PANGANDARANNEWS.COM - Dua buruh bangunan, Anton (23) dan Udan (20) warga Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami luka parah setelah petasan berukuran jumbo yang mereka racik meledak. (06/03/26).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, petasan yang mereka buat berukuran sangat besar bahkan disebut sebesar paha orang dewasa.
Menurut keterangan warga, ledakan terdengar tiga kali dan ledakan petasan yang dibuat kedua pemuda tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Kejadian meledaknya petasan tersebut terjadi saat keduanya tengah meracik petasan tersebut, dentumannya keras tak hanya melukai keduanya tetapi juga merusak sebagian atap rumah di sekitar lokasi.
Ipah, salah seorang warga Dusun Babakan, mengatakan, suara ledakan terdengar beruntun dengan jeda beberapa detik.
Ia menuturkan, kedua korban merupakan buruh bangunan yang baru saja pulang dari Jakarta untuk beristirahat di kampung halaman."Selama ini saya belum pernah mendengar ada warga di kampung ini yang membuat petasan," terang Ipah.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Padaherang, AKP Abdurahman membenarkan, pihaknya menerima laporan dari warga dan ia pun langsung menerjunkan anggota ke lokasi kejadian.
Petugas Kapolsek Padaherang yang datang di lokasi, lalu berkoordinasi dengan Pamapta Polres Pangandaran untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kejadiannya tadi pukul 14.00 WIB siang, kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan," terang Abdurahman, melalui melalui pesan WhatsApp.
Ledakan petasan ini, menurut Abdurahman, kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan sehingga terjadi ledakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka-luka cukup serius.
Dan akibat ledakan tersebut, lanjutnya, Anton dan Udan mengalami luka serius dan keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis.
"Melihat kondisi korban, sepertinya nyawa mereka masih bisa diselamatkan," ucapnya.
Lebih lanjut Abdurahman pun mengimbau masyarakat agar tidak membuat, meracik, ataupun menyalakan petasan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Karena hal ini sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya. (hiek)

