PANGANDARAN BISA MENJADI PENGCAB FAI

CIJULANG-Pangandaran sangat beruntung bisa menjadi tempat diselenggarakannya salah satu Cabang Olahraga (cabor) pada ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XIX tahun 2016. Pasalnya, veanu 2 cabor, lomba kuda pacu di legokjawa Cimerak dan Terjun Payung di Bandara Nusawiru dengan fasilitas dan standar nasional ini bisa digunakan untuk pembinaan atlit-atlit Kabupaten Pangandaran pada kedua cabor tersebut dan dimungkinkan kedua veanu tersebut menjadi milik Pemkab Pangandaran.

Seperti disampaikan Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FAI) Terjun Payung, Nisfu Chasbullah, Kabupaten Pangandaran bisa menjadi salah satu tempat pembinaan atlit olahraga dirgantara karena fasilitas tempat latihan sudah tersedia.

“Tidak semua kabupaten-kota bisa menjadi pengcab (pengurus cabang-red) FAI. “Terang Nisfu.(18/9).

Nisfu yang ditemui di Bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tempat diselenggarakannya cabor terjun Payung, mengatakan, Nusawiru nantinya bisa menjadi tempat pembinaat dan latihan atlit FAI, karena bandara nusawiru tidak terlalu sibuk dengan penerbangan komersilnya.

”Saya kira nusawiru sangat cocok dijadikan tempat pembinaan atlit-atlit FAI. “Kata Nisfu.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pun menyambut baik tawaran yang disampaikan Ketua FAI tersebut dan berencana akan dikomunikasikan dan membahasnya.

 “Saya kira Benar apa yang disampaikan Pa Nisfu, nantinya kita bisa memanfaatkan veanu terjun paying ini untuk pembinaan atlit-atlit pangandaran. “ Ungkap Jeje.

Malah, secara berseloroh, Jeje pun menawarkan kepada putranya masuk FAI untuk menbjadi atlit terjun payung.

 “Ade mau jadi atlit terjun payung ? mau ya…?”Tanya Jeje pada putra bungsunya. (hiek)

16 KUDA LOLOS KE FINAL, JABAR OPTIMIS RAIH 3 MEDALI EMAS


PANGANDARAN-Cabang olahraga Kuda Pacu kontingenn Jawa Barat kembali menunjukan kuda-kuda handalnya, 16 kuda dari jabar berhasil lolos ke babak final dalam adu kecepatan di lapangan pacuan kuda Legokjawa Kabupaten Pangandaran pada ajang PON XIX 2016.

“Kami optimis, target 3 medali emas bisa kami raih. “Ungkap Pelatih Cabang Olahraga pacuan kuda kontingen jabar, Karina Zakatia Saddak.(15/9).

Ditambahkan Karina, pada PON XIX, Jawa Barat mengikuti seluruh kelas yang dilombakan dengan membawa 23 ekor kuda andalan dan 7 joki dengan  menargetkan 3 medali emas untuk seluruh kelas yang akan dilombakan.

“Target kami, setiap kelas harus mendapat medali,” kata Karina.

Masih kata karina, hasil pertandingan dibabak penyisihan hari ini (15/9-red) hasilnya sangat baik, sebanyak 16 kuda berhasil lolos ke babak final sehingga peluang cabang olahraga kuda pacu  jabar untuk   meraih target 3 emas semakin besar.

"Di Kelas E ada 2 kuda,  D 3 kuda, C 3 kuda,  A 1300 3 kuda,  danj kelas A 2200 ada 5 kuda,"terangnya.

Sambil menunggu babak final tanggal 28 september, menurut Karina, pihaknya akan berkonsentrasi penuh untuk menjaga kesehatan kuda dan atlet.

Disoal lapangan pacuan kuda Legokjawa, Karina mengatakan, sudah bagus dengan latar belakang pemandangan pantai menjadi ciri khas lapangan pacuan kuda yang ada di pangandaran.

"Cuma agar bisa diperhatikan saja jika hujan turun diusahakan supaya tidak ada genangan air dan  kalau bisa untuk  final nanti kami butuh ruangan khusus untuk atlet,"pungkasnya. (hiek)

INI DAFTAR PEROLEHAN MEDALI SEMENTARA POIN XIX 2016


LOMBA KUDA PACU PON XIX RESMI DIBUKA


PANGANDARAN-Salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada PO XIX 2016, kuda pacu di lapangan pacuan kuda Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran resmi dibuka kamis (15/9) dengan diikuti langsung 12 kontingan dari berbagai propinsi. 

Dalam sambutannya, Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi),  Muhammad Chaidir Saddak, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang sudah ikut dalam mempersiapkan sarana untuk penyelenggaraan lomba olahraga kuda pacu pada ajang PON XIX yang diselenggarakan di Pangandaran.

“Lapangan ini sangat bagus dan bisa dikatakan sudah berskala internasional, dan tidak lupa kepada seluruh kontingan saya ucapkan selamat bertanding. “Kata Chaidir.(2/9).

Sementara salah seorang panitia penyelenggara, Dhani Supardi mengatakan, hari ini akan langsung digelar untuk babak penyisihan.

"Setelah upacara pembukaan, hari kita akan lombakan sebanyak 12 race yang diikuti 12 kontingen. “Terangnya.

Ditambahkan dani, 12 kontingen yang akan langsung berlomba, diantaranya, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Riau, dan Nusa Tenggara Timur.

Dan kelas yang akan dipertandingkan hari ini, lanjut Dani, yaitu, A terbuka 2.200 meter, A terbuka 1.300 meter, C 1.600 meter, D 1.400 meter, dan kelas E 1.200 meter.

 "Ada lima medali emas yang akan diperebutkan pada cabor ini. “terang Dani lagi. (hiek)

WISATA BARU TERPOPULER, GREENCANYON PANGANDARAN MASUK API 2016

NET-Green Canyon, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran terpilih menjadi nominasi penerima Anugrah Pesona Indonesia (API) 2016 yang digelar ayojalanjalan.com bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata untuk kategori Tujuan Wisata Baru terpopuler.

Seperti ditulis Website Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, peluncuran kegiatan Anugerah Pesona Indonesia yang dihelar tanggal 25 Mei 2016,m sementara untuk periode pemilihannya (voting) dilakukan sekitar  bulan mei 2016 s/d  Agustus 2016 dan penutupan kegiatan tersebut direncanakan tanggal 16 September mendatang seperti.

Dalam gala dinner nanti, direncanakan akan dilakukan penyerahan penghargaan bagi destinasi wisata yang paling banyak terpilih dan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya kepada Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) dimana destinasi atau obyek wisata tersebut terpilih. ***

SETELAH 2 HARI PENCARIAN, MAYAT ANDRIANA DITEMUKAN DI PANTAI PAMUGARAN

PANGANDARAN-Seorang mahasiswa Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmaloaya, Andriana (19) yang hilang tenggelam pada sabtu (12/9) lalu akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa senin pukul 16.45 oleh Tim SAR setelah mendapat laporan dari warga di seputar pantai Pamugaran Pangandaran, sekitar 2 km dari lokasi kejadian korban tenggelam.

“Saat kami masih melakukan pencarian, mendapat laporan warga ada mayat, kami pun segera mengevakuasi mayat tersebut. “terang Ketua Banda Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pangandaran, Dodo Taryana saat ditemui awak media di Puskesmas Pangandaran, Senin (12/9).

Ditambahkan Dodo, setelah mayat tersebut diperiksa dan dicocokan dengan korban tengelam, dan ternyata ciri-cirinya sama dan dipastikan korban adalah Andriana yang hilang sabtu lalu.
Untuk sementara, menurut Dodo, mayat pun disimpan di Puskesmas Pangandaran sambil menunggu keluarga korban dari Tasikmalaya.

”Kami pun terus menghubungi korban dan memberitahukan tentang penemuan jasad Andriana. “lanjut Dodo.

Diterangkan Dodo, Andriana terseret arus laut saat berenang bersama dua orang rekannya di sekitar pos 3 Pantai Barat Pangandaran sekira pukul 07.44. Dari tiga korban tenggelam tersebut, dua di antaranya Rian Sopyan (19) dan Deni Sirojudin (20) bisa  diselamatkan, Namun nahas, menurut Dodo, Andriana tak bisa terselamatkan karena terbawa arus deras dan terjerembab di palung laut hingga akhirnya sempat menghilang.

Pencarian korban yang dilakukan sejak sabtu, lanjut Dodo, juga dilakukan oleh tim SAR gabungan dan Tim Basarnas dari Bandung yang ikut mengerahkan tim untuk membantu pencarian korban.

“Kami sempat kehilangan dalam pencarian korban,hingga hari senin sekitar jam 16.45 ada warga melapor melihat tubuh korban. “Kata Dodo.

Dodo pun menyesalkan, ketiga korban berenang di zona terlarang yang banyak terpampang papan larangan berenang.

“Ada banyak papan larangan yang kami pasang dari lokasi pos 3 hingga pos 5 sampai ke barat,” jelasnya.

Seperti diketahui, Andriana salah seorang mahasiswa IAIC Tasikmalaya sedang berlibur di Pangandaran bersama rombongan rekan-rekannya berjumlah 26 orang dan tiba di Pangandaran  Jumat malam (11/9). “Kami wisata ke pangandaran kebetulan ada libur panjang Idul Adha. "Ujar salah seorang teman korban, Ebit. (hiek)

SESOSOK MAYAT DITEMUKAN WARGA DI PANTAI CIBENDA

PARIGI-Warga Desa Cibenda Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran tepatnya di pantai sebelah timur obyek wisata Batu Hiu, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas dengan kondisi yang sudah membusuk.(13/9).

Salah seorang petugas SAR Pangandaran, Asep Dani menuturkan, mayat tersebut pertama ditemukan salah seorang warga, Jamil (44) saat hendak memancing di lokasi sekitar ditemukan mayat tersebut.

“Warga pun segera melaporkan penemuan mayat tersebut ke kantor polsek parigi. “Kata Asep.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, lanjut Asep, mayat tersebut dibawa ke Puskesmas Pangandaran.

“Melihat kondisi mayat dengan kondisi yang sudah sebagian tubuhnya membusuk, diperkirakan korban tenggelam 4-5 hari lalu. “Terang Asep.

Karena tidak ada selembar pun identitas ditemukan, mayat yang diperkirakan korban kecelakaan tenggelam di laut pun untuk sementara disemayamkan di kamar jenazah Puseksmas Pangandaran.

“Untuk menunggu penanganan petugas berwenang dan menunggu barangkali ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, mayat tersebut disimpan di puskesmas pangandaran. “terang Asep lagi. (hiek)

PEMBANGUNAN PUSKESWAN ANITSIPASI PENYAKIT HEWAN


CIJULANG-Tahun 2016, Pemkab Pangandaran berencana mebangun Puskeswan ( Pusat Kesehatan Hewan ) bertempat di.Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran di atas lahan milik pemda dengan anggaran pembangunannya sekitar Rp 290 juta dan pelaksanaanya diperkirakan akhir tahun ini.

Demikian dikatakan Kabid Peternakan Dinas KPK Kabupaten Pangandaran, Endang Suhendi, S.Sos. saat ditemui di ruang kerjanya.

“Pangandaran sudah selayaknya mempunyai puskeswan yang akan mengawasi dan memberikan pelayanan kesehatan hewan. “Ungkap Endang.(7/9).

Ditambahkan Endang, diharapkan dengan dibangunnya Puskeswan tersebut, pemda melalui Dinas KPK bisa memberikan pelayanan terhadap masyarakat dalam mengantisipasi penyakit zoolosis ( penyakit hewan yang bisa menular pada manusia ), seperti hal nya penyakit rabies dari binatang kera dan anjing, juga penyakit anthrax yang ditularkan lewat hewan ternak sapi.

Intinya, lanjut Endang,  dengan adanya puskeswan di pangandaran bisa meminimalisir terjadinya penularan penyakit hewan terhadap manusia.

“Apalagi di kawasan cagar alam pangandaran masih banyak kera yang belum terdeteksi kesehatannya dan ditakutkan kera tersebut terjangkit rabies, itu akan berbahaya bila suatu saat menggigit wisatawan", ungkapnya lagi.

Endang juga menambahkan, saat ini untuk Kabupaten Pangandaran terbilang masih aman akan dua penyakit hewan berbahaya itu, namun pemerintah harus tetap waspada terutama terhadap hewan ternak yang dipelihara masyarakat. 

“Diharapkan setelah ada puskeswan tersebut, pemerintah bisa memberikan penyuluhan terkait masalah hewan ternak, juga para peternak pun bisa langsung datang ke sini bila ada suatu yang mencurigakan pada hewan ternaknya", kata Endang.

Kepala Dinas KPK Pangandaran, Ir. Adi Nugraha, M.Pd membenarkan hal tersebut. Menurutnya, memang saat ini di Pangandaran harus sudah mempunyai Puskeswan untuk bisa cepat tanggap dalam mengantisipasi hewan berpenyakit yang menular pada manusia walau hingga saat ini penyakit hewan tersebut belum ada tapi tetap harus diwaspadai.

“Dengan dibangunnya puskeswan tersebut, bisa lebih terkondisikan untuk para peternak dalam merawat hewan piaraannya lewat berbagai penyuluhan dari dinas KPK bidang peternakan. “tandasnya. (AGE).

TANGIS HARU MA EMIN MENYAMBUT API PON XIX

PARIGI-Kedatangan api PON di Kabupaten Pangandaran rupanya tak hanya menjadi tontonan masarakat di sepanjang jalan yang dilalui api PON tersebut. Tapi ternyata iring-iringan obor api PON pun menjadi kebanggaan sekaligus punya arti sendiri di masarakat.

Seperti yang dirasakan Ma Emin (67), salah seorang warga Kecamatan Parigi yang bersikeras ingin menyaksikan langsung dari dekat api PON sebagai lambang kebesaran pesta olahraga 4 tahunan yang dibawa lari para atlit dari satu kota ke kota lainnya.

Menurut Ma Emin, rasa haru dan air mata menetes saat dirinya menyaksikan langsung ada api PON melintas di depan matanya.

“Ema hampir tidak percaya, ternyata ada api PON di parigi, yang sebelumnya ema hanya tahu dari televisi saja. “Ungkap Ma Emin.(7/9).

Parigi, menurut Ma Emin, dulu hanya sebuah kota kecil kecamatan yang tidak banyak diketahui orang. Sekarang, setelah parigi jadi ibu kota Kabupaten Pangandaran banyak sekali perubahan yang dirasakan.

“Saya menangis tidak percaya saat melihat dengan mata kepala sendiri ada api PON singgah di parigi. “Ungkapnya lagi.

Ma Emin pun tidak lupa mengucapkan terimasihnya pada H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang sudah mempersembahkan yang terbaik untuk pangandaran sehingga bisa menjadi salah satu tempat diselenggarakannya PON XIX tahun 2016.

“Padahal kerja pa jeje dan pa adang belum genap satu tahun. “Ujarnya bangga.(AGE)

SESI LATIHAN TERJUN PAYUNG PON XIX JADI HIBURAN WARGA CIJULANG

CIJULANG-Masyarakat di sekitar venue terjun payung tepatnya di Dusun Nusagede Desa CIjulang Kecamatan CIjulang Kabupaten Pangandaran menyambut baik perhelatan PON XIX yang tidak lama lagi akan digelar.  Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang menyaksikan sesi latihan di venue terjun payung yang digelar di Bandara Nusawiru.

Seperti diketahui, Kabupaten Pangandaran akan menjadi tempat dua cabang oahraga yang dipertandingkan pada PON XIX TAHUN 2016 yang akan digelar mulai tanggal 17 September mendatang, yakni olahraga berkuda pcuan dan terjun payung.

Sesi latihan terjun payung para atlit yang datang dari berbagai propinsi ini menjadi tontonan sekaligus hiburan tersendiri bagi masarakat Cijulang dan sekitarnya. Seperti dikatakan Kepala Bandara Nusawiru, Hendra, sejak sesi latihan digelar, bandara tidak pernah sepi dari masarakat yang ingin melihat atlit-atlit terjun payung PON yang sedang melakukan latihan dan pengenalan medan pertandingan, dan ternyata ini disambut positif masarakat sebagai hiburan  tersendiri.

“Ini baru sesi latihan, bisa dibayangkan saat pertandingan nanti berlangsung, saya yakin akan lebih banyak lagi masyarakat yang ingin datang untuk menyaksikan terjun payung dari dekat,” kata salah seorang pengunjung, Hendra,(10/9).

Hal senada dikatakan Kosim, warga Nusagede, ia baru menyaksikan secara langsung para penerjun payung melayang-layang di angkasa dengan perasutnya.

“Ini momen langka, dan menarik untuk dijadikan hiburan. “Ungkap Kosim.

Kosim menuturkan, ia merasa terhibur menyaksikan para penerjun mengikuti sesi latihan walau dirinya harus berpanas-panasan karena sengatan matahari.

“Semoga para atlet Jawa Barat dalam perhelatan nanti bisa mendapat medali emas, terutama dalam cabor terjun payung ini,” Kata Kosim. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN