MENYUSUL BERTAMBAHNYA JUMLAH ODP, MULAI HARI INI AKSES MASUK KE PANGANDARAN AKAn DIPERKETAT

PANGANDARAN NEWS-Mulai hari ini (31/3)  jam 06.00 WIB, Pemkab Pangandaran akan berlakukan pengetatan wilayah. Keputusan ini dilakukan setelah Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata,  menggelar Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di aula Kantor Bupati Pangandaran. (30/3)

Usai mengikuti rapat tersebut, ada lima titik lokasi yang akan dijaga petugas selama 24 jam, yag merupakan akses masuk ke wilyah Pangandaran, diantaranya, Desa Kertamukti dan Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang, Jembatan Citanduy batas wilayah Jawa Tengah di Kecamatan Kalipucang dan  Desa Bunisari Kecamatan Langkaplancar.

Kebijakan ini dilakukan, menurut Jeje, karena hingga saat semakin banyak jumlah masyarakat masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan ( ODP) virus corona (covid-19). Apalagi dengan kedatangan pemudik dari luar wilayah, terjadi lonjakannya sangat luar biasa, dn ini tentunya perlu pengendalian yang serius.

“Hingga hari ini saat tercata hampir 400 ODP, itu yang terdata dan mungkin masih banyak lagi ODP yang tak terdata, “jelasnya.

Jeje juga mengatakan, keputusan ini juga setelah Pemkab Pangandaran mempertimbangkan kondisi dan dinamika masyarakat, serta setelah melakukan kordinasi dengan Dandim, Kapolres dan Kajari Ciamis, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan dinamika yang ada di masyarakat.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga Pangandaran yang sekarang ada di perantauan diharap untuk tidak mudik dulu, juga kepada pihak perusahaan angkutan untuk sementara menghentikan armadanya hingga  tanggal 14 April dan akan  dievaluasiv setelah tanggal 14 april nanti.

“Dan perlu juga saya sampaikan, Pemkab Pangandaran hingga saat ini tentu tidak akan tinggal diam,  dan akan terus mencari solusi terbaik untuk mengatasi kondisi sekarang ini,” kata Jeje. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN SEGERA RESMIKAN RSUD PANDEGA TANGGAL 4 APRIL 2020

PANGANDARAN NEWS-Meski kondisi masih dalam kegiatan antisipasi penyebaran covid-19, tapi Pemkab Pangandaran segera akan resmikan Rumah Sakit Umum Dareah (RSUD) Pandega dan segera beroperasi.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.(29/3)

“Insaalloh peresmian mulai beropersinya RSUD Pandega akan segera dibuka, tepatnya tanggal 4 april 2020, “kata Jeje.

Namun karena kondisi saat ini yang tidak memungkin bisa dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, seperti rencana semula, sehingga peresmian RSUD pun akan disaksikan gubernur secara virtual melalui telekonference.

Ke depan, masih kata Jeje, masyarakat Pangandaran untuk berobat tidak usah lai keluar wilayah karena sejak dibuka nanti RSUD Pandega sudah bisa melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Mudah-mudahan rumah sakit ini akan memberikan maslahat untuk seluruh masyarakat, “ungkapnya. (PNews)

DAMPAK PANDEMI COVID-19, KPU PANGANDARAN NONAKTIFKAN SEMENTARA PPK PPS PILKADA 2020

PANGANDARAN NEWS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menunda sejumlah tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 akibat meningkatnya pandemi virus Corona atau Covid-19, hal ini pun sangat berdampak pada masa kerja badan Ad Hoc pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran.

Seperti diungkapkan Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, masa kerja PPK dan PPS dihentikan sementara sesuai dengan Surat Edaran KPU RI  bernomor 285/PL.02-SD/01/KPu/III/2020 Tentang Tindak lanjut Tahapan Pemilihan Tahun 2020 oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang didalamnya mengharuskan KPU Kabupaten/kota menunda masa kerja PPK PPS berkaitan dengan penundaan sejumlah tahapan pilkada. Itu artinya status PPK dan PPS menjadi nonaktif.

"Kami sudah lakukan pleno terkait penonaktifan itu dan sudah mengeluarkan surat keputusan KPU Kabupaten Pangandaran tentang penonaktifan PPK, Sekretariat PPK, dan PPS,"terangnya.(28/3)

Dan konsekuensi penonaktifan tersebut, lanjutnya, anggota badan adhoc pilkada ini tidak akan menerima hak keuangan kecuali PPK dan sekretariat akan menerima satu bulan setelah menjalani masa kerja satu bulan untuk selanjutnya diliburkan. Dan untuk PPS yang baru dilantik secara otomatis sama ikut nonaktif sementara dengan masa kerja yang akan ditentukan kemudian, hak keuangan juga belum akan diberikan.

Muhtadin menambahkan, PPK dan sekretariat sudah yang sempat menerima gaji satu bulan, bulan berikutnya tidak akan diberikan lagi, demikian pula halnya dengan PPS.

“Kebijakan ini merupakan konsekuensi atas penundaan tahapan pilkada, "Ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua Divisi SDM Parmas, Maskuri Sudrajat, Penundaan tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus corona di lingkungan KPU Kabupaten Pangandaran dan masyarakat luas yang berpotensi penyebarannya terkait dengan kegiatan pada tahapan pilkada.

Kebijakan penundaan tahapan ini, menurut Maskuri, meliputi masa kerja PPS, pelaksaan verifikasi syarat dukungan calon , pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), pelaksanaan Coklit  dan pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.

Maskuri juga menyampaikan, KPU pangandaran hanya menunda tiga tahapan terakhir sedangan pelantikan PPS sudah dilakukan hasil koordinasi dengan pemerintah dan Bawaslu. Penundaan pilkada juga mengakibatkan penundaan perekrutan sekertaris dan staff sekretariat PPS di setiap desa dan kelurahan di Pangandaran.

“Kami belum dapat memastikan apakah penundaan tahapan tersebut akan ikut berakibat pada tahapan lainnya, hingga saat ini kami masih menunggu intruksi dari pusat untuk langkah-langkah selanjutnya" imbuhnya.

Sementara, seperti yang dirlis di sebuah medi on line Kompas (29/3), terkait Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mengeluarkan opsi untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 selama satu tahun

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, salah satu skenario yang disusun KPU dalam penundaan Pilkada 2020 akibat wabah Covid-19 ini, mengundurkan hari pemungutan suara hingga September 2021.

"Awalnya mau diundur hingga Juni 2021, kalau penundaan berkali-kali, tidak cukup ruang. Opsi yang paling panjang penundaan satu tahun, dilaksanakan September 2021," ujarnya, dalam sebuah diskusi via video conference, (29/3)

Ia mengatakan, apabila opsi tersebut dipilih, dipastikan akan mengubah tahapan yang sudah terjadwal. Selain itu sejumlah ketentuan juga mesti berubah, antara lain sinkronisasi data pemilih yang tidak berlaku lagi, batasan usia pemilih, siapa saja yang berhak ikut pemilu, hingga peserta pemilu.

"Apakah peserta yang sama akan diikutkan di September 2021 atau kepala daerah diperpanjang sampai 2021, maka daerah itu juga bisa diikutkan dengan Pilkada September 2021," kata Arief. (AGE-net)

UPAYA PENCEGARAH COVID-19, KECAMATAN SUKARAJA LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN

TASIK NEWS-Forum Komunikas Kecamatan (muspika) Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, secara serempak mengadakan penyemprotan disinpektan dala rangka pencegahan mewabahnya firus corona di wilayah tersebut.(30/3)

Kegiatan yang melibatkan beberapa instansi, seperti Polsek, Koramil, UPTD Pertanian, UPTD Kesehatan dari si gesit dan beberpa realawan lainnya, bersama-sama melakukan penyemprotan di setiap titik, khususnya tempat berkumpul masa, anatara lain, kantor kecamatan, mesjid agung Sukara, kantor kapolsek, koramil, kantor KUA, UPTD Pendidikan, Elsinta, Puskesmas Sukaraja, Pasar Sukaraja. ,di utamakan pasilitas umum dulu,

Menurut Camat Sukaraja, Agus, untuk sementara lokasi penyemprotan lebih diutamakan di kantor-kantor pusat pelayanan masyarakat dan fasilitas umum lainnya.

“Saya menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak usah panik berlebihan tapi tetap harus waspada, dan yang paling penting selalu menjaga kesehatan dan kebersihan seperti cuci tangan dan mandi, “kata Agus.

Agus juga menekankan kepada warga yang baru pulang dari luar wilayah Tasik agar segera melapor ke Ketua RT/RW setempat untuk diteruskan ke petugas di kecamatan dan kabupaten.

“Saya minta warga yang baru datang tersebut melakukan isolasi diri dengan diam di rumah selama 14 hari sejak kedatangan, dan apabila dirasakan ada gejala batuk, demam atau suhu badan tinggi segera lapor ke petugas di puskesma, “tegasnya. (ENDAH)

TEKAN PENYEBARAN COVID-19, PEMKAB PANGANDARAN PERKETAT ARUS MASUK DAN KELUAR KENDARAAN


PANGANDARAN NEWS-Dari hasil pendataan yang dilakukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19,  di Kabupaten Pangandaran, paling tidak higga hari ini belem ada masyarakat yang positif virus corona. Atinya, jika suatu saat nanti ditemukan ada warga terpapar penyebaran covid-19, sangat dimungkinkan karena banyaknya pendatang yang masuk ke wilayah Pangandaran lolos dari tes (screening) petugas kesehatan.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diwawancarai sejumlah awak media, di ruang kerjanya.(30/3)

“Jadi mulai saat ini kami perketat arus kendaraan yang akan masuk ke Pangandaran, “ungkap Jeje.

Kata Jeje, Pemkab Pangandaran nantinya akan menempatkan petugas dari Dinas Perhubungan di beberapa titik yang menjadi wilayah perbatasan dengan wilayah lain, selama 24 jam. Sehingga jika ada baik kendaraan umum atau pun kendaraan pribadi, seluruh penumpangnya akan dikenai status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Untuk kepentingan seluruh masyarakat, menurutnya, ia akan tegas melakukan pencegahan eksodus yang datang dari beberapa wilayah.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pantau langsung arus kendaraan umum
“Jika tetap akan masuk itu harus seijin saya, bgitu juga warga kita yang selama ini tinggal  di luar wilayah Pangandaran, “tegasnya.

Jeje juga menyayangkan, ada beberapa warga yang tidak kooperatif saat didatangi petugas untuk melakukan tindakan screening, padahal ini untuk kebaikan bersama.

“Malah ada yang menodongkan pisau ke petugas kesehatan saat akan melakukan tes di rumahnya, ini benar-benar sangat disayangkan. “ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, Drs. Trisno, usai mengikuti rapat di aula setda, kepada PNews, membenarkan, mulai besok hari ((31/3), beberapa petugas Dishub akan ditempatkan di beberapa lokasi batas wilaya. Diantanya di Desa Kertamukti dan Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang, Jembatan Citanduy batas wilayah Jawa Tengah di Kecamatan Kalipucang dan  Desa Bunisari Kecamatan Langkaplancar. Nantinya beberapa petugas dishub akan staby di lokasi selama 24 jam secara bergiliran.

“Saya menghimbau, jika tidak ada urusan yang benar-benar sangat penting, diharapkan masyarakat untuk saat ini tidak melakukan perjalanan ke luar Pangandaran.”ucapnya. (PNews)



CEGAH PENYEBARAN COVID-19 PEMKAB PANGANDARAN PERKETAT JALUR KENDARAAN UMUM

PANGANDARAN NEWS – Suasana di terminal Pangandaran tampak sepi dan lenggang, bis-bis umum yang biasanya memenuhi tempat pemberhentian pun tidak ada., begitu juga calon penumpang yang akan berpergian pun nyaris tak terlihat.

Menurut petugas terminal tipe B ini, Dadan Hamdani, kondisi ini terjadi setelah ada aksi warga yang meminta pihak perusahaan angkutan umum, baik Angkutan Kota Dalam Kota (AKDP) atau pun Angkutan Kota Antar Provnsi (AKAP) untuk menghentikan sementara operasiannya. Aksi warga ini merupakan kekhawatiran warga terhadap penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Pangandaran yang disinyalir dari penumpang angkuatan umum.

“Sejak hari kemarin nyaris tidak angkutan yang beroprerasi, begitu juga penumpangnya tidak ada,”terang Dadan.(29/3)

Dikatakan Dadan, para pemilik perusahaan angkutan ini cukup kooperatif merespon keinginan masyarakat, hingga untuk sementara menghentikan usaha angkutannya.

Dadan juga menghimbau kepada warga yang akan bepergian untuk sementara membatalkan dulu, karena sesuai aturan pemerintah agar diam di rumah.

Sementara di tempat terpisah, Kabid Lalin Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Wahyu mengatakan, saat ini pihaknya bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penjagaan di jalan pada  daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten  Pangandaran, seperti di Kecamatan Padaheran, Kalipucang dan Kecamatan Cimerak.

“Dan jika ada kendaraan yang masuk ke wilayah Pangandaran, kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan dan melakukan screening para penumpangnya, “jelas Wahyu. (PNews)

HASIL RAPID TEST DUA WARGA PADAHERANG PEKERJA DARI BATAM, NEGATIF COVID-19

PANGANDARAN NEWS-Dua orang warga yang baru.pulang dari batam sore tadi  (28/03) sekitar pukul 18.00 WIB, menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Proses screening pun dilakukan di luar pojok gedung UPTD Puskesmas.

Salah satu perawat UPTD Puskesmas Padaherang, Yana, membenarkan, warga tersebut benar memeriksakan diri sebelum pulang ke rumah keluarganya di Dusun Patinggen Desa Karangpawitan.

“Menurut warga tersebut, sebelumpulang ia pernah berkomunikasi dan berinteraksi dengan salah seorang penderita Covid-19 di Batam, “terang Yana.

Hingga saat dilakukan pemeriksaan, Yana belum tahu alamat persis, RT dan RW berapa, karena sekarang masih tahap pemeriksaan dan discreening, bahkan, menurut Yana, ia juga sudah koordinasi dengan pihak Labkesda Pangandaran.

Sementara Kepala Puskesmas Padaherang,Suryati , saat dihubungi via Whats Apps, menyampaikan,  situasi hari ini cukup membuat dirinya was - was dan khawatir, pasalnya di Puskemas Padaherang saat ini belum tersedia Alat Pelindung Diri (APD), hingga Suryati pun berinisiatif dengan menggunakan APD yang tidak memenuhi standar seperti yang di rekomendasikan pihak medis.

“Kami menggunakan jas hujan plastik, sepatu boot dan helm proyek, “kata Suryati.

APD ini sangat penting karena dalam pemeriksaan apabila terjadi hal - hal yang tidak diinginkan seperti saat pemeriksaan, bisa berdampak buruk bagi para tenaga medis di puskesmas, walau bagaimana pun pihaknya juga ingin standarisasi APD yang diterapkan kepada para petugas di lapangan, sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan. Namun walau keadaan demikian, kata Suryati, ia tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat secara maksimal.

“Tapi yang lebih penting, ternyata hasil rapid test kedua warga tersebut negatif covid-19, tapi meski pun begitu pihaknya terus akan melakukan pemantauan  selama 7 sampai 10 hari ke depan dan keduanya masuk kategori ODP, “tegasnya. (Tn)

DISHUB KOTA TASIK TUTUP PELAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DAN PERIZINAN ANGKUTAN

TASIK NEWS-Melalui Surat Pengumuman bernomor 800/295/2020 yang ditandatangi Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, H. Aay Zaini Dahlan, ATD. M , menutup sementara pelayanan pengujian kendaraan bermotor dan perizinan angkutan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian, yang diberlakukan mulai hari kami tanggal 26 maret 2020 lalu.

Menurut Aay, kebijakan mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 19 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintahan, Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 440/2436/SJ Tanggal 17 Maret 2020 Tentang Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah dan Surat Edaran Walikota Tasikmalaya Nomor: 400/SE.921-DINKES/2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Inspeksi Covid-19.

“Dan juga diesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini yang memerlukan pembatasan interaksi dalam upaya mencegah penyebaran virus covid-19, “ungkapnya.(28/3)

Dikatakan Aay, sebagai informasi, diketahui wabah penyebaran virus corona atau covid-19 Pemerintah Kota tasikmalaya  telah merubah status dari KLB (Kejadian Luar Biasa) menjadi Tanggap Darurat Non Bencana, ini disebabkan karena semakin meningkatnya jumlah penderita. (ANWARWALUYO)

HARI INI PASANGAN JEJE-UJANG ENDIN DAPTARKAN PENCALONANNYA KE PARTAI GERINDRA

PANGANDARAN NEWS-Bakal Calon (balon) bupati-wakil bupati pasangan H. Jeje Wiradinata dan H. Ujang Endin Indriawan (Juara), dengan mengenakan masker serta mengikuti screening, cuci tangan dan cek suhu badan, hari ini mendatangi kantor sekretariat Partai Gerindra di Kecamatan Parigi untuk menyerahkan dokumen terkait pendaptaran pencalonannya ke Gerindra,  (28/3)

Pendaptaran yang berjalan hanya beberapa menit ini, kata Jeje, setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan pengurus Dewan Pimpian Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran.

“Ini berulang harus saya sampaikan, persoalannya bukan untuk memenangkan pilkada, namun untuk mengajak bersama-sama membangun Pangandaran, “ujarnya.

Jeje menilai, Gerindra merupakan partai besar sehingga pasangan Juara mencoba untuk mengajak partai yang dipimpin Jendral Prabowo ini untuk bersama-sama mengisi percepatan pembangunan bagi kemaslahatan seluruh masyarakat.

“Setelah ke Gerindra, saya juga akan mengajak serta melakukan komunikasi ke PPP dan PKS, dan saat ini kami masih menunggu mekanisme yang ada di internal kedua partai tersebut, “terangJeje.

Sementara Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran, Darsum Darmawanto, mengatakan, Gerindra sangat merupakan partai yang terbuka untuk melakukan komunikasi politik dengan siapa saja.

“Kami pun siap menerima pedaptaran untuk menjadi balon bupati-wakil bupati Pangandaran, siapa pun itu, “tegasnya.

Darsum juga menyebutkan beberapa nama yang sudah melakukan komunikas dengan Gerindra, diantaranya, H. Adang Hadari, Endjang Naffandi, Iwan Sutiaman dan Dede  Herdiman.

“Dan keputusannya nanti setelah kami bawa untuk digodog di DPP,”terang Darsum. (PNews)


DESA KARANGBENDA HARI INI LAKUKAN PENYEMPROTAN DAN EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19

PANGANDARAN NEWS- Dalam rangka tindakan pencegahan penyebaran covid-19, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, hari lakukan laksanakan penyemprotan disinfectan, sosialisasi dan pembagian masker di wilayahnya.

Kepala desa beserta jajarannya serta dibantu anggota koramil Parigi dan salah satu anggota DPRD dari Fraksi PDIP Pangandaran,  Citra Pitriyami, bersama berkeliling kampung dengan memakai mobil dan berjalan kaki.

Kepala Desa Karangbenda, Kasih Senjaya, mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menekan penyebaran virus corona dan juga memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarkat bisa hidup bersih dan jangan panik menghadapi wabah covid-19.

"Selain penyempprotan disinpekatan, kami juga  Kami menginpormasikan agar warga jangan panik dengan kejadian merebaknya covid19 di negeri ini namun tetap harus waspada,  " katanya.(28/3)

Kasih menambahkan, pihaknya menghimbau apabila ada warga yang pulang dari negara tetangga atau dari kota yang pandemi covid-19, segera melapor ke desa agar bisa secepatnya diperiksa oleh pihak dinas kesehatan dilakukan pemantauan.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Pangandaran dari frkasi PDI Perjuangan, Citra Pitriyami, ia mengatakan, kegiatan ini musti harus dilakukan agar masyarakat bisa lebih paham apa sebenarnya covid-19 ini. 

"Dan penyemprotan dan sosialisasi ini yang kami lakukan bersama-sama hingga harus berjalan kaki menyusuri gang dan jalan-jalan sempit, ini menjadi salah satu gerakan serta upaya pencegahan mewabahnya virus corona, khususnya di desa kami. “ungkapnya. (AGE)


KASUBAG TU UPTD KESEHATAN CIPATUJAH:”CEGAH VIRUS CORONA DENGAN POLA HIDUP SEHAT DAN TETAP DI RUMAH”

TASIK NEWS-Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan jangan panik menyikapi penyebaran wabah virus corona atau covid-19, dan untuk menghindari penyebaran virus tersebut banyak langkah yang bisa diterapkan, salah satunya dengan selalu menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat. Diantaranya, mencuci tanggan dengang sabun karena  virus corona akan hilang dengan sering cuci tanggan ini.

Hal tersebut disampaikan Kasubag TU Puskemas Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Tatang, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (27/3)

Pihaknya juga, kata Tatang, akan transparan dalam menyampaikan informasi sehingga diharapkan masyarakat jangan mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya dan sumber beritanya.  Ini sangat sensitif, jadi  mengumumkannya juga harus dengan penjelasan agar masyarakat tidak panik.

“Sudah pasti masyarakat akan panik jika tidak diberi penjelasan yangbenar," kataTatang

Dia juga berpesan agar masyarakat untuk saat ini menghindari keramaian jika tidak perlu, selalu menjaga kebersihan, senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, pertahankan gaya hidup sehat, gizi seimbang, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dengarkan informasi hanya dari sumber yang terpercaya (pemerintah).

“Dan jika ada keluhan panas, batuk, pilek serta sesak napas segera hubungi fasilitas kesehtan via nomer 119, “tegasnya.

Selain itu, masih kata Tatang, ikuti program Gerakan Masyarakat hidup sehat (Germas), karena  diharapkan ini akan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan pola hidup sehat. Dan deng Kian adanya germas, menjadi suatu gerakan bersama bagi masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjalankan pola hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri.

“Selebihnya, mari kita memohon pada Alloh, semoga  virus corona cepat hilang  sebelum ramadhan  tiba agar masyrakat pun bisa menjalakam ibadah puasa ramadhan dengan tenang, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

PEMKAB PANGANDARA AKAN PERSIAPKAN KONTAINER KHUSUS UNTUK RUANG ISOLASI COVID-19

Bupati Pangandaran, H. JEJE WIRADINATA
PANGANDARAN NEWS-Pemerintah Kabupaten Pangandaran, berencana akan membuat ruang isolasi apabila nantinya ada Pasien Dalam Perawatan (PDP) atau ada warga yang posotif virus corona.

Seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ditemui di kediamannya di Jalan Kidang Pananjung Desa Pangandaran, hal ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila memang ada warga Pangandaran yang terpapar covid-19.

“Ini dimaksudkan untuk mencegah penularan, maka kami pun dianggap perlu menyiapkan tempat isolasi karena memang jika tidak diisolasi sangat rentan, “ungkapnya.(27/3)

Rencananya, kata Jeje, pihaknya akan membuat tempat isolasi tersebut dengan menggunakan kontainer besar yang didesain khusus serta dilengkapi peralatan medis dan sistim sirkulasi udara yang memadai, dan rencananya akan ditempatkan di belakang bangunan gedung Rumah Sakit Umum (RSU) Pandega.

Jeje menambahkan, saat ini Pemkab Pangandaran sedang memesan kontainer ini dan diperkirakan selesai dan siap digunakan sekitar tanggal 8 april 2020.

“Disamping dilengkapi peralatan canggih, kontainer isolasi ini juga akan mendapat pengawasan ketat dari petugas medis, “jelasnya.

Kata Jeje, Pemda Pangandaran dipandang perlu menyiapkan segala sesuatunya ini untuk berjaga-jaga termasuk menyiapkan ruangan isolasi.

“Tapi hari ini kita bersyukur karena alhamdulillah hingga saat ini tidak ada warga Pangandaran yang positif covid-19,”ungkapnya lagi. (Pnews)

MASIH DALAM UPAYA CEGAH VIRUS CORONA, HARI INI PEMDA PANGANDARAN SEMPROT ANGKUTAN UMUM

PANGANDARANNEWS-Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona covid 19 melalui moda transportasi darat, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, hari ini menugaskan Dinas Pehubungan dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penyemprotan disinfektan pada bus dan angkutan umum lainnya.

Kegiatan ini menambah upaya pencegahan penyebaran covid-19 setelah sebelumnya Pemkab Pangandaran juga melakukan penyemprotan masal di tempat-tempat strategsi menjadi kerumunan masa.

Penyeprotan sejumlah kendaraan ini dilakukan di depan Desa Kalipucang Kec Kalipucang yang dilaksanakan berbagaiunsur, seperti, Dinas Perhubungan, Koramil Kalipucang, Polsek Kalipucang, Puskesmas, BNPB, dan Pemdes Kalipucang.

Kepala Bidang Lalin di Dinas Perhubungan, Wahyu, membenarkan,  kegiatan pada sejumlah penumpang dan kendaraan ini untuk antisipasi penyebaran virus lewat transportasi umum, dengan waktu pelaksanaannya hapir sepanjang hari, dan rencananya akan dilaksanakan beberapa hari kedepan.

“Selain bus mikro dan patas, kendaraan kecil seperti elf juga kami semprot disinfektan"Kata Wahyu. (27/3).

Tidak hanya penyemprotan disinpektan saja, kata Wahyu, juga melakukan screening suhu tubuh para penumpang,  yang dilaksanakan  petugas medis dari puskesmas. (hms-PNews)

FENOMENA 5 TAHUN SEKALI, SETIAP SORE RATUSAN WARGA PANGANDARAN BERBURU KERANG DI PANTAI

PANGANDARAN NEWS-Di tengah ramainya pemberitaan wabah virus corona, ratusan warga Pangandaran justru berbondong-bondong pergi pantai memburu kerang (sejenis siput) laut yang relatif mudah diambil, dan pemandangan ini berada hampir terlihat di sepanjang pantai barat, tepatnya di blok Bulaklaut desa Pananjung.

Selain kerang atau sejenis siput laut ini tidak bertulang, rasanya sangat gurih apalagi bila dimasak dengan racikan khas sunda.

Menurut salah seorang warga, Agus, ia rutinsetiap menjelang sore hari pergi ke pantai berburu keong ini.

“Keong ini biasanya muncul ke bibir pantai lima tahun sekali, “ungkapnya.(27/3)

Agus mengatakan, sekarang ini hampir tiap sore hingga matahari hampir tenggelam, banyak warga datang ke pantai berburu keong ini, karena kemunculan jenis kerang ini datangnya sangat jarang.

Ia tidak sendiri, tetapi dengan beberapa temannya, hingga terkadang mendapat belasan kilo.

“Setiap hari saya 5 hingga 7 kali peergi ke pantai, “imbuhnya.

Namun, kata Agus, kekuatan kerang jenis ini tidak mampu bertahan lama, hingga  sebaiknya segera direbus dan dimasak.

“ Selain untuk lauk pauk konon diperaya dapat menambah gizi,"ujarnya.(HARIS FIRDAUS)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN