HARGA JUAL TURUN DRASTIS, NELAYAN PANGANDARAN KINI ENGGAN TANGKAP BABY LOBSTER

PANGANDARANNEWS.COM-Akhirnya dengan sendiri penangkapan baby lobster (benih udang karang) yang akhri-akhir ini marak dilakukan para nelayan Pangandaran, berhenti dengan sendirinya. Pasalnya, kini harga jualnya turun dengan drastis, yang tadinya di kisaran harga Rp 10.000 per ekor, kini hanya Rp 2.500 saja. 

Jelas kondisi harga ini membuat nelayan sekarang merasa enggan untuk menangkap anak udang karang yang masih sebesar jarum ini.

Seperti diungkapkan salah seorang nelayan asal Desa Pangandaran, ia mengaku bisa mendapatkan hasil sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, dalam semalam. Tapi sekarang dengan harga yang sangat murah membuatnya enggan untuk menangkap baby lobster lagi.

“Dengan modal 4 liter bahan bakar genset untuk penerangan di perahu, dalam semalam saya bisa mendapatkan Rp 2juta, “ungkapnya.(19/9)

Menurutnya, biasanya lampu-lampu itu akan mulai dinyalakan sekitar pukul 18.00 hingga pukul 5 dini hari saat ia mengambil ratusan udang-udang kecil yang menempel pada kain beludru (alat yang biasa digunakan).

“anak udang itu pada malam hari akan mendekati cahaya yang dihasilkan dari penerangan lampu lalu menempel pada beludru yang sudah disiapkan, “terangnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu hampir di sepanjang pantai timur Pangandaran, tepatnya mulai di depan Pasar Ikan hingga ke perbatasan Cagar Alam, setiap malam terlihat beberapa perahu dengan penerangan lampu tampak memenuhi di kawasan tersebut.

Walau beberapa waktu lalu Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, tidak menyetujui penangkapan baby lobster tersebut dengan alasan jika anaknya sekarang ditangkapi dikhawatirkan nantinya akan sulit mendapatkan udang lobster di perairan pantai Pangandaran.

Walau memang ada aturan yang membolehkan penangkapan baby lobster, kata Jeje, ia lebih memilih agar di Kabupaten Pangandaran bisa dikecualikan. Jeje tetap khawatir jika saat ini marak anaknya ditangkapi, suatu saat di Pangandaran aka sulit menemukan udang karang (lobster).

“Padahal lobster besar jauh lebih tinggi harga jualnya jika dibanding dijual dengan yang masih baby, “kata Jeje.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Satuan Pol Air Polres Ciamis, AKP Sugianto, saat diminta komentarnya, mengatakan, pihaknya jelas tidak bisa melarang nelayan yang diketahui melakukan penangkapan baby lobster. Pasalnya, perangkat hukum sebagai landasan pelarangan memang tidak ada. 

“Malah yang saya ketahui ada Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan yang membolehkan penangkapan baby lobster, “terangnya, beberapa waktu lalu.

Jika Pemkab Pangandaran menginginkan agar tidak ada panangkapan karena dikhawatirkan ke depan lobster-lobster besar ini akan sulit ditemukan di perairan Pangandaran, ia sangat mendukung kebijakan tersebut. 

“Tapi saat di lapangan saya tidak punya perangkat hukum untuk menghentikannya, “ujarnya. (hiek)


SELAIN MENJADI MITRA USAHA MASYARAKAT, BPR BKPD PANGANDARAN MAMPU HASILKAN PAD


PANGANDARANNEWS.COM
-Sejak diserahkan kepemilikan Perusahaan Umum Daerah (perumda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  BKPD Pangandaran atau lebih dikenal Bank BKPD Pangandaran dari Pemenerintah Kabupaten Ciamis ke Pemkab Pangandaran pada tanggal 15 Juli 2019 dan secara resmi tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 5 Desember 2019 lalu, Perumda Kabupaten Pangandaran di sektor perbankan ini terus menunjukan peningkatan. Baik peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola mau pun menejmen operasional pun terus digenjot, sehingga kepercayaan masyarakat di bidang jasa perbankan pun semakin dipercaya publik.

Tak hanya menjadi mitra usaha masyarakat, kini BPR Bank BKPD Pangandaran pun telah efektif setor Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagian dari laba perusahaan ke Pemda Kabupaten Pangandaran sebagai pemilik/pemegang saham tunggal dari Bank BKPD Pangandaran.

Seperti dituturkan Direktur Utama BPR Bank BKPD Pangandaran, Aang Ismail, penyerahan laporan setoran PAD ini diterima langsung Bupati Pangandaran sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM).

Aang menjelaskan, melalui proses panjang kedua pemerintahan, Pemkab Pangandaran dan Ciamis, 3 perusahan BPR BKP Pangandaran, BPR BKPD Cijulang dan PDAM, tanggal 15 juli 2019 sepakat untuk diserahterimakan dari Kabupaten Ciamis ke Pangandaran.

Pasca dalam kepemilikan Pemkab Pangandaran, Bank BKPD Pangandaran ada perubahan badan hukum yang memayungi BKPD, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 94 tahun 2017, yang semula Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang secara resmi tercatat di OJK mulai tanggal 15 Juli 2020, tepat 1 tahun setelah diserahkan dari Kabupaten Ciamis.

“Kini Bank BKPD Pangandaran harus menjadi kebanggaan seluruh masyarakat, karena laba yang dihasilkan dari usaha bank akan kembali ke masyarakat melalui setoran PAD, “ujar Aang.(16/9)  

Menanggapi hal ini, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyampaikan, Pemkab Pangandaran sebagai pemilik BPR BKPD sebenarnya tidak melulu fokus pada keuntungan atau laba saja. Lebih dari itu, menurut Jeje, ia ingin BPR BKPD mampu memposisikan diri menjadi roda penggerak serta berpartisipasi aktiv dalam denyut perekonomian masyarakat.

“Saya tidak cenderung menjadikan BPR BKPD pada profit oriented saja, tapi ia juga harus mampu mengkatrol kemampuan dan daya beli masyarakat, “ungkapnya, saat ditemui PNews Di kediamannya, di Desa Pangandaran.(17/9)

Jika Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)  berperan dalam perekomian di pedesaan, Jeje berharap keberadan BPR BKPD akan mampu menjadi parnert pereknomian daerah, sehingga pada gilirannya masyarakat akan lebih merasa terbantu dengan adanya bank milik pemda ini. Dan dengan sendirinya nantinya publik juga akan tahu keuntungan (profit) yang didapat dari usaha perbankan pemkab ini akan menjadi PAD yang selanjutnya tetap masyarakat juga yang akan menjadi penerima manfaat karena digunakan untuk pembangunan daerah.

Dengan mengambil pasar perekonomian kecil dan mikro, imbuh Jeje, BPR BKPD harus mampu memposisikan diri menjadi bank yang berorientasi pada perekonomian di segmen usaha yang ada di tengah-tengah masyarakat tersebut, tentunnya dengan tetap mengacu pada aturan baku perbankan.

“Di Pangandaran kini sudah mulai kelihatan geliat industri rumahan, usaha di bidang pariwisata, kuliner dan lainnya, nah BPR BKPD harus hadir disana, “kata Jeje.

Dan tentunya ini sangat relevan dengan rencana kebijakan pemda tahun mendatang, karena disamping melanjutkan program yang sudah digulirkan, kata Jeje, rencana kebijakan Pemkab Pangandaran ke depan, salahsatunya akan fokus pada peningkatan daya beli dan perekonomian masyarakat serta peningkatan sumber daya manusia.

“Mudah-mudahan BPR BKPD mampu menjadi menopang kebijakan tersebut, serta yang pasti BKPD tentunya harus menjadi kebanggan warga Pangandaran, “ucap Jeje.

Ditemui secara terpisah, anggota Komisi II DPRD, Hamdan, mengatakan, kini tinggal masyarakatnya sendiri yang harus mampu menangkap peluang-peluang ekonomi yang sudah ada di depan mata, karena kesempatan ini tidak selalu ada di setiap daerah. Peluang usaha di Daerah Tujuan Wisata (DTW) tentu harus bisa ditangkap masyarakat, karena Pangandaran, melalui sektor pariwisata akan mampu memindahkan peredaran uang dengan jumlah besar dari beberapa daerah masuk dan berputar di Pangandaran.

“Dan melalui BPR BKPD, Pemkab Pangandaran tentunya siap melengkapi perekonomian daerah khususnya pada jasa perbankan, “ungkap politisi PDI Perjuangan ini. (hiek)

JEJE WIRADINATA LANTIK KEPENGURUSAN KARANG TARUNA KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM –Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengukuhkan serta melantik jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Pangandaran periode 2020-2025, bertempat di aula Setda.(16/9)

Dalam sambjtannya, Jeje berpesan agar Karang Taruna mampu belajar mengelola organisasi dengan baik serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah.

Jeje mengatakan, ia tidak mau melihat jika anggota Karangtaruna menjadi generasi yang suka nyinyir di media sosial, tapi sebaliknya harus mampu untuk tampil menjai pemuda yang penuh dengan ide, kreativitas dan dan solusi.

“Marilah kita bersama-sama membangun Pangandaran, salah satunya Karangtaruna harus ikut membantu pemda dalam upaya sosialisasi penanganan dan pencegahan Covid-19, “tegas Jeje.

Jeje juga berharap, agar Karangtaruan bersama Satgas Covid-19 turun ke  lapangan membantu koramio dan polsek dalam mensosialisasi protokol kesehatan Covid-19, seperti penggunaan masker.

Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Subchan Daragana, ia menyampaikan, pemuda harus ikut membangun bangsa ini.

“Pada era digital sekarang Karangtaruna harus bisa berkontribusi salah satunya melalui medsos dengan narasi yang baik dan santun, “ungkap Subchan.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Pangandaran, Dede Supratman, usai dilantik kepada media, mengatakan, dibawah impinannya Karangtaruna bermitmen serta siap bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan di Pangandaran dalam usianyayang masih muda untuk bisa sejajar
dengan daerah lain.

“Karangtaruna juga melihat, empat program prioritas di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pengembangan kawasan wisata, semuanya kini sudah dapat dirasakan masyarakat Pangandaran, ”ungkapnya. (PNews)

HATI-HATI, JIKA KASUS COVID-19 TERUS NAIK PILKADA PANGANDARAN TERANCAM DITUNDA

PANGANDARANNEWS.COM-Aparatur Sipil Negera (ASN)  Pemkab Pangandaran diharapkan bisa benar-benar menjaga netralitas dalam Pemilihan Kepla Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan tanggal 9 desember 2020 mendatang.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, dalam rapat Kordinasi Penegakan Hukum Terkait Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Dalam Rangka Suksesi Pilkada Serentak tahun 2020 dan Deklarasi Netralitas Tingkat Kabupaten Pangandaran, bertempat di aula setda.(16/9)

Menurut Iwan, ada dua fokus pengawsan Bawaslu dalam penyelenggaraan pilkada, antara lan money politik dan netralitas ASN.

“Karena kedua calon yang akan berkontestasi di Pilkada Pangandaran sekarang keduanya merupakan patahana, jadi adasekitar 3360 ASN dan ditambah non ASN harus bisa membedakan mana kepentingan publik dan mana kepentingan politik, “ujar Iwan.

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, menambahkan, proses tahapan Pilbup Pangandaran sejauh ini berjalan lancar, seperti tahaan pemeriksaan kesehatan kedua paslon semuanya sehat, verifikasi administrasi syarat calon dan syarat pencalonan juga sudah berjalan.

Untuk pelaksanaan kampanye di tengah pandemi Corona, imbuhnya, ada beberapa penyesuaian yang sudah disampaikan kepada pihak-pihak terkait, diantaranya pembatasan jumlah peserta kampanye. Jika menggelar rapat atau pertemuan maksimal peserta 50 orang kalau kampanye terbuka maksimal 100 orang, diharapkan semua aturan ini dipatuhi semua pihak.

“Walaupun secara konstitusional Pilkada akan dilaksanakan 9 Desember 2020, tapi aturan ini masih memungkinkan adanya perubahan jika terjadi kondisi tertentu, “terang Muhtadin.

Sementara pada rakor yang dihadiri Ketua DPRD Pangandaran, Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis, Kapolres Ciais, Kasdim mewakili Dandim 0613/Ciamis, Sekda, para camat, Kapolsek, Danramil, KPUD Pangandaran, Bawaslu dan undangan lainnya, Bupati Pngandaran, Jeje Wiradinata, dalam sambutannya menyampaikan, disamping harus menjaga netralitas, dalam pelaksanaan pilkada sekarang semuanya harus tetap menerapkan protokol kesehatan, baik dalam tahapan maupun nanti pada pelaksanaan pencoblosan.

“Ini menjadi penting, karena jika terjadi klaster baru penyebaran dalam proses tahapan, bisa saja Pilkada Pangandaran ditunda, “kata Jeje.

Sementara secara terpisah, kepada awak media, Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra, mengatakan, Pemkab Pangandaran harus serius melakukan antisipasi penyebaran covid dalam pelaksanaan tahapan pilkada ini. Karea menurut Doni, berdasarkan hasil rapat bersama pimpinan,jika situasi penyebaran Corona tak terkendali, Pilkada ini bisa saja ditunda

Doni juga mengajak kepada stake holder dan seluruh masyarakat untuk senantiasa penerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada.

"Pada tahapan pendaftaran kemarin Pangandaran tidak mendapatkan teguran, tapi ada catatan,  terkait acara deklarasi yang dilakukan kedua pasangan calon sebelum mendaftar ke KPU melibatkan massayang cukup banyak, terang Doni.

Disoal operasi yustisi terhadap pelanggar protokol kesehatan, Dony mengatakan, diharapkan Pemkab Pangandaran segera menerbitkan payung hukum terkait sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Karena selama ini belum ada aturan yang mengatur penerapan sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Pangandaran, “kata Dony. (PNews)

.


DIDAMPINGI BUPATI PANGANDARAN, KASDIM 0613/CIAMIS TUTUP KEGIATAN BSMSS 2020 DI DESA KERTAMUKTI

PANGANDARANNEWS.COM-Hari ini, bertempat di Dusun Campaka RT 01/01 Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Kasdim 0613/Ciamis, Mayor Inf Nurochman, disaksikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dengan resmi menutup kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) TNI-AD tahun 2020.(16/9)

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Pangandaran, H. Wawan Kustaman, Camat Cimerak, Atang Kuncara, Pasilog Kodim 0613/Ciamis (Kapten Arh Agus Purnomo), Pasi Ter Kodim 0613/Ciamis, Kapten Inf Margono, Danramil 1322/Cijulang, Kapten Inf Sutamat, Danramil,  1323/Cigugur, Kapten Chb Sujono, Danramil 1318/Padaherang Kapten Inf Jamino, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran  dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Elon Ruslan dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kasdim 0613/Ciamis, Mayor Inf Nurochman, menyampaikan, kegiatan BSMSS  yang dilaksanakan mulai tanggal 28 agustus hingga 11 september 2020, melibatkan sekitar 20 anggota TNI, 10 orang dari pemda dan sejumlah warga, telah berhasil membangun jalan rabat beton di Dusun Campaka sepanjang 215 meter, pembangunan rambat beton jalan Campaka Desa Kertamukti Kec. Cimerak Kabupaten Pangandaran sepanjang 215 Meter.

Dengan dibantu dinas terkait, kata Nurochman, dalam BSMSS ini dilaksanakan sosialisasi tentang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Program BSMSS, menurut Nurochman, merupakan hasil pembangunan yang dikerjakan oleh masyarakat dan TNI-AD yang meliputi kegiatan sarana fisik maupun nonfisik yang diharakan akan mampu mendorong pembangunan perkembangan di desa.

Nurochman menambahkan, kebersamaan ini hendaknya terus dipelihara agar bisa menumbuhkan sikap saling pengertian dan kerjasama yang baik antara TNI, Pemda dan desa, sehingga tujuan pembangunan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

“Mudah-mudahan dalam kegiatan ini, silaturahmi TNI baik dengan Pemda Pangandaran atau pun masyarakat bisa terus berkesinambungan, “kata Nurochman.

Sementara, Bupati Pangandran, Jeje Wiradinata, mengucapkan terimakasih kepada TNI, khususnya Kodim 0613/Ciamis, yang telah bahu membahu dengan rakyat untuk bisa ikut membangun pedesaan.
Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pangandaran,imbuh Jeje, untuk tahun ini sedikit berkurang karena porsi APBD tahun ini digunakan untuk penangannpandemicovid-19.

Insyaallah pada tahun 2021 mendatang sisa infrastruktur jalan yang belum dibangun sepanjang 1,5 kilo meter dapat diselesaikan, “tegas Jeje. (PNews)

BUNDA PAUD DAN PEMDES CIKUKULU SALURKAN PMT DAN PENGEMBANGAN HOLISTICK INTEGRATIP UNTUK SISWA PAUD/TK.

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pemerintahan Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, melaksanakan penyaluran Pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak usia dini yang berasal dari PAUD/TK, bertemmpat di aula desa.(14/9)

Dalam kegiatan yang turut dihadiri ketua PKK dan Bunda PAUD Kecamatan Karangnunggal Bunda Lilis Agustini S.Pd, ini, Kepala Desa Cikukulu, Asep Triayan dengan didampingi Ketua PKK/Bunda PAUD Desa Cikukulu, pengurus PKK di 4 PAUD dan 1 Taman Kanak -kanak pun menyalurkan langsung PMT dan pengembangan holistick integratip (PAUD HI). 

Ketua PKK sekaligus bunda PAUD Desa Cikukulu, Elin Herlina S.Pd  menjelaskan, pemberian makanan tambahan dan peralatan edukasi holistick integratif  ini merupakan langkahnya bersama Pemdes Cikukulu untuk mendukung kegiatan pendidikan anak usia dini.

Selain itu, kata Elin, bantuan yang berasal dari anggaran dana desa TA 2020 ini menjadi program nyata PKK dalam pengembangan pendidikan dan kesehatan keluarga

“Pemberian PMT bagi anak usia dini sangat penting guna membantu tumbuh kembang fisik maupun otak anak, nantinya pemberian PMT diberikan pihak PAUD dan TK kepada anak didiknya,”jelasnya.

Sementara Kades Cikukulu saat dihubungi lewat telepon celullernya, mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama sekaligus implementasi program pemdes untuk mengalokasikan anggaran yang bersumber dari dana desa (dd) untuk pengadaan makanan tambahan bagi anak usia dini serta bantuan pengembangan holistick integratip (PAUD HI) sebagai upaya membantu mewujudkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak serta mendukung pendidikan anak usia dini.

“Kami berharap pembagian PMT dan fasilitas edukasi bagi anak usia dini ini bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat, “kata Asep.

Pemberian PMT, imbuh Asep, bagi anak usia dini sangat penting karena berfungsi dapat membantu tumbuhkembang fisik maupun otak anak. (ANWARWALUYO)

RIBUAN WARGA TASIK PADATI MESJID AGUNG HADIRI TABLIGH AKBAR USTADZ ABDUL SOMAD

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Ribuan masyarakat Tasikmalaya dari berbagai daerah memadati Mesjid Agung Kota Tasik, untuk mendengarkan ceramah dari Ustadz Abdul Somad.(14/9)

Tausiyah yang disampaikan ustadz kondang Datuk Seri Ulama Setia Negara yang lebih dikenal dengan Ustadz Abdul Somad (UAS), membuat masyarakat Tasik rela datang dari jauh hanya karena ingin mendengarkan langsung siraman rohani UAS.

Seperti dituturkan salah seorang warga Kota Tasik, Nurlela, ia mengaku sangat penasaran untuk bisa menyaksikan dari dekat tabligh akbar ustadz yang sering nongol di layar tv.

“Selama ini saya hanya menyaksikan UAS di tv saja,kebetulan sekarang datang ke Tasik, maka saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat langsung, “ujar Nurlela yang datang bersama ibu-ibu lainnya.

Tak hanya Nurlela, menurut Deden yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Salopa, mengaku ia sudah lama ingin menyaksikan dan mendengarkan langsung ceramah UAS, yang selama ini hanya bisa disaksikan di layar tv atau di media sosial.

Deden mengatakan, ia datang tidak sendirian tapi bersama-sama rombongan yang tiba di lokasi tabligh akbar sekitar pukul 15.30.

“Saya bersukur malam ini bisa menyaksikan langsung siraman rohani yang disampaikan Ustadz Somad, “ungkapnya.(ENDAH-ANWARWALUYO)

LOMBA KAMPUNG SEHAT JADI SARANA PHBS MASYARAKAT DESA GIRiKENCANA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pada kegiatan penilaian Kampung Sehat Desa Girikencana Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di Dusun Sawah Hilir, tim penilai dari kecamatan disambut warga dengan berbagai kesenian tradisional. Selain muspika Parungponteng, tim penilai juga didampingi dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, PKK dan MUI tingkat kecamatan.(14/9)

Kegiatan ini juga mendapat sambutan dan antusias warga dengan menyajikan kesenian Sisingaan, Tutunggulan dan Marawis sebagai ucapan selamat datang pada tim penilai serta membuktikan bahwa warga Kampung Sawah Hilir hingga saat ini masih konsisten menjaga dan melestarikan seni dan budaya tradisional.

“Kegiatan kampung sehat ini merupakan hasil kebersamaan serta gotong royong warga, “terang Kepala Desa Girikencana, Robai’

Tidak ada target untuk jadi juara dalam pelaksanaan kegiatan ini, namun, kata Robai’, pihaknya hanya ingin menunjukan masyarakat Desa Girikencana selalu menjalankan pola hidup sehat, rukun, dan tentunya dengan tetap menjaga dan melestarikan budaya dan kesenian leluhur.

Sementara Camat Parungponteng, Drs Ahmad Fauzi MSi dalam sambutannya menyampaikan, banyak hikmah yang bisa dipetik dari kegiatan kampung sehat di saat pandemi covid 19, karena warga dituntut agar selalu melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kebiasaan cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas, pakai masker, tetap menjaga jarak (social distancing) dan pisycal distancing.

“Mudah-mudahan masyarakat menggunakan pola sehat tersebut bukan hanya saat ini saja, tapi bisa menjadi kebisaan yang diterapkan pada kehidupa sehari-hari, “kata Ahmad Fauzi. (JAJANG-ANWARWALUYO)

DUA BAPASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN JALANI TES KESEHATAN DI RS HASAN SADIKIN BANDUNG

PANGANDARANNEWS.COM – Dua pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, pasangan JejeWiradinata-Ujang Endin Indrawan (JUARA) dan AdangHadar-Supratman (man) beberapa harilalu (9/9) telah menjalani  tes kesehatan di RS Hasan Sadikin Bandung, untuk memenuhi salah satu sarat administrasi pencalonan.

Seperti disampaikan dikatakan Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, berdasarkan Peraturan KPU  (PKPU), dalam tahapan pelaksanaan Pilkada 2020, yang mengharuskan kedua calon untuk menjalani tahapan itu di rumah sakit tipe A.

 “Kami didampingi Bawaslu dan Polres Ciamis juga turut mendampingi tahapan tersebut, “terangnya. (9/9)

Muhtadin juga mengatakan,tim yang melakukan tes kesehatan ini RS Hasan Sadikin Bandung ini  terdiri dari dokter spesialis (IDI), BNN dan tim Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Provinsi Jawa Barat.

“Selanjutnya hasil tes ini akan diserahkan ke KPU, dan KPUD Pangandaran sendiri hanya menerima salinannya saja, “ucap Muhtadin. (PNews)

MAMPU TINGKATKAN PADes, PEMANCINGAN CISEMPUR JADI TUJUAN WISATA MINAT DAN HOBI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Potensi wisata alam yang ada di Desa Cisempur Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikamalaya, sudah saatnya untuk dikembangkan. Dan lagi bukan hanya wisata alam saja, tapi Pemdes Cisempur juga sudah harus mulai menciptakan kawasan wisata rintisan denga kekayaan kesenian dan kebudayaannya, karena pemdes memiliki otonomi untuk mengelola kekayaan yang ada di desa sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Desa Cisempur, Didi Setiadi, untuk menggali potensi ini inovasi pemdes dan masyarakat sangat diperlukan dalam pengembangannya, pasalnya sektor pariwisata bisa bergaris lurus dengan potensi ekonomi lainnya. Seperti pertanian, perikanan dan komoditas lainnya yang ternyata mempunyai nilai jual jika ditangani dengan serius dan profesional.

“Dengan modal kekayaan alam ini, Desa Cisempur diharapkan akan mampu meningkatkan roda perekonomian pedesaan, “kata Didi.(13/9)

Untuk menggali potensi ini, lanjut Didi, perlu digenjot dalam proses  pengembangannya, khususnya wisata alam yang kini mulai ditata oleh pemdes dengan melibatkan antusias masyarakat, salahsatunya pengembangan yang kini banyak diminati masyarakat yakni wisata memancing di lokasi kawasan alam.

Di lokasi mancing ini, masih kata Didi, kegiatan ekonomi lain pun mulai terangkat seperti warung-warung yang menyediakan jajanan asli buatan warga serta keperluan lainnya.  Karena sekaang hampir setiap minggu banyak pemancing yang datang kesini untuk menyalurkan minat dan hobinya,

“Dan warga sekitr pun banyak yang membuka usaha, salahsatunya menyediakan nasi liwet khas Cisempur, “terang Didi. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)

PERSIS KABUPATEN PANGANDARAN HARI INI GELAR MUSDA II

PANGANDARANNEWS.COM-Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Pangandaran hari ini menggelar Musyawarah Daerah (musda) II, bertempat di Islamic Center Kecamatan Pangandaran.(13/9)

Walau baru lima tahun kepengurusan baru lima tahun namun perkembangannyaPersis di Kabupaten Pangandaran relatif signifikan. Dengan ribuan anggota dan simatisan, kini Persis sudah memiliki 4 Pengurus Cabang (PC) antara lain, PC Mangunjaya, PC. Padaherang, PC Kalipucang dan PC  Pangandaran yang baru berdiri beberapa bulan yang lalu.

Seperti disampaikan ketua PD Persis kabupaten Pangandaran, Muhammad Rudi, dalam sambutannya, sebagai salah satu Ormas Islam Persis memiliki perjalanan panjang dalam sejarah perjuangan pergerakan dakwah Islam di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.

“Persis saat itu sudah mampu melahirkan tokoh besar bangsa seperti Muhammad Natsir, sehingga Persis pun menjadi bagian utuh NKRI yang tidak dapat terpisahkan,"ungkapnya.

Sementara mewakili pemerintah yang disampaikan salah seorang pejabat dari Kemenag Pangandaran, Syarif Hidayat, ia menegaskan semua ormas Islam baik Muhammadiyah, NU  dan Ormas lainnya yang tedaftar termasuk Persis ini punya hak yang sama dalam proses menumbuhkembangkan.

Diakui Syarif, perkembangan Persis sangat bagus karena masyarakat Pangandaran sangat menjungjung tinggi nilai-nilai tolerensi, sehingga semua ormas yang terdaftar berhak berkembang.

“Ini sekaligus merupakan wujud sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa, “kataSyarif.

Masih di tempat yang sama, dalam tasiyah yang disampaikan Pimpinan Wilayah Jabar, KH. Hasyim, menekankan agar pada Musda Persis II ini lebih menekankan pentingnya merapatkan barisan antar pengurus, anggota dan simpatisan dalam bingkai Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Persis ada di 27 kabupaten dan kota ini, kata Hasyim, dituntut untuk ikhlas dalam berjuang dan berusaha  menyamakan dan menyatukan rasa, suara dan usaha.

“Pastikan berjama'ah dan berjam'iyah adalah ibadah," tambahnya. (HARIS FIRDAUS)

HANYA DALAM WAKTU KURANG SATU JAM SEBUAH RUMAH DI PADAHERANG HABIS DILALAP SI JAGO MERAH

PANGANDARANNEWS.COM-Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam dilalap si jago merah, sebuah rumah milik Mudzakir di Dusun Cikarang Rt15/07 Desa Karangmulya Kecamatan Padaherang Kabupaten pangandaran, habis hanya tinggal meninggalkan puing-puing.

Api yang membakar rumah korban terjadi sekitar pukul 20.00 tdi malam (12/9), diduga akibat konsleting listrik saat ditinggal pemilikya ke warung untuk memebeli jajanan.

Menurut keterangan korban, padaha ia pergi ke warung paling hanya sekitar 5-10 menit saja, tapi saat pulang nampak rumah sudah habis dilalap api yang terus berkoba.

“Waktu ditinggal ke warung saya sedang masak nasi menggunakan  magic com, “terangnya.

Diperkirakan karena material bangunan terbuat dari bambu, api pun dengan cepat meluluhlantakan bangunan dan isi rumah, shingga korban diperkirakan melngalami kerugian materi puluhan juta rupiah.

“Sekarang saya hanya bisa pasrah, mudah-mudan saja saya bisa mengambil hikmah dari musibah ini, “ungkapnya. (NANA HOERUMAN)

KPUD PANGANDARAN GAET MEDIA SOSIALISASIKAN PROSES TAHAPAN PILKADA 2020

PANGANDARANNEWS.COM-Usai menerima pendaftaran dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, H. Jeje Wiradinata - Ujang Ending (JUARA) dan pasangan H Adang Hadari - H Supratman (AMAN), KPU Pangandaran langsung mengadakan rapat plenoterbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutahiran (DPHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di tingkat Kabupaten Pangandaran, dalam pilkada 2020, bertempat di hotel  Pantai Indah Timur. (7/9)

Di hari yang sama usai menggelar rapat pleno tersebut, bertempat di aula KPU Pangandaran , KPU mengundang sejumlah awak media untuk melakukan sosialisasi dan mengumumkan baik tahapan yang sudah dilalui atau pun tahapan yang akan dilakukan, yang dihadiri sekitar 15 dari 35 wartawan yang diundang.

Kepada media, Divisi Perencanaan dan Informasi, Nor Azizah, sebanyak 320.456 DPS yang ditetapkan dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Kabupaten Pangandaran.
Nantinya, kata Nor, setelah ditetapkan menjadi DPS, KPU akan disosialisasikan pada tanggal 19 september 2020.

“Dalam tahapan ini juga ada sesen tanggapan dari masyarakat dan sesen uji publik,” Ujarnya.

Pada akhir sesen ini, imbuh Nor, KPU juga akan melaksanakan rekapitulasi DPS hasil perbaikan yang nantinya ditetapkan menjadi Daptar Pemilih tetap (DPT). Sedangkan  uji publik sendiri akan dilaksanakan setelah tanggapan masyarakat.

“Pelaksanaannya akan diumumkan tanggal 19 september, pada sepuluh hari masa tanggapan masyarakat tersebut nanti kita lakukan uji publik, “jelasnya.

Nor mengatakan, proses uji publik ini akan dilaksanakan di tingkat desa, tingkat PPS, dengan mengundang tokoh masyarakat serta pihak pihak terkait, prangkat desa serta mantan PPDP untuk diminta tanggapannya, apakah data yang diumumkan sudah data terbaik atau masih harus ada berubahan.

Sementara, Divisi Sosparmas dan SDM, Maskuri Sudrajat, menyampaikan ada dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang mendaftar ke KPU, diantaranya pasangan H Jeje Wiradinata - Ujang Endin Indrawan (JUARA) dan pasangan H Adang Hadari - H Supratman (AMAN).

Kata Maskuri, tahapan demi tahapan menjelang Pilkada 2020 hingga yang terakhir penerimaan pendaftaran pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati sudah melaksanakan dengan baik dan lancar, sekarang KPU tinggal menunggu hasil tes kesehatan yang langsung akan diperifikasi pada data berkas pendaftaran.

Maskuri juga bersukur, karena semua proses tahapan yang sudah dilaksanakan secara prinsif keseluruhan berjalan lancar tanpa kendala, walau seluruh kegiatan tahapan dilakukan secara terbatas karena tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

“Ada beberapa kebiasaan yang tadinya tidak dilakukan sekarang diterapkan, seperti penggunaan APD, mengurangi jumlah kerumunan masa dan lain-lain, “jelasnya lagi.

Ia menambahkan, beberapa tahapan untuk ke depannya seperti penetapan calon, pembagian nomer urut calon, masa kampaye damai hingga pelaksanaan pencoblosan, informasinya akan menyusul.

“Kami sangat menyayangkan awak media yang hadir dalam kegitan ini relatif sedikit, padahal KPU sudah mengundang seluruh wartawan liputan Pangandaran, “pungkasnya.(AGE)


PRESTASI SENI BUDAYA ENJELIKA SILVIA BUTUH PERHATIAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Walau berada jauh dari keramaian kota bukan berarti tidak ada prestasi yang bisa diraih, terkadang bibit potensi tersebut bisa tumbuh dan berkembang dari daerah.

Tapi sayang, terkadang prestasi itu harus berhenti pada jenjang tertentu saja karena kesempatan pengembangan untuk meraihnya kadandkala terhalang beberapa terkendala.

Sebut saja Enjelika Silvia, seorang remaja putri asal Dusun Rahayu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, yang kini maih tercata sbagai pelajar SMA Negeri 1 Karangnunggal, bakat menari Enjelika dimulai sejak masih duduk di kelas 3 SD hingga SMA sudah mampu meraih segudang penghargaan dan piala dari berbagai perlombaan pada setiap even, bahkan menjadi 1 pada lomba jaipong se-priangan timur.

Seperti dituturkan Ade Galang, orangtua Anjelika, bakat dan kemampan anaknya hingga saat ini belum tersentuh baik para pemerhati seni budaya atau pun pemerintah.

“Saya berharap suatu saat ada pelaku seni budaya yang bisa lebih memperhatikan potensi yang ada di di daerah, “kata Ade, pemilik sanggar Sanggar Seni Tari Rahayu.(7/9)

Tapi walau demiian, kata Ade, ia pun akan tetap tetap berkarya serta peduli untuk memberikan ruang kepada siapa saja yang berminat mengembangkan kreasi seni daerah.

“Mudah-mudahan ke depan pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa lebih peduli dan memperhatikan potensi seni budaya yang ada di tiap-tiap daerah, “ujarnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN