudah benar-benar terealisasi atau belum, "inbuhnya.

Melihat antusias para pemuda Dusun Hegarmanah, Kepala Desa Sindangjaya, Asep Roni mengaku pihaknya sangat mengapresiasi karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemuda pada pemerintahan desa.

Disoal tiga tuntutan Aliansi Pemuda Hegarmanah, Asep mengatakan, terkiat pembangunan balai dusun Hegarmanah yang sempat tertuda sebenarnya dari awal pembangunan memang ada sedikit kendala berbentuk teknis, yaitu persoalannya tanah yang akan digunakan.

Selain persoalan tanah, kata Asep, tentang Harian Ongkos Kerja (HOK) yang belum terbayarkan, sehingga para pekerja berhenti.

"Begitu juga terkait berhentinya pembangunan jalan usaha tani, ini disebabkan adanya persoalan pada teknis, "jelasnya.

Adapun persoalan yang berkaitan denga BLT DD, ia mengaku karena adanya keterlambatan, namun hal ini sudah bisa diselesaikan.

Asep mengatakan, kendati demikian ia sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Aliansi Pemuda Hegarmanah yang intinya sudah peduli untuk mengoreksi kinerja Pemerintah Desa Sindangjaya.

"Saya banga punya warga yang peduli dengan datang langsung bersama-sama untuk mempertanyakan tanggungjawab, baik secara administrasi atau secara moril, "pungkasnya..(bill)

Warga Desa Sindangjaya Pertanyakan Mangkraknya Pembangunan Jalan Di Dusun Hegarmanah


PANGANDARANNEWS.COM - disebabkan apa proyek pembangunan peningkatan jalan usaha tani dengan anggaran sebesar Rp 115 juta yang yang bersumber dari Dana Desa (DD) yang ada di Dusun Hegarmanah  Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, berhenti pengerjaannya dengan alasan yang tidak jelas.

Namun sayang saat hal ini ditanyakan kepada masyarakat, warga sekitar memilih bungkam tak memberi keterangan.

Saat hal ini konfirmasi Ketua BPD Desa Sindangjaya, Uus, ia pun tidak mau bicara dan hanya menyarankan agar masalah ini ditanyakan langsung ke kepala desa.

"Yang saya tahu proyek ini memang diberhentikan sementara, "kata Uus.(13/01)

Untuk memperoleh keterangan, PNews pun mencoba langsung menemui Kepala Desa Sindangjaya, Asep Roni di rumahnya.

Menurut Asep, pembangunan jalan tersebut dihentikan karena pembelian aspalnya harus inden, dan tidak akan lama lagi pengerjaannya akan dilanjutkan .


Sementara menurut Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan, H Jamapul, pembangunan  jalan tersebut diberhentikan sementara dan anggarannya sudah diserahkan semua ke kepala desa.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Mangunjaya, Arifin Jalapaksi mengatakan, pihaknya malah belum mengetahui jika pengerjaan pembangunan jalan tersebut terhenti.

Aripin mengatakan, seluruh anggaran dari dana desa tentunya bisa diserap dan tidak ada satu desa pun yang DD nya tidak turun.

"Sekarang sudah lewat tahun, terus uangnya untuk pembangun jalan tersebut dikemanakan, "ujar Aripin.

Sementara sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Hegarmanah yang merasa geram pun memasang spanduk sebagai ungkapan kekesalan terhadap Pemerintahan Desa Sindangjaya, yang bertuliskan sejumlah tuntutan.

Seperti disampakan Ketua koordinator aliansi, Iban, pemasangan spanduk ini hanya bentuk protes kecil warga  terkait penggunaan anggaran yang tidak jelas, termasuk BLT DD tahap ke 1 yang tidak di salurkan.

"Dan jika tidak ada kejelasan tentang hal ini rencananya kami akan menggelar aksi atau audensi ke desa, kami segera akan menentukan waktunya, "tegas Iban. (PNews)

32 KK di Desa Bangunjaya Terima Bantuan Program Ketahanan Pangan Bidang Peternakan

PANGANDARANNEWS/COM - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bangunjaya Kecamatan Langkap Lancar Kabupaten Pangandaran mulai salurkan bantuan Domba kepada 32 Kepala Keluarga (KK), bantuan pemerintah tersebut diberikan sebagai upaya ketahanan pangan di bidang peternakan.

Kepala Desa Bangunjaya Oteng Dakik Solehudi kepada sejumlah awak media mengatakan, bantuan ini  merupakan bukti dari komitmen pemerintahan Desa Bangunjaya untuk memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang diberi nama Stasiun Domba Desa Bangunjaya.

Di sini Desa Bangunjaya, kata Oteng, kelompok ternak yang terdiri 5 dusun, semuanya telah menerima bantuan domba sebanyak 70 ekor Betina dan 8 Pejantan Jenis Domba Teksel untuk ketahanan pangan bidang peternakan.

“Program Ketahanan pangan di bidang peternakan Desa Bangun bersumber dari 20% Anggaran Dana Desa Sebesar Kurang lebih Rp. 214.200.000 dari Total Dana Desa Rp. 1.071.000.000, “terang Oteng. (30/12)

Oteng mengatakan, pihaknya berupaya untuk mempercepat realisasi pemulihan ekonomi warga dengan 70 ekor Betina dan 8 Pejantan ini, dan ini dimaksudkan agar dapat terus berkembang dan menjadi program berkelanjutan dan dapat dirasakan seluruhnya oleh masyarakat.

Menurutnya, saat ini pemerintahan Desa Bangunjaya terus mendorong warga untuk beternak dengan memanfaatkan program yang ada saat ini.

Selain itu, imbuhnya, Pemdes Bangunjaya juga berharap pada instansi dapat membantu dalam akses Jalan Usaha Tani Ternak di Stasiun Domba yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat dan para peternak yang terletak di Dusun Limusnunggal Desa Bangunjaya. (isiskoswara)


Warga Sindangjaya Antusias Ikuti Kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H

pangandarannews.com - Tahun baru Hijriah merupakan salah satu momen besar bagi umat muslim yang selalu diperingati oleh setaip kedatangannya, karena diharapkan dengan memperingatinya bisa  meningkatkan kualitas diri utamanya keimanan, lewat hijrah kepada pengamalan ajaran syar’i yang lebih baik.

Seperti disampaikan Kepala Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran saat menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H bertempat di Lapang sepakbola Sindangjaya.(06/08)

Dalam peringatan tersebut, kata Roni, Pemdes bersama PHBI mengisi hari besar umat Islam ini dengan berbagai kegiatn, seperti lomba bedug yang diikuti perwakilan masing masing dusun 2 bedug sebanyak  5 dusun, kreasi santri dan santunan kepada kaum duafa.

Roni mengatakan, setiap tahun kami menggelar acara seperti ini, dan Alhamdulillah Kegiatan ini disambut warga dengan penuh antusias warga, sekitar 5 ribu warga desa ikut hadir dan menyaksikan acara muharaman ini.

“Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut HUT RI, “ucapnya.

Roni berharap kegiatan ini tentu  bisa menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyyah, semua warga menyatu dalam kegembiraan untuk merayakan tahun baru islam.

Sementara salah seorang warga, Imas mengatakan ia menyambut baik kegiatan ini dan berharap Pemdes Sindangjaya bisa terus mempertahankan kegiatan seperti ini. (TnT)


INSENTIF BELUM DIBAYAR, KETUA RT DI DESA CINTAKARYA ANCAM AKAN MENGUNDURKAN DIRI

PANGANDARANNEWS.COM – Seperti dilansir sebuah media lokal, akibat insentif tahunan yang tak kunjung  dibayar seluruh Ketua RT (Rukun Tetangga0 di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran membuat pernytaan akan mengundurkan diri dari jabatan ketua RT.

Saat dikonfirmasi lewat telepon celullernya Kepala Desa Cintakarya Wawang Darmawan membenarkan, ada 41 ketua RT yang mengancam kan mengundurkan diri, tapi hal ini baru sebatas pernyataan sikap saja. 

Kata Wawang, biasanya insentif RT sebesar Rp2,5 juta ini dibayar setiap tahun, tapi tahun 2021 lalu para ketua RT hingga saat ini belum menerima.

“Biasanya setiap tahun ketua RT mendapat insentif Rp2,5 juta dan Ketau RW Rp2,7 juta, “terang Wawang.(4/1)

Awing menyebut sekarang pihaknya belum bisa melakukan sikap apa-apa karena insentif tersebut belum ditransfer dari Dinas Keuangan yang bersumber dari APBD Kabupaten.

Disoal adanya pernyataan sikap para Ketua RT akan mengundurkan diri, menurutnya tentu hal ini dikembalikan sepenunhnya kepada para ketua RT, walau pun ia masih tetap akan berusaha agar insentif untuk RT ini segera cair.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran Wawan Kustaman mengatakan, pihaknya sudah mengetahui hal tersebut dari laporan Kepala Desa Cintakarya, tapi karena memang anggaran insentif RT ini belkum ada ia pun tidak bisa berbuat banyak.

“Saya mengatakan sebaiknya ini bisa dimusawarahkan dengan pihak-pihak terkait, “ujarnya. (PNews)


WARGA MARUYUNGSARI SUDAH LAMA KELUHKAN TUMPUKAN SAMPAH DI SEKITAR PASAR TRADISIONAL

PANGANDARANNEWS.COM - Sampah yang berserakan di samping Pasar Tradisional Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran membuat pemandangan di sekitar pasar tersebut terkesan jorok dan kumuh, timbunan Sampah tersebut sudah terjadi sejak lama dibiarkan dan sampai saat ini belum ada penanganan khusus dari pengelola pasar hingga akhirnya secara bergotong-royong Ketua karang taruna Dusun, RT, RW, BPD, Linmas dan masyarakat sekitar pun mengambil tindakan dengan membakarnya gundukan sampah tersebut dengan di saksikan langsung Kepala Desa Maruyungsari, Tusiman. (11/12)

Menurut Ketua Karang Taruna Dusun, Lijan Sulaeman kepada PNews menuturkan, berbagai macam sampah seperti sampah plastik, karton, sayur, buah, tulang ikan dan sampah keluarga menumpuk di bagian samping pasar persisnya di belakang SD dan posyandu, sehingga aroma baunya sangat memgganggu.

Lijan mengaku tumpukan sampah pasar di sekitar area sekolah dan posyandu ini sudah lama dikeluhkan warga sejak lama, pasalnya selain menimbulkan bau tak sedap juga mengganggu kesehatan warga dan mengganggu kegiatan belajar.

“Saya khawatir tumpukan sampah tersebut mengundang bermacam jenis penyakit,”Ujarnya

Lijan pun mendesak agar pengelola pasar dan pemerintah desa untuk segera mengatasi limbah tersebut, sebelum banyak warga yang terserang penyakit dengan cara meminta kepada intansi terkait agar segera mengangkut serta mencari tempat untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut.

Hal senda dikatakan salah seorang anggota BPD Maruyungsari Rahman. SE, pihaknya mengaku sudah melaporkan masalah ini ke pihak pengelola pasar dan ke Pemdes Maruyungsari.

Kondisi ini juga, kata Rahmat sudah diinformasikan ke Unit Pengelola Teknis Pasar (UPTP) setempat agar sampah tidak meluber kemana-mana karena warga sekitar sangat tertangggu, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini tumpukan sampah tersebut mengeloarkan aroma yang menyengat serta pemandangan di sekitar SD dan posyandu tidak sedap dipandang mata.

“Saya berharap jangan sampai ada warga yang terkena sakit dulu baru ada tindakan, “kata Rahmat.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke desa, Kepala Desa maruyungsari Tusiman membenarkan kondisi tumpukan pasar di area pasar sangat mengganggu warga, dan pihak pemdes pun berjanji  akan segera menindaklanjuti hal ini ke pengelola pasar.

Kata Tusiman, ia sudah berkordinasi dengan pihak kesehatan dan pendidikan dengan melayangkan surat ke pengembang untuk segaera menyelesaikan masalah pasar dan limbahnya, namun dari pihak pengembang sampai sekarang belum ada penjelasan bahkan saat diundang agar dating ke desa pun tidak datang.

Tapi menurut Tusiman Pemdes Maruyungsari tetap bertaggungjawab untuk mencari sulusinya, karena pasar tradisional desa (tarisi)merupakan bagian dari aset Desa. 

“Kami akan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian, bahkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan agar permasalahan limbah pasar yang mengganggu warga serta mengganggu proses belajar mengajar di sekolahan dan kegiatan Posyandu, “tegasnya. (Tn)




PJS KEPALA DESA PASIRGEULIS KECAMATAN PADAHERANG DIDUGA LECEHKAN PROFESI JURNALISTIK

gambar ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM -  Heran, hari gini di era keterbukaan informasi publik masih ada oknum kepala desa yang terkesan alergi menghadapi wartawan. Seperti yang diperlihatkan oknum PJS (penjabat sementara )Kepala Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berinisial A, diduga telah menghina dan melecehkan profesi jurnalisitik. 

Kejadian ini menimpa seorang wartawan sebuah media online Faktualjabar.com kontributor Kabppaten Pangandaran dan Ciamis, WE.

WF menuturkan, awal kejadian, saat datang ke kantor Desa Pasirgeulis ucapan salam WE tidak dibalas onum pjs kepala tersebut, bahkan ia langsung mengatakan “Urang teu boga duit, ulah waka menta duit-(bahasa sunda-red) yang artinya saya tidak punya uang, jangan dulu minta uang. Jelas ungkapan tersebut tidak pantas dialamatkan kepada wartawan karena narasi yang dituturkan oknum PJS Kepala Desa Pasirgeulis tersebut sangat tidak pantas dan sangat merendahkan profesi jurnalis sebagai pilar demokrasi walaupun dalam kontek santai atau bercanda.

Masih cerita WE, saat itu kades akan makan siang, namun sebelum membahas lebih lanjut WF sudah minta ijin dan memohon maaf karena telah menggangu makan siangnya, namun Pjs Kades pun tetap meminta agar WE segera mengutarakan maksud dan tujuan datang menemuinya, tidak sampai disitu, saat itu A juga sempat mengatakan, teu nanaon jang roko – roko wae jeung bensin mah da karunya loba wartawan kadieu sok ngarti ieuh (tidak apa-apa,  buat roko dan bensin saja, karena kasihan banyak wartawan kesini saya juga ngerti).

“Padahal saya dalam profesi saya sebagai wartawan pantang untuk meminta – minta apabila tidak ada sebuah karya, itupun harus ada kerjasama MOU sebelumnya, “tergas WE.(06/11)

WE mengaku sangat prihatin masih ada pejabat yang tidak punya sikap santun dan ini tentu bertentangan dengan UU Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, Bagian Ketujuh Pasal 34 Perilaku Pelaksanaan Dalam Pelayanan dan Bagian Kedelapan Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pasal 35.

WE juga khawatir jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan persoalan yang lebih besar karena bisa berimbas pada persoalan pidana, karena wartawan mrupakan bagian dari masyarakat selaku pemegang hak pelayanan publik seyogianya mendapatkan jaminan. 

Akhirnya tanpa kritik dan koreksi bukan nyinyir, penyelenggaraan publik akan terpuruk jauh meninggalkan standar pelayanan minimal yang seharusnya terpenuhi, dan kondisi seperti ini justru kontraproduktif dengan azas- azas penyelenggaraan pelayanan publik sesuai padal 34 dan 35 UU No.25 Tahun 2009, juga berlawanan dengan reformasi birokrasi yang selama ini digaungkan Pemerintah Pusat.

Sementara hingga berita ini ditayangkan, sayang oknum PJS kepala Desa Pasirgeulis yang juga ASN di Kecamatan Padaherang belum dapat dimintai keterangan terkait dengan ucapannya tersebut. (Tn)


SELURUH PERANGKAT TAK MASUK KERJA, PELAYANAN DESA PANGANDARAN PUN TERGANGGU

PANGANDARANNEWS.COM – Hari ini pelayanan di Kantor Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran tergangg pasalnya  perangkat desa tersebut ramai-ramai tidak masuk kerja, hal ini diduga karena adanya konflik internal Desa Pangandaran yang sudah berlangsung cukup lama.

Saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala Desa Pangandaran Adi Fitriadi membenarkan seluruh perangkat desa tidak masuk kerja,, sehingga hal ini menggangu pelayanan desa pada masyarakat.

”Sampai siang tadi memang tidak ada yang bekerja, kalau saya masuk, ” jelasnya. (21/6).

Adi mengatakan, ia memang belum sempat menanyakan pada perangkat mengaa  terkait tidak masuknya mereka.

”Mungkin karena proses hukum dugaan tindak pidana korupsi di Desa Pangandaran,” jelasnya.

Adi menuturkan, pada hari Kamis (17/6) ada surat dari Polres ke Desa Pangandaran yang meminta dokumen mundur tahun anggaran 2016.

”Tiba-tiba saja hari ini perangkat desa tidak masuk kerja, sehingga mengganggu pelayanan publik,” ucapnya.

Adi mengakui, konflik yang terjadi di internal Desa Pangandaran memang jadi berkepanjangan, walaupun beberapa kali sempat dimediasi oleh Pemkab Pangandaran.

Adi menambahkan, dalam aturan ada dua hal yang bisa menurunkan kepala desa dari jabatannya. Pertama jika terbukti secara hukum kepala desa tersebut melawan hukum dan kedua karena tidak masuk kerja selama 6 bulan berturut-turut.

"Jika salah satu dari dua hal itu terjadi maka kepala desa bisa diberhentikan oleh SK bupati"jelas Adi.

Sementara saat diminta tanggapannya, Sekdes Pangandaran Jaja Sudiana mengaku tidak tahu apa-apa soal tidak masuknya para perangkat desa.

”Kebetulan saat ini saya sedang sakti sejak hari MInggu lalu,” ujarnya singkat.

Di tempat terpisah Camat Pangandaran Yadi Setiadi mengatakanb saat mengetahui kejadian tersebut ia pun langsung databg ke Desa Pangandaran.

Kata Yadi, dipeoleh informasi memang perangkat desa yang tidak masuk karena beberapa alasan, diantaranya ada yang sakit, ada yang sedang nagih PBB.

"Malah adi pagi ada dua orang yang masuk,” jelasnya.

Yadi juga menyayangkan kejadian ini karena akibatnya pelayanan publik di Desa Pangandaran jadi terganggu.

”Saya akan cek and ricek terkait konflik di internal, dan saya juga sudah komunikasikan hal ini ke Pa Sekda, " ucap Yadi. (PNews)

APDESI DAN DSPMPD KABUPATEN PANGANDARAN GELAR PEMBINAAN SDM DAN TERTIB ADMINSTRASI DESA

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam rangka peningkatan Simber Daya Manusia (SDM) serta untuk tertib administrasi desa dan mengantisipasi terjadinya tindak pidana korupsi, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMPD) Kabupaten Pangandaran melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis ke seluruh desa se-Kabupaten Pangandaran.

 Seperti yang dilaksanakan pada hari ini (Jumat, 5 maret), bertempat di Gedung Da’wah Kecamatan Padaherang, kepala desa, sekdes, Kaur Keuangan, BPD dan Kaur Kesra di Kecamatan Mangunjaya  dan Padaherang dua kecamatan, hadir untuk menerima bimbingan dan arahan dari para pemateri.

Pada bimbingn yang turut diharidi Kepala Bidang Kerjasama Administrasi Penataan Desa, Camat Padaherang, Camat Mangunjaya, Kapolsek Padaherang dan Danramil Padaherang, kegiatan yang diinisiasi dan usulan APDESI ini penitia penyelenggara pun mendatangkan pemateri, diantaranya Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Ciami, IPTU Misman Asep Zaenal, S.Sos dan pejabat dari Kejaksaan negeri Ciamis, Hendar Sudaryana SH.

Dalam pemaparannya, IPTU Misman Asep Zaenal, S.Sos menyampaikan, beberapa peraturan pemerintah dan perundang undangan terkait pengelolaan keuangan desa.

“Saya berpesan jangan main-main dengan pengelolaan keuangan desa karena akan berhadapan dengan hukum sesuai peraturan perundang-undangan, “ungkapnya.

Hal senda dikatakan Hendar Sudaryana SH, menurutnya, peran kejaksaan dalam pencegahan penyimpangan dana desa sebagai pengawasan, pencegahan dan pengawalan.

“Kami sebagai aparat penegak hukum tentu akan memernkan fungsi tersebut dengan ketat, “tegasnya. (Tn)


UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 PEMDES KEDUNGWULUH GENCAR SOSIALISASIKAN PROKES

PANGANDARANNEWS.COM – Penanggulangan penyebaran ovid-19 bukan hanya tanggng jawab baik pemerintah pusat atau pun daerah, namun hingga ke pemerintahn desa pun dihasuskan terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan (Prokes) salah satu upaya untuk memutu mata rantai penyebaran covid di masyarakat.

Seperti yang disampaikan anggota Satgas sekaligus Kepala Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Teti Heryani pada rapat yang digelar di aula desa untuk mensosialisasikan pencegahan Covid-19, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pangandaran nomer 4 tahun 2021 dan Intruksi Mentri Dalam Negri nomer 1 tahun 2001, menghimbau agar tetap mejalankan prokes dalam setiap kegiatan di masyarakat.

Tidak terkecuali, kepada tokoh agama dan ketua DKM tiap-tiap mesjid yang berada di wilayahnya, Teti juga menghimbau agar dalam menjalankan kegiatan keagamaan, seperti pengajian  yang dilaksanakan di lingkungan dan mesjid-mesjid supaya betul-betul memperhatikan prokes yang sudah ditentukan.

“Saya juga menghimbau saat mengundang penceramah pengajian jangan dari luar Kecamatan Padaherang dan jumlah jemaah pengajian pun dibatasi, “kata Teti.(16/02)

Sekretaris Dsa (sekdes) Kedungwuluh, Asep Setiawan, menambahkan, warga pun untuk saat ini dilarang ke luar daerah kalau tidak penting, karena jika melanggar akanada sanksi.

“Hindari kerumunan, jangan mengadakan hiburan di tempat hajatan dan lain-lain yang akan menciptakan kerumunan masa, “ungkap Asep.

Pada kesempatan yang sama Asep juga mengintruksikan kepada seluruh warga, dana hibah yang nantinya dialokasikan untuk sarana keagamaan, yakni setiap tugu harus mengumpulkan uang Rp 10 ribu per bulan, intruksi sekdes pun lagsung disambut baik dan gembira oleh warga yang hadir. 

“seperti diketahui, saat ini di Desa Kedunwuluh masih ada yang terpapar covid 19 sejumlah 4 orang, “terangnya. (NANAHOERUMAN)


WARGA DESA JADIMULYA NIKMATI MANFAAT PROGRAM RUTILAHU


PANGANDARANNEWS.COM - Warga Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran benar-benar merasakan manfaat Program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), karena selain membantu pemenuhan rumah memadai uga merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan.

Program dengan anggaran dari bantuan propinsi yang dilaksanakan  oleh Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) juga mampu mendukung pada upaya percepatan dan pemenuhan kebutuhan rumah.

Seperti yang dirasakan warga Desa Jadimulya, sejumlah warga merasa bersyukur karena bisa terbantu dengan adanya program rutilah ini.

Menurut Kepala Desa Jadimulya, H. Karsidi, ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dari rogram rutilahu ini, seperti  pengentasan kemiskinan, dan  peningkatan kebersihan serta ketertiban di kawasan tersebut.

"Prigramrutilahu ini secara teknis dilaksanakan oleh LPM, " ujarnya, saat memantau langsung kegiatan rutilahu di desanya.(20/01)

Sementara Ketua LPM Desa Jadimulya, Kuswaha menjelaska,  penerima  bantuan rutilahu untuk masyarakat Desa Jadimulya saat ini sebanyak 70 unit yang tersebar di beberapa dusun.

Berkat rogram ini rasa kebersamaan antar warga pun semakin tinggi, dan ini dibuktikan partisipasi masyarakat saat membantu warga lainnya, baik   tenaga, makanan dan lainya yang dapat meringankan beban pemilik rumah.

Dengan adanya semangat dan kesanggupan dari penerima bantuan, kata Kuswaha, maka pelaksanaan program rutilahu pub bisa lebih cepat serta dapat diselesaikan dengan baik.

"Atas nama lembaga tentu saya menyampaikan terimakasih, semoga semangat ini sebagai modal untuk membangun Desa Jadimulya khususnya agar lebih baik. "katanya.

Di tempat terpisah,  salah seorang warga Rt 06 Rw 06 Dusun Mulyasari, Suryana, menyampaikan terimakasih karena rumah yang kondisi sebelumnya memprihatinkan sekarang menjadi layak huni dan lebih nyaman.

“Dengan program rutilahu ini kami benar-benar merasa terbantu dan juga merasa bangga dengan  partisipasi warga yang telah membantu, " ucapnya.(AGE)

HEBAT, DESA PANGANDARAN JADI SALAH SATU DESA PERCONTOHAN PENGEMBANGAN SMART VILLAGE NUSANTARA

PANGANDARANNEWS.COM-Ini sebuah prestasi luar biasa, ternyata Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran berhasil menjadi desa percontohan pengembangan Smart Village Nusantara. Hal ini diketahui saat setelah Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Direktur Enterprise and Business Service Telkom Edi Witjara melakukan peresmian Smart Village Nusantara yang dilaksankan secara daring.

Seperti diucapkan Direktur Enterprise and Business Service Telkom Edi Witjara, Smart Village Nusantara merupakan wujud dukungan Telkom kepada pemerintah dalam pembangunan Indonesia dari potensi di desa-desa.

Dalam keterngan tertulisnya, Edi menyampaikan, dalam beraktivitas masyarakat desa dapat semakin akrab dengan teknologi digital. Dan pengembangan Desa Pangandaran sebagai desa percontohan Smart Village , menurut Edi,  ini bisa memberi kekuatan khusus untuk menjadi desa yang lebih powerful dalam pemanfaatan information and communication of technology (ICT). Dan melalui Smart Village Nusantara, keseluruhan sistem berbasis digital dikembangkan dan diimplementasikan untuk digitalisasi desa. 

“Hal ini bertujuan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional dalam era revolusi industri sekaligus keberlanjutan pembangunan nasional,”ucapnya.(1/10)

Dukungan infrastruktur, jaringan akses serta berbagai solusi dan aplikasi, Edi meyakini, ini semua akan dapat mendorong pengembangan dan penerapan desa digital khususnya pada sektor pemerintahan, ekonomi, dan sosial.

"Berbagai aplikasi pendukung digitalisasi sesuai kebutuhan dan karakteristik desa pun, imbuhnya, akan disediakan agar masyarakat menjadi bisa dan terbiasa memanfaatkan teknologi digital, “imbuhnya.

Pada acara penyerahan penghagaan yang dilaksankan di aula Desa Pangandaran ini turut hadir dan menyaksikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin. (PNews)




KULINER LAUT JADI PILIHAN JENIS USAHA BUMDES KARANGJALADRI ?

PANGANDARAN NEWS-Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) diproyeksikan muncul menjadi kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan, seperti diamanatkan dalam Undang-undang nomer 6 tahun 2014, tentang desa memberikan payung hukum pada Bumdes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Karang jaladri,  Eris Darmawan, menurutnya ia tidak gegabah dalam mendirikan Bumdes karena kegiatan ini menggunakan modal yang tidak sedikit.

Bahwa Bumdes, kata Eris, harus benar-benar direncanakan dengan matang sehingga jangan sampai usaha ini tidak sia sia tanpa menghasilkan keuntungan bahkan bisa lebih parah lagi kalau modal awal pun malah habis.

 “Untuk itu mengapa kami belum mempunyai Bumdes dan saat ini kami hingga saat ini masih merancang jenis usaha apa yang cocok untuk Bumdes, “ujarnya.(17/2)

Eris menambahkan, saat ini pemdes masih bermusyawarah dengan BPD, dan hingga saat dari hasil mayawarah tersebut sudah mulai mengkerucut, pilihan jenis usaha kuliner laut akhirnya yang disepakti karena dianggap paling sesuai dengan karakter serta mata pencaharian warga sebagai nelayan laut.

Selain nantinya bisa menjadi wadah usaha masyarakat, diharapkan keberadaan Bumdes pun akan mampu pendongkrak Penghasilan Asli Desa (PADes), sehingga dalam pelaksanaannya harus benar-benar dilakukan orang orang yang punya kemauan untuk usaha.

“Dan tentunya saya harus bisa menyeleksi siapa saja yang akan duduk menjadi pengurusnya, agar bisa benar-benar fokus sehinggai program BUMDes pun bisa sesuai dengan yang kita harapkan, " tandasnya.  (AGE)