PENATAAN KAWASAN WISATA PANGANDARAN, PEMDA AKAN BANGUN 890 KIOS UNTUK PEDAGANG KAKI LIMA

PANGANDARAN-Butuh kesungguhan dan dukungan dari semua pihak untuk bisa manata kawasan pariwisata pangandaran agar sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran benar-benar bisa terwujud seperti yang diinginkan bersama.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di depan para pelaku wisata, seperti para pedagang kaki lima, PHRI, Kompepar, nelayan, perahu pesiar, Tour Operator dan stakeholder lainnya. “Usai libur lebaran ini pemerintah terus melakukan evaluasi di bidang pariwisata. “Ungkap Jeje. (19/7).

Acara pertemuan yang bertempat di rumah Menteri KKP RI, Susi  Pujiastusi ini dihadiri juga unsur pemerintahan Pemkab Pangandaran dengan tujuan menyamakan kesepakatan tentang penataan kawasan wisata yang ada di Kecamatan Pangandaran. “Untuk penataan kawasan wisata ini pemda sudah menyediakan anggaran sebesara Rp. 40 milyar lebih. ”Terang Jeje.

Dikatakan Jeje, ke depan ia tidak ingin melihat lagi parkir yang semerawut dan masing-masing pihak mengutip retribusi parkir dari pengunjung. Menurut jeje, anggaran pengamanan wisata dari pemda sebesar Rp 700 juta seharusnya bisa juga menghilangkan parkir-parkir liar yang ada hampir di setiap sudut obyek wisata. “Retribusi parkir itu sudah dibayar pengunjung sekaligus dengan tiket wisata. “Kata Jeje lagi.

Dari hasil terjun ke lapangan, Jeje mendapati, betapa besar uang yang dikeluarkan wisatawan yang datang ke pangandaran hanya untuk biaya parkir saja.”Mau ke pasar ikan parkir, mau renang parkir, mau belanja oleh-oleh parkir, “Imbuh Jeje.

Dalam pertemuan itu juga Jeje memaparkan, Pemda Pangandaran akan membangun kios-kios yang nantinya akan menampung seluruh pedagang kaki lima yang sekarang ada di pantai.

Dengan anggaran yang dikucurkan APBD sekitar Rp.40 milyar, nantinya pemda akan membangun kios-kios di empat titik. Seperti di area aks Star meredian, Dinas Sosial, pasar seni dan eks Hotel Pananjung Sari yang akan disewa Dari PNKA. “Di 4 area tersebut akan dibangun 890 kios untuk para pedagang kaki lima. “Terang Jeje.

Jeje menegaskan, ke depan setelah dibangun kios-kios tersebut, nantinya tidak boleh ada yang berjualan lagi di area pantai. “Jika tidak mau, saya akan paksa dan jika masih bandel terpaksa saya akan gusur pakai bulldozer. “Tegas Jeje.

Untuk nekayan, Jeje pun sudah menyiapkan tempat menambatkan perahu di Dusun Parapat. “Dan untuk nelayan, kami akan bangun perumahan nelayan. “Sambung Jeje.

Sementara untuk perahu pesiar, Jeje berencana dengan Menteri KKP, Susi Pujiastuti untuk membuat dermaga khusus untuk perahu pesiar.

Akhirnya pertemuan pun diakhiri dengan pernyataan setuju dari semua pihak serta berjanji untuk ikut mendukung program kepariwisataan yang dicanangkan Pemkab Pangandaran. (hiek).

BESOK, OBYEK WISATA CITUMANG DITUTUP UNTUK SEMENTARA

PANGANDARAN-Akhirnya Pemerintah Kabupaten Pangandaran menutup kawasan obyek wisata Citumang milik Perum Perhutani di Desa Bojong Kecamatan Parigi, hal tersebut dilakukan karena menurut Pemda Pangandaran pihak Perhutani kurang optimal dalam penataan sistim pengelolaan wisata tersebut. “Penutupan ini untuk sementara dan demi kebaikan kita semua. “Kata Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.(19/7).

Menurut Jeje, pihaknya merasa kecewaan dengan sistim keselamatan yang diterapkan pihak pengelola (perhutani-red), pasalnya, sejak ia dilantik menjadi Bupati Pangandaran selama 5 bulan, sudah terjadi dua  insiden yang menghilangkan nyawa pengunjung. “Hilangnya nyawa wisatawan itu bukan kejadian biasa tapi kejadian luar biasa, “Tegas Jeje.

Jika kejadian ini terus berulang, menurut Jeje, yang rugi bukan hanya perhutani saja, sebab yang pengunjung  ketahui Citumang itu bagian dari pangandaran, maka dengan sendirinya citra kepariwisataan Kabupaten Pangandaran-lah yang nantinya punya imej kurang baik di dunia pariwisata. “Dan itu sangat bertentangan dengan visi kabupaten pangandaran untuk menjadikan pangandaran sebagai wisata dunia.”Terang Jeje.

Dikatakan Jeje pula, tidak benar kalau Pemkab Pangandaran akan mengambil alih kawasan Citumang, karena penutupan yang dilakukan oleh pemda pun bersipat sementara hingga evaluasi oleh perhutani dan stakeholder yang terlibat langsung di obyek wisata citumang sudah menemukan titik temu solusi permasalahan. “Mulai hari besok (rabu, 18/7-rd) citumang akan dipasang police line. “Kata Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, pemda mempersilahkan perhutani, Pemerintahan Desa Bojong, Pemandu, karangtaruna, perwakilan pedagang atau siapa pun yang berkepentingan di obyek wisata citumang untuk  mencari formulasi serta SOP system keamanan wisata. “Jika 2-3 hari atau 1-2 minggu sudah ada solusi, maka citumang pun sudah bisa dibuka kembali, dan ini bisa menjadi promosi di media karena nanti akan saya katakan bahwa citumang sudah aman untuk dikunjungi kembali.”Terang Jeje lagi.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.,Pd M.Pd mengatakan, pemda dan DPRD tidak bermaksud mematikan usaha yang selama ini dilakukan oleh warga Desa Bojong dan sekitarnya, tapi sebaliknya pemerintah dan DPRD ingin membuat masarakat lebih bisa merasakan dampak positif dari dunia pariwisata. “Kita benahi SOPnya, kita tingkatkan profesionalisme pemandunya dan seterusnya. “ Kata Iwan.
 
Menurut Iwan, anugerah Tuhan dengan menciptakan alam indah citumang agar bisa juga secara ekonomis dirasakan manfaatnya oleh masarakat. “Saya tidak ingin masarakat seperti tikus mati di lumbung padi. “Kata Iwan lagi.

Sementara tokoh Karangtaruna Desa Bojong, Sumadi menuturkan saat awal dibukanya obyek wisata Citumang hingga sekarang denga proses yang sangat berliku. “Dimulai hanya dengan keinginan saja, hingga sekarang karangtaruna sudah mempunyai kas Rp.100 juta lebih. “Ungkap Sumadi.

Sumadi pun menuturkan tentang kontribusi karangtaruna pada pembangunan infrastruktur menuju citumang. Dengan membuat jembatan, perbaikan jalan hingga menyantuni jompo dari hasil iuran para pemandu yang tergabung di Karangtaruna Desa Bojong.

“Malah saya belum melihat usaha perbaikan jalan menuju kesini dilakukan oleh perhutani. ”Kata Sumadi.

Ditemui saat menyusuri area wisata Citumang, Administatur Perhutani Ciamis, Ir. Bambang Juriyanto, MM, kepada PNews  mengatakan, dengan penutupan ini diharapakan bisa  untuk evaluasi agar citumang menjadi lebih baik, karena penutupan ini sipatnya sementara. “Dan kita pun akan kejar tayang buntuk membuat formasi yang bagus untuk pengelolaan citumang ke depan. “Ungkapnya.

Menurut Bambang, pihaknya juga akan bersinergi dengan sekitar 200 pemandu yang ada di Citumang bagaimana membuat SOP dan mekanisme di lapangan untuk keselamatan pengunjung. “Karena pemandu merupakan bagian dari pariwisata citumang, maka keterlibatannya sangat dibutuhkan. “Ungkap Bambang lagi.

Untuk zero accident, menurut Bambang, perhutani akan mengoptimalkan tempat-tempat yang dianggap berbahaya dengan memasang papan peringatan serta menempatkan petugas di tempat tersebut sehingga bisa meminimalkan orang kesana tanpa didampinmgi oleh pemandu yang professional. “Kami juga akan memasang rambu-rambu tanda bahaya di tempat yang memang berbahaya bagi wisatawan. “Terang Bambang.

Disoal sharing pendapatan dengan Pemkab pangandaran, Bambang menjelaskan, perlu dibicarakan dengan atasnnya serta membawanya ke forum, karena selama ini belum ada Undang-undang yang mengatur hal tersebut. “Nanti kita akan diformulasikan seperti apa yang bisa mengatur itu, dan kita cari undang-undang yang bisa merealisasikan sharing tersebut. “Imbuh Bambang.

Saat ditanya, selama ini Perhutani pun belum melakukan perbaikan infrastruktur jalan menuju citumang, Bambang hanya mengatakan, terimakasih kepada masarakat yang sudah bisa membantu mengemnbangkan wisata citumang karena masarakat bisa hidup disana, “Sementara dari perhutani sudah ada di dalamnya, dari investasi seperti menara pengawas, saung, mushala dan kamar kecil itu semua untuk kenyamanan pengunjung. “Pungkas Bambang. (hiek)

DUA VENUE PON XIX 2016 DI PANGANDARAN, SUDAH SIAP

PANGANDARAN-Menjelang dilaksanakan hajat olah raga nasional, PON XIX tahun 2016, Sekretariat Sub PB PON XIX tahun 2016  Kabupaten Pangandaran, dengan sisa waktu sekitar dua bulan lagi, sudah siap menyambut penghelatan akbar yang akan menyedot perhatian seluruh Indonesia ini.

Seperti dikatakan ketua KONI Pangandaran sekaligus Wakil Ketua Harian Sub PN PON, H. Asep Herdis, persiapan penyelenggaraan PON tersebut sekarang memperioritaskan terkait pada bidang sarana prasarana venue track cabang olahraga (cabor) berkuda di Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak, “Semuanya hampir selesai dan bisa digunakan pada waktunya nanti. “Ungkap Herdis.(16/7).

Selain masalah sarana, menurut Herdis, Sekretariat sub PB PON XIX 2016 juga sedang melakukan langkah-langkah persiapan secara administrasi. “Seperti diketahui, cabor yang nanti akan digelar di pangandaran adalah  terjun payung dan olahraga berkuda.”Tambah Herdis.

Dijelaskan Asep, semua sarana untuk even PON yang diselenggarakan di pangandaran sudah siap. ”Seperti yang dikatakan Kadis Puhubkominfo, Dadang Dimyati, bahwa pembangunan venue dua cabor tersebut memang sudah siap utnuk digunakan nanti tepat pada waktunya. “Kata Asep lagi.

Disoal isyu penyelenggaraan cabor berkuda akan dialihkan ke Lembang Bandung, Asep mengatakan. isyu itu tidak benar karena cabor berkuda tetap akan di selenggarakan di lapang pacuan Legokjawa Pangandaran. "Hari kamis kemarin (14/07-red) kami sudah melaksanakan rapat di Bandung terkait venue yang akan dijadikan tempat pelaksanaan PON XIX 2016, dan Alhamdulillah rekan rekan pengurus PON XIX Jawa Barat merasa puas terkait dua cabor tersebut penyelenggaraannya di pangandaran. “Sambung Asep.

Bahkan, menurut Asep lagi,  untuk cabor berkuda di Legokjawa, pada tanggal 7 agustus  mendatang akan dilakukan percobaan track untuk mengecek kelayakan lapangan kuda pacu tersebut. “Jadi semua persiapan menjelang pelaksanaan PON.XIX 2016, sekretariat PB PON XIX 2016 kabupaten Pangandaran sudah siap,”Katas Asep. (AGE).

10 TAHUN KEJADIAN TSUNAMI PANGANDARAN, ANDRE: “BERUNTUNG SAAT ITU SAYA SELAMAT…”

PANGANDARAN-Sepuluh tahun sudah berlalu saat itu bencana tsunami melanda kawasan pantai Pangandaran, hampir sepanjang pesisir pantai luluh dengan ratusan korban jiwa dan harta benda yang tak terhitung.
Samar-samar masih teringat dalam ingat Andre(14), warga Cidadap Desa Masawah Kecamatan Cimerak pada kejadian 10 tahun lalu tersebut. Saat kejadiat tsunami itu usianya baru menginjak 4 tahun, ketika tsunami itu melanda kampungnya, orang tuanya sedang berada di ladang karena  padinya sudah menguning  dan sedang mempersiapkan panen.
"saya masih ingat, saat kejadian tsunami itu saya.sedang bersama nenek, “Ungkap Andre.(17/7).

Dituturkan Andre, saat air laut menerjang yang diawali dengan suara gemuruh, saat itu juga terdengar suara jerit ketakutan warga yang berlarian untuk menyelamatkan diri dari terjangan air laut dengan gelombang tinggi dan kecepatan yang dahsat menerjang setiap yang dilaluinya. “Yang masih saya ingat, saat tsunami itu datang, saya ada dalam gendongan nenek dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. “Tutur Andre.

 Masih cerita Andre,  kesininya baru Andre tahu, ia ditemukan ibunya terjepit di atap rumah dalam keadaan pingsan. “Wajktu itu pun saya kangsung dibawa ke posko kesehatan. “Kata Andre.

Sekarang Andre sudaha duduk di kelas dua SMP, tapi kenangan saat kejadian bencana tsunami tahun 2006 lalu masih tidak bisa terklupakan. “Sekarang 10 tahun sudah berlalu, saya sangat bersyukur bisa selamnat dan mudah-mudahan bencana itu tidak terulang kembali. “Pungkas Andre. (AGE)

KINERJA PEJABAT PANGANDARAN MASIH STANDAR. JEJE WIRADINATA: “KALAU TIDAK SANGGUP, MUNDUR SAJA…”

PANGANDARAN-Masih banyak yang harus dibenahi untuk menata kelola kepariwisataan pangandaran, seperti masalah parkir, kebersihan, keamanan dan lain-lain.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat ditemui sejumlah awak media usai halal di halaman setda pangandaran. “Kita harus menata kawasan wisata kita agar wisatawan betah berkunjung ke pangandaran. “Kata Jeje. (14/7).

Penataan parkir, menurut Jeje, belum ditangani secara serius. Sebab masih banyak di sana-sini ada pungutan parkir bukan oleh petugas parkir. “Ini bukan katanya, saya mengalami sendiri dipungut parkir dengan harga yang mahal dan cara memintanya pun kurang simpatik. “Ungkap Jeje.

Disoal menurunnya pendapatan saat liburan hari Raya Idul Fitri tahun 2016, Jeje mengatakan, karena ada yang salah dalam menata kepariwisataan di pangandaran. “Ya itulah…seperti pantainya yang kotor, parkir yang tidak tertata, harga-harga jajanan yang mahal dan lain-lain. “Kata Jeje lagi.

Ditambahkan Jeje, sekarang ia mulai “galak” tentang kebijakan-kebijakan yang digulirkan pemkab Pangandaran dalam imflementasi di lapangan. Kepada SKPD sebagai pelaksanaan kebijakan harus bisa berimpropisasi saat menjalankan kebijakan tersebut. “Yang terjadi sekarang masih standar, masih teks books dan sepertinya tidak ada rencana strategis di tiap-tiap SKPD. “Imbuh Jeje.

Menurut Jeje, semua SKPD harus punya konsep yang terukur dan jelas dan tidak asal bekerja saja. “Kalau tidak sanggup, ya mundur…”Tegas Jeje.

Jika ada yang tidak berkenan dengan kebijakannya selama ini, menurut Jeje, pihaknya siap didemo oleh siapa pun. Karena semua kebjiakan yang ia buat seluruhnya berorientasi untuk kepentingan masarakat banyak.  “Apa pun yang pemerintah lakukan selama ini untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masarakat pangandaran. “Tegas Jeje. (hiek)

DINAS KPK DAN KESEHATAN DUDUKI PERINGKAT ATAS - 67 PNS TIDAK MASUK HARI PERTAMA KERJA DI PEMNKAB PANGANDARAN

PANGANDARAN-Perlunya disiplin para aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugas negara dilingkup Pemkab Pangandaran harus benar benar diterapkan kepada semua pegawai, jangan sampai terjadi " pegawai lupa hari kerja", seperti yang terjadi saat hari pertama masuk kerja pasca libur panjang Idul Fitri 1437 H.

Dari 758 PNS di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pangandaran sebanyak 67 pegawai tidak masuk kerja pada hari pertama, senin tanggal 11 Juli 2016 kemarin  setelah cuti bersama lebaran.
Kepala Bidang Kepegawaian Kabupaten Pangandaran Drs. Wawan Suryaman, M.Si mengatakan, dari 758 pegawai di tiap-tiap OPD sebanyak 691 pegawai yang hadir. "Kami_telah melakukan pantauan kesetiap OPD dan mendata pegawai yang hadir dan tidak hadir pada hari pertama kerja senin 16 juli 2016. “Kata Wawan. (11/7).

Masih menurut Wawan, pendataan tersebut dilakukan berdasarkan surat dari Kementrian Perndayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tertanggal 30 Juni 2016 yang mengatakan pemerintah Kabupaten/Kota harus mengirimkan laporan hasil pemantauan kehadiran aparatur negara di daerah. “jadi, bagian kepegawaian setda pangandaran melakukan pendataan kehadiran PNS pada hari pertama kerja setelah libur bersama idul fitri itu berdasarkan surat tersebut. “Kata Wawan lagi.

Dari data yang diperoleh Badan Kepegawaian Setda Pangandaran, tercatat 37 pegawai tidak hadir tanpa keterangan, 9  pegawai izin, 10 pegawai sakit, 2 pegawai cuti bersalin dan 9 pegawai tugas dinas. “Data ini selain kami laporkan pada sekda dan bupati pangandaran, juga akan dikirim ke Kemenpan RB di Jakarta melalui faks dan email. “Jelas Wawan.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH. MH kepada sejumlah media mengatakan, pantauan kehadiran yang diintruksikan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi dalam rangka penegakan disiplin aparatur negara dan optimalisasi pelayanan publik. “Daftar hadir pegawai OPD hasil pantauan akan dikirim langsung  senin 11 Juli 2016 ke Kementrian, setelah itu kami akan menunggu intruksi selanjutnya,"Kata Mahmud.

Berdasarkan data yang diperoleh, menurut Mahmud,  SKPD dengan tingkat ketidak hadirannya terbanyak diantaranya Dinas Kelautan Pertanian Kehutanan (KPK) sebanyak 19 pegawai yang  Tidak hadir tanpa keterangan. Sedangkan Dinas Kesehatan sebanyak 10 pegawai tidak hadir dengan rincian 2 pegawai cuti bersalin dan 8pegawai tanpa keterangan.(AGE).

AKIBAT GENCARNYA BERITA ROB LAUT, KUNJUNGAN WISATAWAN IDUL FITRI 2016 KE PANGANDARAN TURUN 60 %

PANGANDARAN-Ada beberapa kemungkinan penyebab menurunnya jumlah pengunjung pada libur idul fitri 1437 H (2016), diantaranya isyu rob air laut yang terus menerus ditayangkan di beberapa tv swasta membuat pengunjug yang biasa datang memanfaatkan libur lebaran ke pangandaran tahu ini memilih ke tempat wisata lain.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis saat ditemui di tol gate utama. “Apalagi sekarang banyak pilihan destinasi wisata baru di kabupaten lain di jawa barat. “Terang Muhlis. (9/7).

Muhlis menambahkan, padahal sebelumnya ia pun sudah mengatakan di beberapa media bahwa rob air laut itu terjadi jauh sebelum hari Raya Idul Fitri. “Dan seperti pernyataan  BMG, rob tersebut berahir 2 hari menjelang masuk bulan ramadhan. “Terangnya lagi.

Menurunnya jumlah pengunjung dirasakan hingga tanggal 9 juli (sabtu malam), yang diprediksi menjadi puncak kunjungan wisatawan ternyata tidak terjadi, tidak terjadi kemacetan di pintu tol gate dan bundaran mesjid agung. Padahal, seperti tahun-tahun sebelumnya, di lokasi tersebut kemacetan panjang baru bisa terurai hingga menjelang libur berakhir. “Tahun ini pendapatan retribusi wisata menurun hingga 60 % jika dibandingkan dengan idul fitri tahun 2015. “Ungkap Muhlis.

Hal senada dikatakan Aher, warga Dusun Parapat Desa Pangandaran, menurutnya, ia dihubungi saudaranya di Bandung dan menanyakan tentang rob laut yang meluap sampai ke jalan seperti yang diberitakan di televisi. “Selain isyu rob, saudara saya pun urung ke kesini karena ada berita jalan menuju pangandaran macet.  “Kata Aher.

Masih di tempat yang sama, Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari yang didampingi Asisten Daerah I Drs. H.Undang Sohbarudin, Kasat Pol PP Linmas dan Kepala Bagian Umum setda pangandaran yang sengaja berkeliling untuk memantau suasana di area wisata, kepada PNews mengatakan, pihaknya belum melakukan evaluasi terkait menurunya jumlah kunjungan wisatawan ke Pangandaran. “Masih ada satu minggu lagi libur sekolah, siapa tahu minggu besok pengunjung lebih banyak ketimbang sekarang. “Kata Adang.

Menurut Adang, masarakat masih kelelahan oleh perjalanan mudiknya dengan kemacetan yang panjang, dan  sekarang mereka tidak mau jika harus terjebak lagi macet saat berlibur. “Padahal liburan kan seharusnya untuk bersenang-senang dan refrehsing melepas penat setelah berbulan-bulan disibukan dengan rutinitas pekerjaan. “Papar Adang.

Isyu rob dan macet, menurut Adang bisa saja menjadi salah satu penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke Pangandaran, tapi mungkin ada faktor lain juga. Seperti, sekarang masarakat sedang bersiap-siap menghadapi tahun ajaran baru sekolah anaknya. “Bisa saja masarakat  lebih memilih mengalokasikan uangnya untuk periapan anak-anaknya sekolah atau masuk ke perguruan tinggi. “Imbuh Adang.

Apa pun alasannya, menurunnya arus kunjungan wisatawan bisa dijadikan moment oleh  Pemerintah Kabupaten Pangandaran bisa lebih berbenah dan menata kelola sektor pariwisata  lebih terarah dan terukur agar bisa bersaing dengan destinasi wisata di daerah lainnya dan tetap menjadi tujuan utama wisata di Jawa Barat, bahkan mendunia. (hiek)

BATUKARAS JADI DESTINASI PRIMADONA WISATAWAN

PANGANDARAN-Hampir semua destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran dipenuhi para wisatawan lokal yang memanfaatkan hari libur idul fitri, tak terkecuali dengan obyek wisata pantai Batukaras yang terletak di wilayah Kecamatan Cijulang. Sebagai primadona pantai selatan di Jawa Barat, pantai batukaras padat diserbu wisatawan sejak H +1 sampai H +3 diperkirakan telah dikunjungi sekitar 10 ribu orang. Otomatis dengan arus kunjungan yang membludak, para pengusaha hotel dan restoran pun kebanjiran rejeki dengan banyaknya wisatawan yang menyewa kamar hotel dan menikmati aneka kuliner laut walau harga agak sedikit mahal.

"Saya merasa puas dengan pelayanan hotel dan restoran dengan sajian kuliner lautnya yang enak, “Kata Syarif, wisatawan asal Bandung.(9/7).

Syarif menambahkan,Sayang lokasi utama di obyek wisata Batukaras kurang begitu luas, area tempat parkir pun kurang bisa menampung jumlah kendaraan pengunjung yang datang, shingga sering terjadi kemacetan terutama untuk kendaraan roda dua dan roda empat. “Ini harus menjadi evaluasi para pengelola pariwisata oangandaran. “Kata Syarif lagi.

Syarif berharap, ke depan tidak hanya di wilayah Legokpari saja yang menjadi pusat aktifitas wisata, tapi bisa juga dikembangkan ke lokasi lainnya di Batukaras sehingga para wisatawan tidak terfokus di satu titik saja." Ini merupakan pekerjaan rumah pemkab Pangandaran dalam menata kelola kepariwisataan pangandaran ke depan sehingga pengunjung pun merasa puas. “Imbuh Syarif

Di tempat terpisah, salah seorang anggota BPD Desa Batukaras menyayangkan kinerja pemkab Pangandaran terkait perbaikan jalan menuju lokasi wisata yang lambat dilaksanakan" Saya berharap pemda jangan lambat dalam perbaikan infrastruktur jalan untuk kenyamanan para wisatawan yang datang kesini. “Paparnya.

Ditambahkan Endang, sejak lama warga Batukaras memimpikan jalan yang baik dan mulus seperti hal nya di obyek wisata Pangandaran, karena obyek wisata Batukaras juga sudah masuk obyek wisata Internasional, “Dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang datang kesini membuktikan bahwa batukaras memang sudah mendunia. “Imbuhnya. (AGE).

SAAT ARUS WISATAWAN PANGANDARAN MEMBLUDAK, HATI-HATI RAWAN PENYELEWENGAN RETRIBUSI

PANGANDARAN-Membludaknya wisatawan saat libur Idul Fitri, bagi sebagian petugas yang ada di  tol gate sangat rawan untuk melakukan penyelewengan retribusi tiket masuk demi keuntungan pribadi, salah satunya dengan menarik uang dari pengunjung tanpa memberikan karcis masuk.

Namun hal tersebut sudah menjadi kebiasaan setiap liburan tiba, kemacetan dan antrian panjang di tol gate tersebut menjadi alasan utama para petugas tiket melaukan hal tersebut.

"Itu sudah menjadi kebiasaan buruk saat libur panjang tiba, antrian pengendara roda empat maupun roda dua di tol gate dijadikan alasan tidak diberikannya lembar tiket masuk obyek wisata pada pengunjung taua  alasan lainnya  si pengunjung tidak membayar retribusi sesuai dengan harga tiket. “Ungkap Endang Sukara,ST (38) warga Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (09/07).

Pemerintah harusnya melalui dinas terkait bisa melakukan pengawasan, karena, menurut Endang,  jika hal tersebut dibiarkan berlarut larut, maka sudah pasti itu akan mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dan dengan sendirinya hal tersebut juga akan membuat citra pariwisata pangandaran kurang simfatik. “Imbuh  Endang.

Ditambahkan Endang, kurang bagusnya infrastruktur menuju obyek wisata seharusnya bisa diantisipasi jauh sebelum musim ramai wisatawan tiba. " Coba lihat sendiri, fasilitas infrastruktur jalan yang kurang memuaskan sekitar 500 meter sebelum tol gate obyek wisata Batukaras, mungkin itu dampak dari semua kelalaian  yang seharusnya tidak terjadi untuk obyek wisata se-kelas Batukaras. “Pungkas Endang. (AGE).

WARGA DATANGI OPEN HAUSE MENTERI SUSI PUJIASTUTI.

PANGANDARAN-Usdai melaksanakan shakat Sunat Idul Fitri di Mesjid Agung kecamatan Pangandaran, warga sekitar rumah kediaman Menteri kelautan dan Perikan (KKP)  RI Jalan Merdeka, Susi Pujiastuti antusias pun datang berduyun-duyun untuk bisa bersalaman dengan menteri asal pangandaran ini.

Sejumlah warga rela antri berdesak-desakan hanya untuk bisa berjabat tangan atau poto selfy bersama sang menteri dengan penjagaan darui petugas kepolisian dan TNI.

"Kapan lagi bisa berjabat tangan dengan menteri kalau tidak sekarang. "Ungkap salah seoranhg warga.(6/7).

Beberapa warga ada dan sejumlah media yang nekad mengambil gambar dengan Menteri Susi walau sudah ada anjuran dari pengawal pribadi dalam acara open hause yang digelar ibu menteri tersebut. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN