LUAR BIASA, ACARA SILATURAHMI DAN PENTAS SENI IKPM GONTOR DI HADIRI BUPATI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Ratusan santri tingkat SMA dan SMP dari keluarga Konsulat Priangan Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur yang bekerjasama dengan Ikatan keluarga Pondok ModernGontor (IKPM) Cabang Tasikmalaya Korwil Pangandaran, tadi malam  menggelar acara Silaturhami Akbar dan Pagelaran Seni “Aksara Parhiyangan”, bertempat di Taman Merdeka Pangandaran.(7/5)

Dengan tatanan pangung serta sound yang megah, berbagai akstraksi, seperti Arabic and English speech, acoustic, drama cabaret, incredible action, matrial art aerobic, nusantara dance dan lain-lain tersajikan apik dalam balutan nuansa seni islami dihiasi gemerlap cahaya warna-warni dalam kemasan dekorasi sebuah pementasan akbar. Tak ayal, penonton pun dibuat kagum melihat beberapa santri yang unjuk kebolehannya membuat penonton yang didominasi keluarga para santri pun terpukau dan berdecak kagum.

Selain penampilan seni, dalam acara yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata berserta jajarannya serta para wali santri, IKPM korwil Bandung, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dan Kabupaten Pangandaran, merupakan acara perpulangan akhir tahun keluarga besar konsulat priangan santri Gontor ke daerah asal masing-masing di Jawa Barat yang dipusatkan di Pangandaran.

Menurut Ketua Panitia, IKPM asal Pangandaran, Nendi Subagja, acara ini diadakan setiap setahun sekali di setiap daerah secara bergiliran dan untuk kesempatan kali ini di Pangandaran merupakan yang paling meriah dan akbar.

“Jika dibandingkan acara serupa di kota-kota lain, mungkin hanya di Pangandaran yang bupatinya bisa hadir. “ungkap Nendi.

Nendi menambahkan, hingga sekarang ini anak-anak Pangandaran yang belajar di Pondok Moderen Gontor baru sekitar 40-50 orang saja.  Dan dengan acara seperti ini diharapkan masyarakat mengetahui bahwa pesantren Darussalam ini besar dan memiliki 22 cabang baik putra maupun putri di seluruh Indonesia, dengan berbagai kegiatan unggulan dan  penguasaan bahasa.

Pada kesempatan lain, Nendi berpesan pada seluruh IKPM, jika ingin menjadi orang besar, tidak selalu harus ada di kota besar atau menjadi pejabat dan orang terkenal, walau berdiam di sebuah surau kecil di desa terpencil, tapi ia bisa memberikan manfaat pada diri sendiri dan  pada kehidupan di sekeliling, itu merupakan cerminan orang besar.

Sementara dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan di Pangandaran ini bisa menjadi spirit serta memberi ruang pada masyarakat untuk lebih mengenal lagi tentang Pesantren Moderen Gontor.

Karena, lanjut bupati, ada dua alasan kenapa warga Pangandaran selama ini kurang minat belajar di Gontor. Pertama, mungkin ada kesan di masyarakat, daptar ke Gontor sangat sulit karena tingkat kompetisinya begitu ketat sehingga harus bersaing dengan anak-anak dari seluruh Indonesia dan luar negeri, atau mungkin karena selama ini masyarakat kurang mengenal jauh tentang keberadaan Pondok Moderen Gontor.

“Kami bisa memfasilitasi pihak Gontor untuk datang ke sekolah-sekolah memperkenalkan lebih dekat lagi tentang pesantren Gontor pada para siswa. “tutur bupati.

Bupati juga mengatakan, Pangandaran menjadi salah satu daerah tujuan wisata, sehingga orang-orang yang datang pun dengan kultur dan karakter yang beragam. Tinggal nantinya, pemerintah daerah membuat regulasi untuk mengimbangi agar wisata tetap terdepan dan moral kehidupan bermasyarakat tetap terjaga, salah satunya dengan menerapkan penididkan berkarakter pada siswa-siswa di sekolah.

“Dan kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada seluruh alumni untuk ikut berbakti serta mengamalkan ilmu yang didapat dari pondok pesantren modern Gontor untuk kemaslahatan Pangandaran. “pungkas bupati. (NA2 HOERUMAN/HARIS F)





20 KADER ANSHOR MANGUNJAYA IKUTI PKD

MANGUNJAYA-Jelang puasa ramadhan 1439 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Mangunjaya, Pangandaran, mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).(5-6/5)

Selain dihadiri anggota Anshor dan tamu undangan lainnya , yang unik dalam kegiatan ini saat upacara pembukaan PKD, diikuti juga para santri cilik DTA Walisongo yang berbaris rapi di jajaran depan. Dan dengan antusias pula para santri tersebut penuh semangat saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Ansor dan Yahlal Wathon.

Dikatakan Ketua PAC Mangunjaya, Rohmat Nurhidayat, kegiatan ini merupakan PKD angkatan kedua, sebelumnya pernah dilaksanakan kegiatan yang sama pada bulan Oktober 2017.

“Ada 20 peserta kegiatan dari Kecamatan Mangunjaya dan sekitarnya. “terang Rohmat.(6/5)

Sementara menurut ketua panitia, Muhammad 'Asim, pengenalan Anshor harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, beberapa tahun ke depan merekalah yang akan meneruskan tongkat estafet keberlangsungan organisasi.

Hal senada disampaikan Ketua PC Ansor Pangandaran, Encep Najmudin, apa pun yang terjadi, kaderisasi tak boleh berhenti, walaupun hanya diikuti satu peserta.

“Dan kader-kader yang mengikuti kegiatan ini diharapkan kelak akan menjadi kader militan serta bisa menularkan semangat kepada para pemuda untuk berkhidmat pada ulama dan negeri. “tegas Encep. (Tn)

SAMBUT RAMADHAN, KARANGTARUNA KERSARATU GELAR AKSI BERSIH MESJID

MANGUNJAYA-Aksi simpati yang di lakukan Karang Taruna Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya ini memang patut dintiru, pasalnya menjelang bulan suci ramadhan beramai-ramai menggelar kegiatan aksi bersih mesjid dan sepanjang jalan dusun (cleaning on the road) di daerah nya .

Saat ditemui PNews, ketua pelaksana kegiatan, Ust Iin Sirojudin S.Pd, mengatakan, gerakan ini sengaja dilakukan menjelang bulan suci agar lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi.

Ramadhan tinggal menghitung hari, sudah selayaknya kita memperbanyak amal ibadah. “ungkapnya.(6/5)

Iin menambahkan, dalam menjambut bulan yang penuh berkah ini pihaknya berharap bukan hanya sarana ibadah yang bersih tapi juga hati setiap muslim pun harus bersih.

“Kegiatan aksi bersih ini kami laksanakan secara musafahah Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya. “terangnya. (Tn)

DISAKSIKAN WABUP, KETUA KONI JABAR LANTIK KEPENGURUSAN KONI PANGANDARAN

PARIGI-Diharapkan, setelah pelantyikan ini KONI mampu mengemban amanah untuk melakukan upaya meraih prestasi dan memajukan dunia olahraga Kabupaten Pangandaran yang dihadiri Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Brigjen TNI Ahmad Saefudin beserta pengurus, Asisten Daerah I dan II, kepala SKPD serta Ketua Koni Kabupaten-Kota Tasikmalaya dan Ciamis.

Demkikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, pada acara pelantikan sejumlah pengurus KONI Kabupaten Pangandaran bertempat di aula setda. (5/5)

“Kita bersama-sama harus fokus untuk memajukan olahraga di Pangandaran. “tutur Adang.

Lebih lanjut Adang mengatakan, KONI diharapkan pula seluruh pengurus bisa memahami serta mentaati Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), agar pembangunan dunia olahraga di Pangandaran dapat dikelola secara professional. Bersama-sama menghadapi tantangan dan melakukan pembinaan yang efektip sehingga pada gilirannya dapat menghasilkan prestasi untuk bisa mengharumkan nama daerah.
 
“Saya berharap pada Porda tahun 2018 nanti Pangandaran bisa berada di urutan ke 5. “tegas Adang.

Masih di tempat yang sama, Ketua Koni Kabupaten Pangandaran, Asep Herdis, dalam sambutannya menyampaikan, walau Pangandaran meruakan Daerah Otonomi Baru (DOB), namun Koni Pangandaran bertekad untuk ikut berkontribusi pengembangan olaharga Jawa Barat, nasional bahkan ke tingkat Internasional.

Menurutnya, dengan misi 3 sukses, sukses administrasi, pembinaan serta sukses prestasi, 20 cabang olahraga (cabor) berhasil lolos kualifikasi dari 22 cabor yang dipertandingkan. Ini berkat kegigihan seluruh pengurus, atlit dan latihan serius.

“Pengurus kami yang paling ramping jika dibanding Koni daerah lain, hanay 29 orang. “jelas Asep.

Sementara Ketua Koni Jabar, Ahmad Saefudin, menyampaikan, dalam olahraga hanya ada dua kata, menang dan belum menang. Dan menurutnya, ia sangat merespon perkembangan olahraga di Pangandaran, 

Dalam olahraga ada dua kata Menang belum menang, olahraga selalu menjunjung tinggi sportivitas, selalu sehat, menumbuhkan rasa percara diri  dan rasa memilki.

“Kepada ketua KONI dan seluruh pengurus yang baru dilantik agar ke depannya mampu mengimplementasikan seluruh program  serta menjadikan olahraga menjadi bagian dari masyarakat yang tak terpisahkan. “kata Saefudin. (ANTON AS)

DESA SINDANGJAYA MANGUNJAYA DIRIKAN RUMAH BACA SARANA BELAJAR ANAK

MANGUNJAYA-Dengan membaca bisa membuka jendela dunia dan buku jadi kawan baik yang dapat menginspirasi hidup.

Berawal dari rasa prihatin saat melihat kurangnya minat baca pada anak usia sekolah, seorang warga Dusun Kersaratu RT29 RW 07 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Iin Sirodjudin S.Pd. I, mencoba menularkan minat membaca warga dengan membuat Rumah Baca Ibnu Ali di desanya.

Gagasan mendirikan rumah baca yang diresmikan Kepala Desa Sindangjaya, Endang Permana, serta dihadiri Ketua Forum Rumah Baca kota Banjar, Sopian Munawar MA (Pendiri Rumah Baca Komunitas RBK Banjar) ini diperuntukan bagi semua yang ingin menambah ilmu pengetahuan tentang apa saja.

“Akhir-akhir ini saya juga melihat minat baca pada anak-anak pun semakin berkurang. ”ungkapnya.(5/5)

Ini menambahkan, buku-buku di rumah baca ini murni diperoleh dari swadaya masyarakat, dan ke depan diharapkan akan berkembang lebih besar lagi serta berharap gagasannya ini bisa menjadi motivasi minat baca pada anak agar tetap terjaga sehingga lambat laun bisa menjadi kebiasaan dan menjadi kebutuhan media belajar.

“Saya juga berharap Pemkab pangandaran bisa menjembatani dan memberikan perhatian terhadap minat baca anak yang ada di desa-desa. “imbuhnya. (Tn)


YAYASAN AL MAA'UUNA PANGANDARAN, DIDEDIKASIKAN UNTUK ALM. HJ. ENDAH SURTINAH

PANGANDARAN-Di sela-sela kesibukannya, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, berkesempatan menengok Yayasan Yatim Piatu Al Maa'uuna yang berlokasi di belakang gedung Islamic Center Kecamatan Pangandaran.

Yasyasan yang didirikan tahun 2001 ini, menurut pengurusnya, didekasikan untuk alm. Hj. Endah Surtinah yang saat itu ikut memfasilittasi untuk dibuatkan akta notarisnya.

“Pada saat pendiriaannya, jauh sebelum Pangandaran menjadi Daerah Otonmi Baru tempat ini sempat dijadikan tempat lounching bursa wakaf. “ungkapnya.(4/5)

Ia menambahkan, berdirinya yayasan ini termotivasi dari dorongan pemikiran Alm. Hj Endah yang berkeinginan mempunyai sebuah yayasan untuk mengurus anak-anak yatim piatu.

Menurut salah seorang terdekat almarhumah, Uvik, meskipun Hj. Endah sudah tiada, namun berkat jasanya, yayasan ini sampai sekarang tetap memberikan seribu kebaikan.

“Terimakasih ibu, kami semua tetap akan mengenang kebaikan ini dan semoga menjadi amal baik ibu disana. “ungkapnya. (ANTON AS)

AKIBAT SOPIR NGANTUK, DUMP TRUCK TABRAK 4 KENDARAAN

PANGANDARAN-Akibat supir mengantuk, sebuah dump truk dengan nomor polisi Z 9430 HB pengangkut pasir yang melaju dari arah Tasikmalaya menuju Cilacap sekitar jam 7.30 menabrak kendaraan yang sedang parkir di depan Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran (5/5). Akibat kejadian tersebut, empat kendaraan roda empat tertabrak secara beruntun, dan kendaraan yang paling parah menimpa Isuzu fanther bernomer polisi Z 1095 WW.

Seorang warga yang melihat kejadian membenarkan, sopir dump truck saat mengendarai kendaraanya dalam keadaan mengantuk.

“Menurut supir truk, ia berangkat dari Tasikmalaya sekitar jam 1 dini harti. “terangnya.(5/5)

Dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa, namun karena kejadian disaat jalanan ramai, akibatnya banyak kerumun warga yang penasaran ingin melihat hingga membuat arus lalu-lintas pun menjadi macet.

“Sekarang sopir truck langsung dibawa ke kantor polsek Pangandaran untuk dimintai keterangan. “terangnya lagi. (HARIS F)

DENGAN KOSMOS ERATKAN SOLIDITAS MASYARAKAT DAN PEMERINTAH

PADAHERANG-Untuk memberikan rasa aman pada masyarakat, Koramil 1318 Padaherang bersama Pemerintahan Kecamatan, unsur Polri dan masyarakat menggelar acara Komunikas Sosial (Kosmos) di gedung juang koramil  Padaherang yang bertujuan untuk menjalin komunikasi lebih antara masyarakat dan pemerintah.

Menurut Camat Padaherang, Kustiman, ini sangat penting apalagi menjelang pesta demokrasi pemilukada gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, agenda pemilu dan pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

“Masyarakat diharapkan jangan mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarnnya. “kata camat.(3/5)

Hal senada dikatakan Kapolsek Padaherang, AKP. Adih Permana, pihaknya menghimbau agar seluruh elemen masyarakat menjadi mitra pihak keamanan.

“Dengan semakin solidnya persatuan kita, segala hal yang akan merongrong keamanan akan mudah ditangkal. “ungkapnya.

Sementara menurut Danramil 1318 Padaherang, Kapten Sarwono, sudak menjadi tekad bersama, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati untuk seluruh bangsa Indonesia.

“Kita berkewajiban dalam mempertahankan keutuhan Negara kita dengan porsi kita masing-masing. “tegasnya. (NANA HOERUMAN)

SUDAH SAATNYA AJENGAN MENDAPAT REWARD DARI PEMERINTAH DAERAH

PANGANDARAN-Ajengan Masuk Sekolah (AMS) merupakan sosialisasi kerjasama antara pemerintah daerah dengan Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Pangandaran dalam rangka menciptakan dan membentuk generasi berkarakter yang dibangun sesuai harapan pemerintah pusat agar anak anak bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang tangguh dan bermoral.

Pada prosesnya, pemerintah daerah melalaui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (dikpora) sudah mengatur proses berjalannya AMS ini, seperti buku panduan, durasi jam mengajar dan lain lain, sehingga salah satu program unggulan Kabupaten Pangandaran dio bidang pendidikan ini pun semuanya bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan semua.
Pemkab Pangandaran pun terus berupaya mengevaluasi kinerja semua pihak, baik sekolah atau para ajengan, sehingga tidak heran setiap, paling tidak dalam satu triwulan selalu ada pembinaan baik dari perintah maupun MUI, ini semua diharapkan mampu memotivasi AMS lebih baik lagi.

Namun di sisi lain, pengorbanan para ajengan ini patut mendapat penghargaan dari pemerintah, terlebih ajengan dengan kinerjanya yang sangat disiplin dan kualitas materi pendidikan yang diberikan pada para murid, dan hal ini tentunya diharapkan dapat memotivasi ajengan lainnya agar mau berkompetisi dalam meningkatkan kinerjanya.

"Bagi para ajengan yang terbaik sesuai dengan penilaian MUI atau sekolah terkait, idealnya bisa  mendapatkan reward, berupa apalah…" tutur Wakil Sekretaris MUI Kecamatan Pangandaran, Ust. Haris Firdaus, saat ditemui di rumahnya. (3/5)

Haris menambahkan, penghargaan atau reward ini selain untuk memicu para AMS berkompetisi dalam kebaikan juga menjadi pelajaran bagi yang kurang serius dalam tugasnya. Karena bukan hanya itu, dengan program AMS ini peluang dakwah para ajengan terbuka lebar dalam memberikan "hidayah"  ilmu bagi masa depan bangsa khususnya di Kabupaten Pangandaran.

"Dengan jumlah 800 ajengan dari 93 desa yang tersebar di 10 kecamatan ini sudah selayaknya ada kompetisi siapa yang terbaik dan siap yang kurang baik," tegasnya. (Evhan Rayna)




SEBUAH MOTOR "TANPA PEMILIK" HEBOHKAN WARGA PASAR PANANJUNG

PANGANDARAN-Sebuah sepeda motor yamaha vixion warna merah dengan nomor polisi Z 5387 UF tadi sore sekitar jam 17.00 ramai dikerumuni warga pasar Pananjung yang tengah berjualan. Usut punya usut ternyata motor tersebut sudah ada terparkir disana sejak kemarin dan tidak ada yang mengambil, sehingga warga pun bertanya Tanya, motor ini milik siapa.

Menurut seorang pedagang, pemili motor tersebut dicurigai kepunyaan orang yang diduga telah melakukan kejahatan membongkar kios sepatu dan kios bumbu.

"Saya melihat motor ini sejak kemarin tidak ada yang mengambil, lalu pihak keamanan pasar mengunci dengan gembok," jelasnya.(3/5)

Dan untuk keentingan penyelidikan, kasus ini pun langsung ditangani pihak kepolisian resort Pangandaran. (HARIS F)

PUSAT JAJANAN RAKYAT, PELUANG USAHA BARU WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sejak para pedagang kaki lima atau dorongan mendapat fasilitas ditempatkan di sebelah utara pasar Pananjung Pangandaran, tepatnya di samping ruang taman taman di depan pasar, bebrapa warga pun membuka usaha baru dengan menyewakan aneka mainan anak, sepert scooter mini, oto pad dan jenis lainnya, kini usaha tersebut kebanjiran konsumen.

Dengan memanfaatkan luas taman, anak-anak pun asyik bermain dengan wahana permainan baru yang hanya ada di sekiktar Pusat Jajanan Rakyat atau yang lebih popular “ culinary night”.

Ada sekitar  42 para penyewa mainan yang siap memanjakan anak-anak untuk berkeliling mengitari taman dengan harga sewa Rp 10 ribu unjtuk durasi 1 jam.

"Lumayan, ini bisa menjadi peluang usaha baru saya untuk menambah penghasilan. “ungkap  salah seorang penyewa, Budi. (2/5)

Walau usahanya baru kali ini dijalaninya, namun menurutnya, dalam satu malam tidak kurang sekitar Rp 100 ribu bisa dibawa pulang ke rumah dari hasil usaha ini.

“Apalagi kalau malam minggu, pengunjung yang datang akan bertambah dan tentunya penghasilan saya pun meningkat. “imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang pengunjung asal Desa Putrapinggan, Rasih (32), keberadaan Pusat Jajanan Rakyat ini sangat tepat dan menghibur. Karena, menurut Rasih, ia pun bisa membawa anaknya untuk hiburan dan menikmati makanan dengan harga murah tapi menyenangkan.

“Setelah menjadi kabupaten, banyak sekali keberhasilan yang sudah dilakukan Pemkab Pangandaran untuk kesejahteraan warganya. “ungkapnya. (HARIS F)

POJOK BACA, SALURKAN MINAT BACA WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Pangandaran dan Ibu H. Jeje Wiradinata, didampingin Asisten I, II, III, Kepala Dinas Pendidikan H. Surman, Kadis Pariwisata, Drs. H. Undang Sohbirin, Sekretaris Dinas Perpustakaan, DR, H. Sobirin beserta pejabat lainnya di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran, meresmikan Pojok Baca, fasilitas publik  di Taman Merdeka Kecamatan Pangandaran. (02/05)

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan, gerakan gemar membaca harus memasyarakat di Pangandaran, karena sampai saat minat membaca warga masih minim.

“Dengan adanya pojok baca ini salah satu tempat yang disediakan untuk siapa saja. diharapkan kegemaran membaca akan semakihn meningkat. “ungkap bupati.

Di tahun ini juga, lanjut bupati, Pemda Pangandaran akan membangun taman di lahan eks Puskesmas Pangandaran yang salah satu fungsinya untuk menampung kreatifitas, taman baca taman bermain anak, panggung teater dan lainnya yang dibiayai dari APBD, sebesar Rp 3,8 milyar.

“Di taman tersebut juga akan dibangun Pangandaran Creative Space tempat untuk menampung kreasi-kreasi yang akan lahir dari warga Pangandaran. “terang bupati.

Sementara dalam sambjutannya, Sekretaris Dinas Perpustakaan, DR, H. Sobirin mengatakan, selain pojok baca yang ada di Taman merdeka ini, di Pangandaran grup gemar membaca lainnya, seperti, Sabalad, PKK dan keluarga Maghasiswa Pangandaran (KMP).

“Kami juga menerima bantuan dari Perpusnas RI 2 buah sepeda motor sebagai sarana perpustakaan keliling. “terang Sobirin.

Sobirin juga berharap, ke depannya lokasi perpustakaan berada di lintasan jalan protokol agar bisa mudah dijanbgkau masyarakat serta untuk meningkatkan indicator kunci kinerja perpustakaan.

“Salah satunya, perpustakaan banyak didatangi pengunjung. “imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Komunitas Pojok Baca, Andy Nuroni, mengungkapkan, sampai saat ini di Pojok Baca sedikitnya ada 4 ribu judul buku yang bisa dibaca kapanj saja pelajar atau masyarakat umumk lainnya.

“Pojok Baca ini merupakan hasil kerjasama antara komunitas plankton dengan pemkab melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan. “jelasnya. (hiek)

PANWAS PANGANDARAN GELAR FGD DAN BENTUK SAKA ADIASTA PRAMUKA

PANGANDARAN-Untuk suksesnya pemilukada Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018, Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pangandaran baru-baru ini menggelar acara Focus Grouf Discusion (FGD) pengawsan partisipatif sekaligus pembentukan Saka Adiasta bersama gerakan Pramuka Kwarcab Pangandaran.(1/5)

Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, kegiatan yang dilaksanakan di sebuah hotel di kawasan wisata Pantai pangandaran ini merupakan langkah preventif dalam  membangun komitmen dan pemahaman terhadap anggota gerakan pramuka terkait proses pengawasan pada pelaksanaan pilkada melalui pembentukan Saka Adhyasta pemilu.

 “Karena partisipasi politik ini menjadi salah satu inti dari nilai-nilai demokrasi. “ungkap Iwan.

Iwan menambahkan, partisipasi serta kepedulian masyarakat sangat diperlukan dalam pengawasan pemilu agar nantinya bisa tercipta pemilu yang berintegritas.

Dan salah satu kelompok masyarakat yang potensial, lanjut Iwan, generasi pemuda serta  gerakan pramuka merupakan salah satu wadah organisasi kepemudaan akan menjadi elemen potensial yang sangat membantu kinerja Bawaslu dalam mengawasi pemilu.

“Modal awal yang dimilki gerakan pramuka sangat kuat untuk mengawal jalannya demokrasi elektoral dan nonpartisan dengan soliditas yang kuat “Imbuh Iwan.

Dengan berdirinya Saka Adyasta di dalam tubuh gerakan pramuka, lanjutnya lagi, merupakan tonggak penting partisipasi pemuda dalam menegakkan penyelengaraan demokrasi elektoral. Antara lain, gerakan pramuka selama ini dikenal merupakan wadah aktivitas pemuda bisa lebih jauh menegakkan jalannya demokrasi sebagai wujud partisipasi politik, partisipasi gerakan pramuka dalam pengawasan pemilu ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi generasi muda lainnya untuk turut berkontribusi mengawasi proses pemilu agar berjalan bebas dan adil.

“Saka Adyasta juga menjadi wujud riil demokrasi di sekolah dengan mengajarkan civic skill. “pungkas Iwan. (hiek)



MAHMUD: “BERITA TENTANG KUNJUNGAN JEPANG, ITU HANYA MISS KOMUNIKASI SAJA…..”

PARIGI-Akhirnya Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH angkat bicara terkait viralnya berita di sosial media (sosmed) tentang kunjungan Wali Kota di Jepang (Village of Ogimi), Mr Norimitsu Miyagi ke Pangandaran.

Seperti diketahui, beberapa komentar negatif di sosmed bermunculan tentang kurang responnya pemda Pangandaran saat menemui delegasi Jepang yang direncanakan akan menjalin kerjasama dalam kemasan program sister city antara Pangandaran dan Village of Ogimi.

“Ini semua terjadi hanya karena miss komunikasi saja” ungkap Mahmud kepada beberapa awak media di aula setda.(2/4)

Dikatakan Mahmud, tentang ungkapan yang mengatakan ada seorang pejabat esselon II yang mempertanyakan aturan atau dasar hukum kerja sama (sister city) dan tentang keberadaan Negri Jepang yang pernah menjajah Indonesia, sebenarnya, kata Mahmud, ungkapan itu tidak ada. Dan Mahmud juga sempat kaget saat membaca beberapa komentar tentang pemberitaan itu di sosmed (facebook), yang memberi kesan kurang responnya Pemda Pangandaran atas kunjungan wali kota Jepang. 

Mahmud juga mengatakan, pihaknya sengaja mengundang wartawan ke setda untuk mengklarifikasi bahwa berita yang sudah terlanjur tersebar di facebook itu tidak benar.

“Sekali lagi saya tegaskan, ini hanya miss komunikasi saja. “tegasnya. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN