03/08/26

Aksi Subur Bojong, KKN UIN Saizu Purwokerto Wujudkan Ketahanan Pangan dan Konservasi Air Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM — Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Nasional (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, menghadirkan gerakan progresif bertajuk "Aksi Subur Bojong". Program ini difokuskan untuk menjawab dua tantangan krusial di lingkungan pedesaan, ketersediaan pangan keluarga melalui konsep dapur hidup dan mitigasi kekeringan jangka panjang lewat konservasi air berbasis vegetasi.

Kepada Pangandaran News, salah seorang perwakilan mahasiswa KKN, Alfa Madjid, menyampaikan, rangkaian kegiatan Aksi Subur Bojong yang dilaksanakan di Desa Bojong, Kecamatan LangkapLancar, Kabupaten Pangandaran ini dirancang dalam beberapa lini masa (timeline) strategis. 

"Sebagai tahap awal penanaman pohon penyerap air jenis pohon picung telah sukses dilaksanakan pada 28 Juli 2026 lalu," terang Alfa. (03/08/2026)

Sementara itu, kata Alfa, rangkaian berikutnya berupa penanaman massal bibit cabai rawit dijadwalkan akan menyusul pada 2 Agustus 2026 mendatang dengan skala program dan persiapan bibit.

Alfa menjelaskan, sebelum aksi penanaman serentak dilakukan tim mahasiswa KKN bersama warga telah melalui beberapa tahap persiapan intensif. Mulai dari pembuatan media tanam yang bagus, lewat campuran Kohe dan Sekam hingga penyemaian benih secara mandiri. 

"Saat ini tercatat sebanyak 614 benih pohon picung dan 3.000 benih cabai rawit telah selesai disemai dan siap untuk didistribusikan serta ditanam di berbagai titik strategis desa," jelas Alfa.

Aksi ini tidak sekadar menanam saja, tetapi menurutnya, juga untuk membangun kesadaran kolektif. Dan melalui cabai rawit, mahasiswa KKN pun ingin mewujudkan kemandirian pangan skala rumah tangga atau yang biasa disebut dapur hidup. 

"Sedangkan pohon picung kami proyeksikan sebagai tanaman resapan air yang kuat untuk menjaga struktur tanah dan ketersediaan cadangan air saat musim kemarau tiba," ujarnya.

Ia juga berharap, penanaman cabai di setiap rumah warga akan mampu menekan dampak fluktuasi harga komoditas pangan di pasaran sekaligus memastikan ketersediaan bumbu dapur pokok secara mandiri bagi masyarakat.

Pemilihan konservasi air, tanah dan pohon picung dipilih, karena, menurutnya, memiliki sistem perakaran yang kuat dan efektif sebagai tanaman penyerap air. Dan penanaman ini disebar ke seluruh penjuru desa agar struktur tanah tetap kokoh, terhindar dari erosi serta menjaga suplai air tanah tetap terjaga meski musim kemarau melanda.

"Kami berharap, melalui aksi subur Bojong, mahasiswa KKN di Desa Bojong kolaborasi bersama warga ini dapat menjadi program yang berdampak dan berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi mikro masyarakat desa Bojong," pungkasnya.(Aji Nurohman Adikri-PNews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar