AKIBAT DRAINASE TIDAK BERFUNGSI, JALAN SIMPANG-KARANGNUNGGAL TERENDAM BANJIR

TASIK NEWS-Hujan yang turun dalam beberapa hari ini membuat jalan Simpang-Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya terendam banjir, diduga genangan air ini akibat drainase, tepat di depan Kantor Pos Bantarkalong tidak berfungsi dengan baik sehingga mengakibatkan ketinggian air pun mencapai 30 centimeter.

Akibat dari banjir tersebut, sejumlah pengguna kendaraan pun harus menghentikan laju kendaraannya, terutama para pengguna sepeda motor. Karena sepeda motor yang memaksa menerobos banjir sehingga banyak yang mengalami mati mesin.

Seperti diungkapkan salah seorang pengendara asal Simpang, Neng Melia, ia terpaksa memilih berhenti sambil menunggu air surut ketimbang menanggung resiko motornya mogok.

"Saya lihat banyak pengendara motor matic yang mogok karena memaksa menerobos banjir. “ungkapnya.(4/3)

Sementara menurut salah seorang warga setempat, H Apri Fauzan, banjir di lokasi ini bukan hal baru karena selalu terjadi saat turun hujan deras.

“Diperparah lagi ini akibat drainase yang ada di sepanjang jalan tersebut tak berfungsi dengan baik, karena lubang drainasenya kecil sehingga sangat mudah tertutup sampah aliran air pun jadi tersumbat. “terangnya. (ANWAR WALUYO)


TURUNNYA KUNJUNGAN WISATAWAN KE PANGANDARN DIKELUHKAN PEDAGANG JAMBAL ROTI

PANGANDARAN-Asin Jambal Roti merupakan salah satu oleh-oleh khas Pangandaran yang sudah dikenal dengan cita rasanya yang gurih, asin jenis ini kerap jadi buruan para wisatawan dari berbagai kota.

Menurut salah seorang pengrajin sekaligus penjual, Yadi, selain jambal roti ikan asin seperti ikan gabus, teri, gabel, selar dan layur, juga banyak diminati pembeli.

Yadi menuturkan, pembuatan ikan asin dilalaui dengan beberapa tahapan, khusus untuk pengolahan asin jambal roti yang berbahan dasar ikan Kedukang, dimulai dengan proses merendam ke dalam air yang sudah diberi garam secukupnya selama 3 hari, lalu dicuci dan dijumur di bawah sinar matahari.

“Dari mulai pembelian ikan segar hingga proses menjadi ikan asin saya kerjakan sendiri. “ungkapnya.(3/3)

Yadi, salah satu pemilik kios asin di obyek wisata patai Pangandaran, mengatakan, entah kenapa belakangan ini omzet penjualan menurun drastis. Padahal sebelum tahun baru lalu, ia bisa dalam sepekan ia mampu membuat 1-2 kuwintal ikan kadukang.

“Sekarang dalam tiga bulan ini saya baru mengolah satu kali saja. “ungkapnya.

Yadi pun berharap, mungkin ke depan atau setelah pemilu nanti hasil penjualannya bisa normal kembali, karena hampir semua rekan-rekan pedagang lainnya pun mengeluhkan hal yang sama.

“Saya berharap Pangandaran akan semakin banyak dikunjungi wisatawan dan tentunya geliat ekonomi kuliner pun akan ramai kembali. “ujarnya. (HARIS FIRDAUS)

1 TAHUN DITINGGAL WAFAT ISTRI, WABUP PANGANDARAN NIKAHI WANITA ASAL PAMOTAN

KALIPUCANG-Setelah 1 tahun ditinggal wafat isteri tercinta, almh. Hj. Endah Surtinah, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, akhirnya menghakhiri hidup sendirinya dengan menikahi wanita asal RT 01/RW 01 dusun Pamotan Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang, Reny Widhiastuty SE, di kediaman pengantin wanita.(4/3)

Pernikahan yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradiata dan pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, juga dihadiri pula mantan Wali Kota Banjar, dr. Herman Sutrisno, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin serja sejumlah undangan lainnya.

 “Tadinya pernikahan saya ini akan dilaksanakan secara diam-diam, bukan apa-apa saya malu karena sudah tua. “ungkap Adang Hadari.

Menurutnya, secara resmi ia tidak membuat undangan untuk pernikahannya, tapi bila ingin menghadiri, ia pun mempersilahkan dengan senang hati.

Kepada seluruh pejabat dan masyarakat  yang hadir dan turut menyaksikan pernikahannya, Adang pun mengucapkan terimakasih atas segala doa’ dan kehadirannya.

“Sekali lagi saya mohon maaf, karena secara resmi saya tidak membuat undangan. “pungkasnya. (ANTON AS

DIKHWATIRKAN ROBOH, WARGA TASIK KELUHKAN PAPAN REKLAME RUSAK

TASIK NEWS-Keberadaan papan reklame yang cukup besar dalam keadaan dibiarkan rusak dan berkarat, selain menjadi pemandangan kurang indah di tengah kota, juga bisa membahayakan jika suatu saat runtuh menimpa para pengguna jalan di bawahnya

Seperti papan reklame yang ada di kawasan Jalan HZ. Mustofa Kota Tasikmalaya, dengan keadaan gambar yang sudah mengelupas serta tiang besi yang sudah berkarat, bukan tidak mungkin ini menjadi ancaman bahaya jika suatu saat roboh menimpa jalan yang setiap hari dipadati pengendara.

“Atau harus ada korban dulu, baru nanti jadi perhatian semua ? “ungkap salah seorang pengendara yang melintas di jakan tersebut. (1/3)

Memang benar apa yang dikatakan warga, Pemkot Tsik melalui institusi penataan kota lebih memperhatikan lagi pentaan papan reklame yang semakin marak di setiap tepi jalan, walau di sisi lain memang ini menjadi sumber Penghasilan Asli Daerah (PAD). ***ANWAR WALUYO

DI YAYASAN RAUDLATUL QUR'AN SANTRI WAJIB BELAJAR ITE DAN MORAL AGAMA

TASIK NEWS-Sebuah lembaga pendidikan sejatinya memang bisa mencetak siswa berbudi luhur, cerdas dan beramal soleh. Begitu juga sistim pendidikan yang diterapkan di  Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Qur'an yang beralamat di Dusun Kalikibanten Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti dikatakan Ketua Yayasan, Indra, para peserta didik Raudlatul Qur'an, selain belajar   tentang ITE, siswa pun dibekali dengan pelajaran moral, ahlak dan pendidikan agama lainnya.

Alhamdulillah, di gedung yang menjadi pusat balai pelatihan kerja, selain belajar ITE siswa pun diberi bekal ilmu agama. “terang Indra. (01/3) 

Menurut Indra, di era generasi milenial ini santri harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar keterbukaan informasi pun tidak ketinggalan.

“Disini para siswa sudah belajar dengan berbasis komputer. “imbuhnya.

Masih kata Indra, pemahaman tentang ilmu agama dan teknologi harus berbanding sejajar, sehingga nantinya diharapkan  akan lahir insan-insan cerdas yang agamis.

“Kami juga sangat menekankan pada pendidikan moral, sehingga siswa pun bisa tetap santun dan tidak terbawa pengaruh jaman. “pungkasnya. (ANWAR WALUYO)

SARANA BERMAIN ANAK TAK TERURUS, LAPANG DADAHA KOTA TASIK TERKESAN KUMUH

TASIK NEWS-Sangat disayangkan kondisi arena bermain anak yang ada di lapang Dadaha Kota Tasikmalaya terbengkalai dan terkesan tanpa perawatan.

Padahal menurut salah seorang pengunjung yang sengaja membawa anaknya untuk bermain di arena tersebut, tempat bermain ini sangat digemari keluarga dan mrupakan salah satu tempat faporit keluarga.

“Kondisi ayunan seakan dibiarkan berkarat dan sudah patah-patah. “ungkapnya. (28/2)

Ia juga mengatakan, selain tidak bisa digunakan, sarana tempat bermain anak ini juga menjadi pemandangan kurang indah dilihat dari estetika tata kota.

“Padahal selain menjadi tempat olahraga untuk masyarakat umum, Dadaha pun sebenarnya jadi lokasi bermain anak oleh sebagian warga. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

LANGKAPLANCAR RAIH JUARA UMUM STQ KE 3 KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2019

PARIGI-Kecamatan Langkaplancar akhirnya tampil menjadi juara umum dalam Seleksi Tilawatil Quran (STQ) 3  tahun 2019 Tingkat Kabupaten yang digelar di halaman kantor Setda Pangandaran tanggal 26 sampai 27 Februari 2019. Piala juara umum ini pun diserahkan langsung Plh Sekda Pangandaran, Drs Suheryana kepada Camat Langkaplancar, Deni.

Dlam sambutannya, Suheryana, menyampaikan, hendaknya semua ini menjadi acuan semua untuk pelaksanaan STQ di tahun –tahun mendatang.

Dan kepada para pemenang lomba, kata Suheryana, diharapkan bisa terus meningkatkan kemampuannya.

“Dan bagi yang belum dapat juara  saya juga berharap untuk terus belajar agar pada kesempatan berikutnya dapat memperoleh hasil yang lebih memuaskan. “ungkapnya.

Menurut Suheryana, dalam penyelenggaraan STQ ini bukan masalah menang atau kalah, tapi  yang penting hasil dari kegiatan peserta mampu memahami, menghayati  dan mengamalkan Al Quran.

Suheryana juga kepada seluruh masyarakat mengajak untuk menjadikan STQ ke 3 ini sebagai momentum kebangkitan generasi Qur'ani di Kabupaten Pangandaran.

Sementar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H.  Agus Amsar SPd, MPd, di tempst yang sama, mengatakan, penilaian dalam STQ ini dilaksanakan oleh beberapa dewan hakim setelah melalui proses objektif adil dan independen .

“Saya juga berharap hendaknya dengan STQ kita dapat meningkatkan rasa cinta terhadap Al Quran serta mejadikan way of life atau  pedoman hidup tidak hanya pada momen STQ saja, namun dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari hari. “ungkap Agus.

Seperti diketahui, setelah dilakukan penilaian oleh juri, pemenang lomba STQ ke 3 tingkat Kabupaten Pangandaran tahun 2019, sebagai berikut,

MTQ Anak- anak, Juara 1 putra, Muhamad Nazmi Mubarok (langkaplancar), Juara 1 Putri , Fina Sidqiyah (Cijulang). MTQ Dewasa Juara 1Putra, Agus muhyanto (Cigugur) dan Juara 1Putri, Ai Nurhalifah (Cijulang). MHQ 1 Juz dan Tilawah, Juara 1 Rifqi Ahmad Mubarok (langkaplancar). MHQ 5 Juz dan Tilawah,  Juara 1 putra, Miftah Farid (Langkaplancar) dan Juara 1 Putri, Fathimatu Zahra (Langkaplancar). MHQ 10 Juz dan Tilawah, Juara 1 putra, Ilham Riyadi (kalipucang). Pada MHQ 20 Juz Juara 1 putra, Adib Kholik Rosyid (Langkaplancar) Juara 1 Putri, Rani  (Cigugur). Dan pada lomba MHQ 30 Juz, Juara 1 putri , Isni Lokananti (Cimerak).

Semnetara pada lomba Pawai Ta'aruf,  Juara 1 Kecamatan Kalipucang, Juara 2 Kecamatan Parigi, dan Juara 3 Kecamatan Langkaplancar. (PNews)

CAWAPRES MA’RUF AMIN HADIRI DEKLARASI DUKUNGAN KISAN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menghadiri deklarasi ribuan Kiai dan santri (KISAN) se-Kabupaten Pangandaranyang digelar di lapang Grand Pangandaran (28/2).

Turut hadir dalam deklarasi tersebut, Istri KH. Ma’ruf Amin, Wury Estu Handayani, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, Dedy Mulyadi, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, istri Wakil Gubernur Jawa Barat, Lina Ruzhanul Ulum serta puluhan kiai Pangandaran dan ribuan warga NU yang mayoritas didominasi Muslimat NU.

Ketua PC NU Pangandaran, KH. Fauzan Aziz Muslim di hadapan ribuan simpatisan yang hadir pun membacakan deklarasi dukungan pada pasangan Wapres-Cawapres nomer urut 1,  Jokowi-Ma'ruf Amin, yang diikuti seluruh peserta yang hadir.

Dalam deklarasi yang dibacakan Fauzan, pada intinya siap menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dengan sekuat tenaga dalam menciptakan iklim politik yang aman.

Fauzan pun meminta kepada suluruh relawan KISAN agar senantiasa merawat keharmonisan hubungan antar WNI, bersikap toleran terhadap pilihan politik yang berbeda serta siap mendorong seluruh elemen masyarakat agar Pilpres dan Pileg 2019 tanpa hoaks, politisasi, SARA dan politik uang.

"Untuk kesinambungan pembangunan Kabupaten Pangandaran, kami siap menangkan paslon Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres mendatang,"tegasnya.

Sementara Cawapres Ma’ruf Amin, kepada semua yang hadir, setelah mendengarkan langsung deklarasi tersebut memberikan apresiasi sebesar-besarnya. Serta berharap agar ibu-ibu dan para kiai ini membantunya bersama Jokowi meraih kursi presiden dan wakil presiden.

"Penghargaan setinggi-tingginya saya berikan kepada seluruh masyarakat atas deklarasi dukungan kepada pak Jokowi dan saya. “ucapnya. (Tn)

DUA ORANG BOCAH DI SINDANGJAYA TEWAS TENGGELAM DI SEBUAH KOLAM

MANGUNJAYA-Dua orang anak warga RT 36 RW 08 Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Anwar dan Dina, masing-masing berumur 5 tahun meninggal akibat tenggelam di sebuah kolam di belakang rumahnya.

Anwar putra pasangan suami isteri Harti dan Muslih, sementara Dina putri dari pasangan Aris dan Wanti saat ditemukan keduanya sudah tidak bernyawa lagi.

Menurut salah seorang warga, Iswanto (40), saat itu sekitar jam 17.00 sore tadi ia mendengar teriakan minta tolong ibu korban di belakang rumah.

“Saya pun bergegas menghampirinya, dan setelah tahu apa yang terjadi saya pun langsung turun ke dalam ke dalam kolam. “ungkap Iswanto.(26/2)

Masih kata Iswanto, korban Anwar ditemukan sudah mengapung dipermukaan kolam, sementara satu korban lagi, Dina ditemukan dari dasar kolam, dan diperkirakan kedua korban tenggelam 1 jam lebih.

“Kedua korban sempat dibawa ke Pyskesmas Purwadadi, tapi nyawa kedua anak itu tidak tertolong. “jelas Iswanto.

Kedua keluarga korban pun hanya bisa pasrah karena harus kehilangan buah hati yang dicintainya.(Tn)

WARJO SUDAH DATANGI 93 DESA, JADI UJUNG TOMBAK PENCATATAN KELAHIRAN

PANGANDARAN-Kesehariannya lebih disibukan dengan kegiatan di luar kantor untuk jemput bola melayani masyarakat yang membutuhkan akte kelahiran.

Demikian dikatakan salah seorang pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangandaran, Warjo, S.Ip, MS,i, saat bincang-bincang dengan PNews di Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak.

Warjo yang menjabat Kepala Seksi (kasi) Kelahiran, setiap hari selepas mengikuti apel pagi di kantornya, bersama dua orang operator sebagai ujung tombak pendataan dan pembuatan akte kelahiran, langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor miliknya ke desa-desa di seluruh kecamatan. Jam kerjanya pu tidak menentu, karena tidak jarang ia harus pulang hingga larut malam bahkan pernah hingga dini hari.

“Sekarang malah langsung ke dusun-dusun agar pelayanannya bisa lebih dekat dengan masyarakat. “ujarnya.(25/2)

Menurutnya, ia bertugas memperifikasi data untuk selanjutnya dibuatkan akte kelahiran warga di setiap desa yang secara acak ia datangi, atau sesuai kesiapan desa itu sendiri mengundang masyarakatnya.

Disoal kendala apa saja selama melaksanakan tugasnya, Warjo mengaku, ia malah merasa beruntung bisa mengunjungi 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran, karena tidak semua orang belum tentu bisa melakukannya.

“Dari desa yang ada di jalan protokol hingga desa yang jauh ada di pelosok, Alhamdulillah semuanya sudah saya datangi. “terangnya.

Dalam melakanakan tugasnya, Warjo mengaku, ia pun sudah tiga kali harus ganti motor karena tidak jarang harus menempuh medan yang berat dengan tanjakan tajam di pinggir hutan. Rasa capai dan lelah akan terobati saat tiba di desa yang ia kunjungi, ternyata ratusan masyarakat pun dengan antusias sudah datang ke aula desa.

“Pokoknya kalau masyarakat banyak yang datang saya juga tambah semangat, tapi ini biasanya tergantung desa sendiri dalam mensosialisasikan serta mengundang warganya. “terangnya lagi.

 Warjo mengatakan, ia merasa lega karena, sejak tahun 2017-2018 hingga bulan pebruari 2019 ini sudah 90 % akte kelahiran warga Pangandaran bisa terlayani. (PNews)

PERINGATI HPNS, KODIM 0613 CIAMIS GELAR BERSIH PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Hingga saat ini masyarakat masih kurang menyadari pentingnya hidup bersih, terbukti, di halaman atau sekitar rumah dan lingkungan masih banyak sampah berserakan akibat selama ini warga masih  membuang sampah sembarangan.

Demikian dikatakan Dandim 0613 Ciamis, Letkol Arm. Tri Arto Subagio M. Int. Rel, saat menggelar kegiatan bersih pantai Pangandaran dalam acara  apel karya bakti memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).(22/2)

Menurut Tri, Apalagi di wilayah pariwisata seperti Pangandaran seharusnya terlihat indah, nyaman dan bersih jangan sebaliknya banyak sampah berserakan.
"Ini membuktikan ternyata masyarakat masih kurang menyadari masalah sampah ini, selesai makan sampahnya dibuang kemana saja, puntung rokok juga demikian, ini tentu membuat pantai menjadi kotor dan tidak indah," jelasnya.

Dikatakan Tri, pada HPSN kali ini TNI menurunkan 500 personil yang dibantu 1 SSK Anggota Kodim 0613 /Ciamis, 1 SSR Anggota Pos TNI-AL Pangandaran,  1 SSR Anggota Pos Airud Pangandaran, 1 SST Satpol PP Kab.  Pangandaran, 1 SSR Dinas Pariwisata Kabupaten  Pangandaran, 1 SSR AMS, 1 SSR Jaga Lembur,  1 SST Gabungan FKPPI dan masyarakat bergerak membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang pantai barat.

“Kami juga dalam kegiatan ini melibatkan para perwira Stap Kodim 0613 Ciamis, Danramil, Anggota Babinsa, TNI-AL Pangandaran, para Kapolsek yang ada di wilayah kabupaten  Pangandaran, Pol PP, Pol Airud Polres Ciamis dan Anggota Persit Kodim 0613 Ciamis. “terangnya. (HARIS F)

PAI se-KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI PEMBINAAN DAN PENINGKATAN KOMPETISI

PANGANDARAN-Untuk lebih meningkatkan profesionalisme dalam pelayaan ke masyarakat, Kantor kementerian agaman (kemenag) Kabupaten Pangandaran kembali menggelar pembinaan dan peningkatan kompetisi bagi para penyuluh agama islam se-Kabupaten Pangandaran yang dihadiri langsung Kepala Kemenag, H. DR. Cece Hidayat M.M, Kasi bimas, Drs H Nana Supriyatna M.A dan  Kabid Penerangan agama Islam zakat dan wakap, H. Ahmad Fatoni M.M.   
                         
Menurut Kabid Penerangan agama Islam zakat dan wakap, H. Ahmad Fatoni M.M, kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Rahayu Pangandaran (22/2), diikuti 80 orang Penyuluh Agama Islam (PAI) yang harus mengikuti uji kompetensi, karena para penyuluh harus benar-benar paham serta berkwalitas terkait kinerja di lapangan.

Sementara yang paling disoroti dalam pembinaan ini, kata  Fatoni, untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang ada di masyarakat pengaruh dari era globalisasi dan media sosial.

“Oleh karena itu PAI harus menjadi garda terdepan yang langsung berhubungan dengan masyarakat untuk meredam atau meminimalisir kegiatan yang mengarah kepada pergerakan anti pemerintahan. “jelas  Fatoni.

Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Pangandaran, DR H Cece Hidayat Msi, menyampaikan, para penyuluh agama yang berhasil bersoaialisai di masyarakat adalah yang bisa menciptakan suasana kodusifkan di tengah masyarakat.

Karena, menurut Cece,  masyarakat bukan hanya pikirannya saja yang bisa menerima sosialisasi penyuluh agama tapi harus bisa diterima oleh hati.

“Jadi masyarakat harus bisa tenang dan nyaman. “tegasnya. (NANA HOERUMAN)

PT. NALA ANGGADA PERKASA TAWARKAN PRODUK ASPAL DINGIN BANGUN INFRA STRUKTUR DI PANGANDARAN

PARIGI-Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan aspal, PT Nala Anggada Perkasa, menguji coba kualitas produknya melapisi halaman kantor Setda Pangandaran yang hasilnya bisa langsung dilihat semua orang yang datang ke setda.

Demikian dikatakan Kepala Dinas PU PR Kabupaten Pangandaran, H. Dadang Dimyati, saat dimita keterangan terkait ada pengerjaan jalan di sekitar kantor orang nomer satu di Pangandaran.

“Itu presentasi produk dari  PT Nala Anggada Perkasa, yang berharap ke depan pembangunan jalan di Kabupaten Pangandaran bisa menggunakan produknya. “terang Dadang.(22/2)

Menurut keterangan perusahaan, kata Dadang, bahan dan sistem pengaspalan yang baru seperti hotmix dingin ini, hasil dan mutunya baru bisa terlihat setelah beberapa hari pengerjaan sehingga kesimpulan bisa diterima atau tidaknya produk ini tergantung dari kualitasnya nanti.

Sementara menurut Direktur PT Nala Anggada perkasa, Muhamad Mahmud, dengan ijin Bupati Pangandaran pihaknya melakukan uji coba produknya di halaman sekitar kantor bupati dan setda, agar kuwalitas produk yang ditawarkan bisa disaksikan semua orang.

Alhamdulillah Pa Bupati sangat antusias karena beliau memang ingin mendukung memanfaatkan produk lokal untuk infra struktur di Pangandaran, “ ungkap Mahmud.

Aspal produk Pulau Buton ini, lanjut Mahmud tidak mahal, malah sebenarnya lebih murah tapi dengan kuwalitas minimal setara dengan hotmix aspal yang biasa digunakan.

Insya Alloh bulan depan kami akan membuka pabrik unit produksi, yang lokasinya antara Kabupaten Ciamis dan Pangandaran, karena direncanakan produk ini untuk mensupley dua kabupaten ini. "jelasnya.

Aspal button ini, kata Mahmud, selain kwalitasnya diatas aspal minyak, dari sisi harga pun masih jauh dibawah, sehingga dari sisi apapun aspal button ini masih unggul, dan ini terbukti aspal produk PT Nala Anggada perkasa penggunaannya sudah diujicoba di jalan toll Cipularang dan Pantura.

“Sekarang kami ingin mengajukan produk ini ke Pangandaran dan ini butuh keberpihakan dari pemerintahan daerah untuk menggunakan produk lokal, karna dari sisi kualitas, legalitas dan suplay tidak ada masalah dan sudah diakui oleh pemerintah pusat dalam bentuk spesifika Asbutton, “terangnya lagi.

Mahmud juga mengatakan, produknya menggunakan aspal alam yang kwalitasnya jauh lebih bagus karena memiliki kekerasan dan kelengketan lebih tinggi dari pada aspal minyak sehingga bisa dihampar dingin dengan kadar aspalnya bisa mencapai 6,5% -7%.

“Umurnya jauh lebih panjang dari aspal minyak, sehingga dari sisi pembiayaannya jauh lebih murah karena berusia panjang. “imbuhnya. (ANTON AS)

TIDAK PUAS KINERJA KEPALA DESA, SEJUMLAH WARGA JAYASARI DATANGI INSFEKTORAT

PARIGI-Karena ketidak puasan kinerja pemerintahan desa, sekelompok warga Desa Jayasari Kecamatan Langkaplancar, mendatangi Kantor Insfektorat Kabupaten Pangandaran (21/2) untuk meminta kejelasan hal tersebut.

Menurut salah seorang warga, Igi, warga sengaja datang ke insfektorat agar bisa memeriksa kepala desa terkait beberapa kegiatan yang anggarannya bersumber dari ADD, DD, Banprop dan DAK.
Menurut Igi, warga sangat kecewa karena di setiap pengerjaan proyek dari anggaran tersebut sistem pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi. 

“Untuk itu datang kesini kami meminta kepada insfektorat untuk segera turun langsung ke lokasi memeriksa hasil pengerjaan serta mengauditnya. “tegas Igi.

Dikatakan Igi, bukan hanya masalah kegiatan pengerjaan infrastruktur saja, warga pun mengindikasi ada penyimpangan anggaran desa yang lain tapi terkesan kebal hukum.

Warga sering mengadakan temu wicara dengan Kepala Desa Jayasari, Emen, tapi, lanjut Igi,  saat warga mengungkapkan kekesalan tentang kejanggalan cara kerja aparat desa, malah sebaliknya justru kepala desa yang sering marah dan mengancam.

“Apa bila saya dilaporkan hingga saya dihukum,  dan nanti setelah saya keluar dari hukuman pasti salah seorang bakal ada yang saya bunuh. “terang Igi, menirukan ucapan kepala desanya.

Menanggapi kedatangan warga tersebut, Insfektur Kabupaten Pangandaran, Drs. Apip Winayadi, kepada awak media mengatakan, dengan adanya audence ini, inspektorat merasa berterima kasih,karena bisa mengetahui ada masalah di daerah.

“Maklum perangkat kami terbatas, saya akui insfektorat balum memeriksa ke Desa Jayasari, dan tentunya dengan kejadian ini sekarang kamijadi tau, “ ungkap Apip.

Apip menambahkan, Kabupaten Pangandaran memiliki 93 desa dan berdasarkan sistem pengawasan berbasis resiko, hanya 16 desa yang telah diperiksa, diantaranya desa yang kepala desanya seorang penjabat.

Jadi, kata Apip,  sisanya walau belum diperiksa tetap disitu masih ada resiko karena tiap tahun anggaran desa tambah besar.

“Intinya kami merasa terbantu apabila ada masarakat yang ikut mengontrol dan melaporkannya, dan Insya Alloh bulan depan Desa Jayasari akan segera kami periksa, “ pungkas Apip. (ANTON AS)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN