KBM TATAP MUKA DI KABUPATEN PANGANDARAN AKAN DILAKUKAN HANYA DI ZONA HIJAU ?

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM-Terkait dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah, Pemkab Pangandaran hingga saat ini belum memastikan kapan akan mulai diberlakukan.
Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kemungkinann kebijakan tersebut diberlakukan di setia daerah, karena dikhawatirkan kondisi setiap daerah yang berbeda.

Jeje mengatakan, KBM tersebut mungkin akan bisa dilaknakan pada desa dengan status zona hijau, dan saat ini tidak semua desa di Kabupaten Pangandaran bersatus zona hijau, “kata Jeje, usai memimpin rapat konsolidasi dengan partai pendukung pasangan Juara di hotel Horison.(31/8)

Kepastiannya, imbuh Jeje, besok tanggal 1 september akan rapatkan dulu, karena hal ini baru dibahas ada rapat internal di Dinas Pendidikan.

“Kebetulan agenda tadi saya menghadiri rapat paripurna di DPRD, jadi baru besok hari akan dirapatkan, “kata Jeje. (PNews)

NGISOM: “CALON PEMIMPIN ITU HARUS VISONER DAN MEMPUNYAI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI YANG BAIK”

KH. Ngisom
PANGANDARANNEWS.COM-Ada beberapa kriteria jika akan memilih pemimpin, tidak cukup karena suka dan fanatisme tinggi lantas pilihan itu dijatuhkan.

Demikian disampaikan KH. Ngisom, salah seorang politisi PKB asal Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, saat ditemui usai acara konsolidasi Bakal Calon (balon)  Bupati Pangandaran, pasangan H. Jeje Wiradinata - H. Ujang Endin Indrawan (Juara), di Hotel Horison kawasan pantai barat. (31/8)

Disamping visioner, lanjut Ngisom, pemimpin itu harus bisa menentukan langkah-langkah pembangunan daerah yang bisa memberikan manfaat dan bisa sepenuhnya dinikmati rakyat.

"Jadi manfaatnya bukan untuk kelomppk-kelompok tertentu tapi untuk seluruh masyarakat, "ungkapnya.

Disoal dukungannya pada pasangan Juara, Ngisom mengatakan, selama kepemimpinan Jeje Wiradinata, tidak hanya pembangunan infra struktur saja yang jadi program kebijakannya, seluruh sektor pun ditangani dengan baik dan terukur, san dengan hasil pembangunan yang berujung pada kepentingan masyarakat.

" Saya juga melihat Pa Jeje sangat memberi perhatian khusus pada keagamaan, " imbuhnya.

Seperti yang dikatakan dari awal, kata Ngisom, memilih pemimpin itu tidak cukup hanya karena suka dan kecintaan emosional, tapi lebih dari itu calon pemimpin juga harus bisa baik secara politis atau lainnya mampu berkomunikasi dengan baik ke pemerintah di atasnya. Ini penting, karena dengan keterbatasan APBD yang dimilki maka sudah dipastikan bentuan baik itu dari pemprov atau pemerintahan pusat merupakan satu keniscyaan yang harus  dikmunikasikn dengan baik.

“Dan Pa Jeje mempunyai kemampuan yang baik untuk urusan tersebut, “tegasnya. (PNews)

HASIL SWAB TES 40 WARGA CIMERAK, 2 ORANG DINYATAKAN POSITIF

PANGANDARANNEWS.COM-Menyusul ditemukannya 9 orang warga Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, yang positif (6 orang warga Cimerak dan 3 orang pendatang dari Maluku) pada acara pernikahan salah seorang warga, gugus tugas pun pada tanggal 24 agustus lalu langsung melakukan swab tes pada 40 warga yang diketahui ikut hadir dalam hajatan tersebut, dan hasilnya diketahui 7 orang dinyatakan positif.

Kadis Kesehatan Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Ahmad Marzuki, membenarkan hal tersebut, namun, kata Yani, setelah dilakukan swab ulang dari 7 warga tersebut, hasilnya 2 orang positif.

“Dan dari dua orang itu, satu harus diswab ulang lagi karena hasil swab yang kedua pada tanggal 27 kemarin hasilnya kurang jelas, “terang Yani, saat dihubungi lewat telepon celullernya.(29/8) 

Di tempat terpisah, beberapa warga Cimerak menyayangkan kurang sigapnya petugas yag ada di gugus tugas Cimerak sebelumnya tidak melakukan pemeriksaan kesehatan rombongan pengantin yang datang dari Halmahera.

“Meski pun katanya rombongan dari maluku ini sudah membawa hasil rapid yang dilakukan di bandara, seharusnya gugus tugas mengecek kembali kondisi kesehatan mereka saat tiba di Cimerak, “ujarnya.

Saat diminta komentarnya, Ketua Gugus Tugas Kecamatan Cimerak, Cucu Ruhiyat, mengatakan, saat akan melaksanakan pesta pernikahan ia mengakui hanya menyarankan agar hajatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Disoal hasil rapid tes yang dibawa rombongan dari Halmahera, Cucu mengatakan, ia tidak menerima dokumen tersebut dan tidak mengetahuinya.

“Saat itu saya hanya memerintahkan agar pesta hajatan dilakukan dengan protokol kesehatan, itu saja. “jelasnya. (AGE-PNews)


PERSIAPAN JELANG PILKADA, PANWASCAM KARANGNUNGGAL BERSAMA STAKEHOLDER GELAR RAKOR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk persiapan menjelang digelarnya Pemilihan Kepala Daerah  (Pilkada) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020,  Pengawas Kecamatan (Panwascam) Karangnunggal menggelar rapat kordinas yang dihadiri seluruh Ketua PPS dan PKD se-Kecamatan Karangnunggal, Ketua PPK, Redi dan Sekmat, Dedi Mulyana, Sip.,Msi, bertempat di aula kecamatan.(28/8)

Dalam rakor tersebut selain dihadiri seluruh Ketua PPS dan PKD seKec. Kecamatan Karangnunggal, hadir pula Ketua Panwascam (Adang Wahyu), Ketua PPK (Redi), serta Sekmat Dedi Mulyana, Sip.,Msi), mewakili Camat yang berhalangan hadir.   Semoga  covid 19 hilang  awal september   pemilih cerdas sehat  masa depan lebaik

Menurut Ketua Panwascam Karangnunggal, Adang Wahyu, Panwascam telah melakukan tahapan dan persiapan dalam menghadapi Pilkada 9 Desember 2020 nanti, bahkan diantaranya 14 orang PKD, 6 orang Komisioner dan Staf telah melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan dan rapid tes, sesuai ketentuan dari bawaslu RI.

Dalam rakor ini juga, kata Adang, seluruh petugas panwascam, PPK dan PKD sudah siap untuk bekerja sesuai tahapan untuk suksesnya penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Tasik tahun 2020, tentunya dengan tatap menerapkan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan Pilkada yang akan dilaksankan buan desember mendatang akan menghasilkan pemimpin yang baik, teruji dan mampu memajukan Kabpaten Tasik, “kata Adang.

Hal senada dikatakan Sekmat Karangnunggal Dedi Mulyana, Sip., Msi, ia mengajak seluruh penyelenggra pilkada bisa tetap semangat dalam melaksanakan tugas, walau tetap dalam kehati-hatian dan selalu menerapkan Protokol Kesehatan.

“Mari kita sukseskan pesta demokrasi ini dengan baik, untuk  memilih bupti-wakil bupati yag akan memimpin Kabuaten Tasik untuk masa bakti tahun 2020-2025. “tegasnya.

Ketua PPK, Redi, menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan dengan ketat seluruh proses tahapan dan jalannya Pilkada ini, apalagi saat ini rentan pelanggaran politik yang dikaitkan dengan dalih bantuan sosial (Bansos) dan bantuan lainnya.

“Mari kita lebih dewasa dalam berpolitik, hilangkan politik yang tidak sehat agar kompetisi Pilkada ini lebih menghasilkan pemimpin yang sehat pula,”ujar Redi. (ENDAH-ANWARWALUYO)



KERAP DIKELUHAN WARGA, PADAMNYA PJU DI JALAN KAWALU KOTA TASIK TAK JUGA DIPERBAIKI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sejumlah warga di Jalan Kawalu-Gunungputri Kota Tasik mengeluhkan terkait  Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan tersebut masih minim, sehingga hampir di sepanjang pun terlihat gelap padahal arus lalu-lintas di ruas jalan itu terbilang cukup padat.

Menurut salah seorang warga yang bekerja di perusahaan pabrik kayu, Apip, kondisi ini membuat ia merasa takut dan khawatir jika melintas di malam hari, apalagi jika sudah larut malam.

Padahal selain untuk menerangi jalan, kata Apip, PJU juga juga dapat membuat para pengendara merasa lebih aman saat melintas di kawasan itu. Karena bukan tidak mungkin karena suasana gelap bisaterjadi kecelakaan lalu-lintas atau dikhawatirkan akan terjadi tindakan kriminal di jalur ini.

“Padahal jalur ini arus lalu lintas terbilang padat karena merupakan arah menuju Tasik selatan, “ungkapnya.(28/8)

Apip berharap agar kondisi  ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Tasik melalui dinas terkait, sehingga masyarakat pun tidak mersa takut dan khawatir jika melewati kawasan tersebut, terutama di malam hari.

Hal senada dikatakan rekan Apip, Tantan,  menurutnya ia tidak percaya jika pemkot tidak mengetahui kondisi ini, karena kawasan jalan Kawalu-Gunung Putri ini masih terbilang ada di dalam kota.

“Padahal hal ini sering jadi pemberitaan di media, tapi entah kenapa terkesan pemkot tutup mata dan telinga, “ucap Tantan.

Sementara saat beberapa kali PNews melakukan konfirmasi ke Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasik, ia sedang tidak ada di tempat. (ANWARWALUYO)

DANDIM 0613/CIAMIS BUKA KEGIATAN BSMSS 2020 DI KECAMATAN CIMERAK

PANGANDARANNEWS.COM-Bertempat di aula Kantor Desa KertamuktiKecamatan Cimerak Kabupaten Pangndaran, Kodim 0613/Ciamis membuka kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) tahun 2020.(28/8)

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dandim 0613/Ciamis, Letkol Czi Dadan Ramdani S.sos M.A.P, Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran, Drs. Agus Satriadi, Kepala Dinas Sosial, Drs. H. Wawan Kustaman S.Pd., M.Pd, Camat Cimerak, Drs. Atang Kuncara, Pasi Intel Kodim 0613/Ciamis, Kapten Arm Endang Lili, Pasi Ter Kodim 0613/Ciamis, Kapten Inf Margono, Danunit Intel Kodim 0613/Ciamis, Letda Inf Tarmuji, Danramil 1322/Cijulang, Kapten Inf Sutamat, Kapolsek Cimerak,(Iptu Budi Santoso, Kepala Desa Kertamukti, seluruh Kepala Desase-Kecamatan Cimerak dan undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Camat Cimerak, Atang Kuncara, menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih pada seluruh jajaran anggota TNI yang telah memilih Kecamatan Cimerak untuk lokasi kegiatan BSMSS.

Atang mengatakan, BSMSS merupakan bukti kemanunggalan TNI serta sekaligus menjadi sarana pengabdian pada rakyat dalam membangun desa, khususnya pembangunan infrastruktur yang kali ini dialokasikan di Desa Kertaharja, dengan pola pembangunan berbasis gotong royong.

“Mudah-mudahan ke depan kegiatan TNI Angkatan Darat dan masyarakat Cimerak bisa berkesinambungan sehingga pembangunn desa yang ada di Kecamatan Cimerak pun merata, “kata Atang.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Sosial, Wawan Kustaman, atas nama Pemkab Pangandaran pihaknya sangat mendukung kegiatan BSMSS yang tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran. Sehingga untuk kelancaran kegitan ini, kata Wawan, Pemkab Pangandaran pun menyalurkan APBD sebesar Rp 20 juta dan APBD Pemprov Jabar sebesar Rp 125 juta.

“Di usianya yang masih elatif muda, Kabupaten Pangandaran sudah seharusnya diisi pembangunan yang harus bisa dilakukan seluruh elemen, sehingga visi pemda pun bisa cepat tercapai, “ungap Wawan.

Sementara dalam sambutannya, Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi Dadan Ramdani S.sos M.A.P, menyampaikan, tujuan kegiatan BSMSS sendiri merupakan upaya dalam rangka untuk lebih mensejahterakan masyarakat, karena TNI merupakan bagian dari rakyat dan sekaligus inovator pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan.

Dan motivasi ini, kata Dadan, diperkuat dengan kesadaran bahwa TNI lahir dan dibesarkan oleh rakyat dan bersama-sama rakyat untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

BSMSS merupakan program yang tidak semata-mata dapat diukur dengan banyaknya proyek yang dikerjakan, akan tetapi, lanjut Dadan, sejauh mana peningkatan gairah masyarakat dalam membangun desanya bisa terwujud secara mandiri dengan tingkat swadaya yang mampu  diandalkan.

“Sehingga pada titik sasarannya akan tercapai satu kesinambungan dan kelestarian lingkungan hidup yang sehat dalam mewujudkan cita-cita bersama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa lokasi BSMSS, “kata Dadan.

Usai membuka acara BSMSS, Dadan yang didampingi muspika pun berkesempatan melakukan peninjauan dan secara simbolis meletakan batu pertama di lokasi pengecoran jalan sepanjang 215 meter di Rt 01/01 Dusun Campaka di Desa Kertamukti. (AGE)

KUNJUNGAN BUPATI TASIK KE DESA SARIMANGGU DISAMBUT ANTUSIAS WARGA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Kunjungan Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto untuk menghadiri beberpa kegiatan di Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal, mendapat sambutan antusias warga.(26/8)

Menurut Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana S.Ip, saat ditemui di kantornya, mengatakan, kunjungan orang nomer satu di Kabupaten Tasikmalaya ini selain silahturahmi juga dalam rangka  pembinaan RT Siaga se-Kecamatan Karangnunggal dan untuk menghadiri undangan acara puncak Milad ke-38 Pesantren Darussalam di Dusun Pojok.

Kehadiran bupati ke Desa Sarimanggu ini, kata Indra,cukup spesial, pasalnya momen ini terjadi untuk pertama kalinya di masa kepemimpinannya yang baru menjabat kades beberapa bulan lalu.

“Kehadiran bupati ini tentunya memberi makna tersendiri sekaligus memberi motivasi, khususnya pada Pemdes Sarimanggu, “ata Indra.(27/8)   *ANWARWALUYO*

DI KABUPATEN TASIK KEGIATAN BELAJAR TATAP MUKA DI SEKOLAH HINGGA SAAT MASIH DALAM KAJIAN

Kepala UPT Pendidikan Karangnunggal, Acep
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan stake holder lainnya saat ini masih mengkaji serta mengkaji terkait diberlakuannya kegiatan belajar tatap muka di sekolah yang rencananya akan dilaksanakan secara bertahap.

Seperti dikatakan Kepala UPT Pendidikan Karangnunggal, Acep, Spd., M.,MPD, di Karangnunggal sendiri baru akan dilaksanakan untuk tingkat SMP dan SMA atau sederajat saja.

Menurut Acep, kegiatan belajar tatap muka ini akan dilakukan secara berjenjang, dan ini pun masih menunggu Surat Edaran Bupati Tasikmalaya serta SOP dari Dinas Pendidikan.

“Pelaksanaannya belum bisa dipastikan kapan dimulainya pembelajaran tatap muka ini, ”katanya.(25/8)

Acep mengatakan, ia memang sangat memikirkan nasib siswa dan guru sudah merindukan belajar tatap muka, tapi kalau pun nanti dilaksanakan belajar tatap muka tentunya ini akan diberlakukan dengan tetap penerapkan protokol kesehatan karena ditakutkan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

“Sebab ada info daerah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka ternyata sekolah menjadi penyumbang klaster baru, sehingga akhirnya kembali belajar secara sistem Daring, Luring dan Guling,”terang Acep. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)

BUPATI PANGANDARAN RAIH PENGHARGAAN INOVASI KEPALA DAERAH DALAM PENANGANAN COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM-Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam penanganan pandemi covid-19 menjadi salahsatu daerah yang berhasil mendapat penghargaan inovasi penanganan covid tahun 2020. Hal ini diketahui saat dilakukan siaran secara virtual yang diselenggarakan Sindonews yang diikuti beberapa kepala daerah serta tutur dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, Tjahjo Kumolo dan Menteri Dalam Negeri.

Kepada media saat ditemui di rung kerjanya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

Tapi seperti yang sering disampaikan, lanjutnya, penghargaan atau apa pu namanya baginya ini  bukan merupakan sebuah target pencapaian kinerja. Tapi ada yang lebih penting dari itu, kemaslahatan dan bisa yang sepenuhnya bisa memberikan manfaat pada masyarakat, itu yang menjadi langkah yang selam ini ia kerjakan.

“Tanpa mengecilkan penghargaan ini, sebenarnya saya bekerja hanya berusaha untuk memenuhi keinginan masyarakat, ungkapnya.(26/8)

Sementara berkaitan dengan penanganan pandemi, Jeje mengatakan, salahsatunya dengn serius  menangani pemudik pada saat hari raya lebaran, karena saat itu ribuan warga Pangandaran yang ada di luar daerah pasti akan mudik ke kampung halamannya. Dan dengan saat itu ketika para pemudik itu dinyatakan ODP, maka diberi tanda dengan karet gelang serta dilakukan isolasi khusus di sekolah selama 14 hari sehingga kebijakan ini bisa memutus mata rantai penularan. Dan  walaupun Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah kecil dan minim anggaran, tapi saat ini sudah mempunyai PCR yang bisa secara cepat menangani Covid-19.

"Artinya, semua yang kita lakukan sudah tepat dan benar,"kata Jeje.

Langkah yang dilakukan ini, lanjut Jeje, merupakan inovasi dan out the box yang dilakukan dengan komitmen seluruh elemen dan masyarakat Pangandaran, sehingga langkah yang dilakukan pemerntah daerah pun menjadi ringan dan sukses.

Dan jika saat ini Pemkab Pangandaran mengeluarkan kebijakan membuka wisata dan sebentar lagi akan membuka kegiatan belajar tatap muka di sekolah, tentu langkah-langkah ini pun perlu kajian serta dicermati.

Walau dengan penerapan ketat protokol kesehatan, tingkat kunjungan wisata terutama pada akhir pekan, sangat luar biasa. Walau kondisi ini tentunya tentunya memerlukan kerja keras dan partisipasi seluruh masyarakat terutama para pelaku usaha wisata.

"Dan Alahmadulillah saat libur panjang minggu kemarin saya lihat hampir 90 sudah menggunakan masker, “imbuh Jeje.

Jeje juga mengatakan, melalui virtual Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, penghargaanyang diterima daerah ini bukan merupakan tujuan, tapi paling tidak penghargaan ini bisa membuktikan adanya perubahan dari sebelumnya.

Pemprov Jabar sendiri dalam penangani covid menerapkan lima prinsip, selalu proaktif, transparan, ilmiah, kolaboratif dan inovatif.

Dan melalui inovasi ini tentunya akan menggerakkan semua industri serta memastikan tetap fokus menangani Covid-19, dan tidak lupa, semua ini juga didukung para kepala daerah yang luar biasa yang  selalu mengedepankan semangat dan kekompakan, karena Jawa Barat itu ada falsafah Silih asih, silih asah, silih asuh.

“Saya ikut bangga karena Wali Kota Bandung dan bupati Pangandaran mendapat penghargaan ini, “ucapnya.

Gubernur menambahkan, di jabar sekarang  ini mulai dari Rapid Test, PCR dan APD sudah  menggunakan buatan sendiri, malah sebagian sudah bisa dieksport.

Kang Emil juga minta doa’ restu dari semuanya, karena saat ini sedang membuat vaksin, sehingga jika Allah mengabulkan bulan januari mendatang sudah mulai terlihat perubahannya.

“Sekali lagi, saya memberikan apresiasi dan dedikasi kepada para kepala daerahnya yang luar biasa, semua juga kelelahan menangani Covid-19 tapi mudah-mudahan Allah menjadikan semua ini amal ibadah kita semua, “kata Kang Emil, sapaan akrabnya.(PNews)


ORMAS BBC PERTANYAKAN KESEJAHTERAAN TENAGA MEDIS DI KABUPATEN TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Ratusan asyarakatyang tergabung dala ormas BBC,  melakukan aksi untuk memberikan dukungan terhadap tenaga kesehatan yang mendapat perlakuan kurang adil saat berjuang menghadapi pandemi covid-19, dengan mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.(26/08)

Menurut Ketua Generasi Muda BBC Kabupaten Tasikmalaya, Yudi Adirahmatilah, aksi ini merupakan adalah bentuk kepedulian masyarakat kepada para medis yang berada di garda depan dalam penanganan covid.

“Kami melihat upah atau isentif yang diterima tenaga medis tidak sepadan dengan pengabdian mereka, “ungkapnya.

Menurut Yudi, pihaknya sengaja datang ke Dinas Kesehatan ini karena ingin bicara terbuka dengan pejabat yang ada di Dinkes untuk mempersoalkan kesejahteraan yang selama ini diterima para petugas kesehatan, ini penting karena dalam penanganan covid ini nasib para medis baik yang ada di rumah sakit atau pun puskesmas ini sangat riskan dan beresiko tinggi.

Yudi juga mengatakan, ia dan rekan-rekannya yang ada di 39 kecamatan akan datang lagi jika tidak tanggapan dari pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Sementara menaggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dr. Heru Suharto mengatakan, kebijakan dalam pembagian insentif ada pada masing-masing puskesmas dan RSUD.

“Dan ini sudah langsung kami serahkan ke puskesmas dan RSUD,”ucapnya.
 (ANWARWALUYO-JAJANG)

TERKAIT KEBERATAN ORANGTUA SISWA, DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PANGANDARAN SEGERA REVISI SURAT PERNYATAAN

Sekdisdikpora Pangandaran, Agus Nurdin
PANGANDARANNEWS.COM-Sejumlah orang tua peserta didik mengaku merasa keberatan saat  harus membuat pernyataan menjelang putra-putrinya untuk mengikuti belajar tatap muka yangrencananya akan dimulai pada bulan september mendatang.

Dalam surat pernyataan tersebut, ada tiga pernytaanyangharus disanggupi orangtua siswa, diantaranya, 1. mengijinkan anaknya untuk mengiktui kegitan belajar mengajar tatap muka di sekolah berbasis adaptasi kebiasaan baru (AKB), 2. mengarahkan mendukung anaknya untuk selalu mengikuti protokol kesehatan di sekolah dan bersedia dan yang ke 3, bersedia menanggung resiko sendiri.

“Untuk point 1 dan 2 saya sih setuju saja, tapi poin yang ketiga kok kayanya pemerintah lepas tanggungjawab, “ungkap salah seorang ibu, warga Desa Wonoharjo.(25/8)

Padahal, lanjut ibu tersebut, seperti diketahui penanganan pandemi covid-19 merupakan tanggungjawab semua, baik masyarakat atau pun pemerintah.

Di tempat terpisah, saat diminta komentarnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran,  DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, mengakui, surat pernyataan yang harus ditandatangani orangtua siswa tersebut memang yang harus direvisi, terutama untuk poin 3.
“Kami juga memang menerima banyak keluhan terkait hal ini, kami minta maaf, “kata Agus. (26/8)

Agus yang ditemui di ruang kernyanya mengatakan, maksud surat pernyataan tersebut dimaksudkan agar ada “perlindungan” para pendidik ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tapi jika memang ada kesan pemerintah lepas tanggungjawab, maka surat itu akan segera ditarik da direvisi.

“Kami juga sudah mempersilahkan pihak sekolah untuk merubah pernyataan tersebut yang intinya orangtua siswa tidak menyalahkan rekan-rekan guru dan sekolah jika memang terjadi hal yang tidak kita inginkan, “kata Agus lagi.

Pada surat pernyataan yang baru nanti, lanjutnya, antara lain, 1. Mengijinkan / tidak mengijinkan, siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, 2. Akan membimbing dan mengarahkan anak untuk selalu mengikuti segala aturan berkaitan dengan protokol kesehatan Covid-19, diantaranya agar memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, selalu jaga jarak dengan orang lain, membawa bekal dari rumah dan  tidak jajan disekitar sekolah.

Agus menambahkan, selain itu orangtua siswa harus memberi keterangan jika dalam waktu 14 hari ke belakang si anak pernah atau tidak pernah bepergian ke luar Kabupaten Pangandaran, bila pernah, ke daerah mana, juga harus memberitahu jika anaknya tidak mempunyai atau mempunyai riwayat penyakit bawaan, bila mempunyai, penyakit apa yang diderita si anak.

“Dan juga harus meberitahukan alat transportasi yang digunakan anak untuk pergi dan pulang sekolah, “terang Agus.

Jadi dalam surat pernyataan itu, kata Agus, dipersilahkan jika ada orangtua yang keberatan dan tidak mengijinkan anaknya untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah, karena para guru akan tetap melakukan program guling (Guru Keliling) untuk membantu siswa belajar di rumah.

Disoal kapan dimulainya belajar tatap muka, Agus mengatakan, direncanankan akan dimulai sekitar akhir bulan agustus atau awal bulan september sekarang.

“Saat ini kami masih menunggu face shield yang akan dibagikan pada seluruh guru dan siswa untuk kelengkapan belajar tatap muka, “pungkas Agus. (PNews)

SEJUMLAH ORMAS TUNTUT KPK SEGERA PROSES KASUS HUKUM WALIKOTA TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Koalisi Ormas LSM kembali memasang spanduk yang bertuliskan
Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-75 dan tulisan “Kota Tasikmalaya Belum Merdeka Dari Korupsi, Selama ini  Dipimpin Oleh Kepala Daerah Tersangka KPK”, di beberapa titik di gedung pemerintahan Kota Tasikmalaya, seperti di Gedung DPRD, Komplek Perkantoran dan Gedung Balaikota.(25/8)

Dalam aksi tersebut turut hadir para Ketua Koalisi dan LSM yang diikuti beberapa Pengurusnya, diantaranya Ketua LSM FPK Publik Ais Rais, Ketua LSM Janur Uus Firman SE, Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia Kota Tasikmalaya DA Sukrisman.

Menurut Ketua Pemuda Demokrat Kota Tasikmalaya, Andi Nugraha, tulisan tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan pada anggota DPRD Kota Tasikmalaya, kalau kepala daerah masih berstatus tersangka KPK.

Dan aksi ini merupakan kontrol sosial kepada pemerintah, khususnya Walikota Tasikmalaya yang sudah bersetatus Tersangka KPK Dugaan Kasus Suap Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun2018.

“DPRD harus ingatkan wali kota jangan seenaknya membuat aturan karena hingga saat ini ia masih berstatus tersangka di KPK, “tegasnya.

Kata Andi, pihaknya sangat menyayangkan hingga saat ini KPK tidak dilakukan penahanan dan  proses peradilan, sehingga ia pun menantang KPK untuk segera datang ke Kota Tasikmalay untuk  melakukan penahanan, Andi juga menghawatirkan dengan terbitnya Undang Undang KPK yang baru, kasus wali kota Tasik dijadikan file projek KPK untuk mengeluarkan SP3.

Dan untuk kepastian hukum kasus ini, Andi menuntut KPK untuk segera menindaklanjuti sesuai pernyataan yang dikeluarkan KPK dengan telah menetapkan Walikota Tasikmalaya sebagai tersangka kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggran 2018.

“Kami menantang KPK datang ke Kota Tasikmalaya untuk melakukan penahanan terhadap Walikota Tasikmalaya sesuai prosedur tetap KPK, “tegasnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

PEMDES CIAWI KEMBALI SALURKAN BST KEMENSOS UNTUK TAHAP IV DAN V

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Pemdes Ciawi Kecamatan KarangnunggalKabupaten Tasikmalaya  kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk alokasi tahap IV dan V, bertempat di aula desa, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.(25/8)

Dalam proses penyaluran bansos covid  bagi warga sebesar Rp 600 ribu tersebut, dihadiri Muspika Kecamatan Karangnbunggal, perwakilan dari Kantor pos Karangnunggal, Kades Ciawi, lembaga desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,

Saat diminta komentarnya, Kepala Desa Ciawi, Iman Surohiman, mengatakan, penyaluran BST tahap IV dan V ini untuk 223 Kepala Keluarga (KK ) penerima manfaat.

Dalam pelaksanaannya, kata Imam, ia pun tetap memperhatikan serta menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, cucui tangan pakai sabun.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban hidup masyarakat di masa pandemi ini, “ungkp Imam. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO-JAJANG)

SEJUMLAH LOMBA WARNAI PENUTUPAN BHAKTI DESA MAHASISWA IMT DI DESA BARUMEKAR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Kegiatan Bhakti Desa yang dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Tasikmalaya Bandung Raya IMT selama satu bulan di Desa Barumekar Kecamatan Parungponteng KabupatenTasikmalaya, merupakan agenda tahunan. Dan kali ini kegiatan tersebut dikemas dengan Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI), dengan mengambil tema “Ngawangun Citra Ngabakti Kalemah Cai”.

Beberapa kegiatan pun seperti membimbing anak anak  belajar secara privat, belajar mengaji, da’wah dan pelajaran lainnya menjadi sebagian materi acara ini.

Seperti dituturkan Kepala Desa Barumekar, Maulana Taufik, S.,Sos, mudah-mudahan kegiatan yang di laksanakan IMT & mahasiswa/wi KKN, menjadi motivasi sekaligus taula dan bisa lebih giat, rajin dalam belajar mencari ilmu. Sehingga para generasi muda menjadi cerdas yang kaya dengan gagasan membanggun desa lebih baik lagi.

“Atas nama pribadi dan juga masyarakat Barumekar saya sangat berterimakasih kepada IMT yang telah mengadakan kegiatan di desa kami, semoga ini menjadikan silaturahmi yang  berkesinambungan, “ucap Maulana.

Sementara Ketua pelaksana kegiatan Bakti Desa mengatakan, penutupan kegiatan ini sekaligus pembukaan beberapa perlombaan dengan tujuan untuk mencari bakat, baik perlombaan tingkat anak-anak dewasa dan orang tua.

“Lomba tersebut, diantaranya, lomba mewarnai bagi anak anak ,lomba pidato dan perlombaan lainya bagi dewasa juga orang tua, “terangnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN