PANGANDARAN JADI TUJUAN STUDI BANDING PPSDM KEMENDAGRI REGIONAL BANDUNG

PARIGI-Pemerintahan Kabupaten Pangandaran menjadi daerah tujuan untuk studi banding pelaksanaan jaminan mutu pelayanan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri Regional Bandung. Sebanyak 50 orang dari tenaga kontrak di PPSDM tersebut langsung diteria Sekda, Mahmud, SH, MH di aula setda Pangandaran (27/12).

Kepada sejumlah awak media, Kasubag Sarpras PPSDM Kemendagri  Regional Bandung, Mamay Mulyadin, menuturkan, studi banding ini untuk melihat secara langsung pelayanan Pemkab Pangandaran kepada masyarakatnya.

“Alasan dipilihnya Kabupaten Pangandaran karena Pangandaran daerah baru berkembang tetapi sudah mendapat berbagai banyak penghargaan. “tutur Mamay.

Selain itu, kata Mamay, selain terkenal wisatanya dan kulturnya sebagai daerah yang baru berusia seuur jagung ini pun mapu mendapat menghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Tentunya ini menjadi acuan kami"imbuhnya.

di tepat yang sama, Sekda Kab Pangandaran, Mahmud, mengatakan, saat ini Pangandaran sedang melakukan penataan wisata untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, sesuai dengan visi Kabupaten Pangandaran, menjadi tujuan wisata kelas dunia. \

“Ada empat fokus pembangunan saat ini yang menjadi skala perioritas kami, bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan penataan kawasan wisata"jelas Mahmud.

Dalam penataan wisata, lanjut Mahmud, Pangandaran juga sedang memperluas destinasi wisata lainnya sehingga wisatawan tidak merasa jenuh pada satu titik obyek wsiata saja.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat dan stake holder dalam bidang dan porsinya, sehingga pembangunan wisata pun berkelanjutan. “imbuh Mahmud. (PNews)

KEPALA DESA SE-KABUPATEN TASIKMALAYA DATANGI KANTOR BPN MINTA KEJELASAN PROGRAM PTSL

TASIK NEWS-kepala dan Perangkat Desa se-Kabupaten Tasikmalaya datangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tasikmalaya untuk menanyakan masalah Pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL)  yang riskan pungutan liar serta telah menyeret salah satu kepala desa terkena jerat hukum.

Dalam aksinya di depan kantor BPN tersebut(26/12), Apdesa dan para kepala desa pun menyampaikan beberapa poin di antaranya serta meminta BPN lebih transparan serta beraharap Pemkab Tasikmalaya untuk segera menerbitkan Perbup  terkait PTSL sehingga sebelum memulai melaksanakan program tersebut sudah ada payung hukumnya.

Hal senada disampaikan salah seorang pengurrus Ingsuning Baraya Sunda (IBS), H.Galih yang turut hadir dala aksi tersebut, sebenarnya PTSL program bagus yang sangat membantu dan meringankan masyarakat terlebih dalam membantu tugas pemerintahan desa mewujudkan ketentraman, keamanan dan keabsahan bukti kepemilikan tanah agar di kemudian hari tidak terjadi sengketa.

“Dari  PTSL para kepala desa tidak berorienasi pada keuntungan materi tapi lebih cenderung untuk kepuasan kinerja ketika bisa ikut berkontribusi mensukseskan program yang di rasakan manfaatnya oleh masyarakat. “ujar Galih.

tapi sayang, kata Galih, program PTSL ini malah menjadi bencana bagi kepala dan perangkat  desa yang telah berkorban waktu, tenaga, pikiran, materi hingga harus pula pengorbanan harga diri dan martabat karena tersandung kasus hukum, dan ini semua akibat regulasi yang tidak akurat dan transparan.

“Sebainya pihak BPN dan Pemkab Tasikmalaya segera terbitkan payung hukumnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan atau terhambatnya program nasional PTSL ini. “kata Galih lagi.

Menurut beberapa sumber yang ditemui PNews, masyarakat hendaknya berhati-hati dengan oknum yang memungut biaya Pendaftaran PTSL sertifikat melalui PTSL gratis, tapi masyarakat juga harus tahu biaya yang sebenarnya untuk PTSL sebesar Rp 150.000 per bidang tanah di tingkat Desa. Dan biaya tersebut dipergunakan untuk transportasi tenaga desa, pengukuran, materai dan pemberkasan.

“jadi PTSL ini gratis dan silahkan untuk proses sertifikasi di BPN, sedangkan biaya muncul untuk pengurusan persyaratan di desa karena ini sudah sesuai dengan surat kerja tiga mentri, Kemendagri, Kementrian Desa , Mentri Agraria dan Tata Ruang. “jelasnya. (ANWAR W)

KURANG TEPAT JIKA MENURUNNYA WISATAWAN KE PANGANDARAN DAMPAK DARI SPANDUK BERBAU SARA

PANGANDARAN-Tidak seluruhnya benar jika menurunnya jumlah pengunjung ke obyek wisata Pangandaran diakibatkan beberapa hari lalu ada pemasangan spanduk yang mengatakan pelarangan merayakan natal kecuali di gereja. Karena Pemkab Pangandaran pun tidak lama langsung sigap mengklarifikasi dengan menurunkan spanduk tersebut.

Seperti dikatakan salah seorang pelaku usaha wisata permainan wahana laut Atlantic, Iwan Sofa. Menurutnya, dari keterangan sejumlah wisatawan yang menggunakan jasa usahanya di pantai timur, menurunnya arus wisatawan ke Pangandaran lebih disebabkan karena ada kekhawatiran dari kejadian bencana tsunami di selat sunda beberapa waktu lalu.
Sebatas fakta yang ditemui di lapangan, menurutnya, tsunami selat Sunda dan isu geologi lainnya merupakan faktor utama sepinya pengunjung di musim liburan akhir tahun ini, tetapi tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi.

Sedangkan aksi pemasangan sepanduk penolakan natal yang mengatasnamakan masyarakat, lanjuttnya, mutlak sebagai kegiatan antoleransi dan sarat akan isu syara' sehingga harus ditindak secara tegas karena juga bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.

Tapi menurut Iwan, ia lebih memilih persoalan spanduk ini sebagai arogansi mayoritas terhadap minoritas, yang paling dirugikan adalah umat kristiani yang hendak melakukan ritual dan perayaan keagamaan, padahal di dalam undang-undang mereka mempunyai hak yang sama seperti halnya umat lainnya. Sedangkan yang berlibur ke Pangandaran itu tidak hanya umat kristiani, tetapi juga umat Islam dan penganut agama lain yang memanfaatkan momentum kalender libur nasional untuk berwisata.

Jadi, kata Iwan lagi, menjeneralisasikan persoalan sepi pengunjung yang datang ke Pangandaran akibat sepanduk menurut saya kurang bijaksana. Tetapi, menjustifikasi persoalan sepanduk tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Pangandaran juga tidak benar.

“Hampir semua wisatawan baik yang datang atau yang engurungkan niatnya ke Pangandaran, mengatakan mereka khawatir kejadian tsunami yang terjadi di selat sunda berdampak ke Pangandaran. “kata Iwan. (26/12)

Jadi kalau di medsos viral, turunnya kunjungan wisatawan ke Pangandaran akibat pemasangan spanduk sebelum libur natal dan tahun baru, menurut Iwan, itu tidak fear dan tidak benar seluruhnya.

“Mungkin saja memang ada pengaruh dari spanduk itu, tapi dari seluruh wisatawan yang saya ajak bicara semuanya mengatakan memang ada kekhawatiran jika tsunami di selat sunda bisa berdampak kesini. “kata Iwan lagi.

Iwan menambahkan, wisatawan yang terpaksa memperpendek waktu kunjungan wisatanya atau wisatawan yang terpaksa mengurungkan nitanya berwisata ke Pangandaran, semuanya mengatakan karena memang ada kekhawatiran kejadian tsunami selat sunda.

“Dari seluruh tamu yang biasa menggunakan jasa wisata saya, tidak ada satu orang pun yang mengatakan karena adanya pemasangan spanduk lantas mereka mengurungkan berwisata ke Pangandaran. “tegas Iwan.

Lagi pula, kata Iwan, wisatawan yang biasa berlibur ke Pangandaran hampir semuanya sudah paham dan tahu keadaan dan situasi Pangandaran. Karena, lanjut Iwan, mereka datang berlibur bukan hanya kali ini saja, bahkan ada diantara wisatawan ada yang sudah puluhan kali ke Pangandaran.

“Jadi kalau hanya disebabkan spanduk tersebut saya kira tidak benar seluruhnya dan saya lebih memilih sepi pengunjung libur akhir tahun ini lebih diakibatkan isyu tsunami selat sunda dan isyu geologi. “imbuhnya. (hiek)

CIASMIN DESA SIMPANG BISA JADI SENTRA IKAN AIR TAWAR

TASIK NEWS-Di lingkungan Rt 02/01 Ciasmin Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya sejak dulu sudah dikenal sebagai kawasan dengan hamparan kolam ikan yang berjejer rapi. Setidaknya ada 5 kolam yang berjejer dari arah utara ke barat dengan ukuran 36 m2 dengan pemilik yang berbeda. Hasil dari pertanian ikan air tawar sebagian ada yang dijual ke pasar sebagian ada yang hanya sekedar untuk konsumsi keluarga.  

Menurut warga sekitar, jika ini bisa dikelola dengan baik oleh para pemiliknya bukan tidak mungkin Ciasmin ke depan bisa menjadi sentra ikan air tawar.

“Dan itu tentunya bisa bernilai ekonomis untuk warga. “ungkapnya. (23/12)

Karena selain dekat ke lokasi pasar untuk pemasarannya, kata warga tersebut, kolam-kolam itu bisa juga menjadi arena para pemancing. (ANWAR W)

SMK CIJULANG BERHARAP ADA TAMBAHAN ANGGARAN UNTUK RUANG DAN ALAT PRAKTEK

CIJULANG-Ada beberapa perbedaan baik sistem atau pun out put antara pendidikan di SMK dengan SLA umum lainnya. Dari mulai masuk hingga keluar menamatkan pendidikan, disitu ada tiga kegiatan yg menguras banyak energi, pikiran dan materi, semua itu kadang susah untuk diungkapkan.

Demikian dikatakan Kepala SMK Cijulang Kabupaten Pangandaran, Drs. Ngadino Riadi M.Pd saat ditemui di ruang kerjanya.(21/12)

Menurut Ngadino, sejak kelas 11 para siswa hartus mengikuti prakerin, praktek kerja industri ke dunia usaha dan industry selama 6 bulan. Ada beberapa kesulitan, seperti terkait akomodasi  dan biaya lainnya saat melakukan prakerin di industri otomotif yang kebetulan lokasinya di Jakarta.

“Waktu dan biaya yang begitu besar inilah kadang jadi polemik buat kami khususnya siswa kurang mampu, belum lagi kami harus antri karena prakerin ini dilakukan serentak seluruh SMK se-Indonesia. “terangnya.

Ngadino menambahkan, di kelas 10 juga selama 2 hari 2 malam siswa harus melaksanakan kunjungan industry ke pabrik dan usaha industri sesuai dengan kompetensinya, tentu ini  enggunakan biaya tidak sedikit, apalagi jika lokasinya jauh dari tempat tinggal, terpaksa siswa pun harus menginap.

Disisi lain, lanjut Wagino, untuk ke depan SMK ini diharapkan  mampu membuat suku cadang atau memproduksi permesinan dan alih tekhnologi.

“Mungkinkah ini bisa dilaksanakan dengan anggaran yang ada di sekolah masih kurang ? “imbuhnya.

Tapi disisi lain, masih kata Wagino, ia sangat apresiasi pada Pemkab Pangandaran yang telah mebantu meringankan beban sekolah.

“Saya berharap pada Pemvrop Jabar bisa segera mengalokasikan anggaran SMK untuk ruang praktek dan alat praktek karena ini sangat urgent. “Pungkas wagino. (ANTON AS)

PESONA CURUG LUHUR CIPINAHA BELUM TERSENTUH PENATAAN SEKTOR PARIWISATA

TASIK NEWS-Pemandangan menakjubkan jika melihat dari kejauhan, Luncuran air terjun (Curug) Luhur Cipinaha yang meliuk menuruni bebatuan dengan hiasan ornamen dibawahnya menyerupai kolam alami seperti tangga berundak, sungguh sebuah pemandangan yang sangat eksotis.

Kejernihan airnya pun terlihat bening mengalir tanpa henti menuju ke bawah menyapa lengkungan bebatuan yang tak begitu luas. Perjalanannya pun tak henti pada tangga kedua,  karena air kembali melaju mengalir di dalam lingkaran yang luas, tempat berenang pengunjung. Tak henti sampai disana, liukan air bak sebuah pun bermuara di sebuah bendungan  irigasi pertanian dan melaju tanpa batas menuju walungan Cipinaha.

Salah seorang warga yang bermukim tak jauh dari lokasi Curug Luhur Cipinaha atau yang lebih familiar dikenal dengan Curug Husen, Wawan Suhandi, mengisahkan, konon menurut legenda, Curug tersebut merupakan tempat pemandian putri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran yang bernama Nyimas Malati, yang dulunya seorang penari ronggeng. Dan salah satu bukit pasir yang berjejer di lokasi curug bernama Pasir Malati, disamping bukit pasir Mongor Tengah, Pasir Panjang dan Pasir Tua.

Menurut Wawan, ada seorang warga bernama H. Rodin, pernah menemukan perhiasan di seputar lokasi curug saat mencangkul dan perhiasan tersebut diyakini milik Nyimas Putri Malati yang dipakai saat jadi penari ronggeng.

"Anehnya saat terjadi kebakaran di rumahnya, harta yang bisa diselamatkan hanya perhiasan itu, yang lainnya hangus terbakar" ungkapnya.(20/12)

Air terjun yang berlokasi tepatnya  di Sukasirna Dusun Cipinaha Desa Malatisuka Kecamatan Gunungtanjung ini sekitar tahun 2015  pernah menjadi destinasi wisata keluarga, malah pada saat itu  curug luhur cipinaha ini pernah menjadi primadona wisatawan lokal, terutama menjelang libur panjang atau Hari libur lainnya.

masih kata Wawan, Kini jumlah pengunjung yang datang ke Curug terlihat berkurang, karena wisata alam yang ada di daerahnya belum tertata dengan maksimal. Sarana infrastruktur jalan pun masih perlu dibenahi, jalan ke lokasi perlu dibuat tangga dan juga belum tersedianya tempat peristirahatan yang nyaman buat pengunjung.

"Rencananya tahun anggaran 2019 akan dibangun jalan rabat beton sepanjang 450 meter menuju lokasi. " ujar sekdes ini.

Desa Melatisuka yang dikenal selama ini menjadi pemasok gula aren banyak menyimpan potensi terutama pada Sumber daya alam. Salah satu Obyek wisata alam yang menjadi andalan daerah hasil pamekaran dari Desa Bengkok,  bukan hanya Curug Husen saja,  panorama alam Gunung Panenjoan dan wisata sejarah Goa Anteg bisa menjadi aset besar kedepan
nya jika ditangani serta ada pengembangan yang serius dari investor.(RUSDIANTO-UDI RUSWENDI)

BUNTUT PEMASANGAN SPANDUK YANG DIANGGAP INTOLERAN, MUSPIKA PUN MEMBUAT SPANDUK BARU

PANGANDARAN-Buntut pemasangan sepanduk yang mengharuskan perayaan natal hanya boleh diselenggararakan di gereja, ternyata menjadfi viral di media sosial yang mengakibat sejumlah masyarakat pun angat bicara dengan bermacam-macam komentar.

Bukan hanya di Pangandaran, spanduk yang memuat tulisan cenderung disalahpahami sebagian masyarakat ini ternyata beredar hingga ke kota-kota besar lainnya, walau pemasangan spanduk tersebut tidak berlangsung lama karena dengan berbagai pertimbangan spanduk tersebut pun diturunkan petugas karena tulisannya dianggap intoleran.
Menurut Danramil Pangandaran, Mayor Ike, tindakan pemasangan spanduk tersebut maksudnya bukan untuk melarang siapapun merayakan natalan di Pangandaran, tetapi karena keteledoran akhirnya disalahpahami.

"Ini mungkin maksudnya baik, tidak boleh beribadah bagi pemeluk agama tertentu kecuali di tempatnya dan itu dilindungi," jelasnya. (22/12)

Hal senada dikatakan Kapolsek angandaran, Kompol Suyadi, pemasangan spanduk tersebut membuat suasana terkesan kurang kondusif, maka melalui msyawarah dan kesepakatan semua elemen dengan  membuat pernyataan secara terbuka untuk membuat spanduk baru.

Spanduk baru tersebut, kata Suyadi, bertemakan kondusifitas Pangandaran mengenai kebebasan beragama dan hubungan harmonis antara agama.

“Dan tentunya juga dengan jaminan keamanan bagi siapa saja yang hendak merayakan natal di Pangandaran," tuturnya.

Suyadi juga mengatan, muspika sudah sepakat ke depan perlunya kehati-hatian dalam membuat pernyataan apa pun apalagi di jaman sekarang ini, dengan kemudahan tekonologi informasi apa pun akan sangat mudah dan cepat diekspos. (HARIS F)

JEMPUT BOLA PEMBUATAN AKTE, PETUGAS DISDUKCAPIL BERKELILING KE DESA-DESA

CIGUGUR-Masarakat Desa Bunisari Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran menyambut antusias kehadiran petugas Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) saat pendataan dan pembuatan akte kelahiran yang dilaksanakan di alua desa sepanjang siang bahkan hingga malam hari.

Demikian ungkap kepala Desa Bunisari, Saepudin, menanggapi pelaksanaaan jemput bola dalam pembuatan akte kelahiran masyarakat.

“Masyarakat sangat senang karena sekarang tidak usah jauh-jauh untuk mengurus adiminstrasi kependudukannya dan tentunya karena tanpa dipungut biaya sepeser pun. ”ungkap Saepudin.(20/12)

Hal senada dikatakan salah seorang petugas Disdukcapil, Kasi Kelahiran Bidang Pencatatan Sipil, Warino, program pelayanan jemput bola keliling ini dilaksanakan agar lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akte kelahiran.

Menurutnya, petugas sangat menyadari dengan kesibukan serta jarak yang harus ditempuh sangat jauh untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil.

“Mungkin inilah yang kadang membuat masarakat enggan untuk membuat akte kelahiran. “ungkap Warino.

Warno mengatakan, kegiatan pelayanan jemput akte keliling ini dilaksanakan terus menerus dan berkelanjutan. Artinya, disdukcapil terus akan berkeliling dari satu desa ke desa lain dan dari kecamatan terus berpindah ke kecamatan lainnya.

Dan dalam pelayanan ini, kata Warino. jumlah yang dilayani pun pluktuatif, terkadang satu hari hanya sekitar 80 orang tapi bisa juga hingga 300 orang.

“Dan kami melayani masyarakat terkadang hingga larut malam karena pada siang hari banyak warga yang masih sibuk bekerja di kebun, di sawah atau di tempat lainnya. “imbuhnya.
 (ANTON AS)

TARGET TIDAK TERCAPAI, SANKSINYA GAJI BILLER PLN DIPOTONG TIAP BULANNYA

TASIK NEWS-Hampir setiap di pelosok perkampungan yang ada di Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya sudah disinggahi. Berbagai medan sulit pun sudah dijajakinya, terlebih di saat turun hujan deras yang menggenangi tanah merah hingga terasa semakin berat perjalanan.  Belum lagi cacian tak jarang diterima saat berhadapan dengan pelanggan yang bandel, yang penunggak pembayaran yang sudah melewari jatuh tempo.

Itulah sekelumit suka duka salah seorang petugas pemungut bayaran dan pencatat meteran PLN (biller) di Kantor Pelayanan (KP) PLN Kecamatan Salopa, Khoer Afandi, dengan rutinitas kerjanya.
.
Dikatakan Khoer, kendati sudah ada pemberitahuan dari PLN tentang batas waktu pembayaran listrik setiap tanggal 20 harus lunas, namun pada pelaksanaannya masih saja ada pelanggan yang kurang sadar pada kewajibannya, padahal PLN sudah mensosialisasikan terkait sanksi  pemutusan sambungan listrik sementara dan pemutusan sambungan permanen, dengan cara pencabutan KWH jika pelanggan menunggak sampai 3  Bulan. Dan jika KWH sudah di cabut, maka konsumen harus melakukan pemasangan baru (PB) kembali.

Khoer juga mmengatakan, di Kantor pelayanannnya, bertugas lapangan terbagi dua, bagian pelayanan teknik dan pemungut tagihan listrik.

“Kita bekerja sesuai tupoksi masing-masing walau pun saat di lapangan ada kalanya kami  bekerjasama, yang terpenting kepuasan pelanggan harus dinomor satukan. “tutur Khoer.(21/12)

Khoer juga mengatakan, jumlah biller di KP  Salopa ada 6 orang dan tiap biller mendapat target penagihan bervariasi. Ia sendiri kebagian target 1500 pelanggan yang menjadi tanggung jawab setiap bulannya.

Diakuinya, terkadang pencapaian penagihan pembayaran listrik per bulan tidak tercapai karena banyak masyarakat yang kurang sadar pada kewajibannya.

“Rata-rata penunggakan tiuap bulannya pembayaran listrik dari pelanggan di tiap biller bisa mencapai lebih Rp. 20 juta. "terang Khoer.

jika pelanggan dalam pembayaran tidak tepat waktu, kata Khoer, ia yang akan imbasnya, mendapat potongan gajih.

Tapi menurut Khoer, ia tetap bangga  menjadi walau terkadang harus menghadapi persoalan-persoalan dilematis, di satu sisi sebagai petugas harus tegas menerapkan aturan PLN saat pada pelanggan yang saat jatuh tempo masih belum melunasi pembayaran. Maka, menurutnya, ia pun akan melayangkan surat pemutusan sambungan listrik sementara.

“Tapi di sisi lain saya tidak tega karena selama ini sudah dekat dengan masyarakat. “ungjkapnya lagi.

Khoer pun berharap adanya kesadaran tinggi dari pelanggan untuk melaksanakan kewajibannya tepat waktu tanggal 20 pada setiap bulannya agar petugas tidak kena imbas dengan pemotongan gaji.

“Sekali lagi saya menghimbau agar masyarakat bisa tepat waktu dalam pembayaran tiap bulannya, saya cuma buburuh serta punya tanggunan keluarga yang harus diberi nafkah. “pungkasnya. (RUSDIANTO-HERMAN)

CAMAT PANCATENGAH LAKUKAN MONEV PEMBANGUNAN TRIWULAN IV TAHUN 2018 DI DESA MARGALUYU

TASIK NEWS-Dalam pelaksanaan pembangunan yang ada desa, harus dipahami segala sesuatu yang berhubungan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi segala asfek untuk kemajuan desa.

Demikian disampaikan Camat Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, H. Nono Darso, S.Ip, dalam sambutannya pada kegiatan Pembinaan Pemeriksaan Administrasi  dan Keuangan Desa Semester II serta Monev Pembangunan Triwulan IV Tahun 2018 di Desa Margaluyu.(18/12)

“Kita juga harus bisa mempertahankan budaya yang ada di desa agar tidak musnah apalagi di era milenial seperti sekarang ini. “kata Nono.

Selain camat, dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekmat Pancatengah, perangkat desa, pendamping desa, Lembaga Desa Margaluyu, antara lain, 21 orang RT, 10 orang RW, 7 orang BPD, 1 orang MUI, 1 pengurus karang taruna, 1 orang LPM, 1 orang TP PKK, 5 orang ketua Posyandu dan 10 orang tokoh masyarakat perwakilan dari tiap-tiap dusun.

Nono juga mengatakan, semuanya harus berupaya meningkatkan baik potensi Sumber Daya Alam (SDA) atau Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa tercipta desa mandiri yang bisa menjadi teladan bagi desa lainnya di Kabupaten Tasikmalaya.

“Ke depan, diharapkan Desa Margaluyu bisa terus berkembang untuk bisa bersaing secara positif dengan daerah lain yang pada gilirannya tentu bisa meningkatkan kesejahteraan warga. “kata Nono lagi. (ANWAR. W-UDI. R)

SUDAH SATU BULAN LEBIH SAMPAH DIBIARKAN BERSERAKAN DI JALAN IR. H. JUANDA TASIK

TASIK NEWS-Warga yang tinggal di sekitar Jalan Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya, setiap pagi dipaksa harus melihat pemandangan serta menghirup aroma busuk dari gundukan sampah yang berceceran.

Bukan saja di pinggir jalan, sampah-sampah tersebut pun berceceran hingga ke saluran air hingga menjadi pemandangan suram di tengah kota.

Menurut warga setempat, sudah satu bulan lebih sampah tersebut seolah dibiarkan berserakan begitu saja dan entah kenapa tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

“Harusnya pemerintah bisa memberikan contoh baik pada masyarakat, bagaimana menjaga lingkungan agar bersih dari sampah. “ujarnya.(19/12)

Akibat aroma busuk yang menyengat, tidak sedikit warga yang kebetulan lewat sekitar jalan tersebut terpaksa harus menutup hidung karena tidak kuat menahan bau.

“Padahal di setiap kesempatan pemkot selalu mensosialisasikan tentang kebersihan dan lingkungan sehat pada masyarakat, sementara pemerintah sendiri malah sebaliknya membiarkan sampah mengotori sudut-sudut kota. “ungkapnya lagi.  (ANWAR W)

AKIBAT KESAL, BEBERAPA WARGA NAGROG POSTING JALAN RUSAK DI MEDSOS

TASIK NEWS-Akibat merasa tidak diperhatikan pemerintah, sejumlah warga Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, melalui media sosial (medsos) face book mengungkapkan kekesalannya karena infrastruktur jalan di Ciranca-Cirengrak.

Menurut Suhendar dan Encep, warga sudah lama memendam rasa kesal karena jalan yang selama ini dipergunakan sudah tidak berbentuk jalan lagi karena lebih mirip dengan kubangan kerbau.

“Padahal kami punya hak dan kewajiban yang sama seperti warga lainnya. “ungkapnya.(19/12)

Menurut mereka, mendambakan untuk bisa memiliki jalan licin berhotmiks selama ini hanya sebatas angan-angan dan mimpi saja, walau pun setiap tahun harus taat pada kewajiban untuk membayar pajak. Tapi saat giliran bicara hak rakyat, seolah terabaikan.

“Sebagai warga kami hanya bisa mengkritik tanpa niatan menjatuhkan siapa pun. “imbuhnya. (ANWAR W-HERMAN)

NAH, BUPATI PANGANDARAN ANGKAT BICARA TERKAIT RASIONALISASI ANGGARAN

Ada beberapa pertimbang terkait rasionalisasi anggaran di Pemerintah Kabupaten Pangandaran, diantaranya, optimalisasi 4 skala perioritas kebijakan yang sudah digariskan pemda.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, ketika disoal kebijakan pemangkasan anggaran hampir di semua SKPD, saat bincang-bincang dengan PNews di ruang kerjanya.(10/12)

Menurut Jeje, kebijakan ini tentunya bukannya tanpa alasan, karena walau memang dirasakan “ekstreem”,  tapi kata Jeje, Pangandaran harus melakukan akselerasi pembangunan di segala bidang untuk memenuhi tuntutan dan memenuhi hak-hak dasar kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi penting, saat masyarakat membutuhkan perbaikan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan dan memulai penataan wisata untuk menuju visi kita menjadi wisata berkelas dunia. “ungkapnya.

Pada setiap kesempatan, menurutnya ia sering mengatakan, pemda tidak mempunyai anggran yang besar tapi pembangunan daerah harus terus berjalan.

“Kalau kita membangun dengan anggaran yang besar, tentunya semua orang dapat melakukannya. “imbuh Jeje.

Persoalannya, kata Jeje lagi, mampukan pemda berinovasi memenuhi kekurangan anggaran tersebut, baik melalui bantuan dari pemprov atau pun pusat bahkan dengan optimalisasi CSR. Karena jika hanya berkutat pada kueh APBD saja, Jeje mengakui, tentunya tidak akan mencukupi.

Jeje pun mencontohkan saat ia akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), saat itu pada APBD hanya ada sekitar Rp. 35 milyar saja, menurutnya ia pun harus putar otak untuk mencari kekurangannya.

“Saya datang ke pemprov, ke pusat dan Alhamdulillah RSUD pun sebentar lagi bisa terwujud dengan anggaran ratusan milyar. “jelasnya. 

Lebih jauh Jeje mengatakan, pada dasarnya apa yang ia lakukan selalu diawali dengan gagasan atau mimpi-mimpi dulu, seperti yang dilakukan dalam kebijakannya pada relokasi pedagang pantai dan penataan wisata. Setelah dirasakan program tersebut bagus dan bisa memberi manfaat pada masyarakat, ia pun akan membawanya baik ke pemprop atau pada kementerian untuk mempresentasikan program tersebut dengan jelas dan gamblang. Dan gayung pun bersambut, karena ternyata setiap program kebijakan yang selama ini digulirkan selalu mendapat dukungan anggaran dari pemprop dan pusat. Bukan hanya itu, menurutnya ia pun  bisa memanfaatkan CSR untuk ikut berkontribusi pada pembangunan yang ada di Pangandaran.

Saat disoal hubungan dengan rasionaliasi anggaran pada pemerintahannya, kata Jeje, ia tidak mau berkomentar banyak, tapi ia menegaskan ada banyak peluang bisa lebih dimaksimalkan selain penggunaan APBD. Artinya, kebijakan semua itu ada pada pimpinan untuk selalu mengembangkan inovasi dan kreativitas tanpa harus terpaku pada jumlah anggaran di masing-masing SKPD.

“Sekali lagi saya katakan, jika persoalannya menunggu anggarannya ada, lalu sampai kapan program-program bisa berjalan sesuai keinginan dan harapan masyakarat..? ”pungkas Jeje. (PNews)

HASIL SUMBANGAN PNS DAN DONATUR, KANTOR UPTD KARANGNUNGGAL SEGERA DIRENOVASI

TASIK NEWS-Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada para pendidik, kini Kantor UPTd Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, rencananya akan segera direnovasi.

Seperti dikatakan Kepala UPTD Karangnunggal, Acep, dengan menggunakan anggaran sebesar Rp. 134 juta yang diperoleh dari donator dan iuran PNS di lingkup pendidikan, renovasi kantor akan segera dilaksanakan.

Alhamdulillah, dari donator dan sumbangan seikhlasnya dari PNS warga penididikan akhirnya bisa terkumpul dana sebesar itu. “ungkap Acep. (10/12)

Dikatakan Acep, renovasi yang akan dilaksanakan ini murni hasil dari sumbangan berbagai pihak termasuk dari para PNS yang sudah rela menyisihkan sebagian rejekinya.  

Acep juga mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang sudah berbaik hati ikut membantu baik moril mau pun materil, bersama-sama membantu proses renovasi kantor UPTD. 

“Mudah-mudahan ini akan bermanfaat, bukan saja bagi kami para insane pendidik, taopi juga bagi masyarakat banyak khususnya masyarakat Karangnunggal. “imbuhnya. (ANWAR W)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN