Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Puluhan Kuda Pilihan Siap Adu Kecepatan Di Ajang IHR-Merdeka Cup 2025 di Legokjawa Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Arena Pacuan Kuda Legokjawa yang ada di kawasan pantai Pantai Madasari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, siap menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia’s Horse Racing (IHR)-Merdeka Cup 2025 yang akan diselenggarakan hari Minggu tanggal 24 Agustus 2025.

Seperti diberitakan oleh media on line, ajang bergengsi ini akan mempertandingkan 86 kuda pacu dari tujuh provinsi dengan total hadiah mencapai Rp425 juta.

Event yang digelar oleh SARGA.CO bersama PP PORDASI ini menjadi seri keenam dalam rangkaian IHR 2025 bertema “The Race of Rising Stars”, dan ada 16 kelas akan diperlombakan termasuk dua kelas utama yakni Kelas 3 Tahun Calon Derby 1.400 meter dan Kelas Terbuka Sprint 1.300 meter yang masing-masing memperebutkan hadiah Rp60 juta.

Sejumlah kuda pacu terbaik Indonesia yang siap berlaga di even ini, diantaranya, Kasmaran, Fiona of Khalim, She’s Coming, dan War Kudeta dari Jawa Barat serta Lord Montjeu dan Star Montjeu dari Jawa Tengah. 

Tak hanya itu, bintang lainnya yang akan hadir Romeo Berjaya dari DKI Jakarta yang akan turun di Kelas Terbuka Sprint 1.300 meter serta Kancil Mas TA dari Jawa Tengah di Kelas C 1.600 meter.

Seperti disampaikan CEO dan Co-Founder SARGA.CO, Aseanto Oudang, kejuaraan ini bertujuan membuka akses lebih luas bagi para pemilik kuda untuk mengembangkan prestasi. Pihaknya ingin semakin banyak lahir rising stars dari olahraga pacuan kuda, sehingga pacuan kuda bisa menjadi sportainment yang populer dan diminati masyarakat.

Ia mengatakan, Lapangan Legok Jawa menjadi salah satu gelanggang pacuan kuda unik di dunia karena berlokasi tepat di tepi pantai. 

"Selain menghadirkan nuansa berbeda, lokasinya juga strategis karena hanya satu jam perjalanan dari kawasan wisata Pangandaran," ungkap Aseanto.

Penyelenggaraan IHR-Merdeka Cup di Pangandaran memiliki makna strategis, dan pihaknya ingin arena pacuan kuda ini semakin dikenal dan menjadi destinasi sport tourism baru di Jawa Barat.

SARGA.CO menyediakan tiket masuk dalam dua kategori, seperti regular gratis dan tribun berbayar Rp25 ribu. Penonton dapat membeli tiket langsung di lokasi pada hari penyelenggaraan.

VP Marketing & Operation SARGA.CO, Kevin Jonathan Van Houten mengatakan, penonton bisa menyaksikan pacuan dari tepi lintasan maupun dari tribun yang disiapkan dengan kenyamanan lebih.

"Kami mengundang masyarakat Pangandaran dan sekitar serta wisatawan untuk memeriahkan IHR-Merdeka Cup 2025," katanya.(hiek)


Akibat Ditimpa Hujan Deras, Atap Rumah Milik Marji Warga Desa Batukaras Roboh

PANGANDARANNEWS.COM - Sebuah rumah seorang lanjut usia (Lansia), Marji (81) di Dusun Mandala Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran mendadak roboh akibat diguyur hujan deras.

Kejadian itu terjadi pada hari Senin sekitar pukul 01:30, saat Marji tertidur lelap dan hanya sendirian di rumah.

Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana, membenarkan, atap rumah yang ambruk itu diakibatkan kondisi bangunan yang sudah lapuk, dan akibat ditera hujan deras yang membuat atap rumah tersebut ambruk

Selain itu, kata Nana, kondisi atap ada yang bocor sejak lama dan kemungkinan tidak terkontrol oleh si pemilik rumah.

"Posisi atapnya pun sudah tidak stabil sehingga saat tertimpa hujan deras langsung ambruk, malah sempat menimpa korban," jelas Nana.(19/08/25)

Nana mengTakan, beruntung saja  korban tertahan runtuhan GRC yang jatuh terpalang ke dinding jadi tidak mengalami luka parah.

Nana menyebut, saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian akibat kejadian itu.

"Namun sementara saat ini Aki Marji diungsikan dulu ke rumah anaknya, karena bangunannya memang rusak parah," imbuhnya.

Ia menambahkan, akhir-akhir ini memang hujan terus mengguyur Kabupaten Pangandaran sehingga diharapkan masyarakat pun terus waspada.

Nana juga mengatakan, pada hari Sabtu (16/8/2025), satu unit rumah milik Dede Maspupah di Kecamatan Cigugur juga mengalami kerusakan karena tertimpa longsoran akibat hujan deras yang mengguyur hingga semalaman.(hiek)

Ratusan Kendaraan Hias Meriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan Ke 80 Di Desa Wonoharjo

PANGANDARANNEWS.COM - Sejak pagi hari jalanan mulai dipenuhi masyarakat yang akan menghadiri Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 80, di lapangan Desa Wonoharjo Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

Segenap petugas sebagai panitia pelaksanaan upacara pun sudah mulai mengatur, menertibkan, dan mengarahkan peserta upacara dengan rapi baik dari barisan maupun kendaraan hias yang dari masingmasing RW.

Kedatangan masyarakat dengan beraneka kendaraan hias dari tiap RW ini tentu mencerminkan, betapa masyarakat Desa Wonoharjo ingin ikut bersama pemdes dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pada upacara HUT Kemerdekaan yang tahun ini mengusung tema, perjuangan, digital elektronik dan ketahanan pangan, Kepala Desa Wonoharjo, dengan mengenakan seragam putih-putih pun tampil menjadi insfektur upacara.

Di bawah cuaca yang cerah,  upacara pengibaran merah putih pun berjalan khidmat serta lancar, mulai dari awal hingga akhir.

Saat ditemui di ruang kerjanya usai upacara, Kepala Desa Wonoharjo Dede Suprapto mengaku merasa senang dan bangga melihat antusias warga yang datang ke lapang mengikuti upacara Hari Kemerdekaan ini.

Dede menyebut, jumlah warga yang datang dari 20 RW untuk mengikuti upacara tahun ini ternyata lebih banyak dibanding tahun lalu.

"Atas nama pemerintahan desa saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Wonoharjo, baik langsung atau pun tidak langsung ikut merayakan hari kemerdekaan ini," ungkapnya.(17/08/25)

Dede mengatakan, selain kegiatan fisik infrastruktur pihaknya juga tahun ini melakukan pemberdayaan masyarakat dengan program bio flok (perikananan) di tiap-tiap RW yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) dan ADD.

"Sebelumnya kami juga memberikan ternak 34 ekor domba yang pengelolaan programnya dilaksanakan oleh bumdes," imbuhnya.(hiek)


RSUD Pandega Pangandaran Berlakukan Pendaftaran BPJS Online, Pasien Bisa Ambil Antrian Dari Rumah

Titi Sutiamah
Penulis; hiek – 13/08/25

PANGANDARANNEWS.COM – Pasien peserta BPJS Kesehatan yang akan berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Pandega) Kabupaten Pangandaran sekarang sudah bisa melakukan pendaftaran antrean rawat jalan secara online melalui aplikasi Mobile JKN, inovasi ini diharapkan dapat mempermudah akses pelayanan kesehatan serta dapat mengurangi antrean di rumah sakit.

Demikian diaampaikan Direktur RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran Titi Sutiamah, saat diwawancar di ruang kerjanya.(13/08/25)

Titi menjelaskan, untuk melakukan pendaftaran online tersebut pasien peserta BPJS cukup mengunduh dan memasang aplikasi Mobile JKN di ponselnya kemudian melakukan registrasi akun menggunakan Nomor Kartu JKN.

“Setelah login, pengguna dapat langsung mengambil nomor antrean rawat jalan secara daring sesuai dengan petunjuk yang tersedia,” terang Titi.

Namun, imbuhnya, sebelum mendaftar secara online, peserta diwajibkan memiliki surat rujukan yang masih aktif dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, atau praktik dokter.

Dengan adanya layanan ini, menurut Titi, peserta tidak perlu datang sejak pagi hanya untuk mengambil antrean. Artinya, peserta BPJS cukup dari rumah saja karena semua bisa dilakukan dengan beberapa langkah mudah. Dengan sistem antrean online ini, RSUD Pandega menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan ramah pasien. 

"Kami mengimbau kepada pasien peserta BPJS yang akan melakukan rawat jalan untuk memanfaatkan layanan digital ini agar proses berobat menjadi lebih mudah dan nyaman," ucapnya. 

Berikut langkah-langkah pendaftaran online ke RSUD Pandega melalui aplikasi Mobile JKN:

1. Unduh dan Login

Pasang aplikasi Mobile JKN di ponsel. Login dengan Nomor Kartu JKN dan kata sandi. Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi terlebih dahulu.

2. Pilih Menu Pendaftaran Pelayanan

Setelah masuk, pilih menu “Pendaftaran Pelayanan (Antrean Online)”.

3. Pilih Fasilitas Kesehatan Tujuan

Tentukan RSUD Pandega Pangandaran sebagai fasilitas yang dituju.

4. Pilih Poli dan Jadwal

Pilih poliklinik serta tanggal kunjungan sesuai kebutuhan.

5. Konfirmasi dan Simpan Bukti Pendaftaran

Setelah semua data lengkap, lakukan konfirmasi dan simpan bukti antrean digital.




Bupati Pangandaran Tekankan Pentingnya Peningkatan Pelayanan di RSUD Pandega

penulis: hiek - 11/08/25

PANGANDARANNEWS.COM – Saat diminta komentarnya terkait ada kesan stigma negativ pada pelayanan di Rumah Sakit Uum Daerah (RSUD) Pandega, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, pun menuuturkan alasan mengapa masih banyak masyarakat yang memilih berobat ke luar daerah  meskipun fasilitas kesehatan sudah tersedia.

Menurutnya masalah ini mungkin ada yang kurang pada pelayanan kesehatan di sini sehingga masyarakat lebih memilih rumah sakit di luar daerah karena mereka merasa pelayanan belum maksimal.

“Salah satu penyebab utama ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar daerah adalah ketersediaan dokter spesialis yang terbatas di RSUD Pandega, rumah sakit utama di Kabupaten Pangandaran,” jelas bupati. (11/08/25) 

Menurutnya, RSUD Pandega menjadi tumpuan utama pelayanan kesehatan, sehingga peningkatan kualitas pelayanan menjadi hal yang krusial. Untuk itu ia pun sudah memberikan instruksi kepada jajaran rumah sakit, terutama Direktur RSUD Pandega agar mutu pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan. 

Bupati juga menyinggung masalah persepsi negatif masyarakat terkait sikap tenaga medis di rumah sakit ini terkait kurangnya keramahan dari tenaga medis, seperti dokter yang dianggap bersikap kurang ramah kepada pasien. Hal ini, menurutnya, tentu akan memengaruhi kenyamanan pasien dan berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di daerah.

“Kadang ada keluhan mengenai dokter yang dianggap judes, tentu ini menjadi bagian dari evaluasi kita dalam meningkatkan kualitas SDM tenaga medis," imbuhnya. 

Bupati menyebut, pentingnya kedisiplinan dan keramahan tenaga medis ini juga dengan menegaskan mulai saat ini para dokter harus datang tepat waktu dan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, termasuk kemampuan menjelaskan keluhan pasien dengan rinci dan jelas. 

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai disiplin, jam 8 pagi dokter sudah ada di poli,” ungkapnya.(hiek) 


Siang Tadi FKP2WP Gelar Deklarasi Tolak KJA di Pantai Timur Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di Lapangan Susi Internasional Beach Strip kawasan Pantai Pamugaran Pangandaran, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Para Pelaku Wisata Pangandaran (FKP2WP) dan para nelayan siang tadi (13/08/25), menggelar deklarasi penolakan Keramba Jaring Apung (KJA).

.Suasana tak biasa terjadi di Lapangan Susi Internasional Beach Strip Pantai Pangandaran pada Rabu (13/8/2025) siang. Ratusan orang menggelar deklarasi penolakan keramba jaring apung (KJA).

Selain dihadiri Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, Kapolres dan Dandim 0625 Pangandaran, turut hadir mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Dalam pertemuan tersebut, FKP2WP menyampaikan keinginan agar izin KJA di Pantai Timur Pangandaran dicabut. Seperti disampaikan salah seorang koordinator aksi, Iwan Sofa, keberadaan KJA bertentangan dengan visi-misi serta kebijakan makro pemerintah daerah yang menjadikan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata.

Sedangkan dengan keberadaan KJA, imbuh Iwan, hal ini tentu akan menjadi persoalan bagi pengembangan wisata. 

"Keberadaan KJA bertentangan dengan regulasi nasional dan Perda Provinsi Jawa Barat tentang Tata Ruang Laut Sehingga dengan adanya KJA juga akan menimbulkan kerusakan lingkungan dan ekosistem laut," tegas Iwan.

Menurutnya, KJA dapat merugikan nelayan terutama nelayan tradisional karena terhalang aktivitas jaring apung sehingga keberadaan KJA ini akan merusak estetika dan daya tarik pantai timur yang akan merugikan para pelaku wisata dan semua stakeholder pariwisata di Pangandaran.

"KJA juga akan menghalangi berbagai atraksi dan kegiatan wisata bahari serta akan menggangu kegiatan wisata di pantai timur serta akan mengganggu kegiatan pariwisata di Pangandaran," imbuhnya.

Menurutnya, lokasi tersebut merupakan jantung penggerak perekonomian stakeholder pariwisata. "Tentu berdampak terhadap pelaku wisata," ungkapnya.

ernyataan dari FKP2WP ini  disampaikan di hadapan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, dan  diminta untuk segera ditindaklanjuti.

 "Saya harap bupati akan menindaklanjuti pernyataan kami ini," ucapnya.

Masih di tempat yang sama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, tuntutan FKP2WP ini akan ditindaklanjuti dan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

"Bertemu dengan pak Gubernur juga kami siap untuk menyampaikan tuntutan ini," tegasnya.(hiek)

Jalin Kemitraan Dengan Polri, AWP Lakukan Silaturahmi Ke Polres Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan, S.I.K., M.H berserta Humas Polres Pangandaran jalin kemitraan dengan awak media yang tergabung di Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Wartawan Pasundan (DPD - AWP) Pangandaran, bertempat di kantor Humas polres pangandaran. (13/08/25)

Dalam kesempetan tersebut, Kapolres menyampaikan terima kasih kepada rekan - rekan AWP karena baru bisa bertemu sekarang.

Ia mengatakan, penting bagi Polri selaku Aparat Penegak Hukum (APH) bersinergi dengan rekan - rekan media mengingat media memang merupakan mitra Polri dalam berbagi informasi.

"Hari ini kita perkuat kemitraan ke depan untuk lebih solid lebih kompak dalam mencegah kamtibmas," ungkap Kapolres.

Komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam menangkal berita - berita hoax dan kriminal, kata Kapolres, diharapkan media bisa mengikis isu - isu yang belum jelas kebenarannya terlebih diera digital sekarang seperti sosial media tentu informasi - informasi hanya berupa video yang secara esensinya patut dipertanyakan keabsahan sumber berita tersebut.p

Kapolres menyebut pihaknya sangat terbuka dan tentu menerima masukan - masukan yang bersifat konstruktif sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kami selaku institusi Kepolisian Republik Indonesia dan ke depan.

"Dalam kegiatan yang kami laksanakan rekan - rekan media bisa membantu kami dalam mensosialisasikan," imbuhnya. 

Sementara Wakil Ketua AWP Pangandaran, Kuswanto tak lupa menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada AWP.

"Kami memberikan apresiasinya, karena di sela-sela kesibukannya Kapolres baru di Kabupaten Pangandaran bisa menyepatkan waktu untuk menerima kami," kata  Kuswanto.

Dan sebagai pilar demokrasi, imbuhnya, ke depannya AWP bisa membantu rekan di Kepolisian dalam menjalankan tugasnya. ( Isis. K)

Sebuah Vidio Beredar Di Medsos, Diduga Perundungan Siswa Di Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Aksi tidak terpuji serang anak SMP di Kabupaten Pangandaran dipertontonkan dalam tayangan video yang diduga perundungan, viral media sosial.

Dalam video berdurasi 48 detik itu terlihat seorang anak berhadapan dengan satu anak lainya dengan postur tubuhnya lebih pendek, kemudian satu orang anak yang bertubuh tinggi melayangkan pukulan ke wajah anak yang lebih pendek hingga jatuh tesungkur dan kontan anak yang dipukul tersebut mengerang kesakitan.

Masih di lokasi tersebut, terdengar beberapa anak juga menyaksikan kejadian tersebut, bahkan ada yang tertawa.

Diperoleh informasi, kejadian itu ternyata terjadi pada hari Rabu (09/08/25) di Desa Panyutran Kecamatan Padaherang.

Kepala SMP Negeri 6 Padaherang, Islah Hadiansyah pun membenarkan adanya kejadian kekerasan yang melibatkan anak didiknya. 

Islah menjelaskan, dalam video tersebut korban dan pelaku adalah benar SMP Negeri 6 Padaherang namun kejadiannya di luar pelajaran sekolah dan di luar lingkungan sekolah.

"Kasus ini pun sudah ditangani kepolisian dan kami belum bisa menerangkan lebih jauh terkait kejadian tersebut, mungkin kami tidak ada kapasitas untuk menjawab," terang Islah.(11/08/25)

Namun meski demikian, ia memastikan pihaknya akan mendampingi orang tua untuk datang ke Mapolres Pangandaran.

Sementara saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan melalui Kasi Humas Polres Pangandaran Iptu Yusdiana mengaku memang pihaknya telah menerima laporan tersebut.

Melalui Kanit PPA Kapolres menyampaikan, kejadianya di salah satu sekolah di Kecamatan Padaherang.

"Saat ini kami sedang melakukan pemanggilan saksi-saksi," ujarnya.

Ia menambahkan, keduanya diketahui masih bertetangga dan masih satu kampung.

"Diduga ini kenakalan remaja," ucapnya.(hiek)

Terus Tingkatkan Fasilitas, RSUD Pandega Pangandaran Bangun Sejumlah Sarana Dari Anggaran DAK Tahun 2025

PANGANDARANNqEWS.COM. Bupati Kabupaten Pangandaran Citra Pitriyami siang tadi melaksanakan peletakan batu pertama pembanguanan sejumlah fasilitas tambahan di Rumah Sakut Umum Daerah (RSUD) Pandega, bertempat di area belakang gedung utama RSUD Pandega.(05/08/25)

Pembangunan fasilitas yang pelaksanaanya akan dilakukan bertahap menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK tahun 2025) sebesar rp 17,7 miliar, diantaranya gedung rawat inap khusus jantung (icvcu) senilai rp14,1 miliar, Cath Lab (ruang pemašangan ring jantung) Rp2,35 miliar dan gedung Cytotoxic (ruang pencampuran obat kanker) senilai Rp 1,31 miliar.

Selainpembangunan tiga gedung tersebut, juga meluncurkan dua ambulans baru senilai rp 968 juta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan darurat.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengaku bersyukur karena hari ini RSUD Pandega sudah sudah mempunyai dokter spesialis jantung, Dr Nala, yang baru selesai melaksanakan tugas belajar ďi Universitas Indonesia dengan dibiayai oleh pemerintah daerah.

“Dan saat ini Dr Nala masih menunggu proses surat tanda registrasi dan stelah itu diproses surat izin praktek, stelah itu baru bisa memberikan pelayanan di poliklinik jantung untuk melayani masyarakat pangandaran,” ungkap bupati.

Bupati mengatakan, walaupun saat ini pelayaanan masih terbatas hanya sebatas perawatan pasein jantung biasa dan belum  bisa melakukan oprasi, seperti pemasang ring. Karena disamping alatnya belum ada, dokternya juga harus sekolah lagi ngambil intervensi jantung selama 1 tahun dengan sarat dokter yang bersangkutan harus melakukan pelayan selama 1 tahun baru bisa sekolah lagi.

Ia menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran saat kini resmi menjadi rumah sakit rujukan utama di pangandaran untuk layanan kisu-kia (kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak). Dan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayan ksehatan, dan untuk hal tersebut Pemkab Pangandaran akan terus melengkapi fasilitasnya.

Bupati juga berharap semua proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai standar yang ditentukan dengan pendampingan tim kejaksaan negeri ciamis.

“Pemerintah daerah juga akan terus mendukung dengan peningkatan kopetensi tenaga medis dengan menyekolahkan putra-putri daerah menjadi dokter spesialis,” tegasnya.(hiek)















Meriahkan Hari Kemerdekaan Ke 80, Komunitas Pencinta Musik Keroncong Pangandaran Gelar Lomba Karaoke Keroncong

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, Komunitas Pencinta Musik Kroncong Pangandaran menggelar Lomba Karoke Keroncong dengan total hadiah sebesar RP 1,5 juta dan Sertifikat.

Seperti disampaikan salah seorang juri lomba, Dede Koharudin, perlombaan ini terbuka untuk umum dan semua usia. 

Dalam pelaksanaannya, terang Dede, peserta Mengirimkan video menyanyl berdurasi 30 detik - 1 menit dengan menyertakan nama serta asal daerah masing-masing.

"Pada vidio yang dikirimkan tersebut peserta dilarang menggunakan AI," jelas Dede.(03/08/25)

Dede menyampaikan, peserta lomba harus menyanyikan lagu yang telah ditentukan panitia, antara lain Pahlawan Merdeka, Selendang Sutra, Bandung Selatan, Sepasang Mata Bola, Jembatan Merah, Dinda Bestarl, Rangkal Melati, Sapulidi, Gugur Bunga, Di Bawah Sinar Bulan Purnama, Sapu Tangan, Angin Mamiri, Dewi Murnl, Telomoyo, Tanah Airku, Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, Juwita, Sumpah Pemuda, Restu Yang Kunantikan.

"Peserta bisa menyerahkan vidio lomba langsung ke Kuliner Sokka di jalan Kldang Pananjung nomer 92 Pangandaran dengan batas waktu mulai tanggal 1 sampai dengan 11 agustus 2025," imbuh Dede.

Dede menambahkan, peserta terpilih akan diumumkan tanggal 11 Agustus 2025 dan akan dipilih 7 peserta yang bisa masuk pada babak final. Kemudian peserta yang masuk final hadir offiline menylapkan file/instrumen musik pribadi untuk membawakan satu lagu yang sudah dikirimkan dan satu mengambl darl daftar lagu yang sudah ada.

"Techlncal Meeting akan dilaksanakan tanggal 13 agustus 2025 jam 13.00 WIB, bertempat di Kuliner Sokka di jalan Kldang Pananjung nomer 92 Pangandaran," tutupnya.(hiek)













Pangandaran Darurat Miras, Tokoh Agama, DPRD dan Pemda Rapatkan Barisan untuk Tindakan Tegas

PANGANDARANNEWS.COM — Bertempat di aula Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten pangandaran, dalam sebuah pertemuan yang melibatkan unsur DPRD, Satpol PP, Setda, serta tokoh masyarakat Kabupaten Pangandaran lahir kesepakatan bersama untuk menindaklanjuti keresahan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang semakin meresahkan. (31/07/25)

Sejumlah anggota DPRD dengan tegas menyampaikan dukungan atas kepedulian tokoh agama dan masyarakat yang selama ini selalu bersuara lantang menolak peredaran miras di tengah masyarakat, ini tentu menjadi angin segar terkait maraknya peredaran miras yang selama ini terkesan bebas di tengah masyarakat.

Menurut salah seorang anggota DPRD, salah satu fungsi DPRD adalah mengawasi bahkan menegur pihak eksekutif jika perlu. 

"Kita harus saling menahan diri agar tidak bertindak sendiri-sendiri,” ujarnya.

Namun pihaknya menyayangkan, hingga saat ini regulasi terkait pengendalian miras dinilai belum tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat maupun para penegak di lapangan sehingga celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk tetap menjalankan praktik distribusi dan konsumsi miras secara terang-terangan. 

Namun demikian, imbuhnya, DPRD menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi langkah-langkah konkret dalam upaya memberantas miras termasuk mendorong penegakan aturan yang lebih tegas dan terstruktur.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dedih mengungkapkan rasa keprihatinannya yang mendalam serta mengaku miris melihat kondisi ini. 

Menurut Dedih, pihaknya saat ini belum bisa menutup total peredaran miras karena keterbatasan personel dan sumber daya lainnya. 

"Namun kami siap menindaklanjutinya dengan langkah-langkah yang memungkinkan,” tegasnya.

Pernyataan ini tentu menegaskan bahwa di tengah segala keterbatasan, ternyata masih ada niat kuat dari penegak perda (gakda) untuk bertindak.

Sementara pejabat yang hadir mewakili Bupati mengakui adanya kelemahan dalam bertindak cepat terhadap fenomena miras, namun dipastikan ke depannya Pemkab Pangandaran akan ditindaklanjuti terkait hal ini. Dan komitmen di ruangan ini tentu menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi dianggap abai terhadap persoalan yang mengganggu moral dan ketertiban sosial masyarakat karena saat ini tekanan dari masyarakat dan para tokoh yang semakin kuat  mendesak Pemda untuk tidak bersikap lunak dalam menghadapi peredaran miras.

Masih di tempat yang sama, salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan ia tidak ingin Pangandaran dikenal sebagai daerah wisata yang mengorbankan moral warganya. 

"Jangan biarkan miras menghancurkan generasi muda kami,” teganya.

Ia menambahkan, suara publik yang tegas dan komitmen di ruangan ini diharapkan mampu mendorong pemerintah dan legislatif bekerja lebih cepat dan konkret dalam menciptakan Pangandaran yang bersih dari miras.(harisfirdaus)


Pertamakali Berhasil Dikembangkan Di Pusat Reintroduksi Banteng ? Seekor Bayi Banteng Jawa Lahir Di BKSDA Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu seekor anak betina banteng jawa telah lahir di Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran, tepatnya sekitar jam 06.00 WIB pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2025.

Seperti disampaikan melalui pesan WhatsApp Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran Kusnadi, kelahiran anak banteng tersebut di tempat Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Cagar Alam Pananjung. 

Kusnadi mengatakan, bayi itu lahir dari induk banteng bernama Uchi yang dilepasliarkan Kementerian Kehutanan bersama tiga induk lainnya pada 11 Desember 2024 lalu.

"Alhamdulillah bayi banteng tersebut dalam kondisi sehat," ungkapnya.(28/07/25)

Kata Kusnadi, menurut informasi yang diterima dari Kemenhut, kelahiran banteng Jawa (Bos Javanicus Javanicus) ini merupakan yang pertamakali dan berhasil dikembangkan di Pusat Reintroduksi Banteng.

Seperti diketahui, di pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran ini memiliki konsep pengembangbiakan semi alami sejumlah dua pasang atau empat (empat) individu Banteng Jawa. Indukan Banteng jawa berasal dari tiga lembaga konservasim, diantaranya dari Taman Safari Indonesia Bogor sebanyak satu individu betina bernama Uchi, Taman Safari Indonesia Prigen sebanyak satu individu betina bernama Bindi dan Taman Safari Indonesia Gianyar Bali sebanyak dua individu jantan bernama Bejo dan Senta.

Kusnadi berharap, banteng yang ada di habitat TWA Cagar Alam Pangandaran ini bisa terus bertambah dan tentunya bisa menjadi daya tarik wisata kedepannya.

Sementara informasi anak banteng jawa betina ini bernama Exploitasia, dan infonya nama tersebut disematkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni.

“Usai kelahiran Exploitasia, dari tim medis BBKSDA Jawa Barat terus melakukan pemantauan anakan beserta induknya untuk memastikan kesehatan satwa," terang Kusnadi.(hiek)


Cibenda Festival, Literasi Anak Dan Festival UMKM Semarakan Kegiatan KKN IPB University

PANGANDARANNE S.COM - Beberapa waktu lalu Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IPB University sukses menyelenggarakan kegiatan terpadu yang menggabungkan perlombaan literasi anak dan festival UMKM lokal (Cibenda Festival), bertempat di Balai Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.(23/07/25)

Dalam festival, sejumlah lomba seperti mewarnai untuk kelas 1–3, menggambar dan mewarnai untuk kelas 4–6, menyanyi solo, serta mengulas buku cerita anak ini menjadi ajang kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat desa untuk mengembangkan potensi lokal yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak sejak dini.

Seperti disampaikan salah seorang peserta KKN, Faud, Festival UMKM juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini. 

Warga dan pelaku usaha lokal, kata Faud, diberi ruang untuk memamerkan dan menjual produk unggulan desa, antara lain olahan makanan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.

"Festival ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pengembangan potensi desa,“ ungkap Faud saat ditemui di sela kegiatan.

Faud juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan tapi juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan, karena dalam kegiatan ini anak-anak bisa tampil percaya diri dan para pelaku UMKM bisa memperkenalkan produk mereka lebih luas.

Faud mengaku sebang Karena ternyata antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara, sehingga balai Desa Cibenda dipenuhi anak-anak peserta lomba dan warga yang datang untuk menikmati suasana festival. 

"Tak hanya itu, panitia juga menyediakan doorprize menarik bagi peserta, yang semakin menambah semarak suasana," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, dalam sambutannya Kepala Desa Cibenda, Dede, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN di desanya.

Ia menyebut, pihaknya sangat senang dan bangga karena kegiatan seperti ini bisa membangkitkan semangat warga, terutama anak-anak dan pelaku usaha kecil.

"Semoga ke depan bisa terus berlanjut,” ujarnya.

(nurhifzhulmawaliaalfath)


Peredaran Miras Di Pangandaran Semakin Meresahkan, Para Tokoh Agama Desak Pemda Bertindak Tegas

PANGANDARANNEWS.COM — Peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi di wilayah Pangandaran semakin kian hari semakin terbuka dan meresahkan, lebih dari 40 tempat penjualan miras kini beroperasi secara terang-terangan.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Umat Islam Pangandaran (FUIP) Pangandaran Iman Nugraha, saat diminta komentarnya terkait peredaran miras khususnya di kawasan wisata dan sekitarnya di Kcamatan Pangandaran.(25/07/25)

Menurut Iman, praktik prostitusi juga telah bertransformasi dengan memanfaatkan media digital yang lebih canggih, dan ini bukan hanya merusak citra pariwisata tetapi juga mengancam moralitas generasi muda.

Hal senada disampaikan salah seorang mubaligh pengurus mesjid di kawasan pantai timur, Ustadz Fatah, menurutnya peredaran miras saat ini sudah tidak bisa lagi ditoleransi. Ia mendesak pemerintah daerah untuk bersikap tegas, mengingat dampaknya bukan hanya jangka pendek tapi bisa menjadi "bom waktu" yang akan menghancurkan masa depan moral masyarakat khususnya anak-anak muda.

Sementara tokoh ulama dari MUI Desa Pangandaran, Ustadz Hambali menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta mengajak seluruh tokoh agama, ustadz, serta majelis taklim untuk segera mengambil peran aktif dalam memberikan arahan dan pembinaan kepada masyarakat. 

Hambali mengatakan, ulama harus berada di garda terdepan dalam menanggulangi penyakit masyarakat seperti miras dan prostitusi.

Dari sisi kelembagaan, Drs. Anwar Hidayat Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, mendorong pemerintah daerah agar tidak ragu dalam menegakkan aturan. Ia menekankan bahwa kekuasaan dan perangkat hukum sudah dimiliki, tinggal keberanian eksekusi dari Pemda.

"Kami meminta agar Pemda segera berkoordinasi dengan MUI untuk menyikapi keresahan yang semakin meluas ini," kata Anwar.

Lain lagi yang dikatakan MUI Desa Pananjung, Ustadz Haris Firdaus, ia menilai tindakan razia yang dilakukan institusi terkait semata tidak cukup. 

"Kami berharap adanya sanksi hukum yang nyata bisa ditegakkan secara konsisten," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, kekhawatiran akan turunnya pendapatan dari sektor wisata tanpa miras dan prostitusi itu hal yang tidak berdasar. Karena justru pariwisata yang bersih akan membawa keberkahan dan kepercayaan masyarakat luas..

Masih di tempat yang sama, tokoh MUI dan pengurus majelis taklim Desa Wonoharjo, Kiai Subariyo menyatakan dukungannya terhadap gerakan anti-miras di Kabupaten Pangandaran. 

Ia mendesak pemerintah agar bisa membuktikan komitmennya menjadikan Pangandaran bukan hanya maju secara ekonomi dan pembangunan tetapi juga unggul dalam moral dan religius, dan pihaknya juga sangat menyayangkan jika pencapaian fisik tidak diiringi dengan pembinaan karakter masyarakat

Ia tegaskan, para tokoh agama memiliki tanggung jawab keagamaan dan moral untuk menyelamatkan umat dari kerusakan sosial yang ditimbulkan oleh miras dan prostitusi. 

“Kami siap membantu, bukan hanya lewat mimbar tapi juga dalam aksi nyata,” ujarnya.

Para tokoh agama ini berharap Pemda Pangandaran segera mengambil sikap sebelum keresahan warga berubah menjadi tindakan spontan yang tidak terkendali. 

Dan mereka juga sepakat, pengendalian penyakit masyarakat (pekat) di kawasan wisata harus dimulai dari keseriusan dan keberanian pemerintah dalam menegakkan aturan demi menyelamatkan masa depan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata yang aman, bersih, dan bermartabat.(harisfirdaus)

Kosti Berharap, Komunitasnya Dilibatkan dalam Event Pemda Pangandaran

 

PANGANDARANNEWS.COM - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pangandaran menyampaikan harapan agar ke depan bisa lebih dilibatkan dalam berbagai event resmi yang diselenggarakan instansi maupun dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, harapan ini mencerminkan semangat komunitas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendekatan budaya, sejarah, dan gaya hidup sehat.

Demikian disampaikan Salah satu anggota Kosti, Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya.(25/07/25)

Menurut Ismail, Kosti Pangandaran selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan lokal, seperti gowes budaya, kampanye hidup sehat, hingga bakti sosial. 

Namun demikian, kata Ismail, keterlibatan mereka dalam acara resmi pemerintah masih tergolong minim. Beberapa kegiatan internal mereka bahkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena menghadirkan nuansa kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal. Padahal, komunitasnya siap bergerak kapan pun diberi ruang dan kepercayaan.

 “Kami ini cinta budaya dan negeri dan kami siap mendukung setiap event pemerintah, tinggal diberi kesempatan,” ungkap Ismail.

Ia menambahkan, Kosti bukan sekadar komunitas sepeda tua melainkan penjaga nilai-nilai sejarah dan harmoni sosial dan dukungan terhadap Kosti juga datang dari masyarakat. 

Hal senada disampaikan pecinta sepeda ontel yang tinggal di Desa Pananjung, Haris (54), ia menilai keberadaan Kosti dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap kegiatan pemerintah daerah. Dan kegiatan Kosti itu unik, bisa jadi hiburan, edukasi, sekaligus promosi wisata. 

"Saya kira sayang sekali kalau mereka tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan Kosti bisa bersinergi dengan program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang pariwisata, budaya, dan olahraga. 

"Dengan dukungan masyarakat serta perhatian dari pemerintah, Kosti optimis dapat menjadi bagian dari wajah Pangandaran yang lebih berwarna dan membanggakan," ucapnya (arisfirdaus)

Polres Pangandaran Ajak Aksi Forum BBL Berdialog Cari Solusi Terkait SKAB

PANGANDARANNEWS.COM – Kericuhan hebat sempat mewarnai dan tak terhindarkan saat aksi unjuk rasa para nelayan yang teegabung dalam Forum Benih Bening Lobster (BBL) Kabupaten Pangandaran, bertempat di depan pintu gerbang pendopo bupati di Kecamatan Parigi.(24/07/25)

Dalam aksi Forum BBL terkait penerbitan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB), berubah menjadi lautan amarah ketika massa merasa aspirasinya diabaikan. 

Setelah berhasil menjebol gerbang dan membakar ban bekas, massa pun melampiaskan frustrasinya pada mobil Damkar yang disiagakan di lokasi dengan memecahkan kaca dan merusak bodinya dengan lemparan benda keras.

Aksi sempat memanas karena  massa tidak dapat bertemu Bupati Pangandaran, hal ini tentu saja membuat kemarahan massa pun memuncak dengan perusakan gerbang Pendopo dan memecahkan kaca depan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). 

Namun situasi yang hampir anarki ini akhirnya berhasil dikendalikan setelah Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H turun langsung menembus kerumunan massa yang beringas.

Di tengah situasi aksi tersebut, Kapolres Pangandaran mengambil langkah berani. Ia maju ke garis depan berhadapan langsung dengan massa dan berbicara melalui pengeras suara untuk meredam amuk yang lebih besar.

Di depan peserta aksi, dengan suara yang tegas dan jelas Kapolres menyampaikan ia akan memfasilitasi BBL dengan pemda.

"Saudara-saudaraku tolong dengarkan saya, kami siap memfasilitasi dan mendukung kepada pemerintah dan masyarakat, khususnya nelayan," tegas Kapolres.

Kapolres juga berpesan agar Pangandaran tetap kondusif karena pihaknya siap mengawal proses ini hingga ada solusi dengan cara yang terhormat, bukan dengan perusakan.

Massa yang tadinya emosional pun perlahan mulai tenang dan mendengarkan apa yang disampaikan Kapolres, komunikasi langsung itu berhasil memadamkan api amarah dan membuka kembali jalan dialog.

Setelah berdiskusi singkat dengan koordinator lapangan dan menegaskan kembali komitmennya, Kapolres  berhasil membujuk massa untuk membubarkan diri secara tertib. ***

Diakui Masih Bingung Soal Modal, 93 Koperasi Merah Putih di Pangandaran Sudah Terbentuk

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami
PANGANDARANNEWS.COM - 93 Desa di Kabupaten Pangandaran tadi siang memghadiri Launching Koperasi Merah Putih melalui virtual, bertemoat di aula  Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Pangandaran. (21/07/25)

Pada kegiatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, sebanyak 93 desa di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah memiliki Koperasi Merah Putih walau masih terkendali terkait pembayaran ke pihak notaris sebagai proses administrasinya.

"Hingga saat ini masih ada desa yang belum selesai," ujarnya.

Bupati mengatakan, koperasi Merah Putih bisa mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Pusat apabila nanti sudah berjalan. 

"Sebuah koperasi bisa berjalan kakau ada modal, tetapi tahu sendiri kondisi kita saat ini," ucapnya.

Namun bupati menyebut, kendala tersebut akan dibahas lagi bersama-sama Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar Koperasi Merah Putih bisa berjalan karena syaratnya mendapat modal itu koperasi harus sudah berjalan.

Seperti diketahui, Koperasi Merah Putih ini termasuk Asta Cita ke-6 Presiden yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal sehingga pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa dan kelurahan.(hiek)

Atasi Serangan Hama Padi, Dinas Pertanian Pangandaran Sigap Tanggapi Keluhan Petani Di Kecamatan Mangunjaya

PANGANDARANNEWS.COM - Menanggapi keluhan warga terkait hama tanaman padi yang mulai menyerang, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran melalui petugas TPH Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mangunjaya pun turun ke lapangan melakukan monitoring langsung ke areal sawah yang ada di Desa sindangjaya.(21/07/25)

 Para petani pun berharap kehadiran petugas ini bisa membawa solusi bagi mereka dalam melakukan pencegahan hama tanaman padi.

Kepala BPP Kecamatan Mangunjaya Eneng Imas Masriah,S.K.H, dengan didampingi petugas Dinas TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan pun langsung melakukan koordinasi dengan beberapa kelompok pertanian yang ada di wilayah Mangunjaya.

Di sela-sela munjungannya, petugas dinas  TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan  menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran beserta jajaran  di bawahnya saat ini langsung turun ke sawah warga untuk menganalisa potensi dampak hama terhadap pertumbuhan padi warga, terutama tanaman padi.

"Dan ini merupakan tugas kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat petani yang ada di wilayah kerja kami," katanya.

Sebelumnya ia pun mengaku sudah memberikan informasi ke grup BPP Kecamatan Mangunjaya sebagai bentuk antisipasi penyebaran hama wereng, ulat serta tikus. 

"Kami berharap para petani di musim panen yang akan datang bisa sukses juga mendapat hasil yang melimpah," ucapnya. (Tn)

Diperkirakan Ini Penyebab Mengapa Udara Saat Ini Sangat Dingin

PANGANDARANNEWS.COM - Di berbagai media sosial (medsos)  beredar sejumlah narasi yang yang memberikan informasi, kenapa akhir-akhir ini kondisi udara dirasakan sangat dingin.

Seperti disampaikan di salah satu medsos, fenomena tak biasanya rotasi bumi diprediksi akan semakin cepat selama bulan Juli dan Agustus 2025 membuat hari-hari di periode tersebut menjadi lebih singkat dari biasanya.

Menurut pengamatan dari lembaga pemantau rotasi Bumi, IERS (International Earth Rotation and Reference Systems Service), 9 Juli 2025 diprediksi akan lebih pendek 1,30 milidetik dari panjang hari normal (86.400 detik). 

Sementara 22 Juli dan 5 Agustus masing-masing akan lebih pendek 1,38 dan 1,5 milidetik.

Fenomena ini dapat diprediksi oleh tronom, tetapi tetap dianggap mengejutkan. Sejak 1972, telah ditambahkan 27 detik kabisat untuk mengkompensasi perlambatan rotasi Bumi.

"Tidak adanya kebutuhan untuk detik kabisat ini tidak terduga," kata Judah.

Levine, fisikawan dari divisi waktu dan frekuensi di National Institute of Standards and Technology.

"Asumsinya adalah Bumi akan terus melambat dan detik kabisat akan terus diperlukan. Jadi fenomena ini sangat mengejutkan," jelasnya.

IERS sendiri akan terus memantau rotasi Bumi seperti biasa dan dapat memastikan seberapa pendek hari-hari di bulan Juli dan Agustus ini.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, sejak 2020 catatan menunjukkan tren percepatan rotasi Bumi yang belum sepenuhnya bisa dijelaskan. 

Bahkan, pada 2024 tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, yang 1,66 milidetik lebih cepat dari biasanya.

Meski Bulan dianggap sebagai penyebab perlambatan rotasi Bumi dalam jangka panjang, ia juga bisa mempercepat rotasi. Semakin dekat posisi Bulan ke ekuator bumi, semakin besar gaya tarik yang memperlambat Bumi.

Hari-hari terpendek ini diprediksi terjadi karena Bulan berada pada jarak maksimum dari ekuator Bumi, demikian dikutip dari IFL Science, Selasa (/7/2025).***


Sejumlah Mahasiswa KKN IPB University Kenalkan Inovasi Lumpia Ikan Lele Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Cibenda

oleh: Nur Hifzhul Mawalia Alfath 

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah mahasiswa IPB University yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menggelar pelatihan pembuatan lumpia ikan lele yang diikuti ibu-ibu PKK.(17/07/25)

Menurut salah seorang peserta KKN, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi olahan ikan lele sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal. Pasalnya berbeda dengan wilayah lain yang sudah aktif membudidayakan ikan lele, Desa Cibenda justru masih memiliki tingkat budidaya lele relatif minim. 

"Hal inilah yang mendorong kami untuk menginisiasi kegiatan pelatihan olahan ikan sebagai bentuk pengenalan manfaat dan potensi usaha dari sektor perikanan air tawar," ucapnya.

Para mahasiswa juga melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan olahan ikan lele, sekaligus memperkenalkan bahwa ikan lele tidak hanya bisa dibudidayakan tetapi juga diolah menjadi produk makanan siap saji yang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, para mahasiswa berharap agar masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga bisa melihat potensi ekonomi dari sektor perikanan, baik melalui budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. 

Ia menyebut, kegiatan pelatihan yang diikuti ibu-ibu PKK dari beberapa dusun di Desa Cibenda ini bisa belajar langsung cara mengolah daging lele menjadi isian lumpia, teknik memasak lumpia, sampai teknik menggulung lumpia serta diskusi ringan mengenai strategi pengembangan dan pengolahan produk rumahan.

"Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menjadi awal tumbuhnya usaha olahan ikan lele yang berkelanjutan di Desa Cibenda," ungkapnya.

Program ini ternyata mendapat sambutan positif dari peserta, salah satunya dari anggota PKK yang  menyampaikan, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar karena memberikan keterampilan dan ide baru sekaligus inspirasi untuk kami dalam memulai usaha kecil dari rumah.

Menurutnya, pelatihan ini juga sejalan dengan program-program strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya dalam upaya mendorong diversifikasi produk perikanan, peningkatan konsumsi ikan serta penguatan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis perikanan.

(penulis adalah salah satu peserta KKN IPB)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN