BASARNAS GELAR KEGIATAN CEGAH BENCANA DI SMAN 1 PARIGI.

PARIGI-Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata tadi pagi membuka kegiatan SAR GOES TO SCHOOL yang digelar Basarnas, Kantor SAR Bandung dan Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran
bertempat di GOR SMAN 1 Parigi, jum'at (23/09).

Dalam sambutannya, Jeje menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangannya. Pasalnya  bencana yang sering terjadi saat ini disebabkan karena ulah manusia yang membuat keseimbangan alam bergeser hingga nenimbulkan bencana dimana mana,

 “Kita memang hidup di negara dengan sumber daya alam yang luar biasa, namun secara geografis berada di wilayah yang rawan bencana, maka tema dalam kegiatan ini benar-benar sangat tepat,” kata Jeje.

Menurut Jeje, masyarakat memang harus meningkatkan terus kewaspadaan dan menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. Warga pesisir harus waspada tsunami, di dataran rendah harus waspada banjir bandang dari sungai, sementara di dataran tinggi harus waspada terhadap longsor.

Jeje mencontohkan,  saat ini hujan dua hari saja di Kecamatan Padaherang dan Kalipucang sudah banjir. Begitu pula sebaliknya, saat tidak ada hujan beberapa minggu saja sungai-sungai langsung kering.

“Ini menunjukkan bahwa keseimbangan alam sudah terganggu,” tegasnya.

Kegiatan yang ditujukan bagi generasi muda terutama para pelajar ini, dengan mengambil tema mewujudkan generasi pelajar yang peduli akan Bencana, dirasakan Jeje, sangat tepat sekali. Mengingat usia remaja masih energik dan dinamis untuk biusa ikut pedulki pada kelangsungan dan kelestarian ala mini.

Sementara Kasie Potensi Kantor SAR Bandung, Heri Marantika dihadapan ratusan peklajar peserta pelatihan mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bahwa setiap saat kita harus siaga menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja.

“Para pelajar juga diberikan pemahaman bagaimana menyikapi berbagai gejala alam yang dapat mengakibatkan bencana dan cara meminimalisir korban dan kerugian,” katanya

Ditempat terpisah Sandi jaelani LO Helly dari Basarnas pusat mengatakan, pelatihan ini sangat penting untuk pengenalan terhadap bencana sejak dari usia dini. Nantinya diharapkan siswa-siswi bisa lebih tanggap sewaktu waktu saat datang bencana, baik itu tsunami, longsor maupun banjir yang terjadi di daerah masing masing, tandasnya. (AGE).

JUS HONJE MINUMAN KHAS PANGANDARAN, TAMPIL DI BAZAR GURILAPS PON-PAPERNAS 2016

PARIGI-Masih dalam rangkaian PON XIX 2016, bertempat di lapang Parigi diadakan bazar “Gurilaps PON Pestival & Ekhibition PON PEPARNAS Jawa Barat 2016” yang dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wkl Buapti, H. Adang Hadari, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, H. Ida Wiradinata-Hj. Endah Hadari, Sekda Mahmud,SH, MH dan pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran.

Saat diminta kometarnya, kepada wartawan, Jeje mengatakan, acara bazar ini merupakan salah satu catur sukses penyelenggaraan PON XIX 2016, yakni sukses bidang ekonomi.

“Dalam bazar ini sengaja kita tampilkan produk-produk asli pangandaran agar bisa lebih dikenal luas masyarakat. “Ungkap Jeje.(23/9).

Ada produk yang benar-benar bisa menjadi ciri khas Kabupaten Pangandaran, seperti jus honje dan gula berbahan dasar buah dahon (pohon sejenis kiray yang biasa tumbuh di pingggir sungai). Menurut Jeje, komoditi tersebut hanya diproduksi di pangandaran saja.

“Ini bisa kita jadikan produk unggulan dan ciri khas pangandaran. “Imbuh Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, sebagai daerah wisata ini akan maju apabila ada tiga hal. Pertama alam yang indah, seninya yang bagus dan ketiga oleh-olehnya yang menarik, baik itu jenis kuliner atau handycraft.

Dalam acara bazar yang akan digelar selama 3 hari ini (23, 24 dan 25 september) ini, menurut Jeje, diharapkan bisa menggali potensi yang ada di masayarakat agar bisa lebih dikembang dalam bentuk UMKM.

“Sekarang saya sedang fokus dulu pada jus honje, karena minuman ini tidak ada di daerah lain dan nantinya oleh PKK akan dibawa ke Unpas di bandung untuk diteliti, ada kandungan apa minuman honje tersebut. “Terang Jeje.

Dan nantinya, lanjut Jeje lagi, pemerintah akan membantu urusan ijin, standar mutu, packing dan pemasarannya dengan cara disimpan di KUD Minasari untuk membantu menjualnya. “Kalau tidak laku, pemerintah yang akan membayar. “Tegas Jeje. (hiek)

MAHALNYA RETRIBUSI PARKIR DI AREA TERJUN PAYUNG, LANGSUNG DISIKAPI PEMKAB PANGANDARAN

PARIGI-Keluhan masyarakat yang ingin menyaksikan penghelatan PON XIX 2016 pada cabang olahraga (cabor) terjun payung tentang mahalnya retribusi parkir di area Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran tempat diselenggarakannya cabor tersebut, langsung disikapi Pemkab Pangandaran.

Menurut Ka Sat Pol PP Linmas Kabupaten Pangandaran, Dadang Abdul Rochman, S.Ip, retribusi parkir tersebut dilakukan Karangtaruna Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang dan bukan oleh UPTD Parkir Bidang Perhubungan Pemda Pangandaran. “Jadi tidak satu rupiah pun retribusi tersebut masuk pemda. “Ungkap Dadang.(22/9).

Dadang yang ditemuui PNews di ruang kerjanya lebih jauh mengatakan, setelah mendengar keluhan masyarakat tentang mahalnya retribusi parkir tersebut, pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. “Memang benar, parkir untuk kendaraan roda dua Rp.10.00 ribu dan kendaraan roda dua Rp.5.000 ribu.”Jelas Dadang.

Setelah semua pihak terkait berkumpul (Karangtaruna, UPTD Parkir dan Pol PP), lanjut Dadang, maka disepakati retribusi parkir di sekitar area Bandara Nusawiru, untuk kendaraan roda empat menjadi Rp.5000 ribu dan roda dua Rp.3000 ribu.
“Kami pun membuat berita acaranya yang ditandatangani oleh pihak-pihak yang berkompeten. “Terangnya lagi.  (hiek)

CIJULANG MENUJU PERADABAN DUNIA, BERJAYALAH DI TANAH LEGENDA.

CIJULANG-Cijulang salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Pangandaran, secara geografis berada di wilayah selatan Jawa Barat, dan mayoritas penduduknya hampir 70% menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian dan nelayan.

Masyarakat cijulang dikenal sebagai masyarakat  yang ramah dan agamis sehingga disegani masyarakat dari daerah lain. Cijulang juga bisa membuat betah para pendatang, saking betahnya di cijulang, banyak pendatang yang menikah dengan warga sekitar dan menetap hingga bertahun-tahun.

Kini cijulang tepatnya di Bandara Nusawiru, dipercaya menjadi salah satu tempat berlangsunya Pesta Olaharaga  Nasional (PON) ke XIX tahun 2016 untuk cabang olahraga terjun payung, yang diikuti dari 12 provinsi.

Mungkin semua itu tak lepas dari sejarah Cijulang yang menurut uga (kepercayaan masyarakat), sudah diramal para orang tua dahulu, Cijulang akan menjadi perhatian dunia. Seperti sekarang, obyek wisata Green Canyon dan pantai Batukaras, namanya dua tempat tujuan wisata tersebut sudah dikenal di dunia wisata internasional. Juga dengan dibangunnya Bandara Nusawiru yang menurut rencana kedepannya akan menjadi Bandara Internasional.

Menurut salah seorang kasepuhan Cijulang, Abah Kundil (56) warga Dusun Binangun Desa Kondangjajar semuanya sudah diramal  para orangtua dahulu jauh-jauh hari.

“Salah satu ungkapan tersebut, Isukan mah di cijulang bakal loba papatong besi (kelak di cijulang akan banyak capung besi/pesawat-red) dan sekarang terbukti cijulang menjadi bandar udara. “Ungkap Abah Kundil. (22/09).

Masih menurut Abah Kundil, warga cijulang konon merupakan keturunan Sunan Raja Mandala yang dikaruniai lima orang anak lelaki. Anak pertama bernama Nini Gede Aki Gede (Sembah gede), yang pada waktu itu ditempatkan di wilayah Banyumas ( saat itu banyumas masuk wilayah kerajaan Galuh). Sebagai bukti nyata di wilayah tersebut sekarang ada tempat bernama Baturraden, konon katanya ditempat itu ada tempat yang dikeramatkan, berupa maqom.
Menurut keterangan, maqom tersebut adalah maqom batire raden (teman raden) yang meninggal diwilayah Purwokerto/Banyumas.

“Gelar raden kan hanya ada di daerah sunda (priangan-red), sebab untuk jawa biasa dengan sebutan ndoro. “Kata Bah Kundil.

Yang kedua, lanjut Bah Kundil, bernama Jang pati yang tinggal di Jambansari Ciamis, ketiga Jang Singa menetap di Panjalu ( maung panjalu), ke empat Jang Raga dan yang kelima Jang Langas (dimakamkan di  Sembah Agung) berada di Desa Batukaras-Cijulang.

Menurut Bah Kundil, semua keturunan Sunan Raja Mandala adalah pejuang dalam mengembangkan syariat agama Islam di tanah Jawa.

“Mereka mendirikan beberapa pesantren, termasuk di wilayah Binangun Cijulang", jelas Abah.

Masih cerita Bah Kundil, menurut buku sejarah kacijulangan, dulu tempat ini (Bandara Nusawiru-red) adalah yang disebut dengan Gunung Amparan, sebuah dataran tertinggi di Nusa  Jawa, dan di sini ada satu makam keramat Sanghiyang Wiruna ( Eyang prabu waseh ), yang masih kerabat dari Sunan Raja Mandala, tepatnya di wiru (sekarang dekat kantor Bandara). Konon dulu tempat tersebut merupakan tempatnya para ghoib-ghoib setanah jawa berkumpul dan mengesahkan Sanghiyang Wiruna mendapat gelar Eyang Prabu Waseh.

Pohon wareng yang berada di sekitar bandara, menurut Bah Kundil,  merupakan pintu gerbang masuk ke kerajaan ghoib yang dikawal para penjaganya dengan jumlah banyak.

“Disana segala mahluk ghoib ada, seperti macan putih, harimau hitam, harimau kuning sementara letak kerajaannya ada di tempat wiru yang tadi saya sebutkan", imbuhnya.

Dahulu kala, dari para leluhur dan abdi dalem kasundaan ada satu kalimat ikrar, isukan mah taya deui tanah resmi lir Pasundan (kelak, tidak ada lagi tanah yang resmi menuju puncak kejayaan, kecuali tanah Pasundan.).

Dari perkataan orang tua dahulu tersebut, kini masyarakat pasundan sudah mulai merasakan dan membuktikan, tanah pasundan memang merupakan daerah yang maju dan menjadi pusat kebudayaan yang mendunia.

“Dari mulai pelaksanaan Konfrensi Asia-Afrika sampai acara acara penting internasional lainnya sering di laksanakan di bandung, dan sekarang menjadi tuan rumah PON XIX 2016. “ pungkas Abah Kundil. (AGE).


KETUA DPRD PANGANDARAN KUNJUNGI MEDIA CENTER PON XIX 2016

CIJULANG-Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd,M,Pd siang tadi (Kamis 22/09) berkesempatan meninjau aktifitas media center di Bandara Nusawiru, kedatangannya pun langsung  disambut Manager media center Kabupaten Pangandaran, Yuyun Gunawan di ruang kerjanya.

Dalam kunjungan tersebut, Iwan menanyakan bagaimana cara kerja media center dalam liputan PON XIX 2016 untuk Cabor terjun payung dan berkuda pacuan sebagai pusat informasi dan data-data penyelenggaraan PON XIX cabor tersebut yang dibutuhkan awak media.

"Sebenarnya tugas media center itu apa, terus gimana peran para wartawan media lokal dalam aktifitas liputan jalannya perhelatan akbar ini, dan apa yang bisa difasilitasi oleh media center juga untuk rekan media lainnya ?" kata nya.

Dijeaskan Yuyun, media center merupakan pusat informasi kegiatan PON XIX yang langsung difasilitasi PB PON dan bukan oleh SUB PB PON yang ada di tiap-tiap daerah.

“Hanya saja kami menyayangkan selama ini  kurang ada koordinasi dengan SUB PB PON Kabupaten Pangandaran dan juga kurangnya fasilitas, seperti bangku, kursi atau keperluan lainnya.“Ungkap Yuyun.

Di Media Center, lanjut Yuyun,  menyediakan fasilitas wifi dan komputer yang diperuntukan para jurnalis yang ikut dengan kontingennya masing masing daerah,

“Jadi bukan untuk media lokal Pangandaran, jadi kami tidak ada urusan dengan media yang ada di daerah", katanya.

Media center, imbuhnya lagi,  sebenarnya tugasnya hanya mengirim data ke PB PON pusat bukan meliput seperti rekan-rekan wartawan.

“ kepada wartawan daerah kami hanya bisa memfasilitasi ID CARD ditambah souvenir tas PON. “imbuhnya.

Iwan berharap baik dari media center atau rekan-rekan wartawan lokal bisa ikut  mensukseskan jalannya PON XIX 2016 sampai dengan selesai. (AGE)

LONGSORAN BATU BESAR PUTUSKAN TRANSFORTASI DI LANGKAPLANCAR

LANGKAPLANCAR-Jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Pangandaran menuju Kota Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Dusun Cikadu Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran lumpuh lantaran terhalang bongkahan batu besar akibat longsor.

menurut salah satu relawan Potensi SAR Pangandaran, Dayat menuturkan, bongkahan batu tersebut berasal dari material longsoran tebing yang sebelumnya mengalami erosi akibat diguyur hujan .

“Akibatnya, sekarang warga kesulitan melakukan aktivitas, padahal jalur tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan ke dua kabupaten Tasikmalaya dan kota Banjar.” terang Dayat.(21/9).

Dayat menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah baik dengan desa setempat atau kecamatan untuk meminta kepada pemerintah daerah mendatangkan alat berat.

Sementara saat diminta komenbtarnya, Ketua Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Pangandaran, Ocid Sutan Abdul Rosid mengatakan, pihaknya segera akan melakukan evakuasi langsung ke lokasi tersebut.

“Kami telah siapkan personil, sambil menunggu alat berat,” singkat Ocid.

Berdasarkan pantauan, jalan yang terhalang bingkahan batu tersebut hanya bisa dilalui kendaraan motor saja. (hiek)

PEMKAB PANGANDARAN AKAN TAMBAH SARANA DAN PERSONIL BALAWISTA

PANGANDARAN-Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyepakati menambah jumlah  personel dan fasilitas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) untuk penguatan sistem keamanan obyek wisata pangandaran, khusus di obyek wisata Pantai Pangandaran sebagai obyek wisata utama. Sesuai masukan pengurus Balawista, dengan penambahan 10 personel utnuk ditempatkan pada obyek yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan, seperti wilayah antara pos 3, area Villa Kuda dan Pos 5 sedkitar kawasan boulevard.

“Selama ini kawasan rawan kecelakaan tersebut hanya dijaga 12 anggota balawista. “Ungkap Jeje.(17/9).
Selama ini banyak wisatawan tenggelam karena banyak wisatawan berenang pada waktu yang dilarang untuk kegiatan berenang. Meneurut Jeje, ia akan meminta ke Polair dan TNI AL untuk berjaga di kawasan tersebut sebelum jam 6.00 pagi.

“Biasanya pengunjung yang datang dini hari itu langsung berenang, padahal saat tersebut belum diperbolehkan berenang. “terang Jeje.

Selain penambahan personel dan pembenahan jam operasional, lanjut Jeje, ia juga menyepakati penambahan fasilitas, seperti satu unit sepeda motor dan penambahan pos jaga. Juga Jeje pun menyetujui pengalokasian anggaran untuk penambahan dan perbaikan pelantang suara di pos-pos jaga.

“Ini semua untuk lebih memberikan rasa aman dan nyaman pengunjung yang datang ke pangandaran. “Kata Jeje.
Selain Balawista, Bupati juga berencana menambah tenaga keamanan pantai dari kalangan warga setempat dengan sebutan “Balad Sarebu”.

“Konsep ini ada di bali dengan menggunakan jasa pecalang dari warga sekitar. “Jelas Jeje lagi.

Disoal hal tersebut, Ketua Balawsita pangandaran, Dodo Taryana mengatakan, pihaknya merasa senang dan menyambut baik kebijakan  yang digulirkan Pemkab Pangandaran untuk lebih menunjang sarana oprasional balawista.
“Kami harap program ini bisa terealisasi bulan oktober besok.”Ungkap Dodo.

Dodo pun mengatakan, selama ini masih ada beberapa pekerjaan rumah yang belum menemukan solusi. Seperti, pengamanan di kawasan Pantai Pasir Putih yang nota bene  masuk ke dalam teritori Cagar Alam yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Kawasan tersebut di luar kewenangan kami dan disinyalir banyak wisatawan masuk tanpa tiket jadi tidak ada klaim asuransi,” terang Dodo. (hiek)

BDC PANGANDARAN BANTU PELAKU UMKM DI “KOTAKU”

PARIGI-Kepedulian pada pangandaran hendaknya dilakukan semua elemen untuk akslerasi mewujudkan Pangandaran Hebat menuju pariwisata berkelas dunia.

Seperti yang dilakukan sebuah komunitas penggerak ekonomi Business Development Center (BDC) Kabupaten Pangandaran yang akan mengelola dana hibah pemerintah untuk program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Seperti dikatakan Ketua BDC Pangandaran, H. Teddy Sonjaya kepada awak media, dalam program tersebut, BDC Pangandaran digandeng untuk turut meningkatkan kesejahteraan warga dan pembangunan daerah melalui pemberdayaan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

“Nilainya sekitar Rp 15 miliar, bersumber dari dana APBN yang disalurkan melalui Kementerian PU,” Kata Teddy.
Menurut Teddy, hibah tersebut tidak akan disalurkan dalam bentuk dana atau barang, tapi lewat program pendampingan dan fasilitas usaha yang akan mulai digulirkan tahun2017 mendatang.

“Untuk Jawa Barat sendiri ada 12 kabupaten/kota yang terpilih dan  tenaga ahlinya pun sudah melakukan feasability study ke Pangandaran, dan alhamdulillah pangandaran masuk kriteria,” kata Teddy lagi.

Teddy yang ditemui di kediamannya di Kecamatan Parigi lebih jauh mengatakan, dengan hibah tersebut  para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Pangandaran akan didorong untuk bisa  menghasilkan produk-produk unggulan dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas. Dan hal tersebut tentunya diharapkan berdampak positif terhadap kemajuan lingkungan masyarkat sekitar.

“Produk-produk yang akan didorong menjadi produk unggulan, seperti gula semut dan olahan ikan asin. “terang Teddy.

Gula semut kalau yang biasanya proses produksi menggunakan bahan kimia menurut Teddy nantinya, bisa diubah tidak lagi menggunakan unsur kimia, sehingga bisa menjadi komoditi kebutuhan ekspor.

“Dan untuk semua ini, kami jelas membutuhkan dukungan pemerintah daerah, misalnya untuk pengurusan sertifikat produksi dan halalnya juga urusan lainnya yang ditangani pemerintah. “ Kata pengusaha muda pemilik perusahaan meubel Sampurna ini.(hiek)
.

PER 1 OKTOBER 2016 TIKET WISATA PANGANDARAN NAIK

PANGANDARAN-Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana akan menaikan tarif obyek wisata yang akan mulai diberlakukan mulai 1 Oktober 2016 mendatang. Ketetapan yang akan dituangkan  Peraturan Bupati Nomor 28 tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga tersebut berlaku untuk 5 obyek wisata (ow) yang dikelola pemda.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata, Perndagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Drs.Muhlis saat ditemui  usai menggelar sosialisasi penyesuaian tarif dengan jajaran pemerintah dan pelaku usaha wisata di Gedung TIC Pangandaran.

“Kelima obyeki wisata tersebut antara lain, Pantai Pangandaran, Batuhiu, Batukaras, Batuhiu, Karapyak dan Cukang Taneuh (Green Canyoon-red). “Terang Muhlis.(20/9).

Ditambahkan Muhlis, semua OW tersebut masuk dalam klasifikasi kelas I kecuali Pantai Karapyak kelas II. Dalam Perbup tersebut, tarif masuk ke OW Kelas I dikenakan retribusi Rp 5.000, naik Rp.1500 dari sebelumnya Rp 3.500.

Sedangkan untuk tarif speda motor, lanjutMuhlis menjadi Rp 10.000 (sebelumnya Rp 7.500), jeep/sedang dan sejenisnya 25.000 (sebelumnya Rp 19.500), minibus kecil dan sejenisnya Rp 50.000 (sebelumnya Rp 36.000), serta minibus besar dan sejenisnya Rp 75.000 (sebelumnya Rp 51.500), bus kecil dan sejenisnya Rp 100.000 (sebelumnya Rp 80.000), bus sedang dan sejenisnya Rp 150.000 (sebelumnya Rp 104.000) dan bus besar/sejenisnya Rp 250.000 (sebelumnya Rp 172.000).

Keputusan menaikan tarif masuk obyek wisata ini, menurut Muhlis, selain untuk penyesuaian dengan kondisi ekonomi saat ini juga diharapkan bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Tiket pariwisata pangandaran terhitung murah dan kenaikan ini karena kita butuh meningkatkan PAD untuk pembangunan dan penataan pariwisata. “Kata Muhlis.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran, Edi Rusmiadi, sepakat dengan langkah Pemkab Pangandaran menaikan retribusi obyek wisata untuk pembangunan dan pelayanan di sektor pariwisata.

Pada dasarnya pihaknya setuju dengan kaniakan tersebut, namun pemerintah daerah juga harus punya pertimbangan, waktu pemberlakuan tarif baru pada 1 Oktober 2016 terlalu mepet dan itu akan menjadi kesulitan tersendiri bagi pengelola usaha jasa wisata. Tour operator, travel untuk menyesuaikan tarif jasa yang mereka tawarkan pada wisatawan.

“Sebab pada umumnya mereka sudah ada order hingga Oktober dan bulan-bulan setelahnya (dengan tarif lama-red),” Ungkap Edi.

Jika tarif retribusi wisata akan dinaikan, lanjut Edi, sebaiknya tidak dibarengi dengan kenaikan retribusi lainnya. Seperti tarif  kebersihan, parkir, dan lain-lain, karena menurut Edi, kenaikan ini akan dirasakan drastis oleh wisatawan.

“Kenaikan retribusi wisata tentunya harus benar-benar diikuti dengan perbaikan fasilitas dan pelayanan. Sebab jika tidak bisa jadi wisatawan kapok berlibur ke Pangandaran. “Pungkas Edi. (hiek).

ATLIT TERJUN PAYUNG DIY PINGSAN AKIBAT KELELAHAN

CIJULANG-Atlet terjun payung putri kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Endang Tribrata Elma terpaksa dirawat di medical center Bandara Nusawiru Kabupaten Pangandaran tempat diselenggarakannya laga cabang olaharaga terjun payung PON XIX 2016 setelah mengalami  pingsan akibat kelelahan,

Endang terpaksa diangkut mobil ambulan dan dibawa oleh team anggota BASARNAS Jabar ke medical center untuk mendapatkan pertolongan pertama setelah menderita kelelahan usai pendaratan parasutnya dan langsung ditangani tim medis. Endang pingsan diduga akibat  kelelahan saat setelah melakukan penerjunan hingga sehingga dia membutuhkan bantuan oksigen.

Menurut asisten pelatihnya, Yudiana, mungkin karena kelelahan Endang jatuh pingsan, ditambah udara di dalam tenda tempat atlit, udaranya memang cukup  panas karena tidak ber-ac.

“Setelah mendapat perawatan dari tim medis, Endang pun bisa pulih kembali. “Ungkap Yudiana.(20/9).

Ditambahkan Yudianan, Endang jatuh pingsan saat setelah dirinya mendarat dari ketinggian 3500 fit pada kelas lomba ketepatan mendarat beregu putri perorangan. Dan sebenarnya Endang  harus menyelesaikan enam babak lagi setelah ia melaksanakan empat babak sebelumnya dari berbagai kelas.

"Semoga Endang bisa cepat sehat kembali agar bisa menyelesaikan empat babak lagi di babak selanjutnya. “Tambah Yudiana, (AGE.
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN