ATLIT TERJUN PAYUNG JATENG GAGAL BUKA PARASUT UTAMA

CIJULANG-Cabor terjun payung hari ini, Selasa (20/09) diwarnai insiden tidak berkembangnya parasut utama salah seorang atlit yang mengakibatkan tidak sempurnanya penerjunan. Beruntung atlet dari kontingen Jawa Tengah ini selamat dengan menggunakan parasut cadangan, hanya parasut utamanya dilepas dan terjatuh.disekitar perairan Pantai Batukaras, kecamatan Cijulang, kabupaten Pangandaran, sekitar 2-3 km dari tempat pendaratan di bandara Nusawirau Cijulang Kabupaten Pangandsaran.

Atlet terjun payung bernama Siswo (46) dari kontingen Jawa tengah kepada sejumlah awak media di tenda kontingen menerangkan, ada kesalahan saat mulai penerjunan, dimana saat akan membuka parasut utama tali parasut utamanya menyangkut pada parasut cadangan.
“Karena parusut utma sulit berkembang, akhirnya saya putuskan untuk melepaskan parasut utama tersebut dan digantikan parasut cadangan, Alhamdulillah saya bisa mendarat selamat" Terangnya.

Semnetara masih di arena PON Cabang Olahraga Terjun paying Nusawiru, seorang atlit putri pingsan saat pendaratan disebabkan kekurangan oksigen hingga harus dibawa ke center medical di arena venue. (AGE)

VEANU TERJUN PAYUNG NUSAWIRU DIGENANG AIR SETELAH HUJAN

CIJULANG-Salah satu kontingen cabor terjun payung asal Kalimantan Timur (kaltim) mengeluhkan kondisi tempat berlangsungnya kegiatan perhelatan cabor ini di Bandara Nusawiru- Cijulang  terkesan kumuh dan kotor.

Deni (40), salah seorang rombongan yang ikut kontingen Kaltim mengungkapkan, ia sangat menyayangkan kondisi disekitar tempat berlangsungnya PON XIX cabor terjun payung yang kurang.sedap dipandang mata. Banyaknya air yang tergenang di lapangan bekas hujan semalam serta  rumput-rumput yang tumbuh liar terkesan tidak tertatanya arena perlombaan olahraga berskala nasional ini.

“Ini kan acara perhelatan nasional, seharusnya panitia bisa lebih memperhatikan masalah ini jauh- jauh hari sehingga semua kekurangan ini pasti bisa diatasi, “ katanya. (20/09).

Tapi kalo sudah seperti ini, lanjut Deni,  mau gimana lagi, ia pun memilih mending fokus sama atlet saja agar bisa meraih prestasi terabik.

Ditempat terpisah, saat  PNews konfirmasi ke kepala Bandara Nisawiru, Hendra . Dikatakan hendra, terkait masalah ini pihaknya hanya penyedia tempat saja.

“Walau kami disini sebagai manager venue tapi tetap ada keterbatasan anggaran dalam menata segala sesuatuanya yang berkaitan dengan PON XIX 2016 sebagai tempat.cabor terjun payung", jelasnya.

Hendra menambahkan, pihaknya pun sejak awal.sudah mencoba meratakan rumput dengan menggunakan mesin potong rumput disewa dengan menggunakan anggaran sendiri. Membersihkan sampah setelah usai lomba di hari pertama, menjaga keamanan pesawat berikut membersihkan nya dan setiap hari membersihkan toilet toilet untuk kepentingan kontingen terjun paying.
Terakhir kami ingin mengeringkan air yang tergenang dilokasi venue dengan menggunakan
mesin sedot.air tapi dengan keterbatasan anggaran akhirnya tidak jadi/

“Kami sendiri merasa bingung dengan masalah ini", terangnya.

Menurut Hendra, diharapkan SUB PB PON XIX Kabupaten Pangandaran bisa bekerjasama dalam hal ini, jangan sampai tanggung jawab ini.dibebankan pada pihajknya saja. (AGE)




ALVARO DISUNAT JIN ISLAM ?

PARIGI-Kejadian aneh menimpa pasangan keluarga Ani dan  Koswara warga dusun Bojongsalawe Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran. Ia dikagetkan saat bangun tidur mendapati anaknya yang ke tiga Alvaro (3) telah disuna, padahal selama ini ia belum pernah membawa anaknya ke tempat sunat.

Ibu kandung anak tersebut, Ani (35) menjelaskan, kejadiannya berawal tatkala anaknya sekitar jam 2.00 sabtu (17/9) dini hari  tiba tiba menangis. Kebetulan malam tersebut di luar rumah hujan yang disertai angin kencang.

”Saat itu saya mencoba untuk meredakan tangisnya tanpa ada satu kecurigaan apa pun. “

Tapi saat anaknya mau buang air kecil, lanjut cerita Ani, keanehan terjadi, pasalnya kemaluan anaknya nampak dalam keadaan sudah disunat,

“Awalnya saya dan suami saya pun tidak percaya dan bingun, apakah saya sedang mimpi karena tidak percaya melihat kelamin Alvaro sudah disunat. “Tutur Ani lagi.

Setelah kejadian malam tersebut, menurut Ani, ia dan suaminya pun memanggil petugas kesehatan yang ada di Desa Parigi. Hasil pemeriksaan petugas dari kesehatan tersebut menjelaskan, memang benar alat kelamin Alvaro sudah dalam keadaan disunat.

“Padahal sebelumnya saya dan suami saya tidak punya firasat atau mengalami kejadian aneh, bahkan mimpi pun tidak. “imbuh Ani.

Pasca kejadian tersebut, beredar kabar di dusun tersebut, Alvaro disunat jin islam.

“Saat saya tanya pada salah seorang tokoh di sini, katanya yang melakukan sunat anak saya adalah jin islam, wallahualam….”Ungkap Ani. (AGE)

16 KUDA KONTINGEN JABAR LOLOS KE FINAL, PELUANG MEDALI EMAS PUN SEMAKIN TERBUKA

CIMERAK-Cabang Olahraga (cabor) Pacuan Kuda Kontingen Jawa Barat semakin terbuka lebar, dari 23 ekor kuda yang diturunkan di babak penyisihan, 16 kuda lolos menuju babak final.

Pelatih cabor Pacuan Kuda Kontingen Jawa Barat, Karina Zakatia Saddak mengatakan, hasil perlombaan babak penyisihan yang digelar Kamis, (15/9) kontingen jabar berhasil meloloskan 16 kuda di tiap-tiap kelas dan dipastikan lolos ke babak final.

“Dari 16 kuda tersebut 6 diantaranya kuda betina dan 10 kuda jantan yang menjadi andalan Kontingen jabar,” kata pelatih berusia 26 tahun ini.

Ia menambahkan, saat ini tim kontingen jabar terus konsentrasi menjaga kesehatan kuda dan joki untuk menghadapi babak final nanti.

“Untuk venue sudah bagus, namun harus lebih diperhatikan keamanannya karena sering terjadi hujan dan banyak genangan air di lokasi lintasan,” terangnya.

Karina juga berharap pada panitia penyelenggara bisa menyediakan ruangan khusus joki saat pelaksanaan babak final mendatang supaya para joki steril untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau seluruh joki dari 12 kontingen disatukan dalam satu ruangan, kami khawatir ada negosiasi atau kompromi dan intimidasi diantara para joki, jadi sekali lagi kami mohon untuk ruangan joki harus seteril,” harap Karina.

Karina juga menjelaskan, dalam babak penyisihan, Kontingen Jabar saat ini meraih 12 emas, 10 perak dan 4 perunggu dengan raihan total 26 medali dan setiap kelasnya memiliki perwakilan.

“Untuk kelas E ada 2 ekor kuda, D ada 3 ekor kuda, C ada 3 ekor kuda, A. 1300 meter ada 3 ekor kuda dan kelas A. 2200 ada 5 kuda,” jelas Karina.

Menurut Karina, untuk babak final nanti kontingen jabar akan menurunkan kuda bernama Red Silenos di kelas A. 2200. Kuda ini  tidak pernah kalah disetiap event kelas A.2200 dan pada setiap simulasi PON pun selalu menang.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Kabupaten Pangandaran, Asep Herdis mengatakan, pelaksanaan babak penyisihan cabor pacuan kuda seluruhnya ada 12 race yang akan diikuti 12 kontingen.

“Babak penyisihan sudah selesai dilaksanakan dan untuk babak final akan digelar tanggal 28 september mendatang. “jelas Asep. (AGE)

HASIL BABAK PENYISIHAN CABOR KUDA PACUAN PON XIX 2016

Race 1 Kelas E 1.200 meter, 5 besar : P Blang Katir dari Kalsel, Dewi Karangetan dari DKI, Nur Fadilah dari Jatim, Joy Matilda dari Sulbar, dan Lasso Eclips dari Jateng.
Race 2 Kelas E 1.200 meter, 5 besar : Bella Eclipse dari jateng, Miss selebritis dari Jatim, Pahlawan dari D I Y, P Nyale dari Kalsel dan Bejo Wagir dari Jatim.
Race 3 kelas D 1.400 meter, 5 besar : Ibantong dari DIY, Suko Nagari dari DKI, Raja Teror dari Kalsel,Toreh dari Jatim dan Tolak Balak dari Jateng.
Race 4 Kelas D 1.400 meter, 5 besar: Permata Hitam dari Jatim, Macho dari Jabar, Timo Eclipse dari Jateng, Red Rose dari DKI dan Amor Sem Limite dari Jateng.
Race 5 Kelas C 1.600 meter 4 besar: Sambit dari Jatim, Motivator dari Jabar, Haqul Yakin dari Jateng dan Mahkota Ratu Lilin dari NTT.
Race 6 Kelas C 1.1600 meter, 4 besar: Puta Menteng dari D I Y, Smart Lady dari DKI, P Police dari Kalsel, dan Super Great dari Jatim.
Race 7 Kelas C 1.6Yg 4 besar : Preman dari Kalsel, Lady Adiri dari D IY, Sapu Angin dari Jatim dan Hangku Jebat dari Riau.
Race 8 Kelas A 1.300 meter, 4 besar : Djohar Manik dari Jateng, Tirtajaya dari Kalsel, P Queen Sonic dari Jateng.
Race 9 kelas A 1.300 meter 4 besar : Tingkel Ball dari DKI, Elingprigel Eclipse dari Jateng, Jatakarta dari DKI dan P Yoker dari Kalsel.
Race 10 A 1.300 meter 4 besar : Century Manglayang dari Jabar, The Ice Man dari Jateng, Peterpan dari DKI dan Exel Jatim dari Jatim.
Race 11 Kelas A 2.200 meter 5 besar: Saud dari Jateng, Perkasa dari Jabar, Aikon dari Jatim, Yaras Flash dari Riau dan Tuan Nagari dari DKI.
Race 12 Kelas A 2.200 meter, 5 besar : King Savero dari Jabar, Matahati dari Jabar, Garuda Bintang dari Sulut, Putra Pertiwi dari DKI dan Beauty Eagling dari Kaltim. (AGE)

WISATAWAN KELUHKAN BAU LIMBAH AYAM DI SUNGAI CIJALU HILIR

PARIGI-Komunitas penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Margacinta Kecamatan Cijulang melaporkan  pengusaha potong ayam ke Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Pangandaran yang diduga melakukan pencemaran di sekitar Sungai Cijalu Hilir di perbatasan Kecamatan Cijulang dan Parigi.

Menurut Ketua Kompepar Desa Margacinta, Asep Kartiwa, sungai Cijalu Hilir  kini tidak lagi bersih, akibatnya wisatawan pun merasa tidak nyaman dengan keadaan sungai yang kotor dipenuhi limbah sisa pemotongan ayam yang dibungkus karung serta menimbulkan bau tak sedap dikarenakan limbah ayam tersebut terus terapung di sungai sampai membusuk.

“Saya sering mengantar wisatawan yang meminta dipandu menyisir sungai tersebut, wisatawan kecewa karena jalur sungai terkesan kotor dan hampir sepanjang aliran sungai mencium bau tak sedap” jelas Asep.(19/9).

Masih dikatakan Asep, setelah pihak kompepar melakukan investigasi ke lapangan, ternyata ada warga yang sering membuang bulu ayam sisa dari proses pemotongan ayam berasal dari perusahaan ayam pedaging yang berlokasi di sekitar sempadan sungai parigi.

“Kejadian itu berlangsung sudah cukup lama, warga meminta instansi terkait segera menangani permasalahan ini, bila perlu menutup pengusaha yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan,” paparnya.

Sementara Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) BPLH Kabupaten Pangandaran DR.Erik Krisnayudha Astrawijaya Saputra membenarkan adanya laporan dari warga dan kompepar Desa Margacinta terkait pencemaran sungai Cijalu Hilir.

“Saat kami langsung turun ke lapangan, ternyata benar sungai yang sudah dijadikan destinasi wisata tercemar akibat limbah sisa pemotongan ayam yang dibuang ke sungai,” kata Erik.

Setelah dilakukan musyawarah antara pemilik usaha ayam, Kepala Desa Parigi, Tata Sutari, SE dan petugas dari  BPLH, semua sepakat terhitung sejak hari ini senin (19/09) para pengusaha potong ayam tidak akan lagi membuang limbah bekas proses pemotongan ayam ke sungai, dan jika hal tersebut dilakukan kembali, maka akan dikenakan sanksi pencabutan ijin usaha dan akan diajukan secara hukum.

Alhamdulillah, kesepakatan itu dapat diterima oleh para pengusaha ayam potong, “ pungkas Erik.  (AGE)

RIBUAN MASYARAKAT SAKSIKAN TERJUN PAYUNG PON XIX

CIJULANG-Bandara Nusawiru di Kecamatan Cijulang kabupaten Pangandaran sebagai tempat perhelatan PON XIX cabang olahraga (cabor) terjun payung, Minggu (18/09) manjadi lautan manusia saat dimulainya cabor tersebut. Sejumalh atlit dari masing-masing kontingen pun unjuk gigi para atlet melayang-layang di udara, dan gemuruh sorak sorai terdengar pun dari ribuan penonton yang menyaksikan acara tersebut.

Antusias warga dari dalam dan luar pangandaran yang ingin menyaksikan dari dekat begitu besar. Terbukti, dengan tumpah ruahnya masyarakat di arena terjung payung hingga beberaa warga bahkan ada yang datang dengan kendaraan bak terbuka dan rela diterpa sengatan panas matahari  sejak pagi hingga berakhir pukul 14.00 wib.

Salah  seorang penonton, Suwijo (32) asal Cilacap, Jawa tengah mengaku, dia bersama keluarganya jauh jauh sengaja datang  untuk menonton Terjun Payung, karena jenis olahraga ini memang sangat jarang bisa disaksikan langsung.
Menurut Sujiwo, sudah lama ia menunggu kesempatan untuk melihat langsung aktraksi yang akan diperlihatkan para atlit terjun paying di angkasa.

“kebetulan tempat diselenggarakan terjun paying PON XIX ada di pangandaran, saya dan keluarga berangkat dari Cilacap pukul 05.00 pagi, takut ga kebagian tempat, saya puas bisa menyaksikan atraksi udara para atlet nasional terjun payung", Ungkapnya.

Hal senada disampaikan Rukanda (44), salah seorang penonton asal Parigi, menurut dia, selain menonton menonton lomba terjun payung pun sekaligus mempunyai edukasi kedirgantaraan untuk anaknya dengan mengenal jenis-jenis pesawat yang ada di bandara.

"Sekalian bawa anak anak sambil belajar dan melihat langsung acara terjun payung, acara yang jarang sekali anak anak lihat, “ungkapnya.

Sementara Asep Bastian warga Cijulang mengaku ingin menyaksikan olahraga Terjun Payung dari dekat dan mengenal jenis pesawat milik TNI AU yang membawa para atlet saat akan melakukan atraksi terjun payung. (AGE).

FINAL TERJUN PAYUNG TANGGAL 28 SEPTEMBER

CIJULANG-Ketua Sub PB PON XIX Kabupaten Pangandaran H.Jeje Wiradinata secara resmi membuka pelaksanaan cabang Olahraga Terjun Payung babak penyisihan di Bandara Nisawiru, Minggu (18/09) yang diikuti 108 atlet dari 13 kontingen.

Dalam sambutannya Jeje mengatakan, bukan hanya kemenangan saja yang menjadi utama, tapi sportifitas para atlet dalam ajang kompetisi tingkat nasional ini pun harus diperlihatkan karena ini satu keharusan dalam kegiatan dunia olahraga.

“Saya ucapkan, selamat bertanding kepada seluruh atlet terjun payung yang akan mulai  bertanding hari ini dan siapa yang menjadi terbaik di ajang bergengsi olahraga nasional tersebut tentunya akan membawa nama baik daerah anda. “Kata Jeje.

Sementara menurut Ketua Panitia Pelaksana, Dadang Satria Kamajaya menerangkan, cabor terjun payung akan sudah dilaksanakan hingga babak finalnya pada 28 September mendatang. Kelas yang dilombakan diantaranya, nomor mendarat beregu putra putri, mendarat perorangan putra putri, kerjasama diudara, dan kerjasama antar parasut.

“Kita berharap ini tidak ada kendala apa pun dan cuaca pun bisa bersahabat sehingga lomba cabor terjhun paying pun bisa sukses dan keapada seluruh atlit dari seluruh kontingen agar tetap bisa menjaga sportifitas serta menunjukan prestasi untuk negeri,” imbuhnya. (AGE)

WARGA CIMERAK DIRESAHKAN OLEH AKSI PENCURIAN SAPI

CIMERAK-Pencurian hewan ternak sapi dengan cara sadis terjadi di Blok Ramukasang Dusun Cisodong Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran sudah sangat meresahkan warga. Salah seorang warga, Dede Latopah mengungkapkan, warga di lingkungannya kini resah lantaran sering terjadi aksi pencurian ternak sapi dengan cara tidak wajar, pencuri melakukan aksinya dengan cara menyembelih sapi dilokasi dan hanya mengambil bagian dagingnya saja.

“Pencurian tersebut sudah 2 ekor milik Yayah warga Dusun Cisodong Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak,” kata Dede Latopah.(18/9).

Ditambahkan Dede, kejadian tersebut diketahu setelah salah seorang warga menemukan bangkai sapi sekitar pukul 09.00 WIB dengan melihat ada bagiaan kepala dan tulang sapi yang tergeletak dilokasi yang tidak jauh dari kandang.

“Satu ekor ditemukan tinggal kepala dan tulang di sekitar kandang sementara satunya lagi ditemukan sekitar satu kilometer dari kandang,” tambah Dede.

Warga menduga pelaku menjalankan aksinya tidak sendiri dan sudah berpengalaman menyembelih sapi, pasalnya, pencurian sapi ditempat itu sering terjadi hampir setiap bulan haji setiap satu tahun satu kali dan sampai sekarang pelakunya belum tertangkap

“Sebelumnya disini pernah terjadi pencurian sapi, namun pelaku berhasil ditangkap hingga pelaku tewas dihajar massa,” pungkasnya. (AGE).

AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI SEBAGIAN WARGA PADAHERANG DAN CIGUGUR TERENDAM BANJIR

CIGUGUR/PADAHERANG - Puluhan rumah warga di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran terendam banjir, hal tersebut terjadi akibat meluapnya sungai Citanduy setelah diguyur hujan besar beberapa hari lalu.

Ketua Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Pangandaran, Ocid Sutan Abdul Rosid mengatakan, banjir terjadi sejak Sabtu, (17/9) pukul 17.00 WIB yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Banjir terjadi di Dusun Sukasari Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang mengakibatkan terendamnya beberapa rumah warga, dan hingga pukul 24.00 WIB air belum juga surut,” kata Ocid.

Masih kata Ocid, akibatnya sebanyak 32 rumah warga terendam air setinggi 80 centi meter dan terpaksa warga yang rumahnya terkena banjir diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Sementara ditempat terpisah salah seorang warga, Dedi (49), mengatakan, banjir juga terjadi di Dusun Jajaway Desa Pagerbumi dan Desa Campaka Kecamatan Cigugur yang mengakibatkan sebanyak 24 rumah warga terendam bahkan mengakibatkan 3 rumah mengalami rusak sedang.

“Banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah warga, bahkan beberapa peralatan rumah tangga seperti peralatan elektronik banyak yang rusak dan terbawa arus banjir,” ungkap Dedi.

Berdasarkan pantauan di lapang petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Relawan FKDM, TNI dan Polri pun telah berada di beberapa titik lokasi banjir dan segera mengevakuasi warga serta membuat dapur umum untuk warga yang terkena dampak langsung banjir.

“Tidak ada korban jiwa dari kejadian banjir tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta,” pungkas Dedi. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN