Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Wisatawan Tak Mau Lewatkan Panorama Sunset di Pantai Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM - Menikmati indahnya matahari terbenam (sunset) merupakan salah satu pesona keindahan di obyek wisata Pantai Pangandaran, apalagi jika cuaca cerah pada sore hari tentu akan menambah kenikmatan sejauh mata memandang ke laut lepas.

Sambil menikmati terbenamnya matahari di ufuk senja, juga bisa sambil bermain pasir, berkuda atau berpoto ria bersama orang tersayang

Seperti dituturkan wisatawan asal Buah Batu Bandung, Asti (37) yang datang bersama keluarganya, keindahan alam saat-saat matahari tenggelam ini tidak selalu bisa dinikmati di semua tempat wisata, pemandangan sunset ini hanya bisa dijumpai di beberapa daerah saja, salah satunya di pantai Pangandaran.

"Bahkan selain bisa menikmati panorama terbenamnya matahari, di Pangandaran juga kami bisa menikmati pemandangan matahari terbit atau san rais di pagi hari, "ucap Asti.(14/01)

Setiap berlibur ke Pangandaran, menurut Asti, ia tidak pernah melewatkan pemandangan senja hari di pantai.

Dan biasanya setelah puas berenang, kata Asti ia tidak akan langsung ke hotel tempatnya menginap, tapi dilanjutkan bermain pasir sambil menunggu matahari terbenam.  

Namun Asti mengaku suka merasa kurang puas jika di saat momen matahari terbenam cuaca di pantai tidak cerah, sehingga detik-detik matahari tenggelam pun kurang bisa dinikmati.

"Sunset dan sunrise ini sudah jadi ikon wisata Pangandaran, dan selalu menjadi saat yang disukai wisatawan, "imbuhnya. (hiek)


 




Sehari Jelang Perayaan Natal, Kunjungan Wisatawan Ke Pangandaran Belum Terlihat Ramai


PANGANDARANNEWS.COM - Sehari menjelang perayaan natal tampak arus kunjungan wisatawan ke obyek wisata pantai Pangandaran belum terlihat padat, padahal wisatawan yang akan merayakan natal ini biasanya akan terjadi peningkatan 2-3 hari jelang perayaan natal tanggal 25 desember.

Seperti disampaikan salah seorang pedagang di kawasan pantai barat, kunjungan wisatawan natal tahun ini memang menurun.

Ia menyebut, entah ini akibat beberapa berita hoaks yang ada di sejumlah media sosial yang kurang berpihak pada dunia pariwisata.

"Mungkin masyarakat termakan hoaks tersebut sehingga membatalkan kunjungannya ke Pangandaran, "ungkapnya.(24/12)

Hal senada disampaikan pemilik rental motor, biasanya wisatawan yang akan merayakan hari natal ini datang ke Pangandaran 2-3 hari menjelang hari perayaan. Dan setelah natal, tanggal 26 desember hingga tahun baru diganti oleh wisatawan yang berlibur menikmati liburan tahun baru.

"Dan kunjungan ini biasanya berlanjut hingga malam pergantian tahun, "jelasnya.

Kunjungan ahir pekan yang kebetulan juga jelang perayaan natal ini, imbuhnya, arus wisatawan tidak lebih ramai dari akhir pekan biasa.

"Saya berharap kunjungan di akhir tahun ada peningkatan, "imbuhnya.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana menyampaikan, menghadapi libur Nataru pihaknya sudah melakukan persiapan serta melakukan berkoordinasi dengan sejumlah steak holder.

Agus mengatakan, PHRI Pangandaran juga sudah  berkoordinasi dengan sejumlah pihak, sepeeti Dinas Perhubungan provinsi, Kapolres, TNI/POLRI dan steak holder lainnya, terutama untuk rekayasa jalan agar tidak terjadi kemacetan di lokasi obwis, sehingga wisatawan pun akan merasa nyaman saat berlibur di Pangandaran.

"Menjelang Nataru ini PHRI sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, ini untuk kenyamanan wisatawan, "kata Agus

Disoal beredarnya berita hoaks tentang Pangandaran, Agus memastikan bahwa itu tidak benar.

"Kami juga sudah melakukan kegiatan digitalisasi kepariwisataan, dan ini rangka penangkalan berita hoax, "pungkasnya (hiek)


TUGAS PEMANDU HARUS MAMPU MEMBUAT WISATAWAN AMAN, NYAMAN DAN GEMBIRA

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mendapatkan kenyamanan saat berwisata tak jarang para wisatawan menggunakan jasa pemandu (tour guide) agar kepuasan selama di obyek wisata pun didapat. 

Menurut salah seorang pemandu di obyek wisata pantai Pangandaran, Kaput Purwanto, ia yang sudah menggeluti profesinya 20 tahun lebih menuturkan, tugas seorang pemandu untuk memberikan kepuasan, keamanan serta kenyamanan pengunjung selama melakukan aktivitas wisata, salah satunya seperti wisata outbound.

Saat outbound kata Kaput, pengunjung dapat merefresh dari kesibukan sehari-hari di kantor sehingga terbangun sisteim kebersamaan, kekompakan serta mampu meningkatkan daya pikr dan kualitas kerja.

“Dan tugas kami sebagai pemandu tentunya harus bisa membawa wisatawan untuk merasakan relaksasi dan senang, “ujar Kaput.(6/2)

Pada dasarnya, menurut Kaput yang punya website kaput leader indonesia, berwisata adalah main dan sesuatu yang menyenangkan. Dan pemandu harus mampu menciptakan suasana tersebut serta menjelaskan hal-hal yang ingin diketahui wisatawan secara detil.

Kaput juga mengatakan, profesi pemandu bukan hanya menujukan arah dan tujuan ke lokasi wisata, tapi lebih dari itu, menurutnya pemandu yang sudah dibekali ilmu melalui pelatihan dari Badan Nasional Sertipkasi Profesi (BNSP), juga harus mampu menangkap apa yang diinginkan wisatawan.

“Membuat gembira, aman dan nyaman itu menjadi faktor penting tugas seorang pemandu, “tegasnya. (PNews)


DIPASTIKAN PADA LIBUR NATARU TIDAK ADA PENYEKATAN ATAU WISATAWAN YANG DIPUTARBALIKAN DI OW CITUMANG

PANGANDARANNEWS.COM - Menyambut libur natal dan tahun baru (Nataru) obyek wisata (OW) Citumang yang ada di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) baik kepada wisatawan yang datang mau pun pada pelaku usaha wisata.

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di obyek wisata Citumang yang dihadiri Seluruh stakeholder, seperti Kapolsek dan Danramil Parigi, Kepala KBKPH Pangandaran serta para pelaku usaha, semuanya sepakat dalam saat libur nataru nanti akan memperketat prokes.

Seperti disampaikan Kapolsek Parigi Aiptu Ade saat didampingi Daramil Parigi Kapten M Erwin dan Kepala KBKPH Pangandaran Dadi Santosa S.Hut kepada media mereka menyampaikan, dipastikan saat libur nataru nanti tidak akan terjadi penyekatan atau memutarbailkan wisatawan yang akan berkunjung ke Citumang, dengan catatan pengunjung bisa menunjukan bukti telah melakukan vaksinasi di daerah asalnya.

Dan kalau pun ada wisatawan yang belum atau tidak bisa memperlihatkan bukti sudah divaksin, menurut Kapolsek, di lokasi Citumang akan ditempatkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang siap melakukan vaksinasi di lokasi wisata Citumang.

“TNI-Polri dibantu petugas dari kesehatan dan instansi lainnya akan membantu mempermudah proses vaksinasi untuk pengunjung yang belum divaksin, langsung di lokasi wisata Citumang, “ujar Kapolsek.(18/12) 

Tidak hanya itu, kata Kapolsek baik wisatawan atau pelaku usaha wisata yang ada di Citumang tetap harus menerapkan protokol kesehatan, paling tidak tetap memakai masker.

“Dan masker tersebut boleh dilepas saat wisatawan akan berenang, “jelas Kapolsek.

Daramil Parigi Kapten M Erwin menambahkan, saat ini TNI dan Polri terus mensosialisasikan hal ini di seluruh destinasi wisata khusunya yang ada di wilayah hukum Kecamatan Parigi, seperti Santirah, Jogjogan, Batu lumpang Ciwayang dan pantai Batuhiu.

“Bukti telah divaksin dan penerapan prokes ini juga akan diberlakukan pada wisatawan dan pelku usaha wisata di lokasi wisata lainnya yang ada di Kecamatan Parigi, “ucapnya. 

Sementara Kepala KBKPH Pangandaran Dadi Santosa S.Hut meminta kepada para pelaku usaha khusunya para pemandu agar tidak membuang masker bekas pakai di sembarang tempat karena selain kotor juga akan mengurangi keindahan di lingkungan wisata.

“Selain menyediakan tempat cuci tangan kami juga sudah menyediakan masker apabila ada pengunjung memerlukan, “kata Dadi. (PNews)


SESUAI INMENDAGRI NOMER 62 TAHUN 2021, LIBUR NATARU WISATA PANGANDARAN TETAP DIBUKA

PANGANDARANNEWS.COM – Libur natal dan tahun baru (Nataru) 2021 iobyek Wisata di Kabupaten Pangandaran dipastikan tetap buka untuk dikunjungi, hal ini karena dalam kebijakan pemerintah pusat pada Intruksi Menteri Dalam Negeri nomer 62 tahun 2021 tidak ada penegasan penutupan tempat wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari, beberapa hari lalu membenarkan selama dalam PPKM level 3, obyek wsiata Pangandaran tetap buka.

“Tapi dengan catatan kita tetap memperketat aturan PPKM, dan ini tentu sesuai Inmnegdagri nomer 62, “ujar Tonton.(26/11)

Pengetatan tersebut, kata Tonton,m diantaranya dengan membatasi jumlah pengunjung,  wisata yang datang tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas.

Selain itu, imbuhnya, pihaknya juga akan menerapkan aplikasi peduli lindungi bagi wisatawan yang keluar masuk lokasi wisata terutama perhotelan, dan selama libur nataru petugas gabungan pun akan melakukan operasi yustisi di setiap objek wisata.

“Dan jika ditemui ada yang melanggar seperti tidak pakai masker maka akan petugas pun akan memberikan sanksi, “kata Tonton.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 62 tahun 2021 Tonton menyebut ada beberapa aturan PPKM level 3 selama Nataru, seperti menerapkan aturan ganjil genap ke lokasi wisata serta pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen, menerapkan prokes ketat, menggunakan aplikasi peduli lindungi bagi wisatawan yang akan masuk ke tempat wisata dan meniadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti pesta malam tahun baru.

“Dan tentu Pemkab Pangandaran pun siap melaksanakan aturan-aturan tersebut, “tegasnya. (PNews)


AKIBAT INTENSITAS HUJAN TINGGI DAN UNTUK KESELAMATAN WISATAWAN, WISATA GREEN CANYOON SEMPAT DITUTUP

PANGANDARANNEWS.COM – Salahssatu destinsi wisata andalan di Kabupaten Panandaran, Green Canyon di saat musim hujan sangat berdampak pada keramaian kunjungan wisatawan di obyek wisaat  tersebut. Pasalnya saat intensitas hujan menngkat aliran sungai di obyek terebut akan meluap, sehingga sangat berbahaya.

Seperti disampaikan salah seoorang anggota Kompepar Green Canyon Yus Rahman, karena kondisi terebut setidaknya sudah tiga kali pada bulan ini obyek wisata Green Canyon ditutup sementara, dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) jika debit air di hulu berada diatas 60 cm maka kegiatan wisata harus dihentikan.

“Apalagi untuk body rafting, ini bahaya dan tidak dibolehkan," kata Yus.(18/11)

Yus menambahkaan, untuk kegiatan berperahu mungkin masih bisa saja dilakukant, tapi tetap saja beresiko.

Warna air sungai yang berubah menjadi keruh kecoklatan, biasanya airnya hijau, kata Yus kondisi ini juga tidak disukai wisatawan, sehingga akibatnya tingkat kunjungan pun mengalami penurunan sekitar 50 persen.

“Dengan kondisii ini kami terus berkordinasi dengan tim SAR untuk selalu meningkatkan keamanan dan keselamatan wisatawan, “ucapnya. (PNews)


USAI DITUTUP BEBERAPA HARI, SABTU BESOK OBYEK WISATA PANTAI KARAPYAK DIBUKA KEMBALI

Pantai Karapyak Pangandaran
PANGANDARANNEWS.COM – Setelah dilakukan penutupan beberapa lalu, objek wisata Pantai Karapyak  di Kecamatan Kalipucang rencananya akan dibuka lagi pada libur akhir pekan atau sabtu tanggal 6 nopember 2021 mendatang.

Seperti dituturkan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinta kepada sejumlah wartawan, Pemkab sudah melakukan evaluasi terkait SOP yang telah dikeluarkan dan juga berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, dan SOP itu dibuat agar kejadian laka laut tidak terulang lagi karena sudah beberapa kali terjadi.

Kata bupati, aktivitas berenang di pantai Karapyak sebenarnya dilarang apalagi jika air laut sedang pasang.

Bupati menyebut, ada lima pos dibentuk untuk memantau aktifitas wisatawan dengan jarak 400 meter dan tiap posnya akan diisi satu sampai tiga orang petugas balawista dengan tugas selain mengawasi aktivitas wisatawan selama di pantai dengan melakukan woro-woro (peringatan melalui pengeras suara).

"Jadi jika air laut sedang surut, nanti ada batas-batas untuk aktifitas wisatawan,"terang bupati.(4/11) jelasnya.

Bupati menambahkan jika SOP yang telah dievaluasi itu sudah diterapkan pada hari Jumat tanggal 5 nopember maka pantai Karapyak bisa dibuka mulai hari Sabtu dan hari Minggu, dan pelaksanaannya  akan dipantau langsung.

Terpisah, menurut seorang pengusaha usaha wisata di Karapyak Abdul Muis (56), pengunjung  Pantai Karapyak didominasi wisatawan asal Jawa Tengah, seperti Kabupaten Cilacap dan kebanyakan hanya sekedar untuk kemping atau bermain di pinggir pantai.

Muis juga membenarkan kawasan wisata Pantai Karapyak memang kurang pas untuk dijadikan tempat aktivitas berenang.

"Karena disini banyak karang sehingga tidak akan nyaman jika untuk berenang," jelasnya. (PNews)



TARGET VAKSINASI CAPAI 90 PERSEN OBYEK WISATA PANTAI BATUKARAS DAN MADASARI DIBUKA LAGI

PANGANDARANNEWS.COM – Akhirnya dua obyek wisata di Kabupaten Pangandaran, Pantai Batukaras di Kecamatan ijulang dan Pantai Madasari di Kecamatan Cimerak dibuka kembali hari minggu tanggal 19 september setelah beberapa hari ditutup akibat pelaku wisata di kedua destinasi wisata tersebut banyak yang tidak melaksanakan vaksinas dan target Pemkab Pangandaran vaksinasi 90 persen bagi pelaku wisata tidak digubris hingga berujung penutupan.

Bupati Pangandaran Jeje wiradinata membenarkan, karena saat ini sudah 90 persen capaian vaksinasi yang sebelumnya 57 persen, Batukaras sekarng sudah dibuka lagi.

“Walau pun sekarang sudah dibuka tapi jangan lupa tetap harus menerapkan prokes, “ kata Jeje.(19/9)

Sementara sempat terjadi kegaduhan di obyek Pantai Madasari karena ada sejumlah pemilik warung yang tetap enggan untuk divaksin, hingga para pelaku usaha wisata lainnya mengambil langkah objek wisata boleh dibuka tapi warung yang pemiliknya belum divaksinasi tidak boleh buka.

"Kalau pemilik warung bersikukuh tetap tidak mau divaksinasi, ya sudah warungnya harus tutup tidakboleh jualan, dan Ini untuk memberikan rasa keadilan untuk pelaku wisata lain yang sudah divaksinasi," kata Jeje.

Kebijakan yang terkesan pemaksaan pada pelaku wisata untuk menjalani vaksinasi ini, menurut Jeje karena  didasari pertimbangan kesehatan bagi para pelaku wisata itu sendiri, karena nantinya pasti akan melayani pembeli dan terjadi kontak dengan wisatawan. Sementara wisatawan yang datang dari luar daerah itu belum diketahui kondisi kesehatnnya apakah sehat atau tidak, dan untuk menekan risiko tertular dan sakit parah  makanya diharuskan pelaku usaha agar  divaksinasi dulu. 

Disoal evaluasi aktivitas pariwisata di akhir pekan ini, Jeje menilai secara keseluruhan sudah ada perbaikan signifikan.  Pada liburan akhir pekan ini lebih baik dan tertata. 

“Rekayasa serta pengaturan arus wisatawan dan pengawasan prokes pun terus dilakukan sehingga kini ada peningkatan dan semuanya lebih patuh, “ujar Jeje.

Jika ada hal-hal yang masih perlu dievaluasi, Jeje mengatakan pihaknya bersama Forkofinda akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dan monitoring

“Yang masih kurang kita lakukan evaluasi, mudah-mudahn kesadaran pelaku wisata dan wisatawan tersu meningkat, karena berulang kali saya katakan, ini semata-mata demi kebaikan kita semua," ungkapnya. (PNews)


BERHARAP WISATA DIBUKA KEMBALI, PHRI PANGANDARAN KIRIM SURAT KE DUA KEMENTERIAN

PANGANDARANNEWS.COM – Menyikapi kondisi pariwisata saat ini yang semakin terpuruk, sejumlah pelaku usaha wisata yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu mengirimkan surat pada dua kementerian, Kemmenterian Dalam Negeri dan Menko Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM Jawa dan Bali.

Seperti disampaikan Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana, surat yang dikirim tersebut juga ditembuskan ke PHRI Pusat, Gubernur Jabar, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, PHRI Jabar, Bupati dan Dinas Kadis Pariwisata Kabupaten Pangandaran.

“dalam surat tersebut kami memohon dengan kerendahan hati agar pemerintah pusat membuka kembali objek wisata Pangandaran, “terangAgus.(9/8)

Pasalnya, menurut Agus, berdasarkan instruksi Mendagri nomor 27 Tahun 2021 tentang PPKM level 4 dan level 3 wilayah Jawa dan Bali, disebutkan kegiatan hotel dan restoran di level 3 diperbolehkan asalkan tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasita syang ada walaupun konsekuens para selaku pelaku usaha hotel dan restoran sudah menerapkan protokol kesehatan  (prokes) yang ketat.

Agus mengatakan, selama penerapan PPKM darurat sampai PPKM level 3, membuat pelaku usaha wisata di Pangandaran sangat terdampak lantaran seluruh obyek wsiata yang ada di Pangandaran ditutup.

“Dan surat yang dikirimkan tersebut, kata Agus semata agar perekonomian masyarakat bisa pulih kembali.

“Untuk itu objek wisata harus kembali buka,  dan tentu kami pun tetap akan mentaati aturan yang ada, “tegasnya. (PNews)


KEMBANGKAN DESTINASI WISATA BARU, PEMKAB PANGANDARAN BUKA WISATA SUNGAI CIPUTRAPINGGAN

PANGANDARANNEWS.COM – Selain pantai kini Pemkab Pangandaran akan buka varian wsiata sungai di Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang. 

Sambil menikmati suasana alami di lokasi ini nantinya wisatawan juga bisa menyusuri sungai Ciputrapinggan mulai dari muara di laut hingga ke hulu sungai di Bendungan Matras.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata beberapa hari lalu saat bertemu langsung dengan masyarakat sekitar sungai ciputrapinggan yang dihadiri tokoh masyarakat Ibu Susi Pudjiastuti, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran, Camat Kalipucang, Camat Pangandaran dan beberapa Kepala Desa di blok Pamegeulan Desa Putrapinggan. (13/6)

“Sungai Ciputrapinggan ini tidak terlalu panjang dan penduduknya juga terbatas sehingga memudahkan dalam penataann dan pengendaliannya, “kata bupati.

Bupati mengatakan ide ini timbul setelah ia dan mantan Menteri Kelautan Susi Pujiastuti menyusur alur sungai ciputrapinggan.

“Kami berdiskusi, dan saya ajak langsung Ibu Susi untuk naik perhau di aliran  sungai ciputrapinggan, saya tanya apakah ini bisa dijual, menurut beliau bisa asal sungainya bersih tidak ada sampahnya, “jelas bupati.

Terkait pengelolaan sampah, kata bupati nantinya ia akan memerintahkan camat dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengurusnya.

 Dalam satu minggu ini bupati memerintah camat agar melakukan sosialisasi sehingga bulan juli mendatang sungai Ciputrapinggan ini sudah bersih dari sampah.

“Dan uUntuk pengelolaan sampahnya nanti bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, “terang bupati.

Sementara menurut Susi Pudjiastuti ia mengaku sangat senang karena ada penanganan sampah di Sungai Ciputrapinggan dan akan dijadikan objek wisata baru. 

Susi juga mersa senang karena mulai tanggal 1 juli mendatang sungai Putrapinggan bebas sampah, dan seharusnya sungai-sungai lain pun sama, karena jika sungainya bersih asri tentu bisa dijadikan objek wisata.

 “Ini bisa dimulai dari muara ke muara, ditengah ada trap bisa jadi terminal, tapi jangan tebang bakau, tebang dahon, pohon=pohon ini harus tetap ada dan dijaga,” tegas Susi.

Sepeti diketahui, Sungai Ciputrapinggan ini merupakan salah satu sungai besar serta memiliki ciri air warna biru toska dan di sepanjang sisi sungai banyak ditumbuhi pohon dahon sehingga ini sangat menarik untuk dikunjungi dan dicoba. 

Bagi wisatawan yang akan mencoba, lokasi Sungai Ciputrapnggan ini ada di lintasan jalan menuju obyek wisat pantai Pangandaran, tepatnya di bawah jembatan panjang setelah keluar dari jalan yang meintasi hutan jati Desa Emplak. (PNews)

 

PHRI INGIN PENGAMANAN OBYEK WISATA PANGANDARAN LEBIH DITINGKATKAN

PANGANDARANNEWS.COM  - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran berharap aparat keamanan lebih meningkatkan pengamanan di Objek Wisata Pangandaran.

Hal itu berdasarkan kejadian ada temuan mayat tanpa identitas  beberapa waktu lalu, di objek wisata Pantai Pangandaran.

Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana mengatakan pengamanan di obyek wisata harus lebih dioptimalkan  mulai dari patroli dan juga koordinasi.

"Kita kan punya jaga lembur, kemudian Satpol pp, ya lebih baik mengoptimalkan yang sudah ada," jelasnya kepada Radar Minggu (6/6).

Selain dari para petugas dan aparat keamanan, Agus juga berharap agar masyarakat juga ikut peduli dengan keamanan di lokasi wisata.

"Karena kalau mengandalkan petugas keamanan terbatas juga, untuk itu  masyarakat juga bisa membantu," ucapnya.

Agus menambahkan, PHRI juga akan lebih selektif setiap menerima tamu  atau wisatawan, salah satunya dengan  mendata KTP seriap wisatawan yang datang termasuk pengunjung yang tidak menginap. Hal tersebut dilakukan agar nantinya lebih mudah mengidentifikasi oleh pihak keamanan, sehingga jika terjadi apa-apa petugas punya datanya.

Disoal renana untuk penambahan fasilitas seperti kamera pengawas atau CCTV, menurut dia, itu lebih bagus. Namun kalau melihat kondisi saat lebih baik mengoptimalkan pengmanan dulu saja.

Sejauh ini hotel-hotel di Pangandaran sudah dilengkapi CCTV.

"Namun jangkauanya terbatas, paling hanya sampai jalan, tidak sampai ke tepi pantai," ungkapnya. (PNews)

KHAWATIR DIPUTARBALIK ARAH SAAT LIBUR LEBARAN SEJUMLAH WISATAWAN MEMILIH BERLIBUR KE PANGANDARAN SAAT SEPI

PANGANDARANNEWS.COM – Setelah beberapa hari tepatnya saat libur hari raya Idul fitr obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran ramai dikunjungi wisatawan kini mulai sepi kembali walau  masih ada beberapa pengunjung yang datang tapi tidak seperti saat libur lebaran.

Dua pintu masuk yang sempat buka tutup untuk menantisipasi kemacetan serta kerumunan masa yang berlebihan, hari ini tidak diterapkan lagi.

Menurut salah seorang pengunjung asal Kota Tasikmalaya , Andi (32),  tadinya ia akan berlibur ke Pangandaran saat lebaran lalu namun  karena penjagaan pengamanan sangat ketat sehingga memilih hari ini dengan suasana yang tidak terlalu ramai.

“Saya khawatir diputarbalikan sehingga memilih sekarang karena memang saat liburan lebaran kemarin sangat ramai sehingga saya  dengan  keluarga pun memilih hari ini, “ungkapnya.(3/6)

*HARISFIRDAUS*


NIKMATI HARI LIBUR WAISAK WISATAWAN PADATI OBYEK PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Suasana obyek wisata Pantai Pangandaran saat libur hari Waisak yang jatuh pada tanggal 26 Mei, terlihat ramai.

Walau sempat ditutup saat libur Idul Fitri beberapa hari lalu, tak menyurutkan niat wisatawan untuk berkinjung menikmati liburannya di obyek wiisata nomer 2 terpopuler di Provinsi Jawa Barat ini.

Seperti disampaikan pengunujung asal Cimahi, Dudi Wardana (32), ia mengaku walau pun sudah beberapa datang ke tapi tak membuatnya bosan memilih Pangandaran sebagai tujuan wisatanya bersama keluarganya.

“Saya juga pengunjung tetap harus patuh pada protokol kesehatan saat ada sini, karena ini untuk kesehatan kita semua di masa pandemi sekarang ini, “ungkapnya. (26/05)

Dudi juga mengapresiasi kinerja petugas gabungan Satgas Covid yang dibantu Balawista dan Ormas Jaaga Lembur yang terus menerus mengimbau para wisatawan untuk menerapkan prokes, salah satunya dengan memakai masker.

Selain relatip mudah dijangkau, diakui Dudi, berwisata ke Pangandaran juga tidak membosankan karena disini wisatawan bisa berkinjung ke obyek-obyek wisata lainnya seperti batukaras, Batuhiu atau Greencanyon.

“Aneka wisata kuliner yang ada di Pangandaran juga menjadi buruan kami sekeluarga, “imbuhnya. (PNews) 


PANANAMAN RATUSAN POHON WARNAI ANNIVERSARY KE-1 OBJEK WISATA SUSUKAN JERO (SSJ) HILLS LANGKAPLANCAR

PANGANDARANNEWS.COM – Obyek Wisata Sususkan Jero (SSJ) Hill yang ada Desa Bojongkondang Kecamatan Langkaplancar kini hadir untuk melengkapi varian pariwisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Menurut salah seorang tim pengelola obyek SSJ, Najmul Umam, diharapkan kehadiran destinasi wisata SSJ akan mengundang minat wisatawan untuk datang berkunjung selain ke obyek wsiata pantai.

“Kami siap memanjakan pengunjung dengan menampilkan keindahan alami desa kami, “ujar Najmul, saat ditemui usai acara anniversary ke-1 objek wisata Susukan Jero Hills. (23/05)

Dalam anniversary yang mengangkat  tema  "Generasi tangguh berawal dari lingkungan yang utuh" yang dihadir Perhutani KPH Cijulang, anggota BPD Desa Bojongkondang, Ketua Prodi MPI, BEM, Ikatan Alumni STITNU Al Farabi Pangandaran, Tokoh pemuda langkaplancar, mahasiswa dan masyarakat desa Bojongkondang, Najmul menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah ikut serta dan mensukseskan kegiatan ini baik moril maupun materil.

Najmul mengatakan,dalam acara ini juga pihaknya melaksanakan penanaman beberapa jenis pohon seperti  durian, salam dan jati di lokasi isebagai bentuk representasi dari kecintaan pada lingkungan dan diharapkan ini menjadi stimulus kepada masyarakat.

“Mengutip apa yang dikatakan Gus dur, wisata adalah tempat akulturasi budaya, artinya dengan usia yang ke 1 ini diharapkan SSJ mampu membawa hal yang bagus baik dalam  budaya lama atau pun budaya baru , “ungkapnya.

Ia juga berharap mudah-mudahan tim pegiat wisata ini menjadi lebih solid dan mampu berinovasi untuk lebih maju.

Sementara Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Yayat Hidayat, menyampaikan  apresiasi kegiatan yang dilakukan Himpunan Mahasiswa (HIMA) MPI yang telah bekerjasama dengan pihak pengelola SSJ, Perhutani dan pemerintahan Desa Bojongkondang.

Menurut Yayat, penanaman pohon ini juga bagian dari pengamalan Tri Dharma Perguruan tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Yayat berharap wisata ini bisa berkembang karena selain di dalamnya ada nilai-nilai edukasi juga dapat  memberikan manfaat bagi masyarakat. 

"Dan tentu bisa menjadikan pelajaran bagi kita khususnya civitas akademik STITNU Al Farabi Pangandaran, “ucapnya.

Hal senada dikatakab Kepala Perhutani KPH Cijulang Dedi menyampaikan, semoga kedepannya objek wisata SSJ bisa lebih maju dan berkembang dengan tidak melupakan kearifan lokal yang sudah ada. (YUSUPSIDIK)


BUPATI PANGANDARAN: "WISATA PANGANDARAN SIAP DIBUKA KEMBALI"

PANGANDARANNEWS.COM – Usai pertemuan dengan para pelaku usaha dan seluruh stake holder pariwisata, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, muai hari selasataggal 18 mei 2021 kembali akan membuka obyek wisata karena dalam pertemuan tersebut selurh pelaku usaha pariwisata berkomitmen akan mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19, setela sebelumnya atas instruksi Gubenrnur Jawa Barat ditutup pada hari minggu tanggal 16 mei lalu pasca viralnya video kerumunan pengunjung yang abai menerapkan prokes di Pantai Batu Karas pada Sabtu tanngal 15 Mei 2021.

Menurut Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, keputusan membuka kembali objek wisata setelah pemda melakukan sosialisasi dengan para pelaku usaha wisata yang dituangkan dalam fakta integritas kesanggupan untuk ikut andil dalam mengawasi protokol kesehatan di obyek wisata.

“Jika semua para pelaku usaha wisata menyanggupi untuk mematuhi serta mengawasi penerapan protokol kesehatan, maka obyek wisata di Pangandaran bisa di buka kembali, “kata bupati, usai pertemuan dengan para pelku usaha wisata di alun-alun Paamprok di kawasan pantai Pamugaran.(17/05)

Bupati menatakan, surat pernyataan yang dibuat para pelaku usaha wisata ini nantinya akan disampaikan ke Gubernur dan Presiden, bahwa seluruh pelaku usaha wisata siap mematuhi dan ikut mengawasi protokol kesehatan.

Bupati mengakui, penutupan obyek wisata di Kabupaten Pangandaran tentu menimbulkan dinamika, karena selama pandemi covid ini ekonomi masyarakat juga harus bisa tumbuh kembali, artinya ekonomi bisa berjalan dan kesehatan masyarakat pun tetap terjaga.

“Jadi saya tegaskan kembali, jiak semua sanggup mematuhi protokol kesehatan, maka besok obyek wisata Pangandaran akan dibuka kembali,”  tegas bupati.

Mengingat kapasitas obyek wisata Pantai Batu Karas lebih kecil ketimbang obyek wisata di Pantai Pangandaran, maka, kata bupati, nantinya  akan dilakukan sistem buka tutup untuk menghindari kerumunan pengunjung seperti yang dilakukan di obyek wisata pantai Pangandaran, dengan dilakukan penyekatan sehingga tidak terjadi penumpukan atau kerumunan pengunjung.

Sementara menurut Kadis Kesehatan Pangandaran, drg Yani Ahmad Marzuki, paska terjadinya kerumunan pengunjung yang sempat viral di media sosial, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran pun langsung secara random melakukan pemeriksaan Rapid Antigen pada para pelaku usaha wisata di obyek wisata pantai Batu Karas.

Alhamdulillah dari hasil sampel Rapid Antigen yang dilakukan secara acak pada puluhan pelaku usaha wisata, hasilnya negatif,” terang Yani. 

Yani menambahkan, dari pantauan seluruh pelaku usaha wisata pantai Batu Karas pun siap memantuhi protokol kesehatan dan menandatangani surat pernyataan akan ikut andil mengawasi protokol kesehatan yang disaksikan langsung Bupati Pangandaran. (PNews)


SATGAS COVID-19 :"TERJADI LONJAKAN HINGGA 100,8 % DI TEMPAT WISATA MELONJAK 100,8% SAAT LIBUR LEBARAN"

WAGUB JABAR : “PENUTUPAN OBYEK WISATA PANGANDARAN AKAN DIEVALUASI

PANGANDARANNEWS.COM – Memasuki H +3 libur hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021, kunjungan wisatawan ke obyek wisata Pangandaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat terjadi peningkatan kunjungan hingga 100,8 %. 

Seperti disampaikan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah,  kenaikan kunjungan wisata ini terjadi pada tanggal 14-15 Mei 2021, setelah sebelmnya saat hari Idulfitri pertama 13 Mei 2021 ada penurunan dibandingkan kunjungan pada pekan sebelumnya.

Dewi mengatakan, perbandingan pada tanggal 7 dan 8 Mei dan tanggal 14-15 Mei pada saat libur lebaran terjadi kenaikan sebesar 100,8 persen. 

“Artinya terjadi kenaika dua kali lipat pergerakan orang yang ke tempat wisata pada saat libur Idulfitri,” jelas Dewi melalui kanal YouTube Pusdalops BNPB.(16/5) 

Pada tanggal 6 mei lalu, kata Dewi, jumlah warga yang berkunjung ke tempat wisata sebanyak 25.215 orang, sementara pada tanggal 13 mei tercatat ada 8.694 wisatawan.

Kemudian kenaikan hingga 100,8 persen lebih terjadi pada kumulatif jumlah wisatawan pada periode 14-15 Mei, yang mencatat 111.223 wisatawan. Sementara pada pekan sebelumnya yakni 7-8 Mei hanya mencatat 55.398 wisatawan di kedua hari itu.

Sementar ditemui secara terpisah, Pasca penutupan wisata Pangandaran, Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum langsung melakukan kunjungan dan peninjauan dibeberapa lokasi, menyesalkan saat mengetahui adanya video yang viral di meda sosial  yang mempertontonkan kerumunan wisatawan yang tidak patuh, tidak menjaga, mengabaikan serta melanggar protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 sesuai anjuran pemerintah di lokasi wisata di Kabupaten Pangandaran, sehingga dengan ditemani Bupati Pangandaran H Jeje wiradinata, kepala Dinas Pariwista, Kasat Pol PP, TNI dan Polri, mewakili gubernur Jabar, wagub pun langsung meninjau lokasi wisata yang viral tersebut untuk menindaklanjuti.

Wagub yang datang ke Pangandaran juga untuk melakukan pemeriksaan apakah penutupan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku ataukah belum, dengan langsung melakukan percakapan dengan para pelaku usaha wisata, para pedagang, terkait dengan penutupan sementara obyek wisata Pangandaran.

“Pada dasarnya, Pemprov tidak melarang dibukanya tempat wisata asal dengan catatan semua pihak tetap taat pada aturan yang ada, menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan ketat, “kata Wagub. (16/5)

Wagub juga mengatakan pihaknya akan mengevaluasi terkait masalah ini secara menyeluruh serta berharap segera didapat jalan keluar terbaik, dengan mengelaurkan kebijaksanaan dari Pemprov Jabar yan tidak merugikan masyarakat, para pelaku usaha wisata dan para pedagang di lokasi wisata Pangandaran.

‘Artinya masyarakat di obyek wsiata Panandaran tetap bisa mencari nafkah karena momentum hari raya idul  fitri  membawa berkah  bagi warga Pangandaran yan memunyai usaha di lokasi wisata, “katanya. (ANWARWALUYO)


H+1 LIBUR LEBARAN WALAU HARUS JALANI RAPID TEST ANTIGEN, WISATAWAN MULAI DATANGI OBYEK WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Walau belum padat pada H+1 Hari Raya Idul Fitri1442 H, obyek wista mulai didatangi wisatawan dari berbagai daerah.

Untuk berjaga-jaga serta sebagai langkah antiiasi terjadi klaster enyebaran covid-19 di obyek wisata,  Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran pun melakukan pemeriksaan rapid test antigen kepada para wisatawan bertemat di gerbang utama (tol gate) pantai Pangandaran.(14/5)

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran drg. Yani Ahmad Marzuki, saat ini pihaknya menyiapkan 30.000 rapid test antigen untuk wisatawan ini. 

"Pemeriksaan ini akan dilakukan hingga tanggal 24 Mei 2021," kata Yani.

Yani mengatakan, selain di pantai Pangandaran, pemeriksaan rapid test antigen juga dilakukan di obyek wisaa lain yang ada di Kabaen angandaran, seerti antai Batkaras, Batuhiu, Green Canyon dan tujuan wisata lainnya.

Yani membenarkan walau saat ini ada kebijakan larangan mudik tapi obyek wisata Pangandaran tetap dibuka tapi dengan sarat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) serta ditunjang dengan pemeriksaan rapid test antigen yang dilakukan secara acak.

“Hingga hari ini belum ditemukan adanya wisatawan yang positif rapid test antigen mudah-mudahan  sehat semua dan jangan lupa selalu menerapkan prokes “ucapnya.

Salah seorang wisatawan asal Kota Tasikmalaya, Diana (24), mengungkapkan, ia sangat mendukung pelaksanaan rapid test antigen ini karena ini bisa menjadi uaya emutus mata rantai penyebaran covid-19.

Menurutnya ia n sangat reson dan menyambt baik karena rapid test antigen dilakukan tidak bersipat paksaan nam dilaksanakan dengan sukarela atas keinginan wisatawan. 

“Saya juga senang karena ini dilakukan tanpa biaya alias gratis, dan Alamdulillah saat tadi diperiksa saya negatif covid, “ujarnya.  (PNews)




KEBIJAKAN LARANGAN MUDIK LEBARAN BISA BERBENTURAN DENGAN KEPARIWISITAAN ?

PANGANDARANNEWS.COM  - Kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik saat libur Lebaran, tapi di sisilain tetap membiarkan objek wisata beroperasi dinilai akan sangat berdampak bagi daerah wisata seperti Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, kebijakan tersebut jelas akan berbenturan dengan kepariwisataan.

“Sekarang masyarakat pun mulai membanding-bandingkan, mudik lebaran dilarang tapi obyek wisata tetap dibuka, “ungkap Jeje. (14/4)

Jeje mengatakan, Pangandaran merupakan salah satu daerah tujuan wisata pantai di Jawa Barat yang paling banyak dikunjungi wisatawan, dan selagi tidak ada kebijakan pemerintah pusat terkait penutupan obyek wisata maka saat libur idul fitri mendatang pariwisata di Pangandaran akan tetap buka.

“Dengan catatan, kami akan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik pada pengunjung atau pun pelaku usaha wisata, “tegas Jeje.

Beberapa waktu lalu, kata Jeje, Gubernur Jawa Barat sudah mengingatkan tentang hal ini dan wacana pembatasan jumlah pengunjung karena Pangandaran memang selalu ramai jadi tujuan wisata. 

Terkait pembatasan jumlah wisatawan, imbuh Jeje, tetubisa dilakukan salah satunya dengan cara pembelian tiket secara online, sehingga jumlah wisatawan yang datang pun bisa dipatau dan dibatasi.

“Caranya, pada saat tertentu penjualan tiket online akan kami tutup jika memang batas maksimal pengunjung sudah tercapai, dan hal ini sedang kami pertimbangkan,  “terangnya.

Selain itu, menurutnya yang paling penting adalah kesadaran para pelaku usaha wisata untuk menerapkan protokol kesehatan sekaligus jadi pelopor dan bisa mengingatkan wisatawan. 

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pangandaran Agus Mulyana menyampaikan, kondisi bisnis hotel dan restoran di Pangandaran saat ini sangat memprihatikan karena menurunnya kunjungan wisata, padahal setiap harinya para pengusaha hotel dan restoran terus mengeluarkan biaya operasional, termasuk bayar THR lebaran karyawan walau saat ini pendapatan usahanya masih minim.

Kata Agus, ada tiga even dalam se-tahun yang selalu menjadi andalan dudi Pangandaran, liburn natal dan tahun baru, libur sekolah dan libur Lebaran.

Tapi jika sekarang ada kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik, maka, menurut Agus para pelaku usaha wisata di Pangandaran tentu akan kehilangan momentum libur Lebaran, sehingga bagaimana mau berlibur karena masih berada di kota tempatnya bekerja.

“Menjelang libur lebaran biasanya tingkat hunian hotel bisa mencapai 90 persen dengan asumsi  lama tinggal 4 sampai 7 hari, “jelas Agus.

Bulan ramadhan, kata Agus biasanya tingkat kunjungan wiatawan akan menurun drastis, dan penurunan ini biaanya selalu tergantikan pada saat libu lebaran tiba. Tapi jika sekarang cuti bersama dipotong dan mudiknya dilarang, sama saja tidak boleh berwisata.

Agus berharap pemerintah seharusnya lebih bijak melihat upaya yang dilakukan para pelaku usaha pariwisata saat  mempersiapkan momen tahunan ini, seperti vaksinasi yang sudah dilaksanakan karyawan hotel dan restoran serta penerapan prokes. 

“Jadi wajar jika kami kecewa karena kami sudah mempersiapkan segala ketentuan dan persaratan termasuk pemberlakuan prokes yang ketat, “imbuhnya. (PNews)




SAAT LIBUR JELANG RAMADHAN DUA WISATAWAN TENGGELAM DI PANTAI KARAPYAK DAN PAMUGARAN

PANGANDARANNEWS.COM - Dua kejadian anak tenggelam terjadi di dua obyek wisata di pantai indah Pangandaran saat menjelang ramadhan (munggahan), di pantai Karapyak Kecamatan Kalipucang dan Pantai Pamugaran Kecamatan Sidamulh.

Kejadian tenggelamnya bocah bernama Noval yang masih berumur 6 tahun asal Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap Jawa Tengah di Pantai Karapyak ini diduga akibat terseret arus air laut saat bermain dan mencari kerang saat berlibur munggahan bersama keluarganya. (11/4)

Menurut beberapa kesaksian, kejadian itu diduga kelalaian orang tua saat karena lengah mengawasi anaknya ketiak bermain di pantai. Bocah tersebut bernama Noval (6) anak dari Yulia dan Andre warga Sidareja, Jawa tengah saat acara "munggahan" jelang puasa ramadahan.

"Korban awalnya bermain di pinggir pantai dengan 3 rekan anak sebayanya ketika  tiba-tiba datang ombak besar menyeret korban ke tengah, “ ujar Toni (32) terng salah warga setempat, Toni (32) kepada awak media.

Toni mengatakan, ada kemungkinan anak tersebut lepas daripantauan kedua orangtuanya saat kejadian itu sehingga terbawa ke pusaran air laut.

Beberapa saat setelah kejadian, Tm SAR gabungan pun terus berupaya melakukan pencarian di lokasi kejadian namun belum diperoleh keterangan lebih lanjut apakah korban sudah ditemukan atau belum. 

Sementara satu kejadian lagi berlokasi di pantai Pamugaran, seorang remaja bernama Arif Umar (16) asal Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis sekitar jam 14.14 wib saat sedang berenang bersama teman-temannya. 

Menurut salah seorang petugas SAR Barakuda, Sakio, saat itu korban bersama temannya melakukan aktivitas berenang di  lokasi terlarang di pantai Pamugaran yang dikenal memiliki pusaran air deras di dasar laut. Mungkin karena tidak pandai berenang, terang Sakio, sehingga korban pun terseret ke tengah.

“Walau  orban saat itu sempat berteriak minta tolong namun temannya tidak bisa berbuat apa-apa, “terang Sakio lagi.(11/04)

Tim SAR dengan dibantu warga sekitar serta disaksikan keluarga korban pun menjelang sore hari masih terus melakukan pencarian. (AGE)



KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT TERKAIT LARANGAN MUDIK LEBARAN KECEWAKAN PENGUSAHA WISATA DI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat terkait larangan mudik pada libur lebaran jelas sangat mengecewakan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Pangandaran, karena larangan mudik tersebut jelas akan berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan saat  libur Lebaran nanti.

Demikian disampaikan Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana, saat ini kondisi usaha wisata di Pangandaran sejal pandemi covid-19 sangat memprihatinkan pasalnya kunjungan wisata domestik hingga saat ini belum norml seperti sebelum masa pandemi, padahal biaya oprasional seperti hotel dan restoran tetap harus dikeluarkan walau pun minim pendapatan.

"Sepeti diketahui dalam setahun ada tiga musim libur yang selama ini menjadi andalan, libur natal  tahun baru, libur sekolah dan libur lebaran," terang Agus. (30/03)

Pada libur lebaran biasanya akan terjadi peningkatan okupansi hingga mencapai 90 persen dengan lama tinggal 4 sampai 7 hari, dan biasanya ini mampu untuk menutupi kekosingan yang terjadi pada bulan sebelumnya, bulan ramadhan. Tapi jika sekarang lebaran dilarang mudik, maka, kata Agus, artinya tidak boleh berlibur pergi ke tempat wisata.

Agus jug mengatakan, seharusnya pemerintah melihat upaya yang selama ini dilakukan para pelaku usaha pariwisata mempersiapkan momen tahunan ini, seperti vaksinasi karyawan hotel dan restoran sudah dilakukan, penerapan protokol kesehatan (prokes) diperketat, jadi wajar jika sekarang pelaku usaha wisata kecewa  dengan kebijakan pemerintah posat tersebut.

.Ditambah lagi, kebutuhan pengeluaran jelang Lebaran meningkat karena pengusaha harus membayar tunjangan hari raya (THR) dan lainnya untuk kryawan.

"Saya berharap mudah-mudahan pemerintah membatalkan kebijakan larangan mudik lebaran, karena ini saat marema tahunan yang ditunggu-tunggu,"imbuhnya.

Seperti diketahui, pada tanggal 26 maret lalu pemerintah pusat resmi mengleluarkan larangan  mudik Lebaran pada 6 sampai 17 Mei 2021, selian itu masyarakat juga dihimbau tidak melakukan perjalanan keluar daerah sebelum dan sesudah tanggal 6-17 Mei untuk menekan angka penularan covid-19. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN