Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan

PEMBANGUAN JALAN DI DUSUN PASIRMACAN TIDAK SESUAI SPECK, SISA ANGGARANNYA JADI BANCAKAN ?

PANGANDARAN NEWS- Adanya program anggaran dari Dana Desa (DD) sejatinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, dan dalam penggunaannya pun jangan sampai disalahgunakan baik oleh kepala atau pun perangkat desa lainnya. Sehingga manfaat DD pun diharapkan bisa menjadi solusi untuk kemajuan dan kesejahtreaan warga, baik melalui pembangunan ataupun lewat pemberdayaan sehingga ke depannya pun desa akan menjadi lebih mandiri.

Tapi tidak seperti halnya yang terjadi di Desa Pagerbumi  Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, ironis karena Dana Desa justru dijadikan bancakan pemerintahan desa.

Seperti dikatakan salah seorang warga, Agus Hendra ( 52), ia merasa prihatin dengan pembangunan salah satu infrastruktur jalan di Dusun Pasir Macan, tepatnya di Rt 03 Rw 02 yang dalam pengerjaaanya tidak sesuai dengan spesifikasi.

Menurut Agus, ia kecewa karenakan pembangunan jalan dengan total anggaran Rp 40 juta, panjang 130 meter dan lebar 2 meter, tidak tercapai sampai akhir desember 2019.

“Dari seluruh pekerjaannya diperkirakan hanya selesai sekitar 90 meter saja, dan anehnya sisa anggarannya pun tidak tahu kemana larinya karena sampai saat ini belum ada kelanjutannya" , ungkap Agus.  (25/01)

Dikatakan Agus, dan papan proyek pun sudah tidak ada di lokasi padahal hasil pekerjaan jalan itu belum dilakukan serah terima.

"Kami atas nama warga Dusun Pasirmacan berharap agar pekerjaan tersebut bisa diselesaikan dan ditindaklanjuti pihak desa, "imbuhnya.

Agus menambahkan, kuat dugaan sisa anggarannya malah dijadikan bancakan oknum perangkat desa. Karena seperti pengakuan salah seorang warga yang mengakui begitu kaget saat diberi uang Rp 700 ribu, walau pun pada akhirnyauang tersebut dipergunakan untuk membeli gorong-gorong buat kebutuhan masyarakat.

“Ini aneh kan, masa uang anggaran Dana Desa tahap tiga untuk membangun dibagi-bagi, sedangkan jalan tersebut hingga saat ini masihterbengkalai, "ungkap Agus.

Ditemui secara terpisah, salah seorang anggota BPD Pagerbumi yang tidak mau disebutkan namanya, membenarkan, memang pembangunan jalan di Dusun Pasirmacan tidak sesuai perencanaan.

"Sebenarnya kami sudah melaporkan hal ini pada aparat desa atas kekecewaan warga terkait pekerjaan jalan itu jauh jauh hari, namun entah kenapa hingga saat ini belum juga ada kelanjutannya", tandasnya.  (AGE)

UNTUK ERATKAN TALI SILATURAHMI DENGAN WARGA, KADES SINDANGSARI RUTIN LAKUKAN SILATURAHMI

PANGANDARAN NEWS-Salah satu kegiatan rutin yang selalu diakukan Kepala Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, kunjungan ke tiap-tiap dusun untuk bersilaturahmi dengan warga. Pada kunjungan yang dilakukan setiap malam kamis ini, kepala desa yang ditemani beberapa ketua RT, kepala dusun, Karang taruna, BPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini, bertujuan ingin melihat serta mendengar langsung keadaan warga desanya.

“Kebetulan kunjungan malam ini ke Dusun Mekarjaya untuk melantik ketua RW 02 yang baru, Agus Mawan menggantikan Uhyan yang telah habis masa jabatannya, “terang Kepala Desa Sindangsari, Herman.(21/1)

Di hadapan warga yang hadir di balai dusun, Herman menyampaikan, proses beberapa pembangunan yang sudah dan akan dilaksanakan Pemdes Sindangsari, sehingga masyarakat sebagai penerima azas manfaat pembangunan pun tahu dan bisa ikut terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Selain untuk meningktkan tali silaturahmi, kata Herman, kunjungan ke tiap dusun ini juga untuk bisa mendengarkan langsung aspirasi warganya, sehingga semua masalah yang berkaitan dengan pembangunan fisik dan non fisik pun bisa dibahas dalam bentuk harmonisasi antara pemdes dan warga.

Dikatakan Herman, salah satu bahasan dalam pertemuan kali ini terkait rencana pembelian tanah untuk lapang yang sampai saat ini belum terealisasi juga, sehingga hingga saat ini Dusun Mekarjaya belum juga memiliki lapangan sepak bola. Padahal, menurut salah seorang warga, Elan, lapang sepakbola merupakan sarana penting yang bsa dijadikan tempat pengembangan bakat olahraga masyarakat, khususnya generasi muda.

”Tentunya, kita akan cari jalan yang terbaik untuk pengadaan tanah lapang ini, “kata Herman. (RASIMUN)

SARYONO SIAP MENGEMBAN AMANAH WARGA DESA KARANGPAWITAN

PADAHERANG-8 dari 14 desa di Kecamatan Padaherang tahun ini akan melaksanakan Pilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, yang akan digelar tanggal 30 Nopember 2019 mendatang.

Kedelapan desa itu, anatar lain, Desa Padaherang, Kedungwuluh, Karangmulya, Maruyungsari, Karangsari, Panyutran, Ciganjeng dan Desa Karangpawitan.

Menurut salah seorang dari 5 calon yang akan maju pada pilkades Karangpawitan, Saryono, ia tidak akan muluk-muluk mengobral janji. Tapi Saryono bertekad, seandainya bisa terpilih menjadi Kepala Desa Karangpawitan, akan mengabdikan dirinya dan berbuat yangterbaik untuk seluruh warga desa.

Kata mantan kepala dusun yang sudah lama mengabdi ini, yang dibutuhkan warga desa sekarang bukan janji-jani, tapi kerja nyata, kerja cepat dan kerja cerdas.Salah satunya, kata Saroyono, yang punya nomer urut satu ini, terus meningkatkan pelayanan karena pada hakikatnya kepala desa itu merupakan pelayan masyarakat yang harus selalu siap saat warga membutuhkan.

“Membangun desa merupakan tanggungjawab semua, jadi modal utamanya kekompakajn antara aparat desa dan warga, “ungkap Saryono, saat ditemui usai pengambilan nomer urut di aula desa. (ISIS KOSWARA)

DENGAN IT DAN RELIGI, TONI TAUFIQ JANJIKAN PERUBAHAN DESA SINDANGJAYA

MANGUNJAYA-Lolosnya 5 kandidat yang menjadi kontestan dalam Pilihan Kepala Desa (pilkades) serentak tahun 2019 di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, disambut antusias warga dengan berbagai komentar.

Seperti diungkapkan salah seorang warga yang tinggal di Rt 22 Rw 06 Dusun Sindangjaya, Ujek (60), sudah lama warga menginginkan adanya perubahan baik program pembangunan atau pun di internal Pemerintahan Desa Sindangjaya, sehingga bagi seluruh calon yang akan maju ini penguasaan IT menjadi sarat mutlak.

“Sekarang jaman milenial, jadi seluruh calon harus paham IT, karena sekarang apa-apa sudah menggunakan komputerisasi dan teknologi tinggi, “ungkap Ujek, usai menyaksikan pengundian nomer urut calon di aula desa.(18/11)

Penurut Ujek, seorang kepala desa sekarang dituntut harus bisa menguasai teknologi digital, karena sistim administrasi dan pelaporan di desa sekarang sudah berbasis aplikasi digital, dan itu harus dilakukan oleh usia muda yang dinamis.

“Saya dukung calon nomer urut 2, Toni Taufiq, karena selain masih muda dan agamis, Toni juga menguasai dan paham IT, “kata Ujek.

Kenapa kepala desa harus yang muda, karena,menurut Ujek, ia harus mempunyai ketahanan berpikirnya lebih optimal dan dinamis. Pasalnya, tugas kepala desa sangat berat untuk bisa mengayomi seluruh warga.

“Seorang kepala desa harus mampu bekerja 24 jam untuk melayani kebutuhan warganya, “kataUjek lagi.

Disoal kenapa pilihannya jatuh ke calon nomer urut 2, Toni Taufiq, menurut Ujek, karena selama ini dipandang hanya Toni yang akan mampu membawa perubahan di Desa Sindangjaya.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, menurutnya, Toni dengan segudang pengalaman berorganisasi dan kepedulian sosial pada sesama warga sangat tinggi serta nantinya tidak akan merasa kesulitan untuk melakukan kordinasi dengan pemerintah daerah, karena selama ini sudah sering ia lakukan dengan tugas dan kepentingannya.

Insa Alloh, Toni merupakan sosok yang tepat untuk memimpin warga Sundangjaya paling tidak untuk 6 tahun ke depan, “tegasnya lagi.

Sementara saat diminta komentar tentang pencalonannya, calon nomer urut 2, Toni Taufiq, mengatakan, ia tidak ingin muluk-muluk mengobral janji, karena baginya kerja keras dan kerja cerdas saat ini yang dibutuhkan masyarakat untuk bisa membawa ke arah perubahan lebih baik dan lebih baik lagi.

"Dan itu harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan pelayanan yang selama ini dibutuhkan warga. "ungkapnya. (NANA HOERUMAN-ISIS KOSWARA)


.


SECARA SWAKELOLA WARGA SINDANGJAYA BANGUN JALAN PERBATASAN DESA

MANGUNJYA-Wilayah perbatasan, yang secara geografis ada pada perbatasan  desa, kecamatan atau pun daerah,  seringkali kurang mendapat perhatian pemerintah daerah. Padahal secara administrasi ini sangat penting karena seringkali terjadi ketidakjelasan batas daerah. Misalnya, tidak ada skala, tidak ada proyeksi peta dan sistem koordinat, tidak ada datum geodetik, tidak jelasnya delinasi garis batas, tidak dicantumkannya sumber data, pembuat dan tahun pembuatannya, dan tentunya ini sejalan sejak dberlakukannya Sejak Undang-undang nomer 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang nomer 6 tahun 2014 tentang Desa.

Untuk kepentingan tersebut, di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Dusun Cikeludan RT. 25/RW 06 Desa Sindangjaya yang berbatasan dengan Desa Jangraga, kini mulai dibangun jalan penghubung antara dua desa tersebut, dengan sumber anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 30 juta, yang dikerjakan secara swakelola.

Ada kegembiraan yang dirasakan warga Desa Sindangjaya, karena baru kali ini pembangunan di laksanakan dengan cara normatif, swakelola.

Seperti diungkapkan Kepala Dusun Sindangjaya, Kusnandar, jika pengerjaan dengan cara seperti swakolala ini, dipastikan selain bisa memberdayakan masyarakat hasilnya pun akan lebih bagus, karena warga yang menjadi penerima asas manfaat pembangunan akan bertanggungjawab penuh sehingga dalam penggunaan anggaran desa pun akan optimal.

“Kami kerjakan secara gotong royong karena tidak dikerjakan oleh pihak ke tiga katanya, karena program yang bersumber dari DD dan ADD aturannya seperti itu. “tegasnya. (Tn)


WARGA PERTANYAKAN KEKURANGAN VOLUME PEMBANGUNAN TPT DI DESA SUKAJAYA

CIMERAK-Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Rt 02 Dusun Babakan Jaya Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, menuai pertanyaan dari sejumlah warga. Pasalnya, anggaran yang tertera di papan proyek tidak sesuai dengan volume pengerjaan yang dilaksanakan TPK.

Menurut salah warga, pembangunan dengan anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp. 54 juta tersebut ternyata tidak sesuai dengan spespikasi volume pekerjaan seperti yang tertulis di papan kegiatan, sepanjang 50 meter.

Masih kata warga yang enggan ditulis namanya itu, ada kejanggalan dalam pembangunan tersebut, karena warga merasa tidak mungkin pembangunan TPT itu menghabiskan anggaran Rp. 54 juta.

“Kalau memang ada perubahan dari perencanaan awal tentunya itu harus ada persetujuan dari BPD serta  dibuat berita acaranya terus dipublikasikan kepada masyarakat sebelum pelaksanaan kegiatan, "ungkapnya. (03/10)

Jika melihat hasil pekerjaan dengan panjang hanya 20 meter seperti yang ada sekarang, imbuhnya, diperkirakan pembangunan tersebut hanya menghabiskan sekitar Rp 20 juta.

Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan warga, karena saat dihubungi PNews, ketua TPK yang merangkap sebagai Kepala Dusun Babakan Jaya, ia tidak bisa menjelaskan secara detail masalah ini karena, menurutnya, kewenangannya ada di bagian perencanaan desa.

“Dikhawatirkan nanti saya salah memberi keterangan pada awak media", ucapnya.

Tidak sampai disitu, saat PNews konfirmasi ke bagian perencanaan Desa Sukajaya,  Dede Wahyu, ia  mengatakan, pembangunan TPT ini memang ada efisiensi dan sisa anggaran akan dilaksanakan lagi pada  perubahan anggaran di bulan oktober.

Dede mengakui, memang pembangunan tersebut hanya menghabiskan Rp 22 juta serta menyisakan  anggaran sekitar Rp. 32 jt, dan sisanya ini masuk pada efisiensi anggaran untuk perubahan.

“Jadi uang sisanya masih ada pada rekening,  mungkin nanti bisa diajukan lagi pada perubahan bulan oktober untuk kegiatan pembangunan lainnya, “jelasnya. (AGE)

EMHA AINUN NAZIB: “JANGAN MALU MENJADI ORANG DESA...”

MANGUNJAYA-Ada yang beda dengan kegiatan pengajian desa yang rutin diselenggarakan di Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran kali ini, pasalnya pengajian yang digelar di lapang Dusun Sindangjaya kali ini dihadiri ribuan warga.

Menurut Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, pengajian kali ini berbarengan dengan menyambut tahun baru islam, pihaknya sengaja menghadirkan penceramah sekaligus budayawan kondang, Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Kiayi Kanjeng.

“Kenapa kami namakan pengajian desa, karena ini merupakan kegiatan rutin bidang agama di Desa Mangunjaya, “jelasnya.(11/9)

Tujuannya, lanjut Furqon, dengan segala kesibukan pembangunan yang ada di desa sejatinya harus dilandasi dengan akhlakul karimah, sehingga momen seperti ini bisa menjadi penggalian potensi desa dengan norma-norma islami.

“Seperti tadi dikatakan Cak Nun, jangan pernah malu menjadi orang desa karena kesempatan sukses akan datang pada siapa saja, “ungkapnya. (Tn)

DAYAT: “JIKA TERPILIH LAGI, INGIN MENINGKATKAN DAN MEWUJUDKAN TATA KELOLA DESA BOJONGKONDANG”

LANGKAPLANCAR–Sebanyak 68 desa di Kabupaten Pangandaran tanggal 30 November 2019 mendatang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.
Dariseian banyak desa tersebut, salah satunya Desa Bojongkondang Kecamatan Langkaplancar. Seperti diungkapkan kepalanya, Dayat (55), ia akan mencalonkan lagi untuk periode berikutnya, 2019-2025.

Kata Dayat, niatnya ini bertujuan untuk melanjutkan cita-citanya serta bersama masyarakat untuk membangun desa terutama dibidang infrstruktur dan perekonomian rakyat.

"Mudah mudahan Alloh mengijinkan niat tulus saya dan diberi kesehatan hingga waktu pemilihan nanti, “ungkapnya.(03/9)

Dengan visi-misi ingin mewujudkan pembangunan infrstruktur hingga ke pelosok desa serta meningkatkan kebersihan dan mengusahakan adanya mutu kesehatan melalui program-program pemerintah yang ada, meningkatkan dan Mmewujudkam tata kelola desa yang lebih baik, kata Dayat, diharapkan Desa Bojongkondang akan semakin sejahtera dan maju.

Selain visi dan misi tersebut, lanjutnya, ia juga akan meningkatkan pelayanan masyarakat desa lebih maksimal dengan cara mengoptimalkan kinerja perangkat desa sesuai tupoksi masing masing, selain itu juga pihaknya akan membentuk bumdes yang lebih aktif lagi, peningkatan sarana dan prasarana untuk segala macam kegiatan tanpa terkecuali.

Dayat menambahkan, dirinya pun ingin menciptakan kebersamaan dengan BPD yang merupakan mitra pemerintahan desa di bidang pembangunan serta membangun bersama rakyat, pembinaan RT dan RW, PKK dan bumdes dengan tujuan utama progres kedepan  serta bisa melayani masyarakat dengan cepat dan mudah.

"Mudah-mudahan semua ini bisa diwujudkan jika nanti saya terpilih lagi, “pungkasnya.  (AGE)

UNTUK PENINGKATKAN FUNGSI, FK BPD PADAHERANG GELAR LATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS

PADAHERANG-Dalam rangka peningkatan kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD), beberapa hari lalu (22/8), digelar kegiatan pelatihan untuk peningkatan kapasitas BPD se-Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Da’wah Kecamatan Padaherang ini diikuti 104 anggota BPD dari 14 desa.

Seperti dikatakan Ketua Forum Komunikas BPD (FK BPD), Asep Fitri, tujuan kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas kinerja BPD serta membangun harmonisasi melalui kordinasi yang baik antara BPD dan pemerintahan desa.

“Dan anggaran kegiatan ini diambil dari masing-masing desa yang dikordinir oleh FK BPD, “terang Asep.

Kegiatan ini juga, kata Asep, dalam rangka untuk mengoptimalkan fungsi BPD, antara lain, legislasi, penganggaran dan pengawasan.

“Ini murni inisiatif BPD. “imbuhnya. (Tn)

DESA JANGRAGA ALOKASI DD UNTUK PROGRAM BEDAH RUMAH RUTILAHU

MANGUNJAYA-Pemerintahan Desa Jangraga, Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, tahun ini mengalokasikan Dana desa (DD) untuk program bedah sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga miskin.

Septerti dituturkan Kepala Desa Jangraga, Agus, bedah rumah ini sudah sesuai dengan aturan peruntukan DD,  sebagian dana tersebut untuk pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur. Dan program bedah rumah ini dapat dianggarkan dari DD melalui program fasilitasi peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

Di Desa Jangraga ini terdapat 4 dusun, menurut Agus, satu dusun mempunyai kuota dua kepala keluarga (KK) yang dipilih menurut skala prioritas atau kondisi rumah warga yang benar-benar memerlukan perbaikan.

“Masing-masing KK mendapat anggaran Rp. 10 juta untuk satu unit rumah dan ditambah juga daru swadaya masyarakat, “terang Agus.(7/7)

Lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya bersukur budaya gotong-royong warganya masih kental sehingga antusias untuk membantu meringankan warga lain yang membutuhkan pertolongan pun masih sangat tinggi, terbukti salah satu rumah yang mendapat bantuan rutilahu atas nama  Narmi (65) di Dusun Kamaandilan RT. 11/03 proses bedah rumahnya dibantu sekitar 30 orang secara sukarela.

"Tidak hanya perbaikan rumah saja tapi pemukimannya pun jadi obyek perbaikan kami, “imbuhnya.

Agus menambahkan, kegiatan ini juga akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya, bantuan pemdes dalam program rutilahu ini lebih banyak dalam bentuk material bahan bangunan, sedangkan untuk tenaga perbaikan rumah dilaksanakan dengan swadaya masyarakat.

Diakui Agus, bantuan yang disalurkan pada masyarakat sebesar Rp. 10 juta tentunya tidak bisa membangun rumah dalam kondisi bagus, sehingga untuk memenuhi kekurangannya diperlukan swadaya masyarakat.


“Anggaran dari pusat ini merupakan dana stimulan sehingga diharapkan selanjutnya masyarakat bisa memperbaiki rumahnya dengan biaya sendiri. “jelas Agus. (Tn)

PEMBERIAN SANTUNAN PADA ANAK YATIM WARNAI KEGIATAN KEAGAMAAN DESA CIGANJENG

PADAHERANG-Tidak kurang 30 anak yatim di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran mendapat santunan dari pemerintahan desa yang berasal dari alokasi Dana Desa (DD).

Selain penyerahan santunan, dalam kegiatan ini pun diisi siraman rohani dengan menggelar tabligh akbar yang dihadiri seluruh majlis taklim se-desa Ciganjeng.

"Pemberian santunan dan pengajian rutin bulanan ini sudah kami lakukan sejak satu tahun yang lalu, dan alhamdulillah masyarakat sendiri sangat antusias," jelas PJS kepala desa Ciganjeng, Rukiyem, S. IP. (4/6)

Dana santunan dan kegiatan keagamaan ini, kata Rukiyem, disalurankan sesuai hasil musyawarah di pemerintahan desa.

Ketua MUI Desa Ciganjeng, Aceng Yeyen, mengatakan, acara rutin keagamaan ini memang idealnya digelar sebulan sekali, sementara pemberian santunan pada anak yatim bisa dilaksanakan minimal setahun sekali.

"Acara pengajian ini kali ini bisa dibilang tabligh akbar karena melibatkan satu desa serta mengundang mubaligh dari luar kecamatan,"terangnya. (HARIS F)


GELIAT PEMBANGUNAN DESA BOJONGKONDANG TINGKATKAN KESEJAHTERAAN WARGANYA

LANGKAPLANCAR–Dari tahun ke tahun Desa Bojongkondang Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran terus berbenah, dengan memfokuskan pembanguanan infrastruktur jalan dan lainnya yang erat kaitannya dengan kelangsungan perekonomian masyarakat desa yang mayoritas bermatapencarian sebagai petani.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Bojongkondang,  Dayat, baik anggaran yang bersumber dari pusat, provinsi, kabupaten atau dari APBDes, peruntukannya diperioritaskan untuk infrastruktur.

"Pemerintahan desa dan warga sepakat untuk lebih meningkatkan taarap hidup petani, “ungkapnya.(12/6)

Dikatakan Dayat, dengan perbaikan jalan desa secara tidak langsung memberikan akses positif agar para petani bisa menjual hasil bumi secara cepat ke perkotaan, tanpa harus berlama lama karena terkendala jalan yang rusak.

Disamping infrastruktur jalan, kata Dayat, saat ini pihaknya sedang mengusahakan ke pemda agar segera terpasang PJU (Penerangan Jalan Umum), karena sampai saat ini di hampir semua jalanan baik jalan kabupaten atau jalan desa masih gelap bila malam tiba.

"Dengan rekan-rekan kepala desa yang ada di Kecamatan Langkaplancar, kami terus  berkomonikasi baik ke pemkab atau pun ke pihak PLN agar keinginan warga terkait PJU segera yterwujud. “kata Dayat. (AGE)

SELAMA TIGA HARI DESA BUNISARI GELAR ACARA PILIHAN BPD

CIGUGUR- Untuk memilih 7 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bunisari Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, pemerintahan desa menggelar pemilihan tersebut yang digelar secara demokratis dengan mengambil 6 calon dari 6 dusun.

Seperti dikatakan Kepala Desa Bunisari, Saepudin, selama tiga hari waktu pemilihan sesuai waktu yang disepakti warga tiap dusun bisa menyalurkan haknya untuk memilih wakil dari dusun yang nantinya akan duduk di BPD untuk mewakili dusun masing-masing.

“Jadi nantinya keenam anggota ini bisa mewakili aspirasi didusunnya, sedangkan yang satu lagi merupakan keterwakilan BPD dari perempuan yang langsung dipilih oleh 60 kader ibu-ibu dari enam dusun. " ungkapnya. (4/2)

Jadi nanti apabila ada anggota BPD yang kurang taat pada aturan atau kurang baik kinerjanya, kata Saepudin, pemerintahan Desa Bunisari akan menyerahkan langsung kepada warga yang telah memilih wakilnya di BPD.

“Tercatat dari Dusun Cicurug yang paling banyak memiliki 8 calon, sedang dusun lainnya  paling ada dua atau tiga calon saja, " imbuhnya. (AGE)


DESA LIMUSGEDE GELAR PEMILIHAN BPD

CIMERAK-Dalam pemilih ketua dan anggota BPD Limusgede Kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran, seluruh diambil 1 calon dari tiap-tiap dusun yang ada di desa, dengan perincian hak pilih dari 3 kelompok perempuan masing-masing kelompok diwakili 16 orang calon dengan jumlah 74 orang (yang akan mengisi 30%  anggota BPD) , 1 Kelompok PKK, 2 kelompok muslimat perempuan dan 3 Kelompok patayat.

Seperti dikataan Kepala Desa Limusgede, Koswara Nugraha, dengan cara mencoblos kartu suara yang sudah disediakan panitia, dan suara terbanyak hasil dari pemiihan ini akan menjadi anggota BPD untuk keterwakilan perempuan.

“Desa kami memiliki 4 dusun, terdiri dari Dusun Burujul dengan calon atas nama Dini, Dusun Banjarwaru atas nama Yuyum, Dusun Mekarjaya Irma Susanti dan Dusun Sinargalih atas nama calon Dede Yuyun. “jelas Koswara.(27/12)

Dikatakan Koswara, dengan pemiihan yang demokratis serta berlangsung aman, tertib, bebas dan rahasia, hasil akhir perhitungan pemilihan BPD suara terbanyak diraih atas nama Irma Susanti dari dusun Mekarjaya dengan dengan 27 suara.

Alhamdulillah sekarang Desa Limusgede punya keterwakilan perempuan yang akan menduduki kursi BPD yang rencana akan  dilantik secara kolektif oleh bupati.”imbuh Koswara. (ANTON AS)

7 BUDI UTAMA, MOTTO KERJA DESA PARAKANMANGGU

PARIGI-Sejatinya pemerintahan desa harus mampu memberi pelayanan yang terbaik pada warga, apa yang menjadi keinginan dan harapan warga harus bisa direspon cepat. Dan semuanya itu harus dikerjakan dengan ikhlas, beretika dan penuh rasa tanggungjawab.

Demikian disampaikan Kepala Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Suryo, saat diminta tanggapannya terkait tupoksi kepala dan perangkat Desa Parakanmanggu.

“Jangan sekali-kali kita ingin dilayani, tapi sebaliknya kita-lah yang harus melayani siapa saja yang datang ke desa. “ungkap Suryo.(17/12)

Dikatakan Suryo, paling tidak ada 7 motto yang menjadi pegangan kerja yang terangkum dalam 7 Budi Utama.
Pertama, harus jujur dalam bekerja karena jujur akan mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Kejujuran juga dapat membawa kebenaran, kebenaran dapat mengantarkan seseorang dekat dengan yang Maha Esa.

Kedua, dalam bekerja harus disertai rasa tanggungjawab, karena tingkah laku dan perbuatan baik disengaja maupun tidak harus ada tanggungjawab moral, karena bila disana ada sebab dan akibat, artinya berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

Yang ketiga, visoner, ada kemampuan untuk melihat kedepan, melebihi penglihatan orang lain melalui kata-kata yang diucapkan.

“Kita bisa mengetahui apakah seseorang itu visioner atau tidak, kita juga perlu mengenali diri sendiri untuk mengetahui apakah kita in orang visioner atau tidak. “jelas Suryo.

Keempat, dalam bekerja harus disiplin, karena perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggungjawabnya. Kedisiplinan merupakan usaha untuk menanamkan nilai atau pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk mentaati sebuah peraturan.

“Yang kelima kerjasama,  sebuah pekerjaan yang dilakukan bersama-sama dapat mencapai tujuan atau target yngg sebelumnya telah direncanakan dan disepakati secara bersama pula. “katanya lagi.

Masih kata Suryo, yang keenam Adil, dimana semua orang mendapatkan hak berdasarkan kewajibannya. Kata adil merupakan satu  sikap yang tidak memihak atau sama lainnya, tidak ada yang lebih dn tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih. Adil tidak berarti harus sama tapi harus sama-sama ikut merasakan.

“Dan yang ketujuh peduli, peduli merupakan sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri pada persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi disekitar kita, orang peduli adalah mereka yg terpanggil melakukan sesuatu dlm rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan disekitarnya. ”  Pungkas Suryo. (ANTON AS)

TERJADI PERGESERAN TANAH AKIBAT LONGSOR, HEKTARAN SAWAH ALAMI KEKERINGAN

LANGKAPLANCAR-Petani di Dusun Cintajaya Desa Cimanggu Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran terancam gagal panen, pasalnya sistim pengairan tidak berfungsi akibat tanahnya longsor.

Demikian disampaikan Pjs. Kepala Desa Cimanggu, Jajang Somantri, saat diminta tanggapannya terkait longsor yang terjadi beberapa hari lalu.

Kata jajang, longsor ini terjadi pada hari minggu (16/12) mengakibatkan saluran air yang biasanya mengairi sawah terjadi penyumbatan, dan ini diketahui ketika pemilik sawah mengetahui sawahnya kering tidak ada airnya, padahal di selokan kondisi air penuh karena malamnya hujan cukup deras.

Dan setelah diteliti penyebabnya, lanjut Jajang, ternyata letak sawah seluas 5 hektar tersebut bergeser turun kebawah dan terpisah dengan daratan bagian atas.

Masih kata Jajang, warga pemilik sawah pun menyadari bahwa telah terjadi longsor pada area sawah, karena terbukti sawah warga tersebut berpindah ke bawah sementara air selokan masuk ke bagian belahan tanah yang memisahkan areal sawah dengan daratan.

“Saya pun berinisiatif mengumpulkan semua perangkat dan warga pemilik sawah agar untuk sementara waktu jangan dulu ada aktivitas di area tersebut, karena saya khawatir takan terjadi longsor susulan.  “kata Jajang. (18/12)

Dan sesuai kesepakatan dengan pemilik sawah, Jajang pun secepatnya akan segera melaporkan kejadian ini pada pemerintah daerah.

“Bagaimana cara penganggulangannya pun nantinya kami akan serahkan pada pemkab Pangandaran. “imbuhnya. (ANTON AS)

KETERBUKAAN DAN TRANSPARASI WARNAI PEMBANGUNAN DESA KERTAYASA

CIJULANG-Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Abdul Rohman, mengatakan, pembangunan kantor desa yang menelan anggaran sekitar Rp. 420 juta berasal dari bantuan provinsi sebesar Rp. 300 juta dan PADes Rp. 120 juta.

“Pelaksanaannya sendiri berjalan tiga tahap, mulai tahun anggaran 2016  hingga sekarang. “kata Rohman, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(13/12)

Rohman menambahkan, pekerjaan ini diperkirakan akan selesai akhir desember tahun 2018, dengan sistim dan cara pengerjaannya pemberdayaan masyarakat.

“Dengan besaran upah sekitar Rp. 90 ribu per hari. “jelas Rohman.

Sementara ketua TPK, Ma’mun, mengatakan, pihaknya merasa puas dengan sistim pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan yang ada di Desa kertayasa. Karena, lanjut, Ma’mun, mulai dari awal perencanaan memang masarakat sudah dilibatkan langsung pada setiap kegiatan yang ada di desa.

“Saya merasa yakin bahwa sistem pemerintahan desa seperti sekarang ini, dengan transparansi dan keterbukaan desa kami akan lebih maju dan bersih dari KKN. ”ungkap Ma’mun. (ANTON AS)

RASA AMAN DAN NYAMAN HAL PENTING HARUS ADA DI OBYEK WISATA

CIJULANG - Berwisata biasanya dilakukan masyarakat menjadi saat-saat untuk penyegaran (refreshing) melepas penat dari segala kesibukan sehari-hari, dengan cara mengembalikan pikiran yang lebih rileks, apalagi dengan suasana hiruk-pikuk suasana kota. Walau pun pada prakteknya sebagian masyarakat justru memilih berwisata dengan jenis yang menantang adrenalin, memerlukan ketahanan fisik serta tidak jarang melelahkan.

Tapi dari semua jenis wisata tersebut ada hal-hal penting yang mutlak disediakan para penyelenggara wisata, antara lain hadirnya rasa aman, dan nyaman. 

Seperti diungkapkan Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Abdul Rohman, itulah kenapa setiap destinasi wisata yang sangat populer di dunia bisa begitu diminati, karena salah satunya ada rasa aman dan nyaman pada pengunjungnya, sehingga wisatawan pun bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang mengesankan. Dan tentunya hal tersebut bisa menjadi cerita positif untuk mereka bagikan saat kembali ke daerah atau negara asalnya.

“Obyek wisata yang baik harus bersih dan indah", katanya (13/12)

Menurut Rohman, ini sudah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi, walau masih ada salah pemahaan terjadi disebagian daerah kunjungan wisata, ketika tuntutan kepada publik (wisatawan) untuk menjaga kebersihan disayangkan tidak dibarengi dengan tersedianya fasilitas kebersihan yang memadai, seperti tempat sampah dan fasilitas kebersihan lainnya.

"Karena bisa jadi masyarakat sebenarnya sadar pentingnya menjaga kebersihan, tapi kesadaran mereka tidak terwadahi oleh media penampung yang layak dan berada di tempat yang tepat", imbuhnya.

Tidak hanya masalah kebersihan, kata Rohman, idealnya pemerintah setempat juga serius menata daerahnya dengan lebih rapi dan asri dengan cara tetap melestarikan dan menjaga eksositem lingkungan agar tetap seimbang.

“Untuk itu saya dengan dukungan Pemkab Pangandaran serta dukungan anggaran dari Kementerian Desa mencoba menerapkan hal tersebut di obyek wisata Green Canyon yang ada di desa kami. “tandasnya. (AGE)

DI DESA JAYASARI ADA KETERWAKILAN PEREMPUAN UNTUK ANGGOTA BPD

LANGKAPLANCAR – Keterlibatan masyarakat dalam membangun desa tidak harus laki-laki saja, di  Desa Jayasari Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran keterwakilan perempuan untuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kaum perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Prosedur dan mekanismenya pun sama, dengan cara demokrasi ibu-ibu yang mewakili lima dusun ini dipilih yang dillaksanakan di aula desa.

Menurut Kepala desa Jayasari, Emen Hidayat, dalam proses pemilihan calon keterwakilan perempuan untuk menjadi anggota BPD dilakukan dengan cara demokrasi supaya nantinya saat salah seorang terpilih tidak jadi polemik di masyarakat.

“Seorang calon dari salah satu dusun tidak bisa hadir karena sakit. “terang Emen.(5/12)

Dikatakan Emen, ini mungkin baru pertama kali terjadi di Desa Jayasari, tapi bukan tanpa alasan karena ini untuk memberikan suasana baru dandiharapkan terciptanya kepercayaan warga kepada keterwakilan perempuan menjadi anggota BPD untuk masa bakti 2019-2025. 

“Pada pilihan ini hanya ibu ibu yang mempunyai hak suara dari lima dusun yang ada di desa kami",jelas Emen lagi.

Dari lima calon ini, kata Emen, nantinya akan diambil satu orang dengan suara terbanyak menjadi anggota BPD.

Emen berharap dengan cara seperti ini masyarakat akan lebih percaya pada siapa saja yang akan menjadi anggota BPD harus bisa bekerja penuh rasa tanggung jawab dan berdedikasi tinggi.

"Mudah-mudahan anggota BPD hasil pilihan ini bisa melaksanakan tugas sesuai yang dikehendaki warga serta serta bisa mewujudkan cita cita masyarakat dalam menata pembangunan bersama aparatur desa", pungkasnya. (AGE)

DESA SIDOMULYO PANGANDARAN JADI TUJUAN STUDY BANDING 10 DESA KEC.CIJEUNGJING KAB. CIAMIS

PANGANDARAN-Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran mendapat kehormatan menjadi tujuan kunjungan 10 desa se-Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis untuk study banding.

Menurut Ketua Apedsi yang juga ketua rombongan, Asep Didi, selain silaturahmi memang kedatangan bersama rekan-rekannya ini untuk melihat secara langsung aturan-aturan yang ada di Desa Sidomulyo.

“Barangkali hasil dari kunjungan ini ada beberapa peraturan desa yang bisa diterapkan di desa kami. “ungkapnya.(22/11)

Asep menambahkan, kunjungan ini merupakan inisiatifnya bersama dan seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Cijeungjing.

Disoal apa saja yang bisa diambil pelajaran dari hasil kunjungannya, Asep yang merupakan Kepala Desa Cijeungjing, mengatakan, ada  beberapa hal yang mungkin nantinya bisa dibuat aturan di desanya. Seperti, terkait cara pemilihan BPD, tentang harga dasar pembelian barang dan jasa serta tentang tunjangan dan penghasilan kepala desa.

"Di Kabupaten Ciamis, lanjut Asep, kepala desa hanya mendapat penghasilan Rp. 2,7 juta, sementara di Pangandaran bisa mencapai Rp. 5 juta. "terang Asep.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sidomulyo, Sugiono, SH, membenarkan, kunjungan ini berawal saat ada beberapa rekan kepala desa Di Kecamatan Cijeungjing yang menghubungi lewat telepon celullernya bermaksud akan berkunjung dan study banding ke desanya.

Walau sebenarnya Desa Sidomulyo mungkin masih kurang layak untuk dijadikan tujuan study banding, namun kata Sugiono, sesama pemerintahan dan kepala desa tidak ada salahnya untuk saling berbagi ilmu atau terkait wawasan kinerja di desanya.

“Intinya kami menyambut baik siapa pun yang datang ke desa Sidomulyo dan tentunya kami pun terima dengan senang hati. “kata Sugiono.

Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Sosial  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SPMD) serta Camat Pangandaran, pihaknya tidak mengetahui adanya kegitan kunjungan tersebut.

“Kami tidak mendapat pemberitahuan baik tertulis atau pun lisan terkait kunjungan tersebut. “jelas Kadis SPMD dan Camat Pangandaran.    (PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN