LIBUR PANJANG, RIBUAN WISATAWAN PADATI OBYEK WISATA PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Masa libur panjang (long week end) benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga ke tempat-tempat wisata, salah satunya Pangandaran.

Arus kunjungan mulai hari kamis malam nampak walau pun tidak membuat kemacetan, sudah memadati arus menuju obyek wisata Pantai Pangandaran.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung asal Bandung, Rohman (32), menurutnya, ia dan teman-teman sekantornya sudah merencanakan jauh-jauih hari untuk meinkmati libur panjang akhir pecan inmi untuk berlibur ke Pangandaran.

“Dari beberapa pilihan, Pangandaran yang paling sering kami kunjungi saat ada momen0-momen liburan baik bersama keluarga atau dengan rekan-trekan kantor. “ujarnya.(30/3).

Rohman saat ditemui pada kerumunan di pinggir pantai, saat dimintai komentarnya tentang Pangandaran saat ini, mengaku sangat terkesan sekaligus mendapat suasana baru melihat kawasan wisata yang sudah ditata dengan merelokas beberapa pedagang yang awalnya berjejer menghalangi pemandangan ke laut.

“Sekarang birunya air laut bisa terlihat langsung baik dari hotel atau pun dari kendaraan, sudah tidak Nampak lagi kesan kumuh dan kotornya. “ungkapnya lagi. (HARIS F)

MENTERI KKP, SUSI PUJIASTUTI TINJAU TIGA PROYEK SENILAI Rp. 74 MILYAR DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pembangunan instalasi budaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) offshore mendapat kunjungan khusus menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, yang didampingi pula Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan rombongan.(30/3)

Selain untuk melihat langsung KJA offshore, kedatangan menteri Susi juga sekaligus meninjau pembangunan unit produksi pakan ikan dan pembangunan embung. 

Dalam perbincanngannya, Susi berharap semua pembangunan ini sesuai dengan yang diharapkan, sekalipun ada beberapa hal yang harus diperbaiki.

"Ini kami bangun di Pangandaran, dengan tujuan masyarakat disini bisa ikut merasakan manfaatnya. "ungkapnya.

Pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp. 74 milyar ini ke depannya akan mampu membuka peluang usaha baru dan penyeraapan tenaga kerja melalui usaha pendederan.

"Ini bisa duharapkan akan mampu menyerap sekitar 1.670 tenaga kerja. "imbuhnya.

dikatakan Susi, dan untuk produksi pakan ikan, produk yang akan dihasilkan nanti bisa mencapai 1000 kg per jam. (HARIS F)

TERBUKTI, SEKTOR PARIWISATA MAMPU MENDONGKRAK PEREKONOMIAN RAKYAT

PANGANDARAN-Tidak dipungkiri, dampak pariwisata pada perekonomian masyarakat Pangandaran memang sangat dirasakan sekali. Dari pengusaha besar pemilik hotel dan restoran hingga pedagang kecil asongan, atau dorongan roda pedagang makanan, semuanya merasakan langsung efek kunjungan wisatawan yang datang ke Pangandaran.

Seperti diceritakan pedagang kupat tahu, soto dan lengko, Yeni, yang sehari-hari berjualan di pasar Pananjung selama 10 tahun.

“Jika sabtu-minggu atau HARI libur saya berjualan di pantai barat sekitar taman boulevard sebelah kanan jalan arah ke Pamugaran. “terangnya.(30/3)

Menurut Yeni, lengko yang dijajakannya bukan sembarang lengko tetapi lengko sapi khas Pangandaran, karena baru ia yang membuat menu lengko dengan cita rasa khas ini. Jika yang lain ada lengko ayam dan lengko babat, maka saya lengko sapi dengan cirri khas dominan rasa dan berkuah daging sapi.

“Banyak sekali wisatawan yang jadi langganan saya, kalau mereka ke Pangandaran pasti nyempatin mampir kesini. “jelas Yeni.

Yeni juga mengatakan, ia sangat merasakan sekali dampak dari sektor pariwisata bisa menjadi andalan usaha untuk menghidupi keluarga.

Bahkan, lanjutnya, dunia pariwisata bisa dijadikan andalan serta mampu mendongkrak perekonomian rakyat. Karena terbukti, mayoritas masyarakat yang tinggal di sekitar daerah kunjungan wisata, baik jadi pelaku wisata langsung atau tidak banyak menggantungkan usahanya dari wisata.

Dakui Yeni, dengan kebijakan pemkab Pangandaran dalam penataan wisata terbukti efektif bisa mengkatrol jumlah kunjungan wisatawan.

“Nah semakin banyak wisatawan yang datang, sudah tentu semakin banyak uang yang dibawa ke Pangandaran. “pungkasnya. (HARIS F)

DISDIKPORA PANGANDARAN GELAR O2SN 2018 TINGKAT SD

PANGANDARAN-Bertempat di halaman Kantor, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran gelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD se-kabupaten, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Disdikpora ini meliputi berbagai lomba kreatifitas seni tari, olahraga dan pantomim.

Menurut Kasi Kurikulum dan Kesiswaan, H. Wawan Waryono S.Pd, M.Pd, kegiatan O2SN merupakan suatu wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan hasil kegiatan pembelajaran kesehatan jasmani dan daya kreativitas serta dalam rangka menanamkan rasa cinta dan mengembangkan potensi siswa untuk mencari bibit-bibit prestasi pada anak usia Sekolah Dasar.

“Selain itu juga O2SN bertujuan untuk memperkenalkan seni budaya kita, agar tertanam rasa memiliki dan kecintaan pada budaya sendiri." katanya.

Dikatakan Wawan, kegiatan yang diikuti peserta didik mewakili masing-masing kecamatan ini dan menjadi tontonan hiburan masyarakat sekitar bisa berjalan sukses karena andil dan peran aktif 10 UPTD  yang sangat positif.

“Atas nama Dinas Pendidimkan kami memberikan apresiasi dan berterima kasih atas semua respon positif dari berbagai pihak khususnya sekolah sekolah peserta lomba. “tutur Wawan. (HARIS F)

HEBAT, PANGANDARAN PUNYA BATIK KHAS DAERAH SENDIRI

CIJULANG-Tidak banyak masyarakat tahu, Kabupaten Pangandaran mempunyai khas kain batik dengan motif yang menonjolkan seni budaya dan kearifan lokal yang diproduksi para pengrajin batik yang tergabung dalam Kelompk Pengrajin Batik Kodja di Rt 07 Rw 01 Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang.

Menurut ketua Kelompk Pengrajin Batik Kodja, Rusdaya, saat ditemui PNews di kediamannya, sebenarnya banyak motif dan aplikasi yang belum seluruhnya diproduksi, dan hanya dua motif saja yang bisa dibuat saat ada lomba desain batik tingkat kabupaten.

“Salahsatunya motif  yang dipakai Pa Bupati. “ungkap Rusdaya.(28/3)

Sementara untuk yang lainnya, lanjut Rusdaya, karena  terkendala Sumber Daya Manusia (SDM) dan modal produksi, sampai saat ini belum bisa dibuat.

“Pernah tahun 2017 dan 2018 sekarang ini, Pemda Pangandaran memberikan pelatihan pada 40 orang pengrajin. “imbuh Rusdaya.

Diakui Rusdaya, ada semacam kekhawatiran saat batik-batik yang diproduksi kelompoknya tidak laku di pasaran atau harus kemana memasarkannya. Oleh karena itu hendaknya pemerintah memberikan perlindungan produksi terus bisa berjalan dan pemasaran pun tidak madeg.

Pemda Pangandaran pun, masih kata Rusdaya, melalui Dinas perindustrian, Perdagangan, Dinas pariwisata dan Bagian Perekonomian dapat memfasilitasi pengrajin dengan membuat payung hukum terkait Hak Kekayaan Intekektual (HAKI).

“Kami juga berharap, nantinya melalui SK Bupati, menetapkan 1 motif khas Pangandaran yang digunakan di lingkungan pemda serta menetapkan jadwal penggunaannya baik pada ASN, BUMN, BUMD, swasta, LSM atau rmas lainnya. “kata Rusdaya.

Rusdaya menambahkan, selain produksi, Kelompk Pengrajin Batik Kodja melakukan melayakan diversifikasi produk.

“Sekarang kami sedang melakukan proses legalisasi, membuat badan hukum. “terangnya. (ANTON AS)

UNTUK SUKSESNYA AMS, HARUS ADA SINERGITAS ANTARA PEMERINTAH DENGAN AJENGAN

PANGANDARAN-Kepala Disdikpudpora Pangandaran, Drs. H. Surman M. Pd, meminta kepada segenap AMS (Ajengan Masuk Sekolah) agar dapat berkontribusi positif bagi anak didiknya, dengan memberikan kenangan baik kepada peserta didik.

Hal tersebut  disampaikan dalam acara silaturahmi AMS dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran di gedung SDN 1 Pangandaran. (28/3)

Menurut Surman, AMS bisa serius dalam bersinergi di sektor pendidikan dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, bersama-sama membangun Pangandaran.

“Walau semakin hari tantangan di depan mata semakin berat, tapi tentunya ini konsekwensi kita dalam rangka ikut mencerdaskan anak bangsa, sesuai disiplin ilmu masing-masing. “ungkap Surman.

Selain itu, katanya, AMS merupakan lading amal shaleh bagi para ajengan dalam pengamalan ilmu, jadi semua ini bisa bermanfaat baik di dunia maupun untuk bekal akhirat nanti.

Untuk anggaran AMS Pemkab Pangandaran sudah mengalokasikan Rp.500.000 per bulan dengan alokasi waktu 6 jam perpekan bagi setiap para ajengan.

“Hendaklah semua pihak tidak menciptakan menejemen konflik, kita harus bekerjasama untuk membangun karakter anak dan tidak menciptakan menejemen konflik,"  tegasnya.

Sementara Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat, menyayangkan, dalam praktek di lapangan ternyata masih ada sekolah yang kurang sinergi dalam tekhnis penjadwalan masuk kelas, sehingga akhirnya tidak sedikit ajengan yang mengundurkan diri.

“Kami mohon pada semua pihak untuk berkordinasi dalam tekhnis mendidik dan membangun karakter anak, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik sekolah maupun ajengan. “tegas Anwar. (HARIS F)

Cara Alloh Memuliakan HambaNya

Oleh : Haris Firdaus *

Adalah kekeliruan yang amat sangat jika saja menempatkan kemuliaan seseorang dari ilmunya, pangkat dan kedudukannya atau kemewahan yang berlimpah ruah. Jelas pandangan seperti ini sangat sempit dan tidak berdasar.

Kemuliaan yang sebenarnya sangat mudah diraih, siapapun dapat memilikinya si kaya atau si miskin, rakyat biasa atau pejabat. Allah tebar kemuliaan bagi siapa saja yang menginginkannya. Tentu kemuliaan disini adalah kemuliaan yang sesungguhnya, kemuliaan yang menghantarkan pemiliknya berada di urutan terdekat di sisi Tuhannya.

Ada beberapa perbuatan yang dapat ditempuh oleh siapapun, yang pertama amal sosial yaitu dengan sedekah maupun infak. Yang kedua dengan memaafkan kesalahan orang lain, dan yang ketiga rendah hati. Inilah yang disebutkan dalam riwayat berikut :

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya."(HR. Muslim no 4689).
 *penulis : wartawan PNews

KH. OTONG AMINUUDIN AKHIRNYA TERPILIH KEMBALI PIMPIN MUI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Setelah melalui Musyawarah Daerah (musda) ke 2 yang digelar di Hotel Laut Biru berjalan cukup alot diantara anggota formatur, akhirnya pengurus DPD kembali memilih KH. Otong Aminudin menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran untuk periode 2018-2023 mendatang.

Seperti dikatakan Ketua panitia Musda, Drs. Hendrik, musda ini dapat berjalan sukses dengan mengefektifkan waktu seselektif mungkin, sehingga acara yang dimulai pukul 8.00 pagi yang diperkirakan selesai pukul 20. 30 akhirnya tuntas pukul 13.30 siang. (27/3).

Para peserta yang hadir pun, kata Hendrik, menyambut puas atas kinerja panitia yang telah mengelola acara dengan tuntas dan lancar.

Menurut salah seorang  anggota yang enggan disebut namanya, ia berharap ketua MUI yang barub terpilih diharapkan dapat menampung aspirasi umat guna kemajuan pembangunan mental masyarakat.

“Mudah-mudahan dibawah pimpinan Pa Otong, MUI bisa lebih bermanfaat bagi seluruh umat, khususnya masyarakat kabupaten Pangandaran. “ujarnya. (HARIS F)

PROF. DR. RAHMAT SHAFII: “MUI HARUS BERSINERGIS DENGAN PEMDA”

PANGANDARAN-Perkembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah itu tergantung kerjasama dengan pemerintah daerah, oleh karena itu diperlukan sinergitas antara MUI dengan pemerintah daerah untuk menghasilkan kemaslahatan bagi umat.

Demikian disampaikan Ketua MUI Provinsi Jabar, PROF. DR. Rahmat Syafi, dalam sambutannya pada acara musda MUI kabupaten Pangandaran di Hotel laut Biru kawasan pantai barat Pangandaran.(27/3)

“Dan di Kabupaten Pangandaran sendiri selama ini termasuk yang bagus kerjasamanya. ”kata Rahmat.

Selain itu, lanjutnya, selaku lembaga keagamaan yang sah, MUI sejatinya dapat menegur jika pemerintah daerah dianggap ada kesalahan, begitu pula sebaliknya.

“Kaitan dengan musda ini, saya meminta agar seluruh elemen bisa mengevaluasi kinerja pimpinan MUI yang kemarin untuk mengadakan perbaikan ke depan," Tuturnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminudin, mengatakan, selama periode lima tahun kepemimpinannya masih terlalu banyak kekurangan yang perlu segera diperbaiki.

“Secara pribadi saya meminta maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama masa kepengurusan saya. “ungkapnya.

Otong pun mengajak, hendaknya musyawarah ini jadi ajang perbaikan untuk kepentingan MUI di masa depan. Dan untuk mencapai hasil yang baik, hendaknya bisa belajar dari kekurangan dan kesalahan yang lalu.

“Terlebih lagi kita dihadapkan pada tahun politik, seyogianya MUI bisa lebih menatap ke depan yang lebih baik lagi," imbuhnya.  (HARIS F)

WARGA BERHARAP, DESA KEDUNGWULUH TAK MEMPERPANJANG HGB PABRIK CIPANAS

PADAHERANG-Beberapa tokoh Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berkumpul di aula desa untuk mempertanyakan kedudukan dan status tanah yang ditempati Pabrik Cipanas.(26/3)

Pada pertemuan dengan aparat pemerintahan desa tersebut, Sekretaris Desa Kedungwuluh, Asep Setiawan, menjelaskan, tanah milik desa itu terbagi menjadi 3 bagian. Antara lain, tanah Hak Guna bangunan (HGB), tanah milik adat bersertifikat dan tanah adat yang belum bersirtifikat.

“Tanah yang ditempati pabrik Cipanas itu statusnya HGB. “terang Asep.

Dari hasil musyawarah antara tokoh masyarakat dan perangkat desa, disepakati kedudukan HGB pabrik Cipanas masih tetap akan berlanjut karena HGB tersebut masih berlaku sampai tahun 2025.

“Dan kami juga sepakat, setelah HGB pabrik Cipanas ini berakhir, tidak akan diperpanjang lagi. “terang Asep lagi. (NANA HOERUMAN)


GRUP SEPEDA ROCK AND ROLL WAJIBKAN ANGGOTANYA IKUTI PEMBINAAN ROHANI

PANGANDARAN-Olahraga bersepeda kini menjadi trend di kalangan masyarakat Pangandaran baik sepeda ontel dengan penampilannya yang antik atau speda MTB.

Salah satunya, grup sepeda Rock And Roll, dalam grup sepeda MTB sejenis sepeda gunung ini, lebih dari 30 peserta ikut bergabung di dalamnya.

Yang beda dari grup sepeda ini dibanding komunitas sepeda lainnya, seluruh anggiotanya diwajibkan mengikuti pembinaan rohani dua pekan sekali.

Menurut salah seorang pengurus dan penggagas grup, Suroto, program pembinaan rohani ini tengah berjalan beberapa kali pertemuan dan selalu aktif diikuti seluruh anggota grup.

"Kami berharap pembinaan rohani ini dapat menjadi penyemangat dan penyeimbang agar selain sehat jasmani juga sehat rohani, " tutur Suroto. (27/3)

Suroto juga mengatakan, ia juga selalu berkomunikasi dengan sesama anggota, antara lain,  berkumpul untuk berdiskusi tentang berbagai masalah.

“Bukan hanya di jalanan tetapi dalam suasana santapan rohani di tempat ibadah,dan  mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut. “ungkapnya. (HARIS F)

BERLOKASI DI JALAN UTAMA, DESA BABAKAN BANGUN PATUNG IKAN MARLIN

PANGANDARAN- Desa Babakan Kecamatan Pangandaran yang terletak dipinggir jalan utama sangat strategis karena berada pada lintasan menuju obyek wisata Pangandaran, sehingga keberadaan desa pun harus terlihat megah dan bisa mencerminkan sebuah desa di kawasan  pariwisata.

Untuk kepentingan itu, kini Desa Babakan membuat reflika ikan marlin sebagai ikon Kabupaten Pangandaran, yang akan menghiasi bagian depan desa.

Menurut sekdes Babakan, Deni M. Nurhidayat,  dari delapan desa di kecamatan Pangandaran baru dua desa yang memiliki ikon ikan marlin, Desa Pangandaran dan Desa Babakan.

“Reflika ikan marlin yang ada di Desa Pangandaran itu terbuat dari fiber, sedangkan yang dibuat di Babakan dari beton. “terang Deni. (26/3)

Deni menambahkan, patung ikan marlin ini dibuat sengaja atas inisiatif desa dalam rangka ikut serta memajukan Pangandaran hebat sekaligus sebagai tujuan wisata dunia.

Pembuatan patung ini juga, lanjutnya, untuk ikut mendukung program pemerintah, memajukan sektor pariwista.

“Apalagi kantor Desa Babakan ini berada di pinggir jalan utama menuju tempat wisata, jadi harus lebih menarik dan indah," katanya.

Disoal pendanaannya, Deni menjelaskan, dana yang dialokasikan untk pembangunan patung ikan ini diambil dari dana pemeliharaan desa, dan sampai sekarang hingga 75 persen tahap pembangunnya sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 6 juta.

“Kami berharap pembangunan patung ikan marlin ini bisa menjadi kebanggaan dan daya tarik tersendiri, khususnya warga Desa Babakan," Pungkasnya. (HARIS F)

DESA SUKAHURIP TUNTASKAN PEMBANGUNAN RUANG PKK

PANGANDARAN-Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran baru baru ini telah merampungkan ruang PKK yang berukuran 6 x 4 m ini dibangun sejak pertengahan 2017.

Menurut Sekdes Sukahurip, Rosin, dengan anggaran Rp 50 juta berasal dari bantuan propinsi, pembangunan ruangan PKK ini selesai pada akhir 2017 yang kini sudah bisa digunakan untuk perbagai kegiatan Ibu-ibu PKK desa,

"Tentunya kami berharap pembangunan ruangan PKK ini kedepannya dapat memabantu kinerja PKK, dan program lainhya yang ada di Desa Sukahurip." tuturnya.(26/3)    (HARIS F)

PEMUDA SINDANG GAET HDCI BANGUN JALAN DAN MESJID

MANGUNJAYA-Pemuda merupakan generasi bangsa, dituntut bisa berkontribusi sekaligus menjadi penggerak pembangunan di desannya, seperti dilakukan sekelompok pemuda Dusun Sindang Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabuaten Pangandaran  yang punya akses ke donatur dari Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).

Para pemuda bersama-sama komunitas HDCI berhasil menyelesaikan perbaikan jalan sepanjang 200 meter dan pembangunan mesjid dengan biaya yang tidak sedikit.

Seperti yang disampaikan kordinator pelaksana kegiatan, Undang, menurutnya, ia sangat senang melihat antusias pemuda Sindang yang solid dan bahu membahu melaksanakan pembangunan desanya sendiri. Para pemuda dengan dibantu sejumlah warga dan para ulama ikut andil dalam pelaksanaan pembangunan jalan dan sarana tempat ibadah tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah peduli dan membantu dalam pelaksanaannya. “kata Undang. (Tn)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN