PULUHAN ANGGOTA TNI, POLRI, RELAWAN DAN MASYARAKAT, EVAKUASI BENCANA BANJIR DI DESA CIKUPA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Jajaran Polsek Karanunggal bersama unsur Muspika, Koramil 1215/ Karangnunggal, BPBD dan masyarakat terlibat langsung dalam penanggulangan bencana banjir yang mengakibatkan puluhan rumah warga tergenang air di Kampung Cikeuruh Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya serta melumpuhkan arus kendaraan pada ruas jalan Sindangreret- Kujang.(12/10) 

Puluhan anggota Polsek  yang dipimpin langsung Kapolsek Karangnunggal, Kompol H Asep Ishak Sip dibantu TNI, Pemerintah Kecamatan, Pemdes Cikupa, BPBD, Satpol PP dan relawan bencana langsung melakukan langkah evakuasi di rumah-rumah warga yang tergenang banjir.

Menurut Kapolsek Karangnunggal, H Asep Ishak, keterlibatan anggota TNI-Polri di lokasi bencan sejak awal bencana banjir terjadi hingga hari ini (13/10-red) sehari pasca bencana, selain membantu mengawasi dan pengamanan lokasi banjir serta turun langsung membantu evakuasi dan membersihkan puluhan rumah warga terutama warga yang tengah sakit untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.

Karena hingga penanganan banjir saat ini masih turun hujan, kata Asep, pihaknya pun akan menyiagakan seluruh anggota sekaligus terus berkoordinasi dengan pemdes dan warga mengantisipasi terjadinya bencana susulan.

”Saat ini mungkin kita sedang diuji oleh Alloh, maka berbanyaklah doa  dan dzikir agar dijauhkan dari bencana, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


TANAH LONGSOR DAN SAPUAN ANGIN PUTING BELIUNG LANDA DI DUA KECAMATAN KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Akibat hujan lebat dan angin puting beliung yang terjadi senin kemarin (12/10), telah mengakibatkan kerusakan lahan kebuh dan beberapa rumah warga di sejumlah wilaah di Kabupaten Pangandaran.

Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Sindangjaya, Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, ketika  sekitar pukul 03.00 WIB, gundukan material tanah menutupi lahan kebun milik warga dan badan jalan.

Seperti dikatakan Camat Langkaplancar, Deni Ramdani, peristiwa longsor tersebut berasal dari lahan kebun milik warga tersebut, juga mengakibatkan badan jalan penghubung Desa Jayasari tepatnya di tanjakan Nini Ganda pertigaan jalan Pasirheras  sehingga material tertutup material longsoran.  

“Dan akibat longsor yang menimpa lahan kebun, kata  pemilik kebun diperkirakan ia mengalami  kerugian sekitar Rp.30 juta, “terang Dani.

Sementara di tempat lain, di Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi, sekitar jam 5.30 Wib terjangn angin puting mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga.

Walau tidak ada korban namun bencana longsor dan angin puting beliung tersebut telah mengakibatkan kerugian materi sejumlah warga tepatnya di depan bekas kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, mengalami rusak satu rumah rusak berat.

Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan membenarkan sapuan puting beliung tersebut mengakibatkan kerusakan pada 26 rumah warga termasuk satu rumah dengan kondisi rusak berat akibat tertimpa pohon albasia.
Sementara dampak puting beliung, menurut Kepala Desa Parigi Ajat Sudrajat mengakibatkan 17 rumah terdampak bencana.
Saat dikonfirmasi, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pangandaran berdasarkan assessment, ada 14 rumah warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung, diantaranya rusak ringan dan satu rumah rusak berat milik Winaro.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui FKDM, Linmas, Tagana dan BPBD serta dibantu masyarakat langsung mengevakuasi dan membersihkan material longsor yang menutupi jalan di Kecamatan Lankaplancar dan membersihkan puing-puing pohon yang menimpa rumah warga di Kecamatan Parigi.

Sementara Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan, atasnama pemda mengucapkan bela sungkawa serta memberi bantuan kepada warga yang tertimpa musibah. 

Di tempat terpisah, melalui akun media sosial facebook, salah seorang warga menghimbau agar semua pihak saat menyampaikan berita bencana yang terjadi di Pangandaran ini bisa dengan lugas dan bijak.

Hal ini, menurutnya, akibat dari pemberitaan atau judul berita yang kesannya bombastis baik di media sosial mau pun media lainnya bisa menimbulkan efek lain pada kunjungan wisata ke Pangandaran.

“Ini jelas akan merugikan semua, khususnya para pelaku usaha wisata, “ungkapnya. (PNews)

 


 


KEPSEK DAN GURU SDN 2 CIMERAK TAK MASUK KELAS, ABAIKAN KEBIJAKAN ?

PANGANDARANNEWS.COM-Kebijakan diberlakukannya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka saat pandemi covid19 di Kabupaten Pangandaran, karena masuk pada katagori aman walau belajar tatap muka ini hanya dilaksanakan dua kali dalam seminggu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Namun sayang, kebijakan ini tidak sepenuhnya dilaksanakan para pendidik, walau ada keharusan untuk para guru tetap masuk tiap hari, tapi terkesan para pengajar ini mengabaikan program ini.

Seperti yang terjadi di SDN 2 cimerak, beberapa warga mempertanyakan hal ini pasalnya seperti yang terjadi pada beberapa hari lalu (6/10), Kepala sekolah dan seluruh guru pengajar tidak ada di sekolah. 

Seperti disampaikan penjaga sekolah, Oyo, mengatakan, hari ini (selasa 6/10-red) ia tidak melihat kepala sekolah serta guru  di sekolah.

"Sejak pagi tidak seorang guru pun yang datang, “ungkapnya. (6/10)

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Ketua Korwil Cimerak, Suhma, S.Pd, M.Pd, menyampaikan, pohaknya mengatakan tidak tahu hal tersebut.

"Jika memang demikian, jelas itu salah karena walau pelaksanaan belajar tatap muka dengan siswa hanya 2 kali seminggu namun kepala sekolah dan guru tetap wajib masuk tiap hari, “terangnya. ungkapnya.

Sayang saat PNews mencoba untuk konfirmasi hal ini pada Kepala SDN 2 cimerak, Atik Warsita, ia begitu sulit ditemui dan terkesan menghindar. (AGE)


GOTONGROYONG TIM TMMD KE 109 KODIM 0612 TASIKMALAYA DAN WARGA MEKARSARI BUKTI KEMANUNGGALAN TNI DAN RAKYAT

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sudah hampir tiga pekan ini Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 109 Kodim 0612 Tasikmalaya yang dilaksanakan di Desa Mekarsari Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, berbagai Infrastruktur yang dikerjakan pun sudah mencapai hampir 80%. Seperti perbaikan jalan, jembatan serta Rumah Tidak layak Huni (Rutilahu) terus dikerjakan Satgas TMMD ke 109 Kodim 0612 Tasikmalaya bersama warga, sehingga sinergitas dan soliditas pun tampak terlihat dalam bergotong royong di setiap pekerjaan.  (9/10)

Ketika anggota satgas TMMD menarik alat berat, masyarakatpun tanpa harus dikomando langsung membantu untuk menarik alat berat tersebut.

Menurut salah seorag warga, Oin yang lebih akrab disapa bapa Olot, mengatakan, dengan kehadiran Satgas TMMD Kodim 0612 Tasikmalaya warga merasa senang dan bangga karena jalan disini mendapat perbaikan.

Oin mengatakan, kehadiran Satgas TMMD ke 109 dari kodim 0612 Tasikmalaya diharapkan dapat berlanjut di tahun – tahun berikutnya karena selain adanya pembangunan warga pun mengaku  merasa lebih dekat dengan TNI, karena sejatinya TNI merupakan anak kandung rakyat.

“Mudah-mudahan kebaikan yang sudah diberikan seluruh anggota TNI disini dibalas oleh Allah SWT, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


BPR CIPATUJAH JABAR PERSERODA, KEMBALI SALURKAN CSR KEPADA DUA WARGA DI KECAMATAN KARANGNUNGGAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-PT BPR Cipatujah Jabar Perseroda atau Bank CiJ kembali menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang disalurkan ke warga di dua di kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

Penyerahan dana CSR sebesar Rp 17,5 juta untuk setiap warganya dilakukan langsung oleh direksi Bank CiJ dengan disaksikan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Karangnunggal, perwakilan pemdes, bertempat di Kantor Bank CiJ Cabang Bantarkalong.(6/10)

Salah satu perwakilan direksi Bank CiJ, Deni, mengatakan,untuk penyaluran dana CSR kali ini diberikan pada 2 orang warga Kecamatan Karangnunggal, atas nama Hadnan warga  Kampung Cimindi Rt 005/006 Desa Kujang dan Handi warga Cibungur Rt 008/004 Desa Sarimukti Kecamatan Karangnunggal, masing-masing menerima Rp 17,5 juta yang dipergunakan untuk membantu perbaikan rumah mereka yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

“Kami berharap bantuan yang telah mereka terima dapat bermanfaat sehingga rumahnya pun bisa lebih layak dihuni, ”kata Deni. harapnya. 

Sementara sala seorang penerima CSR, Handi, yang didampingi TKSK Kecamatan Karangnunggal  Jajang, usai menerima bantuan menyampaikan kegembiraannya serta ia pun mengaku sangat bersyukur karena bisa memperbaiki rumah keluarganya.

 “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya pada pihak Bank CiJ, semoga  Bank CiJ usahanya makin sukses dan semakin maju,”ungkapnya. (ANWARWALUY0)


UNTUK SUKSESNYA PROGRAM KAMPUNG KB CULAMEGA DIPERLUKAN SINERGITAS SELURUH STAKEHOLDER

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk memperkuat peranan komponen masyarakat dan instansi dalam mendukung program kampung KB di wilayah Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, beberapa hari lalu dielar rapat kerja Kampung KB (Keluarga Berencana) dengan melibatkan seluruh stakeholder, seperti dari Dinas kesehatan dan pengendalian penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Camat Culamega, kapolsek Bantarkalong, Koramil 1217/Bantarkalong, kepala desa, para kepala UPT, ketua dan pengurus kampung KB. (8/10)

Kepala Seksi Bina Jaminan Pelayanan KB dan Hak- Hak Reproduksi pada Dinas Kesehatan Dan Pengendalian Penduduk, Risi Riskadewi menjelaskan, keterlibatan seluruh komponen masyarakat dan instansi sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan capaian program kampung KB.

Dalam komposisi pengelola kampung KB, menurut Risi, harus terjadi sinergitas antara jajaran pengurus dengan pemerintah desa, instansi atau UPT yang ada di kecamatan Culamega, seperti puskesmas, BPP, KUA, tni-Polri, Pendidikan dan petugas penyuluh KB.

“Dengan sinergitas pengurus kampung KB dan seluruh stakeholder saya yakin akan mampu memberi dampak pada penguatan peran hingga tercapainya target dan tujuan dibentuknya kampung KB,” jelasnya.

Sementara Camat Culamega, Tubagus Aam Muharam SH, MSi didampingi PLKB Culamega Ipit Puspitasari dalam kesempatan yang sama menyampaikan, rapat kerja kampung KB menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk melakukan penguatan pelaksanaan program sekaligus evaluasi.

Karena dalam raker kali ini juga, kata Tubagus, dibahas terkait persiapan penilaian kampung sehat terbaik yang berasal dari Kampung sehat Desa Cipicung.

“Kami mengucapkan terimakasih keterlibatan semua instansi, pemdes dan masyarakat dalam membantu melaksanakan seluruh Kegiatan di seluruh kampung KB yang ada di kecamatan Culamega,”ujar Tubagus. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)



RIBUAN MAHASISWA DAN BURUH KOTA TASIK TURUN KE JALAN TOLAK UU CIPTA KERJA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Ribuan Mahasiswa yang bergabung dalam PMII Kota Tasikmalaya beserta Ormas  kaum buruh, hari kemarin (7/10) melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya untuk menolak keras pengesahan RUU Omnibuslaw. Aksi ini dipicu karena pengesahan UU Cipta Kerja dipercepat, yang semula dijadwalkan pada 8 oktober 2020, tapi kemudian di sahkan menjadi UU pada hari Senin 06 Oktober 2020 di tengah pandemi covid-19.

Menurut beberapa peserta demo, konon katanya, UU Cipta Kerja diharapkan akan mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia memasuki pada era baru perekonomian global untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, sejahtera, dan berkeadilan.

Seperti diungkapkan Krodinator Lapangan (korlap) PMII, Muhaimin Abdul Basith, aksi ini sesuai dengan intruksi Ketua Umum Pengurus Besar PMII yang mengintruksikan PMII se-Indonesia untuk turun ke jalan melakukan aksi penolakan RUU Cipta Kerja.

“Aksi yang digelar ini akan terus dilakukan karena aksi ini tidak ada efek yang begitu luar biasa dari  DPR-RI dan kami sangat kecewa sekali.”ucapnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Pipin Hidayat menyampaikan, pengesahan undang-undang ini di tengah tengah penderitaan rakyat akibat pandemi covid-19 membuat publik bertanya-tanya tentang keberpihakan para wakil rakyat di daerah, Pemerintah, DPR-RI pada akyat.

Ipin juga menegaskan, aksi ini PMII tidak akan selesai hingga hari ini saja, karena akan terus dilakukan secara continue di Kota Tasikmalaya. 

“Karena ini merupakan hajat hidup dan peroalan sehingga sudah menjadi tanggungjawab kami untuk menyampaikannya ada pemerintah dan wakil kami di gedung DPR, “tegasnya.

Sementara di luar aksi demo, PMII juga membuka posko untuk menerima pengaduan dari buruh, masyarakat dan kaum miskin untuk melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK), bertempat di Jalan Dr Soekardjo. (ANWARWALUYO)




UNTUK KENYAMANAN MASYARAKAT, KOMPLEK DADAHA KOTA TASIK AKAN DITATA ULANG

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan, menurut UPTD Dadaha Kota Tasik, Didi, perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi higienitas masyarakat, seperti di area joging trek  harus steril, tidak mainan odong-odong, kendaran tidak boleh masuk area joging dan masyrakat juga harus punya kesadaran sendiri terkait semua ini.

Faktor yang pertama, kata Didi, akses sanitasi yang memadai, karena selama ini akses sanitasi ini  dan fasilitas juga belum adanya Penerangan Jalan umum (PJU) di area spor center joging trek sesuai dengan standard  kesehatan.

“Saat ini pengelolaan Dadaha masih  belum maksimal ditambah kesadaran masyarakat sendiri masih kurang, “kata didi.(6/10)

Hal lainnya, imbuh Didi, perilaku dan kebiasaan masyarakat itu sendiri tentang kebersihan, seperti membuang sampah sembarangan dan selalu cuci tangan.

Tak hanya itu, masih kata Didi, budaya atau kebiasaan masyarakat sekitar pasti akan berpengaruh pada kebiasaan dan perilaku yang diajarkan tiap individu, oleh karenanya jika bicara kebersiahan di Dadaha maka kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan kesehatan pun harus dimulai dari masyarakat sendiri serta diperukan juga kerjasama dari berbagai sektor pemangku kebijakan pemegang regulasi dan campur tangan akademisi, pelaksana hingga masyarakat itu sendiri.

Walau menurutnya ia baru menjabat satu bulan, sekarang setiap hari jumat ada gerakan jumat bersih agar masyrakat yang datang ke kawasan Dadaha bisa nyaman dan betah, dan khusus di joging trek akan steril dari semua jenis kendaraan.  

“Tapi sebelum beres-beres di luar tentunya kami juga akan menata ke dalam dulu, diantaranya dengan meningkatkan sumber daya manusianya dulu, “tegasnya. (ANWARWALUYO)


WARGA BOJONGGAMBIR TAK BUTUH JANJI TAPI BUTUH BUKTI NYATA PEMBANGUNAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sejumlah warga Desa Campakasari Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, mengaku kecewa karena beberapa ruas jalan di daerahnya hingga saat ini masih belum tersentuh perbaikan.

Seperti disampaikan salah seorang warga, Asep, ia mengaku sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji para calon bupati-wakil bupati, karena janji tersebut tidak pernah dipenuhi dan terealisasikan.

“Dari dulu jika mau pilkada dalam kampanye para calon bupati termasuk wakil gubernur jabar, selalu mengatakan akan membangun jalan di daerah kami, tapi kenyataan semuanya bohong, “tegasnya.(6/10)

Untuk seluruh calon bupati-wakil bupati yang akan maju pada Pilkada serentak tahun ini, kata Asep, sebaiknya tidak usah mengumbar janji, karena ini akan melahirkan rasa ketidak percayaan masyarakat jika janji tersebut tidak ada buktinya.

“Semakin hari para calon dalam kampanyenya berjanji, sekarang masyarakat malah semakin tidak percaya, “imbuhnya. (ADE IDRIS)


PEMKAB PANGANDARAN BANTAH AKAN METUTUP KEMBALI OBYEK WISATA

PANGANDARANNEWS.COM –Terkait dengan beredar kabar di media sosial dan di masyarakat yang mempertanyakan kebenaran isu Pemkab Pangandaran akan menutup kembali objek wisata, yang  

mengakibatkan banyak pedagang dan pelaku wisata yang resah bahkan kunjungan wisatawan pun berkurang, tercatat yag tadinya 34.800 turun menjadi 16.695 pengunjung di akhir pekan, Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, kepada sejumlah awak media menyampaikan, pihaknya tidak akan menutup obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. 

Hal ini disampaikan, menurutnya, untuk mengklarifikasi isu yang berkembang terkait penutupan obyek wisata karena alasan pandemi Corona atau pun terkait dengan hasil kajian para ahli mengenai potensi tsunami.

“Saya tegaskan, baik pemprov atau pemerintah pusat tidak pernah mengeluarkan kebijakan tersebut, “tegasnya kepada sejumlah wartawan di kantornya.(5/10)

Saat ini dunia pariwisata menjadi salah satu sektor usaha ribuan masyarakat Pangandaran, sehingga, katanya, untuk saat ini pemkab tidak mungkin mengelaurkan kebijakan dengan menutup pariwisata.

Ia juga mengatakan, level kewaspadaan penyebaran COVID-19 di Pangandaran hingga saat ini masih terkendali, sementara terkait kajian potensi tsunami hingga saat in belum ada satu pihak pun yang bisa memprediksi kapan dan dimana akan terjadi.

Di tempat terpisah, salah seorang nelayan perahu pesiar, mengatakan, ia sangat mengapresiasi Pemkab Pangandaran karena segera merespon jika isu itu tidak benar.

“Pada saat seperti inilah pemerintah harus segera hadir untuk segera menyampaikan klarifikasi berita hoaks baik yang ada di medsos atau yang beredar di masyarakat, “ujarnya.(PNews)



PEMKAB PANGANDARAN SEGERA RENCANAKAN PERBAIKAN GEDUNG TES

PANGANDARANNEWS.COM – Pemkab Pangandaran berencana akan segera memperbaiki dan mengaktifkan Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau shelter tsunami yang berlokasi di Pasarwisata Desa Pangandaran.

Seperti dikatakan Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, ia menargetkan psling lambat bulan oktober mendatang perbaikan dan fungsi shelter sudah aktif.

“Nantinya di gedung TES tersebut rekan-rekan relawan akan melaksanakan akitvitas harian, dan saat ini sangat tepat karena berbarengan dengan momen  bulan bulan pengurangan risiko bencana, “ujarnya.(5/10)

Dani juga mengatakan, shelter tsunami tersebut akan dujadikan pusat pusat edukasi ketangguhan  dalam menghadapi bencana pada masyarakat bahkan wisatawan bisa belajar untuk menambah pengetahuan terkait kebencanaan dan mitigasi bencana.

Dani yang juga Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, mengakui, kondisi jalur evakuasi di Pangandaran sudah cukup layak hanya yang jadi persoalan, apakah wisatawan dan warga tahu jalur evakuasi tersebut.

Oleh karena itu, menurut Dani, pihaknya akan melaksanakan pelatihan terkait apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, termasuk pengenalan jalur-jalur evakuasi.

“Dan untuk wisatawan, kita akan melatih para pelaku wisata seperti pengusaha hotel, pedagang dan lainnya, sehingga jika terjadi bencana mereka yang akan memandu wisatawan ke jalur evakuasi,” imbuh Dani.

Seperti diketahui, bangunan shelter tsunami selama ini kurang trawat, banyak bagian gedung yang bocor sehingga menyebabkan genangan air di dalam gedung. Begitu juga dengan kondisi penerangan sudah banyak yang padam bahkan tampak instalasi kabel listriknya pun sudah tidak karuan dan membahayakan. Padahal gedung berukuran sekitar 50 x 60 meter yang dibangun tahun 2016 ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp 23 milyar, dan gedung TES ini diklaim bisa menampung sekitar 6 ribu orang. (PNews)


PKK DESA SIMPANG LAKSANAKAN PELATIHAN PENCEGAHAN DINI STUNTING

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Sasaran pembangunan pangan dan gizi di Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, lebih difokuskan untuk menurunkan prevalensi kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Beberapa program dan kegiatan pembangunan  pun telah dilakukan untuk mendukung sasaran tersebut.

Tak hanya itu, gerakan perbaikan gizi dengan fokus membanggun desa sehat  pertama kehidupan yang mengacu pada Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi Kehidupan ini bukan inisiatif atau institusi maupun pembiayaan baru, melainkan meningkatkan efektivitas dari inisiatif yang telah ada, yaitu meningkatkan koordinasi termasuk dukungan teknis,  dan kemitraan inovatif, dan partisipasi untuk meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan masyarakat, dan pembangunan. 

Demikian disampaikan Bidan Leli, Am.Keb, saat menjadi nara sumber pada kegiatan pelaksanaan pelatihan pencegahan dini stunting di Desa Simpang, yang dilaksanakan aula desa dengan dihadiri sekitar 40 orang dari kader Posyandu, ibu PKK, tokoh masyarakat dan tokoh agama, juga turut dihadiri aparat Desa, Ketua BPD, babimsa,  babimas, Ketua dan anggota Penggerak PKK Desa Simpang, Pengurus Lansia dan Pengurus PAUD.(3/10)

“Hal ini perlu didukung, antara lain dengan peningkatan kapasitas penanganan stunting bagi Kader PKK, posyandu yang ada di Desa Simpang, “ujarnya.

Pemerintah desa hendaknya laksanakan Pembinaan dan Pelatihan Kader PKK untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya pelaku Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan  para Kader PKK posyandu.

Ia menamnbahkan, kepada semua kader diharapkan bisa meningkatkan kinerja dengan berbagai inovasi sehingga dapat mendorong terciptanya kondisi kesehatan masyarakat terutama menyangkut kesehatan ibu hamil dan balita untuk menghindari stunting lansia serta mendorong usaha ekonomi keluarga dengan memanfaatkan sumber daya berbasis lokal.

“Dan yang lebih penting menyangkut kewaspadaan kita dalam mengantisipasi penularan Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan”, tutur Lely . (ANWARWALUYO)


AKIBAT RUNTUHAN POHON BAMBU JALAN TARAJU-BOJONGGAMBIR TERTUTUP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Tak hanya di Kecamatan Cikatomas, akibat guyuran hujan di Desa Singasari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmayalaya, juga telah mengakibatkan tumbangnya pohon bambu yang menutupi badan jalan Taraju menuju Bojonggambir.(2/10)

Babinsa Desa Singasari, Oin Sukmawan, mengatakan, runtuhan pohon bambu yang menimpa jalan tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, persisinya di Kampung Pasir Nangka RT 13 RW 03 Dusun Picung.

Menurut beberapa saksi mata, pohon bambu tersebut tumbang akibat kondisi di tanah sekitarnya labil saat kondisi basah sehingga mengakibatkan akar bambu pun rapuh.

Setelah berkoordinasi dengan Pemdes Singasari, kata Oin, ia pun langsung mengajak warga sekitar untuk bergotong royong untuk mengangkat runtuhan bambu yang tumbang dan membersihkan sisa tanah longsoran dengan menggunakan alat seadanya.

“Dan hanya membutuhkan waktu relatip singkat, kini jalan pun sudah dapat dilewati kendaraan kembali, “jelas Oin. (ADE IDRIS)


AKIBAT TERTIMPA TANAH LONGSOR, SEBUAH RUMAH DI DESA PEKEMITAN ALAMI RUSAK RINGAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Akibat curah hujan dan cuaca ekstrim beberapa hari ini, tidak jarang menimbulkan bencana alam banjir, longsor dan lainnya dan salah satunya terjadi longsor yang terjadi di Kecamatan Cikatmas Kabupaten Tasikmalaya.(2/10)

Seperti dituturkan Babinsa Desa Pakemitan Koramil 1218/Cikatomas, Sertu Sopyan, kejadian tanah longsor yang menimpa rumah seorang warga bernama Dadang (51) di Kampung Ranto RT/RW 02/15 Desa Pakemitan, yang terjadi sekitar pukul.09.00 Wib, mengakibatkan beberapa bagian rumah rusak.

“Setelah saya mendapat laporan dari warga dan untuk mengecek kebenarannya sayapun langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Pancatengah dan pihak pemerintah Kecamatan Cikatomas, “jelasnya.

Dikatakan Sopyan, usaha penanggulangan pembersihan longsoran lumpur dan puing-puing yang menimpa rumah tersebut dilakukan bersama masyarakat sekitar serta dilakukan pendataan kerugian korban. Dan setelah dilakukan pendataan, ternyata hanya dinding rumah milik yang mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa material longsoran dan masuk halaman rumah.

“Saya juga lalu memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap perubahan alam saat ini dan agar segera melaporkan kejadian kepada Babinsa apabila terjadi bencana, “kata Sopyan. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN