KONDISI TERMINAL SINGAPARNA DIKELUHKAN SOPIR ANGKUTAN

TASIK NEWS-Sudah lama kondisi terminal Singaparna dengan kondisi becek dan berlobang hingga seperti  kolam ikan lele, padahal lokasinya ada di Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini tentunya sangat dikeluhkan pengguna jalan terutama para sopir angkot yang setiap hari masuk-keluar terminal.

“Tiap hari saya harus bayar retribusi TPR tapi kondisi terminal sangat mengkhawatirkn dan terkesan dibiarkan pemda. “ungkap salah seorang sopir angkot.(25/3)

Dari pantau di PNews di lapangan, kondisi terminal Singaparna ini sudah sangat mengkhatirkan karena genangan air terihat hampir di seluruh sudut.

Sayang saat akan dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, tidak sedang berada di tempat. (ANWAR W-ATENG)


FGD DIKPLHD LAHIRKAN 12 ISU PRIORITAS TERKAIT LINGKUNGAN

PANGANDARAN-Pada diskusi Penyusunan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) yang dilaksanakan Forum Group Discusion (FGD) di Hotel Jeng Ratu Pangandaran (25/3), dibahas beberapa hal yang terkait pentingnya menjaga kawasan hutan.

Seperti diungkapkan Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ita Purwati, menurutnya, ada ungkapan dalam bahasa daerah (sunda), leuweung hejo rakyat bisa ngejo tapi lamun leuweung rusak rakyat bisa balangsak (jika hutan hijau masarakat akan sejahtera tapi jika hutannya rusak masyarakat pun akan sengsara).

Cara kerja untuk menjaga lingkungan di lingkup pantai, kata Ita, satu orang atau ormas harus bisa menanam minimal satu pohon di pinggir pantai dan dibayar Rp.25 ribu per pohon, dua orang atau ormas diberi tanggungjawab untuk memelihara tanaman tersebut dan dibayar Rp. 25 ribu.

“Setelah 6 bulan dan tanamannya tumbuh subur lalu mereka diberikan sertifikat dan sertifikat itupun bisa dijadikan anggunan ke bank, ini semua telah dilakukan di Kbupaten Bandung. “kata Ita.

Hal senada dikatakan pembicara dari Unpad, untuk memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan ini, dibentuk tim yang terdiri dari beberapa SKPD dan melakukan FGD untuk pelengkapan isu-isu lingkungan, isu-isu strategis.

“Juga selalu melakukan koordinasi serta diskusi dengan isyu lingkungan. “ungkapnya.

Sementara pegawai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangandaran, Maman, pada forum rembuk ini semua sepakat harus  belajar dari pola kerja pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilakukan di Kabupaten Bandung.

Untuk membantu suksesnya program pemerintahan kabupaten Pangandaran, lanjut Maman, khusus pada pengelolaan  lingkungan, perlu melibatkan ormas-ormas yang sudah mempunyai badan hukum dan tentu peduli pada lingkungan, seperti ormas badega yang khusus menjaga hutan kota, ormas jaga lembur husus jaga kebersihan lingkup pantai, ormas cakil  menjaga lingkungan hutan dan ormas Jakatawang yang selalu menjaga air sungai.

“Agenda FGD ini adalah melakukan perlindungan isu-isu lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Pangandaran, kemudian menentukan 5 isu prioritas yang akan ditetapkan dan disajikan didalam dokumen pemerintah. “kata Maman.

Pada FGD kali ini akhirnya melahirkan 12 isu prioritas, antara lain, isu limbah dan pencemaran air dikawasan parawisata (hotel), isu konservasi pegetatif pesisir untuk mencegahabrasi, rob dan pencemaran air ( dengan rumput vetivera, tumbuhan pohon keras dan mangrove), peningkatan kualitas sanitasi (lingkungan) untuk menekan pembuangan limbah bab diluar MCK, meningkatkan pemberdayaan SDM  ormas menjadi mitra gerakan lingkungan, zonasi pesisir berdasarkan peruntukan dan pembentukan/penetapan hutan kota ( ruang hijau ), limbah dan pencemaran pada kawasan industri kecil, menengah, Membangun IPAL untuk pengelolaan limbah padat dan cair,dikawasan wisata, perlindungan satwa liar di kawasan CA dengan pembuatan pagar satwa liar termasuk isu terumbu karang dikawasan cagar alam (KMPP), Nusawiru telah punya AMDAL : isu abrasi runway 25 Bojongsalawe, pengolahan limbah B3 (pesawat), Pangandaran telah menjadi kawasan strategis parawisata nasional (KEK) dan koordinasi pengelolaan wilayah sungai diwilayah kabupaten Pangandaran ( dikelola oleh pemkab kabupaten Pangandaran ). ***ANTON AS

PANWASCAM MANGUNJAYA LANTIK 101 PTPS

MANGUNJAYA-Dengan semakin dekatnya pelaksanaan hajat demokrasi pemilu dan pilpres tanggal 17 april 2019, Panwaslu Kecamatan Mangunjaya melantik 101 Pengawas TPS (PTPS) bertempat di Gedung Da’wah Mangunjaya yang dihadiri camat, danposramil, kapospol dan komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambtannya Ketua Komisioner Bawaslu, Iwan Yudiawan, menyampaikan, pengawas pemilu harus hadir di tengah-tengah masyarakat, karena keberadaan Pengawas TPS ini sangat krusial dan menjadi pengawas serta mengemban tugas penting yang langsung bersentuhan dengan masyarakat pemilih.

“Sesuai aturan, hari ini PTPS dibentuk, 21 hari sebelum Hari H dan berakhir 7 hari setelah hari H. “jelas Iwan.

Sementara menurut Ketua Panwascam Mangunjaya, Toni Taufiq, seluruh PTPS ini sudah melalui seleksi  dan penjaringan hingga  hari ini resmi dilantik.

“Seluruh PTPS harus siap untuk mengawal demokrasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi selaku pengawas langsung di tiap-tiap TPS. “ungkap Toni. (Tn)


AMBROLNYA TPT DI PANTAI SINDANGKERTA BELUM JADI PERHATIAN PEMDA TASIKMALAYA

TASIK NEWS-Karena tidak kunjung diperbaiki tembok penahan tanah (TPT) di pantai Sindangkerta Kabupaten Tasikmalaya, akibatnya banyak wisatawan merasa kecewa karena arena untuk bermain semakin menyempit.

Ambronya TPT tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, tapi entah kenapa sampai hari ini luput dari perhatian Pemkab Tasikmalaya.

“Akibat ambrolnya TPT tersebut membuat arena bermain hampir sepanjang pantai jadi menyempit. “ungkap salah seorang pengunjung asal Ciamis, Asep.(24/3)

Hal senada dikatakan warga sekitar pantai, rusaknya TPT tersebut akibat abrasi air laut saat pasang, sehingga lambat laun hantaman ombak tersebut mengikis sedikit demi sedikit hingga ambrol.

“Tapi entah kenapa sampai sekarang belum menjadi perhatian pemda. “ungkapnya. (ANWAR WALUYO)

BUPATI PANGANDARAN : ”O2SN BISA JADI MOTIVASI PESERTA DIDIK”

PANGANDARAN-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wirdinata didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadiri dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora), hari senin kemarin (25/3) membuka langsung kegiatan Gebyar Pembukaan Pekan Olimpiade, Olahraga dan Kreativitas Seni Siswa Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Pangandaran tahun 2019, yang dilaksanakan di halaman kantor disdikpora.

Dalam sambutannya di hadapan guru-guru dan kepala sekolah, bupati menyampaikan, kegiatan ini bisa dijadikan ajang untuk meningkatkan motivasi para siswa SD dan SMP pada minat, bakat, dan prestasi baik bidang akademik maupun nonakademik melalui seni dan Olahraga. Dengan kegiatan ini juga bisa melatih anak sehingga dapat termotivasi untuk belajar dan ini dipertandingkan karena untuk mencari ukuran.

“Kita akan dorong terus agar kegiatan semacam ini bisa menjadi motivasi siswa untuk meraih prestasi, baik yang bersipat edukatif atau pun non edukatif. “tegas bupati.

Bupati juga mengatakan, tahun pertama hingga tahun ke 3 ini bidang pendidikan menjadi salah satu dari 4 skala perioritas kebijakan pemkab Pangandaran, antara lain, intfrastruktur, kesehatan, penataan wisata dan pendidikan.

Tahun 2020 mendatang, kata bupati, kontruksi APBD mungkin akan bergeser pada meningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan sumber daya manusia sehingga nanti indeks anggaran untuk pendidikan akan ditinjau lagi.

“Kita semua menyadari, anggaran kita memang terbatas tapi keinginan kita sangat banyak. “ungkap bupati.

Di tempat yang sama, dalam sambutannya Kepala Disdikpora Pangandaran, H. Surman, mengatakan, tugas pemerintah pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP)  sudah terpenuhi, seperti, tersedianya sarana dan biaya pendidikan.

“Hanya memang benar kata Pa Bupati, APBD kita terbatas sementara keinginan masyarakat sangat banyak. “kata Surman.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar, H. Dodi, menambahkan, kegiatan Pekan Olimpiade Olahraga dan Kreativitas Seni Siswa Jenjang SD dan SMP ini merupakan program kementerian Pendidikan Nasional yang wajib dilaksanakan di daerah.

“Dan saya sangat bersukur, karena kebijakan pemkab Pangandaran pendidikan merupakan salah satu skala kebijakan pemerintah daerah. “ucap Dodi. (ANTON AS)

RIBUAN SANTRI SE-JAWA BARAT IKUTI PERKEMAHAN PRAMUKA SANTRI NUSANTRA DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Ribuan santri dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat ikuti kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantra (PPSN) ke 4 tingkat Propinsi Jawa Barat yang dilaksanakan sejak tanggal 21 Maret hingga 25 Maret 2019. PPSN secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur sekaligus Panglima Santri Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum di lapang Bumi Perkemahan Loka Bina Pangandaran.

dalam acara tersebut hadir Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, Kepala Bidang PD Pontren Provinsi Jawa Barat, DR H Abu Bakar Sidik. M.Ag, Kepala Kanwil Kementrian Agama Prop Jabar Drs H A Buchori, MM,  Kepala Kementrian Agama Kabupaten/ Kota se Provinsi Jawa Barat.

dalam sambutannya Wagub Jawa Barat, menyampaikan, Perkemahan Pramuka Santri Nusantra yang rutin dilaksanakan dapat dijadikan ajang silaturahmi serta pengkaderan anak-anak dan pendidikan karakter.

Dalam pramuka ini, kata Uu, untuk melatih kedisiplinan karena pramuka merupakan kegiatan penuh disiplin,  tolong menolong dan kegiatan positif lainnya. Dan ini menjadi penting karena bisa membina kebersamaan, melatih keberanian karena dalam pramuka itu ada tampilan tampilan yang akan menguji keberanian, seperti pidato dan lainnya.
“Intinya, pramuka ini merupakan pendidikan menuju pendidikan karakter sekalipun sifatnya ekstra kulikuler"terang Uu.

Uu berharap, kegiatan PPSN ke 4 ini juga dapat menumbuhkan jiwa nasionalis para santri karena dari sini kelak akan lahir generasi muda yang memiliki jiwa religius, jiwa kesantrian dan jiwa nusantara.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pada kesempatan sambutannya, menyampaikan ucapan terimakasih dengan di tunjuknya Kabupaten Pangandaran menjadi tempat pelaksanaan PPSN ke 4 se-Jawa Barat tahun 2019 ini.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pangandaran, ucap Jeje, merupakan Kabupaten baru  yang masih ditata dan dikembangkan pariwisatanya. Dan tentunya kegiatan ini bisa membantu mempromosikan Pangandaran sebagi daerah tujuan wisata.

lebih jauh Jeje mengatakan, dalam suasana makro nasional, generasi muda seolah-olah kehilangan jati diri, mudah mengeluarkan kata-kata kasar, fitnah dan hoaks serta dibarengi menurunnya nilai kebangsaan.

"Dan hari ini kita bergembira, di bumi Perkemahan Pramuka Santri Nusantra kualitas pembinaan umat anak milenial berjalan dan pembinaan tentang wawasan kebangsaan  serta nasionalisme pun semakin ditingkatkan." katanya

Jeje berharap, kegiatan ini dapat dijalankan dengan baik di jawa barat dalam rangka menanamkan rasa kebangsaan sehingga nilai-nilai religi dan bernegara pun akan tertanam dengan baik.

“Jika itu baik maka nilai kebangsaan kita pun akan baik. " pungkasnya.(ANTON AS)



JELANG PEMILU 2019 PEMKAB PANGANDARAN LAKSANAKAN APEL GELAR PASUKAN

PARIGI-Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari pimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Pangandaran yang dihadiri Wakapolres Ciamis, Kompol Lulu Wira K.A.Md, Danramil Pangandaran, Mayor Inf Ikeu Masrika, Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, S.Sos dana Kadis Perhubungan, Drs. Saepuloh, M Si dibAlun-Alun Parigi. (22/03)

Danramil Pangandaran pada Kesempatan ini, berkesempatan membacakan amanat Menko Polhukam RI, terkait Pemilu Serentak 2019 merupakan pesta demokrasi indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak, 5 jenis pemilihan dalam waktu bersamaan.

Masih dalam amanat polhukam, ada 6 pedoman bersama dalam pengamanan pemilu serentak tahun 2019, diantaranya, pahami Tugas Pengaman Pemilu Serentak Tahun 2019 adalah Kehormatan dan Kebanggaan yang tidak dinilai dengan apapun, sekaligus menjadi amal ibadah kepada Tuhan YME, jalin Sinergitas antara unsur Pemerintah, TNI dan Polri dan seluruh Komponen Masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas, segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan menggangu penyelenggaraan pemilu, tindak tegas, sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran pilpres dan pileg, Babinsa dan Babinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyerukan berita-berita hoax, serta menguatkan politik identitas yang dapat mengerus Disintegrasi bangsa dan Inventarisir dan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta tokoh masyarakat yang memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat menentukan hak pilihnya dengan aman.

Sementara itu Wakapolres Ciamis dalam sambutannya dengan membacakan amanat Kapolda Jabar, antara lain, apel gelar pasukan dilaksanakan secara serentak dan masif di seluruh wilayah Indonesia, baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dengan melibatkan TNI-POLRI dan seluruh komponen bangsa. Tujuan Apel Gelar Pasukan sendiri adalah untuk mengecek sejauh mana kesiapan personil, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan dalam melaksanakan pengamanan pemilu 2019 di wilayah hukum Polda Jabar agar dapat terlaksana dengan aman, lancar dan damai.

"Pemilu tahun 2019 ini, memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas, karena untuk pertama kalinya pileg dan pilpres akan dilaksanakan secara serentak dengan ambang batas parlemen tresshold sebesar 4%." Ungkapnya

masih dalam amana kapolda, dalam kacamata kantibmas peningkatan intensitas kegiatan politik dapat mewujudkan potensi kerawanan di bidang keamanan diantaranya pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, serta penyebaran hoax, hate speech/ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain itu menurutnya ada beberappa agenda penting jelang pileg dan pilpres "Kampanye rapat umum selama 21 hari serentak se-Indonesia dari tanggal 24 maret-13 April 2019. Sesuai tahap KPU bahwa kampanye rapat umum partai politik serta pasangan capres-cawapres dibagi menjadi 2 zona dengan waktu yg sudah ditentukan, dimana Jawa Barat termasuk zona A"  kata dia.

"Masyarakat Jawa Barat terkenal Religius, Santun dan Berbudaya, walaupun berbeda pilihan, kita harus tetap rukun, guyub dan tidak menjadikan perbedaan itu suatu konflik" pungkasnya. (PNews)


SAMBUT HARLAH KE 96 NU PANGANDARAN GELAR ISTIGHOTSAH KUBRO DAN SHOLAWAT ASYGHIL

PANGANDARAN-96 tahun bukan waktu yang pendek, saat itu ketika sendi sendi bermasyarakat mulai luntur, di saat nilai kebangsaan mulai memudar, NU dari ranting di desa-desa hingga tingakt pusat sangat solid, tentunya ini berkat penataan organisasi sangat baik.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wirdinata, saat menghadiri Hari Lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-96 Tahun, yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Pangandaran.(23/3)

Dalam acara harlah yang dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Pangandaran Kyai Fauzan Aziz Muslim, Ketua Rois Syuriah Kyai Udin Nawawi, Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Ahmad Buhaiti, M.Si , Pimpinan Pondok pesantren se-Kabupaten Pangandaran, GP Ansor NU, Muslimat NU dan IPPNU, Jeje juga mengatakan, begitu juga pembangunan di pangandaran tak akan berjalan tanpa kiprah dan bantuan peran ulama NU.

“Saya merasakan betul kontribusi dan kiprah NU dalam pembangunan daerah ini dan NU merupakan salahsatu organisasi yang sangat solid. “ucap Jeje.

Sementara ketua PCNU Kabupaten Pangandaran, Kyai Fauzan Aziz Muslim, dalam sambutannya menyampaikan, dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama banyak sekali rintangan halangan, namun karena NU  bukan utnuk kepentingan perorangan tapi didirikan semata-mata untuk mendidik umat, itu juga yang membuat NU hingga sekarang tetap jaya.

Masih kata Fauzan, Nahdlatul Ulama lahir pada tanggal 16 Rajab 1344 H hingga sekarang mengginjak  usia ang 96 tahun dengan salah-satunya misinya membawa amanah wathanniah.

"Kita perkuat ukuwah wathaniah agar NU  lebih maju, diantaranya dengan membenahiorganisasi, membangun gedung PCNU Pangandaran, pembangunan Rest area serta memperkuat rasa kebersamaan " ungkapnya.

Fauzan juga mengatakan, pada peringatan harlah NU tahun ini, salah satu agendanya mengelar Istighotsah Kubro, Tahlil dan Pembacaan Sholawat Asyghil. (PNews)

DI DEPAN RATUSAN KADER PARTAI GOLKAR PANGANDARAN, AGUN GUNANJAR PAPARKAN EMPAT PILAR KEBANGSAAN

CIMERAK-Kembali, anggota DPR RI, Drs. Agun Gunanjar Sudarsa, Bc.IP. Msi, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilaksanakan di Aula koperasi Tunas kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran (11/3) yang diikuti ratusan kader golkar dan para caleg Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) IV.

Dalam paparannya, Agun berharap, sosialisasi Empat Pilar ini bisa menyegarkan ingatan masyarakat pada sejarah perjuangan bangsa sekaligus mempertebal rasa cinta terhadap Negara Kestuan Republik Indonesia (NKRI).

“Empat pilar kebangsaan ini merupakan salah satu bentuk kecintaan kita pada republik ini. :ungkapnya.

Karena, menurut Agun, tidak mungkin mencintai Indonesia kalau tidak mengenalnya dengan baik, dan inilah salah satu fungsi kegiatan ini, untuk mengenalkan sejarah bangsa kepada masyarakat agar bisa melahirkan perasaan cinta yang semakin besar pada bangsa dan negara.

Dalam kesempatan ini, Agun kembali mengingatkan kembali sejarah lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) yang memisahkan diri dari kabupaten induk, Ciamis, dan puncak momentumnya saat undang-undang Kabupaten Pangandaran nomer 21 lahir tanggal 25 oktober 2012 lalu.

Agun mengatakan, demi kesejahteraan rakyat yang menyeluruh saat itu ia pun bertekad terus berjuang di DPR RI agar Pangandaran bisa mandiri menjadi DOB.

“Dan alhamdulillah saat ini masyarakat Pangandaran sudah bisa menikmati buah perjuangan tersebut. “ungkapnya lagi.

Sejak saat itu masyarakat bersama-sama pemerintah terus membangun daerah dengan meningkatkan nfrastruktur jalan yang mulus, pasilitas kesehatan, puskesmas dan Rumash Sakit Umum Daerah yang bagus, layanan pendidikan gratis, penataan pariwisata dan kemajua-kemajuan di bidang lainnya.

“Ini semata karena keinginan yang kuat dari seluruh masyarakat dibawah pimpinan bupati dan wakil bupati, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang  Hadari. “tegas Agun.

Agun juga mengatakan, Empat Pilar Kebangsaan memiliki kedudukan penting, terlebih dalam beberapa waktu terakhir ini, karena dirasa semangat kebangsaan mulai luntur serta  kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap kemajemukan yang berdampak negatif dengan tumbuhnya radikalisme dan sikap intoleran yang kian berkembang. Untuk menjaga NKRI ini tidak mudah, dibutuh peran aktif dari masyarakat dan soliditas seluruh elemen. terangnya.

“Keempat pilar ini meliputi Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara, UUD tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhineka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara. “pungkasnya. (AGE)

AKIBAT DIGUYUR HUJAN BEBERAPA RUAS JALAN DI KOTA TASIK TERENDAM AIR

TASIK NEWS-Akibat diguyur hujan deras selama beberapa jam, beberapa ruas jalan di Kota Tasikmalaya digenangi air setinggi lutut orang dewasa. Seperti di kawasan Jalan HZ. Mustofa, genangan air terus meninggi sekitar jam 2.30 dini hari (21/3), sehingga beberapa kendaraan pun mogok serta menimbulkan kemacetan panjang.

Seperti diungkapkan salah seorang warga  Cibarebeg, Nono, banjir pun tidak hanya terjadi di Jalan HZ. Mustofa saja, tapi air pun menggenangi sekitar jalan Garawangi, tepatnya di depan pusat perbelanjaan Asia Plaza.

“Karena mesinnya tergenang air akibatnya motor saya pun mogok. “ ungkapnya.
 
Menurut Nono, walau air tergenang hanya beberapa saat, tapi arus kendaraan jadi tersendat sehingga sangat mengganggu lalu-lintas.

“Padahal di tepi kiri-kanan ada saluran air, tapi entah kenapa air bisa meluap ke badan jalan. “ungkapnya lagi.

Hal senada dikatakan Syarifudin (39), banjir di beberapa ruas jalan ini sudah menjadi langganan setiap hujan deras.   

Menurut Syarifudin, mungkin ini akibat drainase yang kurang optimal sehingga tidak bisa menampung aliran air yang cukup deras.

“Kami berharap ini menjadi perhatian pemkot untuk segera dicari solusinya, sehingga walau pun hujan besar mengguyur air akan masuk ke saluran pembuangan dan tidak menggenagi badan jalan. “katanya. (ANWAR W)

DINAS PMPTSP KAB. PANGANDARAN TERBITKAN IJIN PT. AGRO TERNAK MANDIRI

PARIGI-Pemerintaha Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), terus melakukan veripikasi kelengkapan data perusahaan penggemukan sapi PT. Agro Ternak Mandiri yang beralamat di Dusun Sukamaju Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya.
Demikian dikatakan Kepala Bidang  Penyelenggaraan Perizinan, Salimin, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(21/3)

“Kami juga melakukan survey langsung ke lokasi dan melakukan  pengukuran luas areal menjelang pembuatan izin IMB. “ungkap Salimin.

Salimin mengatakan, pada dasarnya pemda tidak akan mempersulit perizinanya, apalagi setelah ada rekomendasi dari dinas-dinas terkait, seperti, Dinas Lingkungan Hidup, Pertanian  dan Peternakandan dinas lainnya.

Apabila itu semuanya sudah lengkap, kata Salimin, pihaknya pun bisa melayani dan segera menerbitkan ijin tersebut.

“Jika kebetulan kepala dinasnya tidak sedang dinas luar, maka dalam satu hari pun izin operasional perusahaan bisa ditanda tangani dan langsung  diterbitkan, walaupun ketentuannya maksimal dalam waktu tujuh hari kerja. “jelas Salimin.

Disoal apa bila pihak perusahaan di kemudian hari lalai dalam pengolahan limbahnya, misal terjadi pencemaran, menurut Salimin, nanti Dinas Lingkungan Hidup yang akan memberikan peringatan dengan melayangkan  surat Surat Peringatan SP1 (surat peringatan 1) pada minggu pertama, dan SP2 dalam minggu ke dua dan terakhir SP3 langsung diserahkan kepada Satpol PP sebagai eksekutor penegakan perda.

Dan Alhamdulilah, masih kata Salimin,  pada tanggal 21 Maret ini ijin operasional PT Agro Ternak Mandiri resmi sudah diterbitkan dengan nomer 503/IMB/137/DPMPTSP/2019. 

“Saya berharap untuk ke depan pihak PT Agro Ternak Mandiri bisa terus mengelola perusahaannya dengan baik sesuai aturan yang berlaku. “pungkasnya. (ANTON AS)

TERKAIT MUNDURNYA CALEG YANG LOLOS CPNS BAWASLU DAN KPUD PANGANDARAN HARUS TEGAS

PANGANDARAN- Mundurnya calon legislatif (caleg)  keterwakilan perempuan dari salah satu partai politik di Kabupaten Pangandaran dengan alasan lolos CPNS menuai pertanyaan serius dari politikus senior PKB yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Irvan Alawi.

Menurutnya, saat ditemui PNews di rumahnya di Kecamatan Cimerak, dengan mundurnya caleg tersebut secara aturan pasti berdampak pada Peraturan KPU nomor 20 Tahun 2018 pasal 6, daftar calon wajib memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil.

“Karena memang caleg tersebut sudah tertera pada surat suara pemilu 2019, “ujarnya(20/3)

Jadi, katanya lagi, kalau jumlah caleg ada delapan dengan rincian 5 pria 3 perempuan terus satu caleg perempuan mengundurkan diri, berarti caleg keterwakilan perempuannya tinggal dua, artinya itu tidak memenuhi kuota 30%.

Ia menambahkan, seharusnya caleg yang tersebut jauh-jauh hari mempunyai pilihan yang jelas sebelum dia terlanjur masuk Daftar Calon Tetap (DCT). Apa mau ikutan test CPNS atau mau mencalonkan diri jadi anggota DPRD.

“Kalau sudah seperti ini kan sudah tidak bisa dicoret atau diganti dengan nama caleg dari parpol tersebut pada surat suara yang sudah dicetak, "tambahnya.

Dan lagi, lanjutnya, kalau menurut aturan saat akan test CPNS pun orang tersebut sebenarnya harus sudah tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.

Irfan berharap agar Bawaslu dan KPUD Pangandaran bisa menyelesaikan polemik ini sehingga jangan sampai merugikan pada partai politik lain.

“KPUD dan Bawaslu harus segera menyelesaikan hal ini serta selesaikan dengan aturan yang berlaku agar pemilu di Kabupaten Pangandaran nantinya tidak cacad hukum. " tandasnya.

Hal senada dikatakan politisi partai golkar asal Kecamatan Cijulang, H. Abdul Gofar, menurutnya,  ia merasa perihatin kurang tegasnya Bawaslu dan KPUD yang terkesan caleg yang sudah masuk DCT bisa begitu mudahnya mengundurkan diri.

"Saya harap Bawaslu dan KPUD bisa mengevaluasi masalah ini serta bertindak tegas sesuai aturan pemilu. "ungkapnya. (AGE)

KPU PANGANDARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DPTb

PANGANDARAN-Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhatadin S,Hi, berterimakasih kepada semua pihak, baik pemerintah, peserta pemilu serta pihak terkait lainnya atas partisipasi aktifnya dalam penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Dalam konteks rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tambahan (DPTb) ini telah melalui proses yang sangat panjang. “ujar Muhtadin saat memberikan sambutan pada acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Dan Penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilihan Umum 2019 di Kabupaten Pangandaran yang digelar di Aula Grand Mutiara yang dihadiri anggota Bawaslu, Satpol PP, Kesbangpol, Disdukcapil, seluruh ketua PPK serta seluruh perwakilan partai politik. (19/3)

Ia mengatakan, pihaknya telah merekapitulasi dan menetapkan DPTb  ini tentunya dengan melalui proses yang sangat panjang, sehingga pada 19 Maret ini bisa ditetapkan.

Terkait DPTb dan daftar pemilih ini, kata Muhtadin, jika ada rekomendasi atau  tanggapan dari masyarakat pihak Bawaslu bisa berkoordinasi langsung dengan KPU.

“Dan ini semua dilakukan pada prinsip utamanya agar pelaksanaan pemilu tahun 2019 tentunya bisa sukses berjalan lancar dan aman." pungkasnya.

Seperti diketahui, hasil rapat pleno DPTb tersebut, antara lain, a. DPTb (masuk) yang mengurus didaerah asal sbb: 
Laki-laki: 121 orang
Perempuan:140 orang
Jumlah: 261orang, b. DPTb (masuk) yang mengurus didaerah tujuan sbb:
Laki-laki : 486 orang
Perempuan: 498 orang
Jumlah : 984 orang, c. DPTb (keluar) yang mengurus didaerah asal sbb:
Laki-laki   : 185 orang
Perempuan: 221orang
Jumlah   : 406 orang dan d. DPTb (keluar) yang mengurus didaerah tujuan sbb:
Laki-laki  :  429 orang
Perempuan: 427 orang
Jumlah      : 856 orang
(HARIS FIRDAUS)

BUPATI PANGANDARAN MELANTIK SEKDA DAN BEBERAPA PEJABAT LAINNYA

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat saat pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Daerah serta Pengangkatan dan pemindahan PNS dalam jabatan administrator dan jabatan pengawas meminta pada seluruh jajarannya di aula setda (19/3) yang turut dihadiri Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Tatang Mulyana, SH, MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan , Drs Ade Supriatna, Stap Ahli, Anggota DPRD Kab Pangandaran, kepala OPD, dan Camat, agar jangan bertanya terkait tempat dimana ditugaskan, karena yang penting kerja, kerja dan kerja.

Menurut bupati, dimana pun tempat kerjanya, pegawai yang benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik tetap akan tetap terlihat.

“Mutiara itu jika akan diletakan dimana saja tetap akan bersinar dan emas pun sama  akan tetap menjadi emas karena tidk akan tertukar dengan perak."tegasnya.

Bupati berharap perlu adanya perubahan perilaku dari saat menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) hingga pasca DOB menjelang usia Kabupaten ke 7 sekarang ini. Antara lain dengan terus membangun kebersamaan, karena pada akhirnya ini semua untuk kepentingan masyarakat.

Seperti diketahui, sejumlah ASN yang diantik dan mutasi tersebut, diantaranya, Drs. Suheryana menjadi Penjabat Sekretaris Daerah, Atang Kuncara SIP menjadi Camat Cimerak, Kosasih SIP menjadi Sekretaris Camat Cimerak, Nandang Sugraha SIP menjadi Sekretaris Camat Padaherang dan H. Arip Basari, S.Pd, M.Pd menjadi Sekretaris Camat Sidamulih. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN