PEMKAB PANGANDARAN OPTIMIS BULAN INI TARGET VAKSINASI 70 PERSEN AKAN TERCAPAI

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mencapai 70 persen target vaksnasi, Pemkab Pangandaran terus melakukan  upaya percepatan.

Seperti disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yadi Sukmayadi, hingga saat ini sudah 292.829 dosis vaksin yang terpakai di Kabupaten Pangandaran dari seluruh jumlah yang diterima sebanyak 306.320 dosis atau 96.354 vial.

Dari jumlah pemakaian 292.829 dosis itu, kata Yadi,  terdiri dari 205.078 dosis ke-1 dan 86.527 dosis ke-2 dan saat ini menyisakan sekitar 13 ribu dosis.

Yadi menjelaskan, untuk vaksin Sinovac IP 1 terdata ada 37.500 dosis, dengan rincian untuk penggunaan 23.597 dosis dan tersisa 13.903 dosis, sementara untuk sinovac IP 10  sebanyak 16.929 dosis dengan penggunaan 16.292 dosis.

“Untuk vaksin astrazaneca ada 2000 dosis dengan penggunaan mencapai 1.999 dan vaksin Sinopharm sebanyak 3.044 dosis dengan jumlah penggunaan sebanyak 2.961 dosis," terang Yadi.(6/10)

Yadi menyebut, untuk vaksin moderna ada 227 dosis dengan penggunaan mencapai 172 dosis kemudian Sinovac  IP 2 sebanyak 36.654 dosis dengan jumlah penggunaan  sebanyak 36.277.

“Dari jumlah vaksin tersebut, beberapa diantaranya ada yang mengalami kerusakan, “terangnya lagi.

Sementara Asda III Kabupaten Pangandaran Drs H Suheryana menyampaikan, untuk kegiatan vaksinasi setiap hari di setiap desa di 10 kecamatan terus dilakukan, dan ini merupakan upaya dalam mengejar target 70 persen pada bulan ini.

“Kami optimis angka tersebut bisa tercapai, hingga hari Senin tanggal 4 oktober kita sudah mencapai 56 persen dan sekarang dipastikan bertambah," ngkap Suheryana. (PNews)






UNTUK TINGKATKAN MINAT BACA ANAK, PEMDES KARANGMEKAR SUMBANG SEJUMLAH BUKU KE SAUNG BACA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Untuk meningkatkan minat baca serta semangat belajar anak-anak, Pemdes Karangmekar Kecamatan Karangnungal  Kabupaten Tasikmalaya memberikan  seumlah buku dan alat protokol kesehatan (prokes) ke saung baca yang berlokasi di Dusun Panyosogan RT 03 RW 05.

Menurut Kepala Desa Karangmekar, Titana Bahtiar, saung baca tersebut mulanya merupakan bangunan kosong yang disulap menjadi tempat belajar anak di lingkungan Desa Karangmekar.

“Berangkat dari pemkiran ingin agar anak-anak mempunyai tempat belajar bersama akhirnya bangunan tersebut disulap menjadi saung baca, “ungkap Titana. (6/10)

Tak hanya itu ia pun berencana agar saung baca ini bisa dimanfaatkan untuk seluruh warga desa dengan beberapa kegiatan yang dipusatkan di saung baca. Kini perkembangan saung baca pun berjalan pesat dan banyak menarik perhatian masyarakat juga relawan lainnya untuk menyumbangkan buku dan mengajar.

“Saya berharap dengan adanya saung baca ini anak-anak akan tergugah untuk terus belajar dan meraih mimpinya, “ucapnya.

Sementara Ita Rosita yang ditunjuk menjadi pengelola saung baca, saat secara simbolik menerima bantuan buku, alat tulis dan sejumah alat prokes dari Pemdes Karangmekar mengaku senang  dan akan lebih mengoptimakan fungsi saung baca sebagai tempat belajar dan kegiatan positif lainnya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala Desa Karangmekar dan jajarannya atas perhatian dan sumbangsihnya pada saung baca untuk kemajuan dan kemaslahatan warga, “kata Ita. (ANWARWALUYO)


PUSEKSMAS KARANGNUNGGAL GELAR VAKSINASI MASAL COVID-19 DI DESA KARANGMKAR DAN CIDADAP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Tanggal 4 Oktober 2021 yang lalu dimulai pukul 08.30 Wib hingga jam 14.25 Wib digelar giat vaksinasi Covid-19 dosis ke 1 bagi masyarakat dan para pelajar SMA yang berada di Desa Karangmekar dan DsaCiddap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmlaya. 

Di Desa Karangmekar vaksinasi dilaknakan  di aula Kantor Desa Karangmekar, Kampung Rancabakung Rt. 006 / 005 dan di Desa Cidadap bertempat di gedung Serbaguna Desa Cidadap Kampung Cidadap Rt. 003/003.

Pelaksanaan vaksinasi ini diselenggarakan oleh  UPTD Puseksmas Kecamatan Karangnunggal dengan penanggung jawab Kapus Karangnunggal Dadan Kusnanto, AMKL, serta dihadiri Panit Bimmas Iptu Yadi Priadi , Babinkamtibmas Bripka M Mulyanto, SH, pelaksanaan Vaksinasi Masal tersebut dipimpin oleh Kordinator Imunisasi Vasksinasi dari Puskesmas  Puskesmas Karangnunggal, Suyono, Babinsa 2 desa, Kepala Desa , Perangkat Desa , Kader Posyandu dan warga sebagai peserta Vaksinasi.

Vaksinasi di Desa Karangmekar yang dikordinir Agus, S.Kep.Ners ( Team 4 ) dan Kordinator Team dr. Indira (Team 5), dengan jumlah peserta vaksinasi 500 orang,  sedangkan di Desa Cidadap dikordinir dr. Hj. Dewi Ligiarti (Team 1 ) dan drg. Herni Mardiani (Team 3) dengan jumlah peserta 308 orang, 200 warga umum dan 108 dari SMA Plus Al Falah Cidadap orang, seluruhnya untuk vaksinasi dosis ke 1 dengan menggunakan vaksin Sinovac. Usai divaksin seluruh peserta selama 15 menit tidak boleh meninggalkan lokasi untuk mencegah terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi), dan peserta juga diberikan Kartu Vaksin sebagai bukti telah divaksin.

Kapolsek Karangnunggal  Kompol Didin Jumardini menyampaikan, selama pelaksanaan vaksin baik warga atau pun petugas tetap menerapkan protokol kesehatan. 

“Dan Alhamdulillah kegiatan pun berjalan lancar dan aman, “ungak Didin.

Ditemi secara terisah, Kepala Desa karangmekar Asep Tita Bahtiar mengatakan diharapkan  pelaksanaan  vaksinasi ini memawa manfaat untuk seluruh warga, sehingga masyarakat pun bisa kembali normal berkativitas.

“Saya juga menghimbau kepada warga untuk tetap berdoa’ agar pandemi ini segera berakhir, “ucapnya. (ANWARWALUYO)





  

INI SAMBUTAN BUPATI PANGANDARAN PADA RAPAT PARIPURNA RANCANGAN PERUBAHAN KUA DAN RANCANGAN PERUBAHAN PPAS

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam sambutannya Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dalam rapat paripurna tentang Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2021 yang dihadiri Ketua beserta Wakil Ketua DPRD beserta Anggota DPRD Pangandaran, Sekertaris Daerah, Para Staf Ahli, Para Asisten, dan para Kepala SKPD, bertempat di ruang paripurna, bupati menyampaikan lebih separuh perjalanan APBD tahun anggaran 2021 telah dilalui, namun pandemi covid-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini dampaknya masih dirasakan hingga hari ini. 

Meskipun beberapa hari terakhir ini, kata Jeje menunjukkan keadaan yang membaik namun banyak hal yang tertunda dari pelaksanaan dan pencapaian kinerja yang telah disepakati bersama dalam APBD murni tahun anggaran 2021, kondisi tersebut pun terus dievaluasi dan siasati untuk memastikan sejauh mana rencana-rencana program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD 2021 dapat dituntaskan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. 

“Upaya perbaikan rencana program kegiatan dan  penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah perlu kita tempuh melalui mekanisme perubahan APBD, tahap awal perubahan APBD ini diawali dengan perubahan KUPA dan PPAS-P yang akan dilakukan sekarang, “ucap bupati.(14/09)

Ditengah kesibukan menangani covid-19 yang begitu luar biasa serta upaya bersama untuk memperbaiki dan mempertahankan level PPKM, masih kata buati, ia bersukur karena Kabupaten Pangandaran berada pada PPKM level 2 tapi waktu untuk menempuh perubahaan APBD tahun anggaran 2021 tinggal sedikit. Dan sejalan dengan peraturan Menteri Dalam Negeri No 64 tahun 2020 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021, kesepakatan akhir rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2021 paling lambat harus sudah selesai pada akhir September 2021, artinya hanya tersisa beberapa hari lagi sehingga hal ini menuntut semua untuk lebih bekerja ekstra keras dan seksama dalam menyusun rancangan KUPA dan PPAS-P 2021 ini. Dan kesepakatan KUPA dan PPAS-P tahun 2021 ini, selanjutnya akan dijadikan pedoman dalam penyusunan rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang akan ditetapkan menjadi PERDA APBDP tahun 2021 sebagai dokumen pelaksanaan anggaran.

Bupati mengatakan, perubahan kebijakan umum anggaran dan perubahan prioritas dan plafon anggaran tahun anggaran 2021 dilakukan untuk merespon dan menyikapi perjalanan APBD 2021 yang separuhnya telah kita lalui, realisasi APBD tahun anggaran 2021 yang sudah berjalan menjadi bahan pertimbangan kita untuk mengoreksi KUA dan PPAS, baik dari sisi kemampuan pendapatan maupun belanja daerah. Dari sisi pendapatan, realisasi hingga akhir semester pertama baru menunjukan pencapaian 12,31% dari target yang ditetapkan dalam APBD tahun anggaran 2021, rendahnya pencapaian pada semester pertama tersebut disebabkan karena melemahnya kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kebijakan pengurangan dana transfer Pemerintah Pusat serta lambatnya realisasi bantuan keuangan provinsi Jawa Barat. Realisasi kemampuan PAD tidak terlepas dari dampak pengetatan wilayah pada awal tahun hingga minggu lalu yang memaksa untuk menutup akses wisata di kabupaten Pangandaran, demikian pula dengan kondisi ekonomi masyarakat yang mengalami tekanan sedikitnya berdampak pada pendapatan realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan. Namun demikian pelonggaran pengetatan wilayah yang menetapkan Kabupaten Pangandaran pada level 2 dari minggu lalu, telah menunjukkan geliat aktifitas pariwisata yang membaik, begitu pula realisasi PBB. Upaya sinergitas Pemkab Pangandaran dengan seluruh pemerintah desa telah menunjukkan hasil yang membaik pula, kondisi inilah yang mendasari diusulkannya rancangan KUPA PPAS-P 2021 pada sisi pendapatan daerah optimis tercapai sesuai dengan rencana awal, sehingga tidak mengalami perubahan target PAD, sebesar Rp 350,075 Milyar.

Dalam kelompok pendapatan Transfer, menurut bupati, pemerintah pusat telah melakukan pengurangan anggaran dana alokasi umum dan koreksi anggaran bagi hasil sebagai bagian dari kebijakan refocusing APBN akibat Vandemi covid-19, koreksi tersebut mengakibatkan pengurangan pada PPAS 2021 sebesar Rp 115,9 milyar dari semula Rp. 1,06 triliun pada APBD miurni menjadi Rp 945,3 Milyar pada KUPA 2021, sementara dalam kelompok pendapatan transfer antar daerah, Pemkab Pangandaran mengalami peningkatan alokasi anggaran yang disebabkan masuknya keputusan Gubernur Jawa Barat tentang bantuan keuangan provinsi pada awal tahun 2021 sebesar Rp 127,5 milyar, akumulasi dari pengurangan dana transfer pemerintah pusat dan adanya transfer pemerintah provinsi Jawa barat menyebabkan kenaikan pada PPSP 2021 sisi transfer sebesar Rp 11,6 milyar.

“Dengan peningkatan status PPKM level 2 pada minggu lalu kita memiliki peluang sekaligus tantangan besar dan tetap memelihara kewaspadaan agar geliat pariwisata di Pangandaran hingga akhir tahun ini bisa terus membaik, “ucap bupati.

Bupati mengaku, tentu ini tidak mudah namun dengan sinergitas dan kerja keras semua unsur masyarakat, ia yakin dan optimis keadaan akan jauh lebih baik. Dan  hal inilah yang mengakumulasi keyakinan peningkatan akumulasi pendapatan sebesar Rp 11,6 Milyar dari semula Rp 1,45 triliun pada APBD  murni 2021 menjadi Rp 1,47 triliun pada PPSP 2021. Di samping itu penyelasaian kewajiban akibat pergeseran pembayaran yang tertunda dari kegiatan yang telah di selesaikan tahun sebelum dan pendanaan insfratuktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas yang harus terus berjalan.

Bupati juga menyampaikan dalam kelompok kerja operasi terjadi pengurangan yang besar dalam jenis belanja barang dan jasa, belanja hibah dan belanja bantuan sosial, namun untuk jenis belanja pegawai dan belanja bunga mengalami peningkatan, pengurangan belanja operasi disebabkan karena beberapa kegiatan dalam pengadaan barang dan jasa serta hibah yang terpaksa harus ditunda, hal tersebut berjalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan refocusing anggaran merespon penanganan covid-19 yang sangat mendesak beberapa waktu lalu, adapun pengurangan belanja bantuan sosial dihitung berdasarkan realisasi yang sudah berjalan untuk kemudian diantisipasi dengan menggeser pada kelompok belanja tidak terduga, peningkatan alokasi belanja pegawai terjadi karena adanya kebijakan insentif tenaga kesehatan yang dipersyaratkan untuk memenuhi realisasi pendapatan transfer dari pemerintah pusat, sedangkan belanja bunga bertambah akibat dari munculnya pembiayaan jangka pendek pemenuhan kebutuhan pendanaan diawal tahun, kondisi tersebut menyebabkan pengurangan alokasi belanja operasi sebesar Rp 163,5 milyar.

Dalam kelompok belanja modal terjadi peningkatan yang disebabkan pergeseran dari alokasi belanja operasi akibat masuknya belanja kegiatan yang didanai oleh DAK, bantuan keuangan provinsi, refocusing kebutuhan penanganan covid-19 serta penyelesaian kewajiban pembayaran kegiatan tahun sebelumnya, sehingga dalam PPASP 2021 belanja modal terakumulasi bertambah sebesar Rp Rp 187,2 Milyar. Kelompok belanja tak terduga mengalami peningkatan alokasi dalam PPASP 2021 sebesar Rp 5 milyar menjadi Rp 7,5 milyar, hal ini terjadi disebabkan oleh penggeseran dari belanja bantuan sosial, dari kelompok belanja operasi, dan antisipasi penanganan covid-19, serta bencana lainnya.

Kelompok belanja transfer mengalami pengurangan sebesar Rp 27,4 milyar, hal tersebut disebabkan karena pemenuhan kewajiban transfer’kepada pemerintah desa dalam bentuk dana desa dan ADD meskipun ada penundaan bagi hasil dan pengurangan bantuan keuangan desa , namun pemenuhan siltaf dan operasional pemerintah desa tetap menjadi prioritas yang harus kita perhatikan.

“Akumulasi perubahan kebijakan umum anggaran belanja yang telah kami sampaikan tersebut mengakibatkan pada PPASP 2021 mengalami kenaikan belanja sebesar Rp 1,3 Milyar, dari semula Rp 1,47 Milyar triliun menjadi Rp 1,48 triliun, “jelasnya.

Bupati menyebut, pada awal tahun 2021 badai covid-19 sedang tinggi, lokasi wisata terpaksa kita tutup, kondisi ekonomi masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap realisasi pendapatan PBB, sehingga pendapatan kita mengalami pelemahan, namun di sisi lain kebutuhan penanganan covid-19 begitu besar dan tidak terprediksi sebelumnya, kebutuhan alat medis ,obat obatan, ruang penanganan oprasi, kekurangan oksigen dan lain sebagainya, begitu pula kegiatan- kegiatan tahun lalu yang sudah selesai namun belum bisa kita bayar pada tahun yang sama, untuk memenuhi kebutuhan likuiditas tersebut pada awal tahun kita melakukan pinjaman jangka pendek ke Bank BJB.

Dan kondisi di atas, jelas bupati,  menyebabkan munculnya penerimaan dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 200 Milyar, yang bermakna bahwa pembiayaan tersebut bersifat jangka pendek dan akan kita selesaikan pada tahun ini, disisi penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Silpa telah kita sesuaikan dengan laporan keuangan Audited  sebesar Rp 16,1 milyar, sementara kegiatan penyertaan modal daerah terpaksa kita tunda, keadaan itulah yang menyebabkan kemampuannya pembiayaan neto kita menjadi sebesar Rp 16,1 milyar.

“Bersama ini kami menyampaikan rancangan perubahan KUPA serta PPASP Kabupaten Pangandaran tahun anggaran 2021 untuk mendapatkan pembahasan dan kesepakatan antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD, “pungkasnya. (PNews)




PEMKAB PANGANDARAN AKAN TEMPELKAN STIKER BAGI RUMAH WARGA YANG ENGGAN MELAKSANAKAN VAKSINASI

PANGANDARANNEWS.COM – Bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran yang hingga saat ini masih enggan atau belum divaksin, maka siap-siap menerima undangan langsung dari bupati., bhkan hanya itu rumah mereka juga akan ditandai dengan stiker atau kertas.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran H Suheryana membenarkan, warga yang belum divaksin nantinya akan mendapat undangan langsung yang ditandatangani Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata.

Menurutnya, sebenarnya hal ini bukan memaksa masyarakat untuk divaksin tapi ini untuk keperluan pendataan atau administrasi saja. 

“Nantinya akan tahu berapa jumlah warga yang mendpat undangan tersebut dan dapat diketahui berapa jumlah yang belum divaksin sehingga percepatan vaksin bisa dilakukan," jelas Suheryana. (5/10)

Suheryana menambahkan, jika tidak ada pendataan seperti itu masyarakat yang tidak pernah divaksin akan mengaku sudah ikut vaksinasi, tapi dengan pendataan ini akan diketahui masyarakat yang b, akan selalu berkilah."Bisa saja mereka belum divaksin, tetapi mengakunya slum dan sudah divaksin. 

Dan jika tidak ada undangan, imbuhnya, mungkin jumlah persentase masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi tidak akan bertambah, dan terkadang masyarakat bersipat apatis atau diam jika tidak ada yang mengajak.

Terkait kebijakan menandai rumah yang  belum divaksin pakai stiker, kertas dan lain-lain, Suheryana mengatakan hal ini  sudah diimplementasikan dan sudah diterapkan di setiap kecamatan.

“Untuk capaian total vaksinasi di Kabupaten Pangandaran, saat ini sudah  diatas 50 persen dan  vaksinasi untuk lansia juga sudah tercpai," jelasnya.

Sementra Wakil Bupati Pangandaran H UjagEndin Indrawanmengatakan, dengan adanya kebijakan mengundang dan memberi stiker pada rumah warga yang belum divaksin diharapkan masyarakat termotivasi untuk melaksanakan vaksinasi. 

Karena menurut wabup banyak faktor kenapa masyarakat tidak mengikuti vaksin Covid-19, diantaranya karena sibuk, belum paham manfaat vaksin atau tingkat intelektual yang rendah dan mendengar informasi yang tidak benar atau hoaks tentang vaksin.

“Saya berharap masyarakat jangan sampai termakan atau jadi korban hoax lalu tidak mau divaksin,"tehas wabup. (PNews)


SEORANG PEMUDA ASAL INDIHIANG NEKAD BUNUH DIRI LONCAT DARI JEMBATAN CIRAHONG

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – seorang pemuda bernama Anggi Ramdani warga Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya meninggal diduga akibat aksi bunuh diri dengan cara meloncat dari Jembatan Cirahong Manonjaya. (05/21)

Kapolsek Manonjaya Polres Tasikmalaya Kota AKP Aam Muharam,  saat dikonfirmasi tak lama setelah kejadian membenarkan telah ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki di bawah Jembatan Cirahong.

Menurut para saksi, korban datang ke lokasi dan memarkirkan sepeda motornya kemudian berjalan dan melompat dari jembatan rel kereta api.

"Korban behasil dikenali karena ditemukan beberapa kartu identitas di pakaiannya, dan korban kini masih dalam proses evakuasi" sambungnya.

Sementara menurut keterangan saksi mata Abdul (60), korban datang mengendarai  sepeda motor, kemudian berjalan ke arah Jembatan Rel Kereta Api dan tiba-tiba korban melompat ke bawah.

"Saya pun kaget meliaht aksi nekad pemuda tersebut, lalu saya pun memberitahu teman saya Aep dan mencdritakan apa yang saya lihat dan  selanjutnya saya  melaporkannya Polsek Manonjaya," ungkapnya.

Tak berselang lama Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota dan BPBD datang dan dengan dibantu warga setempat melakukan Evakuasi kemudian membawa korban ke RSUD Dr. Sukardjo Kota Tasikmalaya untuk dilakukan Visum.(ANWARWALUYO)


PEDULI MASYARAKAT KURANG MAMPU TNI BERSAMA POLRI LAKUKAN KARYA BHAKTI BEDAH RUMAH

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Personel Kodim 0613 Koramil 1325 beberapa hari lalu melaksanakan karya bakti dalam bentuk bedah rumah tidak layak huni milik Omoh(79) di Dusun Sukamulya Rt 06 Rw 02 Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar.(2/10)

Karya bhakti dipimpin langsung Danramil 1325 Mayor Inf Agung, dibantu  sejumlah anggota bhabinsa desa binaannya tersebut serta turut dihadiri Camat Pataruman H Jenal dan Kapolsek Pataruman Iptu Amad.Daryatno S.I.P.

Kepda sejumlah awak media Agung menyampaikan karya Bakti kali ini dilaksanakan secara gotong royong dengan melbatkan sejumlah pihak, seperti rekan-rekan Bhabinkabtibmas dari Polsek Pataruman dan unsur masyarakat setempat.

“Program karya bhakti bedah rumah tidak layak huni ini merupakan program kerja tahunan bertajuk Karya Bhakti untuk Masyarakat dari Kodim 0613/CMS, “jelas Agung.

Kategori program karya bhakti bedah rumah tidak layak huni sendiri, sebut Danramil, dengan menyasar rumah-rumah warga yang tidak layak huni dan warga yang bersangkutan masuk kategori masyarakat kurang mampu.

"Dan untuk rumah milik Bu Omoh ini berbahan utama kayu, kita ganti kayu-kayu yang sudah lapuk, intinya kita perbaiki agar menjadi layak huni," imbuhnya.

Sebagai satuan teritorial, kata Agung TNI memilki tugas membantu pelaksanaan perbaikan rumah warga karena program ini merupakan wujud Kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam pelaksanaan tugas kewilayahan.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono mengaprrsiasi program karya bhakti yang dilaksanakan TNI dan Polri itu, menurutnya program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat utamanya masyakat yang kurang mampu.

"Kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas adanya program ini, dan keberadaan Babinsa Babinkantibmas serta Pol PP di desa kami sungguh sangat dirasakan peranannya karena kehadirannya dapat membawa solusi positif bagi warga di sini," ungkap Budi. (TITO S)



TIM MAUNG GALUNGGUNG POLRES TASIK KOTA AMANKAN IBU PENJUAL MIRAS SERTA SEJUMLAH REMAJA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Tim Maung Galunggung seperti biasa melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam menjaga Kondusifitas di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. (03/10)

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan SH., S.I.K., M.Si. sebagai Penanggung Jawab kegiatan KRYD Tim Maung Galunggung yang dipimpin IPDA Yudi (Katim 2) dengan sasaran Penyakit Masyarakat dan Kriminal jalanan. 

Pada KRYD yang dilaksanakan hingga dini hari, terang Ipda Yudi, timnya telah berhasil mengamankan 7 remaja yang 3 diantaranya perempuan yang sedang mengkonsumsi minuman keras (miras) di Jalan  Panyerutan dan mengaman 6 remaja yang bermotor dengan ugal-ugalan di sekitar Simpang Lima.

"Kami langsug mengamankan 13 Remaja dan 5 sepeda motor ke Mapolres, " je;as Ipda Yudi.

Karena semuanya remaja dibawah umur, maka kata Yudi, pihaknya  akan melakukan pembinaan serta memanggil orang tuanya agar ada efek jera

"Selanjutnya kami juga menyasar ke eks terminal Cilembang untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat, “imbuhnya.

Dari sebuah warung yang ada di sekitar terminal Cilembang tim pun berhasil menyita 48 botol miras dari berbagai jenis yang disembunyikan di bawah tempat tidur, sementara pemilik warung berinisial LS  warga Perum Sukarindik yang memang sudah sering berurusan dengan hal yang sama dan barang bukti pun langsung dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Yudi mengatakan, pihaknya akan terus  memberantas segala bentuk gangguan keamanan khususnya  berandalan bermotor dan miras  yang merupakan awal terjadinya tindakan kejahatan serta penyakit masyarakat lainnya. 

“juga menghimbau partisipasi masyarakat untuk segera melaporkan ke Call Center 110 apabila terjadi gangguan Kamtibmas di Wilayahnya,"jelasnya. (ANWARWALUYO)


PENYERAPAN DD TAHAP KEDUA DESA CIBEBER BANGUN TPT DAN POSYANDU

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Penyerapan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021 tahap kedua, Pemerintah Desa Cibeber Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmaya digunakan untuk  pembangunan infrastuktur diantaranya pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) dan pembangunan Posyandu.

Seperti disampiakan Sekretaris Desa Cibeber Tatang, untuk pengaspalan jalan dengan panjang 250 meter yang berlokasi di kampung Liunggunung dan pembangunan TPT di Cinanglong Kampung Roke dengan panjang 121,3 meter.

“Selain kedua membangun TOT, DD tahap kedua ini juga kami gunakan untuk membangun Pos Yandu yang berlokasi di Kampung Liunggunung dan Situpar, “terang Tatang.(1/10)

Ia berharap dengan dibangunnya infrastruktur tersebut bisa meningkatkan perekonomian dan kesehatan masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi  masyarakat  karena semuanya dilaksanakan secar padat karya  

Di tempat terpisah Kepala Desa Cibeber Nurhabibi mengucapkan terimakasih kepada LPM, BPD dan tokoh masyarakat  setempat berkat sinegritas semua elemen pembangunan di desa Cibeber berjalan lancar.

“Mudah-mudahan efek pembangunan ini semuanya bisa dinikmati seluruh warga Desa Cibeber, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


KONDISI JALAN RUSAK, HATI-HATI BAGI PENGENDARA SAAT LEWAT JALUR CIKATOMAS-SALOPA-JATIWARAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Seorang ibu pengendara motor nampak tergeletak di jalan raya alami kecelakaan akibat terjatuh dari motornya di jalan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di wilayah Desa Cayur.(2/10)

Kecelakaan yang menimpa pengendara motor ini diduga akibat kondisi jalan yang rusak dan penuh lobang apalagi di saat turun hujan lubang di badan berubah seperti kolam sehinga pengendara pun tak melihat ada lobang di sana-sini.

Tapi ironisnya walau sudah lama kondisi jalan seperti ini, terkesan tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, padahal jalan jalur Cikatomas-Salopa-Jatiwaras ini sangat vital dan selalu padat dilewati kendaraan baik roda dua atau pun empat.

Dari pantauan Pangandaran News, nampak jalan di lokasi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan  dengan lobang berdiameter sekitar 20-30 cm, sehingga para penggna jalan pun harus ekstrahati-hati saat melewati jalur itu.

Menurut salah seorang warga Kota Tasikmalaya, Yusuf Sulaeman (39) yang bekerja sebagai sales makanan, ia pun pernah terjatuh akibat ban motornya masuk dalam lobang yang ada di tengah jalan. 

“Saya sangat kecewa karena terkesan tidak adanya perhatian baik dari Pemprov Jabar atau pun Pemkab Tasikmalaya,”ujarnya.

Hal senada dikatakan seorang sopir mobil box, Jaja (33), akibat jalan rusak ini terkadang membuat pengiriman barang pun jadi sering terlambat sampai tujuan.

Jaja mengatakan, apalagi jalur ini sering dijadikan akses masuk menuju obyek wisata ke Pantai Karangtawulan oleh wisatawan dari berbagai daerah, dan buka tidakmungkin karena kondisi jalan rusak wisatawan enggan lagi atau kapok dan memilih ke obyek wisata lain.

“Saya sih berharap ini segera menjadi perhatian pemerintah, karena infrastruktur jalan sekarang sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat, “kata Jaja.(ANWARWALUYO)


UNTUK PENGUATAN ORGANISASI DAN SOLIDITAS, PULUHAN ANGGOTA BPD SE-KECAMATAN CIBALONG IKUTI BIMTEK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Puluhan Anggota Badan Permusyawaratan Desa ( BPD) se-Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya mengikuti bimbingan teknis sinergitas dengan pemerintah desa dalam Penyelenggaraan tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan kemandirian desa yang digelar selama dua hari, tanggal 1 dan 2 oktober 2021 bertempat di Hotel Khrisna obyek wisata Pangandaran.

Selain BPD dalam bintek tersebut hadir pula Forkompimcam Cibalong, para kepala desa serta narasumber dari Ketua Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Inspektorat dan Bagian Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Tasikmalaya. 

Ketua Panitia Kegiatan Kades Eureunpalay Yadi Suryadi yang didampingi Ketua PABPDSI Keca,atan Cibalong H Maman S.Sos menjelaskan, pelaksanaan bimtek yang dilaksanakan DPK APDESI Kecamatan Cibalong ini selain menjadi ajang silaturahmi juga bertujuan untuk memperkuat kafasitas BPD, Pemdes, muspika dan kepengurusan PABPDSI.

Kata Yadi, sengaja pihaknya juga menghadirkan anggota BPD, Kades dan Sekretaris desa dari 6 Desa dan menghadirkan narasumber yang berkaitan dengan tugas dan tufoksi BPD, antara lain Inspektorat, Bagian pemdes setda serta ketua PABPDSI.

“Ini dimaksudkan untuk penguatan keorganisasian,”jelasnya.

Sementara Ketua PABPDSI Himansyah M Husnaeni menuturkan, atas nama PABPDSI ia mengucapkan terimakasih dan merasa bangga karena bisa diundang silaturahmi bersama keluarga besar desa se Kecamatan Cibalong.

Pada kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas BPD khususnya, kepala desa, sekdes dan BPD, ini merupakan niat dan itikad baik untuk menciptakan harmonisasi dalam pembangunan desa ke arah yang lebih baik lagi.

“Insya Alloh kegiatan model ini akan saya rekomendasikan supaya bisa diselenggarakan di kecamatan lainnya,” kata Himansyah.

Hal senada dikatakan Camat Cibalong Drs A. Amin, pihaknya sangat mengapresiasi dengan pelaksanaan bimtek khusus bagi anggota BPD, dan diharapkan kegiatan ini dapat memberi bekal dan pengalaman bagi peserta bimtek dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai mitra strategis pemdes demi terwujudnya kemajuan dan kemandirian memajuan desa.

“Dalam kegiatan ini juga bisa menjalin sinegritas  APDESI  dan BPD untuk menguatkan soliditas dalam membanggun desa dan warganya, “ucap Ain. (ANWARWALUYO)


JAJARAN POLSEK CIPATUJAH PANTAU TOKO DAN APOTEK PASTIKAN KETERASEDIAAN MASKER DAN HANDSANITIZER

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Untuk memastikan ketersediaan Masker dan Handsanitizer, beberapa hari lalu jajaran Polsek Cipatujah Polres Tasikmalaya melakukan monitoring serta pengecekan ke sejumlah minimarket dan apotek yang ada di wilayah Hukum Polsek Cipatujah.(27/9)

Ps. Ka SPKT II Aipda Deni Herdianto, Bhabin Polsek Bripka Herwanto dan Bhabin Polsek Brigadir Irwan Setiawanto pun langsung menyasar untuk mengecek langsung ke minimarket dan apotik,  sehubungan dengan adanya dugaan kelangkaan masker  bedah (warna hijau).

Menurut Aipda Deni, dari hasil monitoring ternyata masker masih tersedia dan sudah ada pengiriman. Untuk 

“Masker kain stok masih ada dan pengiriman masih rutin dan di Minimarket Alfamart masker berwarna hijau sudah tersedia dan sudah ada pengiriman, “terang Aipda Deni. (ANWARWALUYO)


HARGA JUAL ANJLOK, PETANI KAPOL DI PANGANDARAN MEGELUH

PANGANDARANNEWS.COM – Petani kapol (kapulaga) di Kabupaten Pangandaran mengeluh, pasalnya saat harga jual komoditas pertanian tersebut harganya sangat rendah, dengan harga jual di petani Rp 90 ribu per kilogram. Pdahal pada awal tahun 2021 yang lalu harga kapol sebesar Rp 340 ribu.

“Padahal untuk mencapai masa panen selain memerlukan biaya yang tidak sedikit juga memerlukan waktu panjang, “terang seorang petani kapol asal Kecamatan Langaplancar, Isnah.(30/9)

Isnah mengatakan, bertanam kapol sekarang sudah menjadi mata pencarian mayoritas para petai di Langkaplancar.

Saat dikonnfirmasi Ketua Asosiasi Kapulaga Indonesia Kabupaten Pangandaran Kunkun Herawanto membenarkan hal tersebut sehingga ia pun akan segera menyampaikan keluhan petani ke pemerintah dalam bentuk petisi, dan ia berharap masalah harga jual kapol ini menjadi pembahasan sehingga bisa kembali stabil. 

“Tapi saya memprediksi harga jula kapol di Pangandaran ini akan kembali normal pada akhir tahun 2021, “ucapnya. (PNEWS)


BUPATI TASIKMALAYA SEBUT KOPERASI MENJADI SOKO GURU PEREKONOMIAN DAN JALAN PINTAS UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto SIP, beberapa hari lalu menghadiri Grand Opening Koperasi Konsumen pemberdayaan, Eekonomi rakyat perak syariah, yang diselenggarakan di Gedung Pramuka Kwarcab mangunreja, Singaparna.(27/9)

Kegiatan yang diselenggarakanTP-PKK dihadiri sekitar 80 orang peserta termasuk diantaranya Ketua Dewan Asep Sofari AL Ayubi S.P, wakil ketua Drs. Ery Purwanto, MSi, Ucu subandri dari parksi PDIP, muspika setempat unsur TNI-POLRI, Hj IDA pengusaha properti, Hj. Endang pengusaha AMPS Jawa Tengah, Ustad Aman Maulana dan ustad H. Husaeni, Pengawas koprasi Ali mudin, dan Ketua H. Heri Herdiana di dampingi Direktur pemberdayaan Asep Rudi (ABEL), Kordinator pengawas SYARIAH Drs. Muhamad Jaenudin Andi, sekertaris, Hj, Rose bendahara, pengurus koperasi dan tamu lain nya.

Ketua Koperasi H. Heri Herdiana dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir atas segala dukungan dan kerjasamanya, selain itu Heri juga menerangkan asal mula berdirinya ”Koperasi Perak Syariah ”.

Disebutkan Heri,  sebagai warga negara yang baik pihaknya ingin melaksanakan segala ketentuan perundang-undangan yang berlaku sesuai yang tercantum dalam konstitusi UUD 1945 terutama pasal 33 ayat 1 tentang perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas Kekeluargaan, dalam penjelasannya disebutkan bahwa pola perekonomian yang di maksud adalah tatanan kehidupan berkoperasi. 

“Pada prinsipnya tujuan didirikannya koperasi ini untuk meningkatkan kesejahtaraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, “terangnya.

Sementara Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto dalam pidatonya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus Koperasi Perak Syariah dan merasa salut, senang dan bangga atas usaha koperasi ini yang langsung tancap gas, dan ini berkat pendampingan dari Dinas Koperasi, ditambah bantuan-bantuan dari Kementerian Koperasi.

“Saat ini saya menjadi saksi dimana Koperasi Perak Syariah langsung tancap gas, kelihatan sederhana karena akses dan informasi ini bisa bernilai lebih, “ucapnya.

Bupati berharap koperasi ini dapat langsung memiliki multiple efek dengan mencari jenis-jenis usaha yang lain serta membentuk koperasi-koperasi lainnya, dan pihaknya pun siap bekerja sama sepenuhnya agar koperasi dapat berjalan lancar dengan baik.

Secarakhusu bupati juga menyampaikan kepada ketua dewan beserta jajaran pegurus untuk segera membangkitkan lagi koprasi di Kabupaten Tasikmalaya sehingga bisa merubah pola pikir warga untuk memutus mata rantai jenis riba yang memangfaatkan atas nama koperasi syariah tapi dalam kenyataannya tetap ada riba sehingga sangat memberatkan warga.

Bupati juga mengintruksikan kepada Dinas Perdaganagan dan Koperasi untuk dapat membimbing dan mengatur supaya koperasi ini mendapat bantuan fasilitas dari kementerian sehingga dapat menjadi role model bagi koperasi-koperasi yang lain.

“Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia adalah model jalan pintas untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, “pungkas bupati. (ANWARWALUYO)





 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN