PEMBONGKARAN BANGUNAN DI HARIM SUNGAI CIJULANG, PEMDA TEBANG PILIH ?

CIJULANG - Mungkin masih ingat awal tahun 2017 saat barisan satpol PP Kabupaten Pangandaran melakukan penertiban bangunan di harim sungai kawasan obyek wisata Green Canyon sebagai penegakan perda terkait lingkungan sekitar sungai yang dilindungi undang-undang. Namun sayang, penertiban tersebut sampai saat ini masih menyisakan bangunan yang belum sepenuhnya diruntuhkan dan masih tegak berdiri menutupi sepadan sungai.

Menurut salah satu eks pemilik rumah di blok Taal yang tekena penertiban tersebut, Agus (46), ia hanya bisa pasrah saat bangunannya harus dirobohkan, padahal bangunannya baru selesai dibangun dengan menghabiskan uang ratusan juta.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saat rumjah saya harus dibongkar dengan alasan penegakan perda pemda kabupaten Pangandaran dan undang-undang, lokasinya berada di harim sungai yang dilarang untuk mendirikan bangunan", jelasnya.(18/10)

Ditambahkan Agus, saat itu ia mangaku sempat mengalami stress, pasalnya rumah itu dibangun hasil dari menjual kebun dan sawah miliknya. Namun karena ia menyadari, rumahnya sudah menyalahi aturan, Agus pun merelakan rumah tempat berkumpul ia dan keluarganya untuk dibongkar.

“Hanya yang saya sesalkan kenapa sampai saat ini bekas rumah saya masih tetap berdiri kokoh seperti rumah hantu dan sampai hari ini pemda belum juga meratakan", tanyanya heran.

Agus mempertanyakan, penertiban bangunan yang berada di harim sungai setelah waktu itu kenapa tidak ada kelanjutannya, padahal bangunan yang berada di area harim sungai sampai sekarang masih banyak.

“Jangan-jangan rumah saya hanya dipakai contoh saja dalam  penegakan perda, apalagi ada apa dengan bangunan-bangunan lainnya. “ imbuhnya.

Agus pun berharap Pemda kabupaten Pangandaran agar tidak tebang pilih dalam melakukan penegakan Perda.

Sementara saat diminta komentarnya, Kepala Seksi Transtib Satpol PP Kabupaten Pangandaran, M. Umar menjelaskan, mengenai bangunan yang belum semua dirobohkan itu dikarenakan Sat Pol PP tidak mempunyai alat berat.

Menurutnya, pernah diusahakan untuk meminjam ke Dinas PU, tapi sayang saat itu tidak diperoleh jawaban yang pasti, apakah akan meminjamkan atau tidak. 

“Seperti diketahui, pembongkaran bangunan tersebut memang harus menggunakan alat berat. “kata Umar.(18/10)

Umar yang ditemui di sela-sela kesibukannya pada acara Pangandaran fair 20017 di pantai barat, juga mengatakan, dan tentang bangunan lainnya di kawasan wisata Green canyon yang belum ditertibkan, itu karena arahan bupati yang mengharuskan penertiban dilaksanakan secara bertahap.

“Dan nanti pada tahap selanjutnya semua bangunan yang ada di harim sungai Cijulang tersebut pasti semuanya akan ditertibkan. “jelasnya.  ( PNews)

LUAR BIASA ! PAGELARAN BUDAYA PANGANDARAN PUKAU PENONTON

PANGANDARAN-Luar biasa ! begitulah ungkap salah seorang penonton saat menyaksikan pagelaran budaya dalam rangkaian acara menyambut peringatan Milangkala Hari Ulang Tahun Kabupaten Pangandaran ke 5 di area parkir pantai barat.(18/10)

Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan dari 10 kecamatan, menjadi suguhan tontonan menarik bagi  masyarakat yang memang mempunyai apresiasi pada seni budaya.

Walau hujan gerimis masih turun saat pagelaran berlangsung , tapi sorak sorai penonton tetap terdengar usai para seniman memperlihatkan kebolehannya dalam menampilan budaya menjadi sebuah tontonan yang mengasyikan.

Ada tarian sunda klasik, tari topeng, badud, ruyung buntung, denting kecapi dan tembangnya yang sarat petuah, debus, kuda lumping dan banyak lagi, yang kesemua itu mencermin perkembangan seni budaya di setiap daerah di Pangandaran terus hidup dan berkembang.

Ada benarnya apa yang dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizward saat melakukan kunjungan ke Pangandaran beberapa tahun lalu. Saat itu Deddy Mizward memastikan, budaya di Kabupaten Pangandaran akan tetap hidup dan berkembang karena memang pelakunya masih ada, peduli dan tetap melakukan kegiatan seni budaya.

“Saya optimis, suatu saat budaya di Pangandaran bisa menjadi salah satu asset kepariwisataan. “ujarnya saat itu.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Undang Sohbarudin, panggung pagelaran ini digelar diantara 55 stan peserta Pangandaran Fair 2017 untuk menampilkan aktrasi budaya dari masing-masing kecamatan masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, ini merupakan ajang informasi, edukasi sekaligus promosi kepariwisataan Pangandaran.

“Pameran ini akan berlangsung 4 hari  ke depan. “terangnya.

Dan pada hari sabtu (21/10), lanjut Undang, akan digelar juga karnaval budaya, pagelaran budaya, napak jagad yang akan dimeriahkan dengan penampilan artis Doel Sumbang. (hiek)

BKSDA AKAN BAHAS KERJASAMA PARIWISATA DENGAN PEMDA PANGANDARAN ?

PANGANDARAN-Rencana kunjungan Kepala Bidang BKSDA Wilayah III, Himawan Susongko, S.Hut, M.Sc ke Pemkab Pangandaran, menurutnya akan membicarakan, antara lain, tentang rencana pengelolaan peningkatan kualitas di bidang wisata.

karena, lanjut Himawan, pengelolaan bukan hanya sekedar untuk kepentingan institusi saja, tapi untuk kepentingan masyarakat.

Jadi, lanjutnya lagi, setiap ada usulan atau buah pemikiran, nantinya itu akan dikolaborasikan dengan ketentuan-ketentuan yang ada sehingga tidak menjadi kontra produktif, tapi ini justru akan mendorong kepariwisataann yang ada di Pangandaran menjadi lebih baik lagi.

Lebih lanjut Himawan mengatakan, tidak perlu merubah undang-undang, arahnya bukan kesana, tapi pembahasan ini tentang pengelolaan menejmen tata wista alam yang bisa mendukung kebijakan bupati terkait BKSDA Pangandaran di bidang parawisata.

“Nanti pun pembicaraan kami belum pada masalah kerjasama, belum.. belum ke arah sana. ”ungkap Himawan.(17/10)

Menurut Himawan, pihaknya ingin menggali kesepakatan dan kesepahaman kemudian saling punya komitmen bagaimana agar kualitas pengelolaan pariwisata alam Pangandaran ini lebih baik.

Saat disoal kawasan pasir putih yang sekarang seolah-olah jadi kawasan wisata, Himawan menuturkan, pasir putih yang ada di cagar alam laut Pananjung Pangandaran memang secara undang-undang bukan kawasan wisata, Tetapi faktanya sekarang banyak kunjungan kesana. Tentunya ini harus dilihat dalam cakupan yang lebih luas. Karena untuk menentuan sebuah kawasan ditetapkan sebagai cagar alam tentu ada kriterianya, kemudian juga harus dilihat animo masyarakat untuk berkunjung ke kawasan tersebut juga jadi salah satu bahan pertimbangan.

“Oleh karena itu, kami masih mengkaji apakah kawasan pasir putih diperlukan perubahan atau tidak. “jelas Himawan.

Selanjutnya, tentunya semua pihak juga harus fear, karena bagaimana pun juga Pangandaran ini berada di daerah pantai selatan, daerah yang rawan tsunami. Ketika terjadi tsunami, bagaimana dengan keselamatan pengunjung ? itu juga harus jadi bahan pemikiran.

Dikatakan Himawan, Jadi tidak hanya karena banyak pengunjungnya, maka dirubah aturannya. Banyak sekali pertimbangan yang harus dikaji dan dicermati, sehingga ketika nantinya akan dikelola untuk menunjang pariwisata, semua asfek itu aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta tentunya ini bisa menjadi suatu contoh pengelolaan wisata.

Himawan menambahkan, dan resort sebagai lini BKSDA paling depan, tentunya akan patuh pada peraruran perundang-undangan dan tidak mungkin memperlakukan kawasan pasir putih sebagai daerah wisata resmi.

Dan menurutnya, BKSDA resort Pangandaran saat ini sudah cukup bagus, karena yang sudah dilakukan resort untuk terus mengawasi, memberikan himbauan, memasang papan peringatan dan melakukan sosialisasi, itu sudah dilaksanakan.

“Artinya, bagaimana nanti kita dapat mempertemukan antara kebutuhan wisata dangan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “terangnya.

Saat diminta tanggapannya tentang keberadaan bangkai kapal Viking di kawasan pasir putih, Himawan yang ditemui PNews di sebuah restoran sea food menyampaikan, mengenai hal itu sudah dibahas di tingkat pusat dan menurutnya, tentunya itu bukan kapasitasnya untuk menjelaskannya.

“Memang kalau dilihat zona dan fakta-fakta yang ada di lapangan, tidak pada tempatnya seharusnya disitu. “pungkasnya. (hiek)

MENTERI KKP KUKUHKAN BUPATI PANGANDARAN JADI KETUA UMUM KORP ALUMNI AUP/STP

PANGANDARAN-Tentunya ini menjadi sebuah kebanggaan masyarakat, ketika Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata terpilih menjadi Ketua Umum Korp Alumni AUP/STP Jakarta, yang dikukuhkan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti di Hotel Malabar di kawasan pantai barat Pangandaran.(17/10).

Dalam acara mengukuhan yang dihadiri ratusan alumni AUP/STP, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan SKPD dan tamu undangan lainnya, Jeje menyampaikan, hingga sekarang ada sekitar 10 ribu alumni AUP/STP yang tersebar di seluruh nusantara.

“Dan saya sendiri angkatan ke 20. “kata Jeje.

Jeje juga memberikan apresiasi kepada Menteri KKP, Susi Pujiastuti yang bisa berkenan hadir dalam acara pelantikannya, karena menurut Jeje, baru kali ini pelantikan Ketua Korp Alumni AUP/STP dihadiri pejabat setingkat menteri.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dan bagi seluruh alumni. “kata Jeje lagi.

Lebih lanjut Jeje mengatakan, sebagai manusia yang pernah dididik masalah perikanan, tentunya hingga kapan pun tetap harus tagk lurus dalam masalah perikanan yang tentunya tidak akan lepas dari regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Dan ini, regulasi tersebut sudah dibuktikan Mentri Susi, salah satunya dengan menenggelamkan kapal-kapal asing yang selama ini menuri ikan di laut Indonesia.

Sementara dalam sambutannya, Menteri KKP, Susi Pujiastuti menyampaikan, pihaknya memang diberi otoritas penuh oleh presiden untuk mengamankan perikanan laut Indonesia. Kebijakannya, yang sekarang populer di publik, tenggelamkan ! terbukti ampuh mengusir mengusir para perompak ikan di laut nusantara.

“Ada sekitar 10 ribu kapal-kapal asing kabur dari lautan kita. “tegas Susi.

Menenggelamkan kapal-kapal, menurut Susi, merupakan cara efektif untuk mengusir kapal-kapal besar milik asing yang selama ini menjarah kekayaan perikanan indonesia.

“Satu-satunya cara efektif mengusir mereka, ya tenggelamkan !”tegas Susi lagi. (hiek)

SUTRIAMAN; "PER 1 OKTOBER SAYA SUDAH BEKERJA DI PANGANDARAN..”

PANGANDARAN-Bagi warga pangandaran, khususnya masyarakat Desa Pangandaran mungkin sudah tidak asing lagi dengan Sutriaman. Putra daerah kelahiran Pangandaran yang selama ini mengabdi dan berkarya di Kabupaten Ciamis sebentar lagi akan mengabdi di daerah kelahirannya, Pangandaran.

Saat ditemui pada persiapan acara pelantikan Bupati Pangandaran sebagai Ketua Umum Pengurus Korp Alumni AUP/STP di hotel Malabar di kawasan pantai barat Pangandaran, kepada PNews menyampaikan, kepindahannya bertugas di Kabupaten Pangandaran.

Insaalloh, saya sudah mulai bekerja di Kabupaten Pangandaran.sejak tanggal 1 oktober lalu.“ungkapnya. (17/10)

Dikatakan Sutriaman, kecintaannya pada tanah kelahiran yang membuatnya rela meninggalkan Ciamis yang selama bertahun-tahun telah membuatnya jadi seperti sekarang ini.

“Tapi Pangandaran adalah masa kecil saya, tempat keseharian saya saat bermain dengan ombak laut, melihat nelayan menangkap ikan, bahkan saya masih ingat betul aroma angin laut di belakang rumah saya. “kenangnya.

Menurut Sutriaman, di Pangandaran ia akan mengabdi serta menyumbang sedikit ilmu yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat Pangandaran.

“Mudah-mudahan dengan pengalaman serta ilmu yang saya miliki bisa memberi kontribusi positif pada daerah tempat saya dilahirkan. “imbuhnya. (hiek)

MILANGKALA HUT KABUPATEN PANGANDARAN KE 5, IWAN M RIDWAN :” MEMBANGUN PANGANDARAN YANG BERKEADILAN UNTUK SEMUA”

Ditemui di ruang kerjanya, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwa, S.Pd, M.Pd saat diminta tanggapannya makna Milangkala Hari Jadi Kabupaten ke 5 mengatakan, momentum peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran hendaknya tidak hanya sebatas pada kegiatan seremonial belaka, tapi harus menjadi ajang introspeksi, edukasi dan motivasi untuk pembangunan Pangandaran lebih baik lagi di masa-masa mendatang.

Momentum peringatan ini harus sama-sama bisa dimaknai sebagai sebuah kekuatan dan semangat bagaimana membangun Kabupaten Pangandaran yang berkeadilan dengan pemerataan pembangunan untuk sepenuhnya kepentingan masyarakat luas.

“Pangandaran bukan milik orang per orang atau beberapa golongan, tapi milik kita semua, sehingga kita pun mempunyai kewajiban yang sama untuk ikut mengisi pembangunan dengan kapasitas yang kita miliki. “ungkap Iwan mengwali pembicaraanya. (23/10)

Dan melalui milangkala Hari Jadi Pangandaran ke5 yang masih terbilang belia ini, salah satu hal penting, dapat dijadikan sebagai titik pijak dalam tekad bersama untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas karya dan bakti yang berlandaskan realita dan dinamika terkini.

Optimaslisi yang berasal dari sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), masih kata Iwan, merupakan modal awal yang harus setiap saat ditingkatkan, sehingga apa yang akan dicapai pada masa yang akan datang harus lebih baik dari hari ini.

Masih kata Iwan, apa yang telah dicapai dalam pembangunan Kabupaten Pangandaran dalam kurun waktu 5 tahun, bukanlah upaya individu, kelompok, maupun golongan tertentu. Namun keberhasilan tersebut merupakan buah hasil kerja bersama yang telah berperan aktif dalam upaya menuju perubahan lebih baik.

''Adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua untuk bisa merealisasikan harapan-harapan rakyat, karena Pangandaran semakin maju tentunya masyarakatnya pun akan semakin sejahtera,'' sambung Iwan.

Iwan juga mengingatkan, seluruh elemen hendaknya menjadikan momen hari jadi ini sebagai media introspeksi serta mulai berbenah untuk meningkatkan kwalitas dan menjaga keharmonisan serta hubungan baik.

“Capaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK, adalah prestasi yang membagakan untuk kita semua. ”imbuhnya. 

Dalam usianya yang ke 5, Kabupaten Pangandaran sudah bisa memberikan banyak perubahan, baik itu dari segi sumber daya manusia, infrastruktur, pelayanan publik dan pembangunan lain, semua sudah meningkat dengan baik.

”Dan kita harus sepakat, pelayanan pada masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, infrastruktur, pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan harus menjadi program perioritas semua pihak. “kata Iwan lagi.

Apa yang sudah dicapai Kabupaten Pangandaran saat ini, lanjut Iwan, harus dipertahankan.
Pangandaran kini sudah banyak perubahan, maju di berbagai sektor. Itu yang kemudian harus ditingkatkan ke depannya dan sektor-sektor yang belum tergarap dengan baik, namun dengan potensi yang besar, harus bisa lebih ditingkatkan lagi pengembangannya.

“Melalui Pangandaran News, saya atas nama pimpinan, seluruh anggota DPRD dan sekretariat DPRD mengucapkan selamat Milangkala hari jadi Kabupaten Pangandaran ke 5. “pungkasnya. (hiek)




PERINGATI TAHUN BARU ISLAM, KETUA DPRD PANGANDARAN SANTUNI ANAK YATIM DAN DUAFA

MANGUNJAYA-Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, hari sabtu (14/10) dalam rangaka menyambut Tahun Baru Islam berkesempatan meresmikan Yayasan Kamilul Huda di Dusun Bobojong Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya.

Pada cara yang dihadiri camat, Kepala Desa Mangunjaya dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat, Iwan pun berkenan memberikan santunan kepada sejumlah yatim piatu dan kaum duafa yang ada di Desa Mangunjaya.

“Ini bentuk kepedulian pada sesama untuk saling menolong antar umat Islam. “ungkap iwan.(14/10)

Sebanyak 15 anak yatim dan 20 kaum duafa yang mendapat santunan pun merasa senang dengan kepedulian yang ditunjukan Ketua DPRD Pangandaran ini yang selama ini dikenal sangat memperhatikan masyarakat bawah.

Dalam sambutannya Iwan menyampaikan, anak-anak yatim piatu sebenarnya tidak berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka adalah titipan Tuhan yang harus dijaga, dilindungi dan mendapat perhatian serta kasih sayang dari semua pihak untuk kelangsungan hidup dan masa depan mereka.

Menurutnya, ia juga mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut berbagi kasih kepada anak-anak yatim dalam menjalankan hukum kasih yang diajarkan Alloh kepada sesama tanpa melihat perbedaan yang ada.

“Karena pada hakekatnya kita semua sama di mata Tuhan,"tuturnya.

Sementara ketua Yayasan Kamilul Huda, Ustdadz Dede Hanifan, ST mengatakan, ia berharap tidak melihat nilai pada materi yang diberikan, tetapi ini bisa lebih dimaknai sebagai upaya untuk mempererat ikatan tali silaturahmi, rasa kekeluargaan, kepedulian sosial dan keikhlasan antar umat.

 “Dan tentunya saya juga berharap, dengan adanya santunan ini dapat meringankan beban hidup anak-anak yatim serta dapat memberikan makna kebahagian pada mereka. “kata Dede.
 (Toni Tafik)




AIR SURUT, PROYEK BENDUNGAN CIKASO KEMBALI DI GARAP

MANGUNJAYA-Setelah beberapa hari lalu jebol diterjang aliran sungai yang meluap, kini pembuatan proyek bendungan Sungai Cikaso di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya yang pengerjaannya baru 40% diperbaiki kembali.

Seperti diketahu, karena curah hujan selama dua hari berturut-turut minggu lalu yang mengguyur daerah aliran sungai, membuat debet air sungai meluap dan merobohkan pondasi bendungan yang masih dalam proses pengerjaan.

“Sekarang air sungai sudah mulai surut, kami pun melanjutkan pengerjaan serta segera memperbaiki kontruksi yang beberapa hari lalu roboh diterjang arus sungai. “ujar salah seorang pelaksana. (15/10)

Ia menambahkan, dengan terlebih dahulu membersihkan sampah-sampah yang terbawa arus sungai hingga berserakan dan menutup pintu air, pekerjaan pun dilanjutkan dengan memperbaiki kontruksi dan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Insaalloh, jika cuaca mendukung, maka bendungan ini direncanakan akan selesai bulan nopember 2017. “ungkapnya lagi.

Yang dikhawatirkan, ujarnya lagi, jika hujan turun dengan intensitas tinggi, maka bisa saja pengerjaan bendungan mendapat hambatan lagi, karena tentunya air kiriman dari hulu akan kembali deras.

“Pengerjaan bendungan ini benar-benar harus diperhitungkan dengan factor alam. “pungkasnya.
 (Toni Taufik) 

SYUKURAN RUAT JAGAD SILA SAAMPARAN, WUJUD RASA SYUKUR PADA TUHAN

PARIGI-Masih dalam rangkaian milangkala menyambut ulang tahun hari jadi Kabupaten Pangandaran ke 5, di obyek wisata Pantai Batuhiu digelar Syukuran Ruat Jagad Sila Saamparan (14/10). Acara ini bertujuan, duduk dalam hamparan tikar untuk bersama-sama memanjatkan rasa syukur pada nikmat yang telah diberikan Tuhan.

Helaran acara yang dipimpin Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari serta dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, ormas, para sesepuh pemangku adat dan masyarakat ini merupakan rangkaian kegiatan budaya sebagai wujud kepedulian pemerintah dan masyarakat pada kebudayaan sebagai kearifan lokal.

“Hajat bumi ini menjadi gelaran budaya hajat tahunan di Patnai batuhiu. “kata Ketua Kompepear sebagai pihak penyelenggara.(14/10)

Sementara Wakil bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutannya menyampaikan,  acara ini sebagai bukti rasa syukur pada Sang Pencipta juga sebagai ajang pelestarian budaya leluhur  yang ada di masyarakat.

“Diharapkan dengan gelaran acara ini bisa meningkatkan daya tarik wisata juga mewujudkan  Pangandaran yang aman damai dan selalu mendapat perlindungan Alloh. “ungkap Adang. (Toni Taufik)

HASIL KUNJUNGAN KE BALIT PALMA MANADO, KELAPA HYBRIDA COCOK DI PANGANDARAN

SIDAMULIH-Daerah pesisir memang selalu identik dengan pohon kelapa, batangnya yang tumbuh menjulang dengan lambaian daunnya yang tertiup angin laut menjadi pemandangan tersendiri di sepanjang pesisir pantai. Selain itu, begitu banyak manfaat yang dihasilkan dari salah satu pohon jenis falma ini. 

Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu daerah pemasok gula kelapa terbesar di Pulau Jawa , rata-rata per harinya tidak kurang 150 ton masuk ke pasar-pasar dan pabrik kecap nasional.

Menurut salah seorang pengusaha gula kelapa asal Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, H. Yos Rosbi, hampir 80 % gula kelapa masuk ke pabrik-pabrik kecap, dan sisanya menyuplai sebagian kebutuhan pasar.

“Dengan jumlah sekitar 5 ribu ton per bulan, masih banyak permintaan yang belum bisa kami penuhi. “ungkap Yos saat ditemui PNews di rumahnya.(13/10)

Untuk bisa memenuhi permintaan tersebut, Yos Rosbi melalui Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) pun terus mencari terobosan-terobosan. Seperti yang dilakukan baru-baru ini, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balit Palma) Manado Sulawesi Utara.

“Kami ingin mencoba mengembangkan varietas lain, yaitu kelapa hybrida pendek. “terang Yos.

Dari hasil kunjungan tersebut, AGKP bersama beberapa petani dan Komisi III DPRD, berkesimpulan, kelapa jenis hybrida pendek sangat cocok dikembangkan di pangandaran.

Ada beberapa keunggulan bisa didapat, khususnya untuk para pengrajin gula yang selama ini harus naik pohon kelapa dengan ketinggian 3-10 meter.

“Dalam tiga tahun dari masa tanam, kelapa hibryda sudah bisa produksi dan dalam kurun waktu 20 tahun tinggi pohon kelapa jenis ini hanya 2 meter saja. “terang Yos lagi.

Menurut Yos, ini jelas akan bisa lebih menyerap tenaga kerja, yang selama ini pekerjaan menyadap hanya dilakukan laki-laki saja, nantinya perempuan pun bisa melakukannya karena untuk mengambil nira kelapa hibrida ini tidak perlu memanjat.

Yos menambahkan, pohon kelapa bisa tumbuh walau dibiarkan tanpa pemeliharaan, apalagi jika dirawat tentunya akan membuat pertumbuhannya lebih cepat dan baik.

“200 pohon jenis hybrida ini bisa ditanam dalam area 1 hektar. “jelasnya.

Menjadi pengrajin gula kelapa, menurut Yos, bisa menjadi alternatif pilihan jenis lapangan usaha baru, sebab nantinya bagi anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi pun bisa tetap produktif dengan menjadi mengrajin gula.

“Saya berharap ini bisa direalisasikan, dengan memberdayakan kelompok petani kelapa yang ada di tiap-tiap kecamatan dibawah binaan AGKP dan dinas pertanian. “ujar Yos menutup obrolannya. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN