Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Dalam Pertemuan Dengan Forkopinda Pangandaran, Polemik Petani Di Maruyungsari-Paledah Tak Temukan Titik Terang

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan petani di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yang berharap bisa segera terbebas dari banjir yang setiap musim hujan merendam ratusan hektare sawah mereka kini kembali menemui jalan buntu, pasalnya upaya untuk menjebol badan jalan perbatasan demi memperlancar aliran air justru memicu penolakan keras dari petani tetangga di Desa Paledah.

Permasalahan yang terus bergulir ini pun akhirnya menarik perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pangandaran, Bupati Oangandaran Citra Pitriyami, Kapolres AKBP Mujianto dan Dandim 0625 Letkol CZI Ibnu Muntaha serta mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dengan didampingi perwakilan dari BBWS Citanduy pun turun langsung ke lapangan, namun hasilnya jauh dari memuaskan.

Dalam pertemuan dengan petani Paledah tersebut, terjadi penolakan terhadap penjebolan jalan tetap bergeming. Para petani menuntut solusi teknis jangka panjang, yaitu perbaikan saluran pembuangan bukan tindakan yang dianggap merugikan desa mereka.

Saat pertemuan dengan petani Maruyungsari situasi sempat memanas, dan alih-alih membawa solusi konkret karena Bupati Pangandaran hanya menyampaikan bahwa jalan tidak akan dijebol namun menggantinya dengan tawaran tiga unit pompa dari BBWS Citanduy serta janji kompensasi Rp1,5 juta per hektare jika tanaman rusak.

“Ini bukan hal mudah dan saya baru tiga bulan menjabat bupati, saya bukan wonder woman,” kata bupati.(24/05/25)

Jawaban bupati ini menambah kekecewaan petani, sehingga tanggapan tersebut pun disambut sorakan kecewa. Malah tak sedikit para petani memilih meninggalkan lokasi sebelum penjelasan tuntas, meskipun sebagian lainnya tampak pasrah dan menerima tawaran pemerintah.

Mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pun mencoba turun tangan meredam situasi, namun gagal membendung kekecewaan warga dan seruan penolakan dan keinginan tetap menjebol jalan masih terdengar lantang.

Dan solusi untuk banjir di kawasan pertanian Desa Maruyungsari belum didapat, dan petani pun kini hanya bisa berharap dengan rasa kecewa yang mendalam.(Tn)

Akibat Hujan Deras, Beberapa Sawah Dan Jalan di Kabupaten Pangandaran Terndam Luapan Air Sungai

PANGANDARANNEWS.COM – Hujan yang mengguyur beberapa hari ini di Kabupaten Pangandaran, menyebabkan terjadi luapan air di sejumlah daerah. Tak hanya terjadi Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Padaherang, bencana banjir pun terjadi  Kecamatan Cimerak yang berdapak terndamnya  badan jalan dan puluhan hekta sawah.

Seperti yang terjadi di blok Cisempu Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, air setinggi satu meter merendam jalan dan sawah masyarakat akibat kondisi meluapnya air sungai saluran yang menghubungkan langsung dengan laut.( 21/05/25)

Menurut Kepala Desa Ciparanti, Dadang Suherman, banjir sekarang ini lebih parah dari yang sebelumnya, banjir biasanya surut dalam waktu 1 sampai 2 jam.

Selain merendam jalan, kata Dadang, banjir luapan sungai juga menyebabkan sekitar 30 hektar sawah milik petani sehingga terancam gagal tanam.

"Ini karena ada saluran irigasi sepanjang 20 meter yang mengalami jebol," terang Dadang, melalui peasn WhatsApp.(22/05/2025) 

Dadang mengatakan, padahal saluran irigasi yang rusak tersebut baru dibangun sekitar lima tahun lalu. Tepatnya, dibangun pada tahun 2020.

"Akibatnya  air dari sungai ini meluap ke sawah dan badan jalan dengan ketinggian  sekitar 1 meter," ucapnya. (hiek)


Gaet PATELKI dan PMI, RSUD Pandega Pangandaran Gelar Donor Darah Untuk peduli Pada sesama

Oleh hiek, 20 Mei 2025

PANGANDARANNEWS.COMBekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu Rumah Sakit Umum Darerah (RSUD) Pandega Pangandaran menggelar kegiatan donor darah.(07/05.25)

Dalam rilisnya di media sosial RSUD Pandega disampaikan, aksi kemanusiaan serta seiring dengan dinamika kondisi kesehatan masyarakat, donor darah ini digelar sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan stok darah yang terus mengalami fluktuasi di wilayah Pangandaran,.

Dengan mengusung slogan “Karena setiap tetes darah Anda sangat berarti,” pihak RSUD Pandega juga mengajak masyarakat umum serta seluruh civitas rumah sakit untuk turut ambil bagian dalam kegiatan ini. 

“Ini adalah momen yang tepat untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama, karena  setiap kantong darah yang disumbangkan bisa menyelamatkan nyawa,” dalam unggahannya.

Selain membantu sesama donor darah juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti meningkatkan produksi sel darah baru dan menjaga kesehatan jantung.

Pihak RSUD Pandega juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah serta menambah ketersediaan darah untuk kebutuhan darurat medis. Sebagai rumah sakit rujukan di Pangandaran, RSUD Pandega terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dengan fasilitas memadai dan tenaga medis profesional.

Pihaknya juga menghmbau agar masyarakat tidak melewatkan kesempatan ini, dan untuk informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak resmi RSUD Pandega yang tertera pada poster kegiatan.(hiek)



Sempat Mangkrak Setahun, Dengan Anggarannya Rp 55,4 Miliar Pembangunan Jembatan Sodongkopo di Pangandaran Tahun Ini Dilanjutkan

PANGANDARANNEWS.COM - Sempat mangkrak setahun lebih, Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tahun ini kembali dibangun, padahal jembatan yang menghubungkan antara Bandara Nusawiru dan Pantai Batu Karas  ini seharusnya rampung Desember 2023 lalu.

Seperti disampaikan Tenaga ahli Jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Yusuf Supriadi, proyek kelanjutan pembangunan jembatan Sodongkopo saat ini sedang dilaksanakan.

Selain pekerja, di lokasi pun tampak beberapa alat berat yang beroperasi untuk menata dan memindahkan perlengkapan dalam proses pembangunan jembatan,

Yusuf mengatakan, pengerjaan jembatan Sodongkopo ini masuk ke tahap kedua dengan nilai anggaran sebesar Rp 55,4 Miliar. 

“Kalau tahap pertama itu senilai Rp 74 Miliar,” terang Yusuf.(20/05/25)

Yusuf menambahkan, waktu pekerjaannya mulai dari 21 April 2025 sampai 31 Desember 2025, artinya jika melewati batas waktu yang telah ditentukan pihak ketiga akan menerima denda yang dalam satu hari per seribu kali nilai kontrak. 

"Jadi harus beres sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan atau bila perlu lebih cepat lebih baik," ucapnya.

Disoal kenapa pembangunan jembatan Sodongkopo inni sempat mangjkrak sekitar satu tahun, Yusuf mengatakan, hal tersebut karena ada tahapan yang harus dilalui. 

"Sebetulnya di tahap pertama kemarin itu mahal di pengadaan komponen untuk jembatan," jelas  Yusuf.(hiek)



Peringati Hari Hipertensi, RSUD Pandega Ajak Masyarakat Pahami Diet Sehat untuk Penderita Darah Tinggi

Oleh hiek   18 Mei 2025P

PANGANDARANNEWS.COM - Memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran menggelar acara Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan (Ngobatan), dengan tema “Diet untuk Penderita Hipertensi”. (15/05/25)

Acara ini menghadirkan nara sumber  Dwiana Destya Putri, S.Gz, seorang ahli gizi yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat bagi penderita tekanan darah tinggi.

Lebih lanjut Dwiana menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi 140/90 mmHg. Ia menyebut hipertensi sebagai "silent killer" atau pembunuh diam-diam karena sering tidak menunjukkan gejala, namun bisa menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung.

Mengapa diet menjadi penting bagi penderita Hipertensi? menurut Dwiana, pola makan sangat memengaruhi tekanan darah. Diet yang tepat tidak hanya mampu menurunkan tekanan darah, tapi juga mencegah komplikasi seperti diabetes dan penyakit jantung.

 Ia juga menekankan pentingnya membatasi konsumsi natrium (garam),  dengan batas maksimal konsumsi garam untuk penderita hipertensi hanya sekitar setengah hingga satu sendok teh per hari.

“ Natrium banyak ditemukan dalam garam dapur, penyedap rasa, makanan kemasan, roti, kecap, dan saus,” terangnya.

Ia juga menyarakan agar penderita Hipertensi menghindari Lemak jenuh dan kolesterol tinggi seperti daging merah, jeroan, seafood, mentega dan gorengan.

Apa yang sebaiknya dikonsumsi? Kata Dwiana, sebaliknya penderita hipertensi dianjurkan mengonsumsi makanan kaya kalium, magnesium, kalsium, serta tinggi serat, seperti Buah-buahan, Kacang-kacangan, Kentang dan ubi jalar, Air kelapa muda, Tahu dan tempe, Yogurt, Ikan berduri lunak dan Beras merah.

“Pola makan ini bisa membantu mengontrol tekanan darah secara alami,” ujarnya.

Gaya hidup sehat sebagai pendukung diet tak hanya dari makanan, Dwiana juga menekankan pentingnya perubahan gaya hidup, seperti aktif secara fisik dan rutin berolahraga, menghindari stres, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol atau minuman bersoda serta rutin memantau tekanan darah

Melalui kegiatan ini, pihak RSUD Pandega berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi.

“Edukasi seperti ini juga diharapkan dapat mengurangi angka kasus komplikasi akibat darah tinggi di wilayah Pangandaran dan sekitarnya,” tegasnya.(hiek)

Penataan Pasar Wisata Diperkirakan Rampung 1 Minggu, Lapangan Ketapang Doyong Jadi Lokasi Parkir Sementara

PANGANDARANNEWS.COM – Usai dilakukan pembongkaran Pasar Wisata yang rencananya akan dialihfungsikan menjadi area parkir, Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran mengumumkan perubahan lokasi parkir untuk kendaraan jenis bus di lapang Ketapangdoyong di kawasan pantai timur.

Seperti disaampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, selama proses pembongkaran, seluruh bus wisata akan ditempatkan di Lapangan Ketapang Doyong.

“Pembongkaran serta perataan puing-puing bangunan pasar wisata ini ditarget rampung dalam waktu satu minggu,” terang Irwansyah. 

Irwansyah mengataka langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata utama Pangandaran, dan penempatan parkir yang lebih terpusat ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan besar di area Pasar Wisata yang selama ini menjadi titik keramaian.

 Ia juga mengatakan, saat ini pemerintah daerah bersama pihak pengelola kawasan wisata mengimbau seluruh pelaku usaha khususnya pemilik dan pengelola hotel untuk segera menyosialisasikan kebijakan ini kepada para tamu yang menggunakan bus, dan koordinasi ini penting agar proses parkir berjalan tertib dan sesuai dengan arahan yang telah ditentukan.

Ia menilai lapangan Ketapang Doyong sangat strategis untuk lokasi parkir, karena memiliki kapasitas luas dan akses yang mudah dijangkau dari berbagai titik wisata di Pangandaran.

Selain itu, menurutnya, keberadaan area parkir khusus ini akan mendukung kenyamanan wisatawan selama beraktivitas di area Pantai Timur maupun tempat-tempat wisata lainnya.

“Saya berharap dengan kebijakan baru ini wisatawan khususnya yang datang menggunakan bus dapat menikmati kunjungannya  tanpa terganggu masalah lalu lintas atau kesulitan mencari tempat parkir,” ungkapnya.(hiek)


Gencarkan Pola Pencegahan Infeksi di Lingkungan Rumah Sakit, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Pasien dan Pengunjung Biasakan Cuci Tangan

oleh, hiek  08/05/25

PANGANDARANNEWS.COM – Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit terus digencarkan, seperti yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran melalui Perawat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Yudi Trisna Krisnandi, S.Kep., Ners, mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya saat berada di fasilitas kesehatan.

Yudi juga menekankan, pasien dan pengunjung harus dalam kondisi sehat saat melakukan kunjungan ke RSUD Pandega. Salah satu langkah utama yang harus diperhatikan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar, serta menggunakan masker selama berada di area rumah sakit.

“Cuci tangan pakai sabun bukan hanya formalitas, ini langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penularan infeksi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” jelas Hyudi. (08/05/25)

Penggunaan masker tidak hanya untuk pasien, tetapi juga, kata Yudi, untuk pengunjung sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan bersama.

Yudi mengatakan, RSUD Pandega terus berkomitmen meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan infeksi sebagai bagian dari layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

Yudi menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran juga siap melayani dalam situasi darurat serta siap memberikan pelayanan terbaik. 

Jangan ragu untuk menghubungi nomor darurat (0265) 7503045 atau pusat informasi (0265) 7503044. 

Informasi lebih lanjut juga dapat diakses melalui situs web rsudpandega.pangandarankab.go.id atau melalui WhatsApp Humas di 0821-2005-6071.


Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang benar menurut Yudi adalah sebagai berikut, 

1. Gosok telapak tangan dengan sabun

2. Bersihkan punggung tangan

3. Bersihkan sela-sela jari

4. Lakukan gerakan mengunci antar jari

5. Bersihkan ibu jari secara menyeluruh

6. Gosok ujung jari dan kuku


 

 


Akan Dialihfungsikan Jadi Area Parkir, Ratusan Kios di Pasar Wisata Pangandaran Dibongkar

PANGANDARANNEWS,COM-Sedikitnya ada tiga unit alat berat  dan ratusan petugas gabungan dari TNI Polri, SatPol PP, jaga lembur, Dishub dan puluhan warga diturunkan, saat pembongkaran untuk meratakan bangunan kios-kios itu di Pasar Wisata (PW) Pangandaran.(15/05/25)

Pada kesempatan tersebut, tampak Bupati Pangandaran Citra Pitriyami pun meninjau ada di lokasi pembongkaran di Pasar Wisata yang sebelumnya sempat muncul riak dari sejumlah warga setempat. 

Ditengah kesibukan pembongkaran kepada awak media, bupati membenarkan memang dalam relokasi PW ini semoat ada dinamika sosial yang terjadi dan merupakan sesuatu hal yang wajar.

Bupati mengaku bersukur karena timnya bekerja dengan baik, dengan pendekatan dan komunikasi yang baik akhirnya landai.

Bupati juga memastikan, selama proses pembongkaran PW ini tidak ada demo dan keributan yang terjadi dalam rencana pembongkaran bangunan itu karena apa yang dilakukan pemerintah ini merupakan hal terbaik untuk Kabupaten Pangandaran.

"Ada sekitar 900 bangunan dan area Pasar Wisata ini yang nantinya akan dialihfungsikan menjadi lahan parkir," jelasnya.

Dalam proses pembongkaran ini pohon dan tumbuh-tumbuhan di sini tidak akan dirusak, sementara untuk penghuni asli Pangandaran yang sebelumnya tinggal di Pasar Wisata akan direlokasi ke milik Pemda Kabupaten Pangandaran dengan statusnya hak guna pakai di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran.

Sementara Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto yang turut hadir dalam pembongkaran ini mengatakan, dalam proses ini pihaknya menyiapkan 200 personel gabungan untuk pengamanan pembongkaran di Pasar Wisata.

"Kita sebar sejumlah anggota di beberapa titik yang berpotensi kerawanan," jelasnya.

Sebelum dilaksanakan pembongkaran pihaknya mengaku sudah sosialisasikan dan melakukan pendekatan terhadap masyarakat yang sebelumnya tinggal di Pasar Wisata, sehingga dalam pelaksanaan pembongkaran sekarang ini diharapkan berjalan dengan lancar.

"Alhamdulillah proses pembongkaran pun berjalan aman," ucapnya.(hiek)


Ada Tambahan Kuota 37, Hari Ini Bupati Pangandaran Lepas 419 Calon Jemaah

PANGANDARANNEWS.COM – Suasana hiruk pikuk, khidmat dan haru menyelimuti Bumi Perkemahan Pamugaran, saat Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami secara resmi melepas keberangkatan 419 calon jemaah haji asal Kabupaten Pangandaran menuju tanah suci Mekkah. (15/05/25)

Di tengah hiruk pikuk keberangkatan calon jemaah dan para keluarga pengantar tampak bupati berkesempatan menyapa langsung para jemaah dengn senyum hangat untuk ku memberikan semangat dan doa kepada seluruh jemaah agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.

Dalam sambutannya bupati menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jemaah. 

"Semoga semua rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik, lancar, dan mendapatkan predikat haji mabrur,” kata bupati. 

Bupati menekankan terkait pentingnya peran petugas kloter dalam mendampingi dan memberikan layanan terbaik kepada seluruh jemaah selama perjalanan hingga kembali ke tanah air. 

"Pesan saya kepada para petugas, agar menjaga integritas, kesabaran, serta mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional," tegas bupati.

Masih di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, H. Yayan Herdiana saat menyampaikan sambutannya mengaku merasa bersyukur atas kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji tahun 2025.

Ia juga mengaku bersyukur karena tahun ini Pangandaran dapat memberangkatkan 419 jemaah, di luar petugas, dan jumlah ini merupakan hasil penambahan kuota jemaah haji dari sebelumnya 382 orang. 

Jadi, kata Yayan, tambahannya 37 orang berasal dari jemaah cadangan yang berhasil diberangkatkan tahun ini dan ini merupakan progres yang menggembirakan. 

"Semoga dengan bertambahnya jumlah jemaah tahun ini, dapat mengurangi panjangnya antrean haji di tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

Yayan menerangkan, rombongan jemaah haji Pangandaran akan bergabung dalam satu kelompok terbang (kloter) 31 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), bersama 7 petugas haji dan 16 jemaah dari Kota Depok, namun nanti selama di Tanah Suci jemaah Pangandaran akan dilayani oleh tiga syarikah berbeda.

Oleh karena itu Yayan menekankan pentingnya koordinasi antara petugas kloter, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dan para jemaah sehingga diharapkan seluruh proses ibadah haji berjalan lancar, aman, dan nyaman.

“Semoga seluruh jemaah haji senantiasa diberi kesehatan dan mampu meraih predikat haji mabrur," ucapnya.(hiek)


Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres Pangandaran Laksanakan Panen Raya Jagung

PANGANDARANNEWS.COM – Sebagai bentuk dukungan pada program nasional ketahanan pangan, bertempat di lahan ketahanan pangan yang berlokasi di Blok Bukit Baruno Dusun Lebakjero Desa Jadikarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Polres Pangandaran melaksanakan kegiatan panen jagung.(14/05/25)

Selain dihadiri langsung Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, S.I.K., M.H., Wakapolres Pangandaran Kompol Usep Supiyan, S.H., M.M, kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan, S.Hut., Anggota DPRD Kabupaten Ciamis H. Adang Sudirman, pengurus Cabang Bhayangkari Pangandaran, Danramil Langkaplancar, Kapolsek Langkaplancar AKP Asep Dadi Mulyawan, perwakilan dari Pupuk Indonesia, personel Polres Pangandaran, perwakilan dari Polisi Kehutanan Pangandaran, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Sebelum panen jagung ini dilaksanakan, acara dimulai doa bersama, laporan dari Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Lebakjero, sambutan dari Kapolres Pangandaran, kegiatan panen raya, dan ditutup dengan kegiatan penutupan.

Ketua KTH Lebakjero Suhendi, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan panen ini.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap petani lokal khususnya di wilayah Langkaplancar.

Ia menyebut, kelompok tani yang dipimpinnya telah terdaftar resmi dan memiliki izin untuk melakukan kegiatan pertanian di kawasan hutan. Kegiatan ini merupakan bentuk agroforestry, yaitu integrasi antara pertanian dan kehutanan.

"Ada ketentuan yang harus dipatuhi, salah satunya adalah larangan penanaman pohon sawit di wilayah Pangandaran," ungkapnya.

Masih di tempat yang sama Kapolres Pangandaran dalam sambutannya menyampaikan, panen jagung ini merupakan hasil dari perjuangan bersama selama beberapa bulan terakhir. 

Kapolres juga mengatakan, program ini merupakan bagian dari dukungan Polres terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya membangun ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan dan keberhasilan panen perdana ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan dari semua pihak.

"Kami berharap agar ke depan lahan yang dikelola dapat diperluas dari satu hektar menjadi sepuluh hektar, dengan estimasi produksi mencapai 20 ton jagung," katanya.***


Forkopimda Pangandaran Ajak Masyarakat Gelar Senam Bersama dan Aksi Bersih Pantai Wujud Pedulian Lingkungan

PANGANDARANNEWS.COM-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pangandaran tadi siang menggelar kegiatan senam bersama dan aksi bersih-bersih, bertempat di kawasan Pantai Barat Pangandaran. (09/05/25)

Kegiatan yang diinisiasi Polres Pangandaran sebagai bentuk nyata sinergitas antar instansi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup ini melibatkan berbagai unsur Forkopimda, diantaranya Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, S.I.K., M.H dan jajarannya, TNI, para anggota Bhayangkari dan Persit Kartika Chandra Kirana, pemerintah daerah serta elemen masyarakat lainnya.

Kepada awak media, Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto menegaskan terkait pentingnya kehadiran dan keterlibatan seluruh unsur dalam kegiatan ini. Senam bersama dan aksi bersih pantai bukan hanya sebagai simbol kebersamaan antar lembaga namun juga mencerminkan kepedulian kolektif terhadap pelestarian lingkungan,  terutama kawasan wisata Pantai Pangandaran yang merupakan ikon kebanggaan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kata Mujianto, pihaknya ingin menguatkan soliditas dan kebersamaan lintas instansi, sekaligus memberikan pesan kepada masyarakat bahwa merawat lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. 

“Pangandaran sebagai daerah wisata harus dijaga kebersihannya, baik oleh pengunjung, warga, maupun pemerintah,” ucapnya.

Kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama yang diikuti penuh antusias oleh seluruh peserta yang hadir, dengan mengikuti gerakan senam yang energik dan kompak. Selanjutnya para peserta senam pun  melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang bibir pantai yang bahu membahu memunguti sampah dan membersihkan area pantai, tentu ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat.

Mujianto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dan tidak hanya kepada instansi pemerintahan, namun kegiatan ini juga harus dilaksanakan masyarakat luas secara berkelanjutan dan menjadi budaya bersama.

Ia juga berharap, dengan semangat gotong royong senam bersama dan bersih-bersih pantai ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan Pangandaran yang sehat, bersih, dan harmonis. 

“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis lingkungan sehat,” tegasnya.(hiek)


PPK Sungai dan Pantai 1 SNVT PJSA Citanduy, Tahun Ini Bangun Pengaman Pantai Bojongsalawe Kab Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Proyek pengamanan pantai Bojongsalawe di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Tahap IV resmi dimulai, pekerjaan yang menelan miliaran rupiah diawali dengan kegiatan sosialisasi yang digelar di aula kantor Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih.

Seperti diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari lanjutan proyek pengamanan kawasan pesisir selatan Pangandaran yang telah dirintis sejak tahun 2023.

Seperti disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai 1 SNVT PJSA Citanduy, Dadan Rahmadani, program ini merupakan bentuk upaya konkret untuk mengatasi persoalan abrasi yang kian mengancam kawasan pesisir.

Pada tahun 2023 lalu, kata Dadan, pihaknya mulai pengerjaan ini di kawasan pantai Bojongsalawe, Kecamatan Parigi dan dilanjutkan di Kampung Turis blok Pamugaran Pantai Pangandaran di tahun 2024 karena di sana abrasi sangat signifikan. 

"Prioritas ketiga kini kita fokuskan di Pantai Karangtirta, Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih," terangnya. (05/05/25).

Idealnya penanganan abrasi pantai dilakukan dengan metode vegetatif seperti penanaman pohon, namun, menurutnya, kondisi sedimentasi yang berasal dari laut dan sungai membuat upaya tersebut tidak cukup efektif untuk menahan energi gelombang laut yang besar. Dan kalau hanya tanam pohon, lama-lama akan hilang juga karena abrasi sehingga pendekatan struktural harus diutamakan terlebih dahulu dan setelah itu baru bisa ditanam pohon sebagai pelengkap untuk keseimbangan ekosistem.

Dadan menyebut, pelaksanaan pembangunan dimulai pada 2 Mei dan ditargetkan rampung akhir Desember 2025 dengan diawali dengan pekerjaan penggalian jalur sungai atau muara yang dilanjutkan dengan pemasangan jeti sebagai struktur penahan gelombang.

"Nanti batu-batu untuk proyek ini kita datangkan dari tambang legal, biasanya dari wilayah Tasikmalaya dan Cilacap Jawa Tengah," ucapnya.

Dengan dimulainya tahap keempat ini, pihaknya berharap kawasan pesisir Pangandaran semakin terlindungi dari ancaman abrasi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.(hiek)

Rencana Reaktivasi PT KAI Banjar-Pangandaran, Dipastikan 4 Ribu KK Akan Terdampak

bangunan-bangunan di atas rel KAI
PANGANDARANNEWS.COM - Isyu terkait reaktivasi kereta api (PT. KAI) jurusan Banjar - Pangandaran beberapa hari lalu menjadi perbincangan di masyarakat usai Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat menghadiri Air Show Susi Air menyampaikan kepada sejumlah wartawan yang mengatakan bahwa proses jalur rel sepanjang 82 kilometer ini ditargetkan rampung pada tahun 2025 dan kini tengah memasuki tahap penganggaran melalui APBD Perubahan Jawa Barat.

Saat diminta tanggapannya petugas KNA (Komersial Non Angkutan) PT. KAI wilayah Banjar-Cijulang, Bangbang Turisno, ia mengaku tidak tahu persis apakah rencana reaktivasi rel kereta Banjar - Pangandaran ini memang benar akan dilaksanakan tahun ini seperti disampaikan wagub jabar.

Menurutnya kewenangan tersebut sepenuhnya ada di kantor Daerah Oprasional (DAOP) II Bandung, dan ia mempersilahkan media untuk menemui langsung bagian Humas Daop II di Bandung.

"Saya tidak punya kapasitas untuk memberi tanggapan tentang hal itu, silahkan tanya langsung ke humas di bandung," kata Bangbang.(28/04/25)

Bangbang mengatakan, dalam data yang ia miliki tercatat ada sekitar 3-4 ribu Kepala Keluarga (KK) yang saat ini menempati area bantaran rel kereta api.

Sebenarnya jumlah tersebut bisa lebih jika dihitung jumlah bangunan yang ada di tanah milik PT. KAI ini, namun kata Bangbang, bangunan tersebut ini ada yang di lokasi jarak aman dan tidak aman.

Bangbang menjelaskan, yang disebut jarak tidak aman adalah bangunan yang ada dalam radius 7 meter dari bantaran rel dan bangunan jarak aman adalah yang lokasinya lebih dari 7 meter dari rel.

"Karena ada tanah yang jarak lokasinya hingga 90 meter dari rel, tapi ini masih milik PT KAI," jelasnya.

Bangbang menyebut, tugas dari KNA ini hanya mencatat dan mendata masyarakat yang menempati tanah milik PT KAI, lalu membuat buku kontrak perjanjian dan menerima sewa lahan walau pembayarannya sekarang bisa juga dilakukan secara on line.

Besaran harga sewanya disesuaikan dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) masing-masing lokasi, untuk yang digunakan hunian sebesar Rp5 ribu per meter sementara yang digunakan untuk kebun, sawah dan kolam sebesar Rp1500 per meter.

Bangbang juga mengatakan, dalam kontrak perjanjian antara pengguna lahan dan PT KAI ini, diantaranya pengguna harus membayar sewa, tidak merubah posisi awal, bangunan tidak boleh permanen, apabila PT KAI akan menggunakan kembali tidak ada ganti rugi dan lainnya.

"Namun sekali lagi terkait reaktivasi PT KAI Banjar-Pangandaran ini, silahkan datang saja langsung ke humas daop 2 di Bandung," imbuhnya.

Seperti diketahui, kereta dengan lokomotip diesel dan gerbong terbuat dari kayu jurusan Banjar-Cijulang ini resmi berhenti pada tahun 1983,  saat Gunung Galunggung di Tasikmalaya meletus.

Kereta ini melintasi beberapa statsiun, diantaranya statsiun pemberangkatan di  Banjar, Batulawang, Banjarsari, Cangkring, Cicapar, Padaherang, Ciganjeng, Tunggilis, Kalipucang, Sumber, Ciputrapinggan, Pagandaran, Cikembulan, Ciokong, Cibenda, Parigi dan berakhir di statsiun Cijulang.

Namun seiring berjalannya waktu, dari sejumlah statsiun tersebut hanya menyisakan 4 statsiun saja walau dengan kondisi tinggal puing saja.

"Statsiun Banjarsari, Kalipucang,  Pangandaran dan statsiun Cijulang," ungkap Bangbang.(hiek)


Siap Lahirkan Generasi Hafiz Al-Quran, PPTQ Daarul Hikmah 2 Kini Hadir Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Berdiri di lahan seluas 2 hektar yang berlokasi di Blok Bojongaren Dusun Tarikolot Desa Pajaten Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, kini berdiri sebuah  Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Daarul Hikmah 2.

Selain dari para donatur, ponpes yang ada dibawah Yayasan Srisanoesi Affandi ini dalam pembangunan mesjid yang diberi nama Markaz Abdul Aziz Bin Abdullah Ar-Ruwaita Wa Walidaihi dan sejumlah ruang kelas serta asrama ini mendapat bantuan dari World Assembly of Muslim Youth (WAMY).

Seperti disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren (Mudir), PPTQ Daarul Hikmah 2 Ustadz Jalaludin S.Pd, sejak didirikan pada bulan juni 2022, SMP IT Daarul Hikmah 2 sudaj mempunyai 30 siswa yang mondok di pesantren.

Jalal mengatakan, setiap siswa yang sekolah di SMP IT ini diwajibkan untuk mondok di pesantren karena para siswa ini harus menjadi.generasi yang hapal.Al-quran.

"Dan kami bersyukur karena selama ini kami bisa bekerja-sama dengan WAMY," ungkap Jalal.(27/04/25)

Dengan adanya gedung dan masjid baru, Ia juga mengajak pada masyarakat untuk bisa memanfaatkanya menjadi sarana ibadah.

"Insaalloh kami hadir dan berkontribusi untuk melahirkan generasi hapal Al quran," tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Direktur WAMY Aang Suwandi Lc mengaku pihaknya hingga saat sudah membangun 20 fasilitas ibadah di Kabupaten Pangandaran, salah satunya di Daarul Hikmah 2.

"Jadi WAMI ini sudah lama bekerjasama dengan masyarakat Pangandaran," ucapnya.

Ia juga berharap agar fasilitas masjid pendidikan ini bisa digunakan dengan baik, dan bisa melahirkan generasi cerdas dan berkaratker.

"Sebuah generasi penghapal Al-quran," imbuhnya.

Sementara Ketua Yayasan Srisanoesi Affandu H Juhendi Bsc Sp Mp mengatakan, satuan pendidikan dan ponpes ini berdiri sejak tahun 2022.

"Seluruh bangunan ini berdiri diatas tanah seluas 2 hektar yang merupakan wakaf dan berjuang untuk membangun generasi muda yang cerdas dan berahlaq mulia," ungkap Juhendi.(hiek)

3 Terowongan Di Kecamatan Kalipucang Pernah Jadi Saksi Kejayaan Kereta Api Jalur Banjar-Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Ada tiga terowongan di jalur kereta api menuju Kabupaten Pangandaran yang yang dulu pernah berjaya saat kereta api jurusan Banjar Cijulang masih berjlan, ketiga terowongan yang memiliki ukuran panjang dan tinggi berbeda ini tersebut berada di wilayah Kecamatan Kalipucang.

Pertama,  Terowongan Hendrik, memiliki tinggi 5 meter, lebar 4 meter, dan panjang 106 meter. Mulut terowongan bagian selatan dibangun dengan konstruksi batu kali dan bagian langit terowongan dicor beton. Kemudian terdapat saluran drainase pada kedua sisi terowongan berukuran lebar sekitar 20 centimeter dan dalam 20 centimeter. Terowongan ini digali menembus perbukitan dengan kondisi material bebatuan berupa batu breksi.

Kedua, Terowongan KA Wilhelmina, terowongn ini memiliki panjang 1.116 meter dan termasuk terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Untuk mulut terowongan memiliki lebar 400 cm dengan tinggi 450 cm. Bentuk terowongannya memanjang lurus dan titik cahayanya terlihat jauh jika dari muka pertama masuk. Kemudian, di tengah-tengah terowongan terlihat gelap gulita. 

Dan ketiga terowongan Kereta Api Juliana, terowongan ini memiliki panjang 147 meter dan di bagian tengah, terowongan ini berbelok sehingga membatasi jarak pandang dan bagian atas mulut terowongan berbentuk setengah lingkaran dengan bagian bawah berbentuk persegi.

Menurut Kepala Desa Pamotan Kecamata Kalipucang, Andi Suwandi, terowongan kereta api itu yang satu berada di perbatasan Desa Pamotan dan Desa Kalipucang, satu di wilayah Desa Pamotan, dan satu lagi berbatas dengan Desa Emplak

"Dan yang paling panjang yaitu terowongan Wilhelmina ini kita bisa  pemandangannya langsung ke wisata Pantai Karangnini," jelas Andi, lewat sambungan whats appnya, (24/04/25) 

Jika jalur terowongan kereta api ini direaktivasi, kata Andi, penumpang bisa melihat spot pemandangan alam dan laut yang luar biasa karena, setelah terowongan pasti bisa lihat perbukitan dan tempat wisata Pantai Karangnini.

Andi juga mengaku sangat bersyukur jika kereta api Banjar-Cijulang ini bisa diaktivkan kembali  karena dampaknya tetu bisa menghidupkan perekonomian dan wisata Desa,..

Hal senada disampaikan Camat Kalipucang, Bangi, menurutnya  empat bulan yang lalu tiga terowongan itu sempat disurvei PT KAI dan perwakilan Dirjen darat.

Dan beberapa hari lalu juga, imbuh Bangi, ia bersama sama survei ke ketiga terowongan itu dan satu Eks Stasiun KA.

"Kami juga tentu sangat mendukung karena ini akan menjadikan akses lebih bagus ke Pangandaran, semoga bisa menambah daya tarik wisatawan," kata Bangi.(hiek)






Sudah 4 Bulan TPP ASN Pangandaran Belum Cair, Pemkab Janji Akan Dibayar Satu Bulan Dulu

PANGANDARANNEWS.COM – Dilansir dari berita salah satu media on line, sudah empat bulan ini Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) atau Tunjangan Kerja Daerah (TKD) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pangandaran belum juga dibayarkan, Hal ini tentu menjadi beban tersendiri para ASN, karena mereka sangat mengandalkan TPP sebagai sumber penghasilan tambahan di luar gaji pokok.

Tak hanya itu, bagi ASN yang memiliki kewajiban cicilan ke bank keterlambatan ini menjadi persoalan serius pasalnya sebagian besar ASN ini harus merelakan gaji bulanan yang otomatis terpotong untuk membayar angsuran tanpa adanya pemasukan tambahan dari TPP.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran, Idi Kurniadi mengatakan, saat ini Pemkab Pangandara berencana akan membayarkan TPP untuk satu bulan terlebih dahulu sebagai langkah awal penyelesaian tunggakan.

TPP ini, kata Idi, memang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangandaran dan  rencananya akan dibayarkan dulu untuk satu bulan.

“Untuk membayar TPP ASN ini Pemkab Pangandara membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk setiap bulannya,” terang Idi.(23/04/25)

Namun sayang, Idi menyebut, tahun lalu Pemkab Pangandaran mengalami kekurangan PAD sebesar Rp 17 miliar sehingga iniberimbas langsung pada tertundanya pembayaran TPP.

PAD tahun ini juga, imbuh Idi, tidak hanya digunakan untuk membayar TPP namun juga memiliki kewajiban lain yang harus dipenuhi  termasuk pembayaran utang kepada pihak ketiga atau penyedia jasa. 

“Dan dalam kondisi keuangan yang terbatas seperti saat ini pemerintah daerah pun harus menetapkan skala prioritas penggunaan anggaran,”ucapnya.

Sementara itu, salah seorang ASN saat diminta tanggapannya mengaku harus putar otak untuk bisa menutupi  kebutuhan setiap bulannya.

Menurut ASN yang enggan ditulis namanya ini, mungkin hampir sebagian gaji ASN ini sudah diagunkan ke bank sehingga untuk menutupi kebutuhan tiap bulannya hanya mengandalkan TPP

“Maff saya tidak mau berkomentar banyak, namun yang pasti apa yang saya rasakan ini dirasakan juga oleh rekan ASN lainnya,”ucapnya.(hiek)


Warga Sindangjaya Datangi Desa Untuk Audens Terkait Limbah Peternakan

PANGANDARANNEWS.COM - Masyarakat Desa Purwasari dan Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran siang tadi mendatangi kantor Desa Sindangjaya, mereka memprotes terkait limbah peternakan ayam yang terletak di perbatasan Kabupaten Pangandaran dan kabupaten Ciamis tepat nya di RT 17 RW 04 Desa Sindangjaya.(23/04/25)

Berawal dari pemberitaan sebuah media masa yang memberitakan dampak aroma tak sedap yang ditimbulkan dari kandang ayam tersebut, sehingga membuat sejumlah warga pun ramai-ramai mendatangi kantor Desa Sindangjaya untuk meminta solusi terkait hal tersebut.

Warga memprotes, karena aroma menyengat yang ditimbulkan dari kotoran dan pakan ayam di dekat pemukiman warga menimbulkan bau tak sedap dan menyebabkan lalat berdatangan.

Dalam aksi yang ditindaklanjuti dengan mediasi oleh pemerintah desa serta disaksikan Camat mangunjaya Sofyan Tanjung, Kapolsek Padaherang, Satpol PP, Babinsa, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabuaten Pangandaran, warga meminta pemilik peternakan pun segera memperbaiki sistem pengolahan limbah.

Salah seorang perwakilan warga, Rido berharap agar perusahaan bertanggung jawab atas dampak polusi air dan udara yang di timbulkan dari kandang hayam tersebut.

"Kami menuntut agar pengelolaan limbahnya harus sesuai SOP, karena dambaknya langsung dirasakan kami," ucapnya.

Terutama kalau malam, kata Rido, pernapasan terasa sesak karena aroma bau yang menyengat hidung dan paru-paru.

"Sekali lagi, kami berharap hal ini segera bisa diatasi," tegasnya.

Sementara salah seorang perwakilan dari perusahaan juga sebagai konsultan, Maman, menyebut, pihaknya bersikap welcome terhadap peserta audien.

Maman mengaku senang karena telah dimediasi oleh pemerintah setempat, dan pihaknya pun kedepan siap untuk melakukan perbaikan.

"Sebenarnya, sebelumnya kami pun sudah melakukan langkah langkah dalam menjaga dampak terhadap lingkungan ini," ujarnya.

Sementara dari hasil auden, perusahaan dan warga akhirnya  disepakati dengan membuat kesepakatan tertulis.(Tn)

Peringati Moment Hari Kartini, Petugas Spbu 34.463.19 Pangandaran Kenakan Kebaya

PANGANDARANNEWS.COM - Ada suasana berbeda di SPBU 34.463.19 YANG TERLETAK DI Jalan Merdeka Pangandaran tepatnya di samping RSUD Pandega, bertepatan dengan Hari  Kartini, sejumlah petugas perempuan tampil anggun mengenakan kebaya saat melayani pelanggannya saat mengisi bahan bakar minyak (BBM).(21/04/25)

Di momen Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April ini tidak hanya menjadi momen seremonial, namun juga menjadi saat untuk menebar semangat emansipasi dan pelestarian budaya.

Seperti disampaikan Manajer SPBU Pangandaran, Muhammad Apip Triyadi, kegiatan ini merupakan bentuk momen untuk memperingati dan penghormatan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, kata Apip, para karyawan SPBU 34.463.19 sengaja mengenakan seragam kebaya dan pakaian pangsi selama dua hari, dan ini sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan Ibu Kartini.

“Penggunaan kebaya ini juga menjadi simbol pelestarian budaya serta wujud apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk di sektor pelayanan,”kata Apip.

Apii mengaku senang karena langkahnya ini ternyata mendapat respon positif dari masyarakat., khusunya pelanggan yang juga merasakan terinspirasi oleh semangat Kartini yang tercermin dalam lingkungan kerja SPBU.

Seperti dikatakan seorang ibu yang sedang mengisi BBM sepeda motornya, menurutnya ia sangat terkesan dengan penampilan para petugas yang yang hari ini mengenakan kebaya

“Semoga wanita Indonesia semakin kuat,” ucapnya.(hiek)


Reaktivasi Jalur KA Banjar–Cijulang Ditarget Rampung Tahun Ini, Ini Penjelasan Wagub Jawa Barat

PANGANDARANNEWS.COM - Upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali jalur kereta api (KA) jalur Banjar–Cijulang di Kabupaten Pangandaran menunjukkan progres yang signifikan, jalur rel sepanjang 82 kilometer ini ditargetkan rampung pada tahun 2025 dan kini tengah memasuki tahap penganggaran melalui APBD Perubahan Jawa Barat.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, usai menyaksikan Air Show Pangandaran 2025 di International Beach Strip Susi Air Pangandaran.

“Reaktivasi kereta Banjar-Pangandaran ini merupakan bagian dari lima jalur kereta api yang akan diaktifkan kembali di tahun ini dan progresnya saat ini sedang berjalan,” terangnya. (19/04/25)

Selain Banjar–Cijulang, kata Erwan, ada empat jalur lainnya yang masuk dalam daftar reaktivasi seperti  jalur  Bandung–Ciwidey (37,8 km), Garut–Cikajang (28,2 km), Rancaekek–Tanjungsari (11,5 km) dan Cipatat–Padalarang (17 km). 

Ia menilai, langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, keberadaan jalur KA Banjar–Cijulang nantinya tidak hanya mendukung sektor pariwisata tetapi juga memperlancar distribusi hasil laut dari kawasan pesisir selatan Jawa Barat khususnya Pangandaran. Dan dengan diaktifkannya kembali jalur ini, wisatawan lebih mudah ke Pangandaran dan distribusi hasil laut bisa lebih cepat dan efisien.

Disola terkait pembebasan lahan, menurutnya, sebagian besar proses telah rampung terutama di segmen Banjar–Pangandaran sementara untuk segmen Pangandaran–Cijulang saat ini prosesnya masih berjalan.

“Dari Banjar ke Pangandaran sudah tuntas, sementara Pangandaran ke Cijulang masih diproses,” jelasnya.

Erwan menyebut, pembangunan jalur baru dan perbaikan fasilitas rel akan segera dimulai dengan kesiapan fisik jalur yang sudah memadai di beberapa titik, jalur Banjar ke Pangandaran tinggal diaktifkan karena secara fisik sudah siap.

Untuk masalah pendanaannya, Erwan mengaku optimis karena saat ini proses penganggaran sedang dibahas dalam APBD Perubahan 2025. 

“Insyaallah pengerjaannya mulai dilaksanakan setelah ketok palu anggaran di bulan Mei ini, saya berharap target selesai sesuai rencana’ ucapnya.(hiek)


Jadi Satu dari Tiga RS di Jawa Barat Kini RSUD Pandega Pangandaran Miliki Alat Crossmatch Otomatis

Oleh hiek, 20 April 2025 

PANGANDARANNEWS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Kabupaten Pangandaran mencatatkan pencapaian penting dalam layanan kesehatan menjadi satu dari hanya tiga rumah sakit di Jawa Barat yang telah dilengkapi dengan alat crossmatch otomatis, sebuah perangkat canggih untuk memastikan keamanan transfusi darah.

Crossmatch sendiri merupakan prosedur penting yang dilakukan sebelum transfusi darah untuk memastikan kecocokan antara darah donor dan penerima, pemeriksaan ini bertujuan mencegah terjadinya reaksi transfusi hemolitik yaitu kondisi ketika sel darah merah yang ditransfusikan dihancurkan oleh sistem imun penerima, yang dapat berakibat fatal.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, meski jenis pemeriksaan crossmatch cukup beragam namun penggunaan alat otomatis ini masih terbilang sangat terbatas di Jawa Barat.

“Ada beberapa jenis crossmatch namun rumah sakit yang punya alat otomatis hanya ada tiga di Jawa Barat, dan salah satunya adalah RSUD Pandega,” Titi, Jumat (19/04/25).

Titi menjelaskan, jenis-jenis pemeriksaan crossmatch meliputi Major Crossmatch: Serum penerima direaksikan dengan sel darah merah donor, Minor Crossmatch: Serum donor direaksikan dengan sel darah merah penerima dan Computer Crossmatch: Menggunakan sistem elektronik untuk menguji kecocokan darah secara digital.

 Proses crossmatch otomatis di RSUD Pandega sendiri  kata Titi, terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari registrasi pasien, pengambilan labu darah dengan metode FIFO (First In, First Out), pemeriksaan golongan darah, proses sentrifugasi, hingga pengujian dengan alat otomatis.

Kata Titi, hasil dari proses ini sangat akan sangat menentukan jika darah donor dan penerima tidak cocok maka transfusi tidak bisa dilakukan demi menghindari reaksi yang membahayakan nyawa pasien.

“Dengan keberadaan alat ini RSUD Pandega terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan, khususnya dalam bidang transfusi darah yang aman dan efektif,” ucapnya.



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN