Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Peredaran Miras Di Pangandaran Semakin Meresahkan, Para Tokoh Agama Desak Pemda Bertindak Tegas

PANGANDARANNEWS.COM — Peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi di wilayah Pangandaran semakin kian hari semakin terbuka dan meresahkan, lebih dari 40 tempat penjualan miras kini beroperasi secara terang-terangan.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Umat Islam Pangandaran (FUIP) Pangandaran Iman Nugraha, saat diminta komentarnya terkait peredaran miras khususnya di kawasan wisata dan sekitarnya di Kcamatan Pangandaran.(25/07/25)

Menurut Iman, praktik prostitusi juga telah bertransformasi dengan memanfaatkan media digital yang lebih canggih, dan ini bukan hanya merusak citra pariwisata tetapi juga mengancam moralitas generasi muda.

Hal senada disampaikan salah seorang mubaligh pengurus mesjid di kawasan pantai timur, Ustadz Fatah, menurutnya peredaran miras saat ini sudah tidak bisa lagi ditoleransi. Ia mendesak pemerintah daerah untuk bersikap tegas, mengingat dampaknya bukan hanya jangka pendek tapi bisa menjadi "bom waktu" yang akan menghancurkan masa depan moral masyarakat khususnya anak-anak muda.

Sementara tokoh ulama dari MUI Desa Pangandaran, Ustadz Hambali menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta mengajak seluruh tokoh agama, ustadz, serta majelis taklim untuk segera mengambil peran aktif dalam memberikan arahan dan pembinaan kepada masyarakat. 

Hambali mengatakan, ulama harus berada di garda terdepan dalam menanggulangi penyakit masyarakat seperti miras dan prostitusi.

Dari sisi kelembagaan, Drs. Anwar Hidayat Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, mendorong pemerintah daerah agar tidak ragu dalam menegakkan aturan. Ia menekankan bahwa kekuasaan dan perangkat hukum sudah dimiliki, tinggal keberanian eksekusi dari Pemda.

"Kami meminta agar Pemda segera berkoordinasi dengan MUI untuk menyikapi keresahan yang semakin meluas ini," kata Anwar.

Lain lagi yang dikatakan MUI Desa Pananjung, Ustadz Haris Firdaus, ia menilai tindakan razia yang dilakukan institusi terkait semata tidak cukup. 

"Kami berharap adanya sanksi hukum yang nyata bisa ditegakkan secara konsisten," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, kekhawatiran akan turunnya pendapatan dari sektor wisata tanpa miras dan prostitusi itu hal yang tidak berdasar. Karena justru pariwisata yang bersih akan membawa keberkahan dan kepercayaan masyarakat luas..

Masih di tempat yang sama, tokoh MUI dan pengurus majelis taklim Desa Wonoharjo, Kiai Subariyo menyatakan dukungannya terhadap gerakan anti-miras di Kabupaten Pangandaran. 

Ia mendesak pemerintah agar bisa membuktikan komitmennya menjadikan Pangandaran bukan hanya maju secara ekonomi dan pembangunan tetapi juga unggul dalam moral dan religius, dan pihaknya juga sangat menyayangkan jika pencapaian fisik tidak diiringi dengan pembinaan karakter masyarakat

Ia tegaskan, para tokoh agama memiliki tanggung jawab keagamaan dan moral untuk menyelamatkan umat dari kerusakan sosial yang ditimbulkan oleh miras dan prostitusi. 

“Kami siap membantu, bukan hanya lewat mimbar tapi juga dalam aksi nyata,” ujarnya.

Para tokoh agama ini berharap Pemda Pangandaran segera mengambil sikap sebelum keresahan warga berubah menjadi tindakan spontan yang tidak terkendali. 

Dan mereka juga sepakat, pengendalian penyakit masyarakat (pekat) di kawasan wisata harus dimulai dari keseriusan dan keberanian pemerintah dalam menegakkan aturan demi menyelamatkan masa depan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata yang aman, bersih, dan bermartabat.(harisfirdaus)

Kosti Berharap, Komunitasnya Dilibatkan dalam Event Pemda Pangandaran

 

PANGANDARANNEWS.COM - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pangandaran menyampaikan harapan agar ke depan bisa lebih dilibatkan dalam berbagai event resmi yang diselenggarakan instansi maupun dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, harapan ini mencerminkan semangat komunitas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendekatan budaya, sejarah, dan gaya hidup sehat.

Demikian disampaikan Salah satu anggota Kosti, Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya.(25/07/25)

Menurut Ismail, Kosti Pangandaran selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan lokal, seperti gowes budaya, kampanye hidup sehat, hingga bakti sosial. 

Namun demikian, kata Ismail, keterlibatan mereka dalam acara resmi pemerintah masih tergolong minim. Beberapa kegiatan internal mereka bahkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena menghadirkan nuansa kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal. Padahal, komunitasnya siap bergerak kapan pun diberi ruang dan kepercayaan.

 “Kami ini cinta budaya dan negeri dan kami siap mendukung setiap event pemerintah, tinggal diberi kesempatan,” ungkap Ismail.

Ia menambahkan, Kosti bukan sekadar komunitas sepeda tua melainkan penjaga nilai-nilai sejarah dan harmoni sosial dan dukungan terhadap Kosti juga datang dari masyarakat. 

Hal senada disampaikan pecinta sepeda ontel yang tinggal di Desa Pananjung, Haris (54), ia menilai keberadaan Kosti dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap kegiatan pemerintah daerah. Dan kegiatan Kosti itu unik, bisa jadi hiburan, edukasi, sekaligus promosi wisata. 

"Saya kira sayang sekali kalau mereka tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan Kosti bisa bersinergi dengan program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang pariwisata, budaya, dan olahraga. 

"Dengan dukungan masyarakat serta perhatian dari pemerintah, Kosti optimis dapat menjadi bagian dari wajah Pangandaran yang lebih berwarna dan membanggakan," ucapnya (arisfirdaus)

Polres Pangandaran Ajak Aksi Forum BBL Berdialog Cari Solusi Terkait SKAB

PANGANDARANNEWS.COM – Kericuhan hebat sempat mewarnai dan tak terhindarkan saat aksi unjuk rasa para nelayan yang teegabung dalam Forum Benih Bening Lobster (BBL) Kabupaten Pangandaran, bertempat di depan pintu gerbang pendopo bupati di Kecamatan Parigi.(24/07/25)

Dalam aksi Forum BBL terkait penerbitan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB), berubah menjadi lautan amarah ketika massa merasa aspirasinya diabaikan. 

Setelah berhasil menjebol gerbang dan membakar ban bekas, massa pun melampiaskan frustrasinya pada mobil Damkar yang disiagakan di lokasi dengan memecahkan kaca dan merusak bodinya dengan lemparan benda keras.

Aksi sempat memanas karena  massa tidak dapat bertemu Bupati Pangandaran, hal ini tentu saja membuat kemarahan massa pun memuncak dengan perusakan gerbang Pendopo dan memecahkan kaca depan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). 

Namun situasi yang hampir anarki ini akhirnya berhasil dikendalikan setelah Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H turun langsung menembus kerumunan massa yang beringas.

Di tengah situasi aksi tersebut, Kapolres Pangandaran mengambil langkah berani. Ia maju ke garis depan berhadapan langsung dengan massa dan berbicara melalui pengeras suara untuk meredam amuk yang lebih besar.

Di depan peserta aksi, dengan suara yang tegas dan jelas Kapolres menyampaikan ia akan memfasilitasi BBL dengan pemda.

"Saudara-saudaraku tolong dengarkan saya, kami siap memfasilitasi dan mendukung kepada pemerintah dan masyarakat, khususnya nelayan," tegas Kapolres.

Kapolres juga berpesan agar Pangandaran tetap kondusif karena pihaknya siap mengawal proses ini hingga ada solusi dengan cara yang terhormat, bukan dengan perusakan.

Massa yang tadinya emosional pun perlahan mulai tenang dan mendengarkan apa yang disampaikan Kapolres, komunikasi langsung itu berhasil memadamkan api amarah dan membuka kembali jalan dialog.

Setelah berdiskusi singkat dengan koordinator lapangan dan menegaskan kembali komitmennya, Kapolres  berhasil membujuk massa untuk membubarkan diri secara tertib. ***

Diakui Masih Bingung Soal Modal, 93 Koperasi Merah Putih di Pangandaran Sudah Terbentuk

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami
PANGANDARANNEWS.COM - 93 Desa di Kabupaten Pangandaran tadi siang memghadiri Launching Koperasi Merah Putih melalui virtual, bertemoat di aula  Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Pangandaran. (21/07/25)

Pada kegiatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, sebanyak 93 desa di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah memiliki Koperasi Merah Putih walau masih terkendali terkait pembayaran ke pihak notaris sebagai proses administrasinya.

"Hingga saat ini masih ada desa yang belum selesai," ujarnya.

Bupati mengatakan, koperasi Merah Putih bisa mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Pusat apabila nanti sudah berjalan. 

"Sebuah koperasi bisa berjalan kakau ada modal, tetapi tahu sendiri kondisi kita saat ini," ucapnya.

Namun bupati menyebut, kendala tersebut akan dibahas lagi bersama-sama Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar Koperasi Merah Putih bisa berjalan karena syaratnya mendapat modal itu koperasi harus sudah berjalan.

Seperti diketahui, Koperasi Merah Putih ini termasuk Asta Cita ke-6 Presiden yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal sehingga pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa dan kelurahan.(hiek)

Atasi Serangan Hama Padi, Dinas Pertanian Pangandaran Sigap Tanggapi Keluhan Petani Di Kecamatan Mangunjaya

PANGANDARANNEWS.COM - Menanggapi keluhan warga terkait hama tanaman padi yang mulai menyerang, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran melalui petugas TPH Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mangunjaya pun turun ke lapangan melakukan monitoring langsung ke areal sawah yang ada di Desa sindangjaya.(21/07/25)

 Para petani pun berharap kehadiran petugas ini bisa membawa solusi bagi mereka dalam melakukan pencegahan hama tanaman padi.

Kepala BPP Kecamatan Mangunjaya Eneng Imas Masriah,S.K.H, dengan didampingi petugas Dinas TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan pun langsung melakukan koordinasi dengan beberapa kelompok pertanian yang ada di wilayah Mangunjaya.

Di sela-sela munjungannya, petugas dinas  TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan  menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran beserta jajaran  di bawahnya saat ini langsung turun ke sawah warga untuk menganalisa potensi dampak hama terhadap pertumbuhan padi warga, terutama tanaman padi.

"Dan ini merupakan tugas kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat petani yang ada di wilayah kerja kami," katanya.

Sebelumnya ia pun mengaku sudah memberikan informasi ke grup BPP Kecamatan Mangunjaya sebagai bentuk antisipasi penyebaran hama wereng, ulat serta tikus. 

"Kami berharap para petani di musim panen yang akan datang bisa sukses juga mendapat hasil yang melimpah," ucapnya. (Tn)

Diperkirakan Ini Penyebab Mengapa Udara Saat Ini Sangat Dingin

PANGANDARANNEWS.COM - Di berbagai media sosial (medsos)  beredar sejumlah narasi yang yang memberikan informasi, kenapa akhir-akhir ini kondisi udara dirasakan sangat dingin.

Seperti disampaikan di salah satu medsos, fenomena tak biasanya rotasi bumi diprediksi akan semakin cepat selama bulan Juli dan Agustus 2025 membuat hari-hari di periode tersebut menjadi lebih singkat dari biasanya.

Menurut pengamatan dari lembaga pemantau rotasi Bumi, IERS (International Earth Rotation and Reference Systems Service), 9 Juli 2025 diprediksi akan lebih pendek 1,30 milidetik dari panjang hari normal (86.400 detik). 

Sementara 22 Juli dan 5 Agustus masing-masing akan lebih pendek 1,38 dan 1,5 milidetik.

Fenomena ini dapat diprediksi oleh tronom, tetapi tetap dianggap mengejutkan. Sejak 1972, telah ditambahkan 27 detik kabisat untuk mengkompensasi perlambatan rotasi Bumi.

"Tidak adanya kebutuhan untuk detik kabisat ini tidak terduga," kata Judah.

Levine, fisikawan dari divisi waktu dan frekuensi di National Institute of Standards and Technology.

"Asumsinya adalah Bumi akan terus melambat dan detik kabisat akan terus diperlukan. Jadi fenomena ini sangat mengejutkan," jelasnya.

IERS sendiri akan terus memantau rotasi Bumi seperti biasa dan dapat memastikan seberapa pendek hari-hari di bulan Juli dan Agustus ini.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, sejak 2020 catatan menunjukkan tren percepatan rotasi Bumi yang belum sepenuhnya bisa dijelaskan. 

Bahkan, pada 2024 tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, yang 1,66 milidetik lebih cepat dari biasanya.

Meski Bulan dianggap sebagai penyebab perlambatan rotasi Bumi dalam jangka panjang, ia juga bisa mempercepat rotasi. Semakin dekat posisi Bulan ke ekuator bumi, semakin besar gaya tarik yang memperlambat Bumi.

Hari-hari terpendek ini diprediksi terjadi karena Bulan berada pada jarak maksimum dari ekuator Bumi, demikian dikutip dari IFL Science, Selasa (/7/2025).***


Sejumlah Mahasiswa KKN IPB University Kenalkan Inovasi Lumpia Ikan Lele Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Cibenda

oleh: Nur Hifzhul Mawalia Alfath 

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah mahasiswa IPB University yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menggelar pelatihan pembuatan lumpia ikan lele yang diikuti ibu-ibu PKK.(17/07/25)

Menurut salah seorang peserta KKN, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi olahan ikan lele sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal. Pasalnya berbeda dengan wilayah lain yang sudah aktif membudidayakan ikan lele, Desa Cibenda justru masih memiliki tingkat budidaya lele relatif minim. 

"Hal inilah yang mendorong kami untuk menginisiasi kegiatan pelatihan olahan ikan sebagai bentuk pengenalan manfaat dan potensi usaha dari sektor perikanan air tawar," ucapnya.

Para mahasiswa juga melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan olahan ikan lele, sekaligus memperkenalkan bahwa ikan lele tidak hanya bisa dibudidayakan tetapi juga diolah menjadi produk makanan siap saji yang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, para mahasiswa berharap agar masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga bisa melihat potensi ekonomi dari sektor perikanan, baik melalui budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. 

Ia menyebut, kegiatan pelatihan yang diikuti ibu-ibu PKK dari beberapa dusun di Desa Cibenda ini bisa belajar langsung cara mengolah daging lele menjadi isian lumpia, teknik memasak lumpia, sampai teknik menggulung lumpia serta diskusi ringan mengenai strategi pengembangan dan pengolahan produk rumahan.

"Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menjadi awal tumbuhnya usaha olahan ikan lele yang berkelanjutan di Desa Cibenda," ungkapnya.

Program ini ternyata mendapat sambutan positif dari peserta, salah satunya dari anggota PKK yang  menyampaikan, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar karena memberikan keterampilan dan ide baru sekaligus inspirasi untuk kami dalam memulai usaha kecil dari rumah.

Menurutnya, pelatihan ini juga sejalan dengan program-program strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya dalam upaya mendorong diversifikasi produk perikanan, peningkatan konsumsi ikan serta penguatan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis perikanan.

(penulis adalah salah satu peserta KKN IPB)


Catat, Ini Tips Manfaat Senam untuk Diabetes RSUD Pandega Pangandaran

Oleh hiek | Kamis, 12 Juni 2025 

PANGANDARANNEWS.COM – Diabetes yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis, penyakit ini merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Penyakit kronis ini ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang. Dan jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi serius. Namun kabar baiknya, diabetes dapat dicegah dan dikelola melalui perubahan gaya hidup termasuk aktivitas fisik teratur seperti senam.

Seperti disampaikan fisioterapis di RSUD Pandega Pangandaran, Iwan Kartiwan, pentingnya senam sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mencegah dan mengelola diabetes. 

“Senam secara teratur dapat membantu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, hormon yang mengontrol kadar gula darah,” jelas Iwan, Kamis (12/06/25)

Kata Iwan, sensitivitas tubuh terhadap insulin akan meningkat dengan senam memungkinkan sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah lebih efisien. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Berikut manfaat Utama Senam untuk Pencegahan Diabetes

Sementara fisioterapis lainnya di RSUD Pandega Pangandaran Wisnu Fajar menambahkan beberapa manfaat utama senam dalam mencegah diabetes, diantaranya,

1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Aktivitas fisik membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi, mengurangi kebutuhan produksi insulin dalam jumlah besar, dan mencegah resistensi insulin.

2. Menurunkan Berat Badan: Kelebihan berat badan adalah salah satu faktor risiko utama diabetes tipe Senam membakar kalori dan lemak, membantu penurunan berat badan yang sehat.

3. Meningkatkan Massa Otot: Otot adalah pembakar glukosa terbesar dalam tubuh. Senam dapat membantu membangun dan mempertahankan massa otot.

4. Melancarkan Sirkulasi Darah: Aliran darah yang lancar penting untuk mencegah komplikasi diabetes, seperti neuropati dan masalah pada kaki.

5. Mengurangi Stres: Stres dapat memicu peningkatan kadar gula darah. Senam merupakan cara alami untuk meredakan stres dan menjaga keseimbangan hormon.

Jenis Senam yang Direkomendasikan

Wisnu juga merekomendasikan senam intensitas moderat yang dilakukan secara teratur, idealnya lakukan senam aerobik seperti jalan cepat, bersepeda atau senam irama setidaknya 150 menit per minggu yang dibagi menjadi sesi-sesi singkat,

“Saya juga menyarankan agar menambahkan latihan penguatan otot dua hingga tiga kali seminggu,:ungkapnya. 

Berikut beberapa gerakan senam sederhana yang dapat dilakukan di rumah:

Jalan di Tempat: Angkat lutut setinggi pinggul sambil mengayunkan tangan selama 5-10 menit.

Arm Circles (Putaran Lengan): Rentangkan lengan ke samping, lakukan putaran ke depan dan ke belakang.

Leg Lifts (Angkat Kaki): Berdiri tegak dengan pegangan kursi, angkat satu kaki ke samping atau belakang.

Squats (Jongkok): Berdiri dengan kaki selebar bahu, tekuk lutut seperti akan duduk di kursi, pastikan punggung tetap lurus.

Senam Peregangan: Peregangan untuk melenturkan otot-otot besar.

Pesan Penting untuk Masyarakat Pangandaran

Sebelum memulai program senam, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis. “Konsultasi awal penting untuk memastikan jenis dan intensitas senam yang sesuai dengan kondisi fisik individu,” tegas Wisnu.

RSUD Pandega Pangandaran siap memberikan panduan dan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik untuk kesehatan. Dengan menjadikan senam sebagai bagian dari gaya hidup sehat, masyarakat Pangandaran dapat mengambil langkah proaktif untuk mencegah diabetes dan meningkatkan kualitas hidup mereka.***


RSUD Pandega Pangandaran, Tekankan Penanganan Celah Bibir dan Langit-langit Anak bersama Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut

0leh: hiek, 14 Juli 2025

PANGANDARANNEWS.COM – RSUD Pandega Pangandaran kembali mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penanganan celah bibir dan langit-langit (palatoskisis) pada anak. Kegiatan ini dipimpin oleh drg. Rani Septikasari, Sp.BMM, Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial di RSUD Pandega.

Dalam pemaparannya drg. Rani menjelaskan, kondisi celah bibir dan langit-langit merupakan kelainan bawaan yang kerap kali kurang mendapat perhatian serius dari orang tua. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan termasuk kemampuan berbicara, makan, hingga berdampak pada psikologis anak.

Banyak masyarakat yang mengira, kata Rani, anak tidak bisa berbicara dengan jelas hanya karena belum terbiasa padahal bisa jadi karena adanya celah pada langit-langit mulut. 

“Kondisi ini bisa ditangani dengan operasi dan terapi bicara, tentunya dengan dukungan gizi yang baik,” jelas Rani.

Rani mengatakan, keterkaitan antara gangguan pada rongga mulut dan risiko stunting. Anak dengan celah bibir atau gangguan mulut lainnya seringkali mengalami kesulitan makan karena rasa sakit, yang berdampak pada asupan gizi. 

“Kalau gigi sakit, anak cenderung tidak mau makan. Akibatnya, nutrisi tidak terpenuhi dan risiko stunting meningkat,” imbuhnya.

Menurutnya, stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Gejala umum stunting antara lain pertumbuhan fisik yang lambat, kesulitan belajar, kurang fokus, anak sering sakit, berat badan cenderung menurun, dan sifat anak yang lebih pendiam.

Ia menyebut, beberapa faktor penyebab stunting termasuk infeksi yang berulang, kebersihan mulut yang buruk, serta kurangnya perawatan terhadap kondisi kesehatan anak. “Kebersihan gigi dan mulut sangat penting. Infeksi yang berulang dari rongga mulut bisa berkontribusi terhadap stunting.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan, RSUD Pandega membuka layanan pemeriksaan dan perawatan untuk anak-anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit. Perawatan ini mencakup operasi untuk mengembalikan fungsi rongga mulut, terapi bicara, serta pemantauan nutrisi secara berkala.

Rani juga mendorong para orang tua agar tidak ragu memeriksakan anak mereka sejak dini jika ditemukan tanda-tanda kelainan pada mulut atau perkembangan yang tidak sesuai usia. 

“Penanganan sejak awal akan memberikan hasil yang lebih optimal,” ujarnya.


Telan Anggaran Rp 10 Milyar, Pembangunan Area Parkir Eks Pasar Wisata Pangandaran Dibiayai Pihak Ketiga

PANGANDARANNEWS.COM - Lahan eks Pasar Wisata (PW) yang akan digunakan untuk tempat parkir obyek wisata Pangandaran, saat ini masih dalam proses pembenahan.

Rencananya, lahan area parkir yang direncanakan dapat menampung 2500 unit kendaraan di lahan seluas 7 hektar ini rencananya akan dihotmiks dan diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 10 milyar.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, pembangunan area parkir PW ini seluruhnya akan dibiayai pihak ketiga (vendor) sebagai pengelola parkir.

Ia menjelaskan, Rp 8 untuk pembangunan fisik dan Rp 2 milyar lagi dialokasikan untuk sarana IT pemasangan sistem elektronik non tunai.

"Jadi biaya pembangunan parkir eks pasar wisata ini sepenuhnya dari pihak ketiga, bukan dari Pemkab Pangandaran," terang Irwansyah, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(15/07/25)

Ia mengatakan, ke depannya baik kendaraan kecil atau pun bis ini tidak boleh lagi parkir di sepanjang jalan area wisata, seluruh kendaraan harus diparkir di area parkir PW.

"Kecuali kendaraan yang masuk ke hotel parkirnya pasti di tempat parkir yang disediakan hotel," jelasnya.(hiek)



Kapolres Pangandaran Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2025

PANGANDARANNEWS.COM - Polres Pangandaran hari ini menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Patuh Lodaya 2025, bertempat di Mako Polres Pangandaran.(14/07/25)

Apel ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Pangandaran, KOMPOL Usep Supiyan S.H., M.M., dan dihadiri oleh jajaran Polres Pangandaran, unsur pemerintah daerah, TNI, serta berbagai elemen masyarakat.

Apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana sebelum pelaksanaan operasi yang akan berlangsung di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Operasi Patuh Lodaya 2025 menargetkan penurunan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, dan fatalitas korban kecelakaan, serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan S.I.K., M.H., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan operasi ini sebagai upaya bersama menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah Pangandaran. “Kami siap mendukung penuh Operasi Patuh Lodaya 2025 agar tercipta Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam amanat Kapolda Jawa Barat yang disampaikan oleh Wakapolres Pangandaran menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas,  juga mengingatkan perlunya pendekatan humanis dalam penegakan hukum serta memanfaatkan kemajuan teknologi seperti ETLE statis dan mobile untuk mendukung operasi.

Mari kita perkuat upaya preemtif dan preventif dengan penyuluhan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wakapolres.

Operasi ini melibatkan sebanyak 2.002 personel gabungan Polda Jawa Barat dan Polres jajaran, yang akan bertugas melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran lalu lintas secara profesional dan berintegritas, fokus penindakan akan diarahkan pada 7 prioritas pelanggaran lalu lintas,

- Pengendara di bawah umur

- Menggunakan ponsel saat berkendara

- Berbonceng lebih dari 1 orang

- Tidak menggunakan helm SNI dan safety belt

- Pengendara dalam pengaruh alkohol

- Berkendara melawan arus

- Berkendara melebihi batas kecepatan

Kegiatan apel gelar pasukan berjalan dengan aman dan kondusif, menandai kesiapan Polres Pangandaran dalam mendukung suksesnya Operasi Patuh Lodaya 2025 demi terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. ***

Mapay Pandega, Wujud Komitmen RSUD Pandega Pangandaran Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

hiek - 14 juli 2025

PANGANDARANNEWS.COM - Seperti disampaikan pada JurnalMedia beberapa waktu lalu, dalam upaya terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran kembali melaksanakan program unggulannya bertajuk Mapay Pandega atau Manajemen Sapa Pandega. 

Kegiatan ini digelar pada Kamis, 3 Juli 2025, dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Pandega Pangandaran, dr. Liza Octa Ferostina.

Kegiatan Mapay Pandega bukan sekadar rutinitas seremonial, namun merupakan bagian dari strategi manajemen rumah sakit dalam membangun komunikasi aktif dan interaktif antara pihak rumah sakit dan para pasien. 

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Pelayanan Medis bersama tim turun langsung ke sejumlah ruangan rawat inap dan rawat jalan untuk menyapa para pasien dan keluarganya, mendengarkan langsung keluhan, saran, serta harapan mereka terhadap pelayanan di RSUD Pandega Pangandaran.

Menyapa Pasien, Mendengar dengan Hati sehingga suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kegiatan Mapay Pandega kali ini. Para pasien menyambut baik kehadiran tim manajemen yang secara langsung menanyakan pengalaman mereka selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit kebanggaan masyarakat Pangandaran ini.

Beberapa pasien bahkan secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan yang mereka terima, yang menurut mereka sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, tidak sedikit pula yang menyampaikan masukan terkait kenyamanan fasilitas, kecepatan pelayanan, hingga kebutuhan akan informasi yang lebih jelas mengenai prosedur pengobatan.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Pandega, dr. Liza Octa Ferostina menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi setiap masukan dari pasien, baik berupa pujian maupun kritik.

“Kami hadir di tengah pasien untuk mendengar secara langsung suara mereka. Ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi komitmen kami dalam membangun rumah sakit yang berorientasi pada pelayanan prima dan kepuasan masyarakat,” ujar dr. Liza Octa Ferostina dalam keterangannya di akun media sosial Instagram rsud_pangandaran.

Salah satu keunggulan dari kegiatan Mapay Pandega adalah kemampuannya dalam melakukan evaluasi cepat dan responsif. Setiap masukan dari pasien yang bersifat mendesak langsung ditindaklanjuti oleh pihak manajemen, baik dalam bentuk instruksi langsung kepada petugas, pengadaan fasilitas penunjang, maupun peninjauan ulang terhadap alur pelayanan.

Hal ini merupakan bagian dari pendekatan continuous improvement yang diadopsi RSUD Pandega dalam upaya mencapai standar pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. 

“Kami tidak ingin ada keluhan yang berulang. Semua harus ditindaklanjuti dengan serius, karena setiap pasien berhak mendapatkan pelayanan terbaik,” lanjut Kepala Bidang.

Komitmen Menuju Rumah Sakit Berkelas

Selain itu, RSUD Pandega Pangandaran juga memang tengah berbenah diri menjadi rumah sakit rujukan regional yang unggul dan berdaya saing. Peningkatan sumber daya manusia, pembaruan alat medis, serta pengembangan sistem informasi rumah sakit secara digital adalah sebagian langkah strategis yang tengah ditempuh.

Program Mapay Pandega menjadi salah satu instrumen kunci dalam memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan benar-benar selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Dengan menyerap langsung aspirasi dari pasien, pihak rumah sakit dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, tidak hanya berdasarkan data statistik, tetapi juga berdasarkan pengalaman nyata pasien di lapangan.

Selain itu, pendekatan humanis yang dibangun dalam kegiatan ini juga memperkuat citra RSUD Pandega sebagai institusi kesehatan yang ramah, terbuka, dan peduli terhadap kondisi pasien secara menyeluruh, baik secara medis maupun psikologis.

Apresiasi untuk Sahabat Pandega

Dalam kesempatan tersebut, pihak rumah sakit juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya para pasien dan keluarga, atas kepercayaan yang telah diberikan kepada RSUD Pandega Pangandaran.

“Terima kasih kepada seluruh Sahabat Pandega yang telah memilih dan mempercayakan layanan kesehatan kepada kami. Kepercayaan ini adalah amanah yang akan terus kami jaga dan tingkatkan,” ucapnya.

Tak hanya menyapa pasien, tim Mapay Pandega juga menyempatkan diri berbincang dengan para tenaga medis dan non-medis di lingkungan rumah sakit. Mereka diberikan motivasi dan dorongan untuk terus menjaga semangat pelayanan, disiplin kerja, serta keramahan dalam berinteraksi dengan pasien dan keluarga.

Antusiasme Pasien: Simbol Hubungan yang Kuat

Salah satu pasien rawat inap, Ibu Siti Maryam (56), mengaku terkejut sekaligus senang dengan kunjungan langsung dari pihak manajemen. “Baru kali ini saya dirawat di rumah sakit, dan ada pimpinan rumah sakit datang menyapa kami langsung. Ini luar biasa. Kami merasa lebih dihargai,” ungkapnya.

Senada dengan itu, keluarga pasien lainnya, Bapak Juhana, berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin. Menurutnya, pendekatan langsung seperti ini sangat efektif dalam membangun kepercayaan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan.

“Ini bukan hanya soal pelayanan medis, tapi juga soal empati. Dengan hadir langsung, pihak rumah sakit menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli,” kata Juhana.

Menuju Layanan Berbasis Human-Centered Care

Kegiatan Mapay Pandega menjadi gambaran nyata dari penerapan human-centered care, yakni konsep pelayanan kesehatan yang menempatkan pasien sebagai pusat dari seluruh proses pelayanan. Dalam konsep ini, aspek emosional, sosial, dan psikologis pasien turut diperhatikan, tidak hanya kondisi fisik mereka.

RSUD Pandega percaya bahwa rumah sakit bukan sekadar tempat menyembuhkan penyakit, tetapi juga ruang pemulihan secara menyeluruh, di mana interaksi yang hangat, lingkungan yang nyaman, dan pelayanan yang responsif menjadi bagian integral dari proses kesembuhan.

Melalui kegiatan Mapay Pandega, RSUD Pandega Pangandaran membuktikan komitmennya dalam mewujudkan layanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga manusiawi. Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang partisipatif dan berkelanjutan.***



Catat, Ini Tips Kerja Semangat Pulang Selamat Dari RSUD Pandega Pangandaran

penulis, hiek

11 juli 2025

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja, RSUD Pandega Pangandaran melakukan kampanye “Kerja Semangat, Pulang Selamat”. 

Kampanye yang diposting di media sosial Instagram resmi milik RSUD Pandega ini bertujuan untuk membekali para pekerja dengan tips praktis agar tetap produktif di tempat kerja dan kembali ke rumah dengan selamat, dan melalui unggahan visual yang informatif RSUD Pandega juga menyoroti beberapa poin kunci yang dapat setiap pekerja terapkan mulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar.

Apa Saja Tips Kerja Semangat Pulang Selamat dari RSUD Pandega Pangandaran?

Untuk tetap semangat bekerja dan pulang dengan selamat, fokus pada keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat, serta ciptakan lingkungan kerja yang positif. 

Dan berikut tips “Kerja Semangat, Pulang Selamat” dari RSUD Pandega,

Terapkan Pola Hidup Sehat, Pola Kerja Sehat dan Selamat: Fondasi utama untuk tetap semangat dan selamat adalah dengan menjaga pola hidup yang sehat. Ini mencakup asupan gizi yang seimbang, istirahat yang cukup, dan manajemen stres. Pola kerja yang sehat juga berarti menghindari kebiasaan buruk yang dapat membahayakan diri di lingkungan kerja.

Lakukan Pengendalian Risiko Bahaya di Tempat Kerja dengan Disiplin: Keselamatan adalah prioritas. 

Pekerja diimbau untuk selalu disiplin dalam mengidentifikasi dan mengendalikan risiko bahaya di tempat kerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri yang sesuai standar, dan bekerja sesuai prosedur operasional standar adalah mutlak untuk mencegah kecelakaan kerja.

Pelihara Kesehatan dengan Rutin Berolahraga, Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang, dan Jaga Kebersihan Diri: Gaya hidup sehat bukan hanya tentang diet, tetapi juga aktivitas fisik. Olahraga teratur membantu menjaga stamina dan kebugaran tubuh. 

Mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan diri sangat penting, untuk mencegah penyakit dan infeksi.

Jangan Lupa Cek Kesehatan Berkala untuk Deteksi Dini Penyakit: Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. RSUD Pandega menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check-up. 

Deteksi dini penyakit memungkinkan penanganan lebih cepat dan efektif, sehingga tidak mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.

“Mulai dari hal simpel, terapkan safety first di mana pun berada!”.

Demikian pesan yang RSUD Pandega sampaikan di akun IG resminya. Hal itu menggarisbawahi, bahwa kesadaran akan keselamatan harus menjadi bagian integral dari setiap aktivitas, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.

Dengan tips ‘Kerja Semangat Pulang Selamat’ ini, RSUD Pandega berharap para pekerja bisa menjalankan aktivitasnya dengan penuh semangat, tetap sehat, dan selalu kembali ke rumah dengan selamat.***

Siap Jadi Rujukan KJSU Jabar Selatan, RSUD Pandega Pangandaran Terus Perkuat SDM dan Alat Medis

Titi Sutiamah

penulis, hiek 

14 Juli 2025

PANGANDARANNNEWS.COM – Sejak diresmikan lima tahun lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Kabupaten Pangandaran tak hanya terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat namun RSUD yang berlokasi di jalan Merdeka ini juga terus menunjukkan komitmen kuat untuk menjadi pusat rujukan pelayanan penyakit kronis di wilayah selatan Jawa Barat. 

Untuk mendukung hal tersebut, tak hanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), namun RSUD Pandega juga terus melengkapi peralatan medis.

Dan salah satu langkah strategis yang tengah ditempuh saat ini,  salah satunya pengembangan layanan rujukan untuk empat jenis penyakit utama, yaitu kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). 

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran Titi Sutiamah beberapa waktu lalu, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan tenaga dokter spesialis dan berbagai peralatan penunjang untuk mengembangkan layanan rujukan KJSU.

Sebagai bentuk keseriusan, kata Titi, RSUD Pandega telah menyekolahkan seorang dokter spesialis jantung dengan dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda). 

"Kami berharap proses pendidikan tersebut dapat segera rampung sehingga dapat memperkuat tim medis yang ada," ungkapnya.(08/07/225)

Titi menjelaskan, pengadaan sejumlah alat kesehatan penunjang layanan KJSU ini anggarannya didanai melalui bantuan Kementerian Kesehatan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangandaran.

Dengan berbagai upaya tersebut, Titi menyebut, RSUD Pandega menargetkan peningkatan pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, tepat dan optimal, terutama bagi pasien penderita penyakit kronis di wilayah selatan Jawa Barat.

"Saya berharap dengan upaya yang sedang dilakukan ini tentunya bisa menjadi rumah sakit rujukan penyakit kronis di wilayah Jawa Barat Selatan," ucapnya.  


Warga Dan Tokoh Masyarakat Didampingi Petugas Tutup Tempat Miras di Padaherang

PANGANDARANNEWS.COM — Merespon keresahan masyarakat terkait maraknya peredaran minuman keras (miras) di Kecamatan Padaherang Kabupaten pangandaran, Kepala Desa Padaherang Iman Suwangsa Hendra Komara bersama perwakilan Forum Umat Islam Kabupaten Pangandaran Ustadz Aep Saepudin, turun langsung menutup sejumlah tempat penjualan miras yang diduga beroperasi secara bebas dan kerap meresahkan warga.

Aksi ini razia miras yang berlangsung di Kampung Sukarenah, Dusun Ciputri, Desa Padaherang ini merupakan bentuk keresahan masyarakat atas lemahnya penindakan hukum terhadap peredaran miras di lingkungan mereka.

Di depan warga, Kepala Desa Padaherang Iman Suwangsa menyampaikan sikap tegasnya terhadap keberadaan tempat-tempat maksiat di wilayahnya karena pihaknya tidak mau ada tempat kemaksiatan yang bebas seperti ini di desanya.

Tak hanya bisa menghancurkan generasi muda, kata Iman, ini juga bertentangan dengan Pancasila dan agama serta bisa merusak kesehatan.

"Ini jelas sebuah kedzaliman,” tegasnya.(07/07/25) 

Aksi ini pun dihadrii sejumlah tokoh penting dan elemen masyarakat, diantaranya Ustadz Aep Saepudin dari Forum Umat Islam Pangandaran, Ketua RT setempat, Kepala Dusun Ciputri, Bapak Kunkun dari Babinmas Polsek Padaherang.serta tokoh pemuda Yodi Yodian.

Menariknya dalam razia tersebut salah satu karyawan penjaga tempat miras yang ditutup menyebutkan bahwa lokasi tersebut merupakan milik seseorang yang dikenal masyarakat dengan panggilan Haji Boleng, tentu saja pernyataan ini pun menambah perhatian warga terhadap siapa saja yang terlibat dalam peredaran miras di desa mereka.

Warga berharap tindakan ini menjadi langkah awal untuk membersihkan lingkungan dari praktik-praktik yang merusak moral masyarakat dan generasi muda, dan mereka juga menyerukan kepada pihak berwenang agar lebih serius dan transparan dalam menegakkan aturan.

"Ini demi keadilan dan ketertiban agar bisa benar-benar terwujud di tengah masyarakat," tegas Iman.(harisfirdaus)

Diduga Lakukan Pungli, Seorang Oknum Petugas Retribusi Obyek Wisata Pangandaran Kena OTT Tim Terpadu

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang oknum petugas retribusi tiket di obyek wisata pantai Pangandaran kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim terpadu Polres Pangandaran dan Polisi Militer (PM) Pangandaran pada Minggu (06/07/25) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, ia diduga melakukan pungutan liar (pungli) pada wisatawan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Nana Sukarna, oknum tersebut berinisial UN merupakan petugas penarik retribusi di Pantai Batuhiu namun saat melakukan praktik pungli dia ketahuan sedang tidak bertugas.

"Yang bersangkutan  bertugasnya di obyek wisata Batuhiu tapi melakukan pungli di Pantai Pangandaran, saat ini kita mengikuti proses hukumnya," kata Nana (07/07/25)

Nana mengaku, ia pun sudah menemui tim terpadu yang telah menangkap oknum petugas tersebut dan mempersilahkan agar diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Namun Nana menyebut ia belum bisa menjelaskan bagaimana modus yang dilakukan oleh oknum petugas tersebut dan mempersilahkan menanyajkan langsung ke Polres.

“Dan saya juga belum ketemu sama pelaku pungli tersebut," jelasnya.

Petugas retribusi wisata berinisial UN ini, ungkap Nana, kemungkinan bisa diberhentikan sebagai tenaga honorer di Dinas Pariwisata.

Nana juga merasa heran kejadian ini bisa terjadi, padahal pihaiknya telah berupaya untuk mencegah terjadinya kebocoran retribusi tiket pariwisata sejak jauh-jauh hari, dan terbukti hasilnya Penghasilan Asli Daerah (PAD) daroi retribusi wisata ini mengalami peningkatan signifikan.

Sementara saat dihubungi secara terpisah, Plt Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana menyampaikan, Polres Panbgandaran telah menerima pelimpahan dari Tim Terpadu dan Pos PM Pangandaran terkait adanya calo tiket retribusi di Pantai Timur.

Ia jufa membenarkan Penyidik Satreskrim Polres Pangandaran telah menerima pelimpahan dari Tim Terpadu dan juga Pos PM dan telah mengamankan terduga calo tiket retribusi.

“saat ini kami sedang mengumpulkan alat bukti dan barang bukti dari peristiwa dugaan pungli tersebut,” jelasnya.(hiek)


Padahal Sudah Kantongi Ijin Dari KKP Dan BKPM, Rencana Penambahan Keramba Apung di Pangandaran Ditolak Nelayan dan Tokoh Masyarakat

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait rencana penambahan keramba jaring apung milik PT Pasifik Bumi Samudera di perairan Pantai Timur Pangandaran, hal ini menuai penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya, penolakan datang dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, pelaku wisata water sport dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Sseperti disampaikan Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata, pihaknya menyatakan keberatan karena di area yang direncanakan menjadi lokasi keramba apung tersebut merupakan alur perahu nelayan dan tempat menangkap ikan. 

“Jadi kalau dipasang keramba tentu akan mengganggu aktivitas nelayan,” tegas Jeje saat dihubungi salah satu wartawan media on line. (06/07/25)

Jeje menyebut lokasi yang ditentukan tidak layak karena dangkal, pasalnya hanya sekitar 9 meter bahkan saat surut tinggal 6 meter sedangkan yang ia tahu  budidaya keramba seharusnya dilakukan pada kedalaman 24 hingga 30 meter.

 Di lokasi tersebut merupakan daerah terumbu karang dan masuk wilayah konservasi juga, dan jika ada penolakan nelayan tentu itu menjadi perhatian HNSI.

Jeje yang pernah menjabat Bupati Pangandaran dua periode mengaku, pihaknya pun tak pernah diundang sosialisasi oleh pihak perusahaan.

 “Saya tahunya malah dari media sosial dan pagi tadi juga saya ditelepon Bu Susi, pandangan beliau sama dengan saya,” ungkapnya.

Tak hanya HNSI, rencana penambahan keramba jaring apung milik PT Pasifik Bumi Samudera ditolak keras oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus tokoh masyarakat Pangandaran Susi Pudjiastuti.

Menurutnya, proyek keramba ini akan merusak keindahan dan ekosistem laut yang menjadi andalan wisata Pangandaran.

“Saya sangat tidak setuju dengan rencana itu,” ujar Susi melalui pesan WhatsApp. (07/07/25)

Dalam kesempatan tersebut Susi juga menyinggung kunjungan Prabowo Subianto saat masih menjabat Menteri Pertahanan ke Pangandaran beberapa waktu lalu yang saat itu justru menyoroti keberadaan bagan yang dinilai merusak laut, dan sekarang malah muncul rencana penambahan keramba apung.

“Ini gila, luar biasa gila. Pangandaran itu utamanya pariwisata dan perikanan nelayan bukan keramba investasi yang merusak pemandangan dan aktivitas nelayan,” tegas Susi.

Seperti diketahui, PT Pasifik Bumi Samudera sebenarnya sudah mengantongi izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Kementerian Investasi/BKPM untuk pemanfaatan ruang laut di Pantai Timur Pangandaran, dan proyek ini disebut sebagai tempat riset perikanan yang hasilnya untuk menopang pasokan ikan di kawasan wisata.

Namun sayang rencana tersebut menuai protes baik dari nelayan yang khawatir jalur melaut terganggu, juga dari pelaku wisata water sport karena khawatir usaha wisata mereka akan terganggu.(hiek)


Sepakat Jaga Kondusifitas Wisata Pangandaran, Konflik PT PMB dan SPP Berakhir Islah

PANGANDARANNEWS.COM - Konflik antara PT Pancajaya Makmur Bersama (PT PMB) Grand Pangandaran dengan Serikat Petani Pasundan (SPP) yang sempat memanas beberapa hari lalu, berakhir damai.

Langkah restorative justice ini dimediasi Kepolisian Resor (Polres) Pangandaran dengan menghadirkan kuasa hukum dari kedua belah pihak, perdamaian kedua belah pihak ini pun disampaikan melalui konferensi pers di Mapolres Pangandaran.(04/07/25)

Seperti disampaikan kuasa hukum pihak PT PMB Grand Pangandaran HM Hasan Suryoyudho, PT PMB dan SPP sudah menyelesaikan perselisihan yang terjadi beberapa waktu lalu secara kekeluargaan.

Dengan bantuan Polres Pangandaran dan tokoh masyarakat, kata Hasan, kini kedua belah pihak sudah  menandatangani kesepakatan tersebut.

"Ini berkat bantuan Polres Pangandaran, sekarang kesalahpahaman di antara kami sudah bisa diselesaikan dengan baik,"ungkap Hasan.

Masih di tempat yang sama, kuasa hukum dari SPP Windi Harisandi menyampaikan, perdamaian ini tentu menjadi hadiah untuk Polri yang sedang memperingati HUT Bhayangkara.

Windi mengaku bersukur, karena pasa momen Hari Bhayangkara permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik dan damai.

Windi mengatakan, pihaknya tidak ingin ada masyarakat kecil menjadi yang ditahan gara-gara masalah ini. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Pangandaran, tokoh masyarakat, dan para pihak yang telah mendukung perdamaian tersebut," ucapnya. 

Dia juga berharap permasalahan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua agar tetap bisa menjaga kondusivitas di Kabupaten Pangandaran, karena Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata tentu membutuhkan kondusivitas.

Ia juga tidak lupa mengajak mepada seluruh pihak untuk saling bantu dan saling dukung agar Pangandaran menjadi kota wisata yang menyenangkan bagi pengunjung, dan wisatawan pun merasa nyaman saat berwisata ke Pangandaran.

"Jadi untuk ke depannya tidak akan ada lagi tuntutan karena kami sudah islah, dan ini benar-benar karena semua pihak ingin menjaga kondusivitas dan ingin menjaga agar tidak ada warga masyarakat yang tercederai atau tersandung masalah hukum," imbuhnya. 

Sepoerti diketahui, sebelumnya telah terjadi pembongkaran sebuah bangunan milik seorang petani, Engkos Rosadi oleh sekelompok orang di lahan yang dikeloala oleh PT PMB Grand Pangandaran sebagai pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) yang disusul terjadinya penyerangan dan perusakan kantor PT PMB Grand Pangandaran oleh sekelompok orang.(hiek)


Tinggal Satu Lagi Masih Dalam Pencarian, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Satu Lagi Korban Laka Laut Di Perairan Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Memasuki hari keenam pencarian Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan satu dari dua nelayan korban laka laut di perairan Pangandaran Jawa Barat, kali ini korban laka laut yang berhasil ditemukan tersebut atas nama Yadi Atma (54) dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi kejadian. (03/07/25)

Seperti diketahui, Yadi merupakan ayah korban lainnya bernama Yogi Mustofa (20) yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Saat diminta keterangan lewat sambungan telepon, Ketua SAR Barakuda Pangandaran Sakio Andrianto menjelaskan, jenazah Yadi berhasil ditemukan relawan penyelam yang tergabung dalam proses pencarian SAR gabungan.

Karena sudah 6 hari sehingga kondisi korban sudah tidak utuh lagi, dan kata Sakio, pihaknya pun harus memandu jenazah sampai selesai pemulasaraan di RSUD Pandega Pangandaran.

"Setelah pemulasaraan dan disholatkan, jenazah pun di bawa ke rumah duka untuk langsung disemayamkan," ucapnya.

Kata Sakio, saaat ini tim SAR gabungan terfokus pada proses pencarian satu nelayan yang belum berhasil ditemukan.

"Mudah mudahan, korban atas nama Yogi Mustofa bisa segera kami ditemukan," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perahu nelayan dihantam ombak besar di perairan Blok Batu Kipas kawasan Cagar Alam, tepatnya di perbatasan Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran pada hari Sabtu tanggal 28 Juni 2025 sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam insiden tersebut satu orang berhasil selamat sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, korban selamat diketahui bernama Megi Mustofa (27) warga Dusun Kamurang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Sementara dua korban yang masih dalam pencarian adalah Yadi Atma (54), ayah Megi, dan Yogi Mustofa (20), adik Megi. Dan ketiga korban tersebut masih satu keluarga yang berprofesi sebagai nelayan dan saat kejaian korban sedang mencari udang karang atau lobster. (hiek)


Pasar Pananjung Pangandaran, Riwayatmu Kini..

PANGANDARANNEWS.COM - Pasar Pananjung Pangandaran, dulu merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar dan terlengkap di Kabupaten Pangandaran. Terletak sangat strategis, hanya sekitar lima menit dari kawasan wisata Pantai Pangandaran. Pasar ini sudah sejak lama menjadi tempat andalan masyarakat lokal untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi tujuan wisata belanja bagi para pelancong yang datang dari luar daerah. 

Namun sangat disayangkan, kondisi pasar yang dahulu menjadi kebanggaan kini semakin memprihatinkan. Suasana kumuh, fasilitas yang minim dan lingkungan yang tidak tertata seakan mengubur potensi besar pasar ini untuk menjadi pusat ekonomi yang unggul.

Apalagi saat musim hujan tiba, kenyamanan pengunjung benar-benar terganggu karena jalan-jalan di dalam pasar menjadi becek dan berlumpur. Genangan air bercampur sampah membuat suasana pasar tidak hanya kotor, tapi juga berbau dan tidak sehat. Di berbagai sudut terlihat bangunan lapuk dan kios-kios yang tidak tertata dengan baik tidak ada drainase yang memadai bahkan tidak ada tempat sampah yang layak dan tidak ada pengawasan dari pihak pengelola pasar secara maksimal.

Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman, baik bagi para pembeli maupun pedagang yang sudah lama menggantungkan penghidupannya dari aktivitas di pasar tersebut.

Padahal sejak beberapa tahun lalu Pemda Kabupaten Pangandaran sudah beberapa kali menyampaikan rencana penataan dan revitalisasi Pasar Pananjung ini, bahkan sempat muncul wacana menjadikan pasar ini sebagai pasar yang terintegrasi dengan program pengembangan pariwisata Pangandaran. 

Sayangnya, wacana itu hanya menjadi janji manis tanpa realisasi. Berganti pimpinan daerah, pasar pun masih tetap kumuh dan yang jelas hingga kini tak ada perubahan yang berarti. 

Masyarakat pun mulai kehilangan harapan, merasa bahwa pasar tradisional seperti ini telah dilupakan oleh kebijakan pembangunan daerah.

Keluhan tidak hanya datang dari pedagang, tetapi juga dari para konsumen. "Sayang pasar ini becek dan sangat kumuh, padahal banyak wisatawan yang sengaja berbelanja ke sini karena barangnya lengkap dan harganya terjangkau," ujar seorang pedagang. 

Ia menyebut, para pedagang juga mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat hampir di semua jenis produk. 

Selain faktor ekonomi, katanya, mereka sadar bahwa kini mereka harus bersaing bukan hanya dengan sesama pedagang pasar tapi juga dengan toko-toko online yang menawarkan kemudahan dan kelengkapan tanpa harus datang langsung.

Melihat kondisi tersebut, sudah saatnya Pemda Kabupaten Pangandaran membuka mata dan bertindak lebih serius. Pasar Pananjung bukan sekadar tempat transaksi ekonomi tapi juga simbol denyut nadi masyarakat lokal dan bagian dari wajah pariwisata Pangandaran.

Ia juga berharap, perbaikan infrastruktur, peningkatan kebersihan serta pemberdayaan pedagang harus segera dilakukan. 

"Jika dikelola dengan baik, pasar ini bisa kembali menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner dan belanja yang mendukung ekonomi daerah secara berkelanjutan," ucapnya.(harisfirdaus)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN