JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN AMBLAS, HARGA SAYURAN PUN NAIK

PANGANDARAN-Sejumlah ibu rumah tangga mengeluhkan adanya kenaikan sejumlah harga sayuran yang terjadi pasca amblasnya jembatan Ciputrapinggan.

Seperti dikatakan salah seorang pedagang di pasar Pangandaran, Eti (31), menurutnya, kenaikan ini lebih banyak disebabkan karena terlambatnya pasokan dari sejumlah pemasok karena jalur lalulintas antara Banjar-Pangandaran terputus.

Untuk harga sayuran kangkung yang tadinya Rp.3500 sekarang naik menjadi Rp.6 ribu. Juga untuk harga Cabai merah Rp.25 ribu menjadi Rp.45 ribu, bawang merah Rp25 ribu menjadi Rp. 30 ribu dan cabai rawit Rp.20 ribu menjadi Rp. 35 ribu.

“Sayuran lainnya pun sama ada kenaikan harga. “terang Eti.(12/10).

Eti berharap, pemerintah bisa secepatnya memperbaiki jembatan Ciputrapinggan agar lalulintas bisa berjalan lancar dan pasokan sayuran pun kembali normal. (hiek)


PASAR PANGANDARAN TIDAK AKAN PINDAH LOKASI

PANGANDARAN-Lokasi pasar Pangandaran, dalam penataan kota dan pariwisata Pemda Pangandaran, termasuk tempat yang tidak akan dipindahkan. Pasalnya, selain pasar tersebut berfungsi sebagai tempat bertemunya antara pedagang dan pembeli, pasar pangandaran pun masuk  ke dalam penataan wisata.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat menghadiri peringatan 1 muharam dan sekaligus pengukuhan H. Rusman sebagai ketua Himpunan Pedagang Pasar Pangandaran (HP2P) dan pengurus lainnya.

“Baru kali ini saya bisa bersilatuhami langsung dengan para pedagang. “Ucap Jeje mengawali sambutannya.(12/10).

Menurut Jeje, pemerintah sengaja tidak memindahkan lokasi pasar ke tempat lain, karena jika pindah akan jauh dengan tempat pariwisata.

“Dan nanti wisatawan pun akan berbelanja ke pasar modern. “ungkap Jeje.

Ditambahkan Jeje, pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli saja, tapi bisa juga dijadikan tolak ukur perekonomian daerah. Penghuni pasar bukan berasal dari konglomerat tapi terdiri dari pedagang-pedagang kecil yang nota bene bisa jadi tulang punggung perekonomian rakyat.

“Dan pemerintah berkewajiban melindungi pasar-pasar tradisional agar perekonomian yang langsung bersentuhan dengan rakyat bisa terus hidup. “tutur Jeje.

Pasar yang dihuni 68 pedagang yang menempati kios, 668 los dan 244 pedagang hamparan ini rencana ke depannya, menurut Jeje, akan dibangun menjadi dua tingkat sehingga walau pun namanya pasar tradisional, tapi nantinya Pasar Pangandaran ini tidak terlihat kumuh dan becek saat musim hujan.

“Saya akan siapkan anggran sebesaRp 18 milyar untuk pembangunannya. “jelas Jeje. (hiek)

INI PREDIKSI CUACA HARI INI

12 Oktober 2016  07.00 WIB hingga 13 October 2016 07.00 WIB
                                  
Ibukota Kabupate      Cuaca            suhu              kelembaban       Kec.Angin         Arah
                                                          (°C)                    (%)                 (km/jam)

Cibinong                 Hujan Sedang    23 - 32             60 - 96                   20             Barat Laut
Pelabuhan Ratu       Hujan Lebat      23 - 33             59 - 95                    25            Barat Laut
Cianjur                   Hujan Sedang    22 - 32             60 - 96                    20            Timur Laut
Soreang                 Hujan Sedang    20 - 29              60 - 95                    15            Barat Daya
Garut                     Hujan Sedang    20 - 30              60 - 95                    20           Timur Laut
Singaparna             Hujan Lebat      22 - 31              60 - 97                     20          Timur Laut
Ciamis                   Hujan Lebat      22 - 32               60 - 97                    20           Timur Laut
Kuningan               Hujan Sedang    22 - 30              65 - 98                    25           Timur Laut
Sumber                 Hujan Sedang    24 - 31               64 - 96                   25            Barat Laut
Majalengka           Hujan Sedang    24 - 31               64 - 97                   25            Timur Laut
Sumedang             Hujan Sedang    23 - 30               65 - 98                   25            Barat Laut
Indramayu            Hujan Sedang     24 - 32               62 - 95                  25             Barat Laut
Subang                 Hujan Sedang     23 - 32              58 - 95                  20             Timur Laut
Purwakarta          Hujan Sedang     22 - 32               60 - 96                  20             Timur Laut
Karawang            Hujan Sedang     22 - 32               59 - 95                  20             Timur Laut
Cikarang              Hujan Sedang     23 - 32               59 - 95                  20             Timur Laut
Ngamprah           Hujan Sedang     20 - 29               60 - 95                  15              Barat Daya
Bogor                 Hujan Sedang     22 - 32               60 - 96                  20               Barat Laut
Cisaat                 Hujan Sedang     22 - 3 2              60 - 96                  20               Barat Laut
Bandung             Hujan Sedang     20 - 29               62 - 96                  15               Barat Daya
Cirebon              Hujan Sedang     25 - 34               62 - 95                  25               Barat Laut
Bekasi                Hujan Sedang     22 - 32               60 - 96                  20               Timur Laut
Depok                Hujan Sedang    22 - 32                60 - 96                   20              Timur Laut
Cimahi                Hujan Sedang    20 - 29                60 - 95                   15              Barat Daya
Tasikmalaya        Hujan Lebat      22 - 31                 60 - 97                   25             Timur Laut
Banjar                Hujan Sedang    22 - 31                 60 - 96                   25             Timur Laut
Parigi                 Hujan Lebat    22 - 31                60 - 96                    25             Timur Laut

Peringatan Dini

WASPADA AKAN POTENSI TERJADINYA HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG DAN PETIR DI SEBAGIAN WIL. TASIKMALAYA, CIAMIS, PARIGI DAN SUKABUMI PADA RENTANG WAKTU ANTARA SIANG HINGGA MALAM HARI.

Sumber: BMKG

UNTUK SEMENTARA DIBANGUN 2 JEMBATAN BAILY, AHMAD HERYAWAN: “ “PEMBANGUNAN JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN DARI APBN 2017.”

PANGANDARAN-Untuk pembangunan jembatan baru pengganti jembatan Ciputrapinggan Pangandaran yang ambruk tanggal 9 oktober lalu, pemerintah akan membangun kembali jembatan tersebut  yang didanai  dari APBN tahun 2017.

Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) saat melakukan kunjungan dan melihat langsung kondisi jembatan Ciputrapinggan yang dibangun tahun 1977-1978 ini.

“Untuk sementara, kami sudah melakukan kordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementerian PUPR untuk segera dibuat dua jembatan baily agar akses jalan utama bisa berfungsi. “Ungkap Aher.(11/10).

Gubernur didampingi Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan jajarannya, tadi malam (11/10) berkesempatan melihat dari dekat tiang penyangga yang roboh yang mengakibatkan amblasnya sebagian badan jembatan sekitar 1 meter.

“Pembangunan jembatan sementara (jembatan baily-red) diharapkan bisa selesai dalam waktu 2 minggu. “kata Aher.

Lebih jauh Aher mengatakan, bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah jawa barat, menurutnya bukan disebabkan kerusakan alam, karena memang keadaan hutan dan alam baik-baik saja.

“Dan jembatan yang roboh di berbagai daerah pun kondisinya cukup kokoh, namun karena curah hujan tinggi dan bencana pun berkata lain. “terang Aher. (hiek)

BUPATI PANGANDARAN NYATAKAN TANGGAP DARURAT BENCANA

PANGANDARAN-Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran segera menetapkan tanggap darurat bencana menyusul beruntunnya bencana banjir dan longsor di beberapa kecamatan. Dan sejauh ini sudah dua warga dilaporkan tewas akibat bencana tersebut.

Menurut Bupati Pangandaran H.Jeje Wiradinata, saat ini Pemda Pangandaran sudah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga waktu yang belum ditentukan.

“Ini penting, karena nanti ada penggunaan anggaran yang tak terduga dalam penanggulangannya dan darurat bencana ini akan dicabut hingga kondisinya memang sudah memungkinkan untuk dicabut. “Kata Jeje usai menggelar rapat kordinasi di aula SMAN 1 Pangandaran.(10/10).

Ditambahkan Jeje, ia menghimbau kepada seluruh camat agar tetap waspada selama masa darurat bencana ini, terutama kecamatan yang memang rawan terjadi bencana banjir dan longsor.

“Sekarang hujan masih turun setiap hari, semua camat agar tetap waspada dan aktif memantau ke lapangan, infentarisir sungai yang berpotensi banjir dan tanah rawan longsor serta segera dibuat pos-pos kesehatan  di tiap-tiap kecamatan. “imbuh Jeje.

Selain segera dibangun dapur-dapur umum, bupati pun menginstruksikan agar warga dibantu para relawan memantau lokasi rawan bencana, sehinngga jika terjadi bencana bisa ditangani secepatnya.

Sementara kepala Pelaksana (kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, DR. Drs. H. Nana Ruhena,MM mengatakan, dari data yang diperoleh di lapangan, untuk korban jiwa sudah 2 orang, yakni, Ikbal (7) warga Dusun Ciparakan Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang dan Parjo (53) ) warga Dusun Ciranto Desa Jadimulya Kecamatan Langkaplancar.

“keduanya meninggal disebabkan tertimbun longsor. “Terang Nana.

Akibat longsor dan banjir bandang yang terjadi di 8 kecamatan, menurut Nana, ada 355 jiwa harus dievakuasi ke tempat lebih aman. Sementara banjir terparah jika dihitung banyaknya titik banjir, ada di Kecamatan Pangandaran,

“Termasuk di DesaSukahurio dengan ketinggian air mencapai 2meter. “Terang Nana lagi.

Dikatakan Nana, untuk korban banjir di Kecamatan Pangandaran lokasi evakuasi di Desa Babakan. Sementara di kecamatan lainnya, menueurt Nana, lebih banyak yang mengungsi ke tempat saudaranya.

“Untuk sementara, bantuan untuk korban yang disalurkan BPBD, kami perioritaskan dulu untuk yang ada di tempat pengungsian. “imbuhnya.

Sementara hasil pantauan BPBD di lapangan, air banjir mulai surut meskipun masih ada di sejumlah titik malah terpantau naik. Seperti di Desa mangunjaya dan Sukanegara, ketinggian air mencapai 1 meter. Saat musim hujan ini yang paling dikhawatirkan terjadinya banjir bandang karena kalau banjir luapan sungai, relative bisa diprediksi dari awal.

“Saya himbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan pada kami jika memang terjadi bencana. “ujarnya.

Salah seorang warga Dusun Cihandiwung, RT 02 RW 03 Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran, Sardot (50) menuturkan, banjir bandang yang terjadi di desanya terpantau  sejak minggu malam, dan akibat banjir bandang tersebut dapur rumah miliknya hanyut terbawa arus sungai di belakang rumahnya.

“Sekitar jam sembilan malam ketinggian air mencapai dua meter, tapi perlahan langsung surut kembali,” ungkapnya. (isis koswara & toni t)

UNTUK ANTISIPASI PUTUSNYA TRNSPORTASI PANGANDARAN-BANJAR, SEGERA DIBANGUN JEMBATAN DARURAT BERKEKUATAN 25 TON

PANGANDARAN-Untuk antisipasi terganggunya jalur transportasi dari Pangandaran menuju Banjar dan sebaliknya akibat robohnya Jembatan Ciputrapinggan di perbatasan Kecamatan Pangandaran dan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, segera dibangun jembatan darurat (bally) yang akan dipasang dua buah. Satu jembatan dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang akan dipasang sekitar 50 meter sebelah timur jembatan asal dan satu lagi dari Batalyon Zeni Tempur (zipur) Banjar yang akan dibangun di sisi barat.

“Diharapkan dengan waktu pengerjaan sekitar 2 minggu, jembatan darurat tersebut selesai dan bisa digunakan, secara teknis nanti Pa Wakil Bupati yang lebih paham. “Ungkap Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.(11/10).

Jeje yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Komandan Kodim 0613/Ciamis, Letkol Inf. Slamet dan Kepala Dinas Puhubkominfo Pangandaran, H. Dadang Dimyati langsung melihat kondisi di lapangan yang nantinya akan dijadikan tempat dibangunnya jembatan darurat. Menurut Jeje, jembatan darurat yang akan dibangun tersebut dengan kekuatan maksimal 25 ton  nantinya akan bisa berfungsi tidak jauh dengan jembatan yang roboh.

“Banyak komoditas dari pangandaran sekarang tidak bisa terkirim akibat robohnya jembatan Ciputrapinggan. “ Terang Jeje.

Dengan kejadian putusnya transportasi ini, lanjut Jeje, memberikan dampak ekonomi yang signifikan, karena hasil bumi pangandaran seperti gula kelapa, kayu dan ikan laut tidak bisa terkirim.

“Begitu juga sebaliknya, saya sudah mendapat informasi, gas elpiji 3 kg sekarang sudah naik karena terlambat pasokan.  “Kata Jeje.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Puhubkominfo, Drs. H. Dadang Dimyati mengatakan, material jembatan dari  kementerian PU sudah tiba di tempat. Secepatnya segera dibuat brongsong batu yang akan menjadi pondasi jembatan di kedua sisi sungai.

“Dengan lebar 4 meter dan bentang sungai 51 meter, mudah-mudahan pengerjaan bisa selesai dalam 2  minggu ini, “Ungkap Dadang.(ISIS KOSWARA)

DESA SINDANGJAYA DAN TAGANA DISTRIBUSIKAN BANTUAN BANJIR

MANGUNJAYA-Sejumlah fasilitas seperti, 3 Sekolah dasar dan satu PUSTU, 3 dusun di Desa Sindangjaya, jalan yang menghunbungkasn Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya dan sejumlah rumah warga terendam banjir akibat hujan lebat yang terjadi hari minggu (09/10).

Salah seorang petugas TAGANA, Tandin, menuturkan, informasi pertama ia peroleh tadi malam dan dan pihaknya pun langsung turun ke lapangan.

“Ada 10 KK di daerah Cikeludan yang kami evakuasi, meluapnya air sendiri terjadi sekitar pukul 3 pagi dan sekarang petugas di Desa Sindangjaya segera mendistribusikan bantuan kepada korban banjir yang ada di wilayah desatersebut. “Ungkap Tandin.(10/10).

Sementara saat dihubungi, Kepala Desa Sindangjaya, Endang Permana mengatakan, sekitar 1297 jiwa dan 558 KK terendam banjir dan harus segera di evakuasi. Dan sekarang, lanjut Endang, petugas dari Desa Sindangjaya, tim TAGANA dan seluruh Masyarakat siaga satu untuk menjaga dan mengatipasi kemungkinan terjadi hujan lagi dan debet air naik lagi.

“Untuk sementara bantuan yang kami didistribusikan, diantaranya 60 dus mi instan, air mineral kemasan gelas 100 dus, makanan sekitar 100 dus klebih. “ Jelas Endang.(10/10).
(TONI T).

KETUA DPRD PANTAU BANJIR DI KECAMATAN MANGUNJAYA

MANGUNJAYA-Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pangandaran tiga hari berturut-turut telah menyebabkan beberapa kawasan mengalami banjir disebabkan meluapnya sungai dan besarnya debit air yang tidak dapat ditampung aliran sungai tersebut

Kecamatan Mangunjaya, salah satu daerah yang mengalami banir akiibat meluapnya Sungai Kawasen kjarena tidak mampu lagi menampung aliran air dari Sungai Cikaso yang mengakibatkan sekitar 1.297 dan 558 kepala keluarga (KK) terpaksa harus dievakuasi karena rumahnya terendam banjir.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M. Ridwan, S.Pd, M.Pd saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah tahun ini dengan  ketinggian air 50-100 cm merendam  rumah warga.

Menurut Iwan, banjir kali ini diakibat curah hujan dengan intensitas tinggi di tambah lagi adanya beberapa aliran sungai yang hampir tidak ada tanggulnya.

“Ini merupakan PR pemerintah daerah, agar secepatnya dicari solusi untuk mengatasi banjir musim hujan ini. “Katanya.(10/10).

Dalam kunjungan tersebut, Iwan pun berkeliling menuju titik-titik banjir dan melihat dan berdialog langsung dengan beberapa warga yang terkena dampak langsung bencana.

Seperti diketahui, banjir terparah di Kecamatan Mangunjaya terjadi di Desa Sindangjaya dan Jangraga dengan jumlah paling banyak warga yang  dievakuasi. (TONI T)

KOMENTAR BUPATI PANGANDARAN TENTANG PROSESI LARUNG HAJAT LAUT


PARIGI-Masyarakat harus bisa membedakan mana yang dikatakan budaya dan perbuatan yang akan mengganggu aqidah beragama. Dan sebagian masyarakat yang tahu tentang itu, jangan memberikan pemahaman yang salah pada masyarakat lainnya.

Demikian dikatakan Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat diminta komentarnya tentang prosesi larung yang dilakukan sebagian masyarakat dalam acara Syukuran Nelayan.

“Prosesi yang dilakukan dalam acara syukuran nelayan dengan membuang sesaji dan kepala kerbau, itu perbuatan syirik. “Ungkap Jeje saat ditemui PNews usai mengikuti rapat persiapan milangkala di aula Setda Pangandaran.(7/10).

Menurut Jeje lagi,  ia sangat paham sekali tentang hajat laut karena sejak kecil, menurut Jeje, ia sangat akrab dengan kehidupan nelayan.

“Orangtua saya nelayan pangandaran. “ Jelas Jeje.

Jadi, imbuh Jeje, apa pun alasannya, dengan melarung (membuang-red) sesaji ke tengah laut pada acara pesta syukuran nelayan, tetap dilarang dalam agama islam.

Lebih jauh Jeje mengatakan, ketika masih kecil, ia bertekad suatu hari nanti, jika saja suatu saat nanti mampu merubahnya, ia  akan mengubah kebiasaan yang sering dilakukan nelayan tersebut. Saat itu ia hanya bisa sedih dan menyesalkan ketika melihat hajat laut yang biasa dilakukan tiap tahun, selalu ada acara melarung sesaji.

Jeje mengakui, ia yang lahir dan dibesarkan oleh orang tua sebagai nelayan. Dan pesta syukuran nelayan yang setiap tahun dilaksanakan ini merupakan hajatnya seluruh nelayan dalam rangka mensyukuri nikmat dan anugerah dari Tuhan.

Jadi kalau sekarang ia tidak melakukan larung sesaji ke tengah laut, karena sebagai anak nelayan, menuurut Jeje, ia punya kewajiban moral untuk meluruskan hal-hal yang dipandang kurang tepat bagi nelayan.

“Subtansi acara syukuran nelayan sendiri adalah untuk mensyukuri apa-apa yang telah diberikan Tuhan dari laut pada nelayan. “Katanya. (hiek)

SYUKURAN NELAYAN 2016 DALAM RANGKAIAN HUT PANGANDARAN KE 4


PANGANDARAN-Syukuran nelayan atau lebih dikenal dengan istilah Hajat Laut hari ini (6/10)) kembali digelar di pantai Pangandaran dengan 11 rangkaian acara dengan mengambil lokasi di beberapa titik sekitar pantai barat dan timur.
Hajat Laut kali ini menjadi sesuatu yang istimewa, pasalnya bertepatan menjelang hari  jadi Kabupaten Pangandaran ke 4 dengan mengambil tema “Meneguhkan Kembali Nilai-Nilai Budaya Kelautan sebagai Poros Maritim Dunia”

Prosesi hajat laut yang diawali karnaval budaya dengan iring-iringan tumpeng, drum band, dan pengantin sunat dilanjutkan dengan tabur bunga oleh Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran di pantai barat dan karnaval perahu nelayan di sekitar teluk pananjung.

Dalam sambutannya Bupati Jeje Wiradinata menyampaikan, Hajat Laut merupakan tradisi yang biasa dilaksanakan masyarakat nelayan sebagai bentuk rasa syukur atas berkah hasil laut yang didapat kepada sang pecipta.

"Kendati nelayan pangandaran sekarang sedang menghadapi paceklik, tapi hal ini tidak menyurutkan niat nelayan pangandaran untuk bersyukur serta berterimakasih kepada Sang Pencipta,"kata Jeje. (6/10).

Jeje menambahkan, syukuran nelayan tahun 2016 ini juga bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pangandaran ke 4 yang jatuh pada tanggal 25 oktober.

“Acara syukuran nekayan di sepnjang pesisir pantai pangandaran meruoakan rangjkaian acara hari jadi Kabuoaten Pangandaran ke 4. “Imnbuh Jeje.

Sementara Ketua pelaksana kegiatan, Datam Sutarjo mengungkapkan, Hajat Laut tahun ini dilaksanakan di sebelas titik, antara lain, Pantai Timur dan Pantai Barat pangandaran, Batukaras, Bojongsalawe dan pantai Nusawiru Cijulang.

“Selain daerah tersebut, hajat laut pun dilaksanakan di Pantai Legokjawa, Madasari, Muaragatah, Pesisir Pamotan, Majingklak dan Bagolo. “Ungkap Datam. (TONI T.)

PARIPURNA APBD PERUBAHAN 2016, DIWARNAI WALKOUT PKB

CIJULANG-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan walkout pada Rapat Paripurna Penetapan APBD Perubahan  Kabupaten Pangandaran tahun 2016 yang digelar di Gedung Islamic Center Kecamatan Cijulang. (30/09). Sehingga paripurna pun hanya dihadiri dan disetujui oleh lima fraksi yang ada.

Ditemui usai sidang, Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd mengungkapkan, alasan fraksi PKB menolak paripurna karena PKB tidak menyetuji rancangan perda APBD Perubahan 2016.

 “Sebagai pimpinan saya menyayangkannya tindakan walk out yang dilakukan fraksi PKB tapi saya pun menghargai keputusan rekan-rekan karena ini bagian dari warna dan dinamika politik di tubuh DPRD Pangandaran, ” kata Iwan.

Menurutnya, dengan tidak hadirnya Fraksi PKB, berdasarkan aturan tidak perlu adanya voting untuk persetujuan Raperda APBD Perubahan tahun 2016 yang selanjutnya dijadikan Perda,

“Karena tanpa kehadiran fraksi PKB, ini sudah kuorum dan memenuhi syarat keputusan. “terang Iwan.

Lebih jauh Iwan mengatakan, sebenarnya selain PKB, fraksi Goklkar pun merasa keberatan saat akan menyetujui keputusan ini, tapi karena dipandang ada kepentingan yang harus dikedepankan, seperti banyaknya kegiatan yang belum dilaksanakan sehingga penyerapan anggaran pun dikhawatirkan akan lambat terserap, maka golkar pun berbesar hati untuk menyetujui raperda ini.

“Seperti kegiatan lelang, yang berhubungan langsung dengan pembangunan infrastruktur dan penyerapan anggaran, sehingga rekan-rekan di fraksi golkar mau berbesar hati. “jelas Iwan, (AGE)

FALIDASI HONORER K2 HANYA UNTUK KEPENTINGAN DATA KEPEGAWAIAN

PARIGI-Nampaknya ratusan tenaga honorer Kategori II (K2) harus kembali bersabar untuk bisa menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, sampai hari ini belum ada kejelasan yang pasti dari kementerian PAN-RB tentang honorer K2, walau pun  ratusan tenaga honorer sudah yang lulus seleksi sudah menunggu sejak lama dan segala proses atau persyaratan pun sudah ditempuh oleh mereka.

Kabag kepegawaian Setda Pangandaran, Drs. Wawan Suryawan, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, 455 orang K2 yang terdiri 197 fungsionl guru/kesehatan dan 36 tenaga administrasi, menurut Wawan, pihaknya sampai hari ini (4/10) belum menerima kejelasan nasib seluruh K2 yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Kami belum mendapat info resmi dari kementerian, dan lebih baik K2 sekarang bekerja saja seperti biasa sambil menunggu kalau-kalau ada informasi baru dari kementerian. “Kata Wawan.(4/10).

Wawan menambahkan, jika selama ini K2 diminta untuk memfalidasi dokumen dari kepegawaian, itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Badan Kepegewaian Pangandaran setiap semester. “Sebenarnya sih itu hanya untuk PNS saja, tapi karena di sana ada tenaga K2 juga, maka sekalian saja didata untuk keperluan data kami. “terang Wawan.

Disoal adanya wacana tenaga K2 akan dijadikan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (P3K), Wawan menjelaskan, memang wacana itu sempat beredar, tapi secara resmi pemerintah pusat belum memberikan kejelasan dan aturannya.

“Selain aturan yang belum ada, aturan yang mengatur P3K sendiri juga belum ada, “terangnya lagi.

Dikatakan Wawan, sekarang semua kewenangan pengangkatan PNS ada di pusat melalui test CPNS dengan sistim Computer  Assisted Test (CAT) yang bisa cepat, transparan serta bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

“Sehingga nantinya, dari hasil tes tersebut bisa menghasilkan aparatur sipil negara yang professional dan bermartabat. “imbuhnya. (hiek) 

ASEP NOORDIN ; “PEMKAB PANGANDARAN TERKESAN LAMBAT TANGANI BPR BKPD..”


PARIGI-Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Asep Noordin H.M.M menyayang terlambatnya Pemkab Pangandaran dalam urusan pemindahan asset dari kabupaten induk sesuai yang diamanatkan Undang-undang nomor 21 tahun 2012.  Khususnya mengenai pemindahan asset BPR BKPD yang ada di wilayah Kabuupaten Pangandaran. “Kita harus tunduk dan patuh apa yang sudah digariskan peraturan dan undang-undang yang berlaku. “ungkap Asep. (4/10).

Menurut Asep, masalah ini tidak usah jadi polemik atau pertimbangan apa pun, sebab semuanya sudah jelas ada di UU nomor 21 bab V tentang personel, aset, dan dokumen
di Pasal 14  serta penjelasannya.“Jadi kita hanya menjalankan perintah undang-undang, dan jika itu tidak dilaksanakan  dikhawatirkan ini akan menjadi persoalan di kemudian hari. “jelas Asep.

Persoalan nantinya akan dibuat kerjasama, lanjut Asep, itu menjadi tahap kedua setelah BPR BKPD diserahkan ke pangandaran sesuai apa yang diamanatkan undang-undang, peraturan tertinggi di negara ini.“Jangankan antar daerah, dengan internasional pun kita harus sesuai dengan perundang-undangan. “imbuhnya.

Diakui Asep, pihaknya sampai hari ini belum menginfentarisir aset-aset mana yang sudah diserahkan dan mana yang belum. Padahal di UU 21 pada pasal 14 ayat 3 (tiga) dikatakan, penyerahan aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat 3 (tiga) tahun sejak pelantikan Penjabat Bupati Pangandaran.“DPPKAD harus bekerja keras dan segera dibuat infentaris aset yang berasal dari kabupaten induk. “ imbuhnya lagi.

Lebih jauh Asep mengatakan, Pemda Pangandaran lebih serius menangani masalah aset BPR BKPD, karena keberadaan BKPD tersebut diharapkan mampu menjadi soko guru perekonomian rakyat. “Jadi, persoalan ini tidak boleh sebelah pihak, apalagi oleh pihak-pihak tertentu. Ini harus melalui perundang-undangan yang berlaku karena BPKD bisa menjadi hajat hidup orang banyak. “ Jelas Asep.

Asep pun menghimbau Pemkab Pangandaran melalui bagian ekonomi, lebih serius dalam urusan yang menyangkut BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang. “Kita hanya  melaksanakan apa yang diamanatkan perundang-undangan. “pungkas Asep. (hiek)

SUDAH SAATNYA PEMKAB PANGANDARAN BANGUN MESJID DI IBU KOTA KABUPATEN

PARIGI-Sudah saatnya pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran lebih peduli lagi pada tempat-tempat peribadatan umat islam, khususnya keberadaan mesjid agung yang ada di ibu kota kabupaten. Karena selain sarat dengan kegiatan keagamaan, mesjid tersebut pun dirasa kurang megah jika dibandingkan dengan lokasinya yang diapit langsung dua gedung pemerintahan, setda dan gedung DPRD Pangandaran.

Demikian dikatakan anggota DPRD dari fraksi PKS, Solehudin, S,IP saat ditemui usai menjalankan ibadah shalat juma’t di mesjid Al-Hikmah Parigi.

“Jika pemerintah sekarang sedang gencar membangun infrastruktur, maka seharusnya juga  dibarengi dengan pembangunan tempat-tempat ibadah. “ungkap Solihudin.(16/9).

Lagi pula, menurut Solehudin, mesjid Al-Hikmah ini terletak di jantung ibu kota, maka sudah seharusnya mesjid tersebut harus megah dan bisa menjadi kebanggan bukan hanya masyarakat parigi saja, tapi seluruh warga Kabupaten Pangandaran.

“Karena, biasanya mesjid yang ada di ibu kota kabupaten akan menjadi representasi kabupaten itu sendiri. ”lanjutnya.

Solehudin pun mencotohkan daerah-daerah lain, ada gedung pemerintahan, alun-alun dan mesjid agung, hampir di setiap ibu kota kabupaten selalu seperti itu. Maka tidak berlebihan jika menurutnya, mesjid Al-Hikmah yang ada di ibu kota kabupaten menjadi perhatian Pemkab Pangandaran.

“Sekarang mesjid itu bukannya tidak bagus, tapi untuk ukuran mesjid yang akan menjadi simbol religi kabupaten pangandaran, sangat kurang megah. “imbuhnya lagi. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN