Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan

DESA SIDOMULYO PANGANDARAN JADI TUJUAN STUDY BANDING 10 DESA KEC.CIJEUNGJING KAB. CIAMIS

PANGANDARAN-Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran mendapat kehormatan menjadi tujuan kunjungan 10 desa se-Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis untuk study banding.

Menurut Ketua Apedsi yang juga ketua rombongan, Asep Didi, selain silaturahmi memang kedatangan bersama rekan-rekannya ini untuk melihat secara langsung aturan-aturan yang ada di Desa Sidomulyo.

“Barangkali hasil dari kunjungan ini ada beberapa peraturan desa yang bisa diterapkan di desa kami. “ungkapnya.(22/11)

Asep menambahkan, kunjungan ini merupakan inisiatifnya bersama dan seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Cijeungjing.

Disoal apa saja yang bisa diambil pelajaran dari hasil kunjungannya, Asep yang merupakan Kepala Desa Cijeungjing, mengatakan, ada  beberapa hal yang mungkin nantinya bisa dibuat aturan di desanya. Seperti, terkait cara pemilihan BPD, tentang harga dasar pembelian barang dan jasa serta tentang tunjangan dan penghasilan kepala desa.

"Di Kabupaten Ciamis, lanjut Asep, kepala desa hanya mendapat penghasilan Rp. 2,7 juta, sementara di Pangandaran bisa mencapai Rp. 5 juta. "terang Asep.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sidomulyo, Sugiono, SH, membenarkan, kunjungan ini berawal saat ada beberapa rekan kepala desa Di Kecamatan Cijeungjing yang menghubungi lewat telepon celullernya bermaksud akan berkunjung dan study banding ke desanya.

Walau sebenarnya Desa Sidomulyo mungkin masih kurang layak untuk dijadikan tujuan study banding, namun kata Sugiono, sesama pemerintahan dan kepala desa tidak ada salahnya untuk saling berbagi ilmu atau terkait wawasan kinerja di desanya.

“Intinya kami menyambut baik siapa pun yang datang ke desa Sidomulyo dan tentunya kami pun terima dengan senang hati. “kata Sugiono.

Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Sosial  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SPMD) serta Camat Pangandaran, pihaknya tidak mengetahui adanya kegitan kunjungan tersebut.

“Kami tidak mendapat pemberitahuan baik tertulis atau pun lisan terkait kunjungan tersebut. “jelas Kadis SPMD dan Camat Pangandaran.    (PNews)

DESA KARANGPAWITAN LANTIK STAF KEUANGAN BARU

PADAHERANG-Untuk mengisi kekosongan staf keuangan desa, Kepala Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang, Adis, melantik Ima Hermina S.Pd menjadi staf keuangan.(13/11)

Pada acara pelantikan yang disaksikan Camat Padaherang, Kustian, S.Sos, BPD, LPM, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya,  Adis mengatakan, melalui seleksi transparan yang diikuti 12 peserta akhirnya Ima Hermina, S.Pd, yang berhasil lolos.

“Jadi yang dilantik hari murni hasil seleksi yang dilaksanakan Panitia seleksi. “ujar Adis.

Adis juga mengatakan, mudah-mudahan dengan penambahan staf baru di desanya, sistim adimistrasi dan keuangan Desa Karangpawitan bisa lebih baik lagi. Begitu juga dalam pelayanan terhadap warga bisa memberikan yang terbaik.

“Bisa bekerja dengan ikhlas serta bersinergis dengan BPD, LPM, PKK atau lembaga lainnya, karena misi kami menjadi desa terdepan. “pungkas Adis.(I KOSWARA)

ANTISIPASI BENCANA BANJIR, WARGA DESA MANGUNJAYA GOTONG-ROYONG BANGUN TANGGUL SUNGAI CISEEL

MANGUNJAYA-Untuk upaya antisipasi banjir dari luapan aliran sungai, warga masyarakat Desa Mmangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran melakukan kerjabakti membendung tanggul yang hampir jebol terbawa arus sungai ciseel, ini dilakukan sebagai upaya prefentif sebelum terjadi bencana yang lebih besar.(17/11).

Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, mengatakan, upaya ini juga dilakukan karena setelah beberapa kali diajukan ke pihak BBWS tiga tahun tidak mendapat tanggapan.

“Sehingga saya pun mengambil inisiatif mengintruksikan kepada seluruh warga untuk bergotong-royong dalam rangka persiapan dini dan antisipasi sebelum terjadi bencana yang lebih besar. “ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sangat menyayangkan karena pihak BBWS beranggapan tanggul yang jebol ini tidak membahayakan.

Karena jika tanggung yang ada di desanya jebol, kata Furqonudin, ada sekitar 4 dusun yang akan terdampak, bahkan beberapa dusun yang ada di luar Desa Mangunjaya.

Furqonudin juga mengatakan, ia tidak mau kejadian bencana yang menimpa Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang beberapa waktu lalu langsung mendapat perhatian semua pihak setelah musibah menimpa.

Atas nama warga Desa Mangunjaya, Furqonudin juga mengucapkan terimakasih kepada Tagana BNPB yang telah membantu menyediakan karung untuk diisi pasir yang akan dijadikan tanggul.

“Kami berharap, pihak pemerintah dapat memperhatikan dan segera menanggulangi sebelum bencana terjadi menimpa kami. “pungkasnya. (Tn)

DD TAHAP III TAHUN 2018, DESA PANGKALAN PERIORITASKAN INFRASTRUKTUR JALAN

LANGKAPLANCAR–Untuk tahap III Dana Desa (DD) tahun 2018, sebesar Rp 400 juta, Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dilaokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan dan irigasi di Dusun Citarunggang, Cibatu dan Dusun Cigorowek.

Demikian disampaikan Kepala Desa Pangkalan, Ukar, saat ditemui PNews di ruang kerjanya (2/11).
Dikatakan Ukar, dengan kondisi infrastruktur desa rusak tentunya ini akan menghambat aktivitas perekonomian masyarakat yang rata-rata bermatapencaharian di bidang pertanian,  perkebunan, dan peternakan.

Baik jalan antar desa atau jalan penghubung desa, kata Ukar, tentunya harus bagus dan mudah dijadikan akses seluruh warga, karena masalah infrastruktur jalan ini sangat urgent sehingga  sarana transportasi desa berjalan lancar sehingga akan berdampak pada bidang ekonomi.

“Hal ini tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran dan kemiskinan di desa," kata Ukar.

Ukar menambahkan, seperti diketahui Desa Pangkalan memiliki banyak potensi sumber daya yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif yang bisa memajukan ekonomi mmasyarakat yang akan berdapakj pada terciptanya
peluang usaha dan lapangan kerja baru. Tapi semua ini akan terhambat jika kondisi infrastruktur yang tidak mendukung.

“Saya optimis perekonomian desa akan cepat berkembang serta bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,"pungkasnya. (AGE)

FANTASTIS ! PEMBANGUNAN LAPANGAN VOLLY DESA KERTAMUKTI SENILAI Rp. 140 JUTA

CIMERAK - Dana Desa (DD) digunakan untuk membiayai pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pembangunan peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, prioritas penggunaan DD mungkin akan lebih bijak jika diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan, seperti perbaikan infrstruktur jalan yang selama ini menjadi sarana vital kegiatan perekonomian masyarakat pedesaan.

Demikian disampaikan beberapa warga Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, terkait penggunaan DD yang ada di desanya.

Menurut warga, sangat disesalkan penggunaan sebagian anggaran bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp. 140 juta, malah digunakan hanya untuk membangun fasilitas olah raga,  padahal di Kertamukti masih banyak infrastruktur jalan yang masih rusak.

“Dengan dana yang cukup fantastis tersebut seharusnya untuk perbaikan jalan dulu, karena masalah jalan ini lebih urgent. “ungjkap warga.(11/10)

Sejumlah warga mengaku tidak habis pikir, kenapa Pemerintahan Desa Kertamukti lebih mementingkan lapangan volley ball daripada memperbaiki jalan.

Lagian kalau untuk membangun lapang voli di tingkat desa tidak usah menggunakan uang sebesar itu. “imbuhnya.

Kepada PNews sejumlah warga juga menyampaikan, sebaiknya pihak yang berkompeten segera meninjau ke lapangan, apakah benar biaya lapang tersebut harus menggunakan biaya sebesar itu.

Lagi pula, lanjutnya, pembangunan sarana olahraga tersebut apakah dibahas dulu dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa, sehingga banyak warga tidak tahu dan kurang setuju anggaran sebesar itu hanya untuk membangun lapang voli.

Masalahnya, masih kata warga, di Desa Kertamukti masih banyak jalan yang harus segera mendapat perbaikan, jadi sebaiknya perbaikan jalan jadi skala perioritas bukan dengan mengalokasi ke pembangunan sarana olahraga.

“Dan kalau pun memang akan membangun lapang voli, saya kira tidak usah dengan anggaran sebesar itu. “pungkasnya. (PNews)




WARGA DESA CAMPAKA DAN SUKAMULYA BERHARAP PEMKAB PANGANDARAN BANGUN JEMBATAN PERMANEN

CIGUGUR-Keberadaa jembatan gantung yang menghubungkan Desa Campaka dan Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, sebenarnya sudah tidak layak lagi dipergunakan. Namun karena jembatan tersebut merupakan jalur satu-satunya yang ada, maka hingga sekarang jembatan gantung pun masih difungsikan.

Menurut salah seorang warga  Sukamulya, Oman, seluruh warga desa sangat berharap bisa secepatnya Pemkab Pangandaran membangunan jembatan yang terbuat dari bilah bambu itu dengan permanen, karena selama ini untuk jalur kedua desa itu harus melalui Desa Cigugur yang jarak tempuhnya sekitar 40 km.

“Jalur ini sangat vital, banyak hasil kebun dan komoditas ekonomi lain warga terhambat pengirimannya karena selama ini belum ada jembatan permanen. “jelas Oman.(10/10) 

Hal senada dikatakan Kepala Desa Campaka dan Sukamulya, Omo dan Herdiana, saat ditemui di tempat kerjanya masing-masing, kepada PNews mengatakan, memang pembangunan jembatan tersebut sangat urgen, pasalnya jembatan sejenis itu sudah tidak layak lagi jika dibandingkan dengan arus transportasi sekarang. Saat ini warga, menurut mereka, sangat terbebani dengan biaya ongkos kirim saat akan menjual hasil buminya.

“Jembatan itu sudah menjadi urat nadi warga desa baik untuk jalur ekonomi atau pun sosial. “ujarnya.

Herdiana dan Omo juga mengatakan, jika rencana pembangunan jembatan tersebut selalu masuk dalam bahasan setiap tahun pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) desa.

“Tapi pembangunannya mengandalkan dari DD atau ADD jelas tidak akan mencukupi, kami berharap Pemkab Pangandaran bisa memasukan pembangunan jembatan tersebut di APBD tahun depan. “tuturnya lagi. (ANTON AS)

DIDUGA SEORANG OKNUM PERANGKAT DESA SELEWENGKAN BANTUAN PEMERINTAH SEBESAR RP. 270 JUTA

CIJULANG - Semua bantuan pemerintah pusat mau pun pemerintahan daerah yang dialirkan ke desa-desa seyogyanya bisa direalisasikan penggunaannya untuk kepentingan masyarakat, terutama pada pembangunan infrastruktur yang masih perlu perbaikan. Namun sangat disayangkan salah satu desa di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, anggaran pemerintah senilai Rp.270 juta diduga diselewengkan oknum aparat desa.

Diakui oleh kepala desa tersebut, ia memang mengetahui ada perangkatnya yang sudah menyalahgunakan anggaran yang ada di desa, ini diketahui ketika ada salah seorang kepala dusun menanyakan pembayaran HOK sebulan yang lalu.

Menurutnya, ia sama sekali tidak menyangka akan terjadi seperti ini sehingga pembangunan di tiga titik yang berada di tiga dusun pun terhambat.

“Padahal seharusnya harus sudah selesai, tapi sampai saat ini masih dikerjakan walau saya harus mencari pinjaman dulu yang penting pembangunan bisa terlaksana dan tuntas. " terangnya.(9/10)

Ia mengatakan, uang yang diselewengkan aparatnya senilai Rp. 270 juta ini berasal dari berbagai bantuan yang diberikan pemerintah tak terkecuali Dana Desa (DD).

Sementara menurut Sekertaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran, Tjomi Suryadi, S.Sos, saat dikonfirnasi mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih akan menelusuri perihal dugaan penyelewengan dana bantuan pemerintah tersebut, serta langsung memerintahkan kepala bidang untuk menelusuri kebenarannya.

"Saya pertama mendengar hal ini langsung dari pak camat dan saya pun langsung intruksikan pada anak buah saya segera menelusuri kebenaran berita tetsebut", jelasnya.(09/10)

Dikatakan Tjomi, tidak seharusnya kejadian ini terjadi apabila kepala desa dan perangkatnya  tahu aturan penggunaan dana program pemerintah ini, dan kalau ini memang terjadi sangat disesalkan sekali, apalagi uang yang diselewengkan relatif besar.

Tjomi menambahkan, jika sudah diperoleh kebenaran berita ini, oknum aparat desa tersebut harus bisa bertanggungjawab dan mengganti uang yang sudah diselewengkan itu secepatnya.

“Dan kalau tidak bisa mengganti, ya terpaksa kita akan memproses masalah ini melalaui jalur hukum.", tandasnya.

Tjomi juga mengatakan, dan jika memang ini benar-benar terjadi ia akan melaporkan ke bupati dan meminta agar semua bantuan ke desa itu untuk sementara ditunda dulu sebelum uang tersebut dikembalikan ke Negara.

"Dalam hal ini kami harus tegas karena ini menyangkut uang negara dan kepentingan masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan yang ada di desa. “tegas Tjomil agi. (AGE-PNews)

MELALAUI SELEKSI KETAT DESA SINDANGJAYA BUKA PENJARINGANI PERANGKAT

MANGUNJAYA-Pembangunan kuwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa kini menjadi skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran. Dengan banyaknya anggaran yang di sediakan pemerintah maka perlu juga ditingkatkan kemampuan perangkat dalam pengelolaannya, ini selaras dengan Keputusan Bupati Pangandaran No.24 2018, tentang Struktur Organisasi dan Tatakerja Pemerintah Desa serta klasifikasi Desa.

Demikian dikatakan Ketua Seleksi Penjaringan Perangkat Desa Sindangjaya, Asep Roni, saat diminta tanggapannya terkait peningkatan SDM pemerintahan desa.

“Dan seleksi ini juga diperkuat dengan Surat Camat Nomer 141.3/283-kec/2018 tentang Rekomendasi Mutasi dan Pengukuhan Perangkat Desa Serta pengangkatan Staf Desa Sindangjaya. “jelasnya.

Asep yang ditemui usai penjaringan perangkat desa di aula Desa Sindangjaya (8/10), mengatakan, dalam seleksi ini dilakukan beberapa tahapan, seperti, test tulis, wawancara dan pengoprasian Komputer.

“Dengan proses ini diharapkan nantinya bisa menghasilkan kwalitas SDM yang mahir dan mumpuni di bidang pengadministrasian pemerintahan desa. “imbuhnya.

Asep menambahkan, ada 16 orang peserta dan mengundurkan diri 5 orang, yang mengikuti seleksi tanggal 8 oktober ini, langsung akan dilantik besok harinya. Dan untuk efektifitas waktu, kata Asep, peserta yang lolos seleksi langsung dilantik satu hari setelah seleksi dilaksanakan.

“Setelah diterima nantinya juga akan mendapat pelatihan khusus adiministrasi desa. “pungkasnya. (Tn)

KADES DAN WARGA MASAWAH TAGIH JANJI ANGGOTA DPRD

Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda
CIMERAK-Tahun 2018 merupakan tahun politik yang selalau diwarnai dinamika politik yang beragam bagi para peserta pemilihan legislatif, dengan segala dinamika tersebut diharapkan calon legislatif  (caleg) dalam kampanyenya bisa memaparkan program-program, salah-satunya  yang ada di desa.

Demikian dikatakan Kepala Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Ukan Suganda saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(3/10)

“Tapi sayang, kenyataan nol besar, jangankan dari calon yang baru, dari anggota DPRD patahana pun tidak berbuat apa-apa untuk desa. “tegasnya.

Sesama kepala desa, nenurutnya, ia sering bertukar informasi dengan kepala desa lainnya, dan rata-rata mengatakan, tidak ada program yang dibawa dari anggota legislatif yang berasal dari daerah asal pemilihannya (dapil).

“Di Masawah sendiri pada pemilu lalu dimenangkan PKB dan PPP, artinya, seharusnya dua anggota dewan dari partai tersebut seharusnya bisa memberi perhatian pada konstituen mereka yang ada disini, , sewajarnya masawah dapat prioritas bankeu dari aspirasi dewan, tapi Kenyataannya nol besar.
 “imbuhnya.

Ukan juga mengatakan, pembangunan desa masawah masih banyak kekurangan disana-sini, dan jika saja  ada kontribusi dari dua anggota DPRD  yang mendapat suara besar dari Masawah, mungkin pembangunan yang ada di Desa masawah pun bisa semakin maju, tapi sayang yang terjadi terkesan kacang lupa kulitnya.

Hal senada dikatakan dua orang warga yang enggan ditulis identitasnya, sebagai orang yang ikut menjadi tim sukses dari peserta pemilu tahun lalu, menyayangkan, saat sudah duduk menjadi anggota DPRD, tidak bisa memenuhi janji-janji yang pernah terucap saat kampanye dulu.

“Saat kampanye dulu sering mengatakan akan membela kepentingan rakyat, tapi kenyataannya omong kosong saja. “kata mereka. (ANTON AS)

SAMBUT TAHUN BARU ISLAM, DESA SIDOMULYO SANTUNI ANAK YATIM DAN JOMPO

PANGANDARAN-Dengan tema Sidomulyo Menyantuni, Jadikan Menyantuni Sebagai Budaya Bangsa, Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran gelar acara menyantuni anak yatim dan kaum jompo dilaksanakan di halaman desa. (29/9)

Dalam sambuatannya di hadapan ratusan warga, Kepala Desa Sidomulyo, Sugiono SH, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang selalu diselenggarakan pada  setiap momen tahun baru Islam.

"Alhamdulillah di tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke tujuh kalinya dan ternyata masih mendapat respon masyarakat, bahkan donaturnya pun dari masyarakat sementara desa bersama ibu-ibu PKK sebagai penggeraknya." terangnya.

Sugiono menembahakan, untuk tahun ini dana untuk santunan terkumpul sekitar Rp 25 juta, sementara dari desa sendiri hanya mengeluarkan anggaran untuk membantu kebutuhan acara.

Untuk tahun ini, lanjutnya, santunan duiberikan pada 55 anak yatim, jompo 150 dan sunatan massalnya 5 anak.

"Kami berharap kedepannya ada lembaga atau yayasan yang bisa menindaklanjuti program ini," kata Sugiono lagi. (HARIS F)

DESA BOJONG KONDANG PRIORITASKAN INFRASTRUKTUR JALAN DESA

LANGKAPLANCAR - Desa Bojong Kondang salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran,  memiliki enam dusun yang rata rata warganya hidup dari hasil bercocok tanam karena secara geografis terletak di dataran tinggi ini.

Seperti dikatakan Kepala desa Bojong Kondang, Dayat (56), mayoritas warga desa hidup dari hasil pertanian, tapi saya keinginan warga untuk memiliki infrastrutur jalan yang bagus yang nantinya bisa menunjang laju perekonomian, belum bisa terwujud.

"Saat ini desa memprioritaskan pembangunan infrstruktur jalan, baik jalan desa maupun jalan lingkungan yang setiap harinya banyak digunakan oleh warga dalam kegiatan ekonomi dan pertanian," ungkapnya.(8/8)

Ia menambahkan, keinginnya untuk bisa memberikan yang terbaik pada warga merupakan obsesi dan harapannya. Dengan didukung seluruh aparatur desa dan masyarakat, memenuhi harapan warga untuk segera membangun jalan-jalan yang ada di desanya agar transportasi dari desa bisa lancar dan hasil bumi dari Bojong Kondang pun tak ada kendali lagi.

Kata Dayat, selama tiga tahun menjadi kepala desa, nampak  sudah banyak perubahan di sana-sini terutama yang berkaitan dengan pembangunan jalan yang dia terapkan melalui bantuan pemerintah baik dari program DD, ADD, Banprov dan P3IP. Pada program tahun-tahun mendatang pun, imbuh Dayat, ia akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

"Alhamdulillah hingga saat ini warga desa kami sudah bisa menikmati perubahan terutama menyangkut beberapa perbaikan infrstruktur jalan. “katanya. (AG)

DESA MASAWAH AKAN TETAP PERTAHANKAN PANTAI INDAH MADASARI

CIMERAK - Pantai Madasari atau orang setempat menyebutnya dengan nama sebutan “Bulben” (Bulak Benda) berada di wilayah Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, di lokasi ini bisa dinikmati panorama alam indah yang masih alami. Madasari memang masih asli, belum banyak sentuhan.

Saat ini obyek wisata ini masih dikelola masyarakat setempat dan pemerintahan desa, biasanya banyaj pengunjung datang pada hari sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Walau pun belum banyak dikenal wisatawan dan belum seramai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Pangandaran, tapi dari hari ke hari trendnya terus menunjukan peningkatan.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda, ia akan tetap mempertahankan wisata pantai Madasari agar tetap dikelola desa.

"Kami tetap mempertahankan dan tidak akan menyerahkan bila wisata yang ada didesa kami akan diambil alih  pemerintah daerah", ungkapnya. (25/07)

Menurutnya, wisata yang ada di desanya tetap akan dijadikan aset desa untuk PADes, jadi kalau saja Pemda Pangandaran akan mengambil alih harus ada MOU dulu.

Ukan juga mengatakan, tapi hingga sampai saat ini pemda melalui Dinas Pariwisata belum pernah didatangi utusan dari pemda untuk membicarakan pengelolaan atau melakukan pembangunan wisata pantai Madasari, walaupun hanya sekedar melihat kondisi mandasari saat ini.

"Dan kalau pun dulu saat kepala dinasnya Pak Mukhlis sering datang ke desa kami, itu hanya sebatas membicarakan keadaan wisata Madasari, “pungkasnya. (AGE)

KSM LIMBAH BAROKAH JADIKAN DESA KARANGPAWITAN PIONEER DESA BERSIH


PADAHERANG-Untuk mengatasi persoalan sampah dan kebersihan lingkungan, Pemerintah Desa Karang Pawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran di tahun 2018 ini telah membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang bersumber dari bantuan Dana Desa (DD).  

Kepala Desa Karangpawitan, Adis, mengatakan, masalah sampah di desanya sering menjadi persoalan karena sampah dari Pasar dan dari rumah warga berserakan dan menjadi pemandangan tang tidak enak dipandang karena sebagian masyarakat  masih membuang ke sungai disebabkan selama ini belum adanya TPS sampah.

Alhamdulillah tahun ini kami bisa membangun TPS  yang berlokasi di Dusun Patinggen 1 blok Cipakel Rt 07 Rw 2, dan di lokasi tersebut sangat cocok karena jauh dari pamukiman penduduk sehingga tidak akan berdampak pada kesehatan. “terang Adis.(2/7)

Adis menambahkan, saat ini di desanya sudah berjalan Program manegmen sampah yang berasal dari rumah warga yang di kelola KSM Limbah Barokah, dengan ketunya Hoer.

Untuk memudahkan pembuangan serta agar terorgasir sampah dari setiap rumah ini, lanjut Adis,  setiap hari petugas berkeliling untuk mengambil sampah. Dan setiap bulannya masyarakat diwajibkan membayar retribusi dengan perincian, Rp.7 ribu untuk rumah tangga, Rp 10 ribu warung dan Rp 20 ribu home industry atau super market.
“Hasil retribusi tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya oprasional kendaraan dan petugas pemungut sampah. “Kata Adis. 

Pengelolaan sampah dan kebersihan  lingkungan ini tentunya mendapat sambutan ;positif dari warga, karena selama ini memang masih banyak warga membuang sampah sembarangan, ada yang ke kebun, sungai di pinggir-pinggir jalan hingga sering menimbulkan bau dan pemandangan tak sedap.

Menurut salah seorang warga, Tedi, pemerintah desa sangat tepat sudah membangun TPS sampah karena memang sebelumnya masalah sampah sering menjadi persoalan di lingkungan warga.

“Mudah-mudahan dengan program ini Desa Karangpawitan menjadi pioneer desa sehat. “ungkap Tedi,  yang merupakan perintis KSM Limbah Barokah di desanya. (ISIS KOSWARA)

SAMBUT RAMADHAN, KARANGTARUNA KERSARATU GELAR AKSI BERSIH MESJID

MANGUNJAYA-Aksi simpati yang di lakukan Karang Taruna Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya ini memang patut dintiru, pasalnya menjelang bulan suci ramadhan beramai-ramai menggelar kegiatan aksi bersih mesjid dan sepanjang jalan dusun (cleaning on the road) di daerah nya .

Saat ditemui PNews, ketua pelaksana kegiatan, Ust Iin Sirojudin S.Pd, mengatakan, gerakan ini sengaja dilakukan menjelang bulan suci agar lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi.

Ramadhan tinggal menghitung hari, sudah selayaknya kita memperbanyak amal ibadah. “ungkapnya.(6/5)

Iin menambahkan, dalam menjambut bulan yang penuh berkah ini pihaknya berharap bukan hanya sarana ibadah yang bersih tapi juga hati setiap muslim pun harus bersih.

“Kegiatan aksi bersih ini kami laksanakan secara musafahah Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya. “terangnya. (Tn)

KADES KERTAHARJA: “MEDIA JANGAN ASAL NULIS KARENA ITU AKAN JADI OPINI PUBLIK”

CIMERAK – Sangat disayangkan, salah satu media online tidak cakap dalam membuat pemberitaan  sesuai dengan Undang-undang Pers no 40 tahun 1999, karena dinilai pemberitaannya kurang berimbang.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, H. Oman. Ia menyayangkan, pemberitaan dari salah satu media online tersebut yang asal-asalan karena  tanpa ada konfirmasi lebih dulu dalam penyajian beritanya.

 “Berita yang dimuat media online itu terkesan memojokan Desa Kertaharja, sementara saya sendiri selaku kepala desa tidak pernah diwawancarai lebih dulu, mending kalau berita itu benar",  Ujarnya.(27/4)

Dikatakan Oman, berita terkait jembatan di jalan Cibungur Dusun Jampang-Dusun Purwasari itu bukan kewenangan desa karena memang statusnya sudah menjadi jalan kabupaten", jelasnya.

Menurut Oman, yang lebih tahu kronologi  jembatan itu adalah pihak desa, dan jika saja pembangunan jembatan itu menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau Dana desa (DD), mka jelas itu menyalahi aturan.

Sebetulnya, lanjut Oman, selaku kepala desa secara lisan atau surat, pihaknya pernah mengajukan usulan kepada pemerintah daerah melalui dinas PU agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

“Dan Alhamdulillah, usulan tersebut terpenuhi karena  jembatan tersebut rencananya akan diperbaiki tahun 2018 ini", ucapnya.

Oman juga menyampaikan kepada nara sumber yang bicara ke media tersebut hendaknya jangan asal bicara, apalagi sesama warga Kertaharja dan alangkah akan lebih baik jika ada persolan di Desa Kertaharja agar bisa datang datang menyampaikan langsung ke pihak desa untuk menanyakan kebenarannya.

“Saya juga meminta media bisa lebih cerdas tidak asal nulis karena kalau ini sudah ada di pemberitaan akan menjadi opini publik sehingga  seolah-olah saya selaku kepala desa tidak peduli terhadap kepentingan masyarakat.” tegasnya. (AGE)

WARGA BERHARAP, DESA KEDUNGWULUH TAK MEMPERPANJANG HGB PABRIK CIPANAS

PADAHERANG-Beberapa tokoh Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berkumpul di aula desa untuk mempertanyakan kedudukan dan status tanah yang ditempati Pabrik Cipanas.(26/3)

Pada pertemuan dengan aparat pemerintahan desa tersebut, Sekretaris Desa Kedungwuluh, Asep Setiawan, menjelaskan, tanah milik desa itu terbagi menjadi 3 bagian. Antara lain, tanah Hak Guna bangunan (HGB), tanah milik adat bersertifikat dan tanah adat yang belum bersirtifikat.

“Tanah yang ditempati pabrik Cipanas itu statusnya HGB. “terang Asep.

Dari hasil musyawarah antara tokoh masyarakat dan perangkat desa, disepakati kedudukan HGB pabrik Cipanas masih tetap akan berlanjut karena HGB tersebut masih berlaku sampai tahun 2025.

“Dan kami juga sepakat, setelah HGB pabrik Cipanas ini berakhir, tidak akan diperpanjang lagi. “terang Asep lagi. (NANA HOERUMAN)


BERLOKASI DI JALAN UTAMA, DESA BABAKAN BANGUN PATUNG IKAN MARLIN

PANGANDARAN- Desa Babakan Kecamatan Pangandaran yang terletak dipinggir jalan utama sangat strategis karena berada pada lintasan menuju obyek wisata Pangandaran, sehingga keberadaan desa pun harus terlihat megah dan bisa mencerminkan sebuah desa di kawasan  pariwisata.

Untuk kepentingan itu, kini Desa Babakan membuat reflika ikan marlin sebagai ikon Kabupaten Pangandaran, yang akan menghiasi bagian depan desa.

Menurut sekdes Babakan, Deni M. Nurhidayat,  dari delapan desa di kecamatan Pangandaran baru dua desa yang memiliki ikon ikan marlin, Desa Pangandaran dan Desa Babakan.

“Reflika ikan marlin yang ada di Desa Pangandaran itu terbuat dari fiber, sedangkan yang dibuat di Babakan dari beton. “terang Deni. (26/3)

Deni menambahkan, patung ikan marlin ini dibuat sengaja atas inisiatif desa dalam rangka ikut serta memajukan Pangandaran hebat sekaligus sebagai tujuan wisata dunia.

Pembuatan patung ini juga, lanjutnya, untuk ikut mendukung program pemerintah, memajukan sektor pariwista.

“Apalagi kantor Desa Babakan ini berada di pinggir jalan utama menuju tempat wisata, jadi harus lebih menarik dan indah," katanya.

Disoal pendanaannya, Deni menjelaskan, dana yang dialokasikan untk pembangunan patung ikan ini diambil dari dana pemeliharaan desa, dan sampai sekarang hingga 75 persen tahap pembangunnya sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 6 juta.

“Kami berharap pembangunan patung ikan marlin ini bisa menjadi kebanggaan dan daya tarik tersendiri, khususnya warga Desa Babakan," Pungkasnya. (HARIS F)

DESA SUKAHURIP TUNTASKAN PEMBANGUNAN RUANG PKK

PANGANDARAN-Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran baru baru ini telah merampungkan ruang PKK yang berukuran 6 x 4 m ini dibangun sejak pertengahan 2017.

Menurut Sekdes Sukahurip, Rosin, dengan anggaran Rp 50 juta berasal dari bantuan propinsi, pembangunan ruangan PKK ini selesai pada akhir 2017 yang kini sudah bisa digunakan untuk perbagai kegiatan Ibu-ibu PKK desa,

"Tentunya kami berharap pembangunan ruangan PKK ini kedepannya dapat memabantu kinerja PKK, dan program lainhya yang ada di Desa Sukahurip." tuturnya.(26/3)    (HARIS F)

KEPALA DESA PURBAHAYU KELUHAN KONDISI AULA DESANYA

PANGANDARAN -Kepala desa Purbahayu Kecamatan Pangandaran, Sarotun. keluhkan aula desa yang sudah lapuk dimakan usia, ruangan yang berukuran 9,20 x 11 m persegi ini, menurutnya, sudah seharusnya diperbaiki.

“Ini dibangun sekitar tahun1982 dan hingga kini belum mendapat perbaikan sehingga kayu-kayunya pun sudah banyak yang lapuk dan keropos. “ungkap Sarotun.(26/3)

Menurut Sarotun, karena alasan tidak ada anggaran untuk pembangunannya, maka ruang aula pun dibiarkan seperti sekarang dan masih digunakan, dan diperkirakan untuk biaya perbaikannya butuh dana sekitar Rp. 400 juta.

Dan, menurut Surotun, ini sudah diajukan untuk rehab total serta masuk pada skala prioritas musrembang desa, kecamatan dan kabupaten.

“Mudah-mudahan anggarannya untuk perehaban ini segera turun tahun ini, " Pungkasnya.
(HARIS F)

PEMEKARAN DESA KARANGPAWITAN TERKENDALA MORATORIUM

PADAHERANG-Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Kabupaten Pangandaran merespon aspirasi masyarakat yang disampaikan Tim Pemerkarsa Pemekaran Desa Karang Pawitan Kecamatan Padaherang dengan menggelar dengar pendapat ( Audiensi ) di aula Desa Karangpawitan. (11/2)

Dengar pendapat yang dipimpin langsung ketua DPRD, H Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd dan sejumlah anggota DPRD asal Kecamatan Padaherang, antara lain, Jalaludin S.ag, Solehudin, Imang Kardimang dan Cicih Mintarsih juga dihadiri warga masyarakat, Camat, Danramil Kepala Desa, BPD, dan Ketua RT- RWdari tiga dusun.

Seperti diketahui, dari 5 dusun jumlah seluruh Desa Karangpawitan , tiga dusun, diantaranya, Sindangratu, Sindangkerta dan Dusun Harjaresik, ingin memisahkan diri menjadi Desa Sindangharja. Sementara dua dusun lainnya, Patinggen1 dan Patinggen 2 tetap ada di Desa Karangpawitan.

Dalam sambutannya, ketua DPRD Pangandaran, Iwan, mengatakan, pemekaran Desa Karangpawitan dan Desa Sindangharja, daqlam prosesnya, tahapan demi tahapan dan alur persyaratan sudah layak dan memenuhi syarat.

Menurut Iwan, seluruhnya tahapan telah melalui proses yang benar dan tidak ada kendala yang dipermasalahkan, dan baik pemerintah daerah atau pun DPRD pun sudah merespon baik.

“Hanya saja persoalannya Menteri Dalam Negeri sampai saat ini belum mencabut moratorium Pemekaran Desa, jadi selama moratoriom maka pemekaran desa pun belum bisa dilaksanakan. ”kata Iwan.

Dikatakan Iwan, tidak hanya Desa karfangpawitan saja, tapi ada lima desa di Kabupaten Pangandaran yang ingin mekar.

Iwan juga menjelaskan, pada prinsipnya DPRD dan pemda sudah tidak ada masalah, karena apa bila  nanti ada pemekaran desa, tentu prosesnya tidak akan serta merta. Dimulai dengan penerbitan peraturan daerah yang disusul dengan Peraturan Bupati (perbup).

Jadi tahapannya, lanjut Iwan, bupati akan mengusulkannya ke pemerintah pusat melalui gubernur, dan setelah ijin turun, maka DPRD bersama-sama pemerintah daerah pun segera  menyusun Rencana Peraturan daerah (raperda) yang akan dirapatkan menjadi perda.

“Tapi sebelum disusun nanti desa akan diberi semacam desa Persiapan yang waktunya paling sedikit satu tahun dan lamanya tiga tahun. “terang Iwan.

Sementara ketua tim pemerkasa pemekaran, Teguh Sucipto berharap keingin masyarakat untuk mpemekaran desanya bisa segera terwujud.

“Kami akan terus berjuang sampai cita-cita dan harapan bisa terwujud, karena dengan terbentuknya desa Sindang Harja warga di tiga dusun akan lebih sejahtera. “kata Teguh. (Isis Koswara)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN